Outstanding Check: Dampak, Cara Kerja, dan Cara Mengelolanya

Posted on
Share artikel ini

Bayangkan Anda sedang mengemudi di jalan tol dengan keyakinan bahwa tangki bahan bakar mobil masih penuh. Namun, tiba-tiba mesin mobil mati di tengah perjalanan karena ternyata indikator bahan bakar yang Anda lihat tidak mencerminkan jumlah bensin yang sebenarnya.

Situasi ini bisa terjadi dalam bisnis ketika laporan saldo kas menunjukkan angka yang sehat, tetapi kenyataannya sebagian dana tersebut telah dialokasikan untuk cek yang belum dicairkan. Demikian, mengelola arus kas dengan efektif telah menjadi tantangan utama bagi setiap pemilik bisnis.

Meskipun begitu, keakuratan laporan keuangan sangat bergantung pada proses rekonsiliasi bank yang baik. Salah satu elemen yang sering menjadi perhatian dalam proses ini adalah outstanding check, yaitu cek yang telah diterbitkan tetapi belum dicairkan oleh penerima.

Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai outstanding check, atau cek beredar, mulai dari pengertian, cara kerja, dampak, serta tips mengelolanya agar bisnis tetap memiliki kontrol keuangan yang optimal. Pahami selengkapnya di sini!

starsKey Takeaways
  • Outstanding check atau cek beredar adalah cek yang sudah diterbitkan perusahaan namun belum dicairkan penerima, sehingga saldo bank belum berkurang meskipun sudah tercatat sebagai pengeluaran.
  • Penyebab outstanding check adalah penerima belum mengajukan pencairan ke bank, adanya kendala administratif/teknis, atau kesalahan perusahaan dalam proses pengisian cek.
  • Dampak outstanding check adalah perbedaan saldo, kesulitan rekonsiliasi, risiko penipuan, masalah audit, pengaruh terhadap saldo kas, risiko overdraft, dampak pada laporan keuangan.
  • Software akuntansi ScaleOcean dengan fitur bank reconciliation dan cash flow forecasting yang otomatis melacak outstanding check untuk memastikan arus kas terkontrol dan akurasi laporan keuangan terjaga.

Coba Demo Gratis

requestDemo

Apa Itu Outstanding Check?

Outstanding check atau cek beredar adalah sebuah cek yang diterbitkan oleh perushaan, namun belum dicairkan atau disetor oleh penerima, sehingga kas masih di rekening bank, meskipun sudah tercatat sebagai pengeluaran dalam buku besar. Hal ini merupakan kewajiban yang belum selesai sampai penerima mencairkannya.

Perbedaan utama antara outstanding check dan cek yang telah dicairkan terletak pada status pencairannya. Jika cek telah dicairkan, maka saldo rekening perusahaan akan berkurang sesuai jumlah cek tersebut. Namun, jika masih dalam status outstanding, dana belum berpindah secara nyata.

Outstanding Check dalam Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank adalah proses penting dalam memastikan saldo kas perusahaan sesuai dengan laporan bank. Namun, keberadaan outstanding check seringkali menjadi faktor yang menyebabkan perbedaan antara catatan keuangan internal dan saldo aktual di bank. Berikut pengertiannya:

1. Pengertian Rekonsiliasi Bank dalam Cek Beredar

Rekonsiliasi bank pada outstanding check mencocokkan saldo kas perusahaan dengan laporan bank. Proses ini memastikan cek beredar yang belum diproses tetap diperhitungkan. Oleh karena itu, perusahaan dapat memahami selisih saldo karena cek yang sudah diterbitkan tetapi belum dicairkan.

2. Peran Outstanding Check dalam Cek Beredar

Dalam rekonsiliasi bank, outstanding check dapat menyebabkan perbedaan antara saldo kas yang dicatat oleh perusahaan dan yang tertera dalam laporan bank. Fraud triangle theory dapat digunakan untuk menganalisis mengapa kesalahan atau kecurangan dalam pencatatan kas bisa terjadi.

Oleh karena itu, pencatatan yang akurat dalam seluruh jenis laporan keuangan perusahaan sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam pelaporan keuangan.

3. Proses Rekonsiliasi Bank yang Melibatkan Outstanding Check

Rekonsiliasi outstanding check dimulai dengan memeriksa daftar cek yang diterbitkan. Selanjutnya, perusahaan membandingkan laporan bank dengan catatan internal untuk menemukan cek yang belum dicairkan. Oleh karena itu, saldo kas disesuaikan dan cek tertunda segera dikonfirmasi.

Manfaat Outstanding Check

Manfaat Outstanding Check

Manfaat outstanding check adalah menjaga akurasi kas dan mendukung rekonsiliasi bank yang lebih terkontrol. Selain itu, pemantauan cek beredar membantu mengurangi risiko selisih dan kesalahan. Berikut adalah manfaat utamanya:

1. Mengendalikan Kas

Outstanding check membantu perusahaan mengendalikan kas dengan lebih baik. Dengan memantau cek yang belum dicairkan, perusahaan dapat memperkirakan jumlah kas yang masih tersedia dan menghindari pengeluaran yang melebihi saldo yang sebenarnya, sehingga menjaga kestabilan arus kas.

2. Meningkatkan Akurasi Laporan Keuangan

Dengan mengidentifikasi segala transaksi yang masih beredar, perusahaan dapat memastikan akurasi data yang lebih tinggi pada laporan keuangan.

Hal ini dikarenakan adanya identifikasi tersebut, tindakan penyelesaian dapat disusun dan diimplementasikan terlebih dahulu sebelum penyusunannya. Selain itu, akurasi yang lebih tinggi juga memungkinkan analisis laporan keuangan perusahaan yang lebih efisien.

3. Meningkatkan Transparansi

Dengan mencatat dan memantau outstanding check, perusahaan dapat meningkatkan transparansi dalam pencatatan transaksi. Hal ini memungkinkan semua pihak terkait, baik manajemen, auditor, maupun pemangku kepentingan lainnya, untuk memiliki gambaran yang jelas tentang posisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.

4. Mencegah Terjadinya Penipuan

Melalui pemantauan transaksi yang belum tercatat di laporan bank, perusahaan dapat lebih efektif dalam mengawasi keuangan. Hal ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang status kas yang sebenarnya, serta membantu mengidentifikasi perbedaan antara catatan internal dan laporan bank yang perlu diperbaiki.

5. Mencegah Terjadinya Sanksi atau Denda

Bila outstanding check tidak teridentifikasi dan terlalu lama beredar, maka hal tersebut berkemungkinan memunculkan sanksi bagi perusahaan. Dengan melakukan pengecekan rutin, perusahaan dapat mengetahui status masing-masing transaksinya dan memperbaiki segala transaksi yang belum dijatuhkan dengan segera, sehingga menghindari gangguan dalam cash conversion cycle (CCC).

Penyebab Terjadinya Outstanding Check

Outstanding check terjadi ketika cek yang telah diterbitkan oleh perusahaan atau individu belum diproses atau dicairkan oleh bank dalam periode tertentu. Dalam pengelolaan akuntansi, outstanding check dapat terjadi karena beberapa penyebab utama. Berikut beberapa penyebab terjadinya cek beredar di perusahaan, yaitu:

1. Belum Mengajukan Pencairan ke Bank

Penerima mungkin menunda pencairan karena alasan administratif, jadwal pembayaran internal, atau kelalaian. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini bisa menyebabkan saldo kas perusahaan tampak lebih besar dari kenyataan.

2. Kendala Administratif atau Teknis

Proses pencairan dapat terhambat akibat perbedaan tanda tangan, verifikasi tambahan, atau kebijakan bank yang memperlambat transaksi. Gangguan sistem perbankan atau volume transaksi tinggi juga dapat menyebabkan cek tetap outstanding lebih lama.

3. Kesalahan dalam Pengisian Cek

Kesalahan seperti salah menulis nama penerima, ketidaksesuaian nominal, atau tanda tangan yang berbeda dapat membuat bank menolak pencairan. Penerima harus mengurus perbaikan atau meminta cek baru yang memperlambat transaksi dan dapat mengganggu arus kas bisnis.

Dampak dan Risiko Outstanding Check

Dampak dan Risiko Outstanding Check

Dampak dan risiko outstanding check adalah potensi selisih saldo, gangguan rekonsiliasi, hingga risiko penipuan jika tidak diawasi. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat sangat diperlukan. Berikut adalah dampak dan risikonya:

1. Perbedaan Saldo

Outstanding check sering menyebabkan perbedaan antara saldo kas perusahaan dan saldo bank. Perusahaan sudah mengurangi kas saat cek diterbitkan, tetapi bank belum memprosesnya sehingga saldo di laporan bank masih lebih tinggi. Oleh karena itu, perusahaan perlu mencatat selisih ini secara akurat dalam rekonsiliasi bank agar laporan keuangan tetap valid dan tidak menimbulkan kesalahan.

2. Kesulitan Rekonsiliasi

Outstanding check menyulitkan rekonsiliasi bank karena laporan bank belum mencerminkan cek yang diterbitkan. Akibatnya, proses menjadi lebih lama dan kompleks. Oleh karena itu, tanpa pencatatan yang tepat, perusahaan berisiko mengalami selisih laporan yang berdampak pada keputusan bisnis.

3. Risiko Penipuan

Outstanding check yang hilang dapat disalahgunakan untuk penipuan jika tidak diawasi. Pihak tidak bertanggung jawab bisa memanipulasi cek untuk menutupi kas yang sudah keluar. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan kontrol internal dan pemantauan yang ketat.

4. Masalah Audit

Outstanding check yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu selisih saat audit. Auditor bisa menemukan ketidaksesuaian antara catatan dan laporan bank. Akibatnya, hal ini dapat mengindikasikan lemahnya kontrol internal dan menurunkan kepercayaan laporan.

5. Pengaruh terhadap Saldo Kas

Outstanding check memengaruhi akurasi saldo kas karena dana sudah dicatat keluar, tetapi belum diproses oleh bank. Hal ini membuat saldo dalam pembukuan berbeda dengan saldo aktual di rekening. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan pencatatan yang konsisten agar visibilitas kas tetap akurat.

6. Risiko Overdraft

Risiko overdraft menjadi salah satu ancaman yang muncul jika perusahaan tidak memperhitungkan outstanding check dengan hati-hati. Ketika cek yang belum dicairkan akhirnya diproses oleh bank, saldo di rekening perusahaan bisa saja tidak mencukupi untuk menutupi jumlah cek tersebut.

7. Dampak pada Laporan Keuangan

Keberadaan outstanding check dapat memberikan dampak signifikan pada laporan keuangan perusahaan. Salah satu dampaknya adalah laporan arus kas yang mungkin terlihat lebih besar dari kenyataan karena dana yang teralokasi untuk cek yang belum dicairkan masih dianggap tersedia dalam saldo kas.

Cara Kerja Outstanding Check

Setiap transaksi dengan cek memiliki tahapan yang perlu dipahami agar perusahaan dapat mengelola arus kas dengan lebih baik. Memahami bagaimana cek diterbitkan, diproses, dan akhirnya dicairkan sangat penting untuk memastikan bahwa dana dalam rekening selalu dikelola dengan akurat.

Berikut adalah tahapan utama dalam proses outstanding check yang perlu diperhatikan. Simak baik-baik cara kerja berikut :

1. Penerbitan Cek

Perusahaan menerbitkan cek sebagai metode pembayaran kepada vendor, karyawan, atau pihak lain yang berhak menerima dana tersebut. Proses ini biasanya diawali dengan persetujuan internal terkait jumlah pembayaran, tujuan transaksi, serta kelengkapan dokumen pendukung.

Setelah cek diterbitkan, perusahaan mencatatnya dalam sistem akuntansi untuk memastikan bahwa transaksi ini telah dianggarkan dalam pembukuan keuangan. Penting untuk mencantumkan informasi yang benar dan lengkap dalam cek, seperti nama penerima, jumlah pembayaran dalam angka dan huruf, serta tanda tangan yang sah.

Kesalahan dalam pengisian cek dapat menyebabkan penolakan oleh bank, sehingga memperlambat proses pembayaran dan berpotensi menimbulkan masalah dalam pengelolaan arus kas.

2. Penerima Mencairkan Cek

Setelah menerima cek, penerima memiliki pilihan untuk langsung mencairkan atau menundanya tergantung kebutuhannya. Beberapa penerima lebih memilih menunggu sebelum mencairkan cek, terutama jika mereka memiliki strategi keuangan tertentu atau tidak membutuhkan dana tersebut segera.

Penundaan pencairan bisa terjadi karena berbagai alasan seperti kesalahan administrasi, hilangnya cek, atau bahkan keputusan penerima untuk menunda pencairan hingga waktu tertentu. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki sistem pemantauan terhadap outstanding check sebagai bagian dari prosedur audit perusahaan.

3. Pengaruh pada Arus Kas

Saat penerima menunda pencairan, saldo terlihat masih tersedia padahal dana sudah teralokasi. Akibatnya, perusahaan bisa salah menilai kondisi kas. Oleh karena itu, risiko muncul ketika perusahaan melakukan pembayaran tambahan saat cek outstanding belum dicairkan.

ERP

Contoh Kasus Outstanding Check (Cek Beredar)

Contoh, bayangkan sejenak bila Anda baru saja menyewa jasa cleaning service untuk kantor Anda. Setelah berdiskusi dengan pihak tersebut, ditentukan bahwa pembayaran akan Anda lakukan dalam bentuk cek dengan nominal Rp500.000,00, sehingga Anda catat sebagai pengeluaran pada buku besar.

Namun, penyedia jasa ternyata belum melakukan cash out cek tersebut meskipun 10 hari telah berlalu. Hal ini kritis karena meski perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai pengeluaran, kas yang seharusnya dijatuhkan kepada sang penyedia jasa masih berada di dalam rekening bisnis, sehingga bank tidak mengetahui dan mencatat terjadinya transaksi.

Cek yang belum di-cash out tersebut kemudian menjadi outstanding check dan akan berpengaruh pada perbandingan keseuaian data keuangan antara buku besar bisnis dengan laporan bank. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk mengambil tindakan preventif dan penyelesaian untuk mencegah terjadinya fenomena tersebut.

Tips Mengelola dan Menghindari Outstanding Check

Tips mengelola dan menghindari outstanding check adalah memastikan pencatatan akurat, pemantauan rutin, serta kontrol internal yang jelas. Selain itu, langkah ini membantu menjaga arus kas tetap stabil. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Monitoring Cek Secara Rutin

Melakukan pengecekan secara rutin terhadap status cek yang telah diterbitkan adalah cara efektif untuk memastikan bahwa cek yang seharusnya dicairkan tidak dibiarkan outstanding terlalu lama. Perusahaan juga sebaiknya memiliki sistem pencatatan yang akurat untuk memantau cek yang belum dicairkan dalam periode tertentu.

Jika ditemukan cek yang belum diproses dalam jangka waktu lama, segera lakukan tindak lanjut untuk mengetahui penyebabnya dan mengambil langkah yang diperlukan agar pencairan dapat segera dilakukan. Kegiatan berikut dapat dilakukan dengan mudah bila perusahaan mengimplementasi electronic billing system.

2. Komunikasi dengan Penerima Cek

Menjaga komunikasi dengan penerima cek membantu memastikan pencairan dilakukan tepat waktu. Beberapa penerima sering menunda karena alasan administratif atau kurangnya urgensi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memberikan pengingat secara proaktif agar pencairan tidak tertunda.

3. Penggunaan Software Akuntansi Terbaik: ScaleOcean

Penggunaan Software Akuntansi Terbaik ScaleOcean

Software akuntansi ScaleOcean membantu mengelola outstanding check dengan pencatatan otomatis dan visibilitas kas real-time. Sistem ini meminimalkan kesalahan manual serta menjaga kontrol arus kas tetap akurat dan terintegrasi.

Penggunaan ERP ScaleOcean umumnya memberikan peningkatan efisiensi 45–75% dengan ROI sejak bulan pertama. Perusahaan manual bisa mencapai ±80% improvement, semi-manual 55–65%, dan migrasi sistem sekitar 35–55%. ScaleOcean juga menyediakan demo gratis untuk memahami sistem sebelum implementasi.

Melalui demo gratis, perusahaan dapat mengeksplorasi fitur yang mendukung pengelolaan kas lebih efisien. Berikut fitur utamanya:

  • Accounts Receivable & Payable: Mencatat hutang dan piutang perusahaan, termasuk cek yang belum dicairkan, serta memastikan pembayaran tetap terjadwal dengan baik.
  • Bank Reconciliation: Mencocokkan transaksi cek yang sudah dicairkan atau masih tertahan dengan laporan bank untuk menghindari ketidaksesuaian pencatatan.
  • Cash Flow Forecasting: Memprediksi arus kas yang mencakup penerimaan atau pengeluaran dalam bentuk cek agar perusahaan dapat mengantisipasi dampaknya terhadap keuangan.
  • Comprehensive Reporting: Menyediakan laporan keuangan detail yang mencantumkan daftar outstanding check untuk memastikan tidak ada transaksi yang terlewat.
  • Expense Management & Approval Workflow: Mengontrol pembayaran cek dengan sistem persetujuan otomatis untuk mencegah transaksi yang tidak sah atau berpotensi fraud.
  • Automated Notification & Alerts: Mengirimkan notifikasi otomatis jika ada cek yang jatuh tempo tetapi belum dicairkan, membantu tim keuangan dalam pemantauan transaksi.

Kesimpulan

Outstanding check adalah cek yang telah diterbitkan tetapi belum dicairkan, sehingga dana masih di bank meski sudah tercatat sebagai pengeluaran. Oleh karena itu, saldo kas bisa terlihat berbeda hingga cek benar-benar diproses.

Software akuntansi ScaleOcean membantu mengelola hal ini melalui rekonsiliasi otomatis dan visibilitas kas real-time. Sistem ini juga fleksibel untuk dikustomisasi, serta tersedia demo gratis untuk eksplorasi fitur lebih lanjut.

FAQ:

1. Apa itu Outstanding Check (Cek Beredar)?

Outstanding Check atau Cek Beredar adalah cek yang telah dikeluarkan dan dicatat oleh perusahaan di pembukuan (buku kas/bank) tetapi belum dicairkan atau belum muncul sebagai pengurangan dana di laporan bank. Cek ini telah dikirim ke pihak penerima, namun penerima belum sempat menyetorkan atau menguangkannya ke bank.

2. Mengapa Outstanding Check penting dalam rekonsiliasi bank?

Outstanding Check adalah salah satu alasan utama mengapa saldo kas di buku perusahaan tidak sama dengan saldo kas yang tercantum di laporan bank:
1. Saldo Buku Perusahaan: Sudah menunjukkan saldo yang lebih rendah (karena perusahaan sudah mencatat pengeluaran saat cek ditulis).
2. Saldo Laporan Bank: Masih menunjukkan saldo yang lebih tinggi (karena bank belum mengurangi dana sebelum cek dicairkan).
Untuk membuat rekonsiliasi seimbang, jumlah total outstanding check harus dikurangkan dari saldo bank yang tercantum di laporan bank.

3. Apa dampak Outstanding Check terhadap keuangan perusahaan?

Meskipun outstanding check belum mengurangi saldo bank, perusahaan harus selalu memantau jumlahnya karena:
1. Likuiditas: Perusahaan harus memastikan ada dana yang cukup di rekening bank untuk menutupi semua cek beredar. Jika cek dicairkan dan dana tidak cukup, cek tersebut akan menjadi cek kosong (NSF Check), yang merusak reputasi dan memicu denda bank.
2. Akuntansi Tepat Waktu: Dengan mencatat cek segera setelah dikeluarkan (sesuai basis akrual), perusahaan memastikan laporan keuangannya menunjukkan jumlah kewajiban yang benar, bukan hanya kas yang tersisa.

Bestoto Ferninand
Bestoto Ferninand
Bestoto Ferninand adalah seorang professional dengan pengalaman 1 tahun sebagai content writer yang berpengalaman dalam menulis artikel seputar permasalahan dan solusi industri.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap