Customer loyalty adalah keinginan suatu pelanggan untuk membeli, atau menggunakan produk Anda secara berulang. Kesetiaan pelanggan berasal dari kepuasaan tinggi, dan kepercayaan pelanggan kepada produk. Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan?
Sebagai contoh, sebuah pelanggan yang rutin belanja secara offline mengumpulkan poin dari setiap transaksi. Lalu saat menggunakan poin di toko yang sama secara online, pelanggan tidak dapat menggunakan poin-poin yang sudah dikumpulkan. Situasi ini menimbulkan rasa kecewa dan kebingungan kepada pelanggan.
Untuk menghindari situasi seperti itu terjadi kepada bisnis Anda. Anda dapat memakai Point of Sale (POS). POS membantu menyatukan data transaksi dan poin loyalitas baik online atau offline. POS menyediakan fitur-fitur lainnya seperti data stok, penerapan promo voucher atau diskon,dll.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu customer loyalty, cara meningkatkannya, dan cara untuk menghitungnya.
- Customer loyalty adalah komitmen pelanggan untuk memilih, menggunakan, dan mendukung suatu perusahaan secara berkelanjutan
- Customer loyalty membantu bisnis Anda tetap berkembang dan bertahan karena customer loyal memberikan nilai jangka panjang yang besar dibandingkan pelanggan baru.
- Meningkatkan customer loyalty membutuhkan strategi yang terencana seperti pendekatan personal, dan komunikasi yang efektif.
- Software POS ScaleOcean dapat mengotomatiskan proses penting dalam program loyalitas, dan menyediakan sistem pengelolaan data pelanggan secara terpusat dan otomatis.
 Apa Itu Customer Loyalty?
Customer loyalty merupakan komitmen pelanggan untuk memilih, menggunakan, dan mendukung suatu perusahaan secara berkelanjutan. Loyalitas ini terbentuk saat secara aktif memberikan pengalaman yang konsisten, layanan yang berkualitas, serta proses transaksi yang efisien dengan teknologi seperti cloud POS system yang terintegrasi.
Dengan membangun hubungan yang kuat, perusahaan menodorong pelanggan untuk melakukan pembelian berulang dan merekomendasikan brand kepada orang lain. Customer loyalty menjadi fondasi yang membantu Anda meningkatkan retensi, dan menciptakan pertumbuhan jangka panjang.
Mengapa Customer Loyalty penting bagi Bisnis?
Customer loyalty memegang peran penting dalam membantu bisnis Anda tetap berkembang dan bertahan di persaingan yang semakin ketat. Selain melakukan pembelian berulang, pelanggan loyal memberikan nilai jangka panjang yang besar dibandingkan pelanggan baru karena tidak memerlukan biaya akuisisi yang banyak.
Selain itu, customer loyalty memberikan dampak terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan. Pelanggan yang loyal meningkatkan frekuensi dan nilai transaksi, menciptakan aliran pendapatan yang konsisten. Oleh karena itu, penting Anda untuk memahami manfaat memiliki pelanggan loyal seperti pada poin-poin berikut:
1. Mendapatkan Konsumen Baru Memakan Lebih Banyak Biaya
Anda perlu menyadari bahwa proses mendapatkan pelanggan baru memerlukan biaya yang besar dibandingkan mempertahankan pelanggan lama. Anda harus mengalokasikan anggaran untuk iklan, promosi, diskon, hingga aktivitas pemasaran agar menarik perhatian calon pelanggan.
Sebaliknya, ketika Anda fokus membangun customer loyalty, biaya akuisisi dapat ditekan secara signifikan. Pelanggan yang sudah percaya pada brand Anda tidak memerlukan bujukan berulang, hingga Anda dapat mengalihkan anggaran pemasaran ke strategi lain.
2. Mendorong Pendapatan dan Profitabilitas yang Signifikan
Pelanggan loyal juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan. Mereka cenderung melakukan pembelian ulang, meningkatkan nilai transaksi serta lebih terbuka terhadap produk, layanan tambahan, dan program bundling yang ditawarkan.
Lebih dari itu, pelanggan loyal biasanya tidak terlalu sensitif terhadap harga. Akibatnya, margin keuntungan bisnis menjadi lebih stabil dan profitabilititas dapat tumbuh secara konsisten tanpa mengandalkan promosi besar.
3. Konsumen Loyal sebagai Brand Ambassador (Promosi Gratis)
Pelanggan tidak hanya berdampak pada penjualan, pelanggan loyal juga berperan sebagai brand ambassador. Pelanggan dengan sukarela membagikan pegalaman positif kepada teman, keluarga, atau melalui media sosial, sehingga membantu memperluas jangkauan brand secara organik tanpa biaya tambahan.
Dengan kata lain, Anda mendapatkan promosi gratis yang jauh lebih kredibel dibandingkan iklan berbayar. Rekomendasi dari pelanggan nyata membangun kepercayaan lebih cepat dan menghasilkan calon-calon pelanggan.
4. Mempermudah Bisnis Memprediksi Perilaku Pelanggan
Customer loyalty memudahkan bisnis dalam menganalisis dan memprediksi perilaku pelanggan. Pelanggan yang loyal menunjukkan pola pembelian yang konsisten, sehingga data historis mereka lebih akurat untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Dengan ini, Anda dapat menyusun perencanaan stok, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk dengan risiko yang rendah. Keputusan bisnis Anda pun menjadi lebih terarah dan berbasis data.
5. Mengurangi Biaya Bantuan Konsumen dan Efisiensi Operasional
Pelanggan yang loyal umumnya sudah memahami produk, layanan, dan alur bisnis Anda. Sehingga mereka lebih jarang mengajukan keluhan atau pertanyaan dasar pada tim customer service.
Seiring waktu, kondisi ini membantu bisnis mengurangi beban operasional, dan biaya dukungan pelanggan. Tim internal dapat fokus pada peningkatan kualitas layanan dan penanganan kasus yang lebih kompleks.
6. Berpengaruh Positif Terhadap Kinerja dan Motivasi Karyawan
Customer loyalty juga berdampak pada kinerja internal perusahaan. Ketika karyawan berinteraksi dengan pelanggan yang puas dan loyal, suana kerja menjadi lebih positif dan minim konflik.
Selain itu, apresiasi dan umpan balik positif dari pelanggan dapat meningkatkan motivasi serta rasa bangga karyawan terhadap pekerjaannya. Hal ini secara tidak langsung mendorong produktivitas dan kualitas layanan yang lebih baik.
7. Memperkuat Brand Positioning dan Ketahanan Pasar
Loyalitas pelanggan membantu Anda membangun positioning brand yang kuat di pasar. Brand Anda yang memiliki basis pelanggan setia lebih mudah dikenali dan dipercaya, bahkan di tengah persaingan yang ketat.
Lebih penting lagi, customer loyalty meningkatkan ketahanan bisnis saat menghadapi perubahan pasar atau krisis. Dengan dukungan pelanggan setia, bisnis memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk bertahan dan terus berkembang
Jenis-jenis Customer Loyalty
Jenis-jenis customer loyalty muncul seiring dengan perbedaan perilaku, motivasi, dan ekspektasi pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan tidak dapat menerapkan strategi yang sama untuk semua pelanggan. Cara mempertahankan pelanggan karena convenience belum tentu sama seperti pelanggan loyal karena harga.
Dari transaksi berulang hingga keterikatan emosional. Memahami variasi ini, Anda dapat menyusun strategi yang relevan dan efektif. Selanjutnya, pembahasan berikut akan mengulas berbagai jenis customer loyalty:
1. Truly Loyal Customers (Ikatan Emosional Kuat)
Truly loyal customers membangun hubungan yang kuat dengan Anda karena merasa dihargai dan dipahami. Mereka tidak hanya melakukan transaksi berulang, tapi bertahan saat kompetitor menawarkan harga atau promo yang lebih menarik.
Pelanggan truly loyal akan secara aktif merekomendasikan Anda kepada orang lain karena kepercayaan yang sudah terbentuk. Oleh sebab itu, menjaga kualitas layanan dan konsistensi pengalaman menjadi kunci utama untuk mempertahankan loyalitas mereka.
2. Price Loyal (Setia karena Harga Kompetitif)
Price loyal customers memilih Anda karena menawarkan harga yang kompetitif dan sesuai dengan nilai yang diharapkan. Mereka cenderung melakukan transaksi selama harga tetap menarik dan sebanding dengan manfaat yang diterima.
Namun, pelanggan jenis ini mudah berpindah ketika menemukan harga yang lebih menarik dari kompetitor. Oleh karena itu, bisnis perlu menyeimbangkan harga dengan nilai tambah agar loyalitas tidak hanya bergantung pada diskon.
3. Convenience Loyals (Setia karena Kemudahan Akses)
Di sisi lain, convenience loyals menunjukkan loyalitas karena kemudahan akses dan proses transaksi. Mereka memilih bisnis yang menyediakan lokasi strategis, sistem pembayaran yang praktis, serta pengalaman belanja yang efisien melalui fitur self-service dan self-order.
Semakin mudah proses yang ditawarkan, semakin besar peluang pelanggan untuk terus kembali. Bisnis dapat mempertahankan tipe pelanggan ini dengan meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan di setiap kanal.
4. Loyalty-Program Loyals (Setia demi Reward)
Loyalty-program loyals melakukan transaksi berulang karena tertarik pada poin, cashback, atau reward yang ditawarkan. Menggunakan aplikasi loyalitas pelanggan, mendorong mereka untuk terus berbelanja demi mendapatkan manfaat tambahan.
Loyalitas pelanggan ini sangat bergantung pada konsistensi dan reward yang diberikan. Anda perlu merancang program loyalitas yang menarik, transparan, dan mudah digunakan.
5. Satisfied Customers (Hanya Sekadar Puas)
Satisfied customers merasa puas dengan produk atau layanan, namun belum memiliki keterikatan yang kuat dengan bisnis Anda. Mereka tetap bertransaksi selama kebutuhan terpenuhi dan tidak menemui masalah.
Namun, tanpa upaya lanjutan pelanggan tipe ini mudah beralih ke bisnis lain. Oleh karena itu, Anda perlu meningkatkan pengalaman dan membangun hubungan yang lebih personal agar kepuasan dapat berkembang menjadi loyalitas jangka panjang.
Baca juga: Apa itu Brand Loyalty? ini Indikator, Fungsi, dan Tingkatnya
Tahapan Kunci Membangun Customer Loyalty
Membangun customer loyalty membutuhkan proses yang terstruktur dan berkelanjutan. Anda perlu memahami setiap fase perjalanan pelanggan agar memberikan pendekatan yang tepat di setiap interaksi. Pendekatan kepada pelanggan melalui Leads berbeda dengan pelanggan yang sudah lama memakai produk anda.
kunci agar bisnis dapat menerapkan strategi yang tepat di setiap fase. Tahapan-tahapan membangun Customer Loyalty adalah sebagai berikut:
1. Tahap Suspect dan Leads Potensial
Pada tahap awal, bisnis secara aktif menarik perhatian calon pelanggan melalui pemasaran, konten edukatif, dan penawaran yang relevan. Selain itu, perusahaan mulai mengumpulkan data dasar untuk memahami kebutuhan dan minat leads potensial sebelum terjadi transaksi.
Anda perlu membangun kepercayaan dengan komunikasi yang jelas. Dengan memberikan nilai sejak awal, Anda dapat mendorong calon pelanggan untuk melakukan pembelian pertama produk Anda.
2. Tahap Pelanggan Baru dan Repeat Order
Setelah pelanggan melakukan transaksi pertama, Anda harus segera memberikan pengalaman yang positif dan konsisten. Oleh karena itu, proses transaksi yang mudah, layanan yang responsif, serta follow-up yang tepat waktu menjadi faktor penting.
Anda perlu mendorong repeat order melalui penawaran personal, promo lanjutan, atau program loyalitas. Statistik sobot menunjukkan, 94.3% populasi di dunia termasuk dalam minimal satu program loyalitas, sehingga strategi ini terbukti efektif dalam membentuk kebiasaan bertransaksi dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
3. Tahap Klien dan Advocate (Pendukung Setia)
Pada tahap ini, pelanggan telah melakukan transaksi secara rutin dan menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap bisnis anda. Selain memenuhi ekspektasi, Anda perlu memperkuat hubungan melalui pengalaman yang lebih personal dan ekslusif.
Dengan demikian, pelanggan tidak hanya bertahan. Tetapi juga aktif merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain. Peran mereka sebagai advocate membantu meningkatkan kredibilitas dan memperluas jangkauan bisnis secara organik.
4. Mitigasi Tahap Pelanggan Hilang
Namun, tidak semua pelanggan dapat dipertahankan tanpa strategi yang tepat. Oleh karena itu, bisnis perlu memantau tanda-tanda penurunan transaksi atau interaksi sebagai sinyal awal.
Selanjutnya, Anda dapat melakukan pendekatan proaktif seperti penawaran khusus, survei kepuasan, atau perbaikan layanan. Dengan tindakan yang cepat dan tepat, bisnis Anda berpeluang memenangkan kembali pelanggan dan menjaga customer loyalty tetap stabil.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Customer Loyalty
Customer loyalty tidak terbentuk secara kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Pelanggan menjadi pelanggan setia berdasarkan berbagai macam faktor dari kualitas produk, pelayanan, harga produk yang ditawarkan, bahkan sampai teknologi yang digunakan.
Oleh karena itu, Anda perlu memahami elemen utama yang membentuk persepsi dan pengalaman pelanggan. Dengan mengelola faktor-faktor secara konsisten, Anda dapat membangun loyalitas yang kuat. Beberapa hal yang Anda perlu perhatikan dengan teliti:
1. Kualitas Pelayanan dan Pengalaman Pelanggan
Kualitas pelayanan berperan besar dalam membentuk kesan pelanggan terhadap brand. Ketika bisnis memberikan layanan yang cepat, responsif, dan tepat. Pelanggan merasa dihargai dan nyaman untuk kembali bertransaksi.
Pengalaman pelanggan yang positif di setiap titik interaktif memperkuat hubungan jangka panjang. Dengan pengalaman konsisten, bisnis dapat mendorong pelanggan untuk tetap loyal.
2. Kepercayaan, Keandalan, dan Brand Image
Selanjutnya, kepercayaan menjadi fondasi utama dalam membangun customer loyalty. Pelanggan terus bertransaksi saat bisnis mampu memenuhi janji, menjaga kualitas, dan memberikan layanan yang dapat diandalkan.
Brand image yang positif memperkuat persepsi pelanggan terhadap nilai bisnis. Dengan reputasi yang baik, perusahaan mudah mempertahankan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
3. Kesepadanan antara Harga dan Kualitas
Di sisi lain, pelanggan menilai loyalitas berdasarkan kesesuaian antara harga dan kualitas yang mereka terima. Ketika harga dianggap sepadan dengan manfaatnya, pelanggan merasa puas dan bersedia melakukan pembelian ulang.
Anda perlu menjaga keseimbangan antara strategi harga dan kualitas produk atau layanan. Dengan nilai yang jelas, perusahaan dapat memperkuat kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
4. Manajemen Hubungan Pelanggan dan Teknologi yang digunakan
Manajemen hubungan pelanggan yang baik membantu bisnis memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan secara lebih mendalam. Dengan pendekatan yang personal, Anda dapat membangun komunikasi yang relevan dan berkelanjutan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti CRM, aplikasi manajemen membership, dan sistem terintegrasi memungkinkan Anda mengelola data pelanggan secara efektif. Dengan dukungan tekonologi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan memperkuat customer loyalty.
Bagaimana Strategi Membangun dan Meningkatkan Customer Loyalty?
Membangun dan meningkatkan customer loyalty membutuhkan strategi yang terencana dan akurat. Pada tahap awal, Anda perlu memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman yang relevan di setiap interaksi. Selain itu, Anda harus mengedepankan pendekatan personal agar pelanggan merasa dihargai dan diperhatikan.
Selanjutnya, Anda dapat memperkuat hubungan melalui mengelola data pelanggan dan merespons kebutuhan dengan cepat komunikasi yang efektif, dan pemanfaatan teknonologi yang tepat. Sehingga dapat mendorong transaksi berulang serta membangun loyalitas jangka panjang. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui strategi seperti berikut:
1. Kenali Pelanggan dan Personalisasi Pengalaman
Anda perlu mengenali pelanggan melalui data perilaku, riwayat transaksi, dan preferensi mereka. Anda dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan relevan kepada pelanggan.
Selain itu, personalisasi membantu pelanggan merasa dihargai dan dipahami. Sehingga pelanggan terasa terdorong untuk kembali bertransaksi dan membangun hubungan jangka panjang
2. Implementasi Customer Loyalty Program (Reward Relevan)
Selanjutnya, Anda dapat mendorong loyalitas melalui program loyalitas dengan reward yang relevan. Program ini memberikan insentif bagi pelanggan untuk melakukan pembelian berulang.
Namun, Anda harus memastikan reward benar-benar bernilai bagi pelanggan. Dengan reward yang tepat, program loyalitas dapat meningkatkan frekuensi transaksi dan keterikatan pelanggan.
3. Jalin Hubungan Baik dan Komunikasi yang Humanis
Komunikasi yang humanis membantu Anda membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Melalui interaksi ramah dan empatik, pelanggan merasa lebih nyaman dan percaya dalam mengonsumsi produk Anda.
Anda perlu menjaga konsistensi komunikasi di setiap kanal. Hubungan yang kuat membuat pelanggan loyal dan terbuka terhadap penawaran baru.
4. Minta Testimoni, Kritik, dan Saran
Untuk membangun customer loyalty yang kuat, Anda perlu testimoni, kritik, dan saran dari pelanggan. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga menghargai suara pelanggan. Ketika pendapat pelanggan terdengar mereka akan merasa lebih dihargai dan memiliki keterikatan emosional dengan brand Anda.
Masukan langsung dari pelanggan membantu bisnis Anda mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi produk maupun layanan. Dengan memanfaatkan feedback secara real time, Anda dapat melakukan perbaikan lebih cepat, mencegah ketidakpuasan berulang, serta menciptakan pengalaman yang semakin relevan.
5. Konsistensi Kualitas Layanan yang Prima dan Responsif
Anda harus menjaga konsistensi kualitas layanan. Pelanggan akan tetap loyal ketika perusahaan secara konsisten memberikan layanan yang prima, cepat, dan solutif di setiap titik interaksi. Konsistensi ini membangun kepercayaan, karena pelanggan tahu yang mereka harapkan dari brand Anda.
Respons yang tepat waktu membantu bisnis mencegah kekecewaan belum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Ketika perusahaan mampu menangani pertanyaan atau keluhan dengan cepat. Pelanggan pun merasa aman dan diperhatikan.
6. Memaksimalkan Media Sosial, Blog, dan Website
Di era digital, Anda perlu memaksimalkan media sosial, blog, dan website untuk menjaga keterlibatan pelanggan. Memaksimalkan platform-platform digital memungkinkan Anda untuk berkomunikasi secara aktif dan konsisten.
Selain itu, konten yang relevan dan informatif membantu membangun kedekatan dengan pelanggan. Dengan interaksi yang berkelanjutan, pelanggan akan semakin terikat dengan brand.
7. Gunakan Teknologi untuk Automasi dan Integrasi Sistem
Teknologi berperan penting dalam meningkatkan customer loyalty secara efisien. Dengan automasi dan integrasi sistem. Anda dapat mengelola data pelanggan secara terpusat dan akurat.
Pemanfaatan teknologi seperti CRM dan POS membantu perusahaan memberikan pengalaman yang konsisten di semua kanal. Menggunakan sistem CRM atau aplikasi POS yang terbaik untuk terintegrasi berbagai macam data sehingga loyalitas pelanggan tumbuh secara berkelanjutan.
Bagaimana Cara Mengukur Customer Loyalty dan Metrik Kuncinya?
Untuk memastikan customer loyalty strategy Anda berjalan efektif. Anda perlu mengukur tingkat loyalitas pelanggan secara terstruktur. Oleh karena itu, Anda tidak mengandalkan asumsi, tetapi menggunakan metrik yang relevan dan berbasis data seperti NPS, CLI, dll.
Dengan memahami metrik kunci, Anda dapat mengevaluasi performa layanan pengalaman pelanggan serta peluang peningkatan loyalitas secara berkelanjutan. Berikut pembahasan mengenai beberapa cara mengukur customer loyalty:
1. Metrik Net Promotor Score (NPS) dan Sentimen
Net Promoter Score (NPS) membantu Anda mengukur seberapa besar peluang pelanggan merekomendasikan produk anda kepada orang lain. Metrik ini memberikan gambaran langsung tentang tingkat kepuasan dan sentimen pelanggan setelah mereka berinteraksi atau bertransaksi.
Selain itu, analisis sentimen dari ulasan, survei, dan media sosial melengkapi data NPS dengan konteks yang lebih mendalam. Dengan menggabungkan keduanya, Anda dapat memahami persepsi pelanggan secara akurat dan mengambil tindakan perbaikan yang tepat.
2. Index Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty Index atau CLI)
Indikator customer loyalty, atau Customer loyalty Index (CLI) mengukur loyalitas pelanggan berdasarkan beberapa indikator, seperti niat membeli ulang, preferensi terhadap brand, dan tingkat kepuasan. Metrik ini memberikan pandangan yang lebih komprehensif dibandingkan satu indikator tunggal.
Dengan memantau perubahan nilai CLI, Anda dapat menilai efektivitas strategi loyalitas yang diterapkan. Oleh karena itu, perusahaan dapat menyesuaikan pendekatan agar hubungan dengan pelanggan semakin kuat.
3. Level Keterlibatan dan Tingkat Pembelian Berulang
Level keterlibatan pelanggan dan tingkat pembelian berulang menjadi indikator penting dalam mengukur customer loyalty. Pelanggan yang sering berinteraksi dan melakukan transaksi berulang menunjukkan hubungan yang stabil dengan bisnis Anda.
Dengan demikian, Anda dapat menganalisis frekuensi transaksi, durasi hubungan pelanggan, serta respons terhadap kampanye pemasaran. Data ini membantu perusahaan memprediksi loyalitas jangka panjang dan merancang strategi retensi.
Tingkatkan Customer Loyalty dengan Software POS ScaleOcean
Software POS ScaleOcean dibuat untuk meningkatkan efisiensi proses penjualan dan pembayaran sambil memberikan analisis terhadap pelanggan-pelanggan yang memakai produk Anda. Dengan POS anda dapat mengetahui bagaimana pelanggan memandang produk Anda, baik positif maupun negatif secara real time.
ScaleOcean menawarkan keunggulan mengotomatisasi proses pencatan transaksi, pengelolaan invetaris sampai manajemen stok, dan tanpa batasan jumlah pengguna. Dengan biaya flat, software ini mempermudah pekerjaan sambil meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan bisnis Anda.
ScaleOcean menyediakan opsi demo gratis agar Anda dapat mengevaluasi bagaimana sistem POS ini bekerja dalam meningkatkan customer loyalty, effisiensi customer support, dan kepuasan pelanggan secara menyeluruh.
Berikut fitur ScaleOcean yang dapat mempertahan dan menambahkan Customer Loyalty anda:
- Order Management: Memasukkan pesanan pelanggan dengan cepat, otomatis mengurangi stok, dan mempercepat proses pembayaran.
- Product Tracking: Melacak produk menggunakan barcode dan memperbarui stok secara real time sehingga mengurangi resiko kekurangan stok.
- Discount Management: Mengelola diskon sambil memberikan penawaran khusus kepada pelanggan loyal menggunakan sistem poin
- Easy Payment Methods: Menyediakan dukungan untuk berbagai macam metode pembayaran seperti OVO, Gopay, dan bank transfer.
- Online App Integration: Berintegrasi dengan e-commerce dan aplikasi lain sehingga mendukung penjualan omnichannel dengan data real time.
Kesimpulan
Customer loyalty adalah komitmen emosional dan perilaku pelanggan untuk membeli produk atau layanan Anda secara berulang. Loyalitas pelanggan tidak hanya mendorong pendapatan, tetapi juga memperkuat merek Anda dengan promosi organik melalui rekomendasi pelanggan.
Untuk membangun loyalitas yang kuat, diperlukan pemahaman jenis-jenis customer loyalty, tahapan membangun loyalty,dan faktor-faktor yang mengaruhinya. Dengan sistem terintegrasi seperti software POS Anda dapat mengelola data pelanggan, memberikan pengalaman konsisten, serta menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Software POS ScaleOcean menyediakan solusi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan anda, serta menganalisis data penjualan agar Anda dapat membuat keputusan strategis. Anda dapat mencoba demo gratis ScaleOcean untuk melihat cara software ini membantu meningkatkan loyalty dan efisiensi operasional bisnis Anda.
FAQ:
1.Apa saja contoh bentuk program loyalitas?
Contoh-contoh bentuk dari loyalitas pelanggan seperti mengumpulkan poin untuk dituker, bergabung kedalam membership, menberikan hadiah atau voucher di setiap transaksi.
2. Apa saja indikator untuk mengukur kepuasan pelanggan?
Indikator pengukur kepuasan pelanggan ada kualitas produk/layanan menurut pelanggan, apakah pelanggan dilayani secara responsif dan efisien, apakah harga sepadan dengan nilai, dan pengalaman keselurahan.
3. Bagaimana mengatasi keluhan pelanggan?
Mengatasi keluhan pelanggan dengan cara empati, meminta maaf dengan tulus, memahami secara detail, menawarkan solusi, mencatat dan mengevaluasi keluhan untuk perbaikan, dan melakukan follow-up.
4. Apa kunci kepuasan pelanggan?
Kunci kepuasan pelanggan dari kemudahan proses pembelian, kualitas produk yang diterima, komunikasi yang transparan dan cepat, dan cepatnya Anda memperbaiki masalah-masalah yang ada.
5. Apa saja 3R dari loyalitas pelanggan?
3R dari loyalitas pelanggan berupa Reward, Relevancy, dan Recognition.






