Pengelolaan biaya penting dalam proses bisnis, terutama dalam menghitung total cost (biaya total). Total keseluruhan biaya yang dikeluarkan biasanya untuk proses produksi dan operasional untuk membantu perusahaan mengoptimalkan profitabilitas dan efisiensi.
Menghitung biaya tetap dan variabel akan memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan strategis dan perencanaan anggaran yang lebih efektif. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam mengenai total cost, termasuk jenis-jenisnya dan bagaimana cara menghitungnya dengan rumus yang akurat.
- Total Cost (TC) mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi dan menjual produk, meliputi biaya tetap, variabel, tenaga kerja, dan overhead pabrik.
- Total cost terdiri dari beberapa jenis, seperti Total Fixed Cost (TFC), Total Variable Cost (TVC), Marginal Cost (MC), dan Direct/Indirect Costs
- Total cost dihitung dengan rumus TC = TFC + TVC, yang menggambarkan biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang atau jasa, meliputi biaya tetap dan variabel.
- Software Akuntansi ScaleOcean membantu perusahaan menghitung total cost (TC) dengan otomatisasi, mengurangi kesalahan manusia, dan memberikan data yang lebih akurat.
1. Apa itu Total Cost (TC)?
Total cost adalah seluruh pengeluaran yang perusahaan keluarkan untuk memproduksi barang atau jasa dalam satu periode. Biaya ini mencakup fixed cost dan variable cost, sehingga bisnis dapat melihat gambaran biaya produksi secara lebih menyeluruh.
Rumus total biaya adalah Total Cost = Total Fixed Cost + Total Variable Cost. Dengan memahami komponen ini, perusahaan lebih mudah menetapkan harga, mengukur efisiensi, serta menilai profitabilitas produk secara tepat.
2. Jenis-Jenis Total Cost
Terdapat tiga jenis biaya total yang digunakan untuk menghitung pengeluaran perusahaan. Masing-masing jenis biaya ini memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis biaya total:
a. Total Fixed Cost (TFC)
Total Fixed Cost (TFC) mencakup biaya tetap yang tidak berubah, meskipun terjadi perubahan dalam volume produksi. Pengeluaran ini biasanya terjadi sekali dalam beberapa periode, dan jumlahnya tetap, seperti biaya sewa gedung, pembelian tanah, dan biaya mesin.
b. Total Variable Cost (TVC)
Berbeda dengan TFC, Total Variable Cost (TVC) berfluktuasi sesuai dengan tingkat produksi perusahaan. TVC meliputi biaya yang tergantung pada jumlah barang yang diproduksi, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan peralatan sekali pakai yang digunakan dalam proses produksi.
Memahami fluktuasi ini penting dalam siklus akuntansi untuk memastikan pencatatan beban produksi tetap akurat serta mendukung proses evaluasi kinerja secara lebih terstruktur pada setiap periode.
c. Marginal Cost (MC)
Biaya ini merupakan biaya tambahan untuk memproduksi satu unit produk. MC dapat dibandingkan dengan average cost untuk menilai efisiensi biaya variabel yang berubah seiring produksi.
d. Direct Costs
Biaya yang langsung terkait dengan produksi barang atau jasa, dapat diidentifikasi secara mudah. Contohnya, biaya bahan baku dan upah tenaga kerja langsung, yang langsung berhubungan dengan output yang dihasilkan oleh perusahaan dalam satu periode produksi.
e. Indirect Costs
Biaya yang tidak langsung berhubungan dengan produksi tetapi mendukung operasional perusahaan secara keseluruhan. Biaya ini meliputi sewa gedung, listrik, dan biaya administrasi yang diperlukan untuk menjaga kelancaran operasi bisnis meskipun tidak berhubungan langsung dengan pembuatan produk.
f. Operating Costs
Seluruh biaya yang diperlukan untuk menjalankan operasi sehari-hari perusahaan, baik biaya langsung maupun tidak langsung. Biaya operasional meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, utilitas, dan biaya lainnya yang mendukung kelancaran produksi dan distribusi produk atau layanan perusahaan.
g. Opportunity Costs
Biaya yang timbul karena memilih satu alternatif daripada alternatif lain yang lebih menguntungkan. Misalnya, perusahaan memilih untuk menginvestasikan dana dalam proyek A, namun kehilangan potensi keuntungan dari proyek B yang mungkin lebih menguntungkan bagi perusahaan.
h. Sunk Costs
Biaya yang telah dikeluarkan dan tidak dapat pulih, seperti riset produk gagal, seharusnya tidak mendikte keputusan bisnis masa depan. Analisis kami terhadap laporan BBC mengenai platform Quibi menunjukkan bahwa suntikan modal miliaran dolar tetap tidak mampu menyelamatkan proyek saat minat pasar sudah hilang.
Berkaca dari kasus tersebut, banyak perusahaan terjebak sunk cost fallacy karena merasa sayang dengan uang yang sudah terlanjur keluar. Padahal, manajemen yang tepat harus berani menghentikan operasional lebih awal demi menyelamatkan sisa aset dan mengalihkan fokus pada lini produk yang lebih potensial.
i. Controllable Costs
Biaya yang masih dapat dikendalikan atau diatur oleh manajemen perusahaan. Contohnya adalah anggaran promosi atau biaya perjalanan, yang dapat disesuaikan atau dikendalikan berdasarkan kebijakan atau keputusan yang diambil oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi biaya.
3. Apa Saja Manfaat Biaya Total (Total Cost)?
Manfaat total cost terlihat dalam kemampuannya membantu bisnis mengukur efisiensi operasional, menetapkan harga jual yang tepat, serta menentukan price point yang sesuai bagi konsumen. Selain itu, biaya total menjadi dasar penting dalam negosiasi rantai pasok, penyusunan target penjualan dan strategi pemasaran. Berikut ini manfaatnya:
- Mengukur Efisiensi Bisnis: Biaya total membantu mengukur efisiensi operasional dengan mengidentifikasi area yang bisa mengurangi biaya dan meningkatkan margin keuntungan.
- Menentukan Harga Jual: Biaya total membantu pebisnis menetapkan harga jual produk dengan mempertimbangkan semua biaya, untuk memastikan keuntungan yang optimal.
- Negosiasi Supply Chain: Biaya total menjadi dasar bagi stakeholder eksternal untuk bernegosiasi terkait biaya dan pengaturan dalam rantai pasokan.
- Menetapkan Price Point untuk Konsumen: Dengan biaya total, pebisnis dapat menentukan price point yang tepat sambil memaksimalkan profit yang dihasilkan.
- Menentukan Target Penjualan dan Marketing: Biaya total memungkinkan pebisnis untuk menghitung jumlah produk yang perlu dijual untuk mencapai profit maksimal dan membuat target sales yang rasional.
- Mengidentifikasi Product Line yang Tidak Menguntungkan: Dengan biaya total, perusahaan dapat mengetahui produk yang tidak menguntungkan dan melakukan perbaikan atau redesign untuk meningkatkan profitabilitas.
Baca juga: Apa itu Cost Control, Manfaat, Tugas, serta Contohnya
4. Cara Menghitung Total Cost
Cara menghitung total cost dimulai dengan memilih product line yang dianalisis. Selanjutnya, jumlahkan seluruh fixed cost dan variable cost. Terakhir, hitung jumlah unit produksi pada periode yang sama agar hasil perhitungan akurat.Proses ini juga membantu perusahaan memahami cost structure secara lebih jelas. Berikut ini penjelasan step-by-step nya dengan lebih lengkap:
a. Pilih Product Line yang Akan Dianalisis
Jika perusahaan menawarkan berbagai produk atau layanan, tentukan terlebih dahulu produk mana yang akan dianalisis. Pastikan untuk menyusun rincian biaya spesifik yang akan dihitung dalam rumus biaya total, agar perhitungan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan bisnis Anda.
b. Hitung Seluruh Fixed Cost
Langkah selanjutnya dalam menghitung biaya total adalah menjumlahkan semua biaya tetap, seperti biaya sewa, gaji tetap, dan asuransi. Biaya tetap ini tidak dipengaruhi oleh fluktuasi volume produksi, sehingga harus dihitung secara terpisah untuk memperoleh hasil yang akurat.
c. Hitung Seluruh Variable Cost
Variable cost mencakup biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produk yang diproduksi, seperti bahan baku dan biaya tenaga kerja. Hitunglah biaya ini selama periode tertentu untuk mendapatkan total variable cost, yang penting untuk memahami pengaruh volume produksi terhadap biaya.
d. Hitung Jumlah Unit yang Diproduksi
Jumlah unit yang diproduksi harus dihitung dengan cermat karena biaya total dihitung per unit. Pastikan periode yang digunakan untuk menghitung jumlah unit sejalan dengan periode perhitungan biaya tetap dan variabel untuk memastikan konsistensi dan akurasi perhitungan biaya total.
5. Rumus Total Cost (TC)
Rumus Total Cost (TC) adalah TC = Biaya Tetap Total (TFC) + Biaya Variabel Total (TVC). TC menunjukkan total biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang atau jasa. Untuk lebih detailnya, berikut rumus cara menghitung biaya total:
TC = TFC + TVC
Keterangan:
- TC: Total Cost (Biaya Total).
- TFC: Total Fixed Cost (Biaya Tetap Total), yaitu biaya yang tetap meskipun jumlah produksi berubah.
- TVC: Total Variable Cost (Biaya Variabel Total), yaitu biaya yang berfluktuasi sesuai jumlah produksi.
TFC atau biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh volume produksi, TVC atau biaya variabel total adalah biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi, sedangkan biaya marginal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit tambahan barang.
Melakukan perhitungan Total Cost (TC) sangat penting bagi perusahaan, karena hal ini memberikan gambaran yang jelas tentang pengeluaran yang diperlukan untuk produksi. Selain itu, perusahaan dapat mengidentifikasi cara efektif untuk meningkatkan efisiensi, baik dengan mengurangi biaya atau meningkatkan produktivitas.
Selain itu, penggunaan software management expense terbaik dapat menjadi solusi efektif untuk membantu perusahaan dalam mempermudah perhitungan biaya total dengan fitur otomatisasi yang meminimalkan human error. Dengan data yang lebih akurat, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat.


6. Contoh Perhitungan Total CostÂ
Perhitungan biaya total ini akan kita uraikan dengan contoh skenario perusahaan manufaktur di Indonesia PT. Sejahtera Abadi yang memproduksi alat-alat perkakas. Perusahaan ini memiliki total biaya tetap dari sewa gudang, gaji staff administrasi, dan depresiasi mesin sejumlah Rp8.000.000.
Selain itu, perusahaan juga telah menghitung biaya variabel total dari biaya per-unit dan jumlah barang yang diproduksi yaitu sejumlah Rp1.000.000.000. Serta biaya marginal dari tambahan 100 unit produk adalah sejumlah Rp12.000.000.
Dari informasi di atas, kita dapat menghitungnya menggunakan biaya total rumus tepat yang telah kita uraikan sebelumnya. Berikut perhitungannya:
TC = Rp8.000.000 + Rp1.000.000.000 + Rp12.000.000
= Rp1.092.000.000
Dari perhitungan total biaya ini, dapat diketahui bahwa total biaya yang telah dikeluarkan perusahaan untuk produksi adalah sejumlah Rp1.092.000.000. Melalui perhitungan ini, akan mudah bagi Anda untuk menargetkan area yang memerlukan perbaikan, dan mengidentifikasi peluang penghematan biaya.
Untuk mendalami rincian biaya, cost center software ERP accounting dapat membantu memisahkan dan mengelola biaya pada setiap pusat biaya, memungkinkan identifikasi area yang bisa dioptimalkan untuk penghematan lebih lanjut.
Baca juga: Panduan Balance Akuntansi untuk Kelancaran Operasional Bisnis Anda
7. Kesimpulan
Total Cost (TC) adalah gambaran seluruh biaya yang perusahaan keluarkan untuk memproduksi dan menjual produk. Dengan memahami TC, perusahaan dapat mengelola biaya lebih efisien, mengambil keputusan strategis, dan menjaga profitabilitas.
Selain itu, pemahaman biaya tetap, variabel, dan marginal membantu perusahaan menyusun anggaran dengan lebih tepat. Informasi ini juga memudahkan penetapan harga jual serta evaluasi efisiensi operasional.
Untuk mendukung proses tersebut, Software Akuntansi ScaleOcean membantu perusahaan mengelola keuangan secara lebih akurat dan terintegrasi. Sistem ini mempercepat pelaporan, mengotomatiskan proses akuntansi, dan dapat Anda coba melalui demo gratis.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan total cost?
Total cost adalah jumlah keseluruhan dari pengeluaran tetap (fixed cost) dan variabel (variable cost) yang dikeluarkan perusahaan. Biaya ini dihitung per unit yang dijual dan dikalikan dengan jumlah unit yang diproduksi untuk menentukan total biaya yang dikeluarkan.
2. Apa rumus TC?
Rumus Total Cost (TC) adalah TC = TFC + TVC, di mana TFC adalah Total Fixed Cost (biaya tetap) dan TVC adalah Total Variable Cost (biaya variabel). Alternatifnya, bisa dihitung dengan rumus TC = (AFC + AVC) x Q, dengan AFC adalah Biaya Tetap Rata-rata, AVC adalah Biaya Variabel Rata-rata, dan Q adalah jumlah unit yang diproduksi.
3. Apakah MC dan TC sama?
Marginal Cost (MC) tidak sama dengan Total Cost (TC). MC adalah biaya tambahan untuk memproduksi satu unit barang atau jasa tambahan, sedangkan TC adalah total keseluruhan biaya yang dikeluarkan, termasuk biaya tetap dan variabel. MC lebih fokus pada perubahan biaya per unit, sedangkan TC mencakup total biaya.




