
Ketika informasi mengenai biaya, laba, dan efisiensi operasional tidak diperoleh secara jelas, bisnis membuat keputusan pada dasar asumsi-asumsi. Ini berarti ada penurunan dalam hal pengendalian anggaran, evaluasi performa tidak menjadi tepat, dan peluang untuk meningkatkan juga lewat terlewat. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan akuntansi belum berjalan secara efisien.
Konsep dasar akuntansi manajemen melibatkan kegiatan berupa penyediaan, analisis dan penyampaian informasi baik berupa data keuangan maupun non-keuangan untuk manajer. Tujuannya adalah membantu perusahaan bekerja lebih efisien, memanfaatkan sumber daya secara optimal, dan mencapai target bisnis dengan hasil yang lebih terukur.
Dengan penerapan yang tepat, proses ini mendukung produktivitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pembahasan berikut akan mengulas apa itu akuntansi manajemen secara lengkap, mulai dari pengertian, tujuan dan peran, proses utama, hingga perbedaannya dengan akuntansi keuangan.
Akuntansi manajemen adalah sebuah proses dalam akuntansi perusahaan yang berfokus pada penyertaan informasi keuangan dan non-keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Hal ini digunakan dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja operasional.
Selain pengertian tersebut, berikut terdapat beberapa pengertian akuntansi manajemen menurut para ahli, yakni:
Menurut Charles T. Horngren (Charles T. Horngren. 2006. Cost Accounting: A Managerial Emphasis), akuntansi manajemen adalah suatu proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, serta komunikasi.
Aspek ini juga fokus pada data dan informasi yang bisa membantu pihak eksekutif perusahaan untuk memenuhi tujuan organisasi dalam hal pengelolaan manajemen.
Menurut Halim dan Supomo (Halim, Abdul., Bambang, Supomo., Kusufi, Syam Muhammad. 2013. Akuntansi Manajemen. Edisi Kedua. BPFE, Yogyakarta), akuntansi manajemen adalah suatu kegiatan yang menghasilkan informasi keuangan.
Penggunaan aspek ini diperuntukkan bagi manajemen, sebagai dasar untuk pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi manajemen.
Menurut Hariadi (Hariadi, 2002. Akuntansi Manajemen Suatu Sudut Pandang. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta), akuntansi manajemen adalah kegiatan identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisa, pencatatan pendapatan (revenue), interpretasi dan pelaporan kejadian-kejadian ekonomi.
Hal ini juga berfokus dari suatu badan usaha yang dimaksudkan agar manajemen bisa menjalankan fungsi perencanaan, pengendalian, dan juga mengambil keputusan.
Menurut Mulyadi (Mulyadi, 2001. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Cetakan Ketiga. Salmeba Empat), akuntansi manajemen adalah suatu informasi keuangan yang dihasilkan oleh tipe akuntansi ini. Aspek ini juga utamanya digunakan oleh pihak internal suatu perusahaan.
Aspek ini juga melibatkan praktik mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, menafsirkan, dan mengkomunikasikan informasi keuangan kepada para manajer, untuk mengejar tujuan organisasi.

Perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan terletak pada pengguna, tujuan, dan fokus informasinya. Perbedaan ini membuat masing-masing jenis akuntansi menyajikan laporan dan analisis dengan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan penggunanya.
Berikut beberapa poin perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, diantaranya:
Selain perbedaan ini, penting juga untuk memahami perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi biaya, di mana penting juga untuk memahami perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi biaya, di mana keduanya memiliki fokus dan tujuan yang berbeda.
Akuntansi biaya lebih terfokus pada pengumpulan dan analisis biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang atau jasa, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Sedangkan akuntansi manajemen lebih luas dan berorientasi pada penyediaan informasi yang diperlukan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan bisnis.
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat Anda ringkas bahwa proses berikut cenderung dilakukan untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan. Keseluruhan fungsinya akan memaksimalkan pendapatan, serta meningkatkan efisiensi secara menyeluruh, yakni:
Akuntansi manajemen menyertakan data pengeluaran dan penjualan historis yang akan membantu dalam proyeksi dan penentuan anggaran kedepannya. Hal ini penting untuk memaksimalkan keuntungan dan menimalisir pengeluaran pada masing-masing periode.
Selain penentuan anggaran, proses berikut dapat memberikan wawasan kepada pihak manajemen dalam pengambilan keputusan lebih umum. Keputusan yang dimaksud dapat berupa ekspansi, diversifikasi aset, investasi lebih lanjut, atau tindakan efisiensi. Dalam proses evaluasi investasi tersebut, perusahaan biasanya menetapkan hurdle rate sebagai tingkat pengembalian minimum yang harus dicapai sebelum suatu proyek disetujui.
Segala data dan laporan yang muncul dari kegiatan ini akan digunakan untuk keperluan audit, baik oleh pihak internal maupun eksternal. Dengan adanya informasi tersebut, auditor dapat dengan lebih mudah menentukan tingkat kesehatan finansial perusahaan.
Laporan akuntansi manajemen cenderung berisi segala transaksi pengeluaran dan pemasukan yang terjadi pada suatu periode tertentu. Hal ini dapat digunakan oleh manajemen untuk memastikan tidak adanya pembengkakan pada anggaran dan memastikan tidak adanya gangguan pada arus kas.
Berhubungan dengan poin-poin sebelumnya, proses akuntansi ini akan memberikan informasi rinci yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja menyeluruh operasional. Manajemen dapat mengidentifikasi bagian mana dalam perusahaan yang memerlukan perbaikan.
Seperti yang telah dinyatakan berulang kali, hasil dari manajemen akuntansi akan membantu manajamen internal dalam penyusunan strategi lebih baik. Selain manajemen puncak, proses berikut juga digunakan oleh:
Manajemen puncak menggunakan laporan akuntansi manajemen untuk pengambilan keputusan strategis jangka panjang. Informasi ini membantu mereka merumuskan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan mengevaluasi kinerja seluruh divisi secara periodik.
Manajer keuangan memanfaatkan data ini untuk menyusun anggaran, meramalkan arus kas, dan mengelola modal kerja perusahaan. Mereka juga menggunakan analisis biaya untuk mendukung keputusan investasi, pendanaan, dan strategi penghematan.
Manajer produksi memerlukan informasi biaya standar dan biaya aktual untuk mengendalikan efisiensi operasional harian di lantai produksi. Data berikut membantu mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan bahan baku serta tenaga kerja.
Manajer pemasaran menggunakan data biaya produk untuk menetapkan harga jual yang kompetitif dan tetap menguntungkan. Informasi ini juga penting untuk mengalokasikan anggaran promosi secara efektif ke saluran pemasaran yang memberikan return tertinggi.
ScaleOcean menawarkan modul akuntansi yang bisa membantu Anda dalam menyederhanakan proses keuangan di berbagai skala bisnis, dari kecil hingga enterprise. Karena terintegrasi dalam satu sistem, pengelolaan data keuangan bisa dilakukan secara real–time dan otomatis, sekaligus terhubung dengan departemen lain dalam satu platform.
Melalui automasi alur kerja, laporan yang konsisten, serta fleksibilitas kustomisasi sesuai kebutuhan tiap divisi, ScaleOcean membuat manajemen akuntansi berjalan lebih efisien. Visibilitas menyeluruh atas proses keuangan juga membantu perusahaan menekan risiko kesalahan, menghemat waktu operasional, dan lebih fokus pada pertumbuhan bisnis.
Untuk mempelajari cara kerja dan bagaimana ScaleOcean dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda, Anda dapat menjadwalkan konsultasi gratis terlebih dahulu. Berikut beberapa contoh fitur-fitur yang terdapat dalam sistem berikut:
Baca juga: Pengertian Forecasting Budget dan Pentingnya bagi Bisnis
Sebagai kesimpulan, akuntansi manajemen memiliki peran penting dalam membantu perusahaan merencanakan strategi, mengendalikan biaya, mengevaluasi kinerja, hingga mengambil keputusan yang tepat.
Dengan memahami apa itu akuntansi manajemen dan penerapannya yang optimal, informasi yang dihasilkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pencapaian tujuan bisnis secara berkelanjutan.
Untuk mendukung hal tersebut, ScaleOcean hadir sebagai solusi modern yang memudahkan perusahaan mengelola data secara real–time, menyusun laporan otomatis, serta menganalisis performa dengan lebih akurat.
Dengan sistem terintegrasi, ScaleOcean membantu manajemen membuat keputusan berbasis data yang lebih cepat dan efektif, sehingga perusahaan dapat berkembang lebih kompetitif di tengah persaingan pasar. Jadwalkan konsultasi gratis untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan bisnis Anda.
Akuntansi manajemen adalah proses penyetelan, pengevaluasan, pengorganisasian, dan penyajian informasi keuangan yang digunakan oleh manajemen dalam mengambil keputusan internal, seperti perencanaan, kontrol, dan evaluasi performa.
Tujuan dari akuntansi manajemen adalah penyajian informasi keuangan atau informasi non-keuangan kepada manajemen intern yang digunakan dalam perencanaan, pengambilan keputusan, kontrol, dan penilaian performa. Informasi tersebut digunakan oleh manajer untuk mengontrol biaya, memaksimalkan profitabilitas, dan membuat strategi jangka panjang yang tepat.
Contoh penerapan akuntansi manajemen antara lain analisis selisih biaya (Variance analysis), penyusunan dan pengendalian anggaran, pengelolaan persediaan, serta perhitungan harga pokok produk. Praktik ini bertujuan memberi informasi keuangan rinci bagi manajer sebagai dasar perencanaan, dan evaluasi kinerja untuk keputusan strategis.
Peran akuntan manajemen membantu perusahaan mengambil keputusan melalui data keuangan internal. Berbeda dengan akuntan keuangan yang berfokus pada pihak eksternal, peran ini mendukung perencanaan, pengendalian, dan evaluasi bisnis.