Masalah seperti ketidakpastian harga jual yang tidak kompetitif atau margin yang terlalu tipis dapat memicu ketidakstabilan finansial di bisnis manufaktur. Tantangan lainnya seperti lonjakan biaya produksi yang tidak terkendali serta alokasi biaya bahan baku yang tidak efisien dapat memicu penurunan profitabilitas, pemborosan anggaran operasional, serta kesulitan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan secara akurat.
Penghitungan laba kotor yang efektif dan teliti secara rutin dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Hal ini mencakup segala aktivitas mulai dari analisis hasil penjualan hingga pengendalian HPP pada setiap lini produk. Dengan pemahaman laba kotor yang tepat, perusahaan dapat mengidentifikasi margin keuntungan riil serta menentukan strategi penetapan harga yang lebih kompetitif.
Memahami kontribusi laba kotor terhadap kinerja keuangan dapat membantu menjaga kesehatan finansial dan meningkatkan skala profitabilitas bisnis Anda. Artikel ini akan membahas rumus perhitungan laba kotor perusahaan manufaktur, cara/langkah-langkah menghitung, contoh perhitungan, hingga urgensi/pentingnya.
- Rumus menghitung laba kotor perusahaan manufaktur yaitu laba kotor = pendapatan penjualan bersih – harga pokok penjualan (HPP)
- Tahapan menghitung laba kotor melibatkan perhitungan total pendapatan, harga pokok penjualan (HPP), dan analisis margin laba untuk menilai kinerja finansial perusahaan.
- Urgensi perhitungan laba kotor membantu perusahaan menilai efisiensi produksi, mengukur profitabilitas, menetapkan harga jual, serta merencanakan anggaran dan investasi masa depan.
- Software manufaktur ScaleOcean dapat optimalkan perhitungan laba kotor dan pengelolaan operasional secara efisien dengan melacak biaya dan perencanaan produksi secara real-time.
1. Rumus Menghitung Laba Kotor Perusahaan Manufaktur
Menghitung laba kotor merupakan langkah fundamental bagi perusahaan manufaktur untuk mengevaluasi efisiensi produksi dan kesehatan finansial dari setiap unit barang yang dihasilkan. Dengan memantau angka ini secara rutin, manajemen dapat menentukan apakah strategi penetapan harga sudah optimal atau jika terdapat pembengkakan biaya pada lantai produksi yang perlu segera diatasi.
Rumusnya adalah:
Laba Kotor = Pendapatan Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan (HPP)
Dalam perhitungan ini, pendapatan penjualan bersih diperoleh dari total omzet setelah dikurangi retur dan potongan harga, sementara HPP mencakup seluruh biaya langsung seperti bahan baku, upah tenaga kerja langsung, dan biaya overhead produksi lainnya yang melekat pada pembuatan produk.
2. Tahapan Menghitung Laba Kotor Perusahaan Manufaktur
Menghitung rumus laba kotor perusahaan manufaktur tentu memerlukan tahapa yang akurat. Untuk menghitungnya diperlukan tahapan yang sistematis, yang dimulai dari mementukan total pendapatan, kalkulasi HPP, hingga menhitung laba kotor perusahaan.
Berikut adalah penjelasan lebih detail terkait tahapan perhitungan laba kotor perusahaan menufaktur:
a. Tentukan Total Pendapatan
Langkah awal sebagai cara menghitung laba kotor perusahaan dengan software manufaktur adalah dengan menentukan total pendapatan terlebih dahulu. Anda bisa mengumpulkan semua data penjualan, baik itu penjualan langsung, online, maupun melalui distributor. Termasuk penjualan kredit yang diakui sesuai dengan prinsip akuntansi manufaktur, dan tidak ada pengurangan pengembalian, dan potongan.
Total pendapatan sendiri adalah jumlah dana yang diterima perusahaan dari penjualan produk selama periode tertentu, dan termasuk angka bruto sebelum dikurangi biaya apapun.
b. Kalkulasikan Harga Pokok Penjualan
Untuk menghitung laba kotor manufaktur, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu HPP. HPP (Harga pokok penjualan) adalah total biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi barang yang dijual oleh perusahaan selama periode akuntansi. Untuk mengkalkulasikan HPP, Anda perlu meninjau secara menyeluruh biaya manufaktur, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik.
Untuk mengoptimalkan perhitungan laba kotor, Anda harus melakukan kalkulasi HPP dengan akurat agar memastikan bahwa semua biaya produksi telah diperhitungkan dengan benar. Dengan begitu, hasil dari perhitungan ini akan memberikan dasar untuk menghitung laba kotor manufaktur.
c. Hitung Laba Kotor
Setelah Anda mengetahui bagaimana total pendapatan dan HPP yang Anda miliki, cara menghitung laba kotor perusahaan biaya manufaktur yang selanjutnya adalah masuk ke perhitungan laba kotor tersebut. Anda dapat menghitungnya dengan menggunakan rumus berikut dengan akurat.
Untuk menganalisis laba kotor, penting bagi Anda untuk melakukan pertimbangan terhadap faktor-faktor lain seperti perubahan harga bahan baku, efisiensi tenaga kerja, dan strategi penetapan harga. Laba kotor bisa saja meningkat selama berjalannya waktu, sehingga menandakan adanya peningkatan kesehatan keuangan dan kemampuan perusahaan untuk berkembang dan berinvestasi dalam peluang baru.
Baca juga: 5 Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur dan Jenisnya
3. Contoh Perhitungan Laba Kotor Perusahaan Manufaktur
Agar memudahkan Anda untuk memahami bagaimana menghitung laba kotor di manufaktur, kita akan menguraikan contohnya dengan menggunakan skenario fiktif perusahaan industri manufaktur PT. Sinar Jaya. perusahaan ini ingin menghitung laba kotor selama periode akuntansi satu tahun.
Diketahui, bahwa PT. Sinar Jaya memiliki total pendapatan Rp500.000.000, dengan total harga pokok penjualan dari biaya produksi , bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik sebesar Rp300.000.000. Dari data ini, kita dapat menghitung laba kotor perusahaan manufaktur dengan rumus yang telah dijabarkan sebelumnya.
Laba Kotor = Rp500.000.000 – Rp300.000.000 = Rp200.000.000
Dari perhitungan ini, kita bisa melihat bahwa PT. Sinar Jaya memiliki laba kotor pada periode satu tahun yaitu senilai Rp200.000.000. Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari penjualan produknya setelah membayar biaya produksi langsung.
Implementasi software manufaktur ScaleOcean dapat membantu optimalkan perhitungan laba kotor perusahaan manufaktur. Dengan fitur accounting & financial module, software ini mengotomatiskan kalkulasi HPP dan laba kotor secara akurat. Selain itu, solusi ini dilengkapi dengan MRP module yang mengintegrasikan perencanaan kebutuhan material dengan data keuangan untuk mengontrol biaya produksi.
4. Pentingnya Menghitung Laba Kotor Perusahaan ManufakturÂ
Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung laba kotor perusahaan manufaktur, kita akan memahami apa saja pentingnya dari perhitungan ini. Tujuannya antara lain adalah untuk menilai efsiensi produksi, mengukur profitabilitas, pengambilan keputusan harga, analisis biaya dan tren, hingga perencanaan dan penganggaran.
Berikut adalah penjelasan mengenai alasan pentingnya menhitung laba kotor perusahaan:
a. Menilai Efisiensi Produksi
Perusahaan melakukan perhitungan laba kotor dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai seberapa efisien perusahaan menggunakan bahan baku dan tenaga kerja dalam alur proses produksi. Adanya margin laba kotor yang tinggi berarti menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan produk dengan biaya yang relatif rendah dibanding dengan harga jualnya.
b. Mengukur Profitabilitas
Perhitungan laba kotor juga dapat membantu Anda dalam mengukur profitabilitas dalam perusahaan. Meskipun tidak menggambarkan keseluruhan keuntungan bersih karena tidak memperhitungkan biaya operasional lainnya, laba kotor tetap dapat memberikan indikasi kuat mengenai potensi keuntungan perusaha an dari penjualan produk.
c. Pengambilan Keputusan Harga
Hasil dari perhitungan laba kotor dapat membantu perusahaan dalam menetapkan dan menyesuaikan harga jual produk. Anda dapat mengetahui margin yang diinginkan untuk merencanakan strategi penetapan harga dan memaksimalkan keuntungan sekaligus tetap kompetitif di pasar manufaktur.
d. Analisis Biaya
Perhitungan laba kotor ini akan memberikan Anda pemahaman mengenai komponen yang mempengaruhi HPP, dengan begitu perusahaan akan mudah melakukan identifikasi area mana yang membutuhkan peningkatan efisiensi. Termasuk melakukan negosiasi dengan supplier terkait bahan baku yang lebih murah atau mencari cara untuk mengurangi biaya produksi.
e. Perencanaan dan Penganggaran
Selain itu, perhitungan laba kotor juga akan membantu Anda dalam merencanakan dan melakukan penyusunan anggaran karena menyediakan dasar untuk proyeksi keuangan jangka panjang. Hasil laba kotor ini memberikan gambaran riil dari penjualan yang krusial untuk membuat keputusan strategis, mulai dari investasi hingga ekspansi.
Pemahaman mendalam atas laba kotor juga memastikan perusahaan mematuhi regulasi perpajakan yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait penghitungan kewajiban pajak yang diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Melalui pencatatan laba yang akurat, perusahaan dapat mengelola sumber daya secara optimal sekaligus memenuhi tanggung jawab fiskal dengan lebih transparan.
f. Analisis Tren
Anda dapat memperhitungkan laba kotor dan menganalisis tren dan kinerja penjualan dan biaya produksi. Tren ini yang akan membantu perusahaan untuk meramalkan masalah potensial dan melakukan identifikasi peluang bisnis untuk pertumbuhan siklus akuntansi perusahaan manufaktur secara menyeluruh.
5. Kesimpulan
Laba rugi dalam industri manufaktur merupakan instrumen finansial yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan profitabilitas operasional secara akurat. Penghitungan yang tepat sangat fundamental karena berfungsi sebagai indikator utama untuk mengukur efektivitas proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi barang jadi pada perusahaan manufaktur.
Software manufaktur ScaleOcean hadir untuk menyederhanakan kompleksitas penyusunan laporan keuangan melalui otomatisasi perhitungan laba rugi yang terintegrasi. Solusi ini memanfaatkan modul akuntansi canggih untuk memantau pendapatan dan biaya secara real-time, serta sinkronisasi dengan data produksi untuk memberikan visibilitas menyeluruh dan kontrol yang lebih ketat atas margin keuntungan di setiap lini bisnis Anda.
Mengoptimalkan penghitungan ini dapat membantu bisnis Anda meminimalisir risiko kerugian, mengidentifikasi kebocoran biaya, dan yang pada akhirnya meningkatkan skalabilitas perusahaan. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat bagaimana solusi ScaleOcean dapat membantu Anda mengelola finansial manufaktur dengan lebih cerdas!
FAQ:
1. Bagaimana cara menghitung laba kotor dalam akuntansi manufaktur?
Laba kotor dihitung dengan mengurangi biaya pokok penjualan (COGS) dari pendapatan bersih. Laba bersih dihitung dengan mengurangi semua biaya operasional dari laba kotor. Laba bersih mencerminkan laba yang diperoleh setelah semua pengeluaran. Laba kotor hanya berfokus pada biaya spesifik produk.
2. Berapakah margin laba kotor dalam industri manufaktur?
Margin laba kotor adalah ukuran kesehatan keuangan dan efisiensi perusahaan dalam memproduksi barang . Margin laba kotor dihitung dengan membagi laba kotor (penjualan bersih dikurangi biaya barang terjual) dengan penjualan bersih, kemudian dikalikan 100%.
3. Bagaimana rumus laba kotor perusahaan manufaktur?
Laba Kotor = Pendapatan Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan (HPP).



