14 Tips Memilih Software ERP Terbaik yang Tepat untuk Bisnis

Posted on
Share artikel ini

Pernahkah perusahaan Anda sudah menerapkan ERP, tetapi akhirnya sistem tersebut jarang digunakan karena terlalu rumit atau tidak sesuai dengan cara kerja tim? Situasi seperti ini bisa menguras anggaran sekaligus menimbulkan frustrasi di banyak divisi.

Oleh karena itu, memilih software ERP tidak hanya fokus pada mempertimbangkan banyaknya fitur. Perusahaan perlu memastikan sistem benar-benar sesuai dengan proses kerja, kebutuhan tiap divisi, kemampuan integrasi, serta rencana pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Artikel ini membahas 14 tips praktis memilih software ERP agar perusahaan dapat menghindari salah investasi dan menemukan sistem yang lebih mudah diterapkan, digunakan, serta dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.

starsKey Takeaways
  • Pentingnya memilih software ERP yang tepat merupakan dasar bagi organisasi untuk mengontrol secara efektif semua operasi bisnis.
  • Tips memilih software ERP untuk bisnis adalah analisis kebutuhan bisnis dan menilai apakah perangkat lunak tersebut memenuhi kebutuhan atau tidak.
  • ScaleOcean Atlas adalah sistem ERP terbaik yang dirancang untuk mengintegrasikan dan mengotomasi proses operasional bisnis secara end-to-end dan real-time.

Coba Konsultasi Gratis!

requestDemo

1. Analisis Kebutuhan Bisnis Anda

Sebelum memilih software ERP, pahami dulu kebutuhan internal perusahaan. Identifikasi masalah utama, seperti laporan keuangan yang terlambat, stok yang sering selisih, proses approval yang panjang, atau data antar departemen yang masih terpisah.

Setelah itu, lakukan business process mapping untuk melihat alur kerja dari pembelian, gudang, produksi, penjualan, hingga keuangan. Menurut 2025 ERP Report dari Panorama Consulting Group 64% organisasi yang melakukan pemetaan proses bisnis sebelum seleksi ERP merasakan peningkatan kinerja yang signifikan.

Selanjutnya, pisahkan kebutuhan menjadi fitur must-have dan nice-to-have. Misalnya, perusahaan manufaktur dengan beberapa pabrik tentu membutuhkan lebih dari sekadar pencatatan stok. ERP juga harus mampu mengelola BOM, kebutuhan material, dan Master Production Schedule (MPS) agar proses produksi tetap sinkron dan tidak mudah mengalami bottleneck.

Dengan cara ini, perusahaan dapat menilai ERP berdasarkan kesesuaiannya dengan proses bisnis, bukan hanya dari banyaknya fitur yang ditawarkan.

2. Memastikan adanya Persetujuan Eksekutif dan Tim

Dukungan manajemen eksekutif sangat penting karena implementasi ERP adalah investasi besar yang berdampak pada seluruh proses bisnis perusahaan. Persetujuan eksekutif memastikan ketersediaan anggaran dan sumber daya. Selain itu, libatkan juga tim untuk mengurangi resistensi dari tenaga kerja.

3. Membuat Dokumen Request for Proposal (RFP)

Setelah menganalisis kebutuhan, buatlah dokumen request for proposal (RFP) komprehensif untuk diserahkan kepada calon vendor ERP. Dokumen ini harus merinci semua persyaratan teknis dan fungsional serta skenario bisnis unik Anda. Anda juga dapat menggunakan ERP requirements checklist sebagai acuan untuk memastikan setiap kebutuhan bisnis telah terdokumentasi sebelum dikirimkan kepada vendor.

4. Evaluasi Fitur dan Kemampuan

Buat daftar fitur yang harus ada dalam ERP berdasarkan kebutuhan bisnis Anda. Jika perusahaan Anda bergerak di bidang manufaktur, fitur seperti perencanaan produksi dan manajemen pesanan sangat penting. Sebagai contoh, perusahaan jasa mungkin lebih membutuhkan modul akuntansi dan penggajian.

Dengan mengetahui fitur-fitur software ERP ini, Anda dapat lebih fokus pada solusi yang relevan tanpa membayar untuk modul yang tidak diperlukan.

ERP

5. Pertimbangkan Vendor dan Kualitas Dukungan Lokal

Tips memilih software ERP berikutnya yaitu cari vendor yang memiliki reputasi baik dan pengalaman dalam industri Anda. Mempertimbangkan vendor lokal yang memahami regulasi pajak dan ketenagakerjaan di Indonesia harus menjadi prioritas saat Anda menyusun daftar rekomendasi software ERP terbaik bagi perusahaan.

Selain reputasi, aspek dukungan lokal (Local Support) bisa menjadi pembeda antara kesuksesan dan kegagalan implementasi. Banyak perusahaan terburu-buru memilih vendor global ternama. Namun, ternyata setelahnya mengalami kesulitan karena dukungan teknis hanya tersedia via tiket dengan zona waktu berbeda dan kendala bahasa.

Pastikan vendor memiliki tim support yang berbasis di Indonesia, berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia, dan memahami regulasi lokal (seperti PPh 21, e-Faktur, dan BPJS). Kehadiran tim lokal memastikan respon cepat saat terjadi kendala kritis, berbeda dengan vendor global yang mungkin membutuhkan waktu 1×24 jam hanya untuk membalas tiket.

6. Pertimbangkan Skalabilitas dan Fleksibilitas

Pastikan ERP yang Anda pilih mampu mengikuti pertumbuhan bisnis, baik saat volume transaksi meningkat, jumlah cabang bertambah, maupun lini produk semakin luas. Sistem juga perlu mengelola data dari berbagai lokasi secara terintegrasi tanpa mengorbankan performa.

Skalabilitas membantu perusahaan menjaga investasi ERP tetap relevan dalam jangka panjang. Karena itu, kemampuan sistem untuk mendukung ekspansi sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih software ERP.

Dalam laporannya mengenai ketahanan digital, McKinsey juga menekankan pentingnya teknologi yang scalable dan terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan di tengah perubahan pasar.

7. Periksa Kemampuan Integrasi

Program ERP terbaik harus dapat diintegrasikan dengan sistem lain yang sudah Anda gunakan. Misalnya, jika perusahaan Anda menggunakan CRM untuk manajemen pelanggan, ERP yang dipilih harus mampu menghubungkan data pelanggan dengan modul akuntansi.

Hal ini memastikan data dapat dibagikan dan digunakan tanpa hambatan antar sistem, mengurangi risiko kesalahan input manual. Cara memilih sistem ERP yang ideal adalah dengan memprioritaskan kemampuan integrasi untuk mendukung kelancaran operasional.

8. Proyeksi Biaya yang Dikeluarkan

Jangan hanya terpaku pada harga lisensi awal. Anda wajib menghitung total cost of ownership (TCO) secara transparan untuk menghindari biaya tersembunyi (hidden costs) yang sering tidak disadari di awal.

Biaya tersembunyi ini meliputi biaya server dan maintenance tahunan (untuk on-premise), biaya pelatihan ulang saat ada pergantian staf, biaya kustomisasi tambahan di tengah jalan, hingga biaya migrasi data. Transparansi di awal sangat penting agar cash flow perusahaan tidak terganggu oleh tagihan tak terduga pasca-implementasi.

9. Lakukan Uji Coba Sistem

Uji coba via demo gratis penting untuk memastikan kecocokan dan kemudahan pengunaan sistem ERP bagi perusahaan.

Sebelum memutuskan, lakukan uji coba terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ERP tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, minta akses demonstrasi dari vendor selama beberapa minggu untuk menguji fungsionalitas utamanya.

Terutama ketika Anda berurusan dengan perusahaan ritel atau distribusi dengan volume tinggi, lakukan uji coba stres terhadap ERP selama periode uji coba ini.Buatlah situasi dimana ERP menerima 10.000 pesanan penjualan secara bersamaan dari berbagai pasar dan cabang.

10. Prioritaskan Keamanan Data

Program ERP terbaik harus bisa mengelola data sensitif, seperti laporan keuangan dan data pelanggan, sehingga keamanan harus menjadi prioritas. Pastikan ERP memiliki enkripsi data dan kontrol akses berbasis peran.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan e–commerce memerlukan keamanan tinggi untuk melindungi data kartu kredit pelanggan. Sistem yang dilengkapi fitur multi–factor authentication (MFA) akan memberikan lapisan perlindungan ekstra.

11. Evaluasi Kemampuan Pelaporan dan Analitik

Evaluasi dan pemeliharan ERP yang baik menyediakan pelaporan real-time dan analitik untuk membantu pengambilan keputusan. Misalnya, perusahaan retail dapat menggunakan laporan penjualan untuk menentukan produk yang paling laris dan mengatur strategi stok. Pastikan ERP yang Anda pilih menawarkan dashboard yang mudah dipahami dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan Anda.

12. Cari Referensi dan Ulasan Pengguna

Sebelum memilih vendor, salah satu cara memilih software ERP yang tepat yaitu dengan mencari tahu pengalaman perusahaan lain. Baca ulasan online atau tanyakan langsung pada klien vendor.

Misalnya, jika Anda mempertimbangkan software ERP tertentu, tanyakan kepada pengguna lain apakah dukungan teknis vendor tersebut memadai atau jika ada kendala yang sering muncul. Referensi dari industri serupa akan memberikan gambaran lebih jelas tentang performa dari sistem yang ditawarkan vendor.

13. Evaluasi Metodologi Implementasi Vendor

Jangan hanya melihat software-nya, pelajari juga bagaimana cara vendor tersebut melakukan implementasi. Tanyakan timeline kerja, metode migrasi data, dan bagaimana mereka meminimalisir gangguan operasional saat transisi. Vendor yang memiliki roadmap implementasi yang jelas dan teruji menunjukkan profesionalisme dan risiko kegagalan yang lebih rendah.

14. Cek Komitmen Vendor terhadap Update dan Maintenance

Teknologi dan regulasi pajak terus berubah. Pastikan vendor yang Anda pilih memiliki rekam jejak rutin dalam memberikan pembaruan (update) sistem tanpa biaya tambahan yang mencekik. Hal ini penting agar software yang Anda beli tidak cepat usang (obsolete) dalam 2-3 tahun ke depan.

ScaleOcean Atlas sebagai Rekomendasi Software ERP untuk Bisnis

ScaleOcean Atlas merupakan solusi ERP untuk perusahaan yang membutuhkan sistem terintegrasi sekaligus fleksibel mengikuti proses bisnis. Platform ini menghubungkan berbagai fungsi, mulai dari keuangan, procurement, inventory, sales, HR, hingga proses industri dalam satu sistem.

Sebelum konfigurasi, tim ScaleOcean melakukan pemetaan kebutuhan dan alur kerja perusahaan agar sistem dapat menyesuaikan proses yang sudah berjalan. Pendekatan ini membantu perusahaan mengurangi proses manual, memperlancar koordinasi antar departemen, serta memperoleh visibilitas data secara real-time.

ScaleOcean Atlas juga dilengkapi ScaleMind, AI Business Assistant yang tertanam di dalam workflow Atlas. Teknologi ini membantu pengguna membaca data, menemukan insight, membuat analisis, hingga mendukung berbagai pekerjaan rutin melalui interaksi berbasis prompt.

Untuk kebutuhan yang lebih spesifik, perusahaan dapat mengonfigurasi modul, approval flow, hak akses, maupun alur kerja sesuai industri dan struktur organisasi perusahaan. Atlas juga mendukung lebih dari 200 modul, penggunaan tanpa batas jumlah user pada opsi yang tersedia, serta skalabilitas untuk penambahan cabang, transaksi, dan lini bisnis.

Implementasinya dilakukan secara konsultatif dan dapat dijalankan bertahap sesuai prioritas perusahaan. Jika Anda ingin mengetahui konfigurasi ERP yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis, Anda dapat menjadwalkan konsultasi bersama tim ScaleOcean.

Kesimpulan

Untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis Anda, penting untuk memahami cara memilih software ERP yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Dengan menganalisis kebutuhan, menyesuaikan anggaran, serta memastikan aksesibilitas dan fitur yang sesuai, Anda dapat memilih solusi ERP yang memberikan dampak positif untuk perusahaan.

Sebelum mengambil keputusan, perhatikan beberapa tips memilih software ERP yang tidak boleh diabaikan, seperti melakukan uji coba dan membandingkan beberapa opsi untuk memastikan keputusan yang lebih matang. Keberhasilan implementasi ERP akan sangat memengaruhi efektivitas kerja dan produktivitas perusahaan.

ScaleOcean ERP menawarkan solusi yang fleksibel dan dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan unik setiap bisnis. Didukung oleh fitur-fitur lengkap dan tim ahli yang selalu siap memberikan dukungan, maupun setelah Anda mengimplementasikan sistem. Jadwalkan konsultasi kepada tim kami dan mulai diskusikan tentang kebutuhan sistem ERP perusahaan Anda.

FAQ:

1. Software ERP yang paling banyak digunakan?

Software ERP yang paling banyak digunakan secara global adalah ScaleOcean, SAP, Oracle NetSuite, dan Microsoft Dynamics 365. SAP sering menjadi pilihan perusahaan besar, NetSuite populer untuk solusi cloud global, dan Dynamics 365 bagi pengguna ekosistem Microsoft.

2. Cara memilih ERP?

Tips memilih aplikasi ERP yang tepat:
1. Analisa kebutuhan perusahaan secara mendalam
2. Kebutuhan integrasi dengan sistem lain
3. Fleksibilitas aplikasi ERP untuk kustomisasi
4. Budget untuk investasi
5. Tingkat kesulitan penggunaan
6. Dukungan vendor purna jual

3. Apa saja empat jenis ERP?

Ada empat jenis utama sistem ERP, yaitu on-premise (server lokal), cloud (berbasis internet), hybrid (gabungan keduanya), dan multicloud. Pilihan sistem ini akan memengaruhi total biaya, skalabilitas, dan kemudahan tim Anda untuk bekerja sama.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap