
Ketika mengelola sistem inventaris, perusahaan perlu menetapkan teknik yang tepat yang digunakan untuk menentukan urutan barang yang akan diambil dari gudang. Keputusan ini akan berpengaruh pada penentuan biaya stok,akuntansi inventaris dan manajemen inventaris secara umum.Diantaranya adalah metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average.
Berbagai metode penyimpanan FIFO (First In, First Out), FEFO (First Expired, First Out), LIFO (Last In, First Out), dan Average, perlu diterapkan sesuai dengan jenis persediaan yang dikelola. Setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri dan harus digunakan berdasarkan sifat dari bisnisnya. Artikel ini akan menjelaskan tentang keempat sistem persediaan ini, cara kerjanya, serta kelebihan dan kekurangannya.
Metode pengelolaan persediaan seperti FIFO, FEFO, LIFO, dan Average memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana barang dikeluarkan dari inventory stock dan bagaimana biaya persediaan dihitung. Setiap metode memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola persediaan barang di perusahaan.
Di bagian ini, kita akan membahas pengertian masing-masing metode secara rinci untuk memberikan gambaran yang jelas tentang cara kerjanya dalam praktik bisnis, diantaranya:
Metode FIFO (First In, First Out) adalah metode yang mengatur agar barang yang pertama kali masuk ke gudang menjadi barang pertama yang keluar. Metode ini sangat cocok diterapkan pada barang-barang yang memiliki masa kadaluarsa atau mudah rusak, seperti produk makanan dan minuman.
Tujuan utama dari metode ini adalah untuk memastikan barang yang lebih lama disimpan tidak terbuang sia-sia atau menjadi rusak, terutama untuk produk yang memiliki masa kadaluarsa atau sifat mudah rusak.
Keunggulan perhitungan FIFO terletak pada kemampuannya untuk mengurangi risiko kerugian akibat barang kadaluarsa, meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan persediaan, serta memastikan rotasi barang yang lebih teratur.
FEFO (First Expired, First Out) adalah metode yang digunakan dalam sistem manajemen inventory dimana produk dengan tanggal kedaluwarsa terdekat diambil terlebih dahulu dari gudang.
Metode ini membantu bisnis untuk mengurangi risiko kerusakan produk atau kedaluwarsa, terutama untuk industri seperti makanan, minuman, farmasi, dan FMCG.
Keunggulan FEFO terletak pada kemampuannya untuk meminimalkan risiko kehilangan produk yang tidak dapat digunakan, menjaga kualitas produk yang dijual, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam pengelolaan persediaan.
LIFO (Last In, First Out) adalah metode pengelolaan persediaan di mana barang yang terakhir masuk ke gudang akan menjadi barang pertama yang keluar. Metode ini sering digunakan untuk produk yang tidak memiliki masa kadaluarsa atau barang yang sedang tren, di mana produk terbaru yang populer dijual terlebih dahulu.
Tujuan utama dari LIFO adalah untuk memastikan barang yang lebih baru, dan sering kali lebih mahal, dijual terlebih dahulu. Keunggulannya adalah memiliki kemampuan untuk memperhitungkan dampak inflasi dalam laporan keuangan, karena barang yang lebih mahal dihitung sebagai barang yang terjual, yang dapat mengurangi pajak yang harus dibayar perusahaan.
Penerapan metode penilaian persediaan ini harus dihitung agar pengendalian persediaan lebih optimal. Anda bisa memahami perhitungan LIFO yang akurat, untuk memastikan bahwa barang yang lebih baru dan lebih mahal dihitung sebagai barang yang terjual terlebih dahulu, sehingga dapat mencerminkan kondisi keuangan yang lebih tepat.
Dikutip dari Investopedia, metode LIFO (Last‑In, First‑Out) sering digunakan di perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan inflasi. Namun, perlu dicatat bahwa LIFO tidak diizinkan dalam pelaporan berdasarkan IFRS, yang hanya mengizinkan metode FIFO dan rata-rata.
Metode Average adalah metode yang menghitung biaya rata-rata per unit barang tanpa memperhatikan urutan masuk atau kadaluarsa produk. Metode ini cocok diterapkan pada produk homogen yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa dan dijual dengan harga yang seragam.
Tujuan utama dari metode ini adalah untuk menyederhanakan proses pencatatan dan pengelolaan persediaan, terutama ketika harga barang sering berubah. Keunggulan dari metode ini adalah memberikan stabilitas dalam laporan keuangan, karena biaya per unit dihitung berdasarkan rata-rata, sehingga memudahkan pengelolaan persediaan dan pelaporan keuangan.
Average cost sebagai metode penilaian persediaan juga dapat mengelola persediaan dengan fluktuasi harga yang besar, serta kemampuannya untuk menghindari kompleksitas yang terkait dengan metode FIFO atau LIFO.
Baca juga: 6 Tahap Implementasi Aplikasi Stok Barang pada Bisnis
Dalam pengelolaan persediaan, setiap metode memiliki cara yang berbeda dalam menentukan urutan barang yang keluar dari gudang. FIFO, FEFO, LIFO, dan Average adalah empat metode yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mengelola stok barang mereka.
Berikut adalah penjelasan dilihat dari aspeknya:
FIFO, FEFO, LIFO, dan Average memiliki prinsip berbeda dalam mengatur keluarnya barang. FIFO mengikuti urutan barang masuk, FEFO berdasarkan tanggal kedaluwarsa, LIFO mengutamakan barang terakhir masuk, sedangkan Average menghitung nilai stok berdasarkan biaya rata-rata.
Setiap metode memiliki fokus pengelolaan yang berbeda. FIFO menjaga rotasi stok, FEFO mengurangi risiko kedaluwarsa, LIFO mendukung perhitungan biaya tertentu, dan Average menyederhanakan pencatatan nilai persediaan.
Pemilihan metode persediaan bergantung pada karakteristik produk. FIFO cocok untuk rotasi stok umum, FEFO untuk produk dengan masa simpan terbatas, LIFO untuk produk yang tidak mudah rusak, dan Average untuk produk homogen.
Metode persediaan memengaruhi cara perusahaan mengelola stok di gudang. FIFO membantu mencegah penumpukan barang lama, FEFO membutuhkan pemantauan expiry date, LIFO berisiko menahan stok lama, dan Average lebih mudah diterapkan.
Metode persediaan dapat menghasilkan pencatatan nilai stok yang berbeda. FIFO cenderung mengikuti harga terbaru, LIFO menggunakan biaya barang terbaru dalam perhitungan tertentu, Average menstabilkan nilai stok, sedangkan FEFO lebih berpengaruh pada pengurangan kerugian produk.
Berikut ini tabel perbandingan untuk memahami lebih mudah:
| Aspek | FIFO | FEFO | LIFO | Average |
|---|---|---|---|---|
| Prinsip | Barang pertama masuk keluar pertama | Barang dengan expiry terdekat keluar pertama | Barang terakhir masuk keluar pertama | Menggunakan biaya rata-rata stok |
| Fokus | Rotasi persediaan | Kontrol masa simpan | Perhitungan biaya tertentu | Stabilitas nilai stok |
| Cocok untuk | Retail, manufaktur, distribusi | F&B, farmasi, FMCG | Produk non-perishable | Produk homogen |
| Kelebihan | Mengurangi stok lama tertahan | Mengurangi risiko kedaluwarsa | Mendukung perhitungan biaya tertentu | Perhitungan lebih sederhana |
Setiap metode pengelolaan persediaan FIFO, FEFO, LIFO, dan Average, memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan dalam memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan keuangan mereka. Meskipun metode-metode ini memiliki keunggulannya sendiri, penerapannya juga membawa tantangan atau keterbatasan.
Berikut kelebihan dan kekurangan metode FIFO, FEFO, LIFO, dan Average yang harus dipahami agar mudah dalam menentukan pilihan yang tepat dalam pengelolaan persediaan perusahaan:
Dengan memprioritaskan pengeluaran barang yang sudah lama disimpan, FIFO dapat meminimalkan risiko barang rusak akibat waktu simpan yang terlalu lama. Berikut ini kelebihan dan kekurangan metode FIFO (First In, First Out), yaitu:
| Kelebihan FIFO | Kekurangan FIFO |
|---|---|
|
|
Memahami kelebihan dan kekurangan FIFO penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa metode ini digunakan dengan tepat sesuai dengan jenis bisnis dan kebutuhan operasional mereka.
Dalam metode FEFO, barang yang akan kadaluarsa atau telah kadaluarsa akan dikeluarkan lebih dulu. Sehingga dapat dipastikan kualitas produk yang diterima konsumen masih baik dan tidak membahayakan kesehatan. Berikut kelebihan dan kekurangan metode FEFO (First Expired, First Out) adalah sebagai berikut:
| Kelebihan FEFO | Kekurangan FEFO |
|---|---|
|
|
Memahami kelebihan dan kekurangan FEFO sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan penerapan metode ini berjalan efektif dan efisien. Hal ini akan membantu perusahaan untuk memilih metode yang tepat sesuai dengan jenis produk yang dikelola, serta mengoptimalkan pengelolaan persediaan secara keseluruhan.
Metode LIFO (Last In, First Out) memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan dalam pengelolaan persediaan mereka. Meskipun LIFO dapat memberikan manfaat tertentu dalam kondisi pasar tertentu, seperti inflasi, ada juga beberapa tantangan yang harus diperhatikan.
Berikut kelebihan dan kekurangan metode LIFO (Last In, First Out) adalah sebagai berikut:
| Kelebihan LIFO | Kekurangan LIFO |
|---|---|
|
|
Dengan memahami kelebihan dan kekurangan LIFO, perusahaan dapat memaksimalkan manfaat metode ini sekaligus menghindari potensi masalah yang dapat muncul. Selain itu, perusahaan juga akan mudah dalam memilih strategi yang paling sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan keuangan bisnis.
Metode Average Cost adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengelola persediaan dengan menghitung biaya rata-rata per unit barang. Meskipun metode average inventory menawarkan kemudahan dan stabilitas dalam perhitungan, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami agar perusahaan dapat memaksimalkan manfaatnya.
Berikut kelebihan dan kekurangan metode average dalam penerapannya di perusahaan, yaitu:
| Kelebihan Average | Kekurangan Average |
|---|---|
|
|
Untuk mengoptimalkan metode ini, Anda bisa menggunakan program stok barang yang dapat mengoptimalkan persediaan dengan berbagai metode yang sesuai dengan perusahaan Anda. Sistem dapat menawarkan sistem yang terintegrasi, serta memberikan fleksibilitas yang luar biasa bagi perusahaan dari berbagai industri.
Anda bisa menggunakan software inventory terbaik ScaleOcean yang dapat memberikan solusi sesuai dan menyeluruh untuk mengelola metode penyimpanan FIFO, FEFO, LIFO, hingga Average.
Dengan integrasi seamless dan kustomisasi sistem, ScaleOcean memungkinkan perusahaan untuk memilih metode penyimpanan yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan karakteristik barang yang dikelola.
Lakukan demo gratis dan konsultasi dengan tim profesional ScaleOcean untuk dapatkan sistem yang dapat dikustomisasi dan dikonfigurasi sesuai kebutuhan dan spesifikasi perusahaan Anda.
Memilih metode penyimpanan yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan pengelolaan persediaan, mengurangi risiko produk kadaluarsa, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam menentukan metode penyimpanan yang paling sesuai.
Setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda, seperti umur simpan, ukuran, dan sensitivitas terhadap suhu. Produk dengan masa kedaluwarsa pendek, seperti makanan dan obat-obatan, membutuhkan metode penyimpanan yang memastikan rotasi barang secara tepat, seperti FIFO atau FEFO.
Metode penyimpanan juga harus mempertimbangkan kebutuhan pelanggan. Jika pelanggan membutuhkan pengiriman cepat atau produk dengan usia simpan tertentu, Anda perlu memilih metode yang memungkinkan perputaran stok yang cepat dan efisien.
Misalnya, FIFO sangat cocok untuk memenuhi permintaan produk segar atau barang dengan tanggal kedaluwarsa ketat. Sementara itu, jika pelanggan lebih fokus pada harga, LIFO bisa dipertimbangkan untuk barang yang lebih sensitif terhadap perubahan harga.
Selain jenis pengendalian persediaan yang telah dibahas, Anda juga bisa menggunakan metode perpetual juga dapat digunakan untuk memantau pergerakan barang secara real-time, memastikan bahwa data persediaan selalu akurat dan terbarui.
Analisis proses operasional perusahaan berperan penting dalam menentukan sistem penyimpanan yang tepat. Jika operasional perusahaan berfokus pada optimasi waktu dan kecepatan maka sistem penyimpanan terstruktur seperti FIFO dan LIFO akan membantu.
Jika perusahaan memiliki banyak barang dengan harga yang beragam atau harga barang sering berubah, penggunaan sistem Average Cost akan menyederhanakan proses perhitungan. Penilaian harus memperhitungkan ruang gudang dan peralatan yang tersedia agar akuntansi persediaan dan proses manajemen inventaris bisnis berjalan optimal.
Sistem pelacakan manajemen persediaan yang baik sangat penting dalam memastikan pengelolaan stok berjalan dengan lancar. Pilihan metode penyimpanan harus disesuaikan dengan kemampuan sistem untuk memantau dan mengelola barang, termasuk pelacakan tanggal kedaluwarsa atau harga barang. Dalam konteks ini, aging inventory adalah metode yang membantu perusahaan memantau usia persediaan sehingga barang yang sudah lama tersimpan dapat segera ditindaklanjuti.
Seperti halnya sistem berbasis FIFO atau FEFO yang membutuhkan sistem pelacakan yang lebih canggih untuk memastikan bahwa barang yang lebih lama atau lebih dekat tanggal kedaluwarsanya dikeluarkan terlebih dahulu.
Konsultasi dengan ahli dalam manajemen persediaan dapat memberikan pandangan yang lebih objektif mengenai metode penyimpanan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengevaluasi berbagai faktor.
Mulai dari karakteristik produk, kebutuhan pelanggan, dan kapasitas operasional, serta memberikan rekomendasi metode yang paling efisien dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Proses ini bisa melibatkan pihak ketiga yang berpengalaman untuk membantu meminimalkan kesalahan dan memaksimalkan efisiensi dalam pengelolaan persediaan.

Setiap metode pengelolaan persediaan memiliki penerapan yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik industri dan kebutuhan operasional perusahaan. Masing-masing metode ini memiliki keunggulan dalam konteks tertentu, baik itu untuk memaksimalkan efisiensi, mengurangi kerugian, atau menjaga stabilitas keuangan.
Berikut akan dibahas beberpa contoh penerapan masing-masing metode dalam berbagai industri, diantaranya:
FIFO menerapkan prinsip bahwa barang yang pertama kali masuk ke gudang dianggap yang pertama kali dijual atau digunakan. Sebagai contoh, dalam perusahaan manufaktur makanan yang memproduksi minuman ringan.
Bahan baku seperti gula dan sirup yang dibeli lebih awal akan digunakan terlebih dahulu untuk mencegah kerugian akibat barang busuk, kadaluarsa, atau mengalami penurunan kualitas di gudang. Pendekatan ini membantu menjaga kualitas produk dan akurasi nilai persediaan di laporan keuangan.
Metode FEFO berfokus pada tanggal kedaluwarsa produk, bukan urutan barang masuk. Contohnya, dalam perusahaan farmasi multinasional, sistem manajemen persediaan otomatis akan menandai batch obat yang akan kedaluwarsa lebih cepat agar segera didistribusikan ke pasar. Pendekatan ini tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga penting untuk kepatuhan terhadap regulasi keamanan produk.
Metode LIFO menerapkan prinsip bahwa barang yang terakhir masuk ke gudang akan dikeluarkan atau dijual terlebih dahulu. Strategi ini umumnya digunakan oleh perusahaan besar yang menghadapi fluktuasi harga bahan baku. Misalnya, pada perusahaan logistik atau industri baja, stok terbaru dengan harga pembelian yang lebih tinggi akan digunakan atau dijual lebih dulu.
Metode average menghitung nilai persediaan berdasarkan rata-rata tertimbang dari seluruh pembelian yang tersedia, baik lama maupun baru. Prinsip ini memberikan nilai yang lebih stabil dan mengurangi dampak fluktuasi harga terhadap laporan keuangan. Contohnya, perusahaan teknologi global yang menggunakan ribuan komponen elektronik dari berbagai pemasok akan menghitung harga rata-rata setiap kali ada pembelian baru.
Modul Inventory ScaleOcean Atlas membantu perusahaan mengelola persediaan secara lebih efisien dengan memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pergerakan stok, mulai dari penerimaan hingga pengeluaran barang. Sistem ini mendukung berbagai metode pengelolaan inventory seperti FIFO, FEFO, LIFO, dan Average untuk menyesuaikan kebutuhan operasional setiap bisnis.
Ada beberapa teknik inventaris termasuk FIFO, FEFO, LIFO dan metode Rata-rata yang berbeda dengan pemilihan urutan pengiriman dan perhitungan biaya stok. Pemilihan teknik yang tepat akan memungkinkan sebuah perusahaan untuk memiliki pelaporan yang tepat, operasi gudang yang efektif dan pengelolaan inventaris yang benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Namun, proses penerapan metode-metode tersebut secara manual bisa menjadi rumit. Dengan bantuan ScaleOcean Atlsas for Warehouse, perusahaan dapat mengotomatiskan pengelolaan stok menggunakan teknik FIFO, FEFO, LIFO dan Rata-rata, sehingga proses inventaris menjadi lebih lancar. Jadwalkan konsultasi dengan para ahli ScaleOcean agar Anda dapat memilih sistem manajemen gudang yang tepat untuk perusahaan Anda.
FIFO, FEFO, LIFO, dan Average adalah metode yang digunakan dalam manajemen inventaris untuk menentukan alur keluar masuknya barang, baik secara fisik maupun untuk tujuan akuntansi.
1. FIFO (First-In, First-Out): Barang yang pertama kali masuk ke gudang adalah yang pertama kali dijual atau digunakan.
2. FEFO (First-Expired, First-Out): Barang dengan tanggal kedaluwarsa paling awal adalah yang pertama kali dikeluarkan.
3. LIFO (Last-In, First-Out): Barang yang terakhir masuk adalah yang pertama kali dijual atau digunakan (metode ini dilarang oleh IFRS).
4. Average (Rata-rata): Menilai setiap unit persediaan berdasarkan harga rata-rata tertimbang dari semua unit yang tersedia.
Perbedaan FIFO dan Average terletak pada cara menilai persediaan. FIFO menghitung berdasarkan urutan masuk barang, stok lama dijual lebih dulu. Sementara metode Average menetapkan harga rata-rata semua barang tanpa memperhatikan kapan barang tersebut diterima.
Prinsip FIFO adalah barang yang masuk lebih dulu dijual lebih dulu. Misalnya, saat pelanggan membeli 5 pulpen, harga dasar yang dipakai berasal dari stok lama senilai Rp5.000 per unit dari pembelian 23 Juli 2024.