Bagi para pelaku bisnis, memantau keuangan harian sering kali menjadi tantangan. Ketidakteraturan dalam pencatatan transaksi atau keterlambatan dalam memperbarui laporan sering kali menghambat proses pengambilan keputusan yang cepat. Akibatnya, perusahaan kesulitan untuk memastikan aliran kas yang sehat dan pengelolaan keuangan yang efisien.
Laporan keuangan harian memegang peranan penting dalam mengelola keuangan perusahaan. Sebagai catatan ringkas yang merinci transaksi masuk dan keluar seperti kas, bank, dan penjualan, laporan ini memberikan gambaran langsung tentang posisi keuangan perusahaan yang dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu dan akurat.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan informasi terkait pengertian, komponen, cara membuat dan contoh laporan keuangan harian. Dengan informasi tersebut, Anda dapat membuat pertimbangan yang lebih baik untuk menyusun laporan yang lebih terstruktur dan efektif dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan Anda.
- Laporan keuangan harian adalah catatan yang merinci semua transaksi dalam satu hari kerja untuk memberikan gambaran cepat tentang kondisi finansial bisnis.
- Elemen laporan keuangan harian mencakup tanggal laporan, rincian pemasukan dan pengeluaran, saldo kas awal dan akhir, keterangan transaksi, serta ringkasan keuangan.
- Cara membuatnya adalah dengan mengumpulkan bukti transaksi, mencatatnya secara rinci, menggunakan format standar, mengelompokkan data, dan melakukan rekonsiliasi.
- Software Akuntansi ScaleOcean menyederhanakan laporan harian dengan integrasi bank, laporan laba rugi otomatis, dan analisis mendetail.
1. Apa itu Laporan Keuangan Harian?
Laporan keuangan harian adalah pencatatan rinci transaksi keuangan (pemasukan dan pengeluaran) yang terjadi setiap hari untuk memantau arus kas secara langsung. Laporan ini mencakup transaksi harian, saldo kas, dan aliran dana, yang berguna untuk memantau kestabilan finansial yang menjadi acuan penting dalam pengambilan keputusan.
Laporan ini umumnya mencatat pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam satu hari, termasuk biaya operasional dan pendapatan. Selain itu, ia juga mencatat saldo kas akhir, yang menunjukkan seberapa banyak dana yang tersedia untuk kegiatan operasional berikutnya. Hal ini memudahkan perusahaan dalam merencanakan anggaran.
Sekitar 80% usaha kecil di Australia mengalami masalah arus kas dalam 12 bulan terakhir, menurut survei CommBank dan AGSM UNSW Business School. Masalah ini disebabkan oleh penurunan pendapatan, cadangan kas rendah, dan fluktuasi musiman. Tanpa pencatatan harian yang akurat, perusahaan sulit mengidentifikasi tren pengeluaran atau pemasukan yang berubah, yang penting untuk manajemen kas.
Secara keseluruhan, laporan keuangan harian membantu manajer dan pengambil keputusan untuk memahami posisi keuangan perusahaan dengan lebih jelas. Tanpa laporan ini, perusahaan bisa kehilangan kendali terhadap arus kas yang mengarah pada masalah likuiditas. Oleh karena itu, laporan ini harus disusun setiap hari dengan rincian yang tepat.
Baca juga: Cost Estimate Adalah: Arti dan Metode yang Digunakan
2. Manfaat Laporan Keuangan Harian
Laporan keuangan harian memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan finansial perusahaan. Dengan pemantauan yang lebih sering, laporan ini memberikan berbagai manfaat yang langsung dapat dirasakan oleh manajemen. Berikut manfaat utama yang dapat diperoleh dari laporan keuangan harian:
- Pemantauan Real-time: Dengan laporan keuangan harian, perusahaan dapat memantau kondisi finansial secara real-time, tanpa perlu menunggu hingga akhir bulan.
- Kontrol Likuiditas yang Lebih Efisien: Laporan ini juga membantu perusahaan menjaga likuiditas yang cukup untuk kebutuhan operasional harian.
- Pengambilan Keputusan yang Lebih Cepat: Manajemen dapat dengan mudah mengidentifikasi tren keuangan melalui laporan harian.
- Meningkatkan Akurasi dan Mengurangi Risiko: Dengan laporan yang lebih terperinci setiap hari, risiko kesalahan pencatatan atau kehilangan uang dapat diminimalkan.
3. Elemen Laporan Keuangan Harian
Laporan keuangan harian mencakup pemasukan (debet) dari penjualan produk atau jasa, pengeluaran (kredit) untuk biaya operasional seperti bahan baku, gaji, sewa, listrik, dan transportasi, serta saldo akhir yang merupakan sisa uang setelah total pemasukan dikurangi pengeluaran hari itu.
Berikut komponen-komponen dalam laporan keuangan harian:
a. Tanggal Laporan
Tanggal laporan mencerminkan waktu terjadinya transaksi keuangan dan membantu dalam pengorganisasian data. Pencatatan yang akurat memudahkan Anda melacak setiap transaksi sesuai kronologi, sehingga mempermudah proses verifikasi laporan bank atau audit internal.
Selain itu, tanggal laporan memastikan tidak ada transaksi yang terlewat atau tumpang tindih antar periode. Dengan begitu, Anda dapat mengidentifikasi dengan cepat jika terjadi ketidaksesuaian antara saldo awal dan akhir pada laporan harian. Ini membantu menjaga integritas data dan memudahkan analisis laporan keuangan.
b. Pemasukan dan Pengeluaran
Pemasukan mencakup semua dana yang diterima perusahaan dalam satu hari, seperti hasil penjualan, pendapatan jasa, atau penerimaan piutang. Sementara itu, pengeluaran meliputi dana yang dikeluarkan untuk berbagai keperluan, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, atau biaya operasional.
Selain itu, rincian pemasukan dan pengeluaran membantu mengidentifikasi pola keuangan harian. Misalnya, apakah ada pengeluaran yang mendominasi atau apakah pemasukan harian sudah cukup untuk menutup biaya operasional. Secara singkat, bayangkanlah bahwa laporan keuangan harian menggambarkan laporan cash flow namun dalam periode yang jauh lebih singkat.
c. Saldo Kas Awal dan Akhir
Saldo kas awal dan akhir adalah indikator penting dalam laporan keuangan harian. Saldo kas awal menunjukkan jumlah uang yang tersedia di awal hari, yang menjadi dasar untuk menghitung perubahan kas selama periode tersebut. Sementara itu, saldo kas akhir mencerminkan kondisi keuangan perusahaan setelah semua transaksi hari itu dicatat, baik pemasukan maupun pengeluaran.
Dengan membandingkan saldo kas awal dan akhir, Anda dapat mengetahui seberapa besar perubahan posisi kas dan apakah bisnis Anda memiliki cukup dana untuk memenuhi kebutuhan operasional. Saldo kas yang sehat mencerminkan stabilitas keuangan perusahaan, sehingga Anda dapat merencanakan penggunaan dana dengan lebih percaya diri.
d. Keterangan Transaksi
Keterangan transaksi adalah elemen krusial yang memberikan detail tambahan untuk setiap pencatatan keuangan. Setiap transaksi, baik pemasukan maupun pengeluaran, harus disertai deskripsi yang jelas, mencakup informasi seperti jenis transaksi, pihak yang terlibat, dan alasan atau tujuan transaksi tersebut.
Keterangan yang lengkap juga berguna untuk analisis keuangan. Misalnya, Anda dapat dengan mudah membedakan antara pendapatan operasional dan non-operasional, atau antara pengeluaran rutin dan pengeluaran darurat. Dengan deskripsi yang jelas, laporan keuangan umum perusahaan menjadi lebih transparan dan mudah dipahami oleh semua pihak yang berkepentingan.
e. Ringkasan Keuangan
Ringkasan keuangan berfungsi untuk menyajikan informasi utama dari laporan harian dalam format yang lebih padat dan mudah dipahami. Bagian ini biasanya mencakup total pemasukan, total pengeluaran, serta saldo akhir kas. Dengan adanya ringkasan, Anda atau manajemen dapat memperoleh gambaran umum tentang kondisi keuangan perusahaan.
Selain itu, ringkasan keuangan juga membantu mengawasi keuangan harian sehingga potensi buruk dapat diantisipasi. Jika terdapat perubahan signifikan pada salah satu elemen, seperti lonjakan pengeluaran atau penurunan pemasukan, Anda dapat segera mengambil tindakan.
4. Contoh dan Template Laporan Keuangan Harian
Bayangkan jika bisnis Anda harus memantau arus kas, penjualan, dan pengeluaran setiap hari tanpa sistem yang terstruktur. Dalam dunia bisnis yang serba cepat, pengambilan keputusan berdasarkan data harian yang akurat penting untuk mempertahankan stabilitas keuangan. Mari kita lihat contoh kasus yang dihadapi oleh PT. ABCD, sebuah perusahaan distribusi dengan transaksi harian yang padat.
Pada tanggal 6 November 2024, PT. ABCD mencatat sejumlah transaksi keuangan yang cukup padat. Diawali dengan saldo awal sebesar Rp30.000.000, perusahaan menerima pemasukan dari penjualan produk kepada tiga klien masing-masing sebesar Rp20.000.000, Rp15.000.000, dan Rp15.000.000. Selain itu, ada pembayaran piutang dari Klien D sebesar Rp15.000.000, yang semakin memperkuat arus kas masuk.
Namun, perusahaan juga mengeluarkan dana untuk pembelian bahan baku sebesar Rp20.000.000 serta membayar biaya operasional, termasuk Rp3.000.000 untuk listrik dan Rp2.000.000 untuk transportasi. Berkat pengelolaan keuangan yang cermat, saldo akhir hari itu meningkat menjadi Rp70.000.000.
Untuk melihat bagaimana penyusunan laporan keuangan harian sederhana, berikut adalah contoh format laporan keuangan harian PT. ABCD:
Dalam praktik pencatatan harian, pemanfaatan kwitansi kosong sangat mendukung kelancaran administrasi bisnis. Setiap transaksi tunai dapat didokumentasikan secara cepat dan jelas menggunakan kwitansi sebagai bukti resmi, sehingga laporan keuangan harian menjadi lebih tertata, akurat, dan memudahkan proses audit.
Untuk mengelola transaksi harian yang lebih efisien, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi terbaik, seperti dari ScaleOcean, yang menyediakan laporan keuangan secara otomatis dan akurat. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memantau arus kas secara real-time, memastikan keputusan keuangan dibuat berdasarkan data yang terpercaya.
5. Bagaimana Cara Membuat Laporan Keuangan Harian?
Pencatatan laporan keuangan harian dimulai dengan memisahkan rekening bisnis dan pribadi agar pencatatan rapi. Gunakan buku kas, spreadsheet, atau aplikasi untuk mencatat setiap transaksi harian, baik pemasukan maupun pengeluaran.
Kelompokkan transaksi sesuai kategori, lalu hitung total kas masuk dan keluar untuk memperoleh saldo akhir. Untuk memahami lebih lanjut cara pencatatannya, perhatikan penjelasan berikut ini.
a. Kumpulkan Semua Bukti Transaksi
Mulailah dengan mengumpulkan seluruh faktur, kwitansi, nota kontan, nota debit, dan nota kredit sebagai dasar pencatatan. Dokumen ini memastikan setiap transaksi tercatat akurat dan dapat diverifikasi. Pengarsipan yang terorganisir memudahkan pencarian, audit, dan rekonsiliasi ketika diperlukan.
b. Catat Transaksi Secara Rinci
Setiap transaksi harus dicatat secara lengkap, termasuk tanggal, deskripsi, jumlah, dan sumber atau tujuan dana. Pencatatan rinci membantu melacak aliran kas, mengenali pola pengeluaran dan pendapatan, sekaligus memudahkan analisis efisiensi serta strategi keuangan perusahaan.
c. Gunakan Format Standar
Format laporan yang konsisten mencakup tanggal, deskripsi, kategori, jumlah pemasukan dan pengeluaran, serta saldo akhir. Standarisasi memudahkan perbandingan laporan harian maupun integrasi ke laporan bulanan atau tahunan, sehingga meningkatkan efisiensi kerja tim keuangan.
d. Kelompokkan Transaksi Berdasarkan Kategori
Mengelompokkan transaksi ke kategori seperti operasional, investasi, dan pemasaran meningkatkan wawasan mengenai alokasi dana. Dengan pemisahan ini, laporan lebih mudah dibaca dan dianalisis, memungkinkan perusahaan menilai efisiensi pengeluaran dan mengambil langkah pengendalian biaya tepat waktu.
e. Memeriksa Ulang Akurasi Pencatatan
Sebelum laporan diselesaikan, lakukan pengecekan ulang terhadap semua transaksi. Verifikasi data terhadap bukti transaksi dan saldo kas memastikan keakuratan, mencegah kesalahan kecil yang bisa menumpuk, serta meningkatkan kepercayaan manajemen terhadap laporan keuangan.
f. Hitung Total Pemasukan dan Pengeluaran Harian
Setelah semua transaksi tercatat, hitung total pemasukan dan pengeluaran untuk mengetahui posisi kas harian. Informasi ini membantu mengevaluasi performa keuangan, mendeteksi penyimpangan, dan segera mengambil tindakan korektif untuk menjaga stabilitas bisnis.
g. Perbandingkan dengan Laporan Keuangan Hari Sebelumnya
Membandingkan laporan keuangan harian dengan hari sebelumnya membantu mengidentifikasi tren atau perubahan signifikan dalam pemasukan dan pengeluaran. Analisis ini memungkinkan Anda melihat fluktuasi kas secara cepat, menemukan penyimpangan, dan menyesuaikan strategi pengelolaan keuangan harian dengan lebih efektif.
h. Evaluasi Performa Keuangan Harian
Analisis tren pemasukan dan pengeluaran harian membantu menilai kesesuaian dengan target atau anggaran. Evaluasi sistematis memungkinkan identifikasi potensi masalah, merancang strategi korektif, dan menjaga efisiensi serta kestabilan keuangan harian perusahaan secara konsisten.
i. Lakukan Konsolidasi
Laporan harian perlu digabung menjadi laporan mingguan atau bulanan untuk mendapatkan gambaran keuangan yang lebih luas. Proses ini membantu menyusun balance sheet, baik berupa consolidated report atau laporan biasa, yang akurat, memastikan semua data tercatat lengkap, serta mendukung analisis jangka panjang dan pengambilan keputusan strategis.
6. Permudah Pembuatan Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi ScaleOcean
Laporan keuangan harian sangat penting untuk memberikan gambaran akurat tentang kondisi keuangan bisnis Anda setiap hari. Namun, sistem manual untuk menyusun laporan sering kali menjadi masalah. Kendala waktu yang terbatas, data yang tersebar di berbagai sumber, hingga risiko kesalahan pencatatan menjadikan proses rumit dan tidak kondusif.
Dengan menggunakan software akuntansi, semua data bisnis Anda terhubung secara otomatis, sehingga memudahkan proses pelaporan dan analisis. ScaleOcean, salah satu software akuntansi terbaik di Indonesia, menawarkan solusi lengkap untuk menyederhanakan pengelolaan laporan keuangan harian Anda.
Dengan integrasi penuh antar modul, ScaleOcean memastikan setiap transaksi keuangan tercatat dengan akurat dan real time, tanpa perlu repot memindahkan data secara manual. Software akuntansi ScaleOcean juga dilengkapi fitur-fitur unggulan yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan Anda, seperti:
- Bank Integration & Auto Reconciliation: Fitur ini secara otomatis mencocokkan transaksi bank dengan catatan internal, menghilangkan kebutuhan rekonsiliasi manual.
- Profit & Loss vs Budget Reports: Membantu Anda membandingkan laporan laba rugi harian dengan anggaran yang telah ditetapkan, sekaligus memperhitungkan termin pembayaran untuk analisis akurasi anggaran.
- Cash Flow Reports: Memberikan gambaran lengkap tentang arus kas harian, mencakup semua penerimaan dan pengeluaran. Fitur ini memastikan likuiditas bisnis Anda tetap stabil.
- Multi-Level Analytical Reports: Memungkinkan analisis laporan keuangan harian secara detail berdasarkan cabang atau departemen.
7. Kesimpulan
Laporan keuangan harian adalah ringkasan transaksi pemasukan dan pengeluaran dalam satu hari yang memberikan gambaran cepat tentang kondisi keuangan bisnis. Dengan laporan ini, Anda dapat lebih mudah memantau arus kas, mengambil keputusan harian secara tepat, serta mendeteksi potensi masalah lebih awal.
Namun, pencatatan manual sering kali menyita waktu, rawan kesalahan, dan menyulitkan konsolidasi data. Di sinilah pentingnya proses yang lebih terintegrasi dengan bantuan software akuntansi.
Jika Anda mulai mencari solusi terbaik untuk pencatatan transaksi perusahaan, Anda dapat mencoba demo gratis ScaleOcean. Dengan ini, Anda dapat langsung mengetahui cara kerja sistem dalam menyederhanakan pencatatan sekaligus meningkatkan akurasi laporan keuangan bisnis.
FAQ:
1. Apa itu laporan keuangan harian?
Laporan keuangan harian adalah ringkasan aktivitas keuangan sebuah bisnis yang disusun setiap hari. Laporan ini memberikan gambaran cepat mengenai arus kas masuk dan keluar, penjualan, dan saldo kas pada hari tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan visibilitas real-time kepada manajemen tentang posisi keuangan harian mereka.
2. Mengapa laporan keuangan harian penting?
Laporan harian sangat krusial karena:
1. Pengambilan Keputusan Cepat: Memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan taktis dengan cepat, seperti menyesuaikan strategi harga atau promosi, berdasarkan data penjualan harian.
2. Deteksi Masalah Dini: Membantu mengidentifikasi masalah seperti penurunan penjualan yang tidak biasa atau arus kas yang tidak seimbang sebelum masalah tersebut menjadi lebih besar.
3. Kontrol Keuangan: Memberikan kendali penuh atas arus kas harian, yang sangat penting untuk manajemen likuiditas.
3. Apa saja isi utama dari laporan keuangan harian?
Meskipun isinya dapat bervariasi, laporan keuangan harian umumnya mencakup:
1. Laporan Penjualan: Jumlah total penjualan tunai dan non-tunai pada hari itu.
2. Laporan Penerimaan Kas: Detail semua uang yang masuk, termasuk dari penjualan, pembayaran piutang, atau sumber lain.
3. Laporan Pengeluaran Kas: Catatan semua pengeluaran tunai, seperti pembayaran tagihan atau gaji harian.
4. Saldo Kas: Jumlah saldo kas di tangan dan di bank pada akhir hari.
5. Catatan Transaksi: Rincian transaksi penting lainnya yang terjadi pada hari itu.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us


