Build to Order: Definisi, Cara Kerja, serta Manfaatnya

Posted on
Share artikel ini

Ketidakmampuan perusahaan dalam merespons dinamika permintaan pasar dapat berdampak buruk pada kesehatan finansial bisnis. Hal ini memicu penumpukan stok berlebih (deadstock) di gudang, pemborosan modal kerja, hingga risiko kerugian akibat produk yang kedaluwarsa atau tidak lagi relevan. Selain itu, fleksibilitas perusahaan dalam memenuhi keinginan spesifik pelanggan berisiko mengalami penurunan yang signifikan.

Penerapan strategi build to order (BTO) dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Konsep ini menjadi titik temu antara efisiensi produksi dengan personalisasi kebutuhan konsumen. Ketepatan dalam menjalankan model ini secara langsung akan memengaruhi struktur biaya operasional, meminimalkan risiko inventaris, serta meningkatkan responsivitas perusahaan terhadap tren pasar.

Memahami konsep BTO dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan alur kerja manufaktur, menciptakan sistem produksi yang lebih ramping, dan menjaga kepuasan pelanggan melalui produk yang lebih personal. Artikel ini akan membahas apa itu build to order, manfaatnya bagi efisiensi manufaktur, cara kerja, hingga contohnya

starsKey Takeaways
  • Build to order adalah strategi produksi di mana produk baru dibuat atau dirakit hanya setelah ada pesanan pasti dari pelanggan.
  • Cara kerja build to order dalam bisnis manufaktur mencakup 3 hal utama, yaitu terima pesanan, produksi, dan pengiriman.
  • Manfaat utama BTO, mencakup fleksibilitas produksi, reduksi overhead, meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi pemborosan, hingga responsibilitas terhadap lingkungan.
  • Software manufaktur ScaleOcean dapat optimalkan strategi BTO dengan integrasi konfigurasi pesanan kustom, manajemen bahan baku, dan pemantauan alur kerja produksi dalam satu platform.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Build to Order?

Build to order adalah strategi produksi bisnis manufaktur di mana produk baru dibuat atau dirakit hanya setelah ada pesanan pasti dari pelanggan, bukan berdasarkan perkiraan permintaan. Berbeda dengan metode konvensional yang memproduksi barang dalam jumlah besar dan menyimpannya sebagai stok, BTO memungkinkan perusahaan untuk lebih responsif terhadap permintaan pelanggan

Dalam konsep ini, setiap produk dibuat khusus sesuai spesifikasi pelanggan, memungkinkan penyesuaian yang lebih fleksibel terhadap kebutuhan pasar yang selalu berubah. Salah satu keunggulan utama dari strategi Build to Order (BTO) adalah kemampuannya meminimalkan pemborosan modal dengan hanya memproduksi barang setelah menerima pesanan pasti.

BTO juga memungkinkan personalisasi produk secara lebih luas, dengan mendengarkan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Dengan begitu, perusahaan dapat memberikan produk yang lebih sesuai dengan preferensi individual. Personalisasi ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi juga menciptakan keunggulan bersaing di pasar yang penuh dengan variasi dan permintaan yang unik.

Meskipun BTO menawarkan fleksibilitas tinggi, strategi ini berbeda dengan Engineer to Order (ETO) yang melangkah lebih jauh dengan memulai proses perancangan desain teknik dari nol segera setelah pesanan divalidasi.

2. Cara Kerja Build to Order dalam Bisnis Manufaktur

Cara kerja build to order dalam bisnis manufaktur mencakup 3 hal utama, yaitu terima pesanan, produksi, dan pengiriman. Berikut adalah penjelasan dari ketiga cara kerja BTO dalam bisnis manufaktur:

a. Terima Pesanan

Siklus BTO dimulai ketika pelanggan mengajukan pesanan dengan spesifikasi yang sangat mendetail, mulai dari pilihan warna, fitur tambahan, hingga ukuran tertentu. Pada tahap ini, perusahaan berperan sebagai pendengar aktif yang mencatat setiap instruksi khusus agar produk yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan ekspektasi personal pemesan.

Proses ini sangat krusial karena akurasi data pesanan akan menjadi cetak biru bagi tim produksi. Komunikasi yang jelas di awal memastikan tidak ada kesalahan interpretasi, sehingga perusahaan dapat memberikan estimasi waktu pengerjaan yang tepat dan memulai koordinasi logistik internal dengan lebih efektif.

b. Produksi

Setelah pesanan divalidasi, perusahaan segera memulai proses produksi atau perakitan di lini manufaktur. Berbeda dengan sistem massal, aktivitas di sini baru berjalan jika ada permintaan, dengan mengandalkan ketersediaan stok komponen dan bahan baku yang telah dipersiapkan sebelumnya di gudang. Modelassemble to order ini memungkinkan efisiensi tinggi dalam memenuhi permintaan pelanggan.

Penggunaan stok komponen yang siap pakai memungkinkan proses perakitan berjalan lebih cepat dan efisien tanpa harus menunggu pemrosesan bahan mentah dari awal. Fokus utama pada tahap ini adalah menjaga presisi rakitan agar setiap fitur kustom yang diminta pelanggan dapat terintegrasi dengan sempurna pada produk akhir.

c. Pengiriman

Tahap terakhir adalah pengiriman, di mana produk yang telah selesai dirakit dan melewati uji kualitas akan langsung dikirimkan ke alamat pelanggan. Karena produk sudah memiliki pemilik sejak awal proses, barang tidak lagi singgah di gudang penyimpanan sebagai stok mati, melainkan langsung bergerak menuju tujuan akhir.

Distribusi yang efisien ini memperpendek siklus waktu dari pabrik ke tangan konsumen (lead time) secara signifikan. Hal ini tidak hanya meminimalkan risiko kerusakan barang selama penyimpanan lama, tetapi juga memastikan pelanggan mendapatkan produk yang segar dari lini produksi dalam kondisi prima.

Implementasi software manufaktur ScaleOcean dapat optimalkan setiap proses tahapan strategi build to order dengan presisi. Melalui fitur product configurator yang otomatis menyusun daftar kebutuhan bahan (BOM) sesuai spesifikasi unik setiap pesanan. Didukung fitur real-time production tracking, Anda dapat memantau setiap progres perakitan secara langsung untuk memastikan ketepatan waktu pengiriman.

3. Manfaat Utama Build to Order

Manfaat Utama Build to OrderPenerapan konsep BTO memberikan sejumlah manfaat utama, seperti fleksibilitas produksi, reduksi overhead, meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi pemborosan, hingga responsibilitas terhadap lingkungan. Berikut adalah penjelasan dari manfaat utama BTO:

a. Fleksibilitas Produksi yang Tinggi

Manfaat utama dari penerapan build to order adalah fleksibilitas produksi yang tinggi. Dengan memproduksi barang hanya setelah adanya pesanan, perusahaan dapat mengurangi risiko akumulasi persediaan yang tidak terjual, sehingga tidak hanya menghemat biaya penyimpanan, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat menyesuaikan produksi dengan perubahan permintaan pasar.

Make-to-order (MTO) yang menerapkan BTO dapat mengurangi waktu siklus produksinya dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi fluktuasi permintaan pasar. Fleksibilitas produksi yang lebih tinggi juga memungkinkan perusahaan untuk lebih baik menanggapi permintaan pelanggan yang bersifat khusus atau personalisasi.

b. Reduksi Overhead dan Pengelolaan Risiko

Penerapan BTO dapat mengurangi biaya overhead yang terkait dengan produksi dan penyimpanan stok karena tidak adanya kebutuhan untuk menyimpan produk jadi dalam jumlah besar. Dengan begitu, perusahaan dapat menghindari biaya penyimpanan yang tinggi dan risiko terkait dengan penurunan nilai persediaan.

Reduksi overhead juga dapat dihubungkan dengan penggunaan yang lebih efisien dari sumber daya, yang dapat dicapai melalui penerapan strategi pengawasan produksi yang efektif, memungkinkan perusahaan untuk fokus pada produksi yang lebih berkelanjutan.

c. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Salah satu manfaat krusial dari build to order adalah kemampuannya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga perusahaan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dengan lebih akurat. Pelanggan tidak hanya mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempersonalisasi barang sesuai dengan preferensi individu.

Penerapan BTO juga cenderung memiliki tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. Metode ini memiliki kemampuan untuk menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan, sehingga dapat meningkatkan waktu pengiriman yang lebih cepat karena tidak ada kebutuhan untuk menunggu persediaan work in progress, memberikan pengalaman pelanggan yang lebih positif.

d. Mengurangi Pemborosan

BTO membawa manfaat signifikan dalam mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi pemborosan bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya. Proses produksi yang lebih efisien juga dapat dicapai dengan meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan aliran kerja.

Selain itu, BTO juga dapat membantu perusahaan dalam mengurangi pemborosan dan meningkatkan produktivitas.Dengan memfokuskan upaya pada produksi yang sesuai dengan permintaan aktual, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menghasilkan dampak positif pada biaya produksi dan keuntungan bersih.

e. Responsibilitas Terhadap Lingkungan

Menerapkan BTO juga dapat menghasilkan dampak positif terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengurangi jejak karbon pabrik dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan tren masyarakat yang semakin peduli terhadap keberlanjutan dan responsibilitas lingkungan.

Manufaktur

4. Keunggulan dan Kekurangan Konsep Build to Order

Konsep build to order memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang menjadi tolak ukur perusahaan akan menggunakannya atau tidak. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan konsep BTO dalam bisnis manufaktur:

a. Keunggulan Build to Order

Keunggulan konsep BTO mencakup, risiko inventori rendah, arus kas yang lebih sehta, hingga efisiensi material dan operasional. Berikut adalah penjelasan dari berbagai keunggulan BTO:

  • Risiko inventori rendah: Perusahaan dapat meminimalkan biaya penyimpanan karena tidak perlu menumpuk barang jadi di gudang.
  • Arus kas yang lebih sehat: Sistem BTO sering kali menerapkan skema pembayaran di muka (down payment) atau pelunasan di awal sebelum produksi dimulai.
  • Efisiensi material dan operasional: Penggunaan bahan baku menjadi sangat terukur karena produksi hanya dilakukan sesuai jumlah pesanan yang pasti.

b. Kekurangan Build to Order

Kekurangan konsep BTO mencakup lead time yang lebih lama dan biaya per unit yang lebih tinggi. Berikut adalah penjelasan dari kekurangan konsep BTO dalam bisnis manufaktur:

  • Lead time yang lebih lama: Kelemahan paling nyata adalah pelanggan harus bersedia menunggu hingga proses perakitan selesai.
  • Biaya per unit yang lebih tinggi: Sistem BTO sulit mencapai skala ekonomi (economies of scale) karena setiap pesanan bisa memiliki spesifikasi yang berbeda.

5. Contoh Produk yang Menggunakan Strategi BTO

Contoh produk dan industri yang sudah menggunakan strategi BTO dalam produksinya, mencakup otomotif, elektronik, hingga industri khusus seperti pesawat terbang atau konstruksi. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing contoh sub-sektor manufaktur yang produknya dibuat menggunakan strategi BTO:

a. Industri Otomotif

Pabrikan mobil mewah seperti Porsche dan Ferrari menggunakan sistem BTO untuk memberikan pengalaman eksklusif bagi pelanggan yang ingin mempersonalisasi kendaraan mereka. Hal ini mulai dari pemilihan material interior hingga warna cat khusus.

Dengan software shop floor control, pengawasan produksi dilakukan secara real-time, memastikan kendaraan diproduksi sesuai spesifikasi pelanggan. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan nilai premium dan eksklusivitas produk tanpa harus menanggung risiko penumpukan stok unit mahal di dealer, sehingga setiap mobil yang diproduksi sudah pasti memiliki pemilik dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

b. Industri Elektronik

BTO diterapkan dengan memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mengonfigurasi spesifikasi perangkat keras, seperti kapasitas RAM, jenis prosesor, dan ruang penyimpanan, sesuai dengan kebutuhan spesifik pekerjaan mereka.

Model ini sangat efektif untuk meminimalkan kerugian akibat depresiasi harga komponen elektronik yang sangat cepat, karena perusahaan hanya merakit perangkat menggunakan komponen terbaru saat pesanan telah divalidasi oleh pelanggan.

c. Industri Khusus

Industri dengan kompleksitas tinggi seperti manufaktur pesawat terbang, konstruksi bangunan, hingga furnitur kustom wajib menggunakan pendekatan BTO karena setiap proyek memiliki desain, ukuran, dan kebutuhan teknis yang unik.

Dengan memproduksi berdasarkan pesanan, perusahaan dapat memastikan bahwa hasil akhir memenuhi standar regulasi seperti ISO 9001 dan preferensi spesifik klien, sekaligus menghindari pemborosan material yang besar pada produk-produk berskala raksasa atau bersifat sangat personal.

6. Perbedaan Build to Order dengan Build to Stock

Perbedaan antara BTO dan BTS dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu produksi, kustomisasi, stok, pengiriman, dan contohnya. Berikut adalah penjelasan perbedaan antara build to order dengan built to stock dalam beberapa aspek:

a. Produksi

Dalam sistem BTO, proses produksi hanya akan dimulai setelah perusahaan menerima pesanan pasti dari pelanggan, sehingga setiap unit memiliki tujuan akhir yang jelas. Sebaliknya, pada sistem BTS, produksi dilakukan secara massal berdasarkan prediksi atau prakiraan permintaan pasar di masa depan tanpa menunggu adanya pesanan spesifik terlebih dahulu.

b. Kustomisasi

Tingkat kustomisasi pada strategi BTO sangat tinggi karena produk dibuat khusus untuk memenuhi spesifikasi unik pelanggan, seperti pemilihan fitur pada laptop atau warna mobil mewah. Sementara itu, sistem BTS menawarkan kustomisasi yang rendah atau bahkan tidak ada sama sekali, karena fokus utamanya adalah menciptakan produk standar yang seragam untuk khalayak umum.

c. Stok

Perusahaan dengan model BTO hanya menyimpan stok bahan baku dan komponen, sehingga risiko kerugian akibat barang jadi yang tidak laku atau usang sangat rendah. Di sisi lain, model BTS mengharuskan perusahaan menyimpan stok barang jadi dalam jumlah besar di gudang guna memastikan ketersediaan produk saat ada permintaan instan dari konsumen.

d. Pengiriman

Waktu pengiriman pada sistem BTO cenderung lebih lama (lead time tinggi) karena pelanggan harus menunggu seluruh proses produksi selesai dari awal setelah mereka memesan. Namun, pada sistem BTS, pengiriman dapat dilakukan dengan sangat cepat karena barang sudah dalam kondisi siap pakai dan tersedia di rak toko atau pusat distribusi.

e. Contoh

Contoh penerapan BTO dapat ditemukan pada pembuatan furnitur kustom, komputer rakitan spesifikasi khusus, atau gaun pengantin yang dijahit sesuai ukuran pemesan. Adapun contoh BTS adalah barang-barang kebutuhan pokok (sembako), produk elektronik standar seperti ponsel tipe dasar, atau furnitur model umum yang dijual secara massal di toko ritel.

Berikut adalah tabel ringkasan antara perbedaan build to order dan build to stock:

Aspek Built to Order Build to Stock
Produksi Pesanan riil dari pelanggan Berdasarkan prediksi atau peramalan pasar
Kustomisasi Tinggi, karena produk dibuat sesuai spesifikasi pemesan Rendah, karena produk standar dan seragam
Stok Hanya menyimpan bahan baku/komponen Stok barang jadi melimpah di gudang
Pengiriman Butuh waktu (lead time) lebih lama Sangat cepat karena barang sudah tersedia
Contoh Pesawat terbang, furnitur kustom, katering Sabun, pakaian massal, elektronik standar

7. Kesimpulan

Build to order adalah strategi produksi di mana produk baru dibuat atau dirakit hanya setelah ada pesanan pasti dari pelanggan, bukan berdasarkan perkiraan permintaan. Alur operasional dalam model BTO mengintegrasikan elemen krusial seperti manajemen inventaris bahan baku yang presisi, pengawasan spesifikasi kustom yang ketat, hingga mitigasi risiko lead time untuk memastikan kepuasan pelanggan tetap terjaga.

Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas melalui sistem smart manufacturing yang mengintegrasikan seluruh tahapan build to order secara otomatis dan efisien. Dengan fitur unggulan seperti product configurator untuk menyusun BOM kustom dan pemantauan produksi secara real-time, ScaleOcean membantu perusahaan manufaktur mengoptimalkan setiap detail proses produksi sesuai pesanan pelanggan.

Memahami dan menerapkan solusi teknologi ini akan membantu bisnis Anda meminimalisir risiko kesalahan spesifikasi, mencegah penumpukan stok mati di gudang, dan menekan biaya operasional yang tidak perlu. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kami dapat mentransformasi efisiensi strategi Build to Order Anda menjadi jauh lebih baik!

FAQ:

1. Apa itu build to order?

Build to order (BTO) merupakan strategi dalam proses produksi dan manajemen gudang dimana produk hanya dibuat setelah perusahaan menerima pesanan. Sehingga perusahaan hanya menyimpan bahan baku dalam gudang, tanpa memiliki persediaan produk jadi.

2. Apa keuntungan sistem build to order?

Beberapa keuntungannya antara lain:
1. Mengurangi stok barang di gudang
2. Menekan biaya penyimpanan
3. Produk bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan
4. Mengurangi risiko barang tidak terjual

3. Industri apa saja yang cocok menggunakan build to order?

Beberapa industri yang cocok menggunakan konsep BTO antara lain, manufaktur mesin, otomotif, furniture, elektronik, hingga garmen.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap