6 Peran Analisis Demand dan Supply bagi Pengelolaan Stok

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Menjaga efisiensi dan efektivitas proses manajemen gudang tidak hanya membantu perusahaan untuk mengoptimalkan ruang penyimpanan, tapi juga mencapai keberhasilan bisnis. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan efisiensi manajemen persediaan. Salah satunya dengan melakukan analisis demand dan supply.

Melalui analisis tersebut, perusahaan dapat mengelola sumber daya secara lebih efektif, serta memprediksi permintaan pelanggan dengan akurat. Dengan demikian, mereka dapat merespons permintaan tersebut dengan pasokan yang tepat, memastikan ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Lalu bagaimana cara melakukan analisis ini dan bahkan menyeimbangkan penawaran dengan permintaan? Artikel berikut akan membantu Anda untuk memahami lebih detail konsep tersebut. Yuk, langsung pelajari pembahasannya!

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Analisis Supply Demand?

Analisis supply demand atau analisis permintaan dan penawaran adalah teori dalam ilmu ekonomi untuk memahami hubungan ketersediaan suatu barang atau jasa dengan kebutuhan konsumen. Konsep ini biasanya digunakan perusahaan sebagai acuan dalam menentukan harga dan kuantitas dalam pasar, serta analisis ekonomi lainnya di suatu bisnis.

Selain itu, bagi peritel, analisis ini menjadi dasar untuk menghitung sell through rate atau rasio penjualan, yang mengukur efektivitas perputaran stok. Penawaran mengacu pada jumlah suatu barang atau jasa yang ingin dijual dalam jangka waktu tertentu.

Faktor seperti biaya produksi, teknologi, dan harga input akan mempengaruhi penawaran. Sedangkan, permintaan ditujukan pada jumlah barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen pada berbagai tingkat harga. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep ini adalah pendapatan, harga barang pengganti, dan selera konsumen.

Bagaimana contoh dari proses analisis tersebut dan dampaknya? Perhatikan contoh dari suatu daerah yang mengalami peningkatan pariwisata sehingga permintaan untuk makanan lokal juga meningkat. Jika jumlah makanan yang tersedia tetap sama, kenaikan permintaan ini bisa menyebabkan harga makanan lokal meningkat.

Jika penjual meningkatkan produksi, penawaran makanan lokal akan naik, yang dapat menstabilkan atau menurunkan harga. Analisis demand dan supply membantu tim memahami bagaimana interaksi antara produsen dan konsumen memengaruhi harga serta ketersediaan barang di pasar.

2. Pengertian Supply

Berikut adalah pengertian supply.

Supply adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia di pasar untuk dijual atau ditawarkan kepada konsumen pada harga tertentu dalam periode waktu tertentu. Dalam konteks ekonomi, ketersediaan mencakup segala upaya yang dilakukan oleh produsen untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.

Supply dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti biaya produksi, teknologi, kebijakan pemerintah, dan harga bahan baku. Semakin tinggi harga barang atau jasa, produsen cenderung untuk meningkatkan ketersediaannya.

Hal ini terjadi karena mereka melihat potensi keuntungan yang lebih besar dari harga yang lebih tinggi tersebut. Supply yang cukup akan memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga keseimbangan ekonomi.

3. Pengertian Demand

Demand adalah jumlah barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen pada harga tertentu dalam periode waktu tertentu. Konsep ini berkaitan erat dengan perilaku konsumen, di mana permintaan barang atau jasa dipengaruhi oleh harga, pendapatan, dan preferensi konsumen.

Semakin tinggi harga suatu produk, umumnya akan menurunkan demand. Permintaan juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya, seperti tren pasar, musim, atau perubahan dalam kebijakan ekonomi.

Dalam ekonomi pasar bebas, keseimbangan antara supply dan demand memainkan peran penting dalam menentukan harga pasar. Ketidakseimbangan antara keduanya dapat menyebabkan kelangkaan atau surplus, yang pada akhirnya mengganggu stabilitas pasar.

4. Peran Analisis Supply Demand

Memahami dinamika antara permintaan dan penawaran sangat membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih tepat, efisien, dan efektif dalam banyak hal terutama manajemen gudang. Berikut beberapa peran analisis supply demand dalam aspek bisnis.

a. Perencanaan Pembelian

Memahami permintaan konsumen adalah kunci dalam perencanaan pembelian. Dengan analisis ini, perusahaan dapat menentukan barang atau bahan baku yang dibutuhkan dan waktu yang tepat untuk membelinya.

Dengan demikian, perusahaan dapat membeli dalam jumlah yang tepat, menghindari stok berlebih yang dapat menyebabkan kerugian dalam manajemen gudang. Selain itu, pembelian yang kurang juga dapat menghambat kelancaran manajemen produksi.

b. Pengaturan Safety Stock

Stok pengaman adalah konsep dalam manajemen gudang yang merujuk pada inventaris tambahan yang disimpan untuk mengatasi ketidakpastian permintaan. Hal ini juga berguna untuk mengatasi keterlambatan pengiriman barang.

Dengan analisis demand dan supply yang tepat, perusahaan dapat menentukan jumlah safety stock yang optimal. Hal ini memastikan kelancaran operasional dan kemampuan untuk memenuhi permintaan tanpa gangguan.

c. Optimalisasi Penyimpanan

Penggunaan analisis penawaran dan permintaan, yang dapat dioptimalkan melalui aplikasi inventory, memungkinkan perusahaan untuk memahami tren permintaan dengan lebih baik. Informasi ini kemudian dimanfaatkan untuk mengoptimalkan proses penyimpanan dan mengelola persediaan secara efisien.

Dari hasil analisis, perusahaan dapat menentukan pengaturan ruang gudang yang efisien, mengurangi biaya penyimpanan, dan memastikan ketersediaan produk saat dibutuhkan. Selain itu, perusahaan juga dapat memantau buffer stock untuk menjaga kelancaran operasional.

d. Manajemen Lead Time

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan dari saat pemesanan hingga penerimaan barang. Dengan memahami fluktuasi dalam demand dan supply, perusahaan dapat memperkirakan lead time dengan lebih akurat. Sehingga proses perencanaan jadi lebih baik dan perusahaan juga bisa merespons perubahan kondisi pasar dengan cepat.

e. Manajemen Hubungan Pemasok

Analisis ini juga dibutuhkan perusahaan untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan pemasok. Dengan memiliki informasi tentang perkiraan permintaan, perusahaan dapat mengkomunikasikan kebutuhan stok, memastikan ketersediaan barang, dan bahkan mendapatkan harga yang lebih menguntungkan.

f. Adaptasi Perubahan Permintaan

Tidak bisa dipungkiri kalau kondisi pasar selalu berubah dan perusahaan harus adaptif dengan situasi tersebut. Dengan memahami analisis ini, perusahaan dapat dengan cepat merespons perubahan dalam permintaan tersebut.

Seperti menyesuaikan strategi produksi, pemasaran, dan distribusi sesuai dengan kebutuhan pasar. Untuk mendukung proses ini, forecast barang inventory dapat membantu perusahaan memprediksi kebutuhan stok di masa depan, sehingga mempermudah dalam merencanakan pengadaan dan menghindari kekurangan atau kelebihan stok.

5. Faktor yang Mempengaruhi Analisis Demand dan Supply

Faktor yang Mempengaruhi Analisis Demand dan Supply

Sejumlah faktor dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar. Memahami faktor-faktor ini akan membantu perusahaan untuk merespons perubahan dan mengoptimalkan manajemen gudang dan strategi bisnis. Berikut faktor-faktor tersebut

a. Faktor yang Mempengaruhi Demand

Ada beragam faktor yang mempengaruhi permintaan. Faktor utama adalah pendapatan konsumen. Ketika pendapatan meningkat, mereka cenderung membeli lebih banyak sehingga meningkatkan permintaan. Sebaliknya, jika pendapatan menurun, permintaannya pun cenderung menurun.

Ada juga faktor selera atau tren. Perubahan ini dapat meningkatkan atau menurunkan permintaan terhadap suatu produk. Faktor selanjutnya adalah harga barang pengganti dan pelengkap. Barang pengganti adalah barang yang dapat menggantikan barang lain, misal teh dan kopi.

Jika harga kopi naik, permintaan teh mungkin meningkat. Sedangkan barang pelengkap adalah barang yang biasanya dibeli bersamaan seperti pasta gigi dan sikat gigi. Jika harga salah satunya naik, permintaan untuk yang lain mungkin menurun.

b. Faktor yang Mempengaruhi Supply

Dinamika penawaran juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah biaya produksi. Jika biaya produksi meningkat, seperti karena kenaikan harga bahan baku, penawaran barang tersebut dapat berkurang karena produsen merasa kurang diuntungkan.

Kebijakan pemerintah, seperti subsidi, pajak, dan regulasi, dapat memengaruhi keputusan produsen dalam menawarkan barang. Subsidi akan mendorong peningkatan penawaran, sementara kemajuan teknologi dapat meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan biaya, sehingga meningkatkan penawaran barang di pasar.

Software Inventory Management ScaleOcean membantu perusahaan mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran dengan memantau data real-time dan mengoptimalkan pengadaan. Dengan modul forecasting, inventory management, dan supply chain management, perusahaan dapat merencanakan strategi lebih efisien.

ScaleOcean memungkinkan bisnis untuk mengurangi pemborosan, menghindari stockout, dan memaksimalkan margin keuntungan. Dapatkan demo gratis dan konsultasi langsung dengan tim kami untuk memaksimalkan potensi bisnis Anda hari ini!

Warehouse

6. Cara Seimbangkan Demand dan Supply

Keseimbangan yang tepat antara penawaran dan permintaan dibutuhkan agar perusahaan mampu memenuhi permintaan konsumen tanpa mengalami kekurangan atau kelebihan stok. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencapainya? Simak beberapa tips berikut ini.

a. Riset Kebutuhan Pasar

Sebelum membuat keputusan produksi atau pembelian, penting bagi perusahaan untuk memahami apa yang diinginkan oleh pasar. Anda bisa melakukan survei, feedback pelanggan, atau analisis data penjualan sebelumnya.

Forbes berpendapat, dengan memahami kebutuhan dan preferensi konsumen, perusahaan dapat memastikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan relevan dengan permintaan pasar. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih tepat sasaran dalam memenuhi harapan konsumen dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

b. Terapkan Just In Time

Just in time adalah konsep manajemen gudang yang bertujuan untuk mengurangi lead time dan biaya penyimpanan. Dengan pendekatan ini, dapat dipastikan produksi atau pembelian yang dilakukan telah sesuai permintaan aktual, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

Jadi, perusahaan hanya memproduksi atau membeli barang ketika diperlukan, mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok. Penerapan fill rate yang tepat juga mendukung keberhasilan sistem ini, karena memastikan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu dan sesuai jumlah yang dibutuhkan.

c. Implementasi Teknologi

Teknologi juga dapat mempermudah proses pelacakan dan analisis data demand dan supply. Dengan sistem manajemen rantai pasokan (SCM) atau perencanaan sumber daya perusahaan (ERP), perusahaan dapat memantau tren permintaan secara real-time.

Hal ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan operasional dengan lebih cepat dan efisien, serta merespons perubahan permintaan pasar dengan tepat. Terlebih jika teknologi ini dilengkapi dengan analisis prediktif yang dapat membantu perusahaan mengantisipasi fluktuasi pasar.

Deloitte Supply Chain & Network Operations menyebutkan bahwa dengan solusi teknologi canggih dan data‑driven insights, perusahaan dapat merancang jaringan pasok digital yang lebih fleksibel. Jaringan ini memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan permintaan pasar yang baru serta perubahan teknologi yang cepat.

d. Diversifikasi Pemasok

Bergantung hanya pada satu atau sedikit pemasok tentu berisiko. Terutama jika terjadi gangguan dalam rantai pasokan. Dengan mendiversifikasi pemasok, Anda memiliki fleksibilitas untuk menghadapi perubahan permintaan atau ketika ada masalah dengan satu pemasok.

Hal ini penting, mengingat fenomena seperti demand pull inflation dapat mempengaruhi stabilitas harga dan pasokan barang. Diversifikasi pemasok juga memberi perusahaan lebih banyak pilihan dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

7. Kesimpulan

Analisis supply dan demand merupakan elemen penting dalam pengelolaan rantai pasokan yang efektif. Dengan memahami dinamika antara permintaan dan penawaran, perusahaan dapat merencanakan pembelian dan pengaturan stok secara lebih efisien.

Hal ini membantu mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan barang, serta memastikan kelancaran operasional yang optimal. Untuk mempermudah dan meningkatkan akurasi analisis supply dan demand, penggunaan software inventory management ScaleOcean sangat membantu.

Dengan teknologi yang dapat mengelola data secara real time, perusahaan dapat mengoptimalkan proses pengadaan dan penyimpanan. Anda dapat melakukan demo gratis untuk mengetahui spesifikasi sistemnya lebih lanjut.

FAQ:

1. Apa itu analisis supply dan demand?

Analisis supply dan demand mempelajari hubungan antara jumlah produk yang tersedia (supply) dan keinginan pembeli (demand). Titik keseimbangan pasar tercapai saat jumlah produk yang ditawarkan sama dengan yang diminta, sehingga harga stabil.

2. Faktor apa saja yang memengaruhi supply dan demand?

Faktor-faktor yang memengaruhi demand meliputi perubahan selera, pendapatan, harga barang substitusi atau komplementer, dan ekspektasi pasar. Sedangkan faktor yang memengaruhi supply antara lain biaya produksi, teknologi, jumlah pesaing, dan kebijakan pemerintah, seperti pajak atau subsidi.

3. Mengapa analisis supply dan demand penting untuk bisnis?

Analisis ini penting bagi bisnis karena:
1. Penentuan Harga: Menetapkan harga optimal untuk memaksimalkan keuntungan.
2. Pengambilan Keputusan Produksi: Menentukan jumlah produksi untuk menghindari oversupply atau undersupply.
3. Strategi Pemasaran: Mengidentifikasi tren pasar dan kebutuhan pelanggan untuk strategi yang lebih tepat sasaran.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap