Salah satu tanda keberhasilan proses pengiriman adalah ketika perusahaan mampu mengelola biaya, waktu pengiriman, dan tenaga kerja dengan tepat. Setiap tenaga kerja di perusahaan logistik memiliki peran penting, seperti supervisor logistik yang mengelola dan mengawasi setiap aktivitas harian bisnis logistik.
Kehadiran supervisor dalam perusahaan logistik dapat memastikan setiap barang telah dikirim dari satu titik ke lokasi akhir secara aman dan lancar. Selain itu, kinerja supervisor juga akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan keberhasilan bisnis.
Dengan memiliki supervisor logistik, maka aktivitas logistik perusahaan akan lebih terarah dan terstruktur. Selanjutnya, artikel ini akan membahas peran supervisor logistik, tugas, tanggung jawab, keterampilan yang haris dimiliki, hingga kisaran gajinya.
- Supervisor logistik adalah seseorang yang berperan dan bertanggung jawab untuk mengelola dan memantau semua operasional logistik harian di dalam perusahaan.
- Tugas supervisor logistik meliputi perencanaan, pengawasan, peningkatan efisiensi dan kualitas, administrasi, manajemen staf, koordinasi dengan pihak transportasi, dan memecahkan masalah operasional.
- Keterampilan yang harus dimiliki supervisor logistik termasuk pemahaman rantai pasok, leadership, pemecah masalah, komunikasi, penggunaan software logistik, dan negosiasi.
- Gaji supervisor logistik di Indonesia umumnya berkisar antara Rp 5.500.000 hingga Rp 8.000.000 per bulan, namun untuk level yang lebih senior gajinya dapat mencapai 25 juta.
1. Pengertian Supervisor Logistik
Supervisor logistik adalah seseorang yang bertanggung jawab penuh dalam mengelola dan mengawasi berbagai aktivitas logistik di perusahaan. Peran utama mereka adalah memastikan proses perencanaan, pengiriman, dan pengelolaan persediaan hingga distribusi ke pelanggan berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur.
Di samping itu, supervisor bertugas untuk mengoperasikan logistik rantai pasokan, serta membangun komunikasi dan koordinasi antar departemen agar barang dikirim dan sampai seusai jadwal. Sederhananya, mereka adalah orang-orang yang akan memastikan aliran barang dari awal hingga akhir tetap lancar.
Di level operasional, ada logistik foreman yang membantu supervisor dalam memantau aktivitas harian. Logistik foreman adalah orang yang bertugas untuk memastikan tim staf melakukan pekerjaan sesuai instruksi, sehingga proses pemindahan barang tidak mengalami hambatan.
Baca juga: Pahami Perbedaan Freight In dan Freight Out di Bisnis Logistik
2. Perbedaan Antara Supervisor Logistik dan Staf Logistik
Logistic supervisor adalah peran dalam perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengawasi berbagai aktivitas logistik seperti manajemen gudang, proses distribusi, dan pengelolaan tim. Selain itu, supervisor adalah mereka yang bertugas untuk memastikan dan mengecek setiap tahapan operasional sudah berjalan sesuai rencana dan SOP.
Berbeda dengan supervisor logistik, staf logistik adalah anggota tim yang melakukan tugas operasional sehari-hari. Tugas tersebut meliputi pemindahan barang, pemantauan persediaan, dan pencatatan data pengiriman.
Maka dari itu, perbedaannya terlihat pada aspek tanggung jawab dan pengambilan keputusan. Supervisor berfokus pada aktivitas perencanaan, monitoring, dan evaluasi, staf logistik berfokus pada pelaksanaan operasional di lapangan.
3. Tugas Supervisor Logistik

Tugas supervisor logistik adalah perencanaan dan pengorganisasian, pengawasan dan koordinasi, peningkatan efisiensi dan kualitas, administrasi dan dokumentasi, manajemen staf logistik, koordinasi dengan pihak transportasi, dan memecahkan masalah operasional. Berikut adalah beberapa tugas utama supervisor logistik:Â
a. Perencanaan dan Pengorganisasian
- Merencanakan dan Mengatur Pengiriman: Mengatur jadwal, rute, dan pemenuhan pesanan, serta menentukan rute pengiriman terbaik.
- Mengelola Inventaris dan Stok: Mengawasi jumlah stok di gudang, memantau perputaran barang, sehingga terbebas dari kelebihan atau kekurangan persediaan.
- Menentukan Sistem Manajemen Logistik yang Sesuai: Memilih dan mengimplementasikan sistem manajemen logistik yang mendukung pencatatan, pelacakan, dan pengendalian barang.
- Menentukan Moda Transportasi: Memilih jenis transportasi dengan mempertimbangkan jenis barang, jarak pengiriman, dan waktu yang dibutuhkan.
- Membuat Rancangan Organisasi Logistik: Menyusun struktur organisasi yang jelas dalam tim logistik, termasuk peran dan tanggung jawab masing-masing anggota.
- Menentukan Lokasi Pergudangan yang Tepat: Mengevaluasi pilihan lokasi berdasarkan akses transportasi, kedekatan dengan pelanggan, dan efisiensi biaya.
b. Pengawasan dan Koordinasi
- Mengawasi Kegiatan Operasional: Memantau gudang, proses penerimaan, cara penyimpanan, dan distribusi barang agar sesuai SOP.
- Pengawasan Pengadaan Barang: Memastikan barang atau material tersedia tepat waktu.
- Memastikan Standar Kualitas Tetap Dipenuhi: Mengawasi kondisi barang dan proses kerja agar tetap sesuai standar yang berlaku.
c. Peningkatan Efisiensi dan Kualitas
- Mengembangkan Strategi Logistik: Mengevaluasi proses kerja dan penggunaan sumber daya sehingga mendukung pencapaian KPI logistik secara lebih optimal.
- Meningkatkan Kualitas Layanan: Menjamin ketepatan pengiriman, menjaga kondisi barang, dan memberikan respon cepat terhadap keluhan pelanggan.
- Memastikan Kepatuhan Regulasi dan Keamanan: Memastikan seluruh kegiatan logistik mematuhi hukum, regulasi, dan standar keselamatan yang berlaku.
d. Administrasi dan Dokumentasi
- Mengelola Dokumentasi dan Administrasi Logistik: Mempersiapkan dokumen seperti surat jalan, faktur, manifest, dan bukti penerimaan harus disiapkan dan disimpan dengan rapi.
- Membuat Laporan Kegiatan Logistik: Menyusun laporan volume pengiriman, tingkat keterlambatan, produktivitas tim, dan biaya logistik.
- Berkoordinasi dengan Tim Administrasi: Membangun kerja sama dengan admin logistik untuk memastikan pencatatan, dokumen pengiriman, dan data operasional tersusun rapi.
e. Manajemen Staf Logistik
- Membagi Tugas dan Jadwal Aktivitas Tim: Mengatur tim pengiriman, penerimaan, dan memantau indikator penilaian kinerja (KPI) untuk tim logistik seperti ketepatan tim pengiriman, akurasi persediaan, dan produktivitas staf.
- Pengelolaan Tim (Kepemimpinan): Merinci tanggung jawab sebagai pemimpin tim, termasuk memotivasi, membimbing, dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tim logistik.
- Mengawasi Kinerja Pengemudi dan Sopir: Mengevaluasi ketepatan waktu pengiriman, perilaku di lapangan, serta kepatuhan sopir terhadap standar keselamatan kerja.
- Mengadakan Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan: Meningkatkan kemampuan teknis dan pengetahuan staf logistik melalui pelatihan rutin sesuai kebutuhan operasional.
- Membina dan Mempersiapkan Staf untuk Posisi Lebih Tinggi: Mendukung jenjang karier dengan memberi kesempatan mengambil tanggung jawab tambahan.
f. Koordinasi dengan Pihak Transportasi
- Berkomunikasi dengan Tim untuk Menentukan Kebutuhan Transportasi: Menyesuaikan jumlah barang, jadwal, dan prioritas pengiriman sesuai kapasitas dan urgensi agar moda transportasi logistik yang tepat.
- Berkoordinasi dengan Vendor Transportasi: Mengatur jadwal pengangkutan dan memastikan kendaraan atau kontainer tersedia tepat waktu.
- Melakukan Negosiasi Harga dan Pengaturan Pengiriman: Menentukan biaya terbaik serta menyesuaikan ketentuan logistik yang efisien untuk perusahaan.
g. Memecahkan Masalah Operasional
- Mengidentifikasi Permasalahan: Menganalisis masalah, hambatan, kerusakan, kesalahan pengiriman, atau kekurangan persediaan.
- Menganalisis Penyebab Masalah: Mencari tahu akar masalah yang terjadi berdasarkan data dari berbagai sumber.
- Menyusun dan Menjalankan Rencana Perbaikan: Memutuskan solusi perbaikan yang jelas dan tepat sasaran, beserta pelaksanaan pengawasannya.
Anda bisa memanfaatkan aplikasi logistik untuk mengoptimalkan seluruh tugas dan tanggung jawab supervisor logistik lebih mudah dan terintegrasi. Mulai dari perencanaan, pengawasan, hingga identifikasi masalah bisa dijalankan sistem dengan akurat.
Software Logistik dari ScaleOcean merupakan solusi yang praktis untuk membantu supervisor logistik dalam mengawasi seluruh tahapan logistik hanya dengan satu sistem terpusat yang otomatis. Untuk melihat kemampuannya dalam manajemen pemesanan dan pengiriman, Anda dapat menjadwalkan sesi demo gratis bersama tim ahlinya.
4. Tanggung Jawab Supervisor Logistik
Tanggung jawab supervisor logistik antara lain optimalisasi proses operasional, manajemen tim logistik, pengawasan persediaan, menjaga kepuasan pelanggan, kepatuhan terhadap regulasi, menjamin keamanan, dan kontrol biaya operasional. Berikut adalah beberapa tanggung jawab utama seorang supervisor logistik:
- Optimalisasi Proses Operasional: Memastikan proses kerja berfokus pada efisiensi waktu, biaya, dan tenaga kerja di seluruh tahapannya.
- Manajemen Tim Logistik: Mengarahkan dan memimpin anggota staf, membagikan tugas secara seimbang, dan menjaga koordinasi.
- Pengawasan Persediaan: Mengawasi pergerakkan stok barang, merencanakan persediaan, dan mencegah terjadinya kelebihan atau kekurangan stok.
- Menjaga Kepuasan Pelanggan: Mengatur proses pengiriman ke pelanggan secara tepat agar barang dikirim tepat waktu dan akurat.
- Kepatuhan terhadap Regulasi: Memastikan bahwa semua aktivitas logistik yang dilakukan sudah memenuhi regulasi dan syarat hukum yang berlaku.
- Menjamin Keamanan Barang: Bertanggung jawab untuk menjamin kondisi barang bebas dari kerusakan dan tetap aman sampai ke tangan konsumen.
- Kontrol Biaya Operasional: Mengatur alokasi anggaran logistik untuk meminimalkan pemborosan biaya.
5. Keterampilan Supervisor Logistik yang Harus Dimiliki
Keterampiilan yang harus dimiliki supervisor logistik adalah pemahaman terkait rantai pasok, kemampuan leadership, kemampuan pemecahan masalah, keterampilan komunikasi, keterampilan penggunaan software, kemampuan negosiasi, dan pemahaman regulasi. Berikut adalah keterampilan utama yang harus dimiliki oleh supervisor logistik:
a. Pemahaman Terkait Rantai Pasok dan Manajemen Inventaris
Operasional logistik berkaitan erat dengan rantai pasokan perusahaan, sehingga seorang supervisor harus memahami alur rantai pasok perusahaan. Di samping itu, supervisor juga harus memiliki pengetahuan manajemen inventaris yang baik, sehingga pengelolaan stok lebih efisien.
b. Kemampuan Leadership
Supervisor juga harus mampu memimpin dan memotivasi tim agar bekerja secara terorganisir dan produktif. Mereka harus bisa mengarahkan staf, memberikan arahan jelas, membagi tugas secara adil, serta mengatasi konflik dengan bijak. Pengelolaan tim yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung pencapaian target bersama.
c. Kemampuan Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
Supervisor juga harus mampu mengidentifikasi masalah tidak terduga yang sering muncul, seperti keterlambatan pengiriman atau kerusakan barang. Mereka bisa mengidentifikasi akar masalah, menganalisis situasi, dan mengambil keputusan tepat yang dapat meminimalkan dampak negatif.
d. Keterampilan komunikasi yang baik
Adanya komunikasi yang jelas membuat perusahaan bisa menjamin koordinasi yang baik antar tim internal, penyedia jasa transportasi, serta pelanggan. Untuk itu, supervisor perlu menyampaikan informasi dengan tepat, mendengarkan masukan, dan menjembatani berbagai pihak agar semua proses berjalan selaras dan menghindari miskomunikasi yang dapat menyebabkan kesalahan operasional.
e. Keterampilan Penggunaan Software Logistik
Penguasaan teknologi, terutama software logistik, sangat krusial di era digital ini. Supervisor harus mampu mengoperasikan aplikasi untuk pemantauan inventaris, pelacakan pengiriman, dan analisis data, sehingga data lebih akurat dan pengambilan keputusan lebih tepat berbasis data real-time.
f. Kemampuan Negosiasi
Supervisor logistik yang sering kali berurusan dengan vendor transportasi juga harus mampu bernegosiasi untuk mendapatkan harga dan syarat terbaik bagi perusahaan. Kemampuan ini juga akan membantu membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
g. Pemahaman Regulasi dan Kepatuhan
Penting juga bagi supervisor untuk memahami regulasi dan peraturan yang berlaku terkait pengiriman, bea cukai, keselamatan kerja, hingga standar industri. Hal ini penting agar seluruh proses logistik berjalan sesuai hukum yang berlaku. Untuk itu, mereka harus memastikan kepatuhan yang berlaku agar bisnis logistik dapat terhindar dari sanksi.
Dengan mempunyai semua keterampulan tersebut, seorang supervisor dapat mengelola aktivitas harian secara optimal. Kemampuan ini membantu mereka mengawasi proses distribusi, mengoordinasikan tugas logistik proyek, serta memastikan setiap aktivitas mendukung pencapaian target operasional perusahaan.
Baca juga: Mengenal CIF, Konsep, Manfaat, dan Cara Menghitungnya
6. Standar Gaji Supervisor Logistik

Kisaran gaji supervisor logistik di Indonesia dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti lokasi, industri, ukuran perusahaan, dan pengalaman individu. Gaji mereka di perusahaan logistik di Indonesia dapat dipengaruhi oleh skala dan kemampuan perusahaan dalam mendukung operasional logistik.
Dikutip dari Jobstreet, gaji khusus supervisor bisnis logistik di Indonesia umumnya berkisar antara Rp5.500.000 hingga Rp8.000.000 per bulan. Selain itu, gajinya juga dapat mencapai 8 juta hingga 15 juta per bulan untuk posisi supervisor logistik menengah.
Sedangkan, gaji supervisor logistik senior mencapai 15 juta hingga 25 juta per bulannya, bergantung pada tingkat tanggung jawab dan kesulitan pekerjaannya. Apabila bisnisnya berskala besar dan berlokasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, maka gaji supervisor dapat lebih tinggi dibandingkan kisaran tersebut.
7. Kesimpulan
Supervisor logistik adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk mengatur, mengawasi, dan mengevaluasi proses logistik perusahaan. Dengan demikian, mereka mendukung pencapaian efisiensi bisnis logistik, koordinasi yang efektif, dan mampu memecahkan masalah operasional.
Setiap bisnis tentu menginginkan logistik yang efisien, maka Anda dapat memanfaatkan sistem digital seperti Software Logistik ScaleOcean yang dapat mengintegrasikan berbagai aktivitas logistik, sehingga supervisor dapat mengontrol operasional secara terpusat. Anda dapat mencoba konsultasi dan demo gratis untuk melihat langsung cara kerja sistem ini daam memperlancar tim logistik.
FAQ:
1. Supervisor logistik kerjanya apa?
Supervisor logistik bertugas sebagai seseorang yang bertanggung jawab untuk menghubungkan manajemen dan staf operasional. Dengan melakukan tugas tersebut, maka arus barang mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman akan lebih aman dan efisien.
2. Skill yang harus dimiliki supervisor?
Beberapa keterampilan utama yang harus dimiliki oleh supervisor adalah komunikasi efektif, kepemimpinan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, manajemen waktu, manajemen konflik, dan pengelolaan evaluasi kinerja.
3. Supervisor minimal lulusan apa?
Pada umumnya, menjadi supervisor harus memenuhi syarat minimal pendidikan yaitu Diploma (D3) atau Sarjana (S1). Namun, kualifikasi juga bergantung pada kebijakan perusahaan dan bidang industrinya.
4. Apa saja tugas dan tanggung jawab supervisor?
Tugas dan tanggung jawab supervisor adalah mengawasi aktivitas tim, memotivasi karyawan, mengelola distribusi tugas, dan memantau berjalannya operasional perusahaan sesuai dengan SOP yang berlaku.










