Lockout/Tagout (LOTO): Definisi, Jenis, serta Langkahnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Dalam menjalankan proses manufaktur, akan selalu ada risiko terkait keselamatan dan cedera fatal tim, minimnya koordinasi multi tim, gangguan psikologis atau produktivitas, hingga masalah kepatuhan regulasi. Hal ini bisa terjadi karena ada miskomunikasi antar tim dan kegiatan operasional yang tidak terstruktur. Akibatnya, ada tim yang mengalami kecelakaan seperti cedera, kematian, pidana dan denda, serta produksi lambat dan tidak efisien.

Lockout Tagout (LOTO) adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan isu ini. LOTO menjamin peralatan berbahaya benar-benar dimatikan dan tidak bisa dihidupkan tanpa izin. Proses ini mewajibkan teknisi memasang gembok (lockout) di sumber energi mesin. Tujuannya untuk mencapai prosedur Zero Energy State (nol energi) dan memastikan isolasi energi personal.

Memahami manfaat penggunaan LOTO akan membantu Anda mencegah adanya kecelakaan serius dalam operasional industri dan membangun kepastian keselamatan bagi pekerja karena fasilitas LOTO grup. Artikel ini akan menjelaskan apa itu LOTO, manfaat dari penggunaan LOTO, hingga apa saja jenis LOTO yang kerap digunakan di industri.

starsKey Takeaways
  • Lockout Tagout (LOTO) adalah prosedur mengunci dan memberi label sumber energi mesin untuk mencegah kelalaian selama perbaikan atau pemeliharaan.
  • Beberapa komponen utama LOTO mulai dari gembok, label, dan perangkat isolasi energi yang sesuai standar.
  • Manfaat dari implementasi LOTO mencakup melindungi pekerja dari cedera fatal hingga mencegah kerusakan peralatan yang mahal.
  • Mengikuti prosedur LOTO mulai dari persiapan hingga pelepasan, adalah kunci untuk memastikan isolasi energi yang aman dan terverifikasi.
  • Software manufaktur ScaleOcean dapat membantu mendigitalkan dan melacak kepatuhan prosedur LOTO, memastikan prosedur ini diterapkan secara konsisten dan efisien.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa Itu Lockout Tagout (LOTO)?

Lockout Tagout (LOTO) adalah serangkaian prosedur keselamatan yang digunakan untuk memastikan bahwa mesin atau peralatan berbahaya dimatikan dengan benar dan tidak dapat dihidupkan kembali sebelum pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan selesai. Prosedur ini merupakan hal utama dalam melindungi pekerja dari pelepasan energi berbahaya yang tidak terduga.

Istilah lockout merujuk pada tindakan menempatkan perangkat pengunci, seperti gembok, pada perangkat isolasi energi untuk mencegah mesin dioperasikan. Sementara itu, tagout adalah proses menempatkan label atau tag peringatan pada perangkat isolasi tersebut. Tag ini memberikan informasi penting, seperti identitas pekerja yang melakukan servis dan peringatan untuk tidak mengoperasikan mesin.

Dalam manufaktur, energi berbahaya mencakup listrik, mekanik, hidrolik, pneumatik, termal, dan kimia yang tersimpan dalam mesin. Energi ini bisa dilepaskan secara tak terduga, menyebabkan cedera fatal seperti amputasi, luka bakar, atau tersetrum. Oleh karena itu, LOTO memastikan bahwa aset yang rentan selama perbaikan tidak dapat aktif, menciptakan lingkungan yang benar-benar nol energi untuk perlindungan pekerja.

Komponen Utama LOTO

Program LOTO yang efektif didukung oleh beberapa komponen fisik yang dirancang khusus untuk tujuan isolasi energi. Contohnya seperti, perangkat isolasi energi untuk mencegah aliran energi, seperti pemutus sirkuit (circuit breaker), katup (valve), sakelar pemutus (disconnect switch), dan alat tambahan seperti hasp (pengait gembok ganda) yang memungkinkan beberapa pekerja mengunci satu titik isolasi secara bersamaan.

Selain itu, yang paling utama ada juga komponen utama dari lockout dan tagout itu sendiri. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai dua komponen utama dalam prosedur LOTO:

  • Lockout (penguncian): Penggunaan perangkat fisik (gembok khusus) untuk mengunci perangkat isolasi energi (sakelar, katup, pemutus sirkuit) pada posisi aman/mati, menjamin energi tidak dapat diaktifkan.
  • Tagout (penandaan/pelabelan): Pemasangan tanda peringatan atau label yang jelas pada perangkat isolasi, berisi informasi krusial (alasan, personel yang mengunci, tanggal) bahwa peralatan sedang diperbaiki atau dalam kondisi bahaya.

Kapan LOTO Digunakan?

Prosedur LOTO wajib dilakukan setiap kali pekerja melakukan servis atau pemeliharaan mesin. Hal ini bertujuan mencegah cedera akibat pelepasan energi tak terduga. Aturan kuncinya adalah, LOTO harus diterapkan jika pekerja harus melepas atau melewati pelindung keselamatan (safety guard). LOTO juga diperlukan jika aktivitasnya mencakup perbaikan, penyetelan, atau pembersihan internal.

Skenario umum yang sangat memerlukan LOTO adalah saat pekerja harus meletakkan bagian tubuhnya ke titik operasi (point of operation) mesin. Contohnya termasuk membersihkan kemacetan atau mengganti komponen yang berisiko tinggi (misalnya, mata pisau). Risiko aktivasi mesin yang tidak disengaja dalam situasi ini sangat fatal. LOTO memastikan isolasi total sebelum pekerja memasuki zona bahaya.

Penerapan LOTO juga krusial saat instalasi peralatan baru atau modifikasi mesin yang sudah ada. Ini menjamin mesin tidak aktif selama koneksi atau pengujian sistem baru. Selain listrik, LOTO berlaku untuk sistem non-listrik seperti hidrolik, pneumatik, atau termal. Contohnya, katup pipa bertekanan tinggi harus ditutup dan dikunci sebelum perbaikan untuk mencegah semburan energi berbahaya.

Apa Fungsi dan Manfaat LOTO?

Fungsi utama dari prosedur LOTO adalah untuk mengendalikan energi berbahaya dan mencegah kecelakaan di tempat kerja. Dengan mengisolasi sumber energi, LOTO menciptakan kondisi kerja yang aman bagi personel yang melakukan tugas pemeliharaan atau perbaikan. Manfaat yang dihasilkan dari penerapan LOTO juga mengefisiensi operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.

Berikut beberapa fungsi dan manfaat dari implementasi LOTO dalam bisnis:

1. Melindungi Pekerja dari Kecelakaan Fatal

Manfaat paling krusial dari LOTO adalah perlindungan nyawa manusia. Kecelakaan yang disebabkan oleh pelepasan energi tak terduga sering kali berakibat fatal atau menyebabkan cedera serius seperti amputasi, luka bakar parah, dan kerusakan organ dalam. Dengan prosedur LOTO, setiap pekerja memiliki kendali penuh atas isolasi energi melalui gembok pribadi mereka.

Sistem ini memastikan bahwa mesin tidak dapat dihidupkan kembali sampai orang yang memasang gembok tersebut melepaskannya sendiri. Hal ini menghilangkan kemungkinan miskomunikasi atau kelalaian dari pihak lain yang mungkin tidak menyadari adanya pekerjaan yang sedang berlangsung. Pada akhirnya, LOTO memberikan lapisan keamanan personal yang tidak tergantikan bagi setiap teknisi di lantai produksi.

2. Mencegah Startup Mesin yang Tidak Terduga

Startup atau penyalaan mesin yang tidak disengaja adalah salah satu penyebab utama kecelakaan industri. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti seseorang menekan tombol start yang salah atau adanya korsleting listrik. LOTO secara fisik memutus kemungkinan mesin menerima daya untuk memulai siklus operasinya.

Dengan mengunci sumber energi pada posisi mati, prosedur ini memberikan jaminan visual dan fisik bahwa mesin benar-benar aman. Ini jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan tombol stop darurat atau sakelar kontrol biasa, yang masih bisa gagal atau dilewati. Oleh karena itu, LOTO berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir melawan aktivasi yang tidak diinginkan.

3. Memastikan Isolasi Energi Berbahaya secara Efektif

Prosedur LOTO tidak hanya mencakup pemadaman listrik, tetapi juga isolasi semua bentuk energi berbahaya lainnya. Ini termasuk energi mekanis (misalnya, bagian yang bergerak karena gravitasi), hidrolik, pneumatik, kimia, dan termal. Prosedur LOTO yang komprehensif akan mencakup langkah-langkah untuk membuang atau menahan energi sisa (residual energy) setelah sumber utama diisolasi.

Misalnya, setelah katup pipa ditutup dan dikunci, prosedur mungkin mengharuskan teknisi untuk membuka katup pembuangan untuk melepaskan tekanan yang tersisa. Verifikasi zero energy state adalah bagian inti dari LOTO, yang memastikan bahwa tidak ada energi tersembunyi yang dapat dilepaskan selama pekerjaan berlangsung. Ini menunjukkan pendekatan holistik terhadap keselamatan energi.

4. Meningkatkan Manajemen Keselamatan (EHS Management)

Implementasi program LOTO yang kuat merupakan pilar penting dalam penerapan K3 manufaktur atau Environment, Health, and Safety (EHS) perusahaan. Program ini menunjukkan komitmen manajemen terhadap keselamatan dan membantu membangun budaya di mana setiap karyawan proaktif dalam mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya.

Lebih dari itu, program LOTO yang terdokumentasi dengan baik membantu perusahaan mematuhi regulasi pemerintah dan standar industri. Audit dan inspeksi rutin terhadap prosedur LOTO dapat mengidentifikasi kelemahan dalam sistem sebelum insiden terjadi. Pada akhirnya, ini tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan tetapi juga meminimalkan potensi denda dan tuntutan hukum.

Apa Saja Jenis-Jenis Perangkat LOTO?

Apa Saja Jenis-Jenis Perangkat LOTO?Keberhasilan program LOTO sangat bergantung pada penggunaan perangkat yang tepat untuk setiap aplikasi. Perangkat ini dirancang secara spesifik untuk mengisolasi berbagai jenis sumber energi secara aman.

Berikut beberapa jenis-jenis perangkat LOTO yang sering digunakan:

1. Perangkat Isolasi Energi

Ini adalah perangkat mekanis yang secara fisik mencegah transmisi atau pelepasan energi. Contoh yang paling umum adalah pemutus sirkuit listrik (circuit breaker), sakelar pemutus (disconnect switch), dan katup pipa (pipe valve). Perangkat ini adalah titik di mana gembok dan tag akan dipasang.

Untuk setiap jenis perangkat isolasi, ada alat LOTO spesifik yang dirancang agar pas dan aman. Misalnya, ada penutup khusus untuk katup bola (ball valve), katup gerbang (gate valve), dan konektor steker listrik. Memilih perangkat yang benar memastikan bahwa sumber energi tidak dapat diaktifkan secara tidak sengaja.

2. Perangkat Lockout

Perangkat lockout adalah alat yang digunakan untuk mengamankan perangkat isolasi energi pada posisi aman (biasanya posisi mati atau tertutup). Berikut penjelasan beberapa komponen lockout yang harus ada:

  • Gembok keselamatan (safety padlocks): Gembok khusus dengan kunci unik milik pekerja berwenang, berfungsi sebagai penanda visual dan fisik yang mencegah aktivasi energi.
  • Penguncian katup (valve lockouts): Perangkat khusus yang dipasang di roda tangan atau tuas katup untuk mencegah pergerakan katup (bola, gerbang, atau gate valve), mengisolasi aliran fluida atau gas.
  • Penguncian pemutus sirkuit (circuit breaker lockout): Perangkat kecil yang dijepitkan pada tuas pemutus sirkuit listrik. Ini mengunci tuas pada posisi OFF dan mencegah penyambungan aliran listrik.
  • Penguncian steker (plug lockout): Penutup yang mengunci steker (colokan) peralatan listrik, mencegah penyambungan steker ke stopkontak.
  • Pengait (hasp) untuk group lockout: Perangkat berbentuk hook yang memungkinkan pemasangan banyak gembok pada satu titik isolasi, esensial untuk pekerjaan tim (group LOTO).
  • Kabel (cable lockout): Alat serbaguna berupa kabel fleksibel yang dapat mengamankan titik isolasi yang tidak konvensional atau terlalu besar untuk perangkat kaku, lalu dikunci dengan gembok.

3. Perangkat Tagout

Perangkat tagout adalah label peringatan yang memberikan informasi penting tentang prosedur LOTO yang sedang berlangsung. Tag ini harus dipasang dengan aman ke perangkat lockout dan tidak boleh mudah dilepas. Informasi yang harus ada pada tag mencakup nama pekerja yang berwenang, departemen, dan tanggal/waktu penerapan.

Tag harus memiliki format standar dan biasanya berwarna cerah dengan tulisan yang jelas seperti BAHAYA – JANGAN DIOPERASIKAN. Mereka berfungsi sebagai sistem komunikasi visual yang memperingatkan karyawan lain agar tidak mencoba menghidupkan mesin. Penggunaan tag saja (tanpa gembok) hanya diperbolehkan dalam situasi di mana perangkat isolasi tidak dapat dikunci secara fisik.

4. LOTO Box

LOTO Box atau sering disebut group lockout box, adalah perangkat yang digunakan untuk menyederhanakan prosedur LOTO yang melibatkan banyak pekerja dan banyak titik isolasi. Setelah semua titik isolasi energi dikunci dengan satu gembok, kunci dari gembok-gembok tersebut ditempatkan di dalam LOTO Box. Kemudian, setiap pekerja yang terlibat akan mengunci LOTO Box dengan gembok pribadinya.

Dengan metode ini, kotak tidak dapat dibuka dan kunci-kunci isolasi tidak dapat diakses sampai pekerja terakhir melepaskan gembok pribadinya dari kotak. Ini secara signifikan menyederhanakan logistik dalam skenario pemeliharaan yang kompleks. LOTO Box memastikan bahwa prinsip satu orang, satu gembok, satu kunci tetap terjaga bahkan dalam pekerjaan skala besar.

Langkah Prosedur Pemasangan dan Pelepasan LOTO

Implementasi LOTO yang sukses memerlukan kepatuhan yang ketat terhadap serangkaian langkah yang terstruktur. Prosedur ini memastikan bahwa tidak ada langkah kritis yang terlewat, mulai dari persiapan hingga pengembalian mesin ke kondisi operasional normal.

Berikut penjelasan beberapa langkah prosedur pemasangan dan pelepasan LOTO:

1. Persiapan

Langkah pertama adalah persiapan yang cermat sebelum mematikan mesin. Pekerja yang berwenang harus mengidentifikasi semua sumber energi berbahaya yang terkait dengan peralatan tersebut, baik yang utama maupun sekunder. Ini melibatkan peninjauan dokumentasi teknis, diagram, dan prosedur kerja yang ada.

Pada tahap ini, penting untuk memahami jenis dan besaran energi, serta bahaya yang terkait. Proses ini sering kali menjadi bagian dari pembuatan SOP produksi yang aman dan terdokumentasi. Perencanaan yang matang adalah fondasi dari eksekusi LOTO yang aman dan efektif.

2. Pemberitahuan

Sebelum memulai prosedur, pekerja yang berwenang harus memberitahu semua pekerja yang terpengaruh (affected employees) bahwa prosedur LOTO akan dilaksanakan. Pekerja yang terpengaruh adalah mereka yang mengoperasikan mesin tersebut atau bekerja di area sekitarnya. Komunikasi yang jelas sangat penting untuk mencegah kebingungan dan upaya untuk menghidupkan kembali mesin.

Pemberitahuan harus mencakup informasi tentang mesin mana yang akan dikunci, mengapa pekerjaan perlu dilakukan, dan perkiraan durasi pekerjaan. Langkah ini memastikan bahwa semua personel di area tersebut sadar akan status peralatan dan tidak akan mengganggu proses LOTO.

3. Mematikan Peralatan

Setelah pemberitahuan diberikan, peralatan harus dimatikan menggunakan prosedur operasional normal. Ini bisa berarti menekan tombol stop, memutar sakelar ke posisi off, atau mengikuti urutan pematian yang telah ditentukan. Mematikan mesin dengan cara yang benar dapat mencegah tekanan tambahan pada sistem.

Langkah ini penting untuk memastikan transisi yang mulus dari mode operasi ke mode non-operasi. Mematikan peralatan secara tiba-tiba atau tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan masalah lain. Oleh karena itu, mengikuti urutan pematian standar adalah praktik terbaik yang harus selalu diikuti.

4. Isolasi Energi

Setelah mesin dimatikan, semua perangkat isolasi energi harus dipindahkan ke posisi mati atau tertutup. Ini adalah tindakan fisik yang memutus peralatan dari sumber energinya. Contohnya termasuk mematikan pemutus sirkuit, menutup katup, atau mencabut steker dari stopkontak.

Langkah ini adalah inti dari proses lockout karena secara efektif menghentikan aliran energi ke mesin. Penting untuk memastikan bahwa perangkat isolasi yang benar telah diidentifikasi dan dioperasikan. Setiap sumber energi yang teridentifikasi pada tahap persiapan harus diisolasi pada tahap ini.

5. Pembuangan Energi Sisa

Banyak mesin menyimpan energi bahkan setelah sumber utamanya dimatikan. Energi sisa atau tersimpan ini bisa berupa tekanan hidrolik, udara terkompresi, pegas yang tegang, atau muatan listrik dalam kapasitor. Energi sisa ini sama berbahayanya dengan energi utama dan harus dihilangkan atau dikendalikan.

Prosedur untuk membuang energi sisa dapat mencakup membuka katup pembuangan, membumikan sirkuit listrik, atau membiarkan bagian yang bergerak berhenti total karena gravitasi. Langkah ini memastikan bahwa mesin berada dalam kondisi zero energy state. Mengabaikan energi sisa adalah kesalahan umum yang dapat menyebabkan kecelakaan serius.

6. Penerapan Lock dan Tag

Setelah semua sumber energi diisolasi dan energi sisa dibuang, perangkat lockout (gembok) dan tagout (label) diterapkan pada setiap perangkat isolasi energi. Gembok harus dipasang sedemikian rupa sehingga perangkat isolasi tidak dapat dipindahkan ke posisi hidup. Setiap pekerja yang terlibat dalam pekerjaan harus memasang gembok pribadinya.

Tag peringatan harus diisi lengkap dan dipasang bersama gembok. Ini memberikan identifikasi visual yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab atas LOTO tersebut. Penerapan gembok dan tag secara bersamaan memberikan lapisan keamanan fisik dan informasional.

7. Verifikasi Isolasi

Ini adalah langkah paling kritis dalam prosedur LOTO. Setelah memasang gembok dan tag, pekerja yang berwenang harus mencoba untuk menghidupkan kembali peralatan menggunakan kontrol operasi normal (misalnya, menekan tombol start). Langkah ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa isolasi energi telah berhasil dan mesin tidak akan menyala.

Setelah pengujian, kontrol operasi harus dikembalikan ke posisi mati. Verifikasi ini memberikan kepastian mutlak bahwa lingkungan kerja benar-benar aman. Kegagalan untuk memverifikasi isolasi dapat mengakibatkan asumsi yang salah tentang keamanan mesin.

8. Melakukan Pekerjaan (Maintenance/Perbaikan)

Setelah isolasi diverifikasi, pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan dapat dimulai. Selama proses ini, gembok dan tag harus tetap terpasang setiap saat. Proses ini merupakan bagian penting dari siklus perawatan mesin produksi yang terjadwal maupun tidak terjadwal.

Jika pekerjaan berlangsung selama beberapa shift, prosedur serah terima LOTO harus diikuti untuk memastikan kontinuitas keselamatan. Pekerja harus tetap waspada terhadap potensi bahaya bahkan saat LOTO diterapkan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama durasi pekerjaan.

9. Pelepasan LOTO

Setelah pekerjaan selesai, prosedur pelepasan LOTO dimulai. Area kerja harus dibersihkan dari semua alat dan bahan, dan semua pelindung mesin harus dipasang kembali. Setiap pekerja harus memastikan area tersebut aman untuk operasi normal. Selanjutnya, setiap pekerja yang memasang gembok harus melepaskannya sendiri. Ini adalah prinsip fundamental LOTO, hanya orang yang memasang gembok yang boleh melepaskannya.

Setelah semua gembok dilepas, pekerja yang berwenang akan memberitahu semua pekerja yang terpengaruh bahwa LOTO telah dilepas dan mesin siap untuk dihidupkan kembali. Ini sering kali menjadi bagian dari tugas tim maintenance manufaktur untuk mengembalikan mesin ke status operasional. Langkah terakhir adalah memulihkan energi ke mesin dengan mengaktifkan kembali perangkat isolasi.

Manufaktur

Standar dan Regulasi LOTO di Indonesia

Di Indonesia, implementasi LOTO diatur oleh kerangka hukum yang bertujuan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan kerja. Kepatuhan terhadap regulasi ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga merupakan cerminan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawannya.

Berikut beberapa standar dan regulasi dalam implementasi LOTO di Indonesia:

1. Permenaker No. 38 Tahun 2016

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi menjadi salah satu acuan utama. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut lockout tagout dengan istilah yang sama, peraturan ini mengamanatkan pengendalian sumber energi berbahaya.

Pasal-pasal di dalamnya mensyaratkan bahwa setiap kegiatan perbaikan, pemeliharaan, dan pembersihan harus dilakukan dalam keadaan mesin mati dan terkunci. Regulasi ini menekankan pentingnya memastikan bahwa mesin tidak dapat bergerak atau hidup secara tiba-tiba selama pekerjaan berlangsung. Ini secara implisit menunjuk pada prinsip-prinsip dasar LOTO.

2. OSHA 29 CFR 1910.147

Meskipun merupakan standar dari Amerika Serikat, Occupational Safety and Health Administration (OSHA) 29 CFR 1910.147, The Control of Hazardous Energy, secara luas diakui sebagai standar global untuk LOTO. Banyak perusahaan di Indonesia, terutama multinasional dan yang berorientasi ekspor, mengadopsi standar OSHA sebagai praktik terbaik.

Standar OSHA mencakup semua aspek, mulai dari pengendalian energi berbahaya, pengembangan prosedur, pelatihan karyawan, hingga inspeksi periodik. Standar ini membedakan antara pekerja yang berwenang (authorized employee) dan pekerja yang terpengaruh (affected employee), serta mendefinisikan persyaratan untuk perangkat keras LOTO.

Membangun Program LOTO yang Efektif di Manufaktur

Sekadar memiliki perangkat LOTO tidaklah cukup, perusahaan harus membangun program yang komprehensif, terdokumentasi, dan terintegrasi ke dalam budaya kerja. Program yang efektif mencakup prosedur yang jelas, pelatihan yang berkelanjutan, dan audit rutin.

Berikut beberapa program LOTO yang dapat digunakan secara efektif di manufaktur:

1. Siapa yang Berhak Menggunakan LOTO?

Program LOTO yang efektif harus dengan jelas mendefinisikan peran dan tanggung jawab. Secara umum, ada dua kategori utama personel, authorized employees (pekerja yang berwenang) dan affected employees (pekerja yang terpengaruh). Pekerja yang berwenang adalah mereka yang terlatih untuk melakukan prosedur LOTO dan melaksanakan tugas pemeliharaan atau perbaikan.

Di sisi lain, pekerja yang terpengaruh adalah operator mesin atau personel lain yang bekerja di area di mana LOTO diterapkan. Mereka tidak melakukan LOTO, tetapi harus dilatih untuk mengenali kapan prosedur tersebut sedang berlangsung dan memahami pentingnya untuk tidak mencoba mengoperasikan peralatan yang terkunci.

2. Pelatihan LOTO

Pelatihan adalah tulang punggung dari setiap program LOTO yang sukses. Semua pekerja, baik yang berwenang maupun yang terpengaruh, harus menerima pelatihan yang sesuai dengan peran mereka. Jenis pelatihan untuk pekerja yang berwenang harus mencakup pengenalan sumber energi berbahaya, prosedur LOTO spesifik untuk setiap mesin, dan cara menggunakan perangkat LOTO dengan benar.

Hal ini harus dilakukan saat karyawan pertama kali dipekerjakan, ketika ada perubahan tugas, atau ketika prosedur baru diperkenalkan. Pelatihan penyegaran (refresher training) juga harus diadakan secara berkala untuk memastikan pengetahuan tetap segar dan relevan. Dokumentasi pelatihan adalah bukti kepatuhan dan komitmen perusahaan terhadap keselamatan.

3. Inspeksi LOTO Berkala

Untuk memastikan program LOTO tetap efektif, inspeksi atau audit harus dilakukan setidaknya setahun sekali. Inspeksi ini bertujuan untuk meninjau kembali prosedur LOTO dan mengamati pelaksanaannya di lapangan. Tujuan utama inspeksi adalah mengidentifikasi dan memperbaiki setiap penyimpangan atau kekurangan dalam program.

Inspeksi harus dilakukan oleh seorang inspektur yang berwenang yang tidak terlibat dalam prosedur yang sedang ditinjau untuk memastikan objektivitas. Hasil inspeksi harus didokumentasikan, dan setiap tindakan perbaikan yang diperlukan harus segera ditindaklanjuti. 

4. Membuat Checklist Inspeksi LOTO

Untuk mempermudah proses inspeksi, penggunaan checklist sangat dianjurkan. Checklist membantu memastikan bahwa semua aspek penting dari program LOTO dievaluasi secara konsisten. Checklist harus mencakup verifikasi apakah prosedur LOTO spesifik untuk mesin sudah akurat dan diikuti dengan benar.

Beberapa item yang bisa dimasukkan dalam checklist antara lain: kesesuaian perangkat LOTO yang digunakan, kelengkapan tag yang terpasang, verifikasi isolasi, dan pemahaman karyawan terhadap tanggung jawab mereka. Checklist yang terstruktur berfungsi sebagai alat yang berharga untuk menjaga standar tinggi secara berkelanjutan dan menyediakan data untuk perbaikan program.

Membangun program ini tentu memerlukan implementasi teknologi modern. Software manufaktur ScaleOcean dapat mengelola dan menjadwalkan pemeliharaan, menjadikan LOTO terdokumentasi dan efisien. ScaleOcean memicu perawatan proaktif melalui pelacakan real-time, mengelola downtime secara optimal, dan menjamin integrasi kepatuhan, dengan otomatis memasukkan checklist LOTO ke dalam Work Order.

Contoh Penerapan LOTO di Pabrik

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat beberapa contoh praktis penerapan LOTO di lingkungan pabrik. Skenario-skenario ini menunjukkan bagaimana prosedur safety lockout tagout diterapkan pada berbagai jenis peralatan dan situasi.

Berikut beberapa contoh penerapan LOTO di pabrik industri:

  • Perbaikan mesin conveyor: Teknisi mematikan motor di pemutus sirkuit utama dan memasang gembok/tag. Verifikasi dilakukan dengan mencoba menekan tombol start di panel kontrol. Ini memastikan mesin benar-benar terisolasi sebelum perbaikan dimulai.
  • Pembersihan tangki pencampur (mixer): Supervisor dan teknisi mengisolasi motor pengaduk dan katup input/output lalu mengunci titik tersebut dengan hasp. Menjamin mesin tidak aktif selama ia bekerja di dalam tangki.
  • Penggantian pipa sistem hidrolik: Selain mematikan dan mengunci pompa hidrolik secara elektrik, tim wajib menutup katup isolasi hidrolik. Kunci utamanya adalah melepaskan semua tekanan sisa dengan membuka katup pembuangan.

Kesimpulan

Lockout Tagout (LOTO) adalah prosedur mengunci memberi label sumber energi mesin untuk mencegah kelalaian selama perbaikan atau pemeliharaan. Penerapan LOTO secara disiplin penting untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal akibat pelepasan energi tak terduga. Keberhasilan LOTO memerlukan komitmen penuh dari semua tingkatan, didukung oleh prosedur yang terdokumentasi, pelatihan rutin, dan audit berkala.

Di era digital, manajemen keselamatan seperti LOTO dapat dioptimalkan. Software Manufaktur ScaleOcean dapat membantu mengelola implementasi LOTO. Software ini dapat mengelola downtime yang optimal berkat pelacakan real-time dan integrasi kepatuhan LOTO ke dalam Work Order digital. Ini mendukung masa pemeliharaan konstruksi dengan efisiensi operasional dan jejak audit yang tak terbantahkan.

Memahami langkah implementasi LOTO dengan baik dapat mengubah beban administatif yang rentan menjadi keunggulan keselamatan bagi bisnis Anda. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk mengetahui bagaimana software ini dapat membantu.

FAQ:

1. Apa itu loto lock out tag out?

Lock Out Tag Out (LOTO) atau lebih dikenal sebagai sistem isolasi energi adalah upaya pengendalian dengan mematikan dan memutus aliran energi dari mesin atau peralatan. Aliran ini kemudian dikunci dan diberi tanda peringatan untuk mencegah mesin atau alat beroperasi selama proses pemeliharaan.

2. Apa perbedaan antara Loto dan Lototo?

LOTO adalah praktik standar penguncian dan penandaan peralatan. Lototo (Lockout, Tagout, Tryout) mencakup langkah tambahan berupa uji coba peralatan setelah penguncian dan penandaan untuk memastikan peralatan tersebut tidak akan beroperasi, sehingga memberikan lapisan verifikasi keselamatan ekstra.

3. Apa contoh penguncian tagout?

Lockout/Tagout (LOTO) sangat penting untuk mencegah sengatan listrik atau sengatan listrik selama pekerjaan pada komponen kelistrikan. Misalnya, gembok dan tag digunakan pada pemutus arus untuk mengisolasi daya listrik.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap