Arti Ready Stock, Kelebihan, serta Bedanya dengan Pre Order

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Model ready stock adalah sistem penyimpanan barang yang sudah tersedia di gudang dan siap untuk langsung dikirim ke pelanggan. Dengan model ini, perusahaan dapat memastikan bahwa produk yang dipesan bisa segera diproses. Hal ini menjadi pilihan ideal dalam memenuhi kebutuhan konsumen dengan cepat dan efisien.

Namun, meski menawarkan kecepatan pengiriman, model ini juga menghadapi tantangan seperti pengelolaan stok yang tidak efisien dan risiko kelebihan barang. Tanpa strategi yang tepat, perusahaan bisa mengalami pemborosan ruang gudang dan biaya penyimpanan yang tinggi.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai apa itu ready stock, kelebihan dan kekurangannya, contoh penerapannya, serta perbedaannya dengan sistem pre-order. Pembahasan ini akan membantu Anda memahami bagaimana memanfaatkan model ready stock dalam bisnis Anda secara efektif.

starsKey Takeaways
  • Ready stock adalah produk yang sudah tersedia di gudang dan siap dikirim langsung ke pelanggan, memastikan pengiriman lebih cepat tanpa perlu menunggu produksi atau pengadaan lebih lanjut.
  • Kelebihan ready stock meliputi pengiriman yang lebih cepat, kemudahan akses bagi pelanggan, pengurangan risiko kehabisan stok, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
  • Kekurangan ready stock mencakup biaya penyimpanan yang tinggi, risiko produk tidak laku, pengelolaan stok yang lebih rumit, serta risiko penurunan nilai barang seiring waktu.
  • Software Inventory ScaleOcean membantu perusahaan mengelola stok ready stock secara efisien, dengan fitur real-time inventory tracking untuk mengelola dan mengatur pengiriman barang.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Ready Stock?

Ready stock adalah kondisi barang yang sudah tersedia secara fisik di gudang atau toko dan siap untuk dikirim langsung ke pembeli setelah transaksi berhasil. Dengan kata lain, produk tersebut tidak memerlukan proses produksi atau pengadaan lebih lanjut, sehingga dapat segera dikirim dalam waktu singkat.

Istilah “ready stock” sering digunakan dalam belanja online untuk menunjukkan kecepatan pengiriman, karena barang yang ada dalam status ini bisa langsung diproses dan dikirim begitu pembeli melakukan pembayaran.

Berbeda dengan sistem Pre-Order (PO), yang memerlukan waktu tunggu lebih lama karena produk masih dalam proses pengadaan atau produksi. Dilansir dari jurnal nasional UMP, ditemukan bahwa ready stock barang dicatat memiliki skor sebesar 40% sebagai salah satu indikator penting yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

2. Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan dari Ready Stock?

Kelebihan dan Kekurangan dari Ready Stock

Ready stock memiliki beberapa keuntungan yang membuatnya menjadi pilihan utama bagi banyak pembeli dan penjual, terutama dalam sistem belanja online. Meskipun menawarkan banyak kemudahan, sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya sebagai metode pengelolaan inventaris.

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem ready stock:

a. Kelebihan Ready Stock

Ready stock menawarkan keunggulan berupa pengiriman yang lebih cepat, kemudahan akses bagi pelanggan, serta minim risiko stok kosong. Berikut ini penjelasan mengenai kelebihan dari model sistem ini:

  • Pengiriman yang Lebih Cepat: Barang yang tersedia langsung di gudang memungkinkan pengiriman dilakukan segera setelah transaksi selesai.
  • Kemudahan Akses: Pembeli dapat langsung membeli barang yang mereka inginkan tanpa perlu menunggu waktu tunggu yang lama.
  • Pengurangan Risiko Stok Kosong: Dengan barang yang tersedia langsung, risiko kehabisan stok yang disebabkan oleh proses produksi atau pengadaan dapat diminimalkan.
  • Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan: Pelanggan lebih cenderung membeli produk yang statusnya ready stock karena mereka tahu produk tersebut siap dikirim tanpa keterlambatan.
  • Fleksibilitas Penjualan: Dengan sistem ini, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih dalam melakukan penjualan, baik secara langsung, online, atau melalui mitra distribusi, karena stok yang siap dipasarkan.
  • Perkiraan Keuntungan yang Lebih Akurat: Dengan data stok yang tersedia secara real-time, perusahaan dapat melakukan estimasi keuntungan yang lebih tepat sekaligus menghitung margin keuntungan dengan lebih baik.
  • Menghindari Kehilangan Penjualan: Dengan ready stock, perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan secara langsung tanpa risiko kehilangan penjualan karena keterbatasan stok.

b. Kekurangan Ready Stock

Ready stock memiliki kekurangan berupa biaya penyimpanan yang tinggi, risiko produk tidak laku hingga deadstock, pengelolaan stok yang lebih kompleks, keterbatasan varian produk, serta potensi penurunan nilai barang akibat tren, usia simpan, atau perubahan permintaan pasar. Berikut penjelasannya:

  • Biaya Penyimpanan: Menyimpan stok barang yang banyak di gudang memerlukan biaya lebih tinggi untuk ruang penyimpanan, perawatan, dan pengelolaan inventaris.
  • Resiko Produk Tidak Laku: Barang yang disimpan dalam jumlah besar dapat menyebabkan produk yang tidak laku menumpuk, yang berpotensi menyebabkan kerugian dan deadstock.
  • Pengelolaan Stok Lebih Rumit: Diperlukan pengelolaan yang ketat untuk memastikan stok yang tersedia sesuai dengan permintaan. Kesalahan dalam manajemen stok bisa menyebabkan kehabisan barang atau overstock.
  • Keterbatasan Varian Produk: Ready stock biasanya terbatas pada produk-produk yang sudah tersedia, sehingga pilihan varian atau model produk bisa terbatas.
  • Risiko Penurunan Nilai Barang: Barang yang disimpan dalam metode ini rentan terhadap penurunan nilai seiring waktu, terutama produk yang memiliki masa pakai terbatas, produk mode, atau produk yang dipengaruhi tren pasar.

3. Perbedaan Pre-Order dan Ready Stock

Perbedaan pre-order dan ready stock terletak pada ketersediaan dan waktu pengiriman, di mana pre-order dilakukan sebelum barang tersedia sehingga pengiriman menunggu jadwal tertentu dan berisiko keterlambatan.

Sedangkan ready stock sudah tersedia fisik sehingga dapat langsung dikirim, dengan penyesuaian stok dilakukan sebelum penjualan dan risiko ketiadaan barang lebih rendah. Berikut adalah perbedaan antara pre-order dan ready stock yang sering digunakan dalam pengelolaan distribusi dan penjualan produk:

  • Pengertian Pre-order: Pre-order adalah pembelian produk sebelum produk tersebut tersedia fisik di pasaran. Pembeli melakukan pemesanan terlebih dahulu dan menunggu produk yang dipesan tersedia untuk dikirimkan.
  • Definisi Ready Stock: Ready stock adalah produk yang sudah tersedia fisik dalam stok dan siap dijual atau dikirimkan kepada pelanggan. Produk ini bisa langsung diambil atau dikirim setelah transaksi selesai.
  • Waktu Pengiriman: Pada pre-order, waktu pengiriman tergantung pada tanggal atau jadwal yang ditentukan oleh penjual, yang biasanya setelah produk tersedia. Sedangkan pada ready stock, produk dapat dikirim atau diambil dengan segera setelah pembelian.
  • Risiko Ketiadaan Produk: Pada pre-order, ada risiko ketiadaan produk yang dipesan atau keterlambatan produksi atau pengiriman. Sementara pada ready stock, risiko ketiadaan produk minimal karena produk sudah tersedia dan siap dikirimkan.
  • Penyesuaian Persediaan: Pada pre-order, produksi atau persediaan disesuaikan berdasarkan permintaan pelanggan. Di sisi lain, ready stock memiliki persediaan yang sudah disiapkan sebelumnya, dan penyesuaian permintaan dilakukan dengan mengatur jumlah stok yang tersedia.
  • Pilihan Produk: Pre-order memberikan peluang untuk memesan produk yang belum diluncurkan atau memiliki ketersediaan terbatas. Sedangkan ready stock menawarkan pilihan langsung dari produk yang sudah tersedia dalam stok, memberikan kepastian bahwa produk siap untuk segera diproses.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai perbedaan antara pre-order dan ready stock, berikut ini adalah tabel perbandingannya yang menggambarkan perbedaan secara jelas dan terstruktur.

Aspek Perbedaan Pre-order Ready Stock
Ketersediaan Produk Pembelian sebelum produk tersedia secara fisik di pasaran. Produk sudah ada di stok dan siap dikirim atau dijual langsung.
Waktu Pengiriman Pengiriman setelah produk tersedia dan siap dikirim. Produk dapat dikirim langsung setelah transaksi selesai.
Risiko Ketiadaan Produk Risiko keterlambatan atau ketiadaan produk jika pasokan terganggu. Risiko minimal karena produk sudah tersedia di stok.
Penyesuaian Persediaan Persediaan disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Persediaan sudah disiapkan berdasarkan perkiraan kebutuhan.
Pilihan Produk Memesan produk yang belum diluncurkan atau terbatas. Menawarkan produk yang sudah tersedia di stok untuk segera diproses.

4. Contoh Penggunaan Ready Stock

Contoh Penggunaan Ready Stock

Ready stock digunakan di e-commerce untuk menandai produk yang sudah tersedia di gudang lokal sehingga pengiriman lebih cepat, pada barang impor untuk stok yang siap dikirim setelah tiba di gudang tujuan, serta di sektor properti untuk unit yang sudah selesai dibangun dan siap langsung dihuni. Berikut penjelasan selengkapnya:

a. E-commerce

Dalam e-commerce, label “ready stock” yang tertera pada produk di platform seperti Shopee atau Tokopedia menunjukkan bahwa barang tersebut sudah tersedia di gudang lokal penjual. Pembeli dapat menerima pengiriman dengan cepat setelah transaksi diselesaikan, tanpa perlu menunggu barang diproduksi atau diimpor.

b. Barang Impor

Pada produk impor, label “Ready Stock JPN” artinya barang tersebut tersedia di Jepang, namun membutuhkan beberapa hari untuk tiba di gudang lokal sebelum akhirnya dikirimkan ke konsumen. Proses ini memastikan barang tersedia untuk dikirim dengan lebih cepat setelah tiba di gudang lokal.

c. Properti

Untuk properti, istilah “ready stock” mengacu pada rumah yang sudah selesai dibangun dan siap untuk dihuni. Pembeli tidak perlu menunggu proses pembangunan lebih lanjut, karena rumah tersebut telah siap untuk dipasarkan dan langsung dapat dihuni setelah transaksi selesai.

Jika Anda mencari solusi untuk mempermudah pengelolaan stock, ScaleOcean Inventory Software dapat membantu memantau persediaan secara real-time dan mengoptimalkan alur pengiriman. Dengan sistem terintegrasi, Software ini memastikan proses distribusi yang lebih efisien dan meminimalkan kesalahan dalam pengelolaan stok.

Warehouse

5. Kesimpulan

Ready stock adalah sistem penyimpanan barang yang sudah tersedia di gudang dan siap dikirim segera setelah transaksi selesai. Sistem ini memungkinkan pengiriman cepat dan efisien, memenuhi permintaan pelanggan dengan segera, serta meningkatkan kepercayaan konsumen karena barang dapat diterima tanpa keterlambatan.

Namun, meskipun menawarkan kemudahan, barang ready stock juga memiliki tantangan tersendiri. Biaya penyimpanan yang tinggi dan risiko kelebihan stok bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan yang efisien sangat diperlukan untuk menghindari pemborosan dan mengoptimalkan ruang gudang.

Untuk mengelola stok secara efektif dan meminimalkan risiko, penggunaan software manajemen inventaris seperti ScaleOcean bisa membantu. Dengan fitur otomatisasi dan pemantauan real-time, Anda dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan pengelolaan stok yang lebih akurat. Coba demo gratis ScaleOcean sekarang untuk mengetahui lebih lanjut!

FAQ:

1. Apa arti dari ready stock?

Ready stock merujuk pada produk yang sudah tersedia di gudang atau toko dan siap untuk segera dikirim ke pelanggan. Produk ini bisa langsung dibeli dan dikirimkan, baik melalui marketplace, website, atau e-commerce tanpa menunggu proses produksi atau restock.

2. Perbedaan Pre Order dan Ready Stock?

Pre-order adalah sistem pemesanan di mana pelanggan membeli produk yang belum tersedia di pasar dan akan diproduksi atau dikirim setelah pesanan diterima. Sementara itu, ready stock berarti produk sudah tersedia di stok dan siap untuk dikirim segera setelah pemesanan dilakukan.

3. Keuntungan ready stock?

Keuntungan ready stock mencakup waktu tunggu pelanggan sangat pendek, peningkatan efisiensi produksi karena volume stabil, serta pengelolaan persediaan lebih terencana.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap