Pick to light menjadi solusi efektif untuk mengurangi kesalahan pengambilan barang di gudang dengan ribuan SKU dan kemasan mirip. Tanpa sistem visual yang jelas, staf sering salah ambil varian karena hanya mengandalkan kode kecil atau scanner. Akibatnya, retur dan komplain pelanggan meningkat. Selain itu, biaya reverse logistics turut membebani operasional secara signifikan.
Masalah ini muncul karena proses masih bergantung pada pembacaan manual dan fokus tinggi, terutama saat operator lelah atau terburu-buru. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan sistem yang lebih presisi dan mampu meminimalkan human error. Dengan kata lain, gudang modern memerlukan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis visual.
Pick to light menggunakan lampu indikator untuk menunjukkan lokasi dan jumlah barang yang harus diambil secara real-time. Operator cukup mengikuti cahaya yang menyala sehingga proses lebih cepat dan akurat. Artikel ini membahas cara kerja, manfaat, dan dampaknya terhadap peningkatan akurasi picking.
- Pick to light adalah sistem pemenuhan pesanan gudang berbasis LED dan layar numerik yang memandu pengambilan barang secara cepat dan akurat tanpa kertas.
- Komponen utama sistem PTL meliputi modul lamp, tampilan digital, tombol konfirmasi, barcode scanner, dan integrasi WMS.
- Perbedaan Pick to Light System dan Put to Light System terletak pada fungsinya, PTL untuk pengambilan barang, sementara Put to Light untuk pengorganisasian barang dalam kontainer.
- Software warehouse ScaleOcean mendukung integrasi sistem pick to light dalam pengelolaan gudang multi-lokasi secara terintegrasi dan real-time.
1. Apa Itu Pick to Light System?
Pick to light adalah sistem pemenuhan pesanan gudang yang menggunakan indikator LED dan layar numerik pada rak penyimpanan untuk memandu petugas dalam mengambil barang. Teknologi ini memastikan pengambilan barang dilakukan secara akurat, tanpa menggunakan kertas.
Dengan integrasi WMS (Warehouse Management System), sistem ini meningkatkan kecepatan dan efisiensi tenaga kerja. Petugas dapat menyelesaikan hingga 300-500 baris per jam, mengoptimalkan operasional dan mengurangi kesalahan dalam proses pengambilan barang.
2. Komponen Utama dalam Sistem PTL
Dalam sistem pick to light, beberapa komponen utama bekerja bersama untuk memastikan proses pengambilan barang berjalan lancar dan efisien. Berikut adalah komponen-komponen yang memegang peran penting dalam mendukung sistem ini:
a. Modul Lamp
Modul lamp berfungsi sebagai indikator visual utama dalam sistem PTL. Lampu LED pada modul ini akan menyala sebagai petunjuk bagi petugas untuk mengambil barang dari rak yang tepat, sehingga identifikasi lokasi dan produk menjadi lebih cepat.
Dengan demikian, lampu yang menyala memberikan arahan secara jelas dan presisi, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan dalam pengambilan barang. Selain itu, sistem ini mempercepat proses pemenuhan pesanan karena petugas dapat langsung menuju lokasi yang ditunjukkan tanpa kebingungan.
b. Tampilan Digital
Tampilan digital digunakan untuk menunjukkan informasi terkait pesanan yang harus dipenuhi. Melalui layar numerik, petugas dapat melihat jumlah barang yang harus diambil serta rincian lainnya, seperti kode produk atau lokasi penyimpanan.
Dilansir oleh Deloitte, transformasi digital dalam rantai pasok saat ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi untuk memitigasi biaya logistik dan pemenuhan pesanan (fulfillment) yang terus meningkat.
Layar ini memungkinkan petugas bekerja lebih efisien karena informasi tersaji secara instan, sehingga kesalahan dalam pengambilan jumlah barang dapat diminimalisir dan akurasi inventaris tetap terjaga.
c. Tombol Konfirmasi
Tombol konfirmasi berfungsi untuk memastikan bahwa barang yang diambil sudah sesuai dengan yang tertera pada sistem. Setelah petugas mengambil barang, mereka menekan tombol ini untuk mengonfirmasi bahwa pengambilan telah selesai dengan benar.
Penggunaan tombol konfirmasi ini meningkatkan keakuratan dan mengurangi risiko kesalahan. Petugas dapat langsung melanjutkan ke langkah berikutnya tanpa kebingungan, mempercepat keseluruhan proses.
d. Barcode Scanner
Barcode scanner digunakan untuk memindai kode batang produk, memastikan bahwa barang yang diambil sesuai dengan informasi yang tertera. Dengan teknologi ini, proses identifikasi barang menjadi lebih cepat dan akurat.
Scanner ini juga terintegrasi dengan sistem PTL untuk memastikan bahwa barang yang dipilih benar-benar sesuai dengan pesanan. Proses pemindaian barang secara otomatis mempercepat alur kerja dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusia.
e. Integrasi dengan WMS (Warehouse Management System)
Integrasi sistem PTL dengan WMS sangat penting untuk kelancaran operasional gudang. WMS mengatur data inventaris dan mengarahkan sistem PTL untuk memberikan petunjuk yang tepat mengenai lokasi dan jumlah barang yang harus diambil. Integrasi WMS memastikan bahwa sistem PTL dapat bekerja secara sinergis dengan data inventaris yang ada.
Dengan integrasi ini, seluruh proses pemenuhan pesanan menjadi lebih terkoordinasi dan terkelola dengan baik. Data yang tersinkronisasi antara kedua sistem memungkinkan pengambilan barang yang lebih efisien dan mengurangi waktu tunggu.
3. Bagaimana Proses Kerja Pick-to-Light System?
Proses kerja sistem pick to light dirancang untuk memudahkan dan mempercepat pengambilan barang di gudang. Sistem ini memastikan bahwa setiap langkah dilakukan dengan efisiensi dan akurasi, mulai dari pemindaian pesanan hingga penyelesaian pesanan. Berikut adalah tahapan utama dalam proses kerjanya:
a. Pemindaian Pesanan
Langkah pertama dalam proses PTL adalah pemindaian pesanan menggunakan barcode scanner. Petugas memindai kode batang yang tertera pada pesanan untuk mengidentifikasi barang yang perlu diambil. Pada tahap ini, penerapan zone picking juga dapat dilakukan, di mana setiap zona di gudang ditugaskan untuk mengambil barang tertentu.
Setelah pemindaian, sistem akan mengarahkan petugas ke lokasi barang yang tepat di rak, dengan modul lamp menyala untuk memandu mereka. Ini memastikan bahwa barang yang diambil adalah yang sesuai dengan pesanan, mempercepat dan meningkatkan akurasi pengambilan barang.
b. Panduan Visual
Setelah pesanan dipindai, panduan visual seperti lampu LED akan menyala untuk menunjukkan lokasi barang yang harus diambil. Selanjutnya, petugas cukup melihat lampu di rak penyimpanan untuk mengidentifikasi produk yang dimaksud.
Dengan adanya panduan visual ini, efisiensi pengambilan barang meningkat karena petugas tidak perlu lagi mencari lokasi secara manual. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk menemukan barang menjadi jauh lebih singkat.
c. Pengambilan Item
Setelah lokasi barang ditunjukkan, petugas mengambil item yang sesuai dengan jumlah yang tertera pada sistem. Setiap produk akan dipilih sesuai instruksi yang muncul di layar digital dan panduan lampu. Proses picking ini memastikan bahwa barang yang diambil sesuai dengan pesanan yang diterima.
Proses ini mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan barang karena semua petunjuk sudah ditentukan sebelumnya. Petugas dapat mengambil barang dengan lebih cepat dan tepat, meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
d. Konfirmasi
Setelah barang diambil, petugas harus menekan tombol konfirmasi untuk memastikan bahwa barang yang diambil sudah sesuai dengan pesanan. Tombol ini memberi sinyal bahwa tahap pengambilan telah selesai.
Konfirmasi ini sangat penting untuk menjaga akurasi data dalam sistem. Dengan tombol ini, proses pengambilan barang dapat dipastikan benar, mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pemenuhan pesanan.
e. Penyelesaian Pesanan
Setelah konfirmasi, pesanan dianggap selesai dan siap untuk diproses lebih lanjut, seperti pengemasan atau pengiriman. Sistem akan memperbarui status pesanan secara otomatis, memastikan seluruh proses tercatat dengan akurat.
Proses penyelesaian ini memastikan bahwa pesanan dapat segera diteruskan ke tahap berikutnya tanpa penundaan. Dengan sistem PTL yang terintegrasi, pengelolaan pesanan menjadi lebih terorganisir dan efisien.
Baca juga: 5 Teknologi IoT Paling Efektif untuk Manajemen Gudang Modern
4. Apa Saja Keuntungan Pick-to-Light System?
Sistem Pick to Light (PTL) menawarkan berbagai keuntungan yang dapat meningkatkan kinerja operasional gudang secara signifikan. Keuntungan-keuntungan ini mencakup peningkatan akurasi, efisiensi, serta pengurangan biaya, menjadikan PTL sebagai solusi ideal untuk sistem pemenuhan pesanan yang lebih efektif. Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang dapat diperoleh dari implementasi PTL:
a. Meningkatkan Akurasi
Salah satu keuntungan utama sistem PTL adalah peningkatan akurasi dalam pengambilan barang. Melalui panduan visual yang jelas, petugas dapat memastikan bahwa barang yang diambil benar-benar sesuai dengan pesanan yang diterima.
Dengan begitu, kemungkinan kesalahan manusia dalam pemilihan barang dapat ditekan dan kepuasan pelanggan tetap terjaga. Tidak hanya itu, meningkatnya akurasi juga membantu perusahaan mengurangi tingkat retur barang. Pada akhirnya, efisiensi operasional pun ikut meningkat secara keseluruhan.
b. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Sistem PTL dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di gudang. Dengan panduan visual dan pengurangan waktu yang diperlukan untuk mencari barang, petugas dapat menyelesaikan lebih banyak pesanan dalam waktu yang lebih singkat. Penggunaan warehouse control system semakin memperkuat efisiensi ini dengan mengatur alur kerja yang lebih terstruktur.
Dengan adanya peningkatan kecepatan dalam proses pemenuhan pesanan, produktivitas gudang pun meningkat. Hal ini juga berdampak positif pada kecepatan pengiriman barang ke pelanggan, yang memperbaiki kepuasan pelanggan secara keseluruhan.
c. Pengurangan Biaya Tenaga Kerja dan Pelatihan
Dengan sistem PTL, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja yang berpengalaman dan meminimalkan biaya pelatihan. Sistem ini memungkinkan petugas baru untuk bekerja lebih cepat, karena mereka hanya perlu mengikuti petunjuk visual yang jelas.
Pengurangan dalam waktu pelatihan ini menghemat biaya yang dikeluarkan untuk mengajarkan prosedur manual. Selain itu, proses yang lebih otomatis mengurangi kebutuhan tenaga kerja yang berlebihan, terutama dalam tugas picker gudang, sehingga perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien.
d. Operasional Tanpa Kertas (Paperless System)
Keuntungan lain dari sistem PTL adalah penerapan sistem tanpa kertas (paperless system). Semua informasi terkait pesanan, lokasi barang, dan jumlah yang harus diambil ditampilkan secara digital, menghilangkan kebutuhan akan dokumen fisik.
Penerapan sistem paperless ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan yang disebabkan oleh dokumen yang hilang atau rusak. Proses yang lebih bersih dan terorganisir juga meningkatkan transparansi dalam operasional gudang.
e. Integrasi Sistem Manajemen Inventaris Real-time
Sistem PTL terintegrasi dengan sistem manajemen inventaris yang memperbarui data secara real-time. Setiap kali barang diambil, informasi stok langsung diperbarui secara otomatis, sehingga perusahaan mendapatkan gambaran yang akurat tentang ketersediaan barang.
Dengan integrasi ini, perusahaan dapat melacak inventaris secara lebih efisien dan meminimalkan kesalahan dalam pemantauan stok. Selain itu, data yang diperbarui secara langsung membantu manajemen mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pengadaan dan pemenuhan pesanan. Pada akhirnya, kontrol persediaan menjadi lebih transparan dan terukur.
f. Skalabilitas Bisnis dan Fleksibilitas
Sistem PTL memberikan fleksibilitas dan skalabilitas yang dibutuhkan perusahaan saat bisnis mulai berkembang. Seiring meningkatnya volume pesanan, sistem ini dapat dengan mudah diadaptasi untuk menangani kapasitas yang lebih besar maupun penambahan lokasi gudang baru. Selain itu, perusahaan dapat memperluas operasional tanpa harus mengubah struktur kerja secara menyeluruh.
Dengan demikian, fleksibilitas ini memungkinkan bisnis meningkatkan kapasitas operasional secara bertahap dan terkontrol. Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat merespons perubahan permintaan pasar dengan lebih cepat dan strategis. Pada akhirnya, PTL membantu perusahaan tumbuh secara berkelanjutan tanpa perlu melakukan investasi infrastruktur besar yang berisiko.
5. Apa Perbedaan Pick to Light System dan Put to Light System?
Pick to light system digunakan dalam proses pengambilan barang dari rak penyimpanan untuk memenuhi pesanan pelanggan. Sistem ini menyalakan lampu LED di rak yang menunjukkan barang yang harus diambil oleh petugas, meningkatkan akurasi dan kecepatan pengambilan.
Sementara itu, Put-to-Light digunakan untuk mendistribusikan barang yang telah dipilih ke dalam kontainer yang sesuai. Lampu LED pada kontainer memberikan petunjuk kepada petugas tentang tempat barang tersebut harus diletakkan, mempermudah proses pengemasan dan pengiriman.
Dengan demikian, PTL berfokus pada pengambilan barang, sedangkan Put-to-Light memfasilitasi pengorganisasian barang dalam kontainer pesanan. Kedua sistem ini bekerja bersama untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pemenuhan pesanan di gudang.
6. Pertimbangan Sebelum Mengadopsi Sistem Pick to Light
Sebelum mengadopsi sistem pick to light sensor, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan untuk memastikan implementasi yang sukses. Faktor-faktor ini mencakup kesiapan operasional gudang dan biaya yang terkait dengan perangkat keras serta pemeliharaan sistem. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan:
a. Skalabilitas Operasional untuk Gudang Multi-Lokasi
Sistem PTL perlu mempertimbangkan kemampuan untuk mendukung operasi gudang dengan banyak lokasi. Skalabilitas sangat penting agar sistem dapat berfungsi dengan baik di seluruh gudang, terlepas dari ukurannya atau jumlah lokasi yang dikelola.
Untuk mendukung skalabilitas operasional gudang multi-lokasi, penggunaan software warehouse ScaleOcean sangatlah efektif. Dengan mengintegrasikan semua lokasi dalam satu sistem, software ini memudahkan pengelolaan stok dan pengiriman secara real-time, memastikan semua data tetap sinkron. Hal ini akan mengurangi kerumitan dalam mengelola alur kerja di berbagai lokasi yang terpisah.
Selain itu, ScaleOcean menawarkan demo gratis bagi Anda yang ingin mencoba langsung kemudahan dan efisiensi sistem ini. Dengan mencoba demo tersebut, Anda bisa melihat bagaimana ScaleOcean warehouse software dapat mengoptimalkan operasional gudang dan meningkatkan produktivitas. Dengan integrasi yang baik, Anda dapat mengelola berbagai lokasi dengan lebih lancar dan tanpa hambatan.
b. Biaya Pemeliharaan Perangkat Keras Modul Lampu
Sistem PTL melibatkan perangkat keras seperti modul lampu yang membutuhkan pemeliharaan rutin. Sebelum mengadopsi sistem ini, perusahaan harus mempertimbangkan biaya pemeliharaan perangkat keras dan kemungkinan perbaikan yang diperlukan seiring waktu.
Perusahaan harus memastikan bahwa anggaran mereka dapat menangani biaya pemeliharaan perangkat keras yang berkelanjutan. Dengan pemeliharaan yang tepat, sistem PTL dapat tetap berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi operasional gudang.
Kesimpulan
Pick to light adalah solusi efektif untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi proses picking di gudang. Dengan indikator visual seperti lampu LED, sistem ini membantu petugas bekerja lebih cepat dan meminimalkan kesalahan, mempercepat proses pengambilan barang.
Software warehouse ScaleOcean mempermudah pengelolaan operasional gudang multi-lokasi secara real-time. Sistem ini menyinkronkan stok dan pengiriman tanpa hambatan, serta menyederhanakan alur kerja antar lokasi untuk meningkatkan efisiensi.
Untuk lebih memahami manfaatnya, ScaleOcean menawarkan demo gratis yang memungkinkan perusahaan mencoba langsung solusi ini, meningkatkan produktivitas dan efisiensi gudang secara optimal.
FAQ:
1. Bagaimana cara kerja Pick-to-Light?
Sistem Pick-to-Light terintegrasi dengan WMS atau ERP. Operator memindai barcode, lampu LED menandakan lokasi barang, dan tampilan digital menunjukkan jumlah item. Setelah pengambilan, operator mengonfirmasi, dan inventaris diperbarui secara real-time hingga pesanan selesai.
2. Apa saja manfaat Pick-to-Light?
Manfaat Pick-to-Light termasuk peningkatan akurasi hingga 99,5%, peningkatan produktivitas dengan pengurangan waktu pencarian barang, penghematan biaya tenaga kerja dan pelatihan, proses tanpa kertas, serta visibilitas inventaris real-time yang akurat.
3. Apa itu konsep pick to light?
Pick-to-Light adalah sistem pengambilan barang yang menggunakan sinyal cahaya dan tampilan digital untuk menunjukkan lokasi dan jumlah barang yang harus diambil, mengurangi waktu pencarian, mencegah kesalahan, dan mempercepat proses pengambilan.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us


