Pengertian Aset Tetap: Jenis, Karakteristik, dan Contohnya

Posted on
Share artikel ini

Aset tetap adalah elemen penting yang mendukung operasional bisnis jangka panjang. Aset ini mencakup barang berwujud seperti mesin, kendaraan, dan bangunan, serta aset tak berwujud seperti hak paten atau merek dagang. Pengelolaan yang efisien terhadap aset tetap membantu perusahaan menjaga kelancaran operasional dan kestabilan keuangan.

Namun, pengelolaan aset tetap yang tidak terorganisir dapat menimbulkan masalah, seperti kesalahan pencatatan, penyusutan yang tidak terpantau, atau alokasi biaya yang tidak tepat. Jika aset tersebar di banyak lokasi, memantau dan merawatnya menjadi lebih kompleks, yang berisiko merugikan perusahaan secara finansial dan operasional.

Artikel ini akan membahas cara-cara efektif dalam mengelola aset tetap, termasuk pengertian dan jenis-jenisnya, serta cara perolehannya dan pencatatannya sesuai dengan standar akuntansi. Kami juga akan mengupas tantangan dalam pengelolaan aset tetap dan bagaimana solusi berbasis teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan aset.

starsKey Takeaways
  • Aset tetap adalah aset jangka panjang yang digunakan dalam operasional perusahaan, seperti tanah, bangunan, mesin, dan hak paten, yang tidak untuk dijual.
  • Karakteristik aset tetap mencakup bentuk fisik, penggunaan untuk operasional, masa manfaat jangka panjang, penyusutan, dan perolehan dengan harga beli serta biaya tambahan.
  • Contoh aset tetap termasuk gedung kantor, apartemen, pusat perbelanjaan, tanah kosong, dan properti industri, yang berfungsi sebagai investasi jangka panjang dan sumber pendapatan.
  • Pengelolaan aset tetap dapat dilakukan lebih tertata dengan software asset management seperti ScaleOcean yang membantu pencatatan, pemantauan, dan pengendalian aset secara terpusat.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Aset Tetap?

Aset tetap adalah aset jangka panjang yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasional, bukan untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan. Aset ini dapat berupa aset berwujud seperti tanah, bangunan, mesin, dan kendaraan, atau tak berwujud seperti hak paten dan merek dagang.

Aset tetap atau sering disebut juga aktiva tetap, memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi. Aktiva ini dicatat di neraca perusahaan dan mengalami penyusutan seiring waktu, kecuali untuk tanah yang tidak mengalami penyusutan. Penyusutan aset tetap ini mencerminkan pengurangan nilai aset seiring penggunaannya dalam operasional perusahaan.

Menurut IBM, sekitar 40% investasi perusahaan dialokasikan untuk pembelian peralatan dan kendaraan. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setengah modal perusahaan terikat pada aset fisik yang membutuhkan pengelolaan efektif. Pengelolaan yang baik dapat menurunkan biaya, meningkatkan efisiensi, dan memaksimalkan nilai aset.

2. Apa Saja Jenis-Jenis Aset Tetap?

Aset tetap terbagi menjadi aset berwujud dan tidak berwujud. Aset berwujud meliputi tanah, bangunan, mesin, kendaraan, serta furniture yang digunakan untuk operasional. Sementara aset tidak berwujud mencakup paten, merek dagang, hak cipta, lisensi, dan goodwill. Berikut penjelasannya:

a. Aset Tetap Berwujud

Aset tetap jenis ini memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat, disentuh, dan digunakan dalam operasional perusahaan. Berikut adalah beberapa contoh aset tetap berwujud:

  • Tanah: Lokasi pabrik, kantor, atau gudang untuk kegiatan operasional.
  • Bangunan: Gedung kantor, pabrik, atau gudang yang digunakan untuk kegiatan bisnis.
  • Mesin dan Peralatan: Mesin produksi, komputer, printer, dan alat manufaktur lainnya.
  • Kendaraan: Mobil operasional, truk pengiriman, dan alat berat seperti forklift.
  • Furniture dan Perlengkapan: Meja, kursi, rak, lemari, dan perlengkapan kantor lainnya.

b. Aset Tetap Tidak Berwujud

Selanjutnya, aktiva tetap jenis ini tidak memiliki bentuk fisik tetapi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa contoh aset tetap tak berwujud:

  • Hak Paten: Hak eksklusif atas penemuan teknologi atau produk tertentu.
  • Merek Dagang: Identitas merek yang meningkatkan nilai produk atau layanan.
  • Hak Cipta: Hak eksklusif atas karya seni, sastra, atau musik.
  • Lisensi: Hak untuk menggunakan teknologi atau software tertentu.
  • Goodwill: Nilai lebih yang dimiliki perusahaan, seperti reputasi dan hubungan pelanggan.

3. Karakteristik Aset Tetap

Karakteristik Aset Tetap

Aset tetap memiliki karakteristik utama berupa bentuk fisik, digunakan untuk operasional bisnis, dan tidak untuk diperjualbelikan. Aset ini memiliki masa manfaat jangka panjang, umumnya lebih dari satu tahun, serta mengalami depresiasi seiring penggunaan, kecuali tanah.

Dalam pencatatan akuntansi, aktiva tetap diakui berdasarkan biaya perolehan yang mencakup harga beli dan biaya pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai tiap karakteristik aset tetap:

a. Memiliki Wujud

Aset tetap umumnya memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat, disentuh, dan digunakan dalam operasional perusahaan. Contohnya meliputi mesin, kendaraan, dan bangunan yang digunakan untuk mendukung produksi atau aktivitas lainnya dalam bisnis. Aset ini berfungsi secara langsung dalam proses operasional sehari-hari.

b. Digunakan untuk Operasional Bisnis

Aset tetap bukan untuk dijual kembali, melainkan digunakan untuk mendukung kelancaran operasional bisnis. Misalnya, pabrik yang digunakan untuk produksi, atau kendaraan yang mendukung distribusi barang. Aset ini berperan penting dalam menjaga kontinuitas dan efisiensi operasional perusahaan.

c. Memiliki Masa Manfaat Jangka Panjang

Aset tetap memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau satu periode operasional. Hal ini membedakannya dari aset lancar yang memiliki masa manfaat lebih pendek. Aset tetap digunakan untuk tujuan jangka panjang, yang mendukung kegiatan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan keuntungan dalam waktu yang lama.

Terkait dengan itu, penting untuk memperhatikan umur ekonomis aset tetap, yaitu periode di mana suatu aset dapat digunakan secara efektif untuk mendukung operasional perusahaan. Memahami umur ekonomis ini membantu perusahaan merencanakan penggantian atau penyusutan aset, serta memastikan pemanfaatan aset yang optimal selama masa manfaatnya.

d. Mengalami Penyusutan Nilai/Depresiasi

Nilai aset tetap umumnya menurun seiring waktu dan penggunaan. Depresiasi terjadi karena pemakaian atau penuaan, yang mengurangi nilai aset tersebut. Namun, tanah adalah salah satu aktiva tetap yang tidak terpengaruh oleh depresiasi, tetap memiliki nilai yang relatif stabil seiring berjalannya waktu.

e. Diperoleh dengan Biaya Perolehan

Aset tetap dicatat di neraca perusahaan berdasarkan biaya perolehannya, yang meliputi harga pembelian serta biaya tambahan seperti biaya pemasangan dan pengiriman. Hal ini memastikan bahwa nilai yang tercatat mencerminkan total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan dan memanfaatkan aset tersebut.

4. Apa Saja Manfaat Aset Tetap?

Aset tetap tidak hanya mendukung operasional bisnis, tetapi juga menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai efisiensi perusahaan. Salah satunya adalah rasio perputaran aktiva tetap, yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efektif perusahaan memanfaatkan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan.

Perusahaan yang mengelola aset tetap dengan efisien memiliki keunggulan kompetitif, karena dapat memaksimalkan penggunaan aset untuk mendukung operasional dan produksi. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas, yang berkontribusi pada daya saingnya di pasar.

Bagi investor, pemahaman tentang aset tetap diperlukan untuk mengevaluasi potensi dan kesehatan keuangan perusahaan. Aset yang dikelola dengan baik mencerminkan stabilitas dan kesiapan perusahaan untuk tumbuh, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai nilai perusahaan di mata investor.

Namun, pengelolaan aset tetap secara manual memerlukan waktu yang cukup banyak dan rentan terhadap kesalahan. Ketika aset tersebar di berbagai lokasi dan jumlahnya besar, penggunaan teknologi atau sistem manajemen aset diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan akurasi pengelolaan aset tetap.

Jika Anda ingin mempermudah pengelolaan aset tetap, Anda dapat mempertimbangkan implementasi software asset management seperti ScaleOcean. ScaleOcean menawarkan solusi terintegrasi untuk pengelolaan aktiva tetap yang efisien, memastikan pencatatan, pelaporan, dan pemantauan yang lebih akurat dan mendukung keputusan bisnis yang lebih baik.

ERP

5. Klasifikasi Aset Tetap

Aset tetap dapat diklasifikasikan menjadi lahan dan inventaris. Lahan mencakup tanah dan bangunan, sementara inventaris meliputi peralatan operasional seperti mesin, peralatan kantor, laboratorium, dan gudang. Kenali perbedaan antara kedua klasifikasi berikut ini:

a. Lahan

Lahan merupakan salah satu jenis aset tetap yang dapat berupa tanah kosong maupun bangunan yang berdiri di atasnya. Dalam akuntansi, penting untuk memisahkan pencatatan tanah dan bangunan, karena keduanya memiliki perlakuan yang berbeda. Tanah tidak mengalami depresiasi, sementara bangunan mengalami penyusutan.

b. Inventaris

Inventaris termasuk peralatan besar yang digunakan dalam operasional perusahaan dan dianggap sebagai aset tetap. Contohnya meliputi peralatan pabrik, peralatan kantor, peralatan laboratorium, dan inventaris gudang. Semua peralatan ini mendukung kegiatan produksi dan operasional, sehingga penting untuk dicatat sebagai aktiva tetap dalam laporan keuangan.

6. Contoh Aset Tetap

Aset tetap ini memiliki berbagai bentuknya, seperti tanah, bangunan komersial, apartemen, dan infrastruktur lainnya. Berikut ini contoh aset tetap yang dapat membantu pebisnis dalam merencanakan strategi investasi yang cerdas dan berkelanjutan untuk pertumbuhan bisnis.

a. Gedung Kantor

Contoh aset tetap yang pertama adalah gedung kantor yang memiliki karakteristik unik. Sebagai aktiva tetap, gedung kantor biasanya dianggap sebagai investasi jangka panjang yang memperoleh sumber pendapatan stabil karena penyewaan ruang kantor kepada perusahaan atau penyewa lainnya.

Selain itu, gedung kantor memerlukan perawatan dan pemeliharaan rutin untuk menjaga nilai dan fungsionalitasnya, termasuk pemeliharaan sistem HVAC, perawatan lift, dan perbaikan infrastruktur bangunan yang mungkin diperlukan dari waktu ke waktu.

b. Apartemen

Sebagai aset tetap, apartemen berfungsi sebagai tempat tinggal bagi penyewa. Sama seperti gedung kantor, karakteristik apartemen mencakup nilai investasi jangka panjang yang cenderung meningkat seiring berjalannya waktu.

Terlebih, permintaan apartemen semakin meningkat karena banyak orang yang lebih memilih unit apartemen dibandingkan rumah tapak. Dengan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, membuat daya tarik apartemen pun semakin diminati.

c. Pusat Perbelanjaan

Pusat perbelanjaan adalah jenis aset tetap yang terdiri dari sejumlah toko, restoran, dan layanan lainnya. Contoh aset tetap ini memiliki nilai investasi jangka panjang yang signifikan karena biasanya terletak di lokasi strategis dan menarik bagi pengunjung.

Pusat perbelanjaan juga menghasilkan pendapatan melalui sewa kepada penyewa toko dan restoran. Dalam hal perawatan, pusat perbelanjaan memerlukan pemeliharaan rutin, keamanan, dan perbaikan infrastruktur untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan daya tarik bagi pengunjung dan penyewa.

d. Tanah atau Lahan Kosong

Tanah atau lahan kosong merupakan aset tetap yang belum dikembangkan atau dimanfaatkan untuk tujuan tertentu. Meskipun belum menghasilkan pendapatan secara langsung, tanah tetap dianggap sebagai investasi karena nilainya berpotensi meningkat seiring waktu, terutama jika berada di lokasi strategis atau kawasan yang berkembang.

Properti ini memerlukan perhatian khusus terkait peraturan zonasi, regulasi lingkungan, serta rencana pengembangan wilayah. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi nilai ekonomi dan menentukan kemungkinan penggunaan lahan di masa mendatang.

e. Properti Industri

Berikutnya, terdapat juga properti industri yang digunakan untuk kegiatan industri, seperti pada pabrik atau gudang. Karakteristik properti industri termasuk nilai investasi jangka panjang yang terkait dengan infrastruktur dan fasilitas produksi.

Properti industri juga dapat menghasilkan pendapatan melalui penyewaan kepada perusahaan manufaktur atau logistik. Selain itu, tingkat permintaan terhadap properti industri cenderung stabil seiring pertumbuhan sektor produksi dan distribusi.

7. Cara Perolehan Aset Tetap dan Pencatatannya

Cara Perolehan Aset Tetap dan Pencatatannya

Aset tetap dapat diperoleh melalui berbagai cara yang disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi perusahaan. Masing-masing metode perolehan mempengaruhi cara pencatatannya di laporan keuangan perusahaan. Berikut adalah beberapa cara perolehan beserta pencatatannya.

a. Pembelian Tunai

Pembelian tunai aset tetap dilakukan dengan pembayaran langsung menggunakan uang tunai. Dalam pencatatan, perusahaan akan mendebit akun aktiva tetap sesuai nilai aset yang dibeli, seperti mesin atau kendaraan, dan mengkredit akun kas untuk mencatat pengeluaran yang dikeluarkan dalam transaksi tersebut.

b. Pembelian Kredit atau Cicilan

Pembelian aset tetap dengan cicilan memungkinkan pembayaran dilakukan secara bertahap. Pencatatan untuk transaksi ini melibatkan debet akun aktiva tetap dan kredit akun utang sesuai dengan kewajiban yang harus dibayar, yang akan dicicil oleh perusahaan sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

c. Tukar Tambah (Trade-In)

Dalam transaksi tukar tambah, perusahaan menukar aset lama dengan yang baru, sering disertai pembayaran tambahan. Pencatatan transaksi ini mencakup debet akun aset tetap baru, kredit pada akun aset tetap lama yang digantikan, serta kredit pada akun kas untuk selisih pembayaran yang diperlukan.

d. Hibah atau Donasi

Aset tetap yang diperoleh melalui hibah atau donasi dicatat tanpa pengeluaran biaya. Pencatatan transaksi hibah atau donasi melibatkan debet pada akun aktiva tetap yang diterima, serta kredit pada akun pendapatan lain-lain untuk mencatat nilai aset yang diberikan secara gratis kepada perusahaan.

8. Relevansi Aset Tetap pada Laporan Keuangan

Aset tetap dicatat berbeda sesuai dengan jenis laporan keuangan yang digunakan. Pada neraca, aset tetap dikapitalisasi dan disusutkan selama masa manfaatnya. Di laporan laba rugi, depresiasi dicatat sebagai beban yang mengurangi laba bersih, kecuali tanah. Sementara pada laporan arus kas, transaksi aset tetap dicatat dalam aktivitas investasi.

a. Neraca Keuangan

Aset tetap dicatat sebagai kapitalisasi pada neraca, artinya biaya pembelian aset dicatat sebagai aset, bukan sebagai biaya langsung dalam laporan laba rugi. Aset ini kemudian disusutkan selama masa manfaatnya, yang mempengaruhi nilai tercatatnya di neraca seiring berjalannya waktu.

b. Laporan Laba Rugi

Depresiasi aset tetap muncul dalam laporan laba rugi untuk mencerminkan penurunan nilai aset tersebut selama penggunaan. Biaya penyusutan mengurangi laba bersih perusahaan, selain itu, hanya tanah yang tidak mengalami depresiasi karena tidak ada penurunan nilai terkait penggunaannya dalam operasional.

c. Laporan Arus Kas

Pembelian dan penjualan aset tetap tercatat dalam aktivitas investasi pada laporan arus kas. Pembelian aset tetap akan mempengaruhi arus kas keluar dan dicatat sebagai “pengeluaran modal”, sementara penjualan aset tetap akan menghasilkan arus kas masuk yang dicatat sebagai “hasil dari penjualan aset tetap”.

9. Kesimpulan

Aset tetap adalah bagian penting dalam manajemen keuangan perusahaan, dengan karakteristik utama berupa nilai jangka panjang, tidak mudah dicairkan, dan digunakan untuk operasional. Aktiva tetap mendukung kelancaran bisnis dan dapat menghasilkan pendapatan pasif, seperti sewa atau penggunaan komersial.

Pengelolaan aset tetap yang efisien memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan penggunaan aset dan meminimalkan biaya operasional. Selain itu, perusahaan yang memiliki aktiva tetap yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan daya saing di pasar dan menarik minat investor.

Untuk membantu perusahaan dalam mengelola dan mencatat aset tetap secara efisien, ScaleOcean menawarkan solusi perangkat lunak manajemen aset yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kesalahan.

Dengan fitur-fitur canggih, ScaleOcean memungkinkan pemantauan aset secara real-time dan memastikan pencatatan yang akurat. Cobalah demo gratis ScaleOcean untuk mulai mengelola aset dengan lebih efektif dan efisien!

FAQ:

1. Apa yang dimaksud aset tetap?

Aset tetap adalah aset jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan untuk operasional dan menghasilkan pendapatan, bukan untuk dijual. Aset ini memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, seperti tanah, bangunan, mesin, kendaraan, serta aset tak berwujud seperti hak paten dan hak cipta.

2. Apa saja yang termasuk aset tetap?

Aset tetap meliputi aset berwujud seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan, kendaraan, dan perabotan kantor, serta aset tak berwujud seperti hak paten, merek dagang, dan hak cipta. Aset ini memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu tahun dan dicatat sebagai bagian dari aset tidak lancar.

3. Apakah kendaraan sewaan termasuk aset tetap?

Kendaraan sewaan tidak termasuk aset tetap, karena kendaraan sewaan bersifat jangka pendek dan biasanya tidak dimiliki oleh perusahaan. Kendaraan yang termasuk aset tetap adalah yang dimiliki oleh perusahaan dan digunakan dalam operasional jangka panjang.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap