Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, bisnis perlu paham apa yang mendorong konsumen untuk membeli. Tidak semua ketertarikan berujung pada transaksi. Sebelum keputusan pembelian terjadi, ada tahap penting yang disebut purchase intention atau minat beli.
Tahap ini mencerminkan kesiapan konsumen setelah melalui proses evaluasi terhadap kualitas, harga, dan citra merek. Dengan memahami bagaimana purchase intention terbentuk serta faktor-faktor yang memengaruhinya, perusahaan dapat menyusun strategi yang lebih tepat untuk meningkatkan peluang konversi dan penjualan.
Artikel ini akan menjelaskan secara ringkas dan komprehensif mengenai pengertian purchase intention, indikator utamanya dalam riset pemasaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya minat beli konsumen.
- Purchase intention adalah niat perusahaan untuk membeli produk atau layanan setelah mempertimbangkan faktor harga, kualitas, dan manfaat yang ditawarkan.
- Indikator utama purchase intention meliputi minat transaksional, referensial, preferensial, dan eksploratif.
- Faktor penentu purchase intention mencakup persepsi terhadap kualitas produk, informasi yang diterima, harga, kesadaran merek, dan citra merek.
- Software Sales Management seperti ScaleOcean membantu meningkatkan efektivitas purchase intention dengan memantau dan mengoptimalkan setiap tahap pengadaan secara lebih efisien.
1. Apa itu Purchase Intention?
Purchase intention adalah dorongan psikologis atau kecenderungan konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa di masa depan setelah melalui proses evaluasi terhadap kualitas, harga, dan citra merek.
Tahap ini menunjukkan bahwa konsumen telah mempertimbangkan berbagai faktor dan memiliki kesiapan untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, purchase intention menjadi indikator penting dalam perilaku konsumen karena merepresentasikan langkah sebelum keputusan pembelian akhir dilakukan.
Purchase intention biasanya muncul di awal alur sales funnel, saat prospek pertama kali mengenal produk atau layanan yang ditawarkan. Pada tahap ini, pemasok dapat memanfaatkan strategi yang tepat untuk membangkitkan minat lebih lanjut dan mengarahkan prospek menuju tahap-tahap berikutnya dalam proses penjualan.
2. Apa Saja Indikator Purchase Intention?
Indikator utama purchase intention dalam riset pemasaran umumnya terdiri dari empat aspek, yaitu minat transaksional, minat referensial, minat preferensial, dan minat eksploratif. Keempat indikator ini digunakan untuk mengukur seberapa kuat kecenderungan konsumen dalam menuju keputusan pembelian.
a. Minat Transaksional
Minat transaksional menunjukkan kecenderungan konsumen untuk benar-benar melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang diminati. Indikator ini mencerminkan kesiapan paling konkret karena konsumen sudah berada pada tahap niat yang mengarah langsung pada tindakan transaksi.
b. Minat Referensial
Minat referensial menggambarkan kecenderungan konsumen untuk merekomendasikan produk kepada orang lain, seperti teman, keluarga, atau rekan kerja. Ketika konsumen memiliki minat referensial yang tinggi, hal ini menunjukkan adanya keyakinan dan persepsi positif terhadap produk tersebut.
c. Minat Preferensial
Minat preferensial mencerminkan preferensi utama konsumen terhadap suatu produk dibandingkan produk pesaing. Konsumen yang memiliki minat preferensial biasanya menjadikan produk tersebut sebagai pilihan utama dan cenderung tidak mudah beralih ke merek lain.
d. Minat Eksploratif
Minat eksploratif menunjukkan keinginan konsumen untuk terus mencari informasi tambahan mengenai produk yang diminati. Hal ini dapat berupa mencari ulasan, membandingkan fitur, atau mengikuti perkembangan terbaru terkait produk tersebut sebagai bagian dari proses pendalaman sebelum membeli.
Baca juga: Brand Equity: Definisi, Komponen, dan Cara Meningkatkannya
3. Apa Saja Faktor Penentu Purchase Intention?
Faktor penentu purchase intention umumnya meliputi brand awareness dan brand image, social media marketing, perceived quality, serta review dan rating. Faktor-faktor ini berperan dalam membentuk persepsi, kepercayaan, dan keyakinan konsumen sebelum akhirnya muncul niat untuk membeli.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan niat beli konsumen dan target pasar Anda:
a. Persepsi Konsumen terhadap Mutu dan Kualitas Produk
Konsumen cenderung memilih produk yang mereka anggap memiliki kualitas yang tinggi. Persepsi ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, informasi yang diterima, dan bagaimana produk memenuhi kebutuhan mereka. Kualitas yang baik akan meningkatkan kepercayaan dan memperbesar kemungkinan terjadinya pembelian.
b. Informasi yang Didapatkan
Informasi mengenai produk yang mudah diakses dan kredibel sangat memengaruhi niat beli. Konsumen akan lebih cenderung membeli produk jika mereka memiliki informasi yang cukup, baik melalui ulasan produk, promosi, atau rekomendasi dari orang lain. Sumber informasi yang terpercaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian mereka.
Analisis meta‑study mengungkap bahwa ulasan daring (online reviews) yang berkualitas dan konsisten mempengaruhi purchase intention konsumen dengan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan reputasi dan ulasan pelanggan menjadi aspek penting dalam strategi bisnis yang dapat meningkatkan niat beli dan keputusan pembelian.
Sementara itu menurut Forbes, survei menunjukkan bahwa 98% konsumen membaca ulasan sebelum melakukan pembelian, yang menandakan bahwa ulasan dan rating memiliki pengaruh signifikan terhadap proses pembelian. Ini menekankan pentingnya manajemen ulasan dalam mendorong keputusan pembelian konsumen.
c. Harga
Harga memainkan peran penting dalam keputusan pembelian. Konsumen sering membandingkan harga produk dengan nilai yang diberikan. Jika harga dianggap sesuai dengan manfaat yang diperoleh, mereka lebih cenderung akan melakukan pembelian. Selain itu, promosi penjualan atau diskon juga dapat menjadi faktor penentu yang mempercepat keputusan pembelian.
Selain itu, cara mempromosikan barang atau jasa juga sangat mempengaruhi bagaimana harga diterima oleh pasar. Dengan strategi promosi yang tepat, seperti iklan, konten berbasis edukasi, atau testimoni pelanggan, perusahaan dapat menonjolkan nilai produk atau jasa dan meningkatkan daya tariknya.
d. Brand Awareness (Kesadaran Merek)
Kesadaran merek adalah tingkat pengenalan konsumen terhadap merek tertentu. Semakin tinggi brand awareness, semakin besar kemungkinan konsumen akan memilih produk dari merek tersebut. Merek yang dikenal dengan baik memberikan rasa aman dan kepercayaan, yang sangat penting dalam pengambilan keputusan pembelian.
Untuk meningkatkan brand awareness, salah satu strategi efektif adalah dengan meningkatkan penjualan online. Melalui media sosial, situs web, dan marketplace, perusahaan dapat menjangkau audiens lebih luas dan memperkenalkan produk kepada konsumen yang sebelumnya belum mengenal merek tersebut.
e. Citra Merek
Konsumen cenderung memilih merek yang memiliki citra positif, seperti reputasi yang baik atau nilai-nilai yang sejalan dengan preferensi pribadi mereka. Citra merek yang kuat juga menciptakan loyalitas pelanggan, yang meningkatkan kemungkinan pembelian ulang dan rekomendasi kepada orang lain.
Untuk memaksimalkan faktor-faktor yang memengaruhi niat beli, Anda dapat menggunakan software sales seperti ScaleOcean. Dengan sistem yang terintegrasi, ScaleOcean membantu mengelola data pelanggan, memantau interaksi, dan menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
4. Mengapa Purchase Intention Penting Bagi Bisnis?
Purchase intention memberikan wawasan penting bagi pemasar untuk merencanakan strategi yang lebih efisien. Memahami niat beli konsumen memungkinkan perusahaan untuk mengelola penjualan, inventaris, dan biaya dengan lebih optimal. Berikut adalah beberapa alasan mengapa purchase intention penting untuk diperhatikan:
a. Memprediksi Penjualan
Memahami purchase intention memungkinkan pemasar untuk memprediksi volume penjualan secara lebih akurat. Hal ini membantu perusahaan menyesuaikan strategi pemasaran, memproduksi produk sesuai permintaan, dan memastikan distribusi yang efisien untuk memenuhi ekspektasi konsumen tanpa kekurangan atau kelebihan stok.
b. Merencanakan Inventaris
Dengan mengetahui produk yang diminati, perusahaan dapat merencanakan inventaris lebih tepat. Informasi tentang niat beli memungkinkan perusahaan untuk memastikan ketersediaan barang sesuai dengan tingkat permintaan pasar, yang menghindari overstock atau kekurangan stok yang dapat mengganggu proses penjualan dan meningkatkan biaya operasional.
c. Meminimalkan Pemborosan
Purchase intention membantu perusahaan mengurangi pemborosan dalam produksi dan distribusi. Dengan prediksi yang lebih akurat tentang permintaan, perusahaan dapat menghindari pembuatan barang yang tidak terjual dan menyesuaikan anggaran pemasaran untuk memaksimalkan hasil tanpa mengeluarkan biaya yang tidak perlu.
d. Mengoptimalkan Biaya
Informasi tentang niat beli memungkinkan pemasar untuk mengoptimalkan pengeluaran. Dengan fokus pada produk yang diminati konsumen, perusahaan dapat mengalokasikan anggaran pemasaran dan distribusi dengan lebih efisien, meningkatkan ROI, dan mengurangi pengeluaran yang tidak efektif untuk produk dengan permintaan rendah.
6. Kesimpulan
Proses purchase intention berperan penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan pembelian yang strategis. Setiap tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga keputusan akhir, memengaruhi kelancaran operasional dan efektivitas pengadaan barang atau jasa dalam perusahaan.
ScaleOcean menyediakan solusi aplikasi penjualan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas purchase intention. Platform ini membantu memantau setiap tahap pengadaan, mengoptimalkan alur kerja, serta meminimalkan pemborosan sehingga perusahaan dapat meningkatkan ketepatan dan efisiensi proses pembelian.
Anda dapat mencoba demo gratis platform ScaleOcean untuk melihat bagaimana platform ini menyederhanakan dan mempercepat proses pengadaan. Solusi ini dirancang untuk memperkuat kontrol, meningkatkan akurasi keputusan, dan mendukung kinerja operasional perusahaan secara berkelanjutan.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan purchase intention?
Purchase intention didefinisikan sebagai preferensi konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa dalam waktu dekat (Younus et al, 2015:9). Niat beli mencerminkan keinginan atau kecenderungan seseorang untuk melakukan pembelian di masa depan.
2. Apa contoh niat pembelian?
Niat pembelian adalah keinginan pelanggan untuk membeli produk atau layanan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Contoh yang jelas adalah keinginan membeli mobil dalam 9 bulan mendatang atau merencanakan liburan di tahun berikutnya.
3. Apa saja indikator purchase intention?
Beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur purchase intention, menurut Ferdinand dalam Alatas (2018:94), antara lain:
1. Minat transaksional
2. Minat referensial
3. Minat preferensial
4. Minat eksploratif
5. Minat willingness




