Banyak perusahaan masih kesulitan dalam menjaga akurasi data stok karena pergerakan barang yang sangat cepat. Kesalahan dalam pencatatan, pemesanan, atau akuntansi persediaan dapat menimbulkan selisih stok dan kerugian finansial. Jika terus terjadi, kondisi ini bisa mengganggu kegiatan operasional, dimana hal ini dapat memperlambat pengambilan keputusan.
Sistem inventory barang adalah perangkat lunak digital yang dirancang untuk mencatat, melacak, dan mengelola stok barang di gudang dengan cara yang efisien. Perusahaan bisa mengalami kekurangan stok atau kelebihan barang, yang mengarah pada pemborosan biaya dan penurunan kepuasan pelanggan jika tidak menggunakan sistem ini.
Di artikel ini, pembaca dapat menggunakan informasi mengenai apa itu sistem inventory, fungsi, komponen, hingga cara mengelolanya, yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk memilih solusi terbaik dalam meningkatkan efisiensi operasional dan meminimalkan risiko kesalahan dalam manajemen stok barang.
- Sistem inventory adalah sebuah perangkat lunak yang bertujuan untuk memfasilitasi proses penghitungan dan pengelolaan stok barang
- Fungsi dan manfaat sistem inventory meliputi melacak ketersediaan barang,mengoptimalkan logistik untuk membuatnya menguntungkan dan merencanakan kebutuhan stok.
- Komponen sistem inventory system terdiri dari software, hardware, dan database yang saling mendukung pencatatan, pemantauan, dan analisis stok.
- ScaleOcean memudahkan pengelolaan stok dan mengurangi risiko human error dalam manajemen inventaris.
1. Apa itu Sistem Inventory?
Sistem inventory adalah proses digitalisasi dalam pencatatan, pemantauan, dan pengelolaan stok barang untuk mengoptimalkan kegiatan operasional, mulai dari gudang hingga penjualan. Menggunakan teknologi seperti barcode atau RFID, sistem ini mencegah kekurangan atau kelebihan stok, meningkatkan efisiensi, dan mempermudah pelacakan aset.
Selain itu, sistem ini membantu perusahaan mengelola stok, memantau pesanan, dan merencanakan logistik secara efisien untuk meningkatkan ketersediaan produk dan profitabilitas bisnis. Di kutip dari Netstock, penggunaan sistem inventory dapat mengurangi kekurangan dan kelebihan stok, yang dapat menurunkan biaya inventaris hingga 10%. Sistem ini juga membantu perusahaan dalam merencanakan kebutuhan logistik, meningkatkan ketersediaan produk, dan mencegah kerugian yang disebabkan oleh kesalahan pengelolaan stok.
2. Apa itu Inventory?
Inventory atau persediaan mencakup semua barang atau bahan yang dimiliki oleh perusahaan, baik untuk dijual maupun digunakan dalam proses produksi. Pengelolaan inventaris yang baik memastikan ketersediaan barang yang dibutuhkan tanpa mengalami kekurangan atau kelebihan stok.
Persediaan ini bisa mencakup bahan mentah, barang setengah jadi, atau barang jadi yang siap dijual. Pengelolaan inventory yang baik membantu perusahaan menjaga ketersediaan barang tanpa mengalami kelebihan atau kekurangan stok.
Manajemen inventory yang efektif melibatkan pemantauan jumlah barang secara real-time, serta penentuan tingkat persediaan yang optimal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dengan manajemen yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya penyimpanan yang tidak perlu.
3. Jenis-Jenis Inventory
Inventory merupakan aset yang mendukung kelancaran operasional bisnis. Setiap jenis inventaris memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, berikut adalah beberapa jenis inventory yang sering digunakan dalam sistem manajemen gudang.
a. Bahan Baku (Raw Material)
Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat produk, seperti logam, kayu, plastik atau bahan kimia. Karena bahan-bahan ini merupakan inti dari proses produksi, pengelolaan bahan baku tersebut harus dilakukan dengan baik agar proses produksi dapat terus berjalan secara efektif.
Maka dari itu, perusahaan perlu menyediakan bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi, sehingga tidak menghambat proses produksi. Selain menyediakan bahan yang cukup, perusahaan juga harus memeriksa kualitas bahan yang disediakan oleh pemasok.
b. Barang Setengah Jadi (Work in Progress)
Barang setengah jadi adalah produk yang telah melalui proses produksi, namun belum menjadi produk akhir. Pada umumnya, produk-produk ini mengalami perubahan bentuk hingga menjadi produk jadi dan siap untuk dijual atau didistribusikan. Pengelolaan produk setengah jadi bertujuan untuk meningkatkan alur produksi dan mencegah penumpukan produk yang tidak perlu.
Penting untuk mengontrol aliran barang setengah jadi agar dapat diproses lebih lanjut tanpa hambatan. Pengelolaan yang tepat dapat membantu mempercepat proses produksi, mengurangi biaya, serta memastikan barang setengah jadi siap untuk diproses menjadi barang jadi tanpa menunggu terlalu lama.
c. Barang Jadi (Finished Goods)
Barang jadi adalah produk yang telah selesai diproduksi dan siap dijual ke konsumen atau didistribusikan ke pengecer. Pengelolaan barang jadi melibatkan menjaga ketersediaan produk agar dapat memenuhi permintaan pasar tanpa kelebihan stok yang dapat merugikan perusahaan.
Sangat penting bagi bisnis untuk melakukan pelacakan terhadap inventaris barang jadi mereka, sehingga produk tersebut tersedia saat dibutuhkan tanpa mengambil ruang di gudang dengan barang yang tidak laku. Hal ini juga langsung berhubungan dengan metode distribusi yang efisien.
d. Suku Cadang (Spare Parts)
Suku cadang adalah bagian-bagian atau komponen yang digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan mesin atau peralatan. Dalam industri manufaktur dan perusahaan dengan peralatan operasional berat, ketersediaan suku cadang sangat penting untuk menghindari downtime yang dapat mengganggu operasional.
Pengelolaan suku cadang yang baik juga melibatkan pemantauan umur pakai dan kualitas suku cadang. Jika suku cadang tidak dikelola dengan baik, bisa berisiko mengganggu produksi dan meningkatkan biaya pemeliharaan yang tidak terduga.
e. Barang Dagangan (Ready-to-Sell Goods)
Barang dagangan adalah produk jadi yang sudah siap untuk dijual tanpa perlu proses produksi lebih lanjut. Ini adalah kategori persediaan yang paling umum ditemukan dalam bisnis ritel. Manajemen yang tepat terhadap barang dagangan membantu menjaga kelancaran penjualan dan memastikan produk tersedia untuk konsumen.
Manajemen inventaris melibatkan penentuan harga dan pembelian juga agar produk tetap dapat dipasarkan.Itulah sebabnya penting bagi bisnis untuk belajar mengelola inventarisnya agar tidak kehabisan stok.
f. Stok Pengaman (Safety Stock)
Stok pengaman merupakan stok tambahan yang disimpan untuk mempersiapkan kenaikan permintaan atau penurunan pasokan. Dengan adanya stok cadangan ini, bisnis dapat mencegah diri mereka dari kehabisan stok selama perubahan permintaan yang tidak terduga.
Namun, jumlah stok pengaman tetap perlu diatur dengan tepat. Jika terlalu banyak, biaya penyimpanan bisa meningkat. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, perusahaan berisiko kehabisan barang dan kehilangan peluang penjualan.
g. Barang Transit (Transit Inventory)
Barang transit adalah barang yang sedang dalam perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lain, seperti pengiriman dari pabrik ke gudang atau dari gudang ke pengecer. Pengelolaan barang transit yang baik dapat menjamin barang sampai tepat waktu serta mengurangi risiko keterlambatan pengiriman.
Selain itu, perusahaan perlu memeriksa kondisi barang saat dalam transit agar tidak ada barang yang hilang atau rusak. Dengan pengelolaan inventaris transit yang baik, perusahaan akan dapat mempercepat pengiriman produknya.
4. Fungsi Inventory dalam Gudang
Inventory atau persediaan memainkan peran yang sangat penting dalam kelancaran operasional gudang dan bisnis secara keseluruhan. Tidak hanya berfungsi sebagai barang yang tersimpan di gudang, inventory juga berperan sebagai aset yang sangat penting bagi kelancaran operasional bisnis.
Pengelolaan inventory yang baik dapat mempengaruhi ketersediaan produk, biaya operasional, kepuasan pelanggan, serta profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. Berikut ini adalah peran utama inventory dalam gudang dan bagaimana pengelolaannya dapat mendukung kesuksesan perusahaan.
a. Memenuhi Permintaan Pelanggan
Pengelolaan inventory yang efisien memastikan produk selalu tersedia untuk memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu. Sistem yang baik membantu menghindari kekurangan stok yang dapat merugikan reputasi bisnis dan menyebabkan hilangnya pelanggan.
b. Menjamin Kelancaran Produksi dan Penjualan
Dengan ketersediaan bahan baku yang cukup, produksi berjalan lancar. Selain itu, Anda bisa merasakan manfaat integrasi POS dan sistem inventory untuk memastikan pergerakan barang dalam gudang mendukung kelancaran penjualan secara otomatis dan akurat.
c. Mengurangi Risiko Kehabisan Stok
Sistem inventory yang baik membantu memantau stok secara real-time dan meminimalkan risiko kehabisan barang. Dengan pemesanan ulang yang tepat waktu, perusahaan dapat menghindari penundaan produksi atau kehilangan peluang penjualan.
d. Menjaga Stabilitas Harga
Dengan memastikan ketersediaan stok yang cukup, pengelolaan inventory membantu menjaga stabilitas harga di pasar. Hal ini menghindari fluktuasi harga yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan pasokan, menjaga daya saing perusahaan.
e. Pengelolaan Keuangan yang Lebih Baik
Manajemen inventaris dan pengadaan yang efisien mengurangi biaya penyimpanan barang yang berlebihan dan tidak terjual. Hal ini membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan modal kerja dan meningkatkan profitabilitas dengan menghindari pemborosan.
f. Analisis dan Perencanaan yang Lebih Akurat
Forecast analisis barang memungkinkan perusahaan merencanakan pengadaan dengan lebih efisien, menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat merugikan. Data inventory juga memberikan wawasan untuk merencanakan strategi penjualan dan kebutuhan pengadaan barang.
g. Mitigasi Risiko
Kontrol inventaris melibatkan strategi mitigasi risiko seperti asuransi dan audit rutin untuk melindungi barang dari kerusakan atau kehilangan. Dengan prosedur yang tepat, perusahaan dapat menjaga keamanan barang dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
h. Fungsi Sistem Inventory Barang
Sistem inventory gudang berfungsi untuk mengelola dan memantau stok barang secara efisien, memastikan ketersediaan produk tetap optimal. Sistem ini melakukan inventory tracking secara real-time, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, dan memberikan laporan yang akurat.
Dengan inventory control yang tepat, perusahaan dapat mencegah overstock atau stockout, serta mengurangi biaya penyimpanan. Sistem yang terintegrasi juga meningkatkan inventory turnover, memastikan stok berputar dengan efisien dan mendukung perencanaan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan pasar.
5. Metode Manajemen Inventory
Ada beberapa metode manajemen inventory yang digunakan dalam sistem inventory untuk membantu perusahaan mengelola persediaan secara efisien. Setiap metode memiliki karakteristik dan manfaat tersendiri, yang cocok untuk jenis bisnis dan produk yang berbeda. Berikut ini adalah metode-metodenya.
- FIFO (First-In, First-Out): FIFO mengharuskan barang yang pertama masuk untuk dikeluarkan lebih dahulu. Metode ini cocok untuk barang dengan umur simpan terbatas, seperti makanan dan obat-obatan, agar tidak rusak atau kadaluarsa sebelum digunakan atau dijual. Biasanya informasi seperti ini dapat dipasang di label inventaris barang.
- EOQ (Economic Order Quantity): EOQ menentukan jumlah pesanan optimal untuk mengurangi biaya penyimpanan dan pemesanan. Dengan metode ini, perusahaan dapat menjaga keseimbangan antara persediaan, pengiriman, dan biaya operasional.
- JIT (Just-In-Time): JIT mengurangi persediaan dengan memesan barang hanya saat dibutuhkan, menghindari biaya penyimpanan. Metode ini memerlukan koordinasi yang baik dengan pemasok untuk memastikan barang tiba tepat waktu tanpa kekurangan stok.
- MRP (Material Requirements Planning): MRP merencanakan kebutuhan material berdasarkan data penjualan dan produksi. Ini memastikan bahan baku tersedia tepat waktu, mengoptimalkan produksi, dan menghindari penundaan atau kelebihan persediaan.
- DSI (Days Sales of Inventory): DSI mengukur berapa lama barang berada di inventaris sebelum dijual atau digunakan. Semakin rendah DSI, semakin efisien perusahaan dalam mengelola persediaan dan mempercepat perputaran barang.
- Analisis ABC (ABC Analysis): Pengelompokkan persediaan menjadi tiga kategori (A, B, C) berdasarkan nilai kontribusi dan pentingnya barang. Kategori A membutuhkan pengawasan lebih ketat karena memiliki nilai tinggi meskipun jumlahnya sedikit.
6. Apa Saja Teknik Sistem Inventory?
Teknik sistem inventory adalah metode untuk melakukan inventory tracking secara efisien, termasuk dropshipping, cross-docking, JIT, dan sistem perpetual. Metode ini membantu mencegah kekurangan atau penumpukan stok, yang dapat mengganggu kelancaran operasional.
Selain membantu meningkatkan penjualan, metode ini juga memudahkan perusahaan mengelola persediaan agar stok tetap sesuai kebutuhan. Berikut beberapa teknik dalam sistem inventory yang umum digunakan.
a. Dropshipping
Teknik di mana bisnis menjual produk tanpa harus menyimpan stok sendiri. Ketika pelanggan melakukan pemesanan, barang dikirim langsung dari pemasok atau produsen ke pembeli. Metode ini mengurangi biaya penyimpanan dan risiko kelebihan stok, sehingga cocok untuk bisnis e-commerce dengan modal terbatas
b. Bulk Shipping
Teknik berikutnya dalam sistem inventory adalah bulk shipping, atau yang biasa disebut dengan pengiriman massal. Cara ini merupakan strategi yang efektif untuk mengirimkan barang dalam jumlah besar sekaligus.
Dengan cara ini, perusahaan dapat menghemat biaya logistik, meningkatkan efisiensi pengiriman, dan mengurangi biaya per unit barang yang dikirim. Selain itu, metode ini sering digunakan oleh grosir, manufaktur, atau perusahaan yang menangani volume pesanan tinggi.
c. Backorder
Teknik inventory system di mana pelanggan tetap memesan barang yang stoknya sedang habis, dan pesanan akan dipenuhi begitu produk tersedia kembali. Backorder sering digunakan perusahaan yang menjual barang bernilai tinggi atau produk dengan permintaan tinggi namun ketersediaan terbatas.
d. Consignment Stock
Dengan teknik ini, supplier mengirimkan barang ke penjual, tetapi tidak ada kewajiban pembayaran segera. Penjual harus membayar barang yang telah dijual sedangkan barang yang tidak terjual bisa dikembalikan lagi ke pemasok. Industri fashion, elektronik, dan barang mewah menggunakan pendekatan ini.
e. Cross-Docking
Cross-docking melibatkan pemindahan produk yang diterima dari pemasok langsung ke konsumen atau toko ritel dengan cara yang tidak melibatkan penyimpanan di gudang selama waktu yang lama. Biasanya, hal ini dilakukan dengan cara pemindahan produk dari satu media transportasi ke media transportasi lainnya di pusat distribusi.
f. Cycle Counting
Proses inventory management melibatkan pengambilan perkiraan sebagian dari stok pada periode waktu tertentu, bukan melakukan pemeriksaan menyeluruh setelah satu tahun. Pendekatan ini memudahkan perusahaan untuk memantau akurasi informasi terkait stok mereka tanpa menghambat kegiatan operasional di gudang. Hal ini berlaku bagi perusahaan yang memiliki volume stok yang tinggi.
7. Komponen dan Fitur Utama Inventory System
Sistem manajemen inventaris yang efektif sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional bisnis. Dalam implementasinya, sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama yang mendukung pencatatan, pemantauan, dan analisis inventory.
Selain itu, berbagai fitur dalam software inventory seperti ScaleOcean dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan stok dengan lebih efisien. Fitur-fitur ini juga mempercepat proses order, memungkinkan bisnis untuk mengelola persediaan dan memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih cepat dan akurat.
a. Pelacakan Stok Real-Time (Real-time Inventory Tracking)
Pelacakan stok real-time memungkinkan perusahaan memantau jumlah persediaan yang masuk atau keluar gudang secara real-time. Hal ini membantu mencegah masalah seperti kekurangan stok atau overselling, memastikan stok yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu dan meminimalkan potensi kerugian. Pengelolaan yang efisien ini sangat berguna dalam mengelola buffer stock.
b. Notifikasi Stok Rendah (Low Stock Alerts)
Fitur pemberitahuan stok rendah memberikan peringatan otomatis apabila tingkat stok mencapai batas minimum yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan sistem pemberitahuan ini , perusahaan akan dapat memesan barangnya secara cepat tanpa menghadapi masalah kehabisan stok yang akan menghambat proses operasional.
c. Manajemen Multi-Lokasi (Multi-location Management)
Manajemen multi-lokasi memungkinkan pengelolaan stok di beberapa gudang atau toko secara bersamaan dalam satu dasbor terpusat. Hal ini memudahkan perusahaan dalam melacak ketersediaan barang di berbagai lokasi, meningkatkan efisiensi dan koordinasi antar cabang atau gudang, yang mendukung tahapan implementasi program stok barang yang lebih efektif.
d. Barcoding dan Pemindaian RFID
Penggunaan kode batang dan teknologi RFID membantu meningkatkan kecepatan dan efisiensi dalam proses penerimaan dan pencatatan penerimaan barang. Proses pemindaian otomatis dapat mencegah terjadi kesalahan yang disebabkan oleh intervensi manusia, sehingga proses manajemen inventaris dan kode inventaris barang menjadi lebih cepat dan efisien.
e. Pelacakan Serial Number dan Batch (Serial Number & Batch Tracking)
Pelacakan serial number dan batch penting untuk memantau produk spesifik, nomor seri, dan tanggal kedaluwarsa. Fitur ini sangat bermanfaat untuk industri makanan dan farmasi, di mana kontrol kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi sangat dibutuhkan, menjaga produk yang memiliki masa kadaluarsa tetap terkendali.
f. Peramalan Inventaris (Inventory Forecasting)
Peramalan inventaris melibatkan penggunaan data historis untuk memprediksi kebutuhan masa depan dari stok. Prakiraan yang akurat akan membantu perusahaan untuk mencegah adanya stok berlebih maupun stok yang kurang. Hal ini membuat mereka dapat merencanakan kegiatan pembelian mereka dengan lebih efektif.
g. Integrasi Sistem (POS, Akuntansi, E-commerce)
Integrasi sistem akan membuat hubungan antara inventaris dan sistem POS, akuntansi atau ERP dan sistem e-commerce menjadi otomatis. Maka dari itu, setiap terjadi transaksi di toko, jumlah inventaris akan secara otomatis berkurang yang berarti tidak perlu penyesuaian manual. Dalam hal akuntansi, sistem ini bisa diintegrasikan dengan bagian akuntansi yang akan membantu dalam mencatat biaya barang yang terjual (COGS), utang, dan kredit.
h. Penyesuaian Stok (Stock Adjustment)
Fitur penyesuaian stok memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki jumlah stok secara manual ketika ada perbedaan antara data sistem dan stok fisik. Ini dapat terjadi jika terdapat produk rusak atau hilang, menjaga data inventaris tetap akurat dan mencerminkan kondisi nyata.
i. Laporan dan Analitik
Laporan dan analitik memberikan wawasan mendalam mengenai perputaran stok, produk terlaris, dan performa inventaris secara keseluruhan. Dengan data ini, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dalam merencanakan pembelian dan mengoptimalkan pengelolaan inventaris mereka, termasuk pemantauan kode inventaris barang.
8. Jenis-jenis Sistem Inventory
Penting bagi setiap industri perusahaan mengelola persediaan dan inventory secara optimal agar mengoptimalkan ketersediaan stok untuk mengatasi permintaan. Untuk itu, penerapan sistem inventory yang tepat penting untuk mencapai hal ini.
Terdapat beberapa jenis sistem inventaris yang bisa Anda gunakan berdasarkan skala operasional, teknologi yang digunakan, dan tingkat kompleksitas pengelolaan stok. Berikut beberapa jenisnya, meliputi:
- Sistem Inventory Fisik (Manual): Dalam sistem inventaris ini digunakan dokumen manual seperti buku besar atau lembar kerja untuk mencatat inventaris. Meskipun sistem ini ideal untuk organisasi kecil namun sistem ini bisa rentan terhadap kesalahan dan memakan waktu untuk memeriksa dan memperbarui data.
- Sistem Inventory Komputerisasi: Dalam sistem inventaris ini perangkat lunak secara otomatis mencatat pergerakan barang secara real time. Sistem ini menjamin akurasi data dan mempercepat proses pelaporan sekaligus memungkinkan batch tracking untuk mengelola barang inventaris secara efisien.
- Sistem Inventory Berbasis Web: Jenis sistem inventaris ini memungkinkan seseorang untuk mengakses data tentang inventaris secara online. Sistem ini membantu mengkoordinasikan antara cabang atau gudang yang berbeda dan juga memfasilitasi pengelolaan stok secara real time tanpa harus hadir di gudang fisik.
- Sistem Inventory Berbasis Cloud: Sistem inventaris ini menggunakan server cloud untuk menyimpan data inventaris yang kemudian dapat diakses kapan saja dan di mana saja dengan fleksibilitas tinggi dan keamanan data yang lebih baik.
9. Tips Mengelola Sistem Inventaris dengan Tepat
Untuk mengelola inventaris di gudang berjalan efektif, harus ada langkah-langkah yang tepat untuk mengatur dan memantau inventaris. Hal ini akan membantu menjaga jumlah inventaris seimbang dengan permintaan dan pesanan dapat dipenuhi secara lancar dan tepat waktu. Berikut beberapa tips pengelolaan inventaris yang dapat Anda terapkan.
a. Perbarui Data Stok Secara Berkala
Perbarui data stok secara berkala agar informasi inventaris selalu akurat dan valid. Anda bisa menggunakan rumus days of inventory untuk menghitung rata-rata waktu persediaan bertahan, sehingga pemesanan dapat dilakukan tepat waktu.
Dengan adanya pembaruan data secara real-time, bisnis dapat mencegah kesalahan pemesanan yang sering terjadi. Hal ini juga mengurangi risiko kehabisan stok dan mempercepat pemenuhan pesanan kepada pelanggan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional.
b. Tentukan Reorder Point yang Tepat
Anda juga bisa menentukan reorder point untuk mengatur batas minimum stok untuk pemesanan ulang. Saat stok mencapai titik tersebut, sistem dapat mengirimkan notifikasi otomatis agar tim pembelian segera melakukan restock.
Strategi ini dapat mencegah kekurangan barang, dimana hal ini dapat menghambat proses penjualan atau produksi. Di sisi lain, strategi ini juga mencegah terjadinya kelebihan stok, yang dapat meningkatkan biaya penyimpanan gudang dan risiko pemborosan.
c. Pantau Barang Kadaluarsa Secara Teratur
Produk dengan masa pakai terbatas memerlukan pemantauan yang konsisten, sehingga penting untuk memantau barang kadaluarsa secara rutin. Anda bisa mengatur prioritas penjualan atau melakukan promo sebelum barang menjadi tidak layak jual.
Dengan memantau barang kadaluarsa, sistem inventaris membantu mengurangi kerugian akibat penumpukan stok yang tidak terjual. Hal ini juga memastikan kualitas produk yang diterima pelanggan tetap terjaga, sehingga reputasi bisnis tetap terpelihara.
d. Lakukan Pengecekan Fisik Secara Rutin
Pengecekan fisik diperlukan agar catatan pada sistem dan stok aktual sudah sesuai. Proses ini juga membantu mendeteksi lebih awal kerusakan, kehilangan, atau penyusutan barang.
Dengan melakukan pemeriksaan rutin, perusahaan dapat mengidentifikasi masalah dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Hal ini membantu memperbaiki proses, menjaga akurasi data inventaris, dan memastikan manajemen stok yang lebih efektif dan terpercaya.
e. Analisis Data untuk Pola Permintaan
Sistem ini dapat memanfaatkan catatan masa lalu untuk melakukan analisis pola permintaan sehingga perusahaan dapat memprediksi permintaan masa depan. Rincian ini berguna untuk pembelian,produksi dan juga untuk perubahan permintaan musiman.Jika perusahaan memiliki prediksi permintaan yang tepat mereka akan dapat mengelola inventaris mereka secara efektif dan juga tidak akan ada pemborosan.
Menurut laporan 2025 MHI dan Deloitte, 55% pemimpin supply chain berinvestasi pada teknologi prediktif untuk mengoptimalkan inventory. Selain itu, 92% organisasi mengadopsi inventory optimization dan 87% menggunakan predictive analytics untuk menentukan reorder point dan safety stock.
10. Pantau dan Kelola Persediaan di Setiap Gudang Anda dengan ScaleOcean
ScaleOcean Atlas Inventory membantu perusahaan mengelola stok di berbagai gudang dalam satu sistem terintegrasi. Setiap pergerakan barang dapat diperbarui secara real-time, sehingga tim lebih mudah mengetahui jumlah, lokasi, dan ketersediaan stok tanpa bergantung pada pencatatan manual.
Data inventory juga terhubung dengan proses pembelian, penjualan, gudang, akuntansi, hingga distribusi. Didukung ScaleMind sebagai AI Business Assistant yang embedded dalam ScaleOcean Atlas, sistem dapat membantu membaca pola permintaan, memperkirakan kebutuhan stok, dan memberikan insight untuk mendukung perencanaan persediaan.
Dengan visibilitas yang lebih menyeluruh, perusahaan dapat mengurangi risiko selisih stok, mengantisipasi kehabisan atau penumpukan barang, serta mengambil keputusan inventory dengan lebih cepat. Jadwalkan konsultasi dengan tim ScaleOcean untuk melihat bagaimana sistem dapat disesuaikan dengan alur dan kebutuhan bisnis Anda.
Fitur utama ScaleOcean Atlas Inventory meliputi:
- Real-Time Inventory Tracking: Memantau jumlah, lokasi, histori, dan pergerakan barang di setiap gudang secara real-time.
- Barcode Management: Mempermudah identifikasi dan pemindaian barang sekaligus mengurangi kesalahan saat pencatatan stok.
- Low Stock Notification: Memberikan notifikasi saat persediaan mendekati batas minimum agar tim dapat merencanakan restock lebih awal.
- Stock Adjustment: Memudahkan penyesuaian stok berdasarkan transaksi maupun hasil pemeriksaan fisik agar data tetap akurat.
- AI-Assisted Inventory Forecasting: Menggunakan data historis dan ScaleMind untuk membantu memperkirakan kebutuhan persediaan serta mengantisipasi risiko overstock dan stockout.
- Serial Number & Batch Tracking: Melacak barang berdasarkan nomor seri atau batch untuk mempermudah penelusuran stok sepanjang proses operasional.
Dengan fitur tersebut, ScaleOcean Atlas Inventory membantu perusahaan menjaga data persediaan tetap akurat sekaligus membuat pengelolaan stok lintas gudang lebih terukur dan responsif terhadap perubahan permintaan.
Baca juga: 6 Tahapan Implementasi Aplikasi Stok Barang pada Bisnis
11. Kesimpulan
Sistem inventory adalah sistem yang membantu perusahaan dalam mencatat, memantau, dan mengelola persediaan barang secara lebih teratur. Melalui sistem ini, perusahaan dapat melihat jumlah stok, lokasi penyimpanan, pergerakan barang, hingga status persediaan dengan lebih akurat dan mudah dipantau.
Untuk pendekatan yang lebih holistik dalam pengelolaan ScaleOcean Atlas Inventory dapat membantu perusahaan untuk memantau stok mereka di berbagai gudang,menghubungkan data inventaris mereka dengan operasi dan proses mereka serta memberikan visibilitas yang lebih baik. Maka dari itu, Anda bisa jadwalkan konsultasi dengan tim ScaleOcean untuk mengetahui bagaimana sistem ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan gudang dan bisnis Anda.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan sistem inventory?
Sistem inventaris membantu perusahaan mencatat dan mengelola persediaan barang yang tersimpan. Stok tersebut bisa digunakan untuk mendukung proses produksi maupun disiapkan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
2. Apa fungsi dari inventory?
Fungsi persediaan dalam perusahaan mencakup beberapa hal penting, seperti menjadi penyangga atau buffer antara tahap produksi dan distribusi, memenuhi permintaan pelanggan, serta mengantisipasi fluktuasi permintaan dan harga. Persediaan juga berperan dalam menjaga kelancaran operasional dengan memastikan ketersediaan bahan baku dan produk jadi.
3. Apa contoh sistem inventaris?
Contoh teknik inventaris yang paling umum dikenal meliputi kuantitas pesanan ekonomis (EOQ), kuantitas pesanan minimum, FIFO/LIFO, rumus titik pemesanan ulang, dropshipping, lean manufacturing, dan inventaris konsinyasi. Semua istilah ini merujuk pada berbagai metode dalam penyimpanan dan perhitungan stok yang tersedia.
4. Bagaimana cara kerja sistem inventaris?
Sistem inventaris berfungsi untuk mencatat setiap barang yang masuk dan keluar, memantau stok secara real-time, serta mengelola siklus hidup persediaan dari pembelian hingga penjualan. Proses utamanya meliputi pencatatan transaksi barang, pembaruan stok otomatis, peringatan untuk stok minimum, dan penyediaan laporan analitik untuk mendukung pengambilan keputusan.











