OEM vs ODM: Perbedaan, Kelebihan, dan Cara Memilihnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Bagi perusahaan manufaktur, memilih strategi produksi yang tepat dapat menjadi tantangan besar, terutama dalam memilih antara OEM Original Equipment Manufacturer, dan ODM Original Design Manufacturer. Kedua konsep bisnis manufaktur ini bisa dijadikan pilihan strategi yang efektif untuk memaksimalkan proses produksi.

OEM dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai produsen peralatan asli. Sementara itu, perusahaan ODM adalah perusahaan yang merancang dan memproduksi produk (baik komponen maupun barang jadi) sesuai spesifikasi yang diberikan oleh perusahaan pembeli.

OEM dan ODM adalah dua model bisnis yang sering digunakan di industri manufaktur. Keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam pendekatan dan penerapannya. Di artikel ini, kita akan membahas kedua konsep OEM dan ODM, serta perbedaan penerapannya di perusahaan manufaktur.

starsKey Takeaways
  • OEM adalah perusahaan yang memproduksi produk atau komponen sesuai spesifikasi perusahaan lain, kemudian menjualnya dengan merek pembeli.
  • ODM adalah perusahaan yang merancang dan memproduksi produk sesuai spesifikasi pihak lain, lalu memasarkan produk dengan merek mereka sendiri.
  • Perbedaan utama OEM dan ODM terletak pada desain, merek, fleksibilitas, dan fokus utamanya.
  • Software manufaktur ScaleOcean mempercepat validasi desain dan produksi, mendukung efisiensi OEM dan ODM.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu OEM?

OEM (Original Equipment Manufacturer) adalah produsen yang merancang dan memproduksi produk, baik komponen maupun barang utuh, berdasarkan spesifikasi yang mereka tetapkan. Setelah diproduksi, produk ini dijual ke perusahaan lain yang bertindak sebagai distributor.

Dengan kata lain, OEM memproduksi barang untuk pihak ketiga, yang kemudian akan memasarkan dan menjualnya dengan merek dagang mereka sendiri. Keuntungan menggunakan model bisnis OEM adalah efisiensi biaya dan fokus pada spesialisasi produksi. Perusahaan dapat memanfaatkan keahlian OEM dalam manufaktur, sementara mereka tetap fokus pada pemasaran dan distribusi produk.

2. Apa Manfaat Menggunakan OEM dalam Produksi Manufaktur?

Menggunakan Original Equipment Manufacturer (OEM) dalam proses produksi memberikan sejumlah keuntungan utama, termasuk penghematan biaya. OEM memiliki keahlian dan kapasitas produksi yang memungkinkan mereka memproduksi komponen dengan biaya lebih rendah berkat skala ekonomi dan efisiensi yang dimiliki.

Selain itu, OEM membawa spesialisasi yang tinggi, menghasilkan komponen dengan kualitas lebih baik dan kinerja yang lebih optimal. Keahlian ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada aspek strategis bisnis seperti desain, pemasaran, dan penjualan, sementara produksi komponen ditangani oleh pihak yang lebih berpengalaman.

3. Apa Saja Karakteristik OEM?

Karakteristik OEM (Original Equipment Manufacturer) memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dari model bisnis lainnya. OEM berfokus pada produksi dan rekayasa komponen untuk perusahaan lain, dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasar melalui spesialisasi dalam bidang tertentu.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari OEM:

a. Fokus pada Manufaktur dan Rekayasa Produk

OEM sangat fokus pada kemampuan mereka dalam manufaktur dan rekayasa produk. Mereka berinvestasi besar dalam membangun fasilitas produksi canggih, serta mengembangkan sistem operasional yang efisien dengan tim teknik yang kompeten. Keunggulan kompetitif mereka terletak pada kemampuan untuk merancang dan memproduksi komponen dengan presisi dan kualitas tinggi.

b. Model Bisnis B2B

OEM mengadopsi model bisnis Business-to-Business (B2B), di mana pelanggan utama mereka adalah perusahaan lain yang membutuhkan komponen atau produk untuk digunakan dalam penawaran mereka. Mereka menjalin hubungan langsung dengan perusahaan manufaktur, integrator sistem, atau pemilik merek.

c. Spesialisasi dalam Produk Tertentu

OEM umumnya memiliki spesialisasi dalam jenis komponen atau produk tertentu. Mereka mengembangkan keahlian mendalam dalam teknologi atau proses produksi spesifik, yang memungkinkan mereka untuk mencapai efisiensi dan kualitas tinggi dalam bidang tersebut.

d. Produk Dijual dengan Merek Klien

Produk yang diproduksi oleh OEM biasanya dijual di pasar dengan merek klien mereka. Merek OEM sendiri seringkali tidak dikenal oleh konsumen akhir, karena kualitas dan nilai yang mereka ciptakan dipasarkan melalui identitas merek klien mereka.

e. Tidak Berinteraksi dengan Konsumen Akhir

Sebagai bagian dari model B2B mereka, OEM tidak berinteraksi langsung dengan konsumen akhir. Mereka tidak terlibat dalam pemasaran massal atau penjualan ritel, dan fokus mereka sepenuhnya pada hubungan bisnis dengan perusahaan manufaktur atau integrator yang menjadi klien mereka.

4. Bagaimana Proses Kerja OEM dalam Produksi Manufaktur?

Bagaimana Proses Kerja OEM dalam Produksi Manufaktur?

Model bisnis OEM memiliki alur kerja yang terstruktur dengan tujuan untuk menghasilkan komponen atau produk jadi berkualitas tinggi sesuai kebutuhan klien dalam skala besar. Berikut adalah tahapan utama dalam proses kerja OEM:

a. Penerimaan Spesifikasi dan Pengembangan Desain

Proses dimulai saat OEM menerima spesifikasi teknis dan persyaratan produk dari klien. Tim rekayasa kemudian memeriksa spesifikasi tersebut, mengembangkan desain baru jika perlu, atau menyesuaikan desain yang sudah ada agar sesuai dengan kebutuhan klien.

Dengan menggunakan software manufaktur ScaleOcean, proses ini dapat lebih cepat dan akurat. Sistem yang terintegrasi memudahkan tim dalam memvalidasi setiap detail desain, memastikan tidak ada kesalahan dalam tahap ini. Untuk pengalaman lebih baik, coba demo gratis dari ScaleOcean dan lihat bagaimana software ini meningkatkan efisiensi kerja tim Anda.

b. Pengembangan dan Pembuatan Prototipe

Setelah desain final disetujui, OEM melanjutkan dengan pembuatan prototipe atau sampel awal. Prototipe ini digunakan untuk memvalidasi desain secara fisik dan menguji fungsionalitas serta kualitasnya.

Klien kemudian melakukan peninjauan dan pengujian terhadap prototipe sebelum memberikan persetujuan untuk melanjutkan ke produksi massal. Persetujuan ini merupakan tahap penting sebelum produksi skala penuh dimulai.

c. Pengadaan Material dan Perencanaan Produksi

Setelah persetujuan prototipe dan konfirmasi pesanan, OEM memulai pengadaan bahan baku dan komponen dari pemasok mereka. Perencanaan produksi yang mendetail juga dilakukan pada tahap ini, termasuk penjadwalan penggunaan mesin, alokasi sumber daya manusia, dan pengaturan alur kerja di pabrik.

d. Proses Manufaktur dan Produksi Massal

Pada tahap ini, bahan baku dan komponen diubah menjadi produk jadi sesuai dengan desain yang telah disetujui. Proses produksi mencakup berbagai tahapan seperti fabrikasi, perakitan, dan penggabungan sub-komponen, semua dilakukan untuk memenuhi volume produksi yang ditetapkan oleh klien.

e. Quality Control dan Pengujian

Kualitas produk dijaga ketat sepanjang proses produksi. OEM melakukan berbagai inspeksi dan pengujian pada bahan baku, proses produksi, dan produk akhir untuk memastikan semuanya sesuai dengan standar yang disepakati. Quality control berfungsi sebagai jaminan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi kualitas dan spesifikasi teknis yang diinginkan oleh klien.

f. Pengemasan dan Logistik

Setelah melewati pengujian kualitas, produk siap untuk dikemas dengan aman. Produk ini biasanya dikemas menggunakan kemasan standar yang nantinya akan diberi merek oleh klien.

Tahap logistik mencakup pengelolaan penyimpanan sementara dan pengiriman produk ke lokasi klien, memastikan bahwa pesanan sampai dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik. Dalam proses ini, perusahaan manufaktur juga perlu memperhatikan dampak operasional terhadap lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan limbah.

5. Contoh Original Equipment Manufacturer (OEM)

Sebagai contoh, sebuah merek mobil dapat menggunakan perusahaan OEM untuk memproduksi mesin atau sistem pengeremannya. Ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan keahlian dan teknologi canggih yang dimiliki oleh OEM, sementara mereka tetap fokus pada desain dan pengembangan merek mobil mereka.

Demikian pula, perusahaan smartphone sering bekerja sama dengan OEM seperti Samsung untuk menyediakan layar atau Sony untuk menyediakan kamera. Dengan menggandeng OEM, perusahaan smartphone dapat memastikan komponen berkualitas tinggi yang mendukung performa dan daya saing produk mereka di pasar.

6. Kelebihan dan Kekurangan OEM

Model bisnis OEM (Original Equipment Manufacturer) banyak digunakan dalam industri manufaktur karena sejumlah kelebihannya. Namun, ada pula beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah uraian mengenai kelebihan dan kekurangan OEM:

a. Kelebihan OEM

Salah satu kelebihan utama dari model OEM adalah kemampuannya untuk menyediakan produk sesuai dengan spesifikasi yang sangat detail dari perusahaan pembeli. Selain itu, OEM memungkinkan penghematan biaya produksi, karena perusahaan pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya untuk riset dan pengembangan desain.

b. Kekurangan OEM

Namun, model OEM juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah terbatasnya fleksibilitas dalam desain produk. Karena perusahaan OEM hanya memproduksi sesuai dengan spesifikasi yang diberikan, mereka tidak dapat menawarkan banyak penyesuaian.

Dalam praktiknya, software ERP manufaktur yang terstruktur dengan baik menjadi kunci untuk mendukung kelancaran produksi OEM, mulai dari perencanaan hingga pengendalian kualitas. Selain itu, pemanfaatan sistem manufaktur membantu meminimalkan kesalahan, mempercepat waktu produksi, serta meningkatkan efisiensi operasional.

7. Apa itu ODM?

ODM adalah produsen yang mendesain dan membuat produk secara mandiri, tetapi produksinya disesuaikan dengan permintaan spesifik dari perusahaan lain. Produk fisik atau komponen yang dihasilkan tersebut kemudian dijual kepada perusahaan pembeli yang lantas memasarkannya ke konsumen dengan menggunakan merek dagang (label) milik mereka sendiri.

Produk yang dihasilkan oleh ODM kemudian dijual kepada perusahaan pembeli, yang akan memasarkan dan menjualnya kepada konsumen dengan merek dagang mereka sendiri. Model bisnis ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan produk berkualitas tanpa perlu terlibat langsung dalam proses desain atau manufaktur.

8. Apa Manfaat Menggunakan ODM dalam Produksi Manufaktur?

Apa Manfaat Menggunakan ODM dalam Produksi Manufaktur?

Manfaat menggunakan ODM mencakup berbagai keuntungan strategis bagi perusahaan manufaktur, mulai dari efisiensi biaya hingga percepatan peluncuran produk ke pasar. Dengan memanfaatkan desain dan pengembangan produk yang sudah disiapkan oleh produsen, perusahaan dapat meminimalkan risiko serta mengoptimalkan alokasi sumber daya.

Berikut adalah manfaat utama penggunaan ODM dalam produksi manufaktur:

a. Hemat Biaya dan Waktu R&D

Original Design Manufacturer (ODM) memungkinkan perusahaan memangkas biaya riset dan pengembangan karena desain produk sudah tersedia dari pihak produsen. Perusahaan tidak perlu membangun tim R&D besar atau mengeluarkan investasi mahal untuk pengembangan awal. Hal ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien sejak tahap perencanaan.

Selain itu, penggunaan desain yang sudah teruji juga menurunkan risiko kesalahan teknis dalam pengembangan produk. Perusahaan dapat langsung masuk ke tahap produksi tanpa melalui proses trial and error yang panjang.

b. Mempercepat Time-to-Market

Dengan model ODM, perusahaan dapat meluncurkan produk ke pasar jauh lebih cepat. Proses pengembangan yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan dapat dipangkas karena desain dan spesifikasi dasar sudah tersedia. Kecepatan ini menjadi keunggulan kompetitif dalam pasar yang dinamis.

Time-to-market yang lebih singkat memungkinkan perusahaan merespons tren pasar lebih cepat. Produk dapat segera dipasarkan sebelum kompetitor meluncurkan produk sejenis.

c. Fokus pada Pemasaran dan Branding

Karena aspek desain dan teknis sudah ditangani oleh produsen ODM, perusahaan dapat memusatkan sumber dayanya pada penguatan merek. Aktivitas pemasaran, strategi penjualan, serta pengembangan channel distribusi bisa dijalankan secara lebih maksimal. Pendekatan ini sangat menguntungkan bagi bisnis yang ingin membangun positioning brand tanpa terbebani proses teknis produksi yang kompleks.

d. Skala Ekonomis yang Lebih Menguntungkan

Produsen ODM biasanya memproduksi dalam volume besar untuk berbagai klien, sehingga tercipta skala ekonomis. Hal ini berdampak langsung pada biaya per unit yang lebih rendah dibandingkan produksi desain eksklusif. Biaya produksi yang efisien ini membantu perusahaan menjaga margin keuntungan tetap optimal sekaligus menawarkan harga yang kompetitif di pasar.

e. Memanfaatkan Keahlian dan Inovasi Produsen

ODM memiliki tim desain dan teknologi yang sudah berpengalaman dalam berbagai kategori produk. Perusahaan dapat memanfaatkan keahlian tersebut tanpa perlu membangun kompetensi internal dari nol. Dengan demikian, kualitas dan inovasi produk tetap terjaga karena dikembangkan oleh tenaga ahli yang memahami standar industri.

f. Fleksibilitas Kustomisasi Produk

Meskipun menggunakan desain yang sudah ada, perusahaan tetap dapat menyesuaikan produk sesuai kebutuhan pasar. Kustomisasi dapat dilakukan pada fitur, kemasan, hingga branding visual agar selaras dengan target konsumen. Fleksibilitas ini memberikan keseimbangan antara efisiensi produksi dan diferensiasi produk di pasar.

g. Risiko Bisnis yang Lebih Rendah

ODM menjadi solusi ideal bagi perusahaan yang ingin menguji pasar dengan investasi awal yang lebih kecil. Risiko finansial dapat ditekan karena tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pengembangan desain dari awal. Model ini cocok untuk bisnis dengan keterbatasan sumber daya R&D namun ingin tetap kompetitif dan cepat berkembang di industri manufaktur.

9. Apa Saja Karakteristik ODM?

Apa Saja Karakteristik ODM?

Karakteristik ODM mencerminkan bagaimana model Original Design Manufacturer bekerja dalam mendukung proses produksi manufaktur yang efisien dan cepat. Dengan sistem desain yang sudah tersedia serta fleksibilitas kustomisasi, ODM memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam meluncurkan produk tanpa harus melalui proses R&D yang kompleks.

Berikut adalah karakteristik utama ODM yang perlu dipahami:

a. Desain dan R&D oleh Pihak Manufaktur

Pada model ODM, seluruh proses desain dan riset pengembangan produk dilakukan langsung oleh pihak manufaktur. Dilansir Cosmax, perusahaan ODM memiliki pusat riset dan pengembangan (R&D) yang komprehensif untuk menciptakan formula dan inovasi produk secara mandiri. Pabrik sudah memiliki desain atau prototipe yang siap diproduksi, sehingga klien tidak perlu membangun sistem pengembangan dari nol.

b. Kustomisasi Sederhana

ODM memberikan fleksibilitas bagi klien untuk melakukan kustomisasi sederhana pada produk. Penyesuaian umumnya mencakup pemilihan fitur, bahan, warna, hingga penambahan logo dan identitas merek. Model ini memungkinkan perusahaan tetap memiliki diferensiasi merek meskipun menggunakan desain dasar yang sama.

c. Kecepatan Masuk ke Pasar

Salah satu karakteristik utama ODM adalah kemampuannya mempercepat time-to-market. Karena proses riset dan pengembangan sudah dilakukan oleh pabrik, perusahaan dapat langsung masuk ke tahap produksi dan distribusi. Keunggulan ini sangat penting bagi bisnis yang ingin merespons tren pasar dengan cepat.

d. Biaya Produksi Lebih Efektif

ODM menawarkan efisiensi biaya yang signifikan karena perusahaan tidak perlu mengalokasikan anggaran besar untuk kegiatan R&D. Model ini sangat cocok bagi bisnis baru atau UKM yang memiliki keterbatasan modal. Penghematan biaya ini membantu perusahaan menjaga arus kas tetap sehat di fase awal pertumbuhan.

e. Kemiripan Desain Produk

Produk ODM sering kali memiliki kemiripan desain antar merek karena berasal dari katalog desain yang sama milik pabrik. Fenomena ini umum terjadi pada kategori seperti laptop, perangkat elektronik, hingga produk kecantikan. Meski demikian, kemiripan ini dapat diminimalkan melalui strategi branding dan kustomisasi visual yang tepat.

Manufaktur

10. Contoh Original Design Manufacturer (ODM)

Dalam industri kosmetik, banyak merek memanfaatkan ODM dengan memilih formula foundation yang sudah dikembangkan oleh pabrik. Merek kemudian menentukan warna, aroma, dan desain kemasan sesuai identitas brand mereka. Dengan pendekatan ini, proses pengembangan produk menjadi jauh lebih cepat dan praktis. Akibatnya, produk dapat segera diproduksi dan dipasarkan ke konsumen.

Selain mempercepat peluncuran, model ODM juga membantu merek menekan biaya pengembangan. Merek tidak perlu membangun tim riset sendiri atau melakukan uji coba formula dari awal. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengalokasikan anggaran ke strategi promosi dan distribusi. Strategi ini membuat merek lebih fokus membangun pasar dan memperkuat positioning brand.

11. Kelebihan dan Kekurangan ODM

Model bisnis ODM (Original Design Manufacturer) juga banyak diterapkan dalam sektor manufaktur, dengan beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah penjelasan mengenai keuntungan dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan yang memilih bekerja dengan ODM.

a. Kelebihan ODM

Salah satu kelebihan utama model ODM adalah fleksibilitas desain. Perusahaan ODM merancang dan memproduksi produk sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, karena perusahaan ODM menangani seluruh proses, mulai dari desain hingga proses produksi, perusahaan pembeli dapat fokus pada aspek pemasaran dan distribusi produk.

b. Kekurangan ODM

Namun, ada beberapa kekurangan dalam model ODM. Salah satunya adalah kurangnya kontrol langsung atas desain dan kualitas produk. Meskipun perusahaan pembeli dapat memberikan arahan, produk akhirnya sepenuhnya tergantung pada perusahaan ODM. Hal ini bisa menjadi masalah jika desain atau kualitas produk tidak sesuai dengan harapan perusahaan pembeli.

12. Apa Perbedaan OEM dan ODM?

Perbedaan utama antara OEM dan ODM terletak pada peran mereka dalam desain dan manufaktur. OEM memproduksi produk berdasarkan desain dan spesifikasi yang diberikan oleh pelanggan, sementara ODM tidak hanya memproduksi, tetapi juga merancang produk secara menyeluruh untuk kemudian dijual dengan merek klien. Berikut beberapa aspek yang membedakan keduanya.

a. Fokus Utama

Fokus utama OEM adalah menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh perusahaan pembeli. Biasanya, perusahaan OEM hanya bertanggung jawab untuk memproduksi barang yang sudah dirancang sebelumnya.

Sebaliknya, perusahaan ODM fokus pada perancangan dan pembuatan produk dari awal, yang kemudian dapat dipasarkan oleh perusahaan lain. Oleh karena itu, ODM memiliki lebih banyak kontrol atas desain produk dan proses pembuatan dibandingkan dengan OEM.

b. Kepemilikan Desain

Dalam model OEM, perusahaan pembeli memiliki hak penuh atas desain produk, sementara perusahaan OEM hanya bertanggung jawab untuk memproduksi produk tersebut. Hal ini berarti bahwa perusahaan OEM tidak terlibat dalam pengembangan desain dan hanya mengikuti pedoman yang diberikan.

Di sisi lain, perusahaan ODM memiliki kontrol penuh atas desain produk, sehingga mereka bertanggung jawab atas kedua aspek: desain dan produksi. Perusahaan pembeli biasanya hanya memberi arahan terkait fitur atau spesifikasi yang diinginkan.

c. Merek/Branding

Perbedaan penting lainnya terletak pada branding produk. Produk OEM seringkali dijual dengan merek perusahaan pembeli, karena produk tersebut diproduksi sesuai dengan spesifikasi mereka. Perusahaan ODM bertanggung jawab atas desain dan produksi

Sebaliknya, produk ODM biasanya dipasarkan dengan merek perusahaan pembeli setelah diberi label pribadi atau white-labeling. Perusahaan yang membeli produk ini dapat memilih untuk menambahkan merek mereka sendiri pada produk tersebut, tanpa perlu mengubah desainnya.

d. Fleksibilitas

OEM cenderung memberikan fleksibilitas terbatas karena produsen hanya mengikuti spesifikasi yang diberikan oleh perusahaan pembeli. Produk yang dihasilkan sangat bergantung pada permintaan dan desain dari pelanggan.

Berbeda dengan ODM, yang memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam hal desain dan inovasi. Perusahaan ODM memiliki kontrol lebih besar atas pengembangan produk, memungkinkan mereka untuk menawarkan solusi produk yang lebih terdiversifikasi dan sesuai dengan tren pasar.

e. Contoh

Sebagai contoh, perusahaan otomotif seperti Toyota atau Honda sering kali bekerja dengan produsen OEM untuk memproduksi komponen mobil sesuai desain mereka. Sementara itu, perusahaan elektronik seperti Xiaomi atau Huawei lebih sering bekerja dengan produsen ODM untuk merancang dan memproduksi ponsel dengan merek mereka.

OEM (Original Equipment Manufacturer) ODM (Original Design Manufacturer)
Fokus Utama
    1. Produksi sesuai spesifikasi pembeli.
    1. Desain dan produksi produk yang dapat diberi merek oleh klien
Kepemilikan Desain
    1. Pembeli memiliki hak penuh atas desain.
    1. ODM memiliki kontrol penuh atas desain & produksi.
Merek/Branding
    1. Produk sering dijual dengan merek pembeli (sesuai spesifikasi mereka).
    1. Produk dipasarkan dengan merek pembeli (private/white-labeling).
Fleksibilitas
    1. Terbatas, mengikuti spesifikasi pembeli.
    1. Lebih fleksibel dalam desain & inovasi.
Contoh
    1. Produsen komponen mobil untuk Toyota/Honda.
    1. Xiaomi/Huawei bekerja dengan produsen ponsel.

13. Kapan Harus Memilih OEM dan ODM

Setelah mengetahui apa itu OEM dan ODM dengan rinci, Anda bisa membandingkan dan memilih kedua konsep bisnis ini untuk perusahaan manufaktur. Memilih OEM dan ODM tergantung pada kebutuhan spesifik dan strategi bisnis Anda, sehingga perusahaan yang memiliki desain produk yang sudah matang dan ingin fokus pada produksi massal dengan biaya yang lebih rendah Anda bisa menggunakan OEM sebagai strategi produksinya.

OEM ini cocok untuk perusahan yang memiliki kemampuan R&D internal yang kuat, dan ingin selalu mempertahankan kontrol penuh atas desain produk yang akan mereka produksi. Disisi lain, perusahaan yang ingin lebih menghemat waktu dan biaya untuk pengembangan produk, atau tidak memiliki kapasitas R&D yang memadai sebaiknya Anda menggunakan ODM untuk menghasilkan produk berkualitas.

Sedangkan ODM ideal untuk perusahaan yang ingin merespons cepat terhadap tren pasar dan memperkenalkan produk baru dengan inovasi desain yang signifikan, seperti dalam industri elektronik konsumen dan fashion. Untuk menjamin konsistensi dan keamanan produk, produsen OEM maupun ODM harus menerapkan praktik manufaktur GMP sejak tahap desain hingga pengemasan.

Di tengah pilihan antara OEM dan ODM, penerapan smart manufacturing dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam kedua model produksi tersebut. Dengan teknologi seperti IoT, AI, dan big data, perusahaan akan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap permintaan konsumen dan memperkenalkan produk baru dengan lebih efisien, baik dalam model OEM maupun ODM.

14. Kesimpulan

OEM dan ODM memiliki perbedaan signifikan dalam pendekatan proses manufaktur. OEM berfokus pada produksi efisien sesuai dengan spesifikasi detail yang diberikan oleh klien, sedangkan ODM menawarkan solusi yang lebih komprehensif dengan kemampuan untuk merancang produk berdasarkan kebutuhan pasar atau klien, yang baru kemudian diproduksi.

Anda dapat memilih antara OEM dan ODM berdasarkan kriteria yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi perusahaan, dengan jaminan kualitas produk yang tinggi serta standar manufaktur yang andal. Kedua model bisnis ini menawarkan keunggulan masing-masing dalam mendukung efisiensi operasional dan daya saing di pasar.

Dengan dukungan software manufaktur ScaleOcean, seluruh proses produksi dapat dikelola lebih terstruktur dan minim kesalahan. Untuk pengalaman yang lebih optimal, Anda dapat mencoba demo gratis ScaleOcean dan rasakan langsung peningkatan efisiensi kerja tim Anda.

FAQ:

1. Apa perbedaan ODM dan OEM?

OEM melibatkan pabrik untuk produksi, dengan desain dan teknologi dimiliki oleh pemesan. Sementara itu, ODM mempercepat time-to-market, tetapi membatasi diferensiasi karena desain inti dimiliki pabrik.

2. Apakah OEM itu bagus?

OEM dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi, tergantung pada pabrik tempat produksi, spesifikasi yang diberikan klien, serta standar mutu yang diterapkan, seperti ISO, Halal, BPOM, atau GMP. Oleh karena itu, OEM bisa sangat baik jika memenuhi standar tersebut.

3. Apa contoh ODM?

Contoh ODM termasuk barang elektronik konsumen seperti casing ponsel dan pengisi daya, serta produk makanan yang sering dijual dengan merek generik atau merek toko.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap