Engineer to Order (ETO): Proses dan Cara Optimalkannya

Posted on
Share artikel ini

Ketidakmampuan perusahaan dalam merancang solusi yang spesifik bagi pelanggan dapat berdampak buruk pada daya saing bisnis di pasar modern. Hal ini sering memicu pembengkakan biaya akibat revisi desain yang berulang, ketidaksesuaian material saat produksi, hingga risiko kegagalan fungsi produk yang tidak memenuhi ekspektasi klien.

Pendekatan engineer to order (ETO) hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi tantangan tersebut. Tahapan ini menjadi titik temu antara rekayasa teknis yang mendalam dengan manufaktur presisi. Ketepatan dalam fase desain dan engineering ini secara langsung akan memengaruhi struktur biaya proyek, efisiensi penggunaan sumber daya, serta ketepatan waktu penyelesaian produk di tangan pelanggan.

Memahami konsep ETO dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan alur kerja dari meja desain hingga lantai pabrik, meminimalkan kesalahan teknis yang fatal, dan menjaga standar kualitas produk yang sangat kompleks. Artikel ini akan membahas apa itu engineer to order, manfaatnya bagi fleksibilitas manufaktur, tantangan unik dalam pengelolaannya, hingga bagaimana alur prosesnya dalam skala industri untuk menciptakan nilai tambah yang maksimal.

starsKey Takeaways
  • Engineer to Order (ETO) adalah sistem produksi di mana produk dirancang, direkayasa, dan dibuat secara khusus sesuai spesifikasi unik pelanggan setelah pesanan diterima.
  • Ciri khas ETO mencakup kustomisasi penuh, spesifikasi detail, proses produksi setelah pesanan, tidak ada stok awal, dan waktu produksi lebih lama.
  • Manfaat implementasi ETO mulai dari kustomisasi penuh, peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan, keunggulan kompetitif, inovasi berkelanjutan, hingga efisiensi sumber daya.
  • Software manufaktur ScaleOcean dapat optimalkan strategi ETO dengan integrasi rekayasa desain, manajemen anggaran proyek, dan sinkronisasi departemen dalam satu platform terintegrasi.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu Engineer to Order (ETO)?

Engineer to order adalah sistem produksi di mana produk dirancang, direkayasa, dan dibuat secara khusus sesuai spesifikasi unik pelanggan setelah pesanan diterima. Fokus metode ini di mana setiap produk diproduksi khusus untuk memenuhi kebutuhan unik pelanggan, dan bukan dari stok atau desain yang sudah ada.

ETO menjadi metode produksi yang melibatkan perubahan pada desain, material, dan komponen untuk memenuhi kebutuhan unik pelanggan. Untuk itu, metode ini membutuhkan perancangan dan rekayasa khusus sehingga biasanya memakan waktu produksi lebih lama dibandingkan metode produksi manufaktur lainnya.

Dengan menggunakan metode ETO, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap produk dirancang secara khusus setelah menerima pesanan. Hal ini memungkinkan perusahaan manufaktur untuk melakukan kustomisasi penuh, dan memastikan produk akhir tidak hanya sesuai dengan spesifikasi pelanggan tapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Ciri-ciri Engineer to Order

Dalam menjalankan engineering order ada beberapa aspek yang menjadi ciri khas utama jenis produksi ini. Hal ini mencakup kustomisasi penuh, spesifikasi detail, proses produksi setelah pesanan, tidak ada stok awal, dan waktu produksi lebih lama.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut terkait ciri kas engineering to order:

  • Kustomisasi penuh: Produk dibuat dari nol berdasarkan permintaan pelanggan, bukan desain standar.
  • Spesifikasi detail: Memerlukan diskusi mendalam untuk mendapatkan detail desain dan spesifikasi yang sangat spesifik dari pelanggan.
  • Proses produksi setelah pesanan: Perusahaan baru akan memulai perancangan dan produksi setelah ada pesanan pasti dan persetujuan desain.
  • Tidak ada stok awal: Perusahaan tidak menyimpan bahan baku atau produk jadi dalam jumlah besar, mengurangi biaya inventaris.
  • Waktu produksi lebih lama: Proses desain dan rekayasa yang kompleks membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan produksi massal.

Perbedaan Engineering to Order dengan Make to Order

Perbedaan antara engineering to order dengan Make-to-Order (MTO) dapat dilihat dalam berbagai aspek, seperti proses produksi, kebutuhan pelanggan, waktuproduksi, hingga penggunaan industri.

Berikut penjelasan perbedaan engineering to order dengan make to order:

  • Proses produksi: ETO barang produksinya dirancang dan diproduksi berdasarkan spesifikasi unik pelanggan setelah pesanan diterima. Sedangkan MTO bahan baku diproduksi setelah pesanan diterima, tetapi tidak melibatkan desain yang kompleks.
  • Kebutuhan pelanggan: ETO barang dibuat khusus untuk memenuhi spesifikasi khusus pelanggan, termasuk perubahan desain dan komponen. Sedangkan MTO, barang dibuat tanpa penyesuaian desain yang mendalam, hanya menyesuaikan jumlah atau variasi.
  • Waktu produksi: ETO waktu produksi lebih lama dibanding sistem produksi lainnya, karena melibatkan desain dan rekayasa. Sedangkan MTO lebih cepat daripada ETO karena tidak melibatkan rekayasa yang intensif.
  • Penggunaan industri: ETO biasanya diterapkan di industri seperti permesinan, kimia, atau medis, yang memerlukan penyesuaian atau rekayasa khusus. Sedangkan, MTO cocok digunakan industri pakaian atau peralatan rumah tangga.

Berikut adalah tabel ringkasan perbedaan ETO dengan MTO:

Aspek Engineering to Order Make to Order
Proses produksi Melibatkan tahap perancangan desain (engineering) baru dari nol setelah pesanan diterima. Produksi dimulai setelah pesanan masuk tanpa perlu mendesain ulang struktur utama produk.
Kebutuhan pelanggan Sangat spesifik dan unik; pelanggan terlibat dalam menentukan desain dan komponen teknis. Penyesuaian terbatas pada variasi standar seperti warna, ukuran, atau jumlah tanpa mengubah desain dasar.
Waktu produksi Sangat lama, karena adanya fase riset, rekayasa, dan pengujian desain baru. Lebih cepat, karena fokus pada perakitan atau produksi menggunakan desain yang sudah ada di sistem.
Penggunaan industri Proyek konstruksi, mesin pabrik khusus, alat medis canggih, atau instalasi kimia. Industri pakaian seragam, furnitur kustom, peralatan rumah tangga dengan variasi khusus.

Contoh Engineer to Order

Ada beberapa contoh engineering to order dalam perusahaan manufaktur, mulai dari proyek konstruksi, manufaktur kapal, peralatan medis khusus, aksesoris dan perhiasan, hingga produksi industri khusus.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut terkait industri yang sudah menggunakan ETO:

1. Proyek Konstruksi

Perusahaan manufaktur yang memproduksi mesin khusus seperti alat berat, conveyor, atau robotik biasanya merancang mesin berdasarkan kebutuhan spesifik pelanggan. Contohnya seperti kapasitas produksi, ukuran, dan fitur otomatisasi tertentu untuk meningkatkan lini produksi perusahaan.

2. Manufaktur Kapal

Setiap kapal seperti kapal kargo, tanker, atau kapal pesiar dirancang sesuai spesifikasi klien. Sehingga desain yang dibuat harus memperhitungkan kebutuhan kapasitas muatan, sistem navigasi, dan fitur keselamatan khusus.

3. Produksi Peralatan Medis Khusus

Contoh engineer to order berikutnya adalah produksi alat seperti MRI, CT scan, atau mesin bedah robotik yang dibuat berdasarkan pesanan rumah sakit atau fasilitas medis. Biasanya, setiap unit disesuaikan dengan kebutuhan ruang, teknologi, dan operasional pengguna.

4. Sistem Tata Udara (HVAC) Skala Industri

Berbeda dengan AC perumahan, sistem tata udara untuk pabrik farmasi atau gedung pencakar langit memerlukan fase engineering penuh. Setiap unit harus dirancang dari nol untuk menyesuaikan dengan luas gedung, regulasi kelembapan udara tertentu, hingga sistem filtrasi khusus yang belum pernah ada sebelumnya.

5. Produksi Mobil Pemadam Kebakaran

Contoh engineer to order juga digunakan untuk produksi mobil pemadam kebakaran, di mana mobil dirancang sesuai kebutuhan area operasi. Misalnya kapasitas tangki air besar untuk daerah terpencil atau berbukit.

Manfaat Penerapan Engineer to Order dalam Bisnis Manufaktur

Manfaat Penerapan Engineer to Order dalam Bisnis Manufaktur

Penerapan ETO dalam bisnis manufaktur memberikan sejumlah manfaat, mulai dari kustomisasi penuh, peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan, keunggulan kompetitif, inovasi berkelanjutan, hingga efisiensi sumber daya.

Berikut adalah penjelasan mendalam untuk masing-masing keunggulan strategi Engineer to Order (ETO):

1. Kustomisasi Penuh

Strategi ETO memberikan kebebasan mutlak bagi perusahaan untuk merancang dan memproduksi produk dari titik nol guna memenuhi spesifikasi teknis yang paling unik sekalipun. Tidak seperti model manufaktur lainnya yang hanya memodifikasi template yang sudah ada, ETO memungkinkan adaptasi total terhadap fungsi, dimensi, hingga material produk.

2. Peningkatan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan

Dengan melibatkan pelanggan secara mendalam sejak tahap perancangan desain, mereka akan merasa menjadi bagian dari proses penciptaan produk tersebut. Pengalaman personal ini menciptakan rasa percaya yang tinggi karena solusi yang diterima benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.

3. Keunggulan Kompetitif

Kemampuan untuk menawarkan solusi yang tidak mampu diproduksi oleh kompetitor massal menciptakan diferensiasi pasar yang sangat kuat. Di industri yang menuntut presisi tinggi, menjadi perusahaan yang sanggup melayani permintaan teknis yang paling sulit akan menempatkan bisnis Anda di posisi premium.

4. Inovasi Berkelanjutan

Siklus desain ulang yang terjadi pada setiap pesanan baru bertindak sebagai katalis bagi tim engineering untuk terus berpikir kreatif dan melakukan eksplorasi teknis. Setiap tantangan unik dari pelanggan memaksa tim untuk menemukan metode atau teknologi baru yang belum pernah digunakan sebelumnya.

5. Efisiensi Sumber Daya (Terarah)

Meskipun melibatkan proses rekayasa yang kompleks, strategi ETO sangat efisien dalam manajemen stok karena produksi hanya berjalan saat pesanan telah dikonfirmasi. Pengendalian work in progress menjadi lebih terukur, sehingga modal kerja tidak terikat pada barang jadi yang berisiko tidak terjual atau usang.

Tantangan dalam Implementasi Engineer to Order (ETO)

Untuk mengimplementasikan metode engineer to order, perusahaan manufaktur sering kali menghadapi tantangan yang mencakup, kompleksitas desain dan produksi, manajemen waktu dan biaya, koordinasi antar departemen, hingga pengendalian kualitas.

1. Kompleksitas Desain dan Produksi

Salah satu tantangan terbesar dalam ngineering to order adalah tingginya tingkat komplekstitas desain dan produksi. Ini terjadi karena setiap pesanan membutuhkan desain baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, sehingga proses ini membutuhkan keahlian teknis yang tinggi dan alat bantu desain yang canggih.

2. Manajemen Waktu dan Biaya

Manajemen waktu dan biaya juga harus diperhatikan dalam penerapan contoh engineering to order di manufaktur. Proses ETO sering kali memerlukan waktu lebih lama dibandingkan metode produksi lainnya, karena setiap produk ETO dirancang dan diproduksi dari awal.

Selain itu, tingkat kustomisasi yang tinggi dan ketidakpastian pengadaan juga bisa menyebabkan biaya meningkat jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penerapan penjadwalan produksi yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan waktu dan biaya, serta memastikan proses produksi berjalan sesuai rencana.

3. Koordinasi Antar Departemen

Adanya kebutuhan dan koordinasi antara berbagai departemen juga harus diperhatikan dengan baik. Hal ini penting karena proses ETO melibatkan tim desain, pengadaan material, produksi, hingga logistik, yang semuanya harus bekerja sama untuk memastikan spesifikasi pelanggan terpenuhi tanpa penundaan atau kesalahan.

Jika koordinasi tidak optimal, dapat menyebabkan miskomunikasi, seperti ketidaksesuaian desain dengan kemampuan produksi atau keterlambatan pengadaan material.

4. Pengendalian Kualitas

Tantangan berikutnya adalah dalam hal pengendalian kualitas. Ini penting diperhatikan karena setiap produk dirancang untuk memenuhi spesifikasi unik pelanggan, sehingga standar kualitas yang ditetapkan harus tinggi dan berkualitas pada setiap tahap seperti pemenuhan terhadap standar ISO 9001.

Mulai dari desain hingga pengujian akhir, harus dipastikan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan pelanggan. Kesalahan kecil dalam pengendalian kualitas dapat berdampak besar pada kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan.

Manufaktur

Tahapan Proses Engineer to Order

Dalam menerapkan ETO, ada beberapa proses penting yang saling berkaitan yang memastikan kustomisasi penuh sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Setiap tahapannya memerlukan pengelolaan detail untuk mencapai hasil optimal, dan memenuhi spesifikas unik yang telah disepakati. Berikut prosesnya:

1. Penawaran dan Negosiasi

Tahap pertama dalam proses engineering to order adalah diskusi awal dengan pelanggan. Diskusi ini bertujuan untuk memahami kebutuhan spesifik pelanggan, dan menentukan ruang lingkup proyek. Informasi yang dikumpulkan pada tahap ini menjadi dasar bagi tim untuk membuat penawaran yang akurat, baik dalam aspek teknis maupun biaya.

2. Desain dan Pengembangan

Setelah tahap penawaran dan negosiasi selesai, proses berikutnya Engineering to Order adalah tahap desain dan pengembangan. Pada tahap ini, tim teknik mulai merancang produk sesuai spesifikasi unik pelanggan. Desain sering kali melibatkan inovasi serta solusi khusus untuk memastikan produk memenuhi kebutuhan fungsional dan estetika yang telah disepakati.

3. Pengadaan Material

Berikutnya ada tahap pengadaan material, menjadi proses untuk memastikan produksi berjalan lancar. Pada tahap ini, tim pengadaan bertugas membeli bahan baku dan komponen yang sesuai dengan spesifikasi unik dari desain yang telah disetujui.

Berbeda dengan metode produksi standar, engineering order sering kali membutuhkan material khusus yang tidak tersedia secara umum di pasar.

4. Produksi dan Perakitan Khusus

Proses ETO berikutnya adalah tahap perwujudan fisik di mana desain yang telah disetujui mulai diproduksi dan dirakit. Karena setiap unit adalah prototipe pertama, proses ini memerlukan tingkat presisi tinggi dan pengawasan ketat dari tim teknis.

Penggunaan mesin otomatis dan teknologi robotika membantu memastikan setiap komponen teknis yang rumit dapat diproduksi dengan akurasi maksimal sesuai cetak biru desain awal.

Berbeda dengan sistem assemble to order yang hanya merakit komponen standar yang sudah ada, perakitan pada model ETO menuntut ketelitian ekstra karena setiap komponen baru saja dirancang dan mungkin memerlukan penyesuaian teknis saat pertama kali disatukan.

5. Pengujian dan Validasi

Berikutnya lakukan juga pengujian dan validasi, yang penting dilakukan untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh pelanggan. Proses ini mencakup serangkaian uji kualitas, seperti pengujian fungsional, performa, dan ketahanan, yang dilakukan berdasarkan parameter yang ditetapkan pada tahap desain.

6. Pengiriman dan Instalasi

Tahap terakhir dalam proses Engineering to Order adalah pengiriman dan instalasi produk di lokasi pelanggan. Pada tahap ini, perusahaan manufaktur harus memastikan produk yang telah diproduksi sesuai dengan spesifikasi, diangkut dengan aman, dan dipasang dengan benar agar dapat berfungsi secara optimal.

Proses pengiriman sering melibatkan perencanaan logistik yang detail, terutama jika produk berukuran besar atau memiliki komponen yang kompleks. Seluruh proses ini bisa dengan mudah dilakukan dengan menerapkan program manufaktur terbaik seperti ScaleOcean, sehingga mampu mengintegrasikan proses bisnis secara menyeluruh di satu sistem terpadu.

Strategi Optimalisasi Engineer to Order

Beberapa strategi optimalisasi yang dapat digunakan untuk implementasi engineer to order mulai dari, implementasi sistem manajemen terpadu, pelatihan dan pengembangan SDM, kolaborasi dengan pelanggan, manajemen risiko yang proaktif, hingga pengembangan hubungan dengan pemasok.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut terkait strategi optimalisasi implementasi ETO dalam bisnis manufaktur:

1. Implementasi Sistem Manajemen Terpadu

Salah satu langkah terpenting untuk mengoptimalkan engineering to order adalah dengan menggunakan sistem manajemen terpadu. Penerapan sistem ini akan membantu perusahaan dalam merencanakan, mengawasi, dan mengendalikan seluruh proses produksi secara real-time.

Implementasi software manufaktur ScaleOcean dapat menjadi slaah satu solusi untuk optimalkan proses engineering to order. Melalui fitur advanced engineering change management, sistem memastikan setiap revisi desain tersinkronisasi secara otomatis ke seluruh lini produksi tanpa kesalahan komunikasi, sementara fitur project costing & estimating membantu perusahaan memantau anggaran dan penggunaan material produksi.

2. Pelatihan dan Pengembangan SDM

Proses ETO juga memerlukan skill dan pengetahuan khusus dari setiap staf yang terlibat. Untuk itu, penting untuk melakukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan proses ini. Pelatihan yang diberikan dapat mencakup berbagai aspek, seperti penggunaan perangkat lunak desain, manajemen proyek, dan komunikasi antar tim.

3. Kolaborasi dengan Pelanggan

Salah satu faktor utama keberhasilan dalam proses engineer to order (ETO) adalah kolaborasi yang erat dengan pelanggan. Untuk mengoptimalkan metode produksi ini, penting untuk melibatkan pelanggan dalam setiap tahapan prosesnya. Mulai dari perencanaan hingga validasi akhir.

Kolaborasi ini dapat dilakukan dengan diskusi intensif selama tahap desain, pemberian masukan terhadap prototipe, dan pengawasan selama proses produksi. Penerapan strategi pengawasan produksi yang efektif juga berperan penting dalam memastikan kualitas dan akurasi produk, dengan memberikan kontrol yang lebih baik pada setiap tahap produksi.

4. Manajemen Risiko yang Proaktif

Proses ETO juga memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, sehingga perusahaan harus memiliki pengelolaan manajemen risiko yang optimal untuk proses ini. Anda bisa melakukan identifikasi dan mitigasi risiko sejak tahap awal dapat mencegah berbagai masalah seperti keterlambatan proyek, pembengkakan biaya, atau ketidaksesuaian spesifikasi produk.

5. Pengembangan Hubungan dengan Pemasok

Dalam proses contoh engineer to order, pengadaan material yang spesifik sering kali tidak tersedia secara umum. Untuk itu, penting bagi perusahaan manufaktur untuk membangun hubungan yang kuat dengan supplier, dan memastikan ketersediaan bahan tepat waktu dan berkualitas tinggi.

Hubungan yang baik dengan pemasok memungkinkan perusahaan mendapatkan prioritas dalam pengadaan material, terutama untuk bahan yang langka atau memerlukan proses produksi khusus.

Kesimpulan

Engineer to order (ETO) adalah sistem produksi di mana produk dirancang, direkayasa (engineer), dan dibuat sepenuhnya sesuai spesifikasi unik pelanggan setelah pesanan diterima, bukan dari stok yang sudah jadi atau desain standar. Alur produksi dalam strategi ETO tidak hanya melibatkan manufaktur fisik, tetapi juga mengintegrasikan elemen krusial seperti rekayasa desain yang kompleks, dan koordinasi intensif antar departemen.

Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas melalui sistem smart manufacturing yang mengintegrasikan seluruh tahapan ETO secara otomatis dan efisien. Dengan fitur unggulan yang mendukung sinkronisasi desain teknis, manajemen alur kerja dari hulu ke hilir, serta pemantauan status produksi secara real-time di satu sistem, ScaleOcean membantu perusahaan manufaktur mengoptimalkan setiap detail produksi,

Memahami dan menerapkan solusi teknologi ini akan membantu bisnis Anda meminimalisir risiko kesalahan desain, mencegah pemborosan material khusus yang mahal, dan menekan biaya operasional akibat koordinasi manual yang tidak efisien. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kami dapat mentransformasi kustomisasi Anda menjadi keunggulan bisnis yang lebih kompetitif!

FAQ:

1. Apa itu engineer to order?

Engineer to order merupakan sistem produksi di mana produk dirancang dan dibuat sesuai spesifikasi unik pelanggan. Artinya, perusahaan akan mencari bahan baku, kemudian mendesain dan merancangnya hingga menjadi produk yang sesuai dengan pesanan yang diinginkan konsumen.

2. Apa perbedaan antara engineer to order dan make to order?

Perusahaan yang menerapkan sistem rekayasa sesuai pesanan (engineer-to-order) akan bekerja sama dengan pelanggan untuk mendesain produk, kemudian membuatnya dari bahan, suku cadang, dan komponen yang dibeli. Sedangkan perusahaan yang menerapkan sistem produksi sesuai pesanan (make-to-order) akan bekerja sama dengan pelanggan untuk mendesain produk, kemudian membuatnya dari bahan, suku cadang, dan komponen yang dibeli.

3. Apa saja contoh industri yang sudah menggunakan ETO?

Beberapa industri yang cocok menggunakan konsep ETO antara lain, Pesawat terbang dan komponennya, peralatan berat, sistem kontrol industri khusus, dan peralatan energi.

Tiara Nurrakhmi
Tiara Nurrakhmi
Tiara memiliki pengalaman 2+ tahun dalam menulis konten, khususnya mengenai ERP, teknologi dan berbagai solusi untuk proses operasional bisnis di beberapa sektor industri.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap