Akuntansi Perhotelan: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

Posted on
Share artikel ini

Pengelolaan keuangan dalam industri akomodasi hotel memerlukan ketelitian tinggi karena melibatkan volume transaksi yang besar. Oleh karena itu, penerapan akuntansi perhotelan menjadi fondasi utama bagi manajemen untuk memantau kesehatan finansial dan arus kas pendapatan dari berbagai sumber.

Pemahaman yang mendalam mengenai bidang ini akan membantu Anda dalam mengelola pendapatan serta pengeluaran operasional dengan lebih terukur. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mulai dari tujuan, komponen utama, hingga siklus akuntansi yang berlaku agar Anda dapat mengoptimalkan profitabilitas bisnis secara berkelanjutan.

starsKey Takeaways
  • Akuntansi perhotelan adalah proses pencatatan dan pengelolaan segala transaksi dalam bisnis hotel atau akomodasi.
  • Komponen dalam jenis akuntansi berikut umum, serupa dengan akuntansi pada umumnya, yakni pendapatan, biaya, kewajiban, aset, dan ekuitas.
  • Siklus akuntansi hotel bermulai dari pendapatan modal, pembelian aset, penjualan layanan, dan pengeluaran operasional dan hutang.
  • Penerapan hospitality software seperti ScaleOcean membantu pihak manajemen dalam mengatur dan melacak masing-masing transaksi yang terjadi beserta juga sumbernya.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Akuntansi Perhotelan?

Akuntansi perhotelan adalah pencatatan dan pengelolaan segala kegiatan keuangan dalam bisnis hotel untuk memantau kinerja keuangan dan menyusun laporan finansial yang akurat pada periode tertentu. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya transparansi data untuk kebutuhan operasional.

Penerapan akuntansi hotel termasuk unik karena harus menangani beragam jenis transaksi dari berbagai departemen secara bersamaan. Dengan pengelolaan yang tepat, manajemen hotel dapat mengambil keputusan strategis berdasarkan data untuk menjaga stabilitas arus kas di tengah persaingan yang semakin ketat.

2. Apa Tujuan Akuntansi Hotel?

Tujuan akuntansi perhotelan adalah untuk memberikan data keuangan akurat, yang kemudian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Penerapan akuntansi dalam industri perhotelan bertujuan untuk menyediakan data keuangan yang akurat serta membantu manajemen dalam merencanakan keuangan masa depan. Selain itu, proses ini penting untuk memaksimalkan efisiensi operasional guna meraih keuntungan bisnis yang lebih tinggi. Berikut penjelasannya:

a. Menyediakan Informasi Keuangan Akurat

Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, tujuan dari akuntansi hotel adalah untuk memastikan adanya data keuangan akurat untuk kebutuhan operasional bisnis. Meskipun terdengar sederhana, hal ini terutama penting dalam industri berikut karena cenderung melibatkan banyak jenis properti dan layanan dengan kinerjanya masing-masing.

b. Membantu Merencanakan Keuangan

Terdengar cliche, namun tidak dapat dibantah. Manajemen keuangan dilakukan untuk memberikan wawasan dalam penyusunan rencana finansial untuk kedepannya. Contohnya, bila ternyata kinerja satu properti stagnan, maka manajemen dapat memilih untuk menambahkan anggaran atau melakukan “stop loss” untuk mencegah kerugian lebih.

c. Memaksimalkan Efisiensi dan Keuntungan

Melalui pencatatan yang detail, manajemen dapat mengidentifikasi pemborosan operasional dan menentukan departemen mana yang memberikan margin keuntungan paling tinggi. Informasi ini memungkinkan hotel untuk mengoptimalkan biaya pengeluaran sekaligus merancang strategi harga yang lebih kompetitif, yang didukung oleh data yang akurat dari Point of Sales hotel.

3. Apa saja Komponen dalam Akuntansi Hotel?

Memahami komponen dasar akuntansi hotel sangat penting agar setiap transaksi tercatat dengan tepat dan rapi. Berikut adalah beberapa elemen utama yang menjadi fondasi dalam laporan keuangan hotel:

  • Pendapatan: Pemasukan dari sewa kamar, layanan makanan dan minuman, serta jasa hotel lainnya.
  • Biaya (Expenses): Seluruh pengeluaran operasional seperti gaji karyawan, bahan baku, utilitas, dan biaya pemeliharaan.
  • Kewajiban (Liabilities): Utang perusahaan kepada pihak eksternal, termasuk utang pemasok, pinjaman bank, bunga, dan kewajiban pajak.
  • Aset: Sumber daya yang meliputi kas, piutang, bangunan, tanah, hingga peralatan operasional.
  • Ekuitas (Equity): Hak pemilik atas aset hotel setelah dikurangi seluruh kewajiban, mencakup modal disetor dan laba ditahan.

Agar seluruh komponen di setiap properti hotel dapat terkelola secara otomatis, penggunaan teknologi cednerung dibutuhkan karena skalanya yang kompleks. Anda dapat mempertimbangkan sistem hospitality ScaleOcean untuk melihat bagaimana pengelolaan keuangan dan operasional hotel menjadi lebih praktis dan terintegrasi.

ERP

4. Siklus Akuntansi Perhotelan

Memahami alur keuangan hotel penting untuk menjaga kelancaran operasional mulai dari penerimaan modal hingga pembelian aset pendukung. Selain itu, siklus ini juga mencakup pencatatan penjualan layanan serta pengelolaan pengeluaran operasional dan pembayaran utang secara teratur. Tahapan-tahapnnya cenderung berupa:

a. Penerimaan Modal dari Penjualan dan/atau Investor

Siklus akuntansi perhotelan dimulai dengan pendanaan modal yang akan digunakan sebagai penggerak bisnis. Modal ini bisa berasal dari setoran langsung pemilik, pendanaan investor luar, maupun akumulasi laba dari periode sebelumnya yang diputar kembali untuk memperkuat struktur finansial hotel.

b. Pembelian Aset

Setelah modal tersedia, hotel akan mengalokasikannya untuk mengakuisisi berbagai sumber daya fisik maupun non-fisik. Proses ini mencakup pengadaan bangunan, renovasi fasilitas, hingga pembelian peralatan operasional yang bertujuan untuk mendukung kelancaran layanan bagi para tamu.

c. Penjualan Layanan

Pada tahap berikut, hotel menjalankan kegiatan operasional intinya untuk menghasilkan pendapatan. Melalui penjualan kamar, layanan restoran, hingga fasilitas pendukung lainnya, seluruh transaksi dicatat secara sistematis melalui sebuah aplikasi hotel memantau seberapa besar pemasukan yang masuk setiap harinya.

d. Pengeluaran Operasional dan Pembayaran Utang

Siklus akuntansi hotel ditutup dengan pencatatan seluruh biaya yang keluar untuk menjaga keberlangsungan hotel. Hal ini meliputi pembayaran gaji karyawan dan biaya utilitas, hingga pemenuhan kewajiban finansial kepada vendor atau pihak ketiga lainnya agar hubungan bisnis tetap terjaga dengan baik.

5. Standar dan Pedoman Akuntansi Perhotelan

Selain standar-standar akuntansi umum seperti PSAK dan IFRS, industri perhotelan juga memiliki pedoman akuntansi khusus, yakni USALI. Adanya standar khusus tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengukur kinerja setiap properti dengan lebih akurat. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

  • PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan): Standar lokal yang menjadi acuan utama dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan yang transparan di Indonesia untuk menjaga interest para pemangku kepentingan.
  • IFRS (International Financial Reporting Standards): Standar akuntansi global yang memungkinkan laporan keuangan hotel dapat dibandingkan dan diakui secara internasional oleh pihak manapun.
  • USALI (Uniform System of Accounts for the Lodging Industry): Pedoman khusus industri perhotelan yang menstandarisasi format laporan operasional agar kinerja antarproperti dapat diukur satu per satu untuk evaluasi lebih mendalam.

6. Kesimpulan

Akuntansi perhotelan merupakan instrumen vital untuk menjaga transparansi dan efisiensi operasional di tengah persaingan sengit. Dengan pengelolaan yang terstruktur sesuai standar seperti USALI, pemilik hotel dapat memantau kinerja setiap unit layanan secara mendalam dan memastikan arus kas tetap stabil.

Mengingat banyaknya data yang harus dikelola, penggunaan teknologi menjadi langkah bijak untuk menghindari risiko kesalahan manusia. Kami sempat mengusulkan sistem hotel dari ScaleOcean sebagai solusi karena terdapat layanan demo gratis yang dapat Anda gunakan untuk mencoba ribuan jumlah modul dan fiturnya terlebih dahulu.

FAQ:

1. Apa itu akuntansi perhotelan?

Akuntansi perhotelan adalah kegiatan mencatat dan mengelola semua transaksi bisnis hotel dan akomodasi yang terjadi pada periode tertentu.

2. Apakah akuntansi perhotelan itu sulit?

Akuntansi perhotelan dapat dikatakan relatif rumit dibandingkan dengan proses akuntansi pada umumnya. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah arus kas pendapatan yang perlu dikelola secara bersamaan dan dipastikan akurasinya.

3. Apa tujuan utama dari akuntansi hotel?

Tujuan utama dari akuntansi hotel adalah untuk memastikan segala data keuangan yang berhubungan dengan operasi perhotelan itu akurat, sehingga dapat digunakan sebagai landasan terpercaya dalam pengambilan keputusan.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap