Bisnis F&B di Indonesia terus berkembang pesat, menawarkan peluang bagi pengusaha. Namun, banyak yang menghadapi tantangan seperti persaingan ketat dan biaya operasional tinggi. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat agar bisnis ini dapat bertahan dan berkembang.
Bisnis F&B mencakup berbagai jenis usaha, seperti restoran, kafe, dan katering, yang menarik bagi banyak orang. Dengan tren baru seperti minuman kekinian dan pemesanan online, sektor ini menawarkan potensi besar, meskipun membutuhkan inovasi dan manajemen yang cermat untuk sukses.
Artikel ini akan membahas bisnis F&B, mulai dari definisi, jenis usaha, tantangan, hingga tips untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Temukan strategi untuk mengatasi hambatan dan meraih kesuksesan di industri yang penuh peluang ini!
- Bisnis F&B adalah industri yang bergerak di bidang makanan dan minuman, menawarkan berbagai peluang dengan tantangan yang kompetitif.
- Jenis-jenis bisnis F&B terdiri dari restoran, kafe, food truck, catering, cloud kitchen, hingga produk makanan kemasan dan layanan pengantaran.
- Cara memulai bisnis F&B bisa dimulai dari menentukan konsep, riset pasar, menyusun rencana bisnis, serta mengurus izin dan legalitas usaha.
- Software ERP Restoran ScaleOcean mengoptimalkan efisiensi operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membantu bisnis F&B beradaptasi dengan tantangan serta peluang industri.
1. Apa itu Bisnis F&B?
Bisnis F&B merupakan usaha di bidang makanan dan minuman, dari warung hingga restoran mewah. Ini melibatkan produksi, penyajian, dan penjualan produk kuliner untuk memenuhi kebutuhan dasar serta memberikan pengalaman unik bagi pelanggan. Bisnis ini sangat potensial namun penuh tantangan persaingan.
F&B tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menciptakan pengalaman bagi pelanggan. Salah satunya adalah bisnis cloud kitchen, yang menawarkan layanan pengantaran tanpa restoran fisik. Meski menarik, keberhasilan bisnis F&B membutuhkan lebih dari sekadar mengikuti tren.
F&B lebih dari sekadar produk, tetapi juga pengalaman yang mencakup rasa, pelayanan, dan suasana. Agar sukses, pengusaha F&B harus menjaga kualitas dan konsistensi produk, memberikan pelayanan yang memuaskan, serta merancang strategi pemasaran yang efektif untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.
Baca juga: 14 Produk untuk Ide Bisnis Makanan di Tahun 2026
2. Jenis‑Jenis Bisnis F&B
Industri F&B menawarkan berbagai model bisnis yang bisa dijalankan, masing-masing dengan karakteristik dan pasar yang berbeda. Berikut beberapa jenis bisnis F&B yang dapat dipertimbangkan:
- Restoran and Fine Dining: Menyajikan makanan dengan pelayanan penuh di tempat, sering kali dengan menu ala carte dan suasana yang lebih mewah.
- Kafe dan Coffee Shop: Fokus pada minuman seperti kopi dan teh, dengan suasana yang nyaman untuk bersantai atau bekerja.
- Fast Food or Quick Service: Menyediakan makanan cepat saji dengan layanan cepat dan harga terjangkau.
- Food Truck and Street Food: Bisnis makanan yang beroperasi dari kendaraan atau gerobak keliling, cocok untuk lokasi acara atau keramaian.
- Catering Service: Menyediakan makanan untuk acara khusus, mulai dari pernikahan hingga seminar.
- Warung Makan dan UMKM: Usaha kuliner kecil yang sering kali dijalankan oleh individu atau keluarga dengan modal terbatas.
- Cloud Kitchen or Ghost Kitchen: Bisnis yang berfokus pada penyediaan makanan untuk pengantaran tanpa memiliki restoran fisik.
- Produk F&B Kemasan dan Manufaktur: Bisnis yang menghasilkan produk makanan atau minuman dalam kemasan untuk dijual ke pasar luas.
- Layanan Delivery atau Off‑Premise: Fokus pada pengantaran makanan langsung ke konsumen tanpa makan di tempat.
Setiap model bisnis ini menawarkan peluang unik, namun juga datang dengan tantangan yang harus dihadapi. Pemilihan jenis usaha yang tepat sangat berpengaruh pada kesuksesan, karena pasar F&B sangat kompetitif dan terus berkembang dengan tren yang berubah-ubah.
3. Peluang dan Tantangan Bisnis F&B

Bisnis F&B menawarkan berbagai peluang menarik, namun juga dihadapkan pada tantangan yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat. Mengetahui peluang dan tantangan ini dapat membantu pengusaha merencanakan langkah yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di sektor ini.
a. Peluang
Industri F&B memiliki banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meraih kesuksesan. Beberapa di antaranya sangat relevan dengan tren saat ini, sementara yang lain dapat membuka pintu untuk inovasi dan diferensiasi produk.
- Permintaan stabil karena kebutuhan dasar: Makanan dan minuman adalah kebutuhan utama yang tidak tergantung pada kondisi ekonomi, menjadikan pasar ini stabil dan terus berkembang.
- Ruang inovasi produk dan layanan: Peluang untuk menciptakan produk baru, menu inovatif, atau layanan unik yang membedakan bisnis Anda di pasar.
- Tren digital delivery and platform online: Perkembangan pesat layanan pengantaran makanan dan pemesanan melalui aplikasi online menawarkan peluang untuk memperluas jangkauan pelanggan.
b. Tantangan
Salah satu tantangan terbesar dalam bisnis F&B adalah memastikan produk yang disajikan memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Pengusaha F&B harus mematuhi regulasi kesehatan dan keselamatan yang berlaku untuk memastikan produk yang disajikan aman dikonsumsi.
Mereka juga perlu memastikan bahwa bahan baku yang digunakan bebas dari kontaminasi dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Kepatuhan terhadap regulasi ini sangat penting untuk menjaga reputasi bisnis dan menghindari masalah hukum.
- Persaingan sangat ketat: Banyaknya pemain baru di pasar F&B menambah tingkat persaingan yang membuat bisnis harus terus berinovasi dan menarik perhatian pelanggan.
- Biaya operasional tinggi: Pengeluaran untuk bahan baku, sewa tempat, dan tenaga kerja sering kali menjadi tantangan besar dalam mempertahankan profitabilitas.
- Perubahan tren konsumen: Selera konsumen yang terus berubah menuntut bisnis untuk selalu beradaptasi dengan tren baru agar tetap relevan di pasar.
- Kepatuhan regulasi dan kualitas produk: Memastikan produk memenuhi standar kesehatan dan peraturan yang berlaku adalah tantangan penting yang membutuhkan perhatian ekstra.
Untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang di industri F&B, Anda membutuhkan sistem yang dapat mengelola operasional dengan efisiensi tinggi. Software ERP Restoran ScaleOcean hadir dengan berbagai fitur yang dirancang khusus untuk mendukung bisnis restoran, mulai dari otomatisasi pemesanan hingga pengelolaan stok real-time.
Dengan integrasi multi-outlet dan analisis kinerja, Anda dapat meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan keuntungan tanpa kesulitan. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis untuk melihat bagaimana sistem ini dapat mengoptimalkan bisnis F&B Anda.


4. Cara Memulai Bisnis F&B
Memulai bisnis F&B yang sukses memerlukan lebih dari sekadar ide. Anda perlu langkah-langkah konkret untuk merencanakan dan menjalankan usaha dengan baik. Setiap langkah dari perencanaan hingga operasional harus dilakukan dengan hati-hati agar bisnis dapat bersaing di pasar yang kompetitif.
a. Tentukan Konsep dan Target Pasar
Menentukan konsep usaha yang jelas adalah langkah pertama yang penting, mencakup pilihan jenis makanan, minuman, dan suasana yang ingin diciptakan. Baik itu restoran fine dining, kafe, atau warung makan, semua dimulai dari konsep yang solid.Setelah memiliki konsep, langkah selanjutnya adalah menentukan target pasar.
Memahami siapa yang menjadi pelanggan potensial sangat penting agar produk dan layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Apakah pasar Anda terdiri dari pekerja kantoran, mahasiswa, atau keluarga? Penentuan target pasar akan mempengaruhi berbagai keputusan lainnya, mulai dari harga hingga jenis menu yang disajikan.
b. Riset Pasar dan Kompetitor
Riset pasar adalah langkah yang tidak bisa dilewatkan. Anda perlu memahami tren kuliner terkini, seperti makanan sehat atau menu kekinian yang sedang populer. Selain itu, Anda harus mengetahui kebutuhan pasar yang belum terpenuhi dan mencari celah yang dapat Anda manfaatkan untuk membedakan bisnis Anda dari yang lain.
Tidak hanya itu, penting juga untuk melakukan riset kompetitor. Pelajari siapa pesaing utama Anda di lokasi yang sama dan amati bagaimana mereka menjalankan bisnis mereka. Apa kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki? Dengan informasi ini, Anda bisa menciptakan strategi yang lebih baik untuk menarik pelanggan dan menawarkan nilai lebih.
Riset pasar penting untuk memahami tren dan preferensi konsumen, seperti meningkatnya kesadaran akan makanan sehat di Indonesia. Menurut Databoks, konsumsi makanan sehat naik 7,9%, dengan prediksi bahwa produk berbasis nabati akan populer dalam 3–5 tahun ke depan, yang perlu diantisipasi pelaku usaha F&B.
c. Susun Rencana Bisnis dan Proyeksi Keuangan
Setelah mengetahui pasar dan pesaing, langkah berikutnya adalah menyusun rencana bisnis yang matang. Rencana bisnis harus mencakup visi dan misi usaha Anda, serta tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.
Ini akan menjadi panduan Anda dalam menjalankan bisnis dan memastikan setiap langkah yang diambil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Proyeksi keuangan juga sangat penting dalam rencana bisnis.
Buatlah estimasi pendapatan, biaya operasional, dan keuntungan yang diharapkan dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi ini akan memberi Anda gambaran yang jelas tentang potensi keuntungan dan modal yang diperlukan, serta membantu Anda mengelola anggaran dengan lebih baik.
d. Persiapan Operasional
Pemilihan lokasi adalah faktor krusial yang mempengaruhi kesuksesan bisnis F&B. Pilihlah lokasi yang strategis, mudah dijangkau, nama atau brand yang mudah diingat dan memiliki potensi lalu lintas pelanggan yang tinggi. Semua ini penting untuk meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap usaha Anda.
Lokasi yang dekat dengan area perkantoran, kampus, atau pusat perbelanjaan bisa menjadi pilihan yang tepat, tergantung pada jenis bisnis F&B yang Anda jalankan. Selain lokasi, persiapan peralatan juga tak kalah penting.
Anda perlu memastikan bahwa semua peralatan yang diperlukan untuk operasional, seperti dapur, meja, kursi, dan peralatan makan, tersedia dan berkualitas baik. Investasi pada peralatan yang efisien akan membantu bisnis Anda berjalan lebih lancar, mengurangi biaya perawatan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
e. Urus Legalitas dan Izin
Sebelum memulai operasional, pastikan Anda telah mengurus semua perizinan yang diperlukan. Setiap daerah memiliki regulasi yang berbeda, termasuk izin usaha, izin lingkungan, dan sertifikasi kesehatan dari dinas terkait.
Misalnya, jika Anda menjual makanan, Anda harus memastikan produk Anda memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi sangat penting untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.
Jika Anda ingin mengembangkan bisnis, memiliki izin yang lengkap akan memudahkan proses pengembangan dan menjalin kemitraan dengan pihak lain. Jangan abaikan hal ini, karena kelalaian dalam mengurus izin bisa berakibat fatal bagi kelangsungan usaha Anda.
Sebagai contoh, menurut Undang‑Undang Jaminan Produk Halal (UU No. 33/2014), produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal. Pemberlakuan peraturan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar halal yang ditetapkan.
f. Buat SOP dan Sistem Operasional
Menyusun SOP (Standard Operating Procedure) adalah langkah penting dalam menjaga konsistensi kualitas produk dan layanan. SOP akan memastikan bahwa setiap proses dalam bisnis, dari persiapan bahan makanan hingga penyajian kepada pelanggan, dilakukan dengan cara yang terstandarisasi.
Hal ini membantu menjaga kualitas yang sama, baik di jam sibuk maupun saat pelanggan sedikit. Selain itu, SOP juga berguna untuk pelatihan staf baru, sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.
Sistem operasional yang efisien akan mempercepat alur kerja dan mengurangi risiko kesalahan. Dengan memiliki SOP yang jelas, Anda dapat memastikan bahwa bisnis Anda berjalan lancar dan pelanggan mendapatkan pengalaman yang konsisten setiap kali berkunjung.
5. Strategi Manajemen dan Pengembangan Bisnis F&B

Keberhasilan dalam bisnis F&B bergantung pada manajemen yang baik dan strategi pengembangan yang tepat. Untuk mencapai keberlanjutan dan pertumbuhan, pengusaha harus fokus pada pengelolaan keuangan, pengembangan produk, pemasaran, dan penggunaan teknologi yang efisien.
a. Manajemen Keuangan dan Kontrol Biaya
Manajemen keuangan yang efektif sangat penting untuk kelangsungan bisnis F&B. Pengusaha perlu membuat anggaran mencakup semua biaya, seperti menghitung food cost, gaji, dan operasional, serta melakukan pengawasan arus kas secara rutin untuk mendeteksi masalah keuangan lebih awal dan mengambil tindakan preventif.
Kontrol biaya juga sangat penting dalam menjaga profitabilitas. Biaya operasional yang tinggi dapat menggerogoti margin keuntungan. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, serta mengevaluasi setiap pengeluaran untuk memastikan bahwa mereka mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis.
b. Pengelolaan SDM dan Pelatihan Layanan
Pengelolaan SDM dalam bisnis F&B sangat dipengaruhi oleh sistem yang efisien, salah satunya adalah penggunaan central kitchen software. Perangkat lunak ini memungkinkan pengelolaan produksi di dapur pusat secara lebih terorganisir, mempermudah distribusi bahan baku ke berbagai cabang, dan memastikan kualitas serta konsistensi produk.
Selain itu, menciptakan budaya kerja yang positif juga penting untuk retensi karyawan. Memberikan penghargaan dan kesempatan untuk pengembangan karier dapat meningkatkan motivasi dan kinerja tim, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kepuasan pelanggan dan keberhasilan bisnis.
c. Pemasaran Offline dan Digital
Pemasaran yang efektif sangat penting untuk mengenalkan bisnis F&B Anda ke pasar. Selain menggunakan metode pemasaran tradisional seperti flyer atau iklan di media cetak, bisnis F&B juga harus memanfaatkan pemasaran digital.
Media sosial dan platform pengantaran online, seperti Instagram dan Facebook, sangat efektif untuk meningkatkan visibilitas bisnis F&B. Dengan memanfaatkan layanan pesan antar, bisnis dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperluas jangkauan pasar secara signifikan.
Selain itu, pemasaran offline juga tetap diperlukan untuk membangun hubungan dengan pelanggan lokal. Menyelenggarakan acara atau promosi di lokasi fisik usaha Anda dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan menarik pelanggan baru yang mungkin belum mengetahui bisnis Anda secara online.
d. Pengembangan Produk dan Inovasi Menu
Inovasi produk dan menu adalah kunci untuk membedakan bisnis F&B Anda dari pesaing. Pelanggan selalu mencari sesuatu yang baru, jadi penting untuk terus berinovasi, baik dalam hal variasi menu, pengembangan resep, maupun konsep layanan.
Menyusun menu yang relevan dengan tren saat ini, seperti makanan sehat atau pilihan vegetarian, dapat menarik segmen pasar yang lebih luas. Menggunakan umpan balik pelanggan untuk memperbaiki produk atau menyesuaikan menu dengan selera mereka dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Langkah ini juga penting untuk menjaga relevansi bisnis F&B di pasar yang kompetitif dan terus berkembang. Dengan inovasi yang konsisten, bisnis F&B dapat mempertahankan daya tarik dan terus berkembang.
e. Memanfaatkan Teknologi dan Platform Delivery
Teknologi memainkan peran besar dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar. Sistem POS (Point of Sale) yang terintegrasi dengan platform pemesanan online memungkinkan pengelolaan transaksi dan pesanan dengan lebih cepat dan akurat.
Penggunaan teknologi untuk mengelola inventaris, mempercepat proses pembayaran, dan mengoptimalkan manajemen karyawan dapat mengurangi biaya operasional. Platform delivery dan aplikasi pemesanan online juga memberikan kesempatan untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Semakin banyak pelanggan yang memesan makanan secara online, sehingga memanfaatkan layanan pengantaran seperti GoFood atau GrabFood menjadi penting. Layanan ini dapat meningkatkan penjualan dan memperluas basis pelanggan tanpa memerlukan investasi besar dalam ekspansi fisik.
Baca juga: 7 Digital Marketing Tips Sukseskan Bisnis Anda
6. Kesimpulan
Bisnis F&B menawarkan peluang besar, namun juga tantangan yang memerlukan strategi tepat. Dengan perencanaan matang, pengelolaan keuangan yang efektif, dan inovasi, bisnis ini dapat berkembang. Memahami pasar, menjaga kualitas, dan memanfaatkan teknologi akan membantu meraih kesuksesan di industri yang kompetitif.
Software ERP Restoran ScaleOcean membantu bisnis F&B mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang untuk efisiensi dan kepuasan pelanggan. Jangan ragu untuk mencoba demo gratis dan konsultasi agar Anda dapat merasakan langsung manfaat yang dapat ditawarkan untuk kesuksesan bisnis Anda.
FAQ:
1. Apa itu bisnis F&B dan contohnya?
Bisnis F&B (Food and Beverage) adalah usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman, mencakup berbagai jenis usaha seperti restoran, kafe, katering, food truck, dan warung makan. Contoh lainnya termasuk bisnis minuman kekinian seperti boba atau es teh.
2. Bagaimana cara memulai usaha F&B?
Untuk memulai usaha F&B, tentukan konsep dan target pasar, lakukan riset pasar dan pesaing, susun rencana bisnis dengan proyeksi keuangan, siapkan lokasi dan peralatan yang tepat, dan pastikan semua izin serta regulasi kesehatan terpenuhi untuk memulai operasional.
3. Produk F&B apa saja?
Produk F&B meliputi makanan dan minuman yang dijual kepada konsumen, seperti makanan berat (restoran, kafe), camilan, minuman (kopi, teh, jus), makanan cepat saji (fast food), makanan kemasan, hingga produk makanan dan minuman untuk acara khusus (katering, buffet).
4. Apa saja izin yang wajib dimiliki usaha F&B?
Usaha F&B wajib memiliki izin usaha seperti izin tempat usaha, izin dari dinas kesehatan, sertifikasi halal (jika diperlukan), serta izin lingkungan sesuai regulasi daerah setempat. Selain itu, beberapa usaha mungkin perlu izin BPOM untuk produk makanan dan minuman yang diproduksi atau dikemas.



