Perusahaan dari berbagai industri menghadapi tantangan dalam proses audit, dari data keuangan yang terpisah hingga ketidakesesuaian angka antardivisi. Akibatnya, proses audit mereka menjadi terlambat dan meningkatkan risiko ketidakpatuhan perusahaan terhadap regulasi yang ada.
Untuk memastikan audit tidak memakan waktu yang lama, Anda dapat menggunakan akuntansi eksternal untuk memastikan penerapan standar pelaporan seperti PSAK konsisten dan terstruktur. Hal ini memungkinkan perusahaan menyajikan data keuangan yang akurat dan mudah dianalisis oleh auditor eksternal.
Di artikel ini, kami akan membahas mengenai apa itu akuntansi eksternal, fungsinya bagi perusahaan Anda, tujuan, dan siapa saja yang membutuhkannya. Informasi ini akan membantu proses audit Anda menjadi efisien, transparan, dan minim risiko.
- Akuntansi eksternal adalah cabang akuntansi yang berfokus pada pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan kepada pihak di luar perusahaan.
- Fungsi utama akuntansi eksternal mulai dari penyusunan laporan hingga pemenuhan regulasi yang berlaku.
- Akuntansi eksternal dipakai oleh investor untuk keputusan investasi, kreditur untuk menilai solvabilitas, dan pemerintah untuk penentuan pajak.
- Software akuntansi ScaleOcean membantu menyusun laporan secara terintegrasi, akurat, dan mudah dianalisis melalui fitur lengkap dalam satu ekosistem.
1. Apa Itu Akuntansi Eksternal?
Akuntansi eksternal adalah proses pencatatan data keuangan yang dibuat untuk dianalisis pihak luar seperti investor, kreditor, dan masyarakat. Di dalam industri, tipe akuntansi ini sering dikaitkan langsung dengan akuntansi keuangan yang bersifat lebih formal.
Akuntansi eksternal menyajikan kondisi perusahaan Anda secara objektif, berbeda dengan proses pembuatan laporan internal yang lebih fleksibel. Hal ini karena akuntansi eksternal wajib mengikuti standar aturan yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Standar ini memudahkan pihak luar untuk membandingkan informasi dari perusahaan Anda dengan perusahaan lain, baik untuk analisis kelayakan maupun untuk memprediksi kondisi ekonomi pada periode berikutnya.
2. Fungsi Akuntansi Eksternal
Akuntansi eksternal atau akuntansi biaya memiliki peran penting dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan pihak luar dengan perusahaan Anda. Fungsi utamanya berupa menyampaikan kondisi keuangan perusahaan Anda secara sistematis, dari awal pembuatan laporan sampai memastikan laporan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku.
Berikut beberapa fungsi akuntasi eksternal bagi perusahaan Anda:
a. Penyusunan Informasi Keuangan yang Baku
Akuntansi eksternal menyediakan informasi keuangan dalam format standar yang sama. Prosesnya melalui penerapan standar akuntansi yang berlaku seperti PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) atau International Financial Reporting Standards (IFRS). Standardisasi ini menghilangkan ambiguitas dalam pelaporan Anda, sehingga memudahkan investor untuk membandingkan kinerja antarperusahaan dengan metrik yang sama.
b. Media Komunikasi Perusahaan
Laporan keuangan yang disusun dengan proses akuntansi eksternal menjadi saluran komunikasi utama antara manajemen Anda dan pihak luar. Laporan ini menjelaskan kinerja perusahaan, tantangan yang dihadapi, serta proyeksi masa depan perusahaan.
c. Alat Pertanggungjawaban (Accountability)
Selain itu, akuntansi eksternal juga berfungsi sebagai mekanisme pertanggungjawaban manajemen Anda kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan yang terlibat. Melalui laporan keuangan, manajemen menunjukkan bahwa aset perusahaan terkelola secara efisien untuk menghasilkan keuntungan sesuai harapan.
d. Transparansi Posisi Keuangan
Akuntansi eksternal membantu Anda menciptakan transparansi mengenai kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Contohnya seperti laporan neraca yang memberikan gambaran jelas mengenai aset, liabilitas dan ekuitas perusahaan Anda.
e. Kepatuhan Hukum dan Regulasi
Selain itu, akuntansi eksternal juga memastikan perusahaan Anda mematuhi semua peraturan dan regulasi yang berlaku di daerah Anda, seperti peraturan perpajakan dan pasar modal. Kegagalan dalam mematuhi regulasi mengakibatkan sanksi serius terhadap perusahaan Anda seperti terkena denda atau pencabutan izin usaha Anda.
3. Tujuan Akuntansi Eksternal
Laporan Akuntansi Eksternal memenuhi kebutuhan informasi dari berbagai pihak luar, seperti investor yang membutuhkan data untuk pengambilan keputusan investasi yang benar dan pemerintah untuk penentuan pajak perusahaan Anda. Berikut beberapa tujuan utama yang dicapai melalui pelaporan keuangan eksternal:
a. Membantu Pengambilan Keputusan Investasi
Investor menggunakan laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan Anda di masa lalu dan memproyeksikan prospek di masa depan. Data seperti pertumbuhan pendapatan, margin laba, dan laba per saham menjadi dasar utama mereka untuk keputusan investasi seperti membeli, menahan, atau menjual saham.
b. Menilai Kemampuan Kredit (Solvabilitas)
Akuntansi eksternal membantu kreditur, seperti bank atau lembaga pembiayaan, dalam menilai kelayakan kredit dan solvabilitas perusahaan Anda. Sebelum menyetujui pinjaman dana, kreditur bisa memeriksa laporan keuangan untuk memastikan Anda dapat membayar kewajiban Anda, dengan fokus pada rasio-rasio seperti Debt-to-Equity dan Current Ratio.
c. Penentuan Kewajiban Pajak
Berikutnya, lembaga pemerintah seperti otoritas pajak menggunakan laporan keuangan Anda untuk menghitung pajak penghasilan badan yang harus dibayar perusahaan. Laba dalam laporan laba rugi, setelah penyesuaian fiskal, menjadi dasar pengenaan pajak. Akuntansi eksternal memastikan perhitungan yang akurat dan sesuai peraturan agar perusahaan Anda menghindari kesalahan dan sanksi.
d. Memenuhi Hak Publik dan Karyawan
Terakhir, akuntansi eksternal juga memenuhi hak publik dan karyawan atas informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan Anda. Contohnya, karyawan perlu mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar gaji mereka dan memberikan tunjangan di masa depan.
4. Siapa Saja Pengguna Akuntansi Eksternal?
Akuntansi eksternal menyusun informasi keuangan perusahaan Anda agar pihak di luar manajemen perusahaan dapat menganalisis kondisi perusahaan Anda dengan mudah. Setiap pihak memiliki prioritas yang berbeda, tetapi semuanya memerlukan data yang tepat dan terpercaya. Berikut kelompok-kelompok utama pengguna informasi akuntansi eksternal Anda:
a. Investor
Mereka adalah pengguna utama laporan keuangan eksternal Anda. Dengan memanfaatkan informasi tersebut, mereka menilai tingkat profitabilitas serta kondisi keuangan Anda sebelum mengambil keputusan investasi.
Selain itu, investor juga menganalisis tren pendapatan, komposisi biaya, dan jumlah utang yang Anda miliki untuk memprediksi kinerja pada periode berikutnya. Di sisi lain, investor yang sudah memiliki saham di perusahaan Anda menggunakan laporan ini untuk memantau hasil investasinya, dan menentukan apakah mereka perlu menambah, mempertahankan, atau menjual saham mereka.
b. Kreditur dan Perbankan
Pihak-pihak kreditur seperti bank menggunakan laporan keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan Anda untuk membayar utang serta bunganya tepat waktu atau tidak. Mereka mengevaluasi tingkat risiko kredit dan kondisi likuiditas perusahaan sebelum memberikan pembiayaan kepada perusahaan.
Kreditur sering fokus pada neraca dan laporan arus kas Anda untuk memahami posisi kas serta struktur modal perusahaan Anda. Mereka menghitung rasio keuangan seperti debt service coverage ratio (DSCR) untuk memastikan arus kas Anda mencukupi. Hasil analisis ini memengaruhi persetujuan pinjaman serta penentuan suku bunga.
c. Pemasok atau Supplier
Selain investor dan kreditor, para pemasok juga memanfaatkan informasi akuntansi eksternal Anda. Mereka perlu memastikan perusahaan Anda memiliki kondisi keuangan yang stabil untuk melunasi tagihan tepat waktu.
Dalam kontrak jangka panjang, pemasok memperhatikan kesehatan finansial Anda. Mereka sering menghindari kerja sama dengan perusahaan yang berisiko bangkrut. Sehingga, laporan keuangan membantu mereka mengurangi risiko terjadinya piutang macet dan menjaga arus kas agar tetap lancar.
d. Pemerintah dan Otoritas Pajak (DJP)
Lembaga pemerintah seperti DJP menggunakan laporan keuangan untuk berbagai macam kepentingan administratif dan pengawasan. DJP memanfaatkan laporan laba rugi Anda untuk memverifikasi pendapatan serta membantu menetapkan kewajiban pajak penghasilan yang tepat untuk perusahaan Anda
Selain itu, lembaga statistik pemerintah mengelola data dari laporan keuangan untuk menyusun indikator ekonomi nasional seperti Produk Domestik Bruto (PDB). Regulator pasar modal seperti OJK juga memerlukan laporan Anda untuk melindungi investor dan menjaga transparansi di pasar lokal.
e. Pelanggan (Customers)
Pelanggan yang bergantung pada produk atau layanan Anda perlu memastikan bahwa perusahaan Anda dapat beroperasi secara berkelanjutan. Sebagai contoh, perusahaan industri manufaktur harus yakin bahwa pemasok komponen tidak mengalami kebangkrutan mendadak.
f. Masyarakat Umum dan Analis Ekonomi
Masyarakat umum seperti mahasiswa, peneliti, jurnalis, dan analis memanfaatkan laporan keuangan sebagai sumber informasi penting. Mereka menggunakan data keuangan Anda untuk berbagai macam hal, dari penelitian akademik hingga penyusunan berita ekonomi.
Analis ekonomi juga sering menggabungkan data dari banyak perusahaan untuk memprediksi arah perekonomian. Serikat pekerja juga menggunakan laporan keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi tuntutan upah mereka.
5. Laporan yang Dihasilkan dalam Akuntansi Eksternal
Laporan dalam akuntansi eksternal memberikan kondisi keuangan perusahaan Anda dari berbagai macam perspektif yang saling melengkapi, dari kinerja laba hingga penjelasan rinci pada catatan laporan. Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Anda wajib menyusun lima komponen utama tersebut:
a. Laporan Laba Rugi
Dikenal juga sebagai income statement, laporan ini merangkum kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu seperti satu kuartal atau satu tahun. Ini menunjukkan jumlah pendapatan yang diperoleh serta biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut.
Laporan ini dimanfaatkan oleh investor untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan Anda. Mereka dapat melihat komponen-komponen seperti laba kotor, laba operasi, dan laba sebelum pajak. Selain itu, analisis tren laba rugi juga membantu Anda memperkirakan kinerja masa depan serta menilai efisiensi operasional perusahaan Anda.
b. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Neraca atau balance sheet menggambarkan kondisi keuangan perusahaan Anda pada tanggal yang ditentukan. Laporan ini disusun berdasarkan persamaan dasar akuntansi yang menunjukkan hubungan aset, liabilitas, dan ekuitas dengan satu sama lain.
Melalui neraca, pengguna dapat melihat sumber daya yang dimiliki perusahaan Anda, kewajiban yang belum lunas, serta modal Anda. Informasi ini membantu mereka menilai struktur modal Anda, tingkat utang perusahaan, serta tingkat likuiditas Anda. Selain itu, analis juga menggunakan data ini untuk menghitung rasio keuangan untuk melihat stabilitas dan solvabilitas jangka panjang Anda.
c. Laporan Arus Kas
Dikenal juga sebagai cash flow statement, ini mencatat pergerakan kas yang masuk dan keluar selama satu periode. Laporan ini mengelompokkan arus kas Anda ke dalam tiga aktivitas utama: operasi, investasi, dan pendanaan.
Anda dapat mencatat laba yang tinggi, tetapi belum tentu perusahaan Anda memiliki kas yang cukup. Oleh karena itu, laporan ini menjelaskan hubungan antara laba akrual dan kondisi kas yang sebenarnya. Kreditur sering menggunakan laporan ini untuk menilai kemampuan perusahaan Anda dalam memenuhi kewajiban utangnya.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Perubahan ekuitas atau Statement of Changes in Equity menjelaskan perubahan modal Anda selama satu periode akuntansi. Dengan menampilkan pergerakan komponen seperti modal disetor, laba yang ditahan, serta pendapatan lainnya yang dipengaruhi oleh laba bersih, pembagian dividen, atau penerbitan saham baru.
Dengan laporan ini, Anda menunjukkan secara terbuka bagaimana laba Anda digunakan atau dipakai lagi ke dalam bisnis. Pemegang saham perusahaan Anda memakai informasi ini untuk memahami perubahan nilai investasinya dari waktu ke waktu.
e. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)
CALK memberikan penjelasan atas angka-angka yang muncul dalam laporan Anda. Bagian ini berisi semua kebijakan akuntansi yang Anda lakukan, rincian kewajiban, potensi risiko yang ada, serta informasi lain yang tidak bisa dicerna dalam angka.
Perusahaan memerlukan sistem yang mampu menyusun laporan keuangan secara lengkap dan mudah dipahami, terutama saat data laba rugi, neraca, dan arus kas perlu dianalisis secara rinci. Oleh karena itu, software akuntansi ScaleOcean menyediakan fitur Comprehensive Report dengan metrik pilihan yang disajikan dalam visual atau grafik agar analisis lebih jelas.
Untuk perusahaan menengah hingga besar, software akuntansi ScaleOcean disesuaikan dengan kebutuhan industri, struktur organisasi, dan kompleksitas alur kerja. Fleksibilitas ini membantu proses pencatatan dan pelaporan tersusun sesuai standar, konsisten, serta mendukung kepatuhan terhadap regulasi akuntansi. Untuk melihat bagaimana software membantu penyusunan akuntansi eksternal Anda, segera jadwalkan sesi demo gratis sekarang!
6. Perbedaan Akuntansi Internal dan Eksternal
Anda perlu memahami perbedaan antara akuntansi internal dan eksternal. Keduanya berasal dari sistem akuntansi yang sama, tetapi dua-duanya memiliki fokus, tujuan, dan pengguna yang berbeda. Berikut perbandingan antara jenis-jenis akuntansi tersebut:
a. Definisi Dasar
Akuntansi eksternal berfokus pada penyusunan laporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan tersebut menyajikan informasi yang objektif dan mudah dibandingkan antara perusahaan Anda dan perusahaan kompetitor. Sebaliknya, akuntansi internal atau disebut sebagai akuntansi manajemen menyediakan data hanya untuk mendukung pengambilan keputusan di dalam perusahaan Anda
Anda atau manajer Anda menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan kegiatan, mengendalikan operasi yang ada, serta mengevaluasi kinerja perusahaan. Laporan internal bersifat rahasia dan hanya boleh digunakan oleh pihak internal perusahaan Anda.
b. Tujuan
Akuntansi eksternal melaporkan kinerja masa lalu perusahaan Anda secara akurat sekaligus mengikuti regulasi yang ada. Laporan yang dihasilkan berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab kepada Anda kepada pemangku kepentingan eksternal. Sebaliknya, akuntansi internal hanya membantu Anda atau manajer mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan perusahaan Anda.
Dengan menyediakan data pada proses penyusunan anggaran, peramalan, serta analisis strategis. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan Anda. Selain itu, Anda menggunakan informasi tersebut untuk menganalisis biaya, menentukan harga produk Anda, serta mengevaluasi investasi yang ada.
c. Karakteristik
Akuntansi eksternal memberikan informasi yang ringkas dan terintegrasi untuk menggambarkan kondisi perusahaan Anda secara menyeluruh. Anda juga menerbitkan laporan ini secara berkala, seperti setiap kuartal pertama atau setiap tahun. Sebaliknya, tim internal menyusun laporan akuntansi internal yang lebih rinci dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan Anda.
Hal ini agar manajemen dapat membuat laporan tentang departemen, produk, atau proyek tertentu. Selain itu, manajer lebih fleksibel dalam menempatkan frekuensi pelaporan seperti setiap hari atau setiap bulan.
d. Standar & Regulasi
Akuntansi eksternal mengikuti standar-standar lokal seperti PSAK di Indonesia atau IFRS di tingkat internasional. Anda wajib mematuhi standar tersebut dan melibatkan audit independen untuk memastikan kepatuhan perusahaan Anda terhadap standar-standar tersebut.
Sebaliknya, akuntansi internal tidak terikat oleh standar-standar tersebut. Manajer menentukan format laporan dan metode perhitungan yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhannya.
e. Pengguna Informasi
Akuntansi eksternal melayani segala pihak di luar perusahaan, dari investor sampai masyarakat. Pihak-pihak ini menggunakan laporan tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.
Sebaliknya, akuntansi internal hanya digunakan oleh individu-individu di dalam perusahaan. Penggunanya meliputi Anda, manajer Anda, hingga supervisor. Mereka memakai informasi tersebut untuk menjalankan kegiatan harian serta merencanakan strategi jangka panjang perusahaan Anda.
f. Contoh Laporan
Akuntansi eksternal terdiri dari lima laporan utama, yaitu laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan juga CALK.
Di sisi lain, akuntansi internal terdiri dari laporan yang lebih bervariasi sesuai dengan kebutuhan manajemen. Contohnya berupa laporan anggaran, analisis varians, biaya produksi per unit, dan laporan profitabilitas pelanggan. Laporan-laporan ini dirancang khusus untuk memberikan informasi praktis kepada Anda dalam pengambilan keputusan.
7. Standar Akuntansi dalam Akuntansi Eksternal (PSAK di Indonesia)
Akuntansi eksternal memerlukan standar yang jelas dan konsisten. Di Indonesia, perusahaan menyusun laporan keuangan dengan PSAK sebagai fondasi. Standar ini diperbarui seiring praktik global seperti IFRS, contohnya OJK mulai mewajibkan penerapan PSAK 117 sejak 1 Januari 2025 untuk mendorong perusahaan untuk menyusun laporan keuangannya dengan transparan dan terstruktur.
Dengan standar-standar yang sejajar dengan IFRs, laporan keuangan Anda menjadi lebih relevan di tingkat internasional. Kepatuhan Anda terhadap PSAK juga menunjukkan komitmen Anda dalam menjalankan tata kelola yang baik.
Baca juga: Apa itu IFRS dan Dampaknya di Manajemen Akuntansi Indonesia?
8. Hubungan Akuntansi Eksternal dengan Audit Eksternal
Kedua istilah ini merupakan dua proses berbeda namun berhubungan dengan satu sama lain. Tim internal Anda mencatat transaksi dan menyusun laporan sesuai standar akuntansi sebagai dasar pemeriksaan.
Setelah laporan selesai, auditor independen melanjutkan audit eksternal. Mereka menguji setiap transaksi dan memeriksa bukti transaksi Anda untuk memastikan laporan Anda akurat. Setelah audit selesai, mereka memberikan opini mereka mengenai bagaimana Anda dapat memakai informasi tersebut.
9. Kesalahan Umum saat Memahami Akuntansi Eksternal
Laporan keuangan eksternal sering terlihat kompleks, sehingga terjadi kesalahpahaman dalam membaca data yang dihasilkannya. Interpretasi tersebut menghasilkan keputusan yang keliru, seperti menyamakan laba dengan kas atau mengabaikan informasi tambahan. Maka dengan itu, memahami kesalahan-kesalahan umum berikut membantu Anda untuk menilai laporan keuangan:
a. Menganggap Laba Sama dengan Uang Tunai
Banyak orang menyamakan laba bersih dalam laporan laba rugi dengan jumlah kas yang dimiliki perusahaan. Padahal laporan laba rugi menggunakan basis akrual, bukan basis kas. Perusahaan melaporkan laba tinggi meskipun mengalami kekurangan kas karena piutang yang belum lunas atau investasi persediaan yang meningkat.
b. Mengabaikan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
Pengguna laporan keuangan sering memperhatikan angka dalam laporan laba rugi dan neraca, lalu melupakan CALK yang memberikan konteks di belakang angka-angka tersebut. CALK tugasnya menjelaskan kebijakan akuntansi, jadwal pelunasan utang, potensi kewajiban hukum, dan transaksi Anda dengan pihak-pihak terkait.
c. Berpikir Bahwa Format Laporan Bisa Dibuat Semaunya
Orang sering menganggap mereka bebas menentukan bentuk laporan keuangan mereka sesuai keinginan mereka. Kenyataannya berupa standar seperti PSAK yang mengatur format, metode pengukuran, serta cara penyajian informasi secara rinci.
Standardisasi ini menjaga konsistensi dan memudahkan perbandingan antarperusahaan. Walaupun manajemen memilih beberapa metode akuntansi tertentu, pemilihan masih terbatas dan wajib diungkapkan dalam CALK
10. Kesimpulan
Akuntansi eksternal adalah proses pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan kepada pihak luar secara terstandar dan transparan. Dengan demikian, laporan yang dihasilkan membantu menjaga akuntabilitas, mendukung pengambilan keputusan, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Selain itu, penggunaan software akuntansi seperti ScaleOcean membantu menyusun laporan secara terintegrasi, akurat, dan mudah dianalisis melalui fitur lengkap dalam satu ekosistem. Oleh karena itu, segera jadwalkan demo gratis ScaleOcean untuk melihat bagaimana sistem ini mendukung pelaporan keuangan bisnis Anda.
FAQ terkait Akuntansi Eksternal:
1. Kenapa harus ada audit eksternal?
Audit eksternal membantu menemukan kelemahan dalam sistem internal perusahaan Anda, dengan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki kondisi perusahaan Anda.
2. Apa fungsi audit eksternal?
Audit eksternal memberikan jaminan bagi pemegang saham dan kreditor bahwa laporan perusahaan Anda akurat dan sesuai dengan hukum dan regulasi yang berlaku.
3. Bagaimana memilih software untuk melakukan akuntansi eksternal yang sesuai dengan ukuran perusahaan?
Perusahaan kecil biasanya membutuhkan fitur dasar seperti pencatatan transaksi dan laporan sederhana, sedangkan perusahaan besar memerlukan sistem terintegrasi seperti ScaleOcean dengan modul tambahan seperti inventory dan purchasing.
4. Bagaimana akuntansi eksternal membantu mengatasi tantangan spesifik seperti data yang tersebar antardivisi?
Dengan sistem terintegrasi, data dari berbagai divisi dapat disatukan dalam satu platform sehingga laporan menjadi konsisten dan mudah dianalisis.
5. Area mana dalam akuntansi eksternal yang paling sering membutuhkan analisis mendalam?
Area yang sering dianalisis secara mendalam meliputi arus kas, risiko utang, dan profitabilitas, karena ketiganya memengaruhi stabilitas finansial perusahaan.






