Di tengah persaingan ketat industri air minum dalam kemasan (AMDK), efisiensi biaya produksi menjadi kunci utama menjaga harga tetap kompetitif. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tekanan biaya yang sulit dikendalikan karena struktur biaya produksi yang kompleks.
Masalah terbesar dalam biaya produksi AMDK berasal dari kemasan plastik seperti botol, cup, dan tutup. Fluktuasi harga bahan baku PET atau PP membuat biaya produksi mudah meningkat dan berisiko menekan margin, bahkan ketika volume penjualan tetap stabil.
Untuk menjawab tantangan tersebut, artikel ini membahas strategi pengelolaan biaya produksi AMDK secara lebih terukur. Pembahasan difokuskan pada analisis struktur biaya dan langkah efisiensi yang dapat diterapkan agar perusahaan tetap kompetitif tanpa mengorbankan kualitas produk.
- Komponen biaya produksi utama air minum kemasan meliputi bahan baku (air, botol), tenaga kerja, utilitas (energi), overhead pabrik, dan biaya distribusi.
- Strategi efektif mengelola biaya ini meliputi analisis biaya, optimalisasi proses produksi, pengelolaan bahan baku, efisiensi energi, dan pengelolaan distribusi.
- Software manufaktur ScaleOcean dapat membantu mengelola data biaya, memantau komponen biaya, dan mendukung strategi pengelolaan biaya produksi air mineral dalam kemasan.
1. Apa Peran Biaya Produksi di Pabrik Air Minum?
Biaya produksi air minum dalam kemasan sangat krusial dalam pabrik manufaktur, melibatkan bahan baku seperti air, botol, dan tutup, serta faktor operasi seperti tenaga kerja, mesin, dan listrik. Pengelolaan biaya ini membantu perusahaan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, seperti biaya tenaga kerja langsung yang tinggi, dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.
Strategi sistem produksi pengelolaan yang efektif juga memungkinkan perusahaan mengatasi fluktuasi harga bahan baku, tarif listrik, atau biaya distribusi. Dengan memanfaatkan teknologi otomasi, biaya produksi air mineral dalam kemasan dapat dikendalikan lebih baik, menjaga stabilitas biaya, serta menyesuaikan strategi keuangan dengan perubahan pasar.
Baca juga: Akuntansi Perusahaan: Pengertian, Jenis, dan Prinsipnya dalam Bisnis
2. Komponen Biaya Produksi Air Minum

Biaya produksi air minum dalam kemasan ini terdiri dari beberapa komponen yang penting untuk dikelola dengan cermat, sehingga Anda bisa memastikan efisiensi dan profitabilitas perusahaan manufaktur dengan tepat. Berikut ini komponen-komponen yang harus Anda ketahui, yaitu:
a. Biaya Bahan Baku
Bahan baku untuk produksi air minum ini terdiri dari beberapa aspek seperti biaya air sumber botol, tutup botol, label, dan bahan kimia yang digunakan untuk proses pengolahan air. Semua biaya bahan baku yang diperlukan ini perlu diperhatikan untuk memastikannya selalu tersedia untuk proses produksi.
Pengelolaan biaya ini harus dilakukan dengan baik untuk membantu perusahaan mengoptimalkan total biaya produksi air mineral dalam kemasan yang digunakan, yang pada akhirnya berkontribusi pada Harga Pokok Produksi (HPP) yang lebih efisien.
b. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja langsung adalah komponen penting dalam produksi, mencakup gaji dan tunjangan untuk karyawan yang terlibat langsung, mulai dari operator mesin hingga staf pengemasan dan quality control.
Selain itu, biaya ini juga meliputi pelatihan dan pengembangan untuk memastikan karyawan selalu mengikuti perkembangan teknologi dan prosedur terbaru. Pengelolaan biaya tenaga kerja yang efisien dapat membantu mengurangi biaya produksi air mineral dalam kemasan dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
c. Utilitas
Biaya utilitas seperti biaya listrik, air, dan bahan baku dalam pabrik air minum biasanya lebih tinggi karena banyak proses yang membutuhkan tenaga listrik besar. Proses tersebut mencakup mesin produksi yang digunakan, sistem filtrasi, dan sistem pemurnian air minum dalam kemasan.
Biaya listrik dan air yang digunakan dapat signifikan meningkat, terutama jika pabrik beroperasi selama 24 jam sehari. Mengelola biaya utilitas harus dilakukan dengan efisien, seperti melakukan pengadopsian teknologi hemat energi atau mencari sumber energi alternatif. Hal tersebut dapat membantu mengurangi total biaya produksi air mineral dalam kemasan.
d. Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik ini menjadi biaya yang tidak berkaitan langsung dengan biaya produksi air minum dalam kemasan, tetapi menjadi bagian penting dari biaya operasional. Seperti biaya sewa atau amortisasi fasilitas produksi, biaya perbaikan dan perawatan mesin produksi air kemasan gelas, asuransi, dan pajak.
Seperti biaya sewa atau amortisasi fasilitas produksi, biaya perbaikan dan perawatan mesin, asuransi, dan pajak. Kelola biaya ini penting untuk menjaga biaya produksi air mineral dalam kemasan Anda tetap rendah, dan memastikan operasional berjalan dengan lancar tanpa gangguan.
e. Biaya Distribusi
Biaya distribusi dalam produksi air minum mencakup semua pengeluaran yang terkait dengan pengiriman produk dari pabrik ke distributor atau pasar akhir konsumen. Ini termasuk biaya transportasi seperti bahan bakar, penyewaan kendaraan, serta biaya logistik yang meliputi penyimpanan dan manajemen inventaris.
Mengoptimalkan rute pengiriman dan bekerja sama dengan perusahaan logistik dapat membantu mengurangi total biaya produksi air mineral dalam kemasan, sekaligus memastikan produk sampai ke konsumen dengan baik dan tepat waktu.
Baca juga: Pabrik Air Mineral (AMDK): Pengertian, Jenis dan Prosesnya
3. Komponen Biaya Produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan Contoh Perhitungannya
Untuk menghitung biaya produksi air minum kemasan, ada beberapa komponen yang harus kita hitung, dimulai dengan perhitungan bahan baku berdasarkan cara kelola biaya produksi jangka pendek dan panjang di bawah ini. Berikut adalah contoh perhitungannya:
a. Biaya Bahan Baku
Untuk menghitung total biaya bahan baku per unit produk yaitu untuk satu kemasan air minum), kita cukup menjumlahkan biaya masing-masing bahan baku yang digunakan untuk setiap unit. Dalam hal ini, perhitungan bahan baku untuk satu kemasan air minum adalah sebagai berikut:
- Gelas 240ml: Rp900 per unit
- Sedotan: Rp100 per unit
- Lid Cup: Rp150 per unit
- Kardus: Rp2.800 per unit (untuk pengemasan 48 unit)
Total Biaya Bahan Baku per Unit = Gelas + Sedotan + Lid Cup + Kardus
Hasilnya, biaya bahan baku per unit kemasan air minum adalah Rp3.293. Biaya ini mencakup seluruh bahan yang digunakan untuk memproduksi satu kemasan air minum.
b. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja langsung dihitung berdasarkan kapasitas line produksi dan biaya tenaga kerja per jam. Di pabrik air minum, kapasitas mesin dan jumlah personel yang terlibat dalam setiap line produksi akan mempengaruhi biaya per unit.
- Kapasitas Mesin: 100 cup/menit = 125 dus/jam
- Personel per Line: 4 orang (Operator, QC, 2 Packer)
- Upah per Jam: Rp40.000/jam/orang
Total Biaya Tenaga Kerja per Dus = (Upah per Jam x Jumlah Personel) / Kapasitas Produksi per Jam
Hasilnya, biaya tenaga kerja per dus adalah Rp 1.280,-. Biaya ini mencakup seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi setiap dus kemasan air minum.
c. Biaya Overhead Pabrik
Factory Overhead (FOH) mencakup biaya tetap dan variabel yang diperlukan untuk mendukung operasional pabrik, seperti biaya listrik, pemeliharaan, dan depresiasi mesin. Berikut adalah rincian biaya overhead yang diperlukan untuk produksi satu unit.
Variable Overhead (VOH)
- Listrik dan Utilitas: Rp450 per dus
- Maintenance: Rp200 per dus
Fixed Overhead (FOH)
- Depresiasi Mesin: Rp100 per dus
- Gaji Supervisor dan Lab: Rp150 per dus
Total Biaya Overhead per Dus = VOH + FOH
Hasilnya, biaya overhead per dus adalah Rp900. Biaya ini mencakup seluruh biaya tetap dan variabel yang diperlukan untuk menjalankan operasional pabrik.
d. Total Biaya Produksi Air Minum dalam Kemasan per Dus
Dengan komponen biaya yang sudah dijelaskan, mari kita hitung total biaya produksi untuk satu dus AMDK. Berikut adalah rumus perhitungannya:
Total Biaya Produksi per Dus = Biaya Bahan Baku per Unit + Biaya Tenaga Kerja per Dus + Biaya Overhead Pabrik per Dus
Nilai-nilai komponen biaya produksi air minum dalam kemasan yang sudah kita hitung tadi, selanjutnya kita masukkan ke dalam rumus berikut, sehingga perhitungannya menjadi:
Rp1.208,33 (Bahan Baku per Unit) + Rp1.280 (Tenaga Kerja per Dus) + Rp900 (Overhead per Dus) = Rp3.388,33
Jadi, Total Biaya Produksi AMDK per Dus yaitu Rp3.388,33.
Dengan mengetahui total biaya produksi ini, perusahaan dapat lebih mudah menghitung harga jual yang sesuai, serta memantau efisiensi dalam proses produksi untuk meminimalkan pemborosan dan meningkatkan profitabilitas.


4. Strategi Kelola Biaya Produksi Air Minum
Dalam mengelola biaya produksi air minum dalam kemasan, perusahaan manufaktur perlu melakukan beberapa strategi pengelolaan yang dapat memastikan efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan. Berikut ini beberapa strategi dan cara mengelola biaya produksi di pabrik air minum dengan maksimal, yaitu:
a. Analisis dan Pemantauan Biaya
Hal penting yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis dan memantau biaya secara berkala, agar bisa mengidentifikasi area mana yang harus dikurangi. Anda bisa melakukan audit biaya secara teratur untuk menemukan aspek tersebut dalam proses produksi.
Untuk memudahkan, Anda bisa menerapkan software ERP manufaktur untuk memantau biaya produksi air mineral dalam kemasan secara real-time, dan melacak pengeluaran secara terus-menerus, bahkan dapat mendeteksi penyimpangan dengan cepat.
b. Optimalisasi Proses Produksi
Selanjutnya Anda bisa melakukan optimalisasi proses produksi seperti mengadopsi sistem produksi dengan otomasi tinggi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja langsung dan meningkatkan konsistensi serta kecepatan produksi. Anda juga bisa menggunakan metode lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan, juga meningkatkan efisiensi di setiap tahapan produksi.
c. Pengelolaan Bahan Baku
Pengelolaan bahan baku juga penting dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan biaya produksi air minum dalam kemasan. Anda harus mencari supplier yang menawarkan harga kompetitif tanpa mengurangi kualitas bahannya. Pembelian bahan baku dalam jumlah besar juga dapat Anda lakukan untuk mendapatkan diskon, sehingga dapat mengurangi biaya produksi per-unit dalam perusahaan manufaktur.
d. Efisiensi Energi dan Utilitas
Strategi berikutnya Anda harus melakukan efisiensi energi dan utilitas seperti menggunakan peralatan hemat energi, serta mengoptimalkan penggunaan listrik dan air. Anda bisa mempertimbangkan penggunaan sumber energi alternatif seperti panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada listrik di jaringan umum. Pengelolaan konsumsi air dan bahan baku juga penting untuk mengurangi biaya utilitas.
e. Pengelolaan Transportasi dan Distribusi
Penting juga untuk mengelola biaya produksi air mineral dalam kemasan dengan mengoptimalkan proses dalam transportasi dan distribusi, seperti menggunakan rute pengiriman yang tepat dan maksimal untuk mengurangi biaya bahan bakar dan waktu pengiriman.
Hal ini dapat tercermin dalam laporan biaya produksi manufaktur yang memberikan gambaran lengkap mengenai biaya yang dikeluarkan selama proses distribusi. Anda juga dapat mempertimbangkan kerjasama dengan perusahaan logistik yang memiliki keunggulan dalam manajemen distribusi untuk lebih mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
Baca juga: Apa itu Product Cost Management, Manfaat serta Komponennya
5. Manfaat Kelola Biaya Produksi Air Minum
Kita memahami bahwa penting bagi perusahaan manufaktur untuk mengetahui cara kelola biaya produksi air minum, sehingga selain penting untuk mempertahankan daya saing juga bermanfaat signifikan untuk keberlanjutan bisnis jangka panjang. Berikut ini beberapa keunggulan dan manfaat pengelolaan biaya manufaktur, yaitu:
a. Pengendalian Biaya
Pengelolaan biaya produksi pada pabrik air minum ini akan membuat pengendalian biaya di perusahaan Anda lebih efektif. Dengan memahami biaya produksi jangka pendek dan panjang, Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan serta biaya yang tidak perlu. Hal ini juga akan membantu dalam meningkatkan profitabilitas.
b. Kualitas Produk yang Lebih Baik
Pemahaman biaya produksi air mineral dalam kemasan yang baik dalam setiap tahapan produksi air minum dapat membuat perusahaan lebih mudah untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif untuk memastikan kualitas produk untuk tetap tinggi. Pengelolaan biaya yang baik akan membuat perusahaan mengidentifikasi area produksi yang akan ditingkatkan tanpa harus meningkatkan biaya secara signifikan.
c. Perencanaan dan Anggaran yang Lebih Akurat
Pengelolaan biaya produksi ini akan memudahkan perusahaan membuat perencanaan dan anggaran produksi yang lebih realistis, sehingga akan membantu dalam mengatur akun kas perusahaan dan mengurangi risiko keuangan. Kelola biaya produksi air minum dalam kemasan akan memberikan gambaran jelas mengenai biaya yang terlibat dalam produksi, dan memudahkan Anda menyusun anggaran yang lebih tepat.
d. Identifikasi Peluang Peningkatan
Dengan memahami dan menganalisis biaya produksi air mineral dalam kemasan dengan tepat, perusahaan dapat menemukan peluang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam produksi air minum dengan lebih baik. Contoh sederhananya, Anda bisa melakukan investasi teknologi baru yang lebih efisien atau otomasi proses produksi dari analisis biaya produksi air minum dalam kemasan di perusahaan.
6. Optimalkan Biaya Produksi Air Minum Kemasan dengan Software Manufaktur ScaleOcean
Software manufaktur ScaleOcean sebagai solusi cerdas untuk membantu Anda mengelola setiap aspek produksi dengan lebih mudah. Dengan fitur yang dapat diintegrasikan langsung dengan berbagai proses di pabrik, ScaleOcean memberikan kontrol penuh atas operasional harian Anda.
Dalam konteks produksi air minum dalam kemasan (AMDK), ScaleOcean ERP menawarkan beberapa manfaat utama untuk perhitungan dan pengelolaan biaya produksi secara efisien, Anda bisa mencoba demo gratis yang ditawarkan ScaleOcean untuk melihat bagaimana sistem ini dapat meningkatkan kinerja pabrik Anda. Berikut fitur yang ditawarkan:
- Pengelolaan Bahan Baku yang Efisien: Software ini dapat memantau persediaan bahan baku secara real-time, sehingga Anda bisa mencegah kelebihan atau kekurangan bahan baku. Sistem ini juga memberi peringatan otomatis saat bahan baku mendekati batas minimum, yang sangat penting dalam produksi AMDK untuk menjaga kelancaran produksi tanpa gangguan.
- Manajemen Biaya Produksi: Dengan fitur Cost Management yang terintegrasi, Sistem ini secara otomatis menghitung biaya produksi dengan mempertimbangkan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead seperti biaya listrik dan pemeliharaan mesin. Setiap biaya akan tercatat dengan akurat, membantu Anda dalam mengelola anggaran produksi AMDK dengan lebih transparan.
- Pemantauan Kinerja Produksi Secara Real-time: Software ini juga menyediakan pemantauan kinerja produksi secara langsung, memungkinkan Anda untuk mengevaluasi proses produksi dan meminimalkan pemborosan. Dengan fitur ini, Anda dapat memastikan bahwa proses produksi berjalan dengan efisien, mengurangi downtime, dan meningkatkan hasil produksi AMDK.
- Integrasi Lintas Proses Produksi: Sistem ini memungkinkan integrasi yang mulus antara berbagai departemen, seperti produksi, pembelian bahan baku, dan keuangan. Hal ini memungkinkan alur informasi yang lancar, tanpa adanya kesalahan data yang dapat menghambat proses perhitungan biaya dan pengelolaan produksi.
7. Kesimpulan
Biaya produksi air minum dalam kemasan adalah aspek krusial dalam operasional pabrik manufaktur yang mencakup bahan baku seperti air, botol, dan tutup, serta faktor operasional seperti tenaga kerja, mesin, dan listrik. Pengelolaan biaya produksi air mineral dalam kemasan yang tepat membantu perusahaan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, menekan pemborosan, dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.
Dengan dukungan software manufaktur ScaleOcean, perusahaan dapat mengelola biaya dan proses produksi secara terintegrasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga daya saing bisnis secara berkelanjutan. Untuk merasakan manfaatnya secara langsung, Anda dapat mencoba demo gratis ScaleOcean.
FAQ:
1. Berapa biaya produksi satu botol air?
Biaya produksi satu botol air plastik 500ml berkisar antara USD 1 hingga 1,5. Faktor-faktor seperti harga bahan baku, teknologi produksi, tenaga kerja, transportasi, dan permintaan pasar memengaruhi biaya akhir produk.
2. Air minum dalam kemasan apakah kena pajak?
Air minum dalam kemasan tetap dikenakan pajak, namun air bersih dibebaskan dari PPN sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2015.
3. Berapa harga air minum dalam kemasan yang dinaikkan?
Harga air minum dalam kemasan dapat naik karena margin keuntungan mencapai 4000%, dengan sebagian besar biaya berasal dari distribusi produk.


