Apa itu Preventive Maintenance? Arti, Tujuan, dan Jenisnya

Posted on
Share artikel ini

Preventive maintenance adalah pendekatan yang proaktif untuk menjaga dan merawat aset perusahaan. Dengan memastikan peralatan dan mesin beroperasi optimal, perusahaan dapat menghindari kerusakan yang tidak terduga dan meningkatkan produktivitas. Sayangnya, banyak perusahaan yang masih mengabaikan pemeliharaan rutin.

Tanpa pemeliharaan yang tepat, peralatan rawan mengalami kerusakan yang dapat mengganggu operasional bisnis. Masalah yang lebih besar seperti downtime yang tidak terencana, biaya perbaikan tinggi, dan pengurangan efisiensi sering kali terjadi. Hal ini dapat merugikan perusahaan dalam jangka panjang.

Artikel ini akan membahas cara-cara efektif untuk mengimplementasikan preventive maintenance dalam bisnis Anda. Kami akan mengupas tentang jenis kegiatan preventive maintenance, manfaatnya, serta bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan efektivitas pemeliharaan untuk hasil yang optimal.

starsKey Takeaways
  • Preventive maintenance adalah sebuah strategi proaktif yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada alat.
  • Jenis preventive maintenance terdiri dari asset routine maintenance yang dilakukan secara berkala dan asset periodic maintenance yang dilakukan sesuai dengan jadwal.
  • Contohnya termasuk pemeriksaan rutin, pelumasan, pembersihan, penggantian bagian yang teratur, kalibrasi, perawatan sistem, pengujian operasional, serta dokumentasi dan analisis data.
  • Software ERP ScaleOcean menyediakan solusi terbaik untuk pemeliharaan preventif, dengan integrasi IoT dan manajemen aset untuk mendukung otomatisasi pemeliharaan mesin Anda.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Pengertian Preventive Maintenance

Preventive maintenance adalah tindakan proaktif yang dilakukan secara terjadwal untuk menjaga tingkat efektivitas alat sebelum munculnya permasalahan atau kerusakan kritis. Hal tersebut cenderung meliputi tindakan tindakan seperti penggantian oli, pelumasan, kalibrasi alat ukur, dst.

Sesuai dengan namanya, strategi berikut berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan, yakni proaktif dan dilakukan sebelum terjadinya kerusakan. Strategi itu juga termasuk ke dalam aktivitas MRO.

2. Apa Tujuan dan Manfaat Preventive Maintenance?

Terdapat beberapa aktivitas dalam perawatan preventif.

Manfaat preventive maintenance meliputi pengurangan downtime, peningkatan keselamatan kerja, serta penghematan biaya perawatan. Selain memperpanjang usia pakai mesin, perawatan preventif juga menjaga kinerja peralatan tetap optimal dan mendukung produktivitas. Berikut ini tujuan dari dilakukannya preventive maintenance:

  • Mengurangi Downtime: Preventive maintenance mendeteksi masalah lebih awal, mengurangi downtime, dan menjaga kelancaran operasional.
  • Meningkatkan Keselamatan Kerja: Dengan menjaga peralatan dalam kondisi baik, preventive maintenance mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja.
  • Menghemat Biaya: Pemeliharaan rutin mengatasi masalah kecil sebelum menjadi besar, sehingga meminimalkan kebutuhan corrective maintenance.
  • Memperpanjang Usia Pakai Mesin: Perawatan teratur memperpanjang umur mesin, mengurangi kebutuhan penggantian dan investasi baru.
  • Meningkatkan Kinerja: Mesin yang terawat baik beroperasi lebih efisien, meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan produktivitas perusahaan.

Dilansir dari penelitian pada Researchgate, strategi pemeliharaan proaktif seperti preventive maintenance dapat mengurangi waktu tidak beroperasi sebesar 30–50%. Selain itu, hal ini juga menurunkan biaya pemeliharaan dan meningkatkan efektivitas peralatan dibandingkan pendekatan pemeliharaan reaktif.

3. Jenis-Jenis Preventive Maintenance

Jenis preventive maintenance terdiri dari asset routine maintenance yang dilakukan secara rutin untuk menjaga kondisi harian aset, serta asset periodic maintenance yang dilakukan berkala sesuai jadwal pemeliharaan. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis utama yang digunakan untuk menjaga kinerja optimal aset dan peralatan perusahaan:

a. Asset Routine Maintenance

Asset routine maintenance melibatkan pemeriksaan dan perawatan peralatan secara berkala. Kegiatan ini meliputi penggantian suku cadang, pelumas, serta pembersihan rutin. Dengan melakukan perawatan secara teratur, perusahaan dapat memperpanjang umur peralatan dan mengurangi biaya perbaikan jangka panjang.

b. Asset Periodic Maintenance

Asset periodic maintenance dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan, seperti bulanan atau tahunan. Kegiatan ini melibatkan pengecekan menyeluruh untuk memastikan kondisi aset tetap optimal. Perawatan berkala ini membantu mencegah kerusakan yang lebih besar dan memperpanjang usia operasional aset perusahaan.

4. Panduan Cara Melakukan Preventif Maintenance

Preventive maintenance dilakukan melalui inspeksi rutin, pemeliharaan saat mesin berjalan, perbaikan kecil, dan perawatan saat mesin mati. Pendekatan ini membantu mendeteksi masalah lebih awal, mengurangi downtime, menjaga kelancaran operasional, serta memperpanjang umur pakai peralatan. Berikut ini cara melakukannya:

a. Inspeksi Rutin

Inspeksi rutin adalah langkah pertama dalam pemeliharaan preventif, yang bertujuan untuk memeriksa kondisi fisik peralatan secara berkala. Menggunakan indra seperti penglihatan, pendengaran, dan peraba, inspeksi ini membantu mengidentifikasi potensi masalah yang bisa mengganggu kinerja mesin sebelum menjadi kerusakan besar.

b. Pemeliharaan Saat Mesin Berjalan

Pemeliharaan saat mesin beroperasi atau running maintenance dilakukan tanpa menghentikan operasi mesin. Langkah ini memungkinkan perbaikan atau penyesuaian pada komponen mesin yang memerlukan perhatian, sambil menjaga agar proses produksi tetap berjalan dan menghindari downtime yang tidak perlu.

c. Perbaikan Kecil

Small repair berfokus pada penggantian atau perbaikan komponen kecil, seperti baut, suku cadang, atau bagian lain yang aus atau rusak. Langkah ini memastikan bahwa komponen penting tetap berfungsi dengan baik tanpa perlu penggantian besar yang lebih mahal dan mengurangi gangguan operasional.

d. Pemeliharaan Saat Mesin Mati

Shutdown maintenance dilakukan saat mesin berhenti beroperasi, memungkinkan pemeliharaan yang lebih mendalam. Di tahap ini, dilakukan pembersihan, penggantian komponen besar, dan perawatan lainnya yang tidak dapat dilakukan saat mesin aktif, sehingga meningkatkan efisiensi dan masa pakai peralatan.

5. Contoh Aktivitas Preventive Maintenance

Berikut adalah beberapa contoh preventiive maintenance.

Untuk memastikan peralatan dan mesin tetap berfungsi dengan baik, kegiatan preventive maintenance dilakukan secara rutin. Berikut adalah contoh aktivitas penting dalam pemeliharaan preventif yang dapat meningkatkan kinerja dan memperpanjang umur pakai aset.

a. Pemeriksaan Rutin

Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap mesin dan peralatan membantu mendeteksi potensi kerusakan atau keausan yang mungkin belum terlihat. Langkah ini memungkinkan perbaikan dilakukan sebelum masalah berkembang menjadi lebih besar dan berdampak pada operasi.

b. Pelumasan (Lubrication)

Pelumasan komponen mesin penting untuk mengurangi gesekan antara bagian-bagian yang bergerak. Dengan melakukan pelumasan secara teratur, perusahaan dapat mengurangi keausan mesin, mencegah kerusakan yang disebabkan oleh gesekan, dan meningkatkan efisiensi operasional.

c. Pembersihan

Membersihkan peralatan secara berkala untuk menghindari penumpukan kotoran atau debu yang dapat mengganggu kinerja mesin. Pembersihan ini membantu menjaga mesin tetap dalam kondisi optimal dan menghindari kerusakan yang disebabkan oleh kontaminasi luar yang masuk ke dalam computerized maintenance management system.

d. Penggantian Bagian yang Teratur

Penggantian komponen yang rentan terhadap keausan atau kerusakan adalah bagian penting dari preventive maintenance. Bagian seperti sabuk, filter, atau gasket harus diganti secara berkala untuk mencegah kerusakan yang dapat menghentikan operasi dan meningkatkan biaya perbaikan.

e. Kalibrasi

Kalibrasi instrumen dan peralatan secara teratur untuk memastikan mereka beroperasi sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ini memastikan akurasi pengukuran dan performa optimal, yang penting untuk menjaga kualitas produksi dan keselamatan operasional.

f. Perawatan Sistem

Memperbarui atau memeriksa perangkat lunak, sistem komputer, dan infrastruktur teknologi informasi secara berkala membantu memastikan sistem berjalan dengan baik dan tetap aman. Perawatan ini juga penting untuk melindungi data dan mencegah masalah terkait sistem TI yang dapat mengganggu operasi bisnis.

g. Pengujian Operasional

Setelah perawatan dilakukan, pengujian operasional perlu dilakukan untuk memastikan bahwa mesin berfungsi dengan baik. Pengujian ini mencakup uji coba mesin setelah inspeksi dan perbaikan, serta simulasi beban kerja untuk memastikan mesin bekerja di kondisi operasional nyata.

h. Dokumentasi dan Analisis Data

Semua aktivitas pemeliharaan preventif harus dicatat, contohnya dalam laporan perawatan mesin, dengan rinci untuk evaluasi lebih lanjut. Dokumentasi ini memungkinkan perusahaan untuk menganalisis data kinerja dan memanfaatkan informasi tersebut untuk merencanakan strategi pemeliharaan yang lebih baik di masa depan.

6. Strategi untuk Meningkatkan Efektivitas Preventif Maintenance

Untuk memastikan pemeliharaan preventif memberikan hasil optimal, perusahaan harus menerapkan pendekatan yang efisien. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat meningkatkan efektivitas program pemeliharaan preventif.

a. Manfaatkan Sistem Manajemen Aset atau ERP

Dengan mengandalkan sistem manual, risiko kesalahan data dan kelalaian meningkat. Penggunaan software manajemen aset atau ERP membantu menjadwalkan pemeliharaan otomatis, memonitor kondisi aset secara real-time, dan mengintegrasikan pemeliharaan dengan pengelolaan inventaris.

Setelah memahami pentingnya penggunaan sistem manajemen aset atau ERP, Anda dapat mempertimbangkan ERP Asset Management ScaleOcean sebagai solusi terbaik untuk bisnis Anda. Dengan modul manajemen aset yang terintegrasi, ScaleOcean memungkinkan Anda untuk melacak dan mengelola aset secara efisien, memantau kondisi aset secara real-time, serta otomatisasi proses pemeliharaan.

b. Buat Prosedur Operasional yang Terstandarisasi

Memiliki prosedur operasional yang jelas penting untuk memastikan setiap teknisi menjalankan pemeliharaan dengan cara yang konsisten. SOP yang lengkap mencakup inspeksi, pemeliharaan terjadwal, penggantian suku cadang, serta pengujian setelah pemeliharaan.

c. Berikan Pelatihan Berkala kepada Tim Pemeliharaan

Memberikan pelatihan rutin pada tim pemeliharaan membantu mereka mengikuti perkembangan teknologi terbaru dan menggunakan alat pemantauan serta perangkat lunak dengan baik. Ini meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan menangani masalah lebih cepat.

d. Fokuskan Pemeliharaan pada Aset Utama

Tidak semua aset membutuhkan pemeliharaan dengan frekuensi yang sama. Ada beberapa aset yang membutuhkan pemeliharaan mendalam atau overhaul dan ada yang hanya membutuhkan perbaikan minor. Dengan menggunakan analisis kritis, perusahaan dapat memprioritaskan aset yang paling penting dan berisiko tinggi.

e. Gunakan Pemantauan Berdasarkan Data

Pemanfaatan sensor IoT memungkinkan deteksi masalah sebelum kerusakan terjadi. Hal ini membantu perusahaan beralih ke predictive maintenance untuk melakukan perbaikan hanya saat kondisi aset benar-benar membutuhkan penanganan.

f. Evaluasi dan Perbaiki Program Preventive Maintenance Secara Teratur

Pemeliharaan preventif harus dievaluasi secara periodik untuk memastikan efektivitasnya. Dengan menganalisis data downtime dan feedback dari teknisi, perusahaan bisa meningkatkan prosedur pemeliharaan dan menyesuaikan jadwal pemeliharaan agar lebih efisien.

ERP

7. Kesimpulan

Preventive maintenance (pemeliharaan preventif) adalah langkah proaktif yang sangat penting dalam menjaga kinerja optimal aset dan peralatan perusahaan. Dengan melakukan pemeliharaan terjadwal sebelum kerusakan terjadi, perusahaan dapat mengurangi downtime, memperpanjang umur peralatan, dan menghemat biaya perbaikan darurat.

Implementasi strategi preventive maintenance yang efektif mencakup inspeksi rutin, pelumasan, kalibrasi, dan penggantian suku cadang secara teratur. Dengan menggunakan teknologi seperti IoT, AI, dan perangkat lunak ERP yang terintegrasi, perusahaan dapat mengoptimalkan proses ini untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Untuk meningkatkan efektivitas pemeliharaan preventif, ScaleOcean menawarkan solusi ERP dan manajemen aset terintegrasi yang memudahkan penjadwalan pemeliharaan otomatis, pemantauan real-time, dan pengelolaan inventaris. Coba demo ERP gratis ScaleOcean sekarang untuk mengoptimalkan pemeliharaan aset Anda dan meningkatkan efisiensi operasional!

FAQ:

1. Preventive maintenance ada berapa?

Preventive maintenance terbagi menjadi dua jenis, yaitu routine maintenance dan periodic maintenance. Routine maintenance dilakukan secara rutin untuk memastikan kelancaran operasional harian, sementara periodic maintenance dilakukan sesuai dengan jadwal tertentu berdasarkan waktu atau penggunaan untuk mencegah kerusakan.

2. Apa tujuan dari pemeliharaan preventif?

Tujuan pemeliharaan preventif adalah untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan secara teratur agar peralatan tetap berfungsi optimal. Dengan melakukan pemeliharaan preventif, perusahaan dapat mencegah kerusakan tak terduga dan mengurangi waktu henti operasional, menjaga kelancaran proses produksi.

3. Contoh preventive maintenance adalah?

Contoh preventive maintenance meliputi pengecekan rutin dan pelumasan mesin untuk menghindari keausan. Ini juga termasuk penggantian filter udara pada sistem HVAC secara berkala dan inspeksi alat ukur untuk memastikan akurasi, serta penggantian suku cadang yang aus di mesin produksi.

Bestoto Ferninand
Bestoto Ferninand
Bestoto Ferninand adalah seorang professional dengan pengalaman 1 tahun sebagai content writer yang berpengalaman dalam menulis artikel seputar permasalahan dan solusi industri.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap