Harga Keseimbangan Adalah: Arti, Contoh, dan Prosesnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Harga keseimbangan adalah salah satu acuan yang dipakai oleh tim purchasing management untuk menetapkan biaya pengeluaran permintaan dengan standar anggaran dari perusahaan. Jika Anda pemilik bisnis, apakah pernah menghadapi krisis pembelian akibat perbedaan antara anggaran yang ditetapkan dan harga pembelian?

Perbedaan ini sering kali menimbulkan ketidakseimbangan keuangan yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional bisnis Anda. Nah, begitulah harga keseimbangan ini dibuat. Dalam dunia bisnis, mencapai titik harga keseimbangan adalah hal yang biasa terjadi.

Tetapi, apakah Anda tahu apa itu harga keseimbangan dan contoh-contoh yang sering terjadi? Di bawah ini penjelasan mengenai pengertian dari harga keseimbangan, contoh, hingga cara menghitungnya saat terjadi transaksi antara pemasok dan tim purchasing management.

starsKey Takeaways
  • Harga keseimbangan adalah harga di mana jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan, tercipta ketika kurva permintaan dan penawaran bertemu.
  • Harga keseimbangan memiliki ciri seperti menjadi titik temu antara permintaan dan penawaran, serta tidak adanya surplus atau kekurangan barang.
  • Faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, peristiwa global, dan perubahan teknologi dapat mempengaruhi harga keseimbangan di pasar.
  • ScaleOcean Sales Management Software membantu perusahaan menjaga harga tetap seimbang dengan fitur manajemen stok dan perencanaan permintaan.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Harga Keseimbangan?

Harga keseimbangan mempunyai pengertian kesepakatan harga antara pemasok dan perusahaan. Pada equilibrium price, kedua pihak haruslah mencapai titik biaya yang mufakat melalui tahapan negosiasi.

Nah, transaksi jual beli yang sudah disetujui biasanya disebut dengan harga pasar. Namun harga yang telah disepakati terbentuk karena pertemuan permintaan dan kurva penawaran yang sepadan.

Harga keseimbangan dikenal juga dengan equilibrium price, yang menunjukan dimana terdapat analisis supply demand yang berada di posisi seimbang. Sebenarnya titik keseimbangan ini sudah sering dijumpai.

Dimana pemasok akan menawarkan produk jasa atau layanan mereka dan perusahaan meminta penyesuaian dengan peraturan pemilik usaha, dan terjadilah tawar-menawar hingga mendapatkan kata sepakat. Untuk memahami lebih lanjut tentang praktiknya dalam bisnis, simak penjelasan di bawah ini.

2. Faktor yang Mempengaruhi Harga Keseimbangan

Faktor yang Mempengaruhi Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan tidak terbentuk secara kebetulan, melainkan melalui interaksi berbagai faktor ekonomi dan pasar. Dalam bisnis dan pengadaan, faktor-faktor berikut ini menentukan apakah harga yang disepakati mencerminkan kondisi pasar yang wajar dan berkelanjutan bagi pembeli maupun pemasok.

a. Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan penawaran menjadi faktor utama dalam pembentukan harga keseimbangan. Harga akan berada pada titik seimbang ketika jumlah barang atau jasa yang diminta pembeli sama dengan jumlah yang mampu disediakan pemasok dalam periode tertentu.

Jika permintaan meningkat sementara penawaran terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, ketika penawaran lebih besar dibanding permintaan, tekanan harga akan menurun hingga tercapai keseimbangan baru yang lebih realistis bagi kedua pihak.

b. Kenaikan Biaya Produksi

Perubahan biaya produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan teknologi, secara langsung memengaruhi harga keseimbangan. Ketika biaya meningkat, pemasok biasanya menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin dan keberlanjutan operasional.

Bagi pembeli, kenaikan ini perlu dianalisis secara objektif agar penyesuaian harga tetap mencerminkan nilai produk yang diterima. Transparansi biaya menjadi kunci agar harga pasar yang terbentuk tetap rasional dan dapat diterima bersama.

c. Persaingan di Pasar

Tingkat persaingan di pasar turut menentukan fleksibilitas harga keseimbangan. Dalam pasar yang kompetitif, pemasok cenderung menawarkan harga lebih agresif untuk mempertahankan atau memperluas pangsa pasar.

Sebaliknya, pada kondisi persaingan terbatas, pemasok memiliki daya tawar lebih besar dalam menentukan harga. Situasi ini membuat pembeli perlu lebih selektif dalam strategi negosiasi dan pemilihan mitra usaha.

Reuters melaporkan, di sektor supermarket Inggris, hampir 30% dari total anggaran promosi dialokasikan untuk diskon harga sebagai bagian dari perang harga (price war). Fenomena persaingan ini secara langsung mempengaruhi strategi harga yang diterapkan oleh perusahaan, serta berdampak pada perubahan equilibrium price di pasar konsumen.

d. Kualitas Produk

Kualitas produk memengaruhi persepsi nilai dan kesediaan pembeli untuk membayar harga tertentu. Produk dengan spesifikasi, daya tahan, atau layanan pendukung yang lebih baik umumnya memiliki harga keseimbangan yang lebih tinggi.

Namun, harga tersebut tetap harus sejalan dengan manfaat nyata yang diterima. Keseimbangan tercapai ketika harga mencerminkan kualitas tanpa melampaui ekspektasi pasar atau anggaran pembeli.

ScaleOcean Sales Management Software membantu perusahaan mengelola permintaan, penawaran, dan biaya untuk menjaga harga tetap seimbang. Dengan fitur manajemen stok, perencanaan permintaan, dan kontrol margin, software ini memastikan harga tetap kompetitif di pasar.

Fleksibilitas dalam kustomisasi memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan bisnis. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi tanpa biaya agar Anda dapat melihat bagaimana software ini dapat mendukung bisnis Anda.

ERP

3. Faktor Pengaruh Eksternal pada Harga Keseimbangan

Selain dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, dan dinamika internal pasar, harga keseimbangan juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor-faktor ini umumnya berada di luar kendali langsung pelaku pasar, namun dapat mengubah struktur harga secara signifikan dalam waktu singkat.

a. Kebijakan Pemerintah (Price Floor dan Price Ceiling)

Kebijakan pemerintah dapat memengaruhi harga keseimbangan melalui penetapan harga minimum (price floor) atau harga maksimum (price ceiling). Price floor diterapkan untuk melindungi produsen agar harga tidak jatuh terlalu rendah, sedangkan price ceiling bertujuan melindungi konsumen dari lonjakan harga berlebihan.

Namun, intervensi ini dapat mengganggu mekanisme pasar. Price floor berpotensi menimbulkan surplus jika harga ditetapkan di atas equilibrium price, sementara price ceiling dapat memicu shortage jika harga ditahan di bawah harga pasar yang seharusnya terbentuk.

b. Teknologi dan Inovasi dalam Produksi

Kemajuan teknologi berperan besar dalam menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi operasional. Otomatisasi, digitalisasi, dan inovasi proses memungkinkan produsen meningkatkan kapasitas penawaran dengan biaya yang lebih terkendali.

Ketika teknologi menurunkan biaya dan meningkatkan pasokan, harga keseimbangan cenderung bergeser ke level yang lebih rendah. Perubahan ini membuat pasar lebih kompetitif dan memberi ruang bagi perusahaan untuk menawarkan harga yang lebih rasional tanpa mengorbankan margin.

Forbes menyatakan bahwa teknologi yang mendukung produksi lokal dan efisiensi manufaktur dapat memperkuat daya saing perusahaan. Dengan teknologi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan penawaran barang dan kualitas produk, yang pada akhirnya mempengaruhi harga keseimbangan.

c. Peristiwa Eksternal Seperti Bencana Alam

Bencana alam dan krisis global dapat mengganggu rantai pasok secara langsung, mulai dari keterbatasan bahan baku hingga hambatan distribusi. Kondisi ini sering kali menyebabkan penurunan pasokan dalam waktu singkat.

Ketika pasokan terganggu sementara permintaan tetap atau meningkat, harga keseimbangan akan terdorong naik. Situasi ini menuntut pelaku bisnis untuk menyesuaikan strategi pengadaan dan perencanaan agar tetap mampu merespons perubahan pasar secara adaptif.

4. Proses Terjadinya Equilibrium Price di Perusahaan 

Produsen atau pemasok biasanya akan menjual lebih banyak produknya dengan harga lebih tinggi untuk meningkatkan keuntungan. Ketika harga suatu produk naik, kuantitas yang ditawarkan cenderung meningkat.

Hal ini disebabkan oleh harga yang lebih tinggi yang dapat menutupi biaya produksi yang lebih besar. Namun, produsen mungkin memilih untuk memasok lebih sedikit barang, terutama jika terjadi lonjakan permintaan yang tidak sebanding dengan kapasitas produksi mereka.

Namun, dikarenakan hal tersebut, maka perusahaan akan lebih selektif lagi dalam memilih pemasok yang sesuai dengan market mereka. Oleh karena itu, harga keseimbangan adalah cara untuk menemukan titik tengahnya. Yuk, langsung simak aja terkait proses-prosesnya.

a. Adanya Penawaran dan Permintaan

Permintaan merupakan hubungan antara harga suatu produk dan jumlah yang ingin dipenuhi oleh purchasing management. Sementara penawaran adalah harga suatu produk dan jumlah produk yang ditawarkan oleh supplier. Biasanya tim purchasing meminta pemenuhan kebutuhan pada pemasok yang sesuai kriteria.

Kemudian supplier memberikan penawaran tentang harga yang mereka inginkan. Pasokan suatu produk dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain biaya produksi, teknologi, dan harga input. Berbeda dengan permintaan, hubungan antara harga suatu produk dan jumlah yang ditawarkan biasanya bersifat langsung.

Ketika harga naik, jumlah yang ditawarkan biasanya meningkat, dan ketika harga turun, jumlah yang ditawarkan menurun. Hubungan ini digambarkan oleh kurva penawaran, yang biasanya miring ke atas dari kiri ke kanan.

b. Pengaruh Market

Jika harga awal terlalu tinggi, jumlah yang ditawarkan akan melebihi jumlah yang diminta, sehingga terjadi surplus. Pengadaan barang akan semakin sulit dilakukan karena bahan yang diminta tidak sesuai.

Negosiasi antara pemasok dan tim purchasing menjadi kompleks karena perusahaan harus memenuhi kebutuhan spesifik dan kualitas tertentu. Pengaruh pasar mencakup berbagai aspek, seperti tren ekonomi, kemajuan teknologi, perubahan preferensi konsumen, kebijakan pemerintah, dan peristiwa eksternal.

Masing-masing faktor tersebut dapat menggeser kurva permintaan atau penawaran sehingga menyebabkan perubahan harga keseimbangan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Equilibrium price merupakan titik di mana permintaan dan penawaran saling seimbang, dan terus disesuaikan karena dinamika pasar yang terus berubah.

Misalnya, jika teknologi baru mengurangi biaya produksi, pasokan produk bisa meningkat dan harga cenderung turun jika permintaan stabil. Sebaliknya, lonjakan minat konsumen dapat meningkatkan permintaan dan menaikkan harga jika pasokan tidak mencukupi.

c. Biaya dan Kapasitas Produksi

Semakin banyak perusahaan memproduksi, semakin tinggi biayanya. Kapasitas produksi berpengaruh pada equilibrium price yang ditetapkan oleh perusahaan dan pemasok.

Analisis ini membantu perusahaan menentukan harga minimum di mana perusahaan dapat mengajukan permintaan sesuai dengan biaya pendapatan, pengeluaran yang diakibatkan oleh produksi. Selain analisis biaya, penilaian kapasitas produksi juga tidak kalah pentingnya.

Kapasitas produksi mengacu pada jumlah maksimum produk yang dapat diproduksi suatu perusahaan selama periode tertentu dalam kondisi kerja normal. Penilaian ini membantu perusahaan memahami batasannya dalam mengajukan permintaan harga dan memahami kemampuan produksi supplier.

d. Anggaran Perusahaan

Perusahaan menetapkan harga untuk produknya dengan mempertimbangkan permintaan pasar, kemampuan pasokannya, serta anggaran yang sudah ditentukan oleh pihak internal sebelumnya. Harga awal yang diajukan didasarkan pada faktor-faktor seperti harga pesaing, kualitas, kuantitas, dan biaya produksi.

Selain itu, penetapan harga pesaing merupakan pertimbangan penting dalam menetapkan strategi harga keseimbangan. Tim purchasing management terlebih dulu mengetahui penetapan harga pesaing yang menawarkan produk atau layanan serupa.

Menetapkan harga keseimbangan sangat penting untuk mendapatkan pemasok yang tepat. Jika ada banyak pesaing, perusahaan perlu mempertimbangkan untuk menekan biaya agar tetap kompetitif di pasar.

5. Rumus dan Cara Menghitung Harga Keseimbangan

Mengetahui konsep harga keseimbangan saja belum cukup tanpa memahami cara menghitungnya secara sistematis. Dalam praktik bisnis dan pengadaan, perhitungan ini membantu perusahaan menentukan harga yang rasional berdasarkan kondisi permintaan dan penawaran pasar.

a. Rumus Dasar Harga Keseimbangan

Secara umum, harga keseimbangan terjadi ketika jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. Pada titik ini, pasar berada dalam kondisi stabil karena tidak ada surplus maupun shortage.

Rumus kondisi keseimbangan:

Qd = Qs

b. Cara Menghitung Harga Keseimbangan dengan Kurva

Metode kurva digunakan untuk memvisualisasikan hubungan antara harga dan kuantitas pada permintaan serta penawaran. Kurva permintaan biasanya menurun, sementara kurva penawaran cenderung naik, sehingga titik perpotongannya menunjukkan keseimbangan.

Dari titik perpotongan tersebut, tarik garis ke sumbu harga untuk mendapatkan harga keseimbangan dan ke sumbu kuantitas untuk mendapatkan jumlah keseimbangan. Cara ini memudahkan pembaca memahami konsep tanpa langsung masuk ke perhitungan angka.

c. Metode Matematis untuk Menghitung Harga Keseimbangan

Pendekatan matematis dilakukan dengan membentuk fungsi permintaan dan penawaran, lalu menyamakan keduanya untuk mencari nilai harga. Cara ini umum digunakan saat perusahaan ingin menghitung harga keseimbangan secara lebih presisi.

Bentuk fungsi yang sering dipakai:

Qd = a − bP

Diketahui, bahwa Qd adalah kuantitas yang diminta, P merupakan harga, dan a menunjukkan tingkat permintaan dari harga nol, serta b adalah kepekaan permintaan terhadap perubahan harga secara berurutan. Setelah menghitung kurva permintaan, Anda juga perlu menghitung kurva penawaran dengan rumus berikut:

Qs = c + dP

Diketahui, bahwa Qs dalam kurva penawaran ini merupakan kuantitas yang ditawarkan, P adalah harga, dan c adalah konstanta yang menunjukkan tingkat penawaran mulai dari harga nol dan d merupakan kepekaan penawaran terhadap perubahan harga.

Setelah itu, hasil harga keseimbangan dapat dicapai ketika kuantitas yang diminta sama dengan kuantitas yang ditawarkan, yaitu Qd = Qs. Oleh karena itu, kita dapat mengatur kedua persamaan ini menjadi satu perhitungan dan menyelesaikan perhitungan dengan mencari harga (P). Berikut rumusnya:

a-bP = c +dP

Dari sini, kita dapat menyelesaikan perhitungan harga keseimbangan (P) dengan mengganti kembali ke salah satu persamaan untuk menentukan kuantitas keseimbangan.

6. Contoh Harga Keseimbangan dalam Pengadaan

Harga keseimbangan memiliki dampak penting bagi keberlanjutan produksi dari segi tim purchasing management dan pemasok. Perusahaan dan pemasok sangat bergantung satu sama lain, perusahaan membutuhkan bahan baku untuk operasional, sementara pemasok menyediakan bahan tersebut.

Keduanya dapat memperoleh keuntungan dari harga yang saling menguntungkan. Berikut adalah contoh sederhana yang terjadi saat mencapai titik keseimbangan harga.

a. Proses Negosiasi Harga dan Pencapaian Keseimbangan

Misalnya, sebuah perusahaan tekstil membutuhkan bahan baku satin dengan kualitas tertentu. Tim purchasing mengirimkan purchase order dan mulai menerima penawaran dari beberapa pemasok.

Pemasok A menawarkan harga Rp70.000 per meter untuk bahan standar, dengan jumlah yang ditawarkan sebanyak 80 meter. Pemasok B menawarkan harga Rp87.000 per meter untuk bahan berkualitas lebih tinggi, dengan jumlah yang ditawarkan sebanyak 120 meter. Namun, harga tersebut melampaui anggaran yang telah ditetapkan perusahaan.

Setelah negosiasi, perusahaan menawarkan harga Rp75.000 per meter, sementara pemasok B mengajukan Rp80.000 dengan alasan kualitas bahan dan kontrak jangka panjang. Kedua pihak akhirnya sepakat pada harga Rp77.000 per meter sebagai harga keseimbangan.

Proses ini menunjukkan bagaimana purchase intention perusahaan dalam memilih pemasok didasarkan pada kualitas dan harga yang ditawarkan. Keputusan tersebut memastikan bahwa harga yang tercapai memenuhi kebutuhan operasional perusahaan tanpa melebihi anggaran yang ada.

Contoh Harga Keseimbangan dalam Pengadaan

Berdasarkan data tersebut, grafik harga keseimbangan dapat dibuat dan hasilnya akan menjadi seperti berikut ini:

Contoh grafik harga keseimbangan

7. Manfaat Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan tidak hanya berperan sebagai angka transaksi, tetapi juga sebagai sinyal penting dalam pasar. Ketika harga terbentuk secara wajar, pelaku bisnis dapat membaca arah permintaan dan menyesuaikan strategi produksi maupun penjualan.

a. Menunjukkan Kebutuhan Pasar dan Mendorong Inovasi

Equilibrium price mencerminkan kebutuhan masyarakat karena terbentuk dari interaksi permintaan dan penawaran. Saat permintaan berubah, harga keseimbangan ikut bergerak dan memberi sinyal tren yang sedang terjadi di pasar.

Sinyal ini mendorong produsen untuk berinovasi agar produk tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Inovasi dapat berupa peningkatan kualitas, efisiensi biaya, atau pengembangan varian produk yang lebih sesuai permintaan.

b. Membantu Penjual Menentukan Penawaran dan Produsen Menentukan Produksi

Harga keseimbangan membantu penjual menentukan penawaran yang lebih realistis karena selaras dengan kondisi pasar. Dengan acuan ini, penjual dapat menghindari penetapan harga yang terlalu tinggi hingga menurunkan minat beli.

Di sisi lain, produsen dapat menggunakan harga keseimbangan untuk menentukan jenis dan volume produksi yang masuk akal. Keputusan ini penting agar produksi tidak berlebihan atau justru kurang dari kebutuhan pasar.

c. Menjadi Dasar Pembagian Hasil Produksi

Harga keseimbangan dapat menjadi dasar pembagian hasil produksi karena membantu menentukan siapa yang mendapatkan barang dan dalam jumlah berapa. Ketika harga berada pada titik seimbang, distribusi cenderung berjalan lebih efisien dan sesuai kebutuhan pasar.

Bagi pelaku bisnis, fungsi ini membantu perencanaan pengadaan dan alokasi stok agar lebih terukur. Hasilnya, risiko penumpukan barang atau kelangkaan dapat ditekan melalui pengelolaan supply yang lebih tepat.

8. Kesimpulan

Harga keseimbangan mempunyai pengertian yaitu bertemunya interaksi antara penawaran dan permintaan pada kata sepakat. Kedua pihak, baik pemasok maupun pemilik usaha, mendapatkan keuntungan dari kesepakatan harga yang telah dipertimbangkan secara matang.

Pertimbangan tersebut meliputi riset, kualitas, harga pasar yang sebenarnya, jasa produksi, dan kelangkaan barang. Proses terjadinya keseimbangan harga dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan, pengaruh pasar saat ini, biaya atau kapasitas produksi yang berjalan di suatu perusahaan, hingga anggaran tetap pemilik usaha.

Dengan ScaleOcean Sales Management Software, perusahaan dapat lebih mudah menyeimbangkan harga sesuai dengan dinamika pasar dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhinya. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis agar Anda dapat melihat kemampuan sistem ini dalam mendukung kesuksesan bisnis Anda.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan harga keseimbangan?

Harga keseimbangan adalah harga di mana jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan di pasar, tercipta ketika kurva permintaan dan penawaran bertemu. Ini mencerminkan titik stabil yang sesuai untuk pembeli dan penjual.

2. Apa contoh nyata dari harga keseimbangan?

Contoh nyata harga keseimbangan terjadi pada transaksi barang seperti bahan baku tekstil. Misalnya, perusahaan dan pemasok sepakat pada harga Rp77.000 per meter setelah negosiasi, di mana harga tersebut mencerminkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

3. Pada saat kapan harga keseimbangan bisa terjadi?

Harga keseimbangan terjadi ketika jumlah barang yang diminta konsumen sama dengan jumlah yang ditawarkan produsen, tanpa adanya surplus atau shortage. Hal ini biasanya tercapai setelah proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual di pasar.

4. Apa saja faktor penentu harga keseimbangan?

Faktor penentu harga keseimbangan meliputi permintaan dan penawaran, biaya produksi, tingkat persaingan pasar, kualitas produk, serta faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah atau peristiwa global yang dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga barang.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap