Dalam dunia bisnis, proforma invoice berperan penting sebagai dokumen penagihan sementara yang memberikan kejelasan bagi kedua belah pihak. Melalui dokumen ini, penjual menyajikan estimasi harga, rincian biaya pengiriman, hingga syarat pembayaran sebelum transaksi benar-benar dieksekusi.
Transparansi ini sangat krusial, terutama pada transaksi internasional, guna memastikan pembeli memahami seluruh kewajiban pembayarannya sejak awal. Artikel ini akan membahas berbagai aspek terkait proforma invoice, mulai dari fungsinya, perbedaannya dengan invoice, hingga bagaimana cara membuat dan contohnya. Simak informasi lengkapnya di sini!
- Proforma invoice adalah dokumen tagihan sementara yang diterbitkan penjual sebagai estimasi biaya sebelum pesanan diproses atau dikirimkan.
- Fungsi proforma invoice meliputi memberikan estimasi biaya, memfasilitasi pembiayaan, mencegah kesalahpahaman, mengelola cashflow, memudahkan proses administrasi dan logistik, dan lainnya
- Format proforma invoice mencakup: deskripsi barang, jumlah, harga, syarat pembayaran, serta rincian pengiriman dan pajak.
- Software Akuntansi ScaleOcean menjadi solusi dalam mengelola proforma invoice dengan integrasi modul penjualan dan fitur-fitur unggulannya yang dapat disesuaikan.
Apa Itu Proforma Invoice?
Proforma invoice adalah dokumen yang dikirimkan penjual kepada pembeli sebagai perkiraan biaya sebelum barang atau jasa dikirim. Dokumen ini memberikan gambaran awal mengenai jumlah, harga, dan total tagihan yang akan dibayar. Sering digunakan dalam transaksi internasional atau saat pembeli membutuhkan informasi lebih lanjut sebelum melanjutkan pembelian.
Selain itu, faktur proforma juga penting untuk pengajuan pembiayaan atau pinjaman. Dalam perdagangan ekspor-impor, dokumen ini memberikan rincian biaya awal dan konfirmasi harga, namun tidak berfungsi sebagai tagihan final.
Baca juga: Billing System: Manfaat, Contoh, dan 6 Rekomendasinya
Apa Perbedaan Antara Proforma Invoice dan Invoice?
Proforma invoice adalah faktur sementara yang berfungsi memberikan estimasi biaya sebelum barang atau jasa dikirim, sedangkan invoice adalah tagihan resmi yang diterbitkan setelah pengiriman untuk meminta pembayaran. Berbeda dengan invoice, proforma invoice tidak memiliki kekuatan hukum atau akuntansi.
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan proforma invoice dan invoice (faktur akhir), diantaranya:
- Waktu Penerbitan Dokumen: Proforma invoice dikirim sebelum pengiriman barang atau jasa sebagai estimasi biaya. Invoice final diterbitkan setelah barang diterima atau jasa selesai, dan berfungsi sebagai tagihan resmi untuk pembayaran.
- Fungsi dan Peran dalam Transaksi: Proforma invoice memberikan perkiraan biaya untuk membantu pembeli mempersiapkan pembayaran dan sering digunakan untuk izin impor atau pengajuan kredit. Invoice, di sisi lain, adalah dokumen resmi yang digunakan untuk meminta pembayaran setelah pengiriman selesai.
- Kekuatan Hukum dan Legalitas: Proforma invoice tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak bisa digunakan sebagai bukti di pengadilan. Sebaliknya, invoice adalah dokumen hukum yang sah, memberikan perlindungan hukum bagi penjual dalam hal pembayaran.
- Dampak terhadap Pembukuan Perusahaan: Proforma invoice tidak dicatat dalam pembukuan karena tidak melibatkan transaksi keuangan. Invoice, sebagai bagian dari transaksi resmi, dicatat sebagai pendapatan atau utang dalam laporan keuangan perusahaan.
- Tujuan Akhir Pembuatan: Proforma invoice bertujuan untuk menyamakan ekspektasi antara penjual dan pembeli sebelum transaksi dimulai. Invoice, di sisi lain, bertujuan memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu untuk menjaga arus kas perusahaan.
Apa Fungsi Proforma Invoice?

Proforma invoice berfungsi sebagai dokumen estimasi yang mencakup rincian barang/jasa, harga, dan syarat transaksi sebelum pembayaran final. Dokumen ini berperan sebagai alat komunikasi resmi antara penjual dan pembeli untuk memastikan kesepahaman sejak awal transaksi.
Berikut beberapa fungsi utama proforma invoice, diantaranya:
1. Memberikan Estimasi Biaya dan Perencanaan Anggaran
Proforma invoice memberikan rincian biaya yang mencakup harga barang, pajak, dan biaya pengiriman. Dengan informasi ini, pembeli dapat mempersiapkan dana dengan lebih akurat sebelum transaksi final, memastikan tidak ada biaya yang terlewat dan menghindari kejutan saat pembayaran.
2. Memfasilitasi Administrasi Impor dan Logistik
Proforma invoice berfungsi sebagai dokumen resmi dalam pengurusan izin bea cukai dan memenuhi persyaratan ekspor-impor yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Dokumen ini mempercepat proses administrasi, memastikan kelancaran barang masuk atau keluar negara dengan kepastian legalitas.
3. Dasar Pengajuan Pembiayaan
Proforma invoice menjadi bukti awal yang digunakan oleh pembeli untuk mengajukan kredit atau fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan. Dengan dokumen ini, lembaga pembiayaan dapat mengevaluasi estimasi biaya dan memastikan pembeli dapat memenuhi kewajibannya sebelum transaksi dilakukan.
4. Optimalisasi Manajemen Arus Kas (Cash Flow)
Dengan memanfaatkan proforma invoice, penjual dapat memproyeksikan pendapatan yang akan diterima, sementara pembeli dapat merencanakan pengeluaran. Hal ini sangat berguna untuk mengelola cash flow secara lebih efektif, terutama ketika didukung dengan sistem akuntansi yang terintegrasi dan real-time.
5. Meningkatkan Transparansi dan Mencegah Konflik
Proforma invoice menjadi acuan yang jelas mengenai spesifikasi barang dan syarat pembayaran. Dengan adanya dokumen ini, kedua pihak dapat menghindari kesalahpahaman mengenai harga dan ketentuan transaksi, serta mencegah terjadinya perselisihan di kemudian hari.
Bagaimana Cara Membuat Proforma Invoice?

Membuat proforma invoice melibatkan pencantuman estimasi barang/jasa, harga, dan syarat pengiriman sebelum transaksi final. Proforma invoice dapat dibuat menggunakan template Excel, Word, atau perangkat lunak akuntansi. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti untuk membuat dokumen yang efektif:
1. Cantumkan Judul Dokumen dengan Jelas
Pertama, buat judul “Proforma Invoice” atau “Faktur Proforma” di bagian atas dokumen. Ini penting untuk menandakan bahwa dokumen ini bukan Commercial Invoice (faktur final). Tanpa penandaan yang jelas, pembeli atau tim akuntansi bisa salah mengira dokumen ini sebagai tagihan resmi yang harus segera dibayar.
2. Lengkapi Identitas Penjual dan Pembeli
Kejelasan identitas sangat penting untuk kelancaran administrasi. Pastikan Anda mencantumkan nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telepon, dan email baik untuk penjual maupun pembeli. Informasi ini juga sering digunakan oleh otoritas bea cukai dalam transaksi internasional untuk memverifikasi pihak-pihak yang terlibat.
3. Berikan Nomor Referensi dan Tanggal Terbit
Setiap dokumen bisnis perlu dilengkapi dengan sistem pelacakan yang jelas. Berikan nomor unik untuk memudahkan pengarsipan dan referensi di masa mendatang. Selain itu, pastikan untuk mencantumkan tanggal penerbitan agar kedua belah pihak mengetahui kapan proforma invoice ini dibuat dan berlaku.
4. Paparkan Rincian Barang atau Jasa secara Mendalam
Di bagian ini, Anda perlu merinci deskripsi barang, kuantitas, harga satuan, dan subtotal per item. Penjelasan yang mendetail akan mengurangi risiko kesalahan pengiriman atau ketidakpuasan pembeli karena spesifikasi yang tidak sesuai dengan harapan.
5. Hitung Total Biaya dan Instruksi Pembayaran
Setelah merinci barang, hitung total biaya yang harus dibayar, termasuk pajak, biaya pengiriman, dan asuransi. Cantumkan informasi rekening bank atau metode pembayaran yang tersedia, memudahkan pembeli untuk memproses dana, terutama jika Anda memerlukan uang muka (DP). Jangan lupa sertakan nomor invoice yang dapat dijadikan referensi pembayaran.
6. Informasikan Estimasi dan Metode Pengiriman
Jelaskan dengan jelas bagaimana barang akan dikirim dan kapan perkiraan sampai ke pembeli. Dalam transaksi internasional, pastikan untuk menyertakan Incoterms (seperti FOB atau CIF) untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas biaya dan risiko pengiriman.
7. Sertakan Syarat, Ketentuan, dan Masa Berlaku
Mengingat harga pasar dan stok barang dapat berubah, penting untuk mencantumkan masa berlaku proforma invoice, seperti “Berlaku hingga 14 hari.” Selain itu, pastikan untuk menyertakan informasi mengenai kebijakan diskon dan prosedur retur barang, guna melindungi kepentingan kedua belah pihak sebelum transaksi final dilakukan.
Pembuatan proforma invoice dapat dilakukan dengan otomatis jika Anda menggunakan sistem canggih, seperti Software Akuntansi ScaleOcaen. Dengan fitur otomatisasi ini, setiap detail transaksi, mulai dari item yang dijual, harga, jumlah, hingga informasi pelanggan, akan terisi secara otomatis berdasarkan data yang sudah ada dalam sistem.
Selain itu, ScaleOcean memungkinkan Anda untuk menyesuaikan format proforma invoice sesuai kebutuhan bisnis, memastikan bahwa setiap dokumen yang diterbitkan konsisten dengan standar perusahaan.
Sistem ini juga dapat mengintegrasikan dengan modul lain, seperti manajemen stok dan keuangan, sehingga semua informasi terkait transaksi tersedia secara real-time dan siap untuk dipantau. Lakukan demo gratis dengan hubungi tim kami di sini untuk dapatkan solusi canggih ini!
Apa Saja Komponen Proforma Invoice?
Komponen utama dalam proforma invoice mencakup rincian estimasi transaksi, seperti harga barang atau jasa, syarat pengiriman, dan biaya tambahan sebelum pengiriman dilakukan. Elemen-elemen ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan jelas dan lengkap, sehingga kedua belah pihak dapat memahami kesepakatan dengan baik.
1. Nama dan Alamat Penjual dan Pembeli
Pastikan informasi ini tercantum dengan jelas untuk menghindari kebingungannya transaksi. Nama dan alamat penjual serta pembeli adalah elemen dasar yang sangat penting, baik untuk tujuan pengiriman barang atau untuk keperluan administratif lainnya. Tanpa informasi ini, transaksi bisa menjadi sulit untuk dilacak atau diverifikasi.
2. Deskripsi Barang atau Jasa yang Ditawarkan
Cantumkan barang atau jasa yang ditawarkan dengan deskripsi yang jelas dan terperinci. Sebutkan jumlah barang, spesifikasi produk, atau rincian layanan yang diberikan. Deskripsi yang baik akan membantu pembeli memahami dengan tepat apa yang mereka beli, dan ini mengurangi risiko miskomunikasi atau ketidakpuasan di kemudian hari.
3. Jumlah, Harga Satuan, dan Total Harga
Rincian harga sangat penting untuk memberikan kejelasan bagi pembeli mengenai nilai transaksi. Dalam proforma invoice, cantumkan kuantitas barang, harga per unit, serta kalkulasi total harga secara transparan. Pastikan setiap angka disajikan dengan format yang mudah dipahami agar pembeli dapat melakukan evaluasi biaya dengan akurat sebelum transaksi benar-benar dieksekusi.
4. Syarat Pembayaran dan Pengiriman (Incoterms)
Sertakan metode pembayaran yang disepakati serta syarat pengiriman secara mendetail. Jika transaksi melibatkan pengiriman internasional atau domestik skala besar, pastikan untuk mencantumkan Incoterms (seperti FOB atau CIF). Hal ini sangat penting untuk memberikan transparansi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas biaya pengiriman, asuransi, serta risiko kerusakan barang selama dalam perjalanan.
5. Nomor Proforma Invoice dan Tanggal Penerbitan
Setiap proforma invoice harus memiliki nomor unik untuk memudahkan pelacakan dan referensi dalam transaksi. Nomor ini sangat penting untuk memastikan tidak ada kebingungan antara berbagai transaksi yang dilakukan oleh penjual atau pembeli.
Selain itu, tanggal penerbitan dokumen harus dicantumkan agar kedua belah pihak mengetahui kapan estimasi harga dan syarat-syarat transaksi dibuat.
Baca juga: E-Invoicing: Arti, Manfaat, dan Contohnya dalam Bisnis
Kapan Faktur Proforma Digunakan?
Faktur proforma digunakan dalam berbagai situasi bisnis untuk memberikan estimasi biaya dan memastikan kesepahaman antara penjual dan pembeli. Dokumen ini sering kali berfungsi sebagai langkah awal dalam transaksi, memberikan kejelasan yang diperlukan untuk melanjutkan kesepakatan.
Berikut adalah beberapa kondisi di mana faktur proforma sangat diperlukan, yaitu:
1. Transaksi Internasional
Dalam perdagangan internasional, faktur proforma sering digunakan untuk memenuhi persyaratan bea cukai atau pengajuan pembiayaan ke bank. Dokumen ini menjadi langkah pertama yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi internasional.
Faktur ini menyediakan rincian tentang barang atau jasa yang akan dikirimkan, termasuk harga dan jumlah, yang diperlukan oleh pihak berwenang di negara tujuan untuk memproses izin impor, pajak, atau dokumen terkait lainnya.
2. Pembayaran Uang Muka
Faktur proforma juga sering digunakan ketika penjual memerlukan pembayaran di muka sebelum barang diproduksi atau jasa diberikan. Dalam situasi ini, dokumen tersebut memberikan rincian biaya yang harus dibayar oleh pembeli sebagai uang muka, yang memberikan penjual jaminan bahwa transaksi akan dilanjutkan.
Hal ini sangat berguna dalam bisnis dengan pesanan khusus atau pengadaan barang dalam jumlah besar, di mana pembeli diharapkan untuk membayar sebagian biaya sebelum pengiriman.
3. Tahap Awal Transaksi
Proforma invoice dikeluarkan pada tahap awal transaksi untuk mendapatkan persetujuan dari pembeli sebelum transaksi lebih lanjut dilakukan. Dokumen ini berfungsi sebagai tawaran resmi yang memberikan pembeli gambaran jelas tentang biaya dan ketentuan pembayaran.
Setelah disetujui oleh pembeli, transaksi dapat dilanjutkan, dan faktur final akan diterbitkan. Ini memungkinkan kedua pihak untuk memastikan kesepahaman terhadap syarat transaksi sebelum melanjutkan lebih jauh.
Bagaimana Contoh Proforma Invoice?
Menyediakan template proforma invoice yang sederhana dan mudah disesuaikan dapat mempercepat proses pembuatan dokumen ini. Dengan template yang sudah ada, Anda dapat memastikan dokumen sesuai dengan standar transaksi yang dibutuhkan, tanpa harus membuatnya dari awal setiap kali.
Untuk memudahkan pembuata faktur ini, Anda bisa menggunakan aplikasi invoice untuk membuat template tersebut. Berikut ini adalah contoh proforma invoice yang bisa Anda gunakan sebagai referensi:
Buat Proforma Invoice Otomatis dengan Software Akuntansi ScaleOcean
Anda bisa menggunakan software akuntansi ScaleOcean yang menyediakan solusi terintegrasi dan menyeluruh untuk mengelola faktur proforma dan membuatnya dengan otomatis dan sesuia kebutuhan bisnis Anda.
ScaleOcean dapat terintegrasi dengan modul penjualan dan pembelian untuk mengelola seluruh data untuk faktur, seperti harga, pajak, dan diskon dapat diakses di satu platform. Hal ini membuat Anda bisa menghasilkan invoice dengan cepat dan tepat.
Dengan ScaleOcean, format dan desain invoice dapat disesuaikan sesuai kebutuhan bisnis, memastikan hasil yang profesional tanpa repot. ScaleOcean menawarkan unlimited user tanpa tambahan biaya, serta dilengkapi dengan fitur lengkap yang dapat dikustomisasi sesuai spesifikasi perusahaan Anda.
Untuk mendapatkan solusi ini, Anda melakukan demo gratis dan konsultasi dengan tim profesional ScaleOcean. Terdapat beberapa fitur khusus yang ditawarkan software akuntansi ScaleOcean untuk mengoptimalkan penggunana proforma invoice, diantaranya:
- Quotation Management: Membuat penawaran harga yang terperinci dan akurat dengan mudah. Anda bisa memasukkan semua rincian transaksi seperti harga produk, diskon, pajak, dan biaya tambahan lainnya.
- Proforma Invoice Generation: Menghasilkan proforma invoice secara otomatis berdasarkan penawaran harga yang telah dibuat. Semua data dihitung dan ditampilkan dalam format yang profesional dan mudah dibaca.
- Customizable Invoice Layout: Menyesuaikan format proforma invoice sesuai dengan branding perusahaan Anda, tanpa memerlukan keahlian teknis dalam desain.
- Order Management Integration: Menghubungkan proforma invoice langsung dengan proses pemesanan dan pengelolaan stok, memastikan informasi yang terkandung di dalamnya selalu terbaru dan relevan.
- Automated Follow-Up: Menyediakan pembaruan status yang jelas (misalnya: “Draf”, “Disetujui”, atau “Tertagih”) untuk memudahkan pemantauan status proforma invoice dalam proses.
Software akuntansi ScaleOcean mengelola proforma invoice melalui modul penjualan yang terintegrasi dengan fitur-fitur utama lainnya. Hal ini membuat faktur yang dihasilkan cepat, akurat, dan detail, dan memudahkan pengguna untuk memberikan rincian awal mengenai transaksi yang akan datang tanpa mengeluarkan faktur yang final terlebih dahulu.
Kesimpulan
Proforma invoice adalah tagihan awal yang diterbitkan penjual sebagai kesepakatan sementara mengenai harga dan detail pesanan sebelum pengiriman. Dokumen ini penting untuk memberikan gambaran biaya yang jelas kepada pembeli dan memudahkan pengelolaan administrasi, memastikan kelancaran transaksi.
Dengan menggunakan proforma invoice, perusahaan dapat menghindari kesalahpahaman, merencanakan cash flow dengan lebih baik, dan memfasilitasi pembiayaan. Anda bisa menggunakan Software Akuntansi ScaleOcean untuk mempermudah pembuatan dan pengelolaan proforma invoice secara otomatis dan akurat.
ScaleOcean memberikan solusi yang efisien, mengintegrasikan setiap langkah transaksi dalam satu platform terpadu, meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan keuangan perusahaan. Lakukan demo gratisnya sekarang untuk dapatkan solusi terbaik ini!
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan proforma invoice?
Proforma invoice adalah faktur sementara yang dikirimkan penjual kepada pembeli sebelum pengiriman barang atau kesepakatan transaksi final. Dokumen ini merinci produk, jumlah, dan harga sebagai dasar komitmen pembelian, namun tidak mengikat secara hukum seperti invoice final.
2. Apa perbedaan antara Proforma Invoice dan Commercial Invoice?
Proforma invoice adalah dokumen pra-penjualan yang berfungsi sebagai estimasi atau penawaran, sedangkan commercial invoice diterbitkan setelah pengiriman dan berfungsi sebagai permintaan pembayaran resmi yang sah.
3. Apakah Proforma Invoice bisa dibatalkan?
Karena proforma invoice bukan dokumen resmi untuk pembayaran, pembatalannya tidak memerlukan prosedur formal. Jika ada perubahan, proforma invoice dapat diperbarui atau digantikan dengan versi yang baru.
4. Kapan Proforma Invoice digunakan dalam bisnis?
Proforma invoice digunakan pada tahap awal transaksi, sering kali untuk memberikan gambaran harga kepada pembeli sebelum komitmen akhir, untuk tujuan pembayaran internasional, dan untuk memfasilitasi pengajuan pembiayaan atau pengurusan izin impor.
5. Bagaimana cara membuat Proforma Invoice yang efektif?
Untuk membuat proforma invoice yang efektif, pastikan semua informasi yang relevan seperti deskripsi barang, harga, jumlah, syarat pembayaran, dan rincian pengiriman tercantum dengan jelas.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us





