Cara Menghitung Diskon dengan Rumus dan Contoh Lengkapnya

Posted on
Share artikel ini

Menghitung diskon dengan tepat sangat krusial dalam bisnis untuk memastikan keuntungan tetap terjaga, meskipun memberikan potongan harga. Baik bagi konsumen maupun pelaku bisnis, memahami cara menghitung diskon dapat membantu membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas atau menetapkan harga jual yang optimal.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk menghitung diskon, mulai dari yang paling sederhana, seperti diskon dalam persentase, hingga metode lebih kompleks seperti diskon ganda. Setiap metode memiliki rumus yang berbeda untuk menghitung potongan harga, yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas langkah-langkah perhitungan diskon yang dapat digunakan di berbagai situasi, memastikan Anda dapat menerapkannya dengan mudah dan tepat di bisnis Anda.

starsKey Takeaways
  • Diskon memiliki berbagai jenis, seperti diskon persentase, potongan langsung, diskon untuk produk tertentu, hadiah, dan gratis ongkos kirim.
  • Rumus perhitungan diskon tunggal ada dua, yaitu menghitung diskon dalam rupiah dan langsung menghitung harga akhir setelah potongan dengan mengurangi persentase diskon.
  • Sementara rumus perhitungan diskon ganda yaitu menghitung diskon pertama, lalu diskon kedua berdasarkan harga setelah diskon pertama untuk mendapatkan harga akhir produk.
  • ScaleOcean membantu menyederhanakan proses pengelolaan harga jual melalui perhitungan diskon otomatis.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa Saja Macam-Macam Diskon?

Ada berbagai jenis diskon yang umum digunakan dalam bisnis, seperti potongan harga persentase, diskon nominal, hingga diskon musiman, bertujuan untuk meningkatkan penjualan, menarik pelanggan baru, dan menghabiskan stok lama. Berikut adalah beberapa jenis diskon yang sering diterapkan dalam berbagai bisnis.

a. Diskon Berdasarkan Persentase

Diskon persentase adalah potongan harga yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari harga asli produk, dengan jenis yang paling umum adalah potongan berdasarkan persentase tertentu, seperti 10% atau 50%. Strategi ini sering digunakan untuk menarik lebih banyak konsumen dalam periode tertentu untuk mendorong pembelian berulang atau pembelian produk yang kurang laku.

Dengan menggunakan metode ini, harga produk dapat dihitung dengan mengalikan harga asli dengan persentase diskon yang diterapkan. Misalnya, dengan diskon 20% pada produk senilai Rp500.000, konsumen hanya perlu membayar Rp400.000, yang membuat produk lebih terjangkau dan menarik minat pembeli.

b. Diskon Potongan Harga

Diskon potongan pembelian memberikan pengurangan harga langsung pada harga jual produk, sering digunakan untuk mendorong pembelian dalam jumlah lebih besar atau mendorong konsumen membeli lebih banyak.

Contoh umum adalah diskon Rp50.000 untuk pembelian lebih dari Rp300.000. Strategi ini memudahkan pelanggan memahami potongan harga dan mendorong mereka untuk memenuhi batas pembelian yang ditetapkan.

Untuk menentukan strategi diskon yang tepat, penting untuk menghitung harga jual dengan mempertimbangkan potongan harga, margin keuntungan, dan biaya. Penghitungan yang cermat memastikan diskon tetap menguntungkan bagi perusahaan.

c. Diskon untuk Produk Tertentu

Diskon untuk produk tertentu sering digunakan untuk menarik perhatian pada barang yang kurang diminati atau untuk memperkenalkan produk baru ke pasar. Biasanya, diskon ini diterapkan hanya pada kategori produk tertentu yang dipilih oleh penjual.

Misalnya, toko elektronik menawarkan diskon besar pada model laptop lama yang sudah tidak terjual banyak. Diskon khusus ini bertujuan untuk mengurangi stok dan menarik konsumen yang tertarik dengan harga lebih rendah. Ini juga memberi insentif bagi konsumen untuk membeli produk tersebut daripada menunggu produk baru.

d. Pemberian Hadiah atau Bonus

Pemberian hadiah atau bonus adalah strategi diskon yang tidak hanya memberikan potongan harga, tetapi juga menambah nilai bagi pelanggan. Hadiah atau bonus ini bisa berupa produk tambahan, sampel gratis, atau akses eksklusif ke penawaran lainnya.

Dengan memberikan hadiah untuk setiap pembelian, bisnis tidak hanya meningkatkan daya tarik produk tetapi juga memberi pengalaman positif bagi pelanggan. Strategi ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mendorong mereka untuk kembali berbelanja, meningkatkan loyalitas dalam jangka panjang.

e. Diskon Gratis Ongkos Kirim

Diskon gratis ongkos kirim sering digunakan dalam bisnis online untuk mengurangi kekhawatiran pelanggan mengenai biaya pengiriman. Pengiriman gratis merupakan cara efektif untuk meningkatkan angka penjualan online karena memberikan nilai tambah bagi konsumen dan mendorong mereka untuk melengkapi pembelian mereka.

Syarat diskon ini biasanya ditetapkan dengan pembelian minimal atau sebagai bagian dari strategi promosi produk terbatas. Sebagai contoh, setiap pembelian minimal Rp50.000 berhak mendapatkan diskon ongkir sebesar Rp15.000. Hal ini dapat meningkatkan konversi pembelian, karena biaya pengiriman tidak lagi menjadi penghalang.

2. Bagaimana Cara Menghitung Diskon?

Cara Menghitung dan Rumus Diskon

Memahami cara menghitung harga diskon sangat penting bagi konsumen dan pelaku bisnis. Hal ini juga membantu mereka untuk mengetahui apakah penawaran yang diberikan benar-benar memberikan nilai lebih.

Sementara bagi pemilik bisnis, perhitungan diskon yang tepat memastikan harga jual tetap menguntungkan dan mendukung perencanaan promosi yang sesuai dengan margin keuntungan. Ada dua cara umum untuk menghitung harga diskon, yakni:

a. Rumus dalam Perhitungan Diskon Tunggal

Perhitungan diskon tunggal digunakan ketika hanya ada satu potongan harga yang diterapkan pada harga asli produk. Terdapat dua metode dalam perhitungan tunggal, yaitu menggunakan rumus diskon dalam rupiah dan juga rumus langsung harga akhir.

Metode pertama adalah menghitung diskon dalam bentuk uang, kemudian mengurangkan nilai diskon tersebut dari harga asli produk. Berikut ini rumus dan penjelasan serta contohnya: 

Diskon dalam Rupiah = % Diskon x Harga Asli
Harga Akhir = Harga Awal – Diskon dalam Rupiah

Dalam metode ini, pertama-tama Anda menghitung jumlah diskon dalam bentuk uang dengan mengalikan persentase diskon dengan harga asli produk. Setelah itu, Anda mengurangkan jumlah diskon yang dihitung dari harga asli untuk mendapatkan harga akhir.

Metode kedua adalah langsung menghitung harga akhir setelah diskon dengan menggunakan persentase yang dikurangi dari 100%. Ini adalah cara yang lebih cepat dan efisien, karena Anda bisa langsung mendapatkan harga setelah diskon tanpa menghitung diskon dalam bentuk uang terlebih dahulu. Berikut penjelasannya:

Harga Akhir = Harga Asli x (100% – % Diskon)

Dengan rumus ini, Anda cukup mengalikan harga asli dengan persentase yang tersisa setelah mengurangi diskon. Jika diskon adalah 20%, maka Anda mengalikan harga asli dengan 80% (100% – 20%).

Kedua metode ini memberikan hasil yang sama, namun masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda. Metode pertama lebih rinci karena menghitung diskon dalam bentuk uang terlebih dahulu, sementara rumus kedua lebih efisien karena langsung menghasilkan harga akhir setelah diskon.

b. Rumus dalam Perhitungan Diskon Bertingkat

Diskon ganda digunakan ketika ada dua atau lebih potongan harga yang diterapkan berturut-turut. Proses ini dilakukan dengan cara pertama menghitung diskon pertama berdasarkan harga asli produk, kemudian menghitung diskon kedua berdasarkan harga setelah diskon pertama diterapkan. Berikut ini rumus yang digunakan:

(Harga Produk Setelah Diskon Pertama = (100% – % Diskon Pertama) x Harga Asli Produk

Pada langkah pertama, Anda mengurangi persentase diskon pertama dari 100% untuk menghitung sisa harga setelah diskon pertama diterapkan. Sisa persentase ini kemudian dikalikan dengan harga asli produk untuk mendapatkan harga produk setelah diskon pertama.

Misalnya, jika diskon pertama adalah 30%, maka sisa persentase yang diterapkan adalah 70% (100% – 30%). Kemudian, harga asli produk dikalikan dengan 70% untuk mendapatkan harga produk setelah diskon pertama.

Harga Produk Setelah Diskon Kedua = (100% – % Diskon Kedua) x Harga Produk Setelah Diskon Pertama

Setelah mendapatkan harga produk setelah diskon pertama, langkah kedua adalah menghitung diskon kedua berdasarkan harga yang sudah dikurangi dengan diskon pertama.

Sama seperti langkah pertama, Anda mengurangi persentase diskon kedua dari 100% dan mengalikan sisa persentase ini dengan harga produk setelah diskon pertama untuk mendapatkan harga akhir setelah diskon kedua.

Jika diskon kedua adalah 20%, maka sisa persentase yang diterapkan adalah 80% (100% – 20%). Harga produk setelah diskon pertama kemudian dikalikan dengan 80% untuk mendapatkan harga produk setelah diskon kedua.

3. Bagaimana Contoh Perhitungan Harga Diskon?

Berikut beberapa contoh perhitungan harga diskon menggunakan berbagai rumus, mulai dari diskon dalam rupiah, harga akhir setelah potongan, hingga diskon ganda. Pemahaman ini membantu pelaku bisnis dan konsumen mengetahui pengaruh potongan terhadap harga akhir produk.

a. Contoh Perhitungan Rumus Diskon dalam Rupiah

Contoh perusahaan elektronik yang meluncurkan kampanye promosi untuk TV terbaru dengan diskon 15%. Harga asli TV adalah Rp3.000.000. Untuk menghitung harga akhir setelah diskon, perusahaan menghitung jumlah diskon dalam rupiah dan mengurangkannya dari harga asli. Berikut ini perhitungannya berdasarkan rumus diskon dalam rupiah:

Diskon dalam Rupiah = 15% x Rp3.000.000 = Rp450.000
Harga Akhir = Rp3.000.000 – Rp450.000 = Rp2.550.000

Dengan demikian, pelanggan dapat membeli TV premium tersebut dengan harga Rp2.550.000 setelah potongan diskon 15%. Strategi ini tidak hanya menarik minat pembeli baru, tetapi juga membantu perusahaan mempercepat perputaran stok tanpa harus menurunkan margin keuntungan secara signifikan.

b. Contoh Perhitungan Rumus Langsung untuk Harga Akhir

Misalnya, sebuah toko pakaian online mengadakan promo akhir tahun dengan diskon 20% untuk semua pakaian musim dingin. Salah satu item, jaket musim dingin, dijual seharga Rp600.000. Untuk menghitung harga akhir langsung setelah diskon, toko tersebut menggunakan rumus cepat: Berikut perhitungannya:

Harga Akhir = Rp600.000 x (100% – 20%)
Harga Akhir = Rp600.000 x 0,80 = Rp480.000

Artinya, pelanggan hanya perlu membayar Rp480.000 untuk satu jaket musim dingin setelah diskon 20%.

b. Contoh Perhitungan Diskon Ganda

Misalkan sebuah toko elektronik memberikan diskon ganda untuk sebuah laptop seharga Rp10.000.000. Diskon pertama adalah 30%, dan diskon kedua adalah 20%. langkah awal perhitungan ini yaitu Anda perlu menghitung diskon pertama:

Harga Setelah Diskon Pertama = (100% – 30%) x Rp10.000.000
Harga Setelah Diskon Pertama = 70% x Rp10.000.000 = Rp7.000.000

Pada langkah pertama, diskon pertama sebesar 30% dihitung dengan mengurangi harga asli produk (Rp10.000.000) dengan 30%. Setelah itu, sisa harga yang tersisa adalah Rp7.000.000, yang merupakan harga produk setelah diskon pertama diterapkan. langkah berikutnya yaitu Anda perlu menghitung diskon kedua:

Harga Akhir Produk = (100% – 20%) x Rp7.000.000
Harga Akhir Produk = 80% x Rp7.000.000 = Rp5.600.000

Dengan demikian, setelah kedua diskon diterapkan, pelanggan hanya perlu membayar Rp5.600.000 untuk laptop tersebut.

Dengan perhitungan diskon yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi promosi dan memberikan manfaat lebih besar kepada pelanggan. ScaleOcean menawarkan solusi otomatis yang menyederhanakan pengelolaan harga jual dan diskon, memastikan transaksi akurat, serta memungkinkan penyesuaian harga real-time sesuai kebijakan bisnis.

ERP

4. Kapan Waktu yang Tepat untuk Berikan Diskon?

Memberikan diskon secara tepat waktu dapat meningkatkan keuntungan penjualan dan mendorong pembelian, tetapi harus dilakukan dengan strategi yang matang. Berikut adalah momen yang tepat untuk memberikan diskon yang dapat memaksimalkan hasil tanpa mengorbankan margin keuntungan atau persepsi nilai merek.

a. Selama Periode Belanja Puncak

Diskon pada periode belanja puncak, seperti musim liburan atau akhir tahun, dapat mendorong peningkatan penjualan karena konsumen cenderung lebih siap untuk berbelanja pada waktu ini. Menawarkan potongan harga selama periode ini meningkatkan volume penjualan secara signifikan dan menarik konsumen yang lebih banyak.

Menurut data Market Research Indonesia, di Asia Tenggara sekitar 77% konsumen berpartisipasi dalam acara penjualan besar (Mega Sale Days) dan 71% menunda pembelian untuk menunggu diskon. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen di kawasan ini sangat responsif terhadap promosi dan pentingnya strategi waktu dalam pemberian diskon.

b. Saat Mengelola Inventaris

Memberikan diskon pada produk yang mendekati akhir siklus atau produk musiman membantu mengurangi stok yang tidak terjual. Hal ini tidak hanya membantu mengosongkan ruang gudang, tetapi juga menghindari biaya penyimpanan berlebihan yang bisa merugikan bisnis.

c. Untuk Meningkatkan Aliran Kas

Diskon juga dapat digunakan untuk meningkatkan aliran kas dengan mendorong pelanggan untuk melakukan pembayaran utang lebih cepat. Purchase discount dapat mempercepat proses pembayaran dan mengurangi biaya operasional yang terkait dengan penyimpanan barang, memberikan manfaat langsung keuangan bisnis.

d. Menghindari Dampak Negatif pada Nilai Merek

Terlalu sering memberikan diskon dapat menurunkan persepsi nilai produk di mata pelanggan. Kebiasaan ini membuat konsumen menunda pembelian hingga ada potongan harga berikutnya. Oleh karena itu, pemberian diskon perlu diatur dengan hati-hati untuk menjaga reputasi merek tetap eksklusif dan bernilai tinggi.

e. Diskon Musiman atau Berdasarkan Permintaan

Untuk produk dengan permintaan yang fluktuatif, diskon musiman dapat digunakan untuk memaksimalkan penjualan pada periode tertentu. Namun, strategi ini harus dirancang dengan cermat agar tidak mengganggu positioning harga utama, terutama untuk produk yang ditujukan pada segmen premium atau bernilai tinggi.

5. Bagaimana Cara Menjaga Keuntungan Saat Memasang Diskon?

Tips Menjaga Keuntungan Saat Memasang Diskon

Pemberian diskon yang tepat dapat meningkatkan penjualan, tetapi penting untuk memastikan bahwa diskon tidak merugikan keuntungan. Untuk itu, perlu dilakukan perencanaan yang matang agar dampak diskon tersebut bisa memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan tanpa mengorbankan profitabilitas. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Analisis biaya produk: Pastikan harga diskon masih menutupi biaya variabel per unit dan sebagian biaya tetap untuk menjaga keuntungan meski ada potongan harga.
  • Evaluasi dampak volume penjualan: Hitung apakah peningkatan penjualan dapat menutupi penurunan margin per unit sebelum memberikan diskon. Proyeksikan penjualan yang realistis untuk memastikan dampak positif tanpa merusak profitabilitas.
  • Integrasi diskon dengan strategi pemasaran: Targetkan diskon kepada segmen pelanggan tertentu, seperti pelanggan baru atau loyal, untuk memaksimalkan retensi tanpa merugikan margin keuntungan secara signifikan.
  • Batasi durasi dan ketersediaan diskon: Ciptakan rasa urgensi dengan membatasi waktu dan ketersediaan diskon, memanfaatkan strategi FOMO untuk meningkatkan pembelian kompulsif. Pastikan pemberian diskon sesuai dengan jadwal pada sistem manual atau aplikasi penjualan.
  • Strategi diskon yang efektif: Menurut McKinsey & Company, diskon yang dirancang dengan memperhatikan struktur biaya, perilaku konsumen, dan sensitivitas harga dapat meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan, serta membentuk persepsi nilai dan kepercayaan pelanggan.

6. Kesimpulan

Memahami rumus harga diskon menjadi hal dasar bagi konsumen dan pelaku bisnis untuk menghitung harga final sebuah produk setelah diskon. Bagi pemilik bisnis, cara ini membantu dalam mengevaluasi dampak promosi terhadap pendapatan keseluruhan dan menyeimbangkan antara peningkatan volume penjualan dengan margin keuntungan per unit.

Namun, penentuan diskon tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Diperlukan analisis biaya yang cermat, proyeksi terhadap potensi penjualan, serta integrasi dengan strategi pemasaran yang lebih luas agar hasilnya tetap berkelanjutan dan tidak menurunkan nilai produk di mata pelanggan.

Untuk mendukung proses analisis dan perencanaan promosi yang lebih efisien, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan aplikasi sales management seperti ScaleOcean. Sistem ini membantu memantau performa penjualan secara real-time dan menyediakan demo gratis agar perusahaan dapat mengevaluasi manfaatnya sebelum penerapan penuh.

FAQ:

1. Bagaimana cara menghitung harga diskon?

Untuk menghitung harga diskon, Anda bisa menggunakan dua cara utama. Pertama, hitung jumlah diskonnya dan kurangi dari harga awal. Kedua, langsung hitung harga akhir dengan mengurangi persentase diskon dari 100% untuk mendapatkan harga setelah potongan diterapkan.

2. Bagaimana cara menghitung diskon 20%?

Untuk menghitung diskon 20%, kalikan harga asli dengan 0,2 (atau 20/100) untuk mengetahui jumlah diskon, kemudian kurangi dari harga awal, atau kalikan harga asli dengan 0,8 (100% – 20%) untuk langsung mendapatkan harga yang harus dibayar setelah diskon.

3. Apa rumus diskon?

Rumus diskon memiliki dua cara perhitungan. Untuk menghitung jumlah diskon dalam rupiah, gunakan rumus: jumlah diskon = (% diskon/100) x harga asli. Sementara itu, untuk menghitung harga setelah diskon, dapat digunakan rumus: harga setelah diskon = harga asli – jumlah diskon, atau harga setelah diskon = (100% – % diskon) x harga asli.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap