Dalam industri perhotelan, pemahaman yang mendalam tentang berbagai istilah dalam perhotelan yang digunakan sangat krusial untuk mengelola operasional dengan lancar. Istilah-istilah seperti check-in time, fully booked, atau back office dapat mempengaruhi kualitas layanan dan pengalaman tamu.
Tanpa pemahaman yang jelas, bisnis perhotelan bisa menghadapi berbagai tantangan. Namun, banyak pengelola hotel, terutama yang baru mulai, yang kesulitan dalam memahami dan menerapkan istilah-istilah tersebut secara efektif.
Hal ini bisa menyebabkan kebingungannya proses operasional, pelayanan yang kurang optimal, hingga ketidakpuasan tamu. Keterbatasan ini seringkali berdampak pada pendapatan dan reputasi hotel.
Artikel ini akan membahas berbagai istilah dalam perhotelan yang harus dipahami oleh setiap profesional di industri ini. Mulai dari istilah terkait pengelolaan kamar seperti “rate plan” hingga “room rate,” kami akan mengupas setiap elemen penting yang berperan dalam kesuksesan operasional hotel.
- Room types adalah tipe kamar, seperti single, double, atau twin bed, meningkatkan kenyamanan tamu dengan menyesuaikan kebutuhan mereka.
- Front desk berinteraksi langsung dengan tamu, sementara back office mendukung kelancaran operasional dari belakang layar.
- Room service dan amenities yaitu memberikan kenyamanan ekstra melalui layanan room service dan berbagai amenities membantu meningkatkan kepuasan tamu.
- Dengan sistem ERP seperti ScaleOcean, hotel dapat mengotomatisasi proses operasional dan meningkatkan efisiensi, dari check-in/check-out hingga manajemen kamar.
1. Booking/Reservation
Booking adalah proses pemesanan kamar pada tanggal yang diinginkan. Hal ini memberikan jaminan ketersediaan kamar, memungkinkan hotel mengelola tingkat okupansi dengan lebih efektif, dan memberikan informasi penting untuk perencanaan operasional dan pendapatan hotel.
Pemesanan kamar juga memberikan hotel kesempatan untuk mengetahui kebutuhan khusus tamu dan merencanakan pelayanan yang sesuai. Melalui sistem reservasi hotel, pemesanan dapat dikelola secara efisien, memastikan bahwa setiap permintaan tamu tercatat dan dijalankan dengan baik saat kedatangan.
2. Fully Booked
Kondisi fully booked menunjukkan bahwa seluruh kamar hotel telah terisi, baik melalui pemesanan langsung maupun online. Dalam situasi ini, hotel tidak dapat menerima tamu baru, baik yang datang dengan reservasi atau walk-in, karena semua unit akomodasi telah teralokasi.
Kondisi ini memerlukan strategi pengelolaan yang cermat, seperti menyediakan alternatif akomodasi hotel atau menawarkan tanggal menginap lain. Mengelola ekspektasi tamu dengan transparansi dan komunikasi yang tepat penting agar reputasi hotel tetap terjaga meski dalam kondisi penuh.
3. Walk-in Guest
Walk-in guest adalah tamu yang datang tanpa reservasi sebelumnya dan berharap mendapatkan kamar kosong saat kedatangan. Meskipun memberikan fleksibilitas bagi tamu, walk-in dapat mempengaruhi tingkat okupansi dan potensi pendapatan, terutama jika hotel sedang penuh.
Hotel harus memiliki kebijakan yang jelas terkait walk-in, memastikan bahwa kamar yang tersedia dapat diakomodasi, atau memberikan opsi alternatif jika tidak ada kamar. Dalam beberapa kasus, walk-in guest dapat memberikan keuntungan jika hotel tidak dalam kondisi fully booked, memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada.
4. Single/Double/Twin Bed
Tipe kamar seperti single, double, dan twin bed menentukan kenyamanan tamu berdasarkan kebutuhan tidur mereka. Single bed dirancang untuk satu tamu, double bed untuk pasangan, dan twin bed menyediakan dua kasur terpisah bagi tamu yang ingin tidur terpisah.
Pemilihan tipe kamar ini berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan tamu sesuai preferensi pribadi atau kebutuhan grup. Hotel perlu mengelola ketersediaan setiap tipe kamar dengan baik dan memastikan informasi yang jelas kepada tamu untuk menghindari kebingungannya saat pemesanan dilakukan.
5. Extra Charge
Extra charge adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada tamu untuk layanan atau fasilitas tambahan yang tidak termasuk dalam tarif kamar standar. Biaya ini bisa mencakup layanan seperti penggunaan minibar, akses internet premium, atau layanan kamar khusus selama menginap.
Hotel mengelola extra charge untuk menutupi biaya operasional tambahan yang timbul dari layanan ekstra yang diberikan kepada tamu. Menyediakan informasi yang jelas mengenai biaya tambahan ini penting agar tamu tidak merasa terkejut saat menerima tagihan akhir mereka.
6. Front Desk
Front desk merupakan pusat operasional utama dalam industri perhotelan yang menangani proses check-in, check-out, pembayaran, serta memberikan informasi terkait fasilitas hotel dan aktivitas di sekitar lokasi. Area ini berfungsi sebagai titik layanan pertama yang berinteraksi langsung dengan tamu sejak kedatangan.
Staf front desk (front office) bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang responsif, menyelesaikan keluhan, dan memastikan kenyamanan tamu selama menginap. Kualitas layanan di front desk berpengaruh terhadap citra hotel dan berperan penting dalam tingkat kepuasan serta loyalitas pelanggan terhadap hotel tersebut.
7. Back Office
Back office merujuk pada staf hotel yang bekerja di belakang layar dan tidak berinteraksi langsung dengan tamu. Mereka bertanggung jawab atas berbagai fungsi penting seperti pengelolaan sumber daya manusia, hukum, keuangan, dan operasional lainnya yang mendukung kelancaran operasional hotel.
Contoh staf back office termasuk executive chef, staf dapur, sous chef, HRD, legal, dan lainnya. Meskipun mereka tidak berhubungan langsung dengan tamu, peran mereka sangat penting dalam mendukung keberhasilan layanan dan pengalaman menginap tamu secara keseluruhan.
Baca juga: Berikut Contoh Website Hotel yang Menarik Pelanggan
8. Bell Boy
Bell boy adalah petugas hotel yang bertugas membantu tamu membawa barang bawaan dari lobby menuju kamar. Selain itu, bell boy juga memberikan pelayanan tambahan, seperti membuka pintu atau memberikan informasi mengenai fasilitas hotel.
Tugas utama bell boy adalah memastikan kenyamanan tamu sejak kedatangan mereka di hotel, memberikan bantuan logistik yang diperlukan, dan memastikan bahwa tamu merasa diperhatikan. Layanan ini meningkatkan kualitas pengalaman tamu di hotel dengan memberikan sentuhan personal.
9. Standard Room
Standard room adalah tipe kamar hotel yang menawarkan fasilitas dasar dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan tipe kamar lainnya. Kamar ini biasanya dilengkapi dengan kasur, meja, dan fasilitas dasar seperti TV dan kamar mandi. Meskipun sederhana, tipe ini tetap memenuhi kebutuhan akomodasi tamu yang mengutamakan nilai lebih.
Sebagai pilihan yang ekonomis, standard room sering kali menjadi pilihan utama bagi tamu yang menginginkan akomodasi dengan harga lebih murah tanpa mengorbankan kenyamanan dasar. Tipe kamar ini memberikan pengalaman menginap yang fungsional, cocok untuk perjalanan bisnis atau wisata dengan anggaran terbatas.
Hotel perlu memastikan bahwa kualitas layanan dan kebersihan tetap terjaga meskipun harga kamar lebih rendah. Dengan cara ini, standard room tetap dapat memberikan pengalaman menginap yang memuaskan bagi tamu, sambil mendukung tingkat okupansi hotel.
10. Connecting Room
Connecting room adalah dua kamar hotel yang dilengkapi dengan pintu penghubung di dalam, memungkinkan tamu untuk berpindah antar kamar tanpa keluar dari ruangan. Ini sangat ideal untuk keluarga atau grup yang membutuhkan lebih dari satu kamar, namun tetap ingin berdekatan.
Hotel yang menawarkan connecting room harus memastikan bahwa kedua kamar tersebut tersedia sebelum menerima pemesanan. Fitur ini menambah kenyamanan dan privasi bagi tamu, memberikan fleksibilitas lebih dalam mengatur kebutuhan akomodasi mereka selama menginap.
11. Superior Room
Superior room adalah jenis kamar hotel yang lebih luas dibandingkan dengan standard room, menawarkan kenyamanan lebih bagi tamu. Kamar ini biasanya dilengkapi dengan pilihan kasur double bed atau twin bed, memberi tamu fleksibilitas dalam memilih sesuai preferensi mereka.
Kamar superior memberikan pengalaman menginap yang lebih baik dengan ruang yang lebih luas, namun tetap berada dalam rentang harga yang terjangkau dibandingkan dengan tipe kamar yang lebih tinggi. Pilihan ini sangat cocok untuk tamu yang membutuhkan ruang lebih tanpa melampaui anggaran.
12. Deluxe Room

Deluxe room adalah jenis kamar yang menawarkan fasilitas lebih tinggi dibandingkan superior room dan memiliki ukuran yang lebih luas. Biasanya, kamar ini dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti perabotan yang lebih mewah, aksesori kamar yang lebih lengkap, dan kenyamanan ekstra bagi tamu.
Tipe kamar ini sering dipilih oleh tamu yang mencari pengalaman menginap yang lebih premium dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan suite room. Deluxe room menjadi pilihan ideal bagi mereka yang menginginkan ruang lebih luas dan fasilitas yang lebih lengkap selama menginap.
13. Suite Room
Suite room adalah jenis kamar paling mahal yang ditawarkan oleh hotel, dengan ruang tidur dan kamar mandi yang lebih luas dibandingkan tipe lainnya. Selain itu, suite room biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas eksklusif seperti bathroom amenities lebih lengkap dan ruang tunggu atau living room di dalam kamar.
Kamar suite sering dipilih oleh tamu yang menginginkan tingkat kenyamanan maksimal, baik untuk perjalanan bisnis maupun liburan. Suite room menawarkan privasi lebih, memungkinkan tamu untuk bersantai dengan lebih leluasa dalam ruang yang lebih luas dan nyaman.
Dilansir dari Mordor Intelligence, kamar suite memimpin dengan 36,68% pangsa pendapatan di segmen hotel mewah di kawasan Asia-Pasifik pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa tipe kamar suite menjadi bagian penting dalam pendapatan hotel kelas atas, dan semakin mendominasi pasar hotel premium.
14. Family Room
Family room adalah tipe kamar yang dirancang khusus untuk keluarga atau kelompok tamu yang ingin menginap bersama lebih dari dua orang. Kamar ini biasanya dilengkapi dengan lebih dari dua kasur, memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi tamu yang menginap bersama keluarga atau teman.
Dengan kapasitas yang lebih besar, family room memberikan fleksibilitas bagi keluarga untuk menikmati waktu bersama dalam satu kamar. Tipe kamar ini ideal untuk tamu yang menginginkan ruang lebih luas tanpa harus memesan beberapa kamar terpisah.
15. Extra Bed
Extra bed adalah kasur tambahan yang dapat dipesan tamu jika membutuhkan tempat tidur lebih dalam satu kamar. Tipe layanan ini sangat berguna bagi tamu yang menginap lebih dari jumlah kapasitas kamar standar, seperti keluarga atau kelompok.
Hotel biasanya menyediakan extra bed dengan biaya tambahan, sesuai dengan kebijakan dan ketersediaan ruang. Penyediaan extra bed memungkinkan hotel untuk lebih fleksibel dalam melayani kebutuhan akomodasi tamu, sambil menjaga kenyamanan dan kepuasan mereka selama menginap.
Di residential hotel, tipe kamar seperti family room sering ditemukan dengan fasilitas lebih lengkap, cocok untuk tamu yang ingin tinggal lebih lama bersama keluarga dalam suasana yang lebih nyaman dan seperti di rumah.
16. Occupancy Rate
Occupancy rate adalah sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur persentase kamar yang terisi di sebuah hotel relatif terhadap jumlah total kamar yang tersedia, dalam periode tertentu. Metrik ini sangat penting pada akuntansi perhotelan karena menunjukkan seberapa efektif hotel dalam menarik perhatian pengunjung.
Cara menghitungnya adalah dengan membagi jumlah kamar yang terisi oleh jumlah kamar yang tersedia, kemudian dikalikan dengan 100 untuk mendapatkan persentase. Misalnya, jika sebuah hotel memiliki 100 kamar dan 80 di antaranya terisi, maka occupancy rate-nya adalah 80%.
Tingkat hunian yang tinggi biasanya menunjukkan kesehatan bisnis yang baik, sementara angka yang rendah mungkin menandakan masalah dalam daya tarik hotel atau kondisi pasar yang lebih luas. Occupancy rate juga dapat membantu manajemen hotel dalam membuat keputusan strategis terkait penetapan harga, promosi, dan perencanaan kapasitas.
17. No-Show
Dalam industri perhotelan, istilah no-show merujuk pada situasi dimana seorang tamu yang telah melakukan reservasi tidak muncul untuk check-in dan tidak memberikan pemberitahuan pembatalan terlebih dahulu kepada hotel.
Situasi ini menyebabkan hotel kehilangan pendapatan karena kamar yang telah dipesan tersebut menjadi tidak terpakai dan tidak bisa segera ditawarkan kepada tamu lain yang mungkin membutuhkan akomodasi.
Untuk mengatasi kerugian ini, banyak hotel menerapkan kebijakan untuk mengenakan biaya no-show kepada tamu tersebut, yang biasanya berupa tarif kamar untuk satu malam. Kebijakan ini bertujuan untuk memberi kompensasi atas pendapatan yang hilang dan mendorong tamu untuk memberikan pemberitahuan jika rencana mereka berubah.
18. Housekeeping

Housekeeping adalah departemen hotel yang bertugas dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan pemeliharaan kamar tamu serta area dan fasilitas publik hotel. Tim housekeeping bertanggung jawab untuk membersihkan kamar tamu setiap hari, mengganti seprei dan handuk, serta menyediakan amenities seperti sabun dan sampo.
Selain itu, mereka juga menangani pembersihan area umum seperti lobi, koridor, dan fasilitas lain seperti gym dan kolam renang. Kualitas kerja housekeeping penting karena dapat berpengaruh langsung terhadap kesan pertama hotel dan kenyamanan tamu selama menginap.
19. Turn Down Service
Turn down service dalam perhotelan adalah layanan khusus yang ditawarkan oleh hotel untuk meningkatkan kenyamanan tamu selama masa menginap. Layanan ini umumnya dilakukan di sore atau malam hari, yang bertujuan untuk menyiapkan kamar agar lebih nyaman digunakan ketika waktu tidur.
Selama turn down service, staf housekeeping akan mengunjungi kamar untuk merapikan tempat tidur, menarik selimut, menutup tirai, dan kadang-kadang menyediakan fasilitas tambahan seperti air mineral, sandal, dan handuk bersih.
Beberapa jenis-jenis hotel juga menyediakan camilan seperti cokelat kecil atau biskuit ke kamar sebagai bagian dari layanan ini. Turn down service tidak hanya menambah kenyamanan tetapi juga memberikan pelayan personal yang mencerminkan perhatian hotel terhadap detail dan perawatan terhadap pengalaman tamu.
20. Concierge
Concierge adalah pihak yang bertugas memberikan layanan personal kepada tamu hotel. Tugas utama concierge adalah membantu memenuhi kebutuhan dan keinginan tamu selama mereka menginap di hotel.
Hal ini bisa mencakup berbagai layanan mulai dari membuat reservasi di restoran terkenal, mendapatkan tiket untuk acara lokal, hingga merekomendasikan kegiatan lokal dan memberikan arahan untuk berbagai destinasi wisata.
Concierge merupakan elemen penting layanan hotel yang memastikan pengalaman tamu berjalan lancar dan nyaman. Dengan pengetahuan lokal serta akses ke berbagai sumber daya, concierge berperan besar dalam meningkatkan kepuasan dan kualitas pengalaman menginap.
Baca juga: 5 Hotel Terbaik dan Termewah di Indonesia Tahun 2026
21. Room Service
Room service dalam perhotelan merupakan layanan yang memungkinkan tamu memesan makanan dan minuman untuk diantar langsung ke kamar. Layanan ini memberikan kenyamanan dan privasi, sehingga tamu dapat menikmati hidangan tanpa meninggalkan kamar.
Menu room service umumnya mencakup pilihan yang sama atau serupa dengan restoran hotel dan tersedia pada jam tertentu, bahkan 24 jam sesuai kebijakan hotel. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi tamu dalam menyesuaikan waktu dan kebutuhan konsumsi mereka.
Dalam pelaksanaannya, staf hotel harus memastikan setiap pesanan disajikan dengan cepat dan memenuhi standar kualitas. Layanan room service mencerminkan tingkat pelayanan dan perhatian terhadap detail yang turut menentukan kepuasan pengalaman menginap tamu.
22. Amenities
Amenities merujuk pada berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan oleh hotel untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan tamu selama menginap. Amenities ini bisa berupa barang yang ditempatkan di dalam kamar, seperti perlengkapan mandi, pengering rambut, atau layanan hotel, seperti akses Wi-Fi, kolam renang, pusat kebugaran, dan spa.
Penyediaan amenities bertujuan memenuhi kebutuhan tamu serta meningkatkan kenyamanan menginap. Di tengah persaingan industri perhotelan, kualitas dan variasi amenities menjadi faktor pembeda utama antar hotel di mata konsumen.
23. Check In dan Check Out Time
Dalam industri perhotelan, istilah check-in time dan check-out time merujuk pada waktu yang ditentukan untuk tamu memulai dan mengakhiri penggunaan kamar hotel. Check-in time adalah waktu di mana tamu diperbolehkan untuk memasuki dan menggunakan kamar mereka, biasanya mulai dari sore hari, misalnya pukul 15:00.
Proses ini melibatkan pendaftaran di front desk, verifikasi identitas, dan pembayaran yang diperlukan. Check-out time adalah batas waktu dimana tamu diharapkan telah meninggalkan kamar, umumnya di pagi hari, seperti pukul 11:00.
Untuk mempermudah manajemen check-in dan check-out, serta memastikan pengalaman tamu yang lebih efisien, penggunaan sistem ERP khusus perhotelan dapat menjadi solusi yang tepat. ScaleOcean Hospitality ERP membantu mengotomatiskan proses pendaftaran, pembayaran, dan pengaturan kamar.


24. Early Check-In
Early check-in adalah layanan yang memungkinkan tamu untuk memeriksa masuk ke kamar hotel lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Hal ini seringkali diminta oleh tamu yang tiba lebih awal dari jadwal atau yang memiliki jadwal perjalanan yang lebih ketat.
Hotel dapat mengenakan biaya tambahan untuk early check-in atau memberikan akses lebih awal jika kamar tersedia. Praktik ini memerlukan koordinasi antara departemen reservasi dan front desk untuk memastikan kamar sudah siap digunakan sebelum tamu tiba.
25. Late Check-Out
Late check-out adalah layanan yang memungkinkan tamu untuk tetap menggunakan kamar lebih lama dari waktu check-out yang ditentukan. Ini seringkali diminta oleh tamu yang memiliki penerbangan atau aktivitas di luar hotel yang memerlukan waktu lebih lama untuk check-out.
Hotel biasanya memberikan late check-out dengan biaya tambahan, tergantung pada kebijakan dan tingkat okupansi. Fasilitas ini memberikan kenyamanan tambahan bagi tamu dan berpotensi meningkatkan tingkat kepuasan, terutama bagi tamu yang menginap untuk perjalanan bisnis atau liburan panjang.
26. Room Rate
Room rate adalah harga yang dibayar tamu untuk memesan kamar sesuai dengan rate plan yang dipilih. Harga ini dapat bervariasi berdasarkan tipe kamar, musim, dan fasilitas tambahan yang disertakan dalam paket pemesanan.
Hotel menggunakan room rate sebagai alat untuk mengelola pendapatan dan mengoptimalkan tingkat okupansi. Penentuan room rate memerlukan analisis cermat terhadap permintaan pasar, tren harga, dan strategi harga kompetitif untuk memastikan keberlanjutan operasional hotel.
27. Overbooking
Overbooking adalah strategi yang digunakan hotel untuk menjual lebih banyak kamar daripada yang sebenarnya tersedia. Strategi ini didasarkan pada prediksi bahwa beberapa tamu tidak akan datang atau membatalkan reservasi mereka, sehingga hotel dapat memaksimalkan pendapatan.
Praktik ini bertujuan agar semua kamar tetap terisi meskipun ada kemungkinan tamu yang tidak muncul. Dengan demikian, hotel dapat memastikan tingkat okupansi yang optimal dan meminimalkan potensi kerugian akibat kamar kosong.
Namun, jika semua tamu yang memesan datang, hotel harus menemukan solusi, seperti mengirim tamu ke hotel lain atau memberikan kompensasi. Tanpa manajemen yang hati-hati dan komunikasi yang jelas, overbooking dapat merugikan reputasi hotel.
28. Buffet
Buffet adalah metode penyajian makanan di mana tamu dapat memilih dan mengambil sendiri makanan yang disediakan dalam jumlah tak terbatas. Biasanya, buffet disajikan di restoran hotel atau ruang makan khusus dengan berbagai pilihan menu, memberikan tamu fleksibilitas dalam memilih makanan sesuai keinginan.
Model buffet ini memungkinkan hotel untuk melayani tamu dalam jumlah besar dengan efisiensi yang lebih tinggi, terutama selama acara makan pagi, makan siang, atau makan malam. Keuntungan lainnya adalah variasi menu yang dapat memenuhi berbagai preferensi tamu, sehingga meningkatkan pengalaman kuliner.
29. Valet Parking
Valet parking adalah layanan parkir yang disediakan hotel, dimana petugas hotel akan mengambil dan memarkirkan kendaraan tamu. Layanan ini memberikan kenyamanan bagi tamu yang tidak ingin repot mencari tempat parkir sendiri, serta memberikan pengalaman yang lebih premium saat menginap.
Dengan menggunakan layanan valet parking, tamu dapat langsung menuju ke lobi hotel tanpa perlu khawatir mengenai tempat parkir. Selain itu, layanan ini juga memberikan kesan profesionalisme dan perhatian terhadap kenyamanan tamu, yang dapat meningkatkan kepuasan mereka selama menginap.
30. Wake Up Call
Wake up call adalah layanan yang diberikan hotel untuk membangunkan tamu pada waktu yang telah ditentukan. Layanan ini biasanya diminta oleh tamu yang memiliki jadwal tertentu atau kegiatan penting yang harus dilakukan di pagi hari, seperti rapat atau penerbangan.
Layanan wake up call memastikan bahwa tamu terbangun tepat waktu sesuai keinginan mereka, menghindari ketergantungan pada alarm pribadi. Dengan menggunakan layanan ini, hotel menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan dan kebutuhan tamu, yang dapat berkontribusi pada pengalaman menginap yang lebih memuaskan.
31. Rate Plan

Rate plan adalah paket harga yang ditawarkan oleh hotel untuk sewa kamar, yang biasanya mencakup berbagai opsi tambahan, seperti sarapan, akses Wi-Fi, atau layanan lainnya. Paket harga ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan tamu dan ditentukan berdasarkan tipe kamar dan fasilitas yang dipilih.
Hotel dapat menawarkan berbagai jenis rate plan untuk menarik segmen pasar yang berbeda, seperti paket harga kamar dengan sarapan atau tarif spesial untuk tamu yang menginap lebih dari satu malam. Strategi ini memungkinkan hotel untuk memaksimalkan pendapatan sembari memberikan nilai tambah bagi tamu.
32. Complimentary
Complimentary merujuk pada fasilitas gratis yang disediakan hotel kepada tamu selama menginap. Contohnya adalah air mineral, kopi, teh, atau akses Wi-Fi. Fasilitas gratis ini biasanya ditawarkan sebagai bagian dari pengalaman menginap untuk meningkatkan kepuasan tamu dan memperkuat reputasi hotel.
Memberikan fasilitas complimentary dapat menjadi salah satu cara hotel untuk membedakan diri dari pesaing dan menarik tamu agar memilih hotel tersebut. Selain itu, fasilitas gratis ini juga memberikan nilai lebih, yang membuat tamu merasa dihargai selama mereka menginap.
33. Vacant Clean (VC)
Vacant Clean (VC) adalah status kamar yang menunjukkan bahwa kamar tersebut kosong dan sudah dibersihkan, siap untuk dihuni oleh tamu. Kamar dengan status ini menunjukkan kesiapan hotel untuk segera menerima tamu baru dan memastikan bahwa kamar dalam kondisi optimal.
Menjaga kamar dalam status VC penting untuk efisiensi operasional hotel, memungkinkan staf untuk segera menyiapkan kamar bagi tamu yang datang. Dengan memastikan kamar dalam kondisi bersih dan siap huni, hotel dapat meningkatkan pengalaman tamu dan mengurangi waktu tunggu saat check-in.
34. Vacant Dirty (VD)
Vacant Dirty (VD) adalah status kamar yang kosong, namun belum dibersihkan. Kamar dengan status ini tidak dapat dihuni oleh tamu sampai dilakukan pembersihan dan persiapan yang diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa hotel belum siap untuk menawarkan kamar tersebut untuk menginap.
Hotel harus memastikan bahwa kamar dalam status VD segera dibersihkan dan dipersiapkan agar dapat segera dialokasikan kepada tamu. Pengelolaan status kamar ini penting untuk memastikan operasional hotel berjalan lancar, menghindari keterlambatan dalam penyediaan kamar kepada tamu.
35. Occupied (OC)
Occupied (OC) menunjukkan bahwa kamar sedang digunakan oleh tamu dan tidak tersedia untuk dijual. Kamar ini biasanya sudah memiliki reservasi dan tidak dapat dipesan atau dihuni oleh tamu lain sampai tamu yang sedang menginap selesai menggunakan kamar tersebut.
Mengelola status OC dengan tepat sangat penting agar hotel dapat mengoptimalkan tingkat okupansi dan memastikan bahwa kamar yang sedang digunakan tidak dianggap tersedia untuk tamu lain. Sistem manajemen properti (PMS) yang baik membantu memantau status kamar dengan efisien.
Kesimpulan
Istilah dalam perhotelan ini penting untuk dipahami dalam berbagai aspek operasional dan pelayanan yang diberikan kepada tamu. Istilah seperti booking, fully booked, walk-in guest, dan berbagai jenis tipe kamar memainkan peran penting dalam manajemen hotel dan strategi operasional sehari-hari.
Mengelola status kamar, seperti vacant clean (VC), vacant dirty (VD), dan occupied (OC), adalah bagian integral dari operasional yang efisien. Dengan pengelolaan yang baik, hotel dapat memastikan kenyamanan tamu dan mengoptimalkan tingkat okupansi, yang akhirnya mempengaruhi pendapatan dan reputasi hotel.
Teknologi modern seperti ScaleOcean Hospitality ERP dapat membantu hotel dalam mengelola proses ini dengan lebih efisien. Coba demo gratis ScaleOcean sekarang dan rasakan bagaimana sistem kami dapat meningkatkan operasional dan pengalaman tamu di hotel Anda.
FAQ:
1. Apa arti room only nr?
Room Only (R/O) adalah jenis paket hotel di mana harga yang tertera hanya untuk kamar saja, tanpa layanan tambahan seperti sarapan atau fasilitas lainnya. Tamu hanya mendapatkan akses ke kamar dan fasilitas dasar yang disediakan oleh hotel, tanpa tambahan layanan lain.
2. Apa saja 7 komponen dari konsep hotel?
Konsep hotel terdiri dari 7 komponen utama:
1. Cerita: Tema atau konsep utama hotel.
2. Orang: Staf dan pengalaman tamu.
3. Ruang: Desain dan layout hotel.
4. Identitas: Brand dan citra hotel.
5. Layanan: Kualitas pelayanan yang ditawarkan.
6. Konten: Fasilitas dan layanan tambahan.
7. Saluran: Cara hotel berkomunikasi dan menjangkau tamu.
3. Apa itu move di hotel?
Move room adalah proses memindahkan tamu ke kamar lain, biasanya dilakukan jika ada masalah dengan kamar yang ditempati atau jika tamu mengajukan permintaan khusus, seperti preferensi kamar tertentu.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us

