Perusahaan di Indonesia sering menghadapi masalah dalam administrasi keuangan, terutama saat mengelola kepatuhan pajak. Data transaksi tidak sinkron dengan laporan PPN dan PPh, sehingga memicu salah hitung dan laporan yang tidak akurat. Kondisi ini membuat tim keuangan harus bekerja ekstra sekaligus membuka risiko pemeriksaan pajak.
Dampaknya, perusahaan berpotensi terkena denda administratif dan sanksi berkelanjutan yang menguras sumber daya. Proses manual juga memperlambat pekerjaan dan meningkatkan human error. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan sistem pencatatan terintegrasi yang mengkategorikan transaksi secara otomatis dan real-time.
Dengan pendekatan ini, laporan pajak menjadi lebih akurat dan selalu siap audit tanpa proses rumit. Karena itu, memahami administrasi keuangan menjadi langkah strategis untuk menjaga efisiensi dan stabilitas bisnis. Artikel ini akan membahas lebih dalam peran dan penerapannya dalam operasional perusahaan.
- Administrasi keuangan adalah pengelolaan dana perusahaan secara sistematis dari perencanaan hingga pelaporan untuk memastikan efisiensi dan transparansi.
- Fungsi utama administrasi keuangan mencakup investasi, pembelanjaan, pembagian laba, dan pencarian dana untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
- Tugas utama administrasi keuangan ialah pencatatan, pengelolaan kas, invoicing, perpajakan, payroll, dan anggaran.
- Software akuntansi ScaleOcean solusi untuk mengotomatiskan administrasi keuangan, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan kesalahan operasional.
Apa yang Dimaksud dengan Administrasi Keuangan?
Administrasi keuangan adalah pengelolaan dana perusahaan secara sistematis, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Aktivitas ini mencakup penyusunan anggaran, pengelolaan kas, dan pembukuan untuk memastikan efisiensi dan transparansi dalam operasional.
Selain itu, administrasi keuangan membantu mengevaluasi kinerja finansial melalui pelaporan yang akurat, mendukung pengambilan keputusan yang tepat, serta memastikan kelancaran dan pertumbuhan jangka panjang organisasi.
Tujuan dan Manfaat Administrasi Keuangan bagi Bisnis
Tujuan dan manfaat administrasi keuangan adalah untuk memastikan pengelolaan keuangan bisnis berjalan secara terstruktur, akurat, dan transparan, sekaligus membantu mengontrol arus kas, menyusun perencanaan keuangan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Berikut adalah tujuan dan manfaat utama administrasi keuangan bagi bisnis:
1. Efisiensi Penggunaan Dana
Salah satu tujuan utama administrasi keuangan adalah memastikan setiap dana yang dimiliki perusahaan digunakan secara efisien dan produktif. Ini melibatkan perencanaan anggaran yang cermat, di mana setiap alokasi dana diarahkan untuk aktivitas yang memberikan return on investment (ROI) tertinggi. Dengan begitu, perusahaan dapat menghindari pemborosan sumber daya pada pos-pos yang tidak krusial.
Proses ini juga mencakup pengawasan dan pengendalian biaya secara berkelanjutan. Melalui analisis laporan keuangan, tim administrasi dapat mengidentifikasi area-area di mana pengeluaran dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas atau produktivitas. Praktik cost control yang efektif adalah hasil langsung dari administrasi keuangan yang disiplin, yang pada akhirnya meningkatkan margin keuntungan perusahaan.
2. Transparansi dan Akuntabilitas
Administrasi keuangan menciptakan sistem pencatatan yang transparan untuk semua transaksi finansial. Setiap pemasukan dan pengeluaran didokumentasikan dengan jelas, sehingga mempermudah proses audit dan pelacakan aliran dana.
Transparansi ini sangat penting untuk membangun kepercayaan di antara para pemangku kepentingan, termasuk investor, kreditur, dan manajemen internal. Bahkan, menurut pedoman resmi Organization for Economic Co-operation and Development, pengungkapan informasi dan transparansi keuangan yang tepat waktu serta akurat adalah pilar mutlak untuk melindungi hak investor dan menjaga integritas tata kelola perusahaan.
Dengan adanya catatan yang rapi dan akurat, akuntabilitas dalam perusahaan menjadi lebih kuat. Setiap departemen dan individu yang bertanggung jawab atas anggaran dapat diukur kinerjanya berdasarkan data yang objektif. Hal ini mencegah potensi penyalahgunaan dana dan memastikan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan di area masing-masing.
3. Pengambilan Keputusan yang Baik
Data yang dihasilkan dari proses administrasi keuangan adalah fondasi bagi pengambilan keputusan strategis. Laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu memberikan gambaran jelas tentang kesehatan finansial perusahaan kepada para pemimpin. Berdasarkan informasi ini, manajemen dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi terkait investasi, ekspansi pasar, atau pengembangan produk baru.
Misalnya, analisis arus kas dapat membantu manajemen menentukan waktu yang tepat untuk melakukan investasi besar. Sementara itu, laporan laba rugi dapat menunjukkan produk atau layanan mana yang paling menguntungkan. Tanpa data keuangan yang solid, setiap keputusan bisnis akan bersifat spekulatif dan memiliki risiko kegagalan yang lebih tinggi.
4. Keamanan Keuangan
Administrasi keuangan berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan aset finansial perusahaan. Ini mencakup pengelolaan kas yang aman, pengendalian akses terhadap rekening bank, dan penerapan prosedur internal untuk mencegah penipuan. Sistem kontrol internal yang kuat adalah kunci untuk melindungi kekayaan perusahaan dari ancaman internal maupun eksternal.
Selain itu, administrasi keuangan juga berperan dalam mengelola likuiditas perusahaan. Dengan memantau arus kas secara cermat, perusahaan dapat memastikan selalu memiliki dana yang cukup untuk membayar kewajiban jangka pendek, seperti gaji karyawan dan tagihan pemasok. Ketersediaan dana yang memadai ini menjaga reputasi dan kelancaran operasional bisnis sehari-hari.
5. Pengendalian Risiko dan Kepatuhan Regulasi
Setiap bisnis menghadapi berbagai risiko keuangan, seperti risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. Administrasi keuangan membantu mengidentifikasi, mengukur, dan memitigasi risiko-risiko tersebut melalui berbagai instrumen dan kebijakan. Manajemen risiko yang proaktif dapat menghindarkan perusahaan dari kerugian finansial yang besar dan tidak terduga.
Di sisi lain, administrasi keuangan memastikan perusahaan mematuhi semua peraturan yang berlaku, termasuk perpajakan dan pelaporan keuangan. Kepatuhan terhadap regulasi tidak hanya menghindarkan perusahaan dari denda dan sanksi hukum, tetapi juga meningkatkan kredibilitas di mata pemerintah dan publik. Ini adalah aspek krusial untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
6. Dukungan untuk Pertumbuhan dan Ekspansi
Administrasi keuangan yang solid merupakan kunci utama pertumbuhan bisnis. Perusahaan dengan laporan keuangan terorganisir lebih mudah memperoleh pendanaan dari investor atau lembaga keuangan, membuka peluang untuk ekspansi. Kredibilitas finansial yang tinggi memberikan akses ke modal eksternal yang dibutuhkan untuk berkembang.
Selain itu, data keuangan yang akurat memungkinkan perencanaan pertumbuhan yang strategis. Dengan menganalisis tren pendapatan dan biaya, manajemen dapat membuat proyeksi realistis dan mengalokasikan sumber daya secara tepat untuk mendukung ekspansi. Tanpa fondasi keuangan yang kuat, ekspansi akan sulit tercapai.
Baca juga: Manajemen Piutang: Pengertian, Contoh & Tujuannya
Fungsi Utama Administrasi Keuangan
Fungsi utama administrasi keuangan adalah untuk mengelola, mencatat, mengawasi, dan melaporkan seluruh aktivitas keuangan bisnis agar berjalan secara tertib, akurat, dan transparan. Berikut adalah fungsi utama administrasi keuangan bagi bisnis:
1. Fungsi Investasi
Fungsi investasi berfokus pada pengelolaan aset perusahaan untuk mencapai keuntungan maksimal. Keputusan investasi melibatkan pemilihan antara aset jangka panjang dan pendek, berdasarkan analisis risiko dan imbal hasil yang cermat.
Misalnya, manajer keuangan harus memilih apakah menginvestasikan kas berlebih ke dalam mesin, properti, atau instrumen keuangan seperti saham dan obligasi. Pilihan yang tepat dapat meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan.
2. Fungsi Pembelanjaan
Fungsi pembelanjaan berkaitan dengan cara perusahaan membiayai kebutuhannya, baik untuk operasional sehari-hari maupun untuk investasi jangka panjang. Ini mencakup keputusan tentang struktur modal, yaitu perbandingan antara utang dan ekuitas yang digunakan untuk mendanai aset. Struktur modal yang optimal akan meminimalkan biaya modal dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
Dalam praktiknya, fungsi ini melibatkan evaluasi berbagai sumber pendanaan, seperti pinjaman bank, penerbitan obligasi, atau penawaran saham. Tim keuangan harus menganalisis biaya dan manfaat dari setiap opsi untuk menentukan kombinasi yang paling menguntungkan. Pengelolaan pembelanjaan yang bijak adalah inti dari praktik manajemen keuangan perusahaan yang efektif dan berkelanjutan.
3. Fungsi Pembagian Laba
Setelah perusahaan menghasilkan laba, administrasi keuangan memiliki fungsi untuk menentukan bagaimana laba tersebut akan didistribusikan. Keputusan ini umumnya terbagi menjadi dua pilihan utama, yaitu membayar laba kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau menahannya sebagai laba ditahan untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis. Kebijakan dividen yang tepat sangat penting untuk menjaga kepuasan investor.
Keputusan ini harus mempertimbangkan kebutuhan kas perusahaan untuk pertumbuhan di masa depan serta ekspektasi investor. Jika perusahaan berada dalam fase pertumbuhan yang cepat, menahan sebagian besar laba untuk ekspansi mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak. Sebaliknya, perusahaan yang lebih mapan mungkin memilih untuk membagikan dividen yang lebih besar untuk menarik dan mempertahankan investor.
4. Fungsi Mencari Dana
Fungsi ini adalah tentang bagaimana perusahaan secara aktif mencari dan memperoleh sumber dana yang dibutuhkan untuk operasional dan investasi. Ini melibatkan identifikasi sumber-sumber modal yang potensial, baik dari pasar modal, lembaga keuangan, maupun investor swasta. Kemampuan untuk mendapatkan pendanaan dengan persyaratan yang menguntungkan adalah kunci untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Proses ini memerlukan persiapan yang matang, termasuk penyusunan proposal bisnis yang solid dan laporan keuangan yang kredibel. Tim keuangan harus mampu bernegosiasi dengan calon pemberi dana untuk mendapatkan struktur pembiayaan yang paling sesuai dengan kondisi perusahaan. Akses terhadap modal yang memadai pada akhirnya menentukan kecepatan dan skala ekspansi yang dapat dicapai oleh perusahaan.
Komponen Laporan dalam Administrasi Keuangan
Komponen laporan dalam administrasi keuangan adalah hasil akhir dari proses administrasi keuangan yang memberikan gambaran jelas tentang kondisi finansial dan kinerja perusahaan. Berikut adalah komponen utama dalam laporan keuangan yang perlu diperhatikan:
- Neraca: Menyajikan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada satu titik waktu. Hal ini memberikan gambaran mengenai keseimbangan finansial dan stabilitas perusahaan.
- Laporan Laba Rugi: Mencatat pendapatan dan beban yang dihasilkan dalam periode tertentu. Laporan ini mengukur profitabilitas operasional perusahaan dan kinerja keuangan selama periode tersebut.
- Laporan Arus Kas: Melacak pergerakan uang tunai yang masuk dan keluar dari perusahaan. Laporan ini sangat penting untuk menilai likuiditas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
- Laporan Perubahan Ekuitas: Menyediakan informasi mengenai perubahan modal pemilik selama periode tertentu. Laporan ini mencatat sumber-sumber yang memengaruhi ekuitas perusahaan, seperti laba atau penambahan modal.
Petugas Administrasi Keuangan dan Profesi Terkait
Petugas administrasi keuangan dan profesi terkait mencakup berbagai peran yang bertanggung jawab dalam mengelola, mencatat, serta memastikan keakuratan data keuangan bisnis agar operasional berjalan lancar dan sesuai standar. Berikut adalah petugas administrasi keuangan dan profesi terkait:
1. Admin Keuangan (Staf Pelaksana)
Staf admin keuangan adalah garda terdepan dalam operasional keuangan sehari-hari. Jobdesk administrasi keuangan di level ini umumnya meliputi tugas-tugas seperti mencatat transaksi harian, memproses faktur (invoice) masuk dan keluar, serta menyiapkan dokumen pembayaran. Mereka bertanggung jawab atas akurasi dan kelengkapan data dasar.
Peran mereka sangat krusial karena data yang mereka catat menjadi fondasi bagi semua laporan keuangan yang akan disusun. Kesalahan kecil di level ini dapat berdampak besar pada keakuratan laporan akhir. Oleh karena itu, seorang admin keuangan harus memiliki ketelitian yang tinggi dan pemahaman yang baik tentang prosedur akuntansi dasar.
2. Manajer Keuangan
Manajer keuangan memegang peran yang lebih strategis dalam departemen keuangan. Mereka bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh tim, menganalisis data keuangan, dan menyusun laporan untuk manajemen puncak. Tugas mereka juga mencakup penyusunan anggaran, manajemen arus kas, dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Seorang manajer keuangan bertindak sebagai jembatan antara data operasional dan keputusan strategis. Mereka menerjemahkan angka-angka dalam laporan keuangan menjadi wawasan bisnis yang dapat ditindaklanjuti. Selain itu, mereka juga berperan dalam mengelola risiko keuangan dan memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku.
3. Bendahara & Sekretaris
Dalam struktur perusahaan yang lebih besar atau korporat, peran bendahara (treasurer) dan sekretaris perusahaan sering kali terkait erat dengan administrasi keuangan. Bendahara bertanggung jawab atas pengelolaan kas dan likuiditas perusahaan, hubungan dengan bank, serta manajemen investasi. Fokus utama bendahara adalah memastikan ketersediaan dana dan mengelola aset keuangan perusahaan.
Sementara itu, sekretaris perusahaan (corporate secretary) memastikan kepatuhan perusahaan terhadap hukum dan peraturan, termasuk pelaporan kepada otoritas dan pemegang saham. Meskipun perannya lebih bersifat legal, mereka bekerja sama erat dengan tim keuangan. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa semua pelaporan finansial dan nonfinansial telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Tugas-tugas Utama Administrasi Keuangan
Tugas-tugas utama administrasi keuangan mencakup berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan, pencatatan, dan pengawasan keuangan bisnis agar berjalan secara tertib dan efisien. Berikut adalah tugas-tugas utama administrasi keuangan:
1. Pencatatan Transaksi dan Akuntansi
Ini adalah tugas paling mendasar dalam administrasi keuangan, yaitu mencatat setiap transaksi yang terjadi di perusahaan. Setiap pembelian, penjualan, pembayaran, dan penerimaan harus dicatat secara akurat dan tepat waktu ke dalam sistem akuntansi. Pencatatan yang konsisten adalah fondasi dari seluruh laporan keuangan yang andal.
Proses ini mengikuti kaidah dalam siklus akuntansi, mulai dari penjurnalan hingga penyusunan neraca saldo. Kesalahan dalam tahap ini dapat menyebabkan ketidakakuratan data yang berujung pada pengambilan keputusan yang keliru. Oleh karena itu, integritas data sejak awal menjadi prioritas utama dalam tugas ini.
2. Pengelolaan Kas dan Rekonsiliasi
Pengelolaan kas (cash management) adalah tugas vital untuk menjaga likuiditas perusahaan. Ini melibatkan pemantauan saldo kas harian, perencanaan arus kas masuk dan keluar, serta memastikan dana yang cukup tersedia untuk kebutuhan operasional. Manajemen kas yang efektif mencegah perusahaan dari krisis likuiditas yang dapat mengganggu operasional.
Bagian penting dari pengelolaan kas adalah rekonsiliasi bank secara berkala. Proses ini membandingkan catatan kas perusahaan dengan laporan rekening dari bank untuk memastikan tidak ada perbedaan. Rekonsiliasi yang rutin membantu mendeteksi kesalahan pencatatan, transaksi yang tidak sah, atau potensi penipuan secara dini.
3. Pengurusan Dokumen (Invoicing)
Administrasi keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh siklus penagihan dan pembayaran. Ini termasuk membuat dan mengirimkan faktur (invoice) kepada pelanggan, serta memantau status pembayaran piutang. Proses penagihan yang efisien sangat penting untuk mempercepat penerimaan kas dan menjaga kesehatan arus kas.
Di sisi lain, mereka juga bertugas memproses faktur dari pemasok dan memastikan pembayaran utang dilakukan tepat waktu. Mengelola utang dengan baik dapat membantu perusahaan memanfaatkan diskon pembayaran lebih awal dan menjaga hubungan baik dengan pemasok. Manajemen dokumen yang terorganisir adalah kunci untuk kelancaran proses ini.
4. Perpajakan dan Penggajian (Payroll)
Kepatuhan pajak adalah salah satu tugas paling krusial dalam administrasi keuangan. Tim keuangan bertanggung jawab untuk menghitung, membayar, dan melaporkan semua jenis pajak yang menjadi kewajiban perusahaan, seperti PPh dan PPN. Kepatuhan pajak yang tepat waktu menghindarkan perusahaan dari sanksi dan denda yang merugikan.
Selain itu, administrasi keuangan juga mengelola proses penggajian (payroll), mulai dari perhitungan gaji, tunjangan, dan bonus hingga pemotongan pajak penghasilan karyawan. Proses payroll yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk menjaga moral dan kepuasan karyawan. Pengelolaan payroll yang andal mencerminkan profesionalisme perusahaan.
5. Analisis dan Penyusunan Anggaran
Lebih dari sekadar tugas administratif, administrasi keuangan juga memiliki peran analitis. Tim keuangan menganalisis laporan keuangan untuk mengidentifikasi tren, mengukur kinerja, dan memberikan wawasan kepada manajemen. Analisis yang mendalam membantu perusahaan memahami kekuatan dan kelemahan finansialnya.
Berdasarkan analisis tersebut, mereka memimpin proses penyusunan anggaran (budgeting) untuk periode mendatang. Anggaran berfungsi sebagai peta jalan keuangan, menetapkan target pendapatan dan batas pengeluaran untuk setiap departemen. Proses ini juga melibatkan pembuatan proyeksi keuangan bisnis yang menjadi dasar perencanaan strategis jangka panjang bagi perusahaan.
Contoh Implementasi Administrasi Keuangan
Untuk memberikan gambaran proses administrasi keuangan yang terstruktur, memastikan perusahaan dapat beroperasi efisien dan terus berkembang. Berikut adalah beberapa aspek penting yang terlibat:
- Manajemen Piutang dan Utang: Pengelolaan tagihan yang harus dibayar dan diterima agar perusahaan tetap memiliki aliran kas yang sehat. Proses ini melibatkan pemantauan waktu pembayaran dan pengelolaan risiko kredit.
- Pengelolaan Investasi Jangka Pendek: Menentukan alokasi dana yang tepat untuk investasi jangka pendek guna memperoleh imbal hasil yang optimal tanpa mengorbankan likuiditas perusahaan. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan finansial dalam jangka waktu yang cepat.
- Analisis Keuangan Berkala: Proses evaluasi laporan keuangan yang dilakukan secara rutin untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dan menentukan langkah perbaikan. Analisis ini juga membantu dalam pengambilan keputusan strategis dan perencanaan ke depan.
Efektifkan Proses Administrasi Keuangan Bisnis Anda dengan Software Akuntansi ScaleOcean
Software akuntansi ScaleOcean membantu mengelola administrasi keuangan secara efisien dengan mengotomatiskan pencatatan transaksi dan rekonsiliasi bank. Dengan dashboard intuitif, Anda bisa memantau keuangan secara real-time dan membuat keputusan yang lebih cepat. Hal ini meminimalkan kesalahan manusia dan meningkatkan efisiensi operasional.
ScaleOcean meningkatkan efisiensi bisnis dengan menghilangkan proses manual dan memberikan visibilitas end-to-end yang lebih baik. Dalam waktu kurang dari sebulan, Anda akan merasakan peningkatan kinerja 45-75% dan ROI positif untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.
Cobalah demo gratis ScaleOcean untuk melihat bagaimana software ini dapat mengubah administrasi keuangan Anda. Fitur-fitur canggih yang kami tawarkan meliputi:
- Otomasi Laporan Keuangan: Membuat neraca dan laporan laba rugi secara otomatis tanpa konsolidasi manual. Proses ini mempercepat pembuatan laporan dan mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pencatatan keuangan.
- Manajemen Faktur & Tagihan: Memantau status pembayaran dari customer dan supplier secara real-time. Fitur ini membantu menjaga kelancaran arus kas dan memastikan likuiditas perusahaan tetap terjaga.
- Integrasi Perpajakan Lokal: Menyesuaikan dengan regulasi pajak Indonesia, seperti PPh dan PPN. Fitur ini memudahkan perusahaan untuk tetap patuh terhadap peraturan pajak tanpa perlu proses manual yang rumit.
- Audit Trail & Keamanan Data: Melindungi data finansial sensitif dengan sistem akses berlapis. Fitur ini meningkatkan transparansi dan mengurangi risiko kebocoran data yang dapat merugikan perusahaan.
- Manajemen Anggaran & Perencanaan Keuangan: Mempermudah perencanaan dan pengelolaan anggaran perusahaan secara otomatis. Fitur ini memastikan alokasi sumber daya dilakukan secara efisien dan sesuai dengan prioritas bisnis.
Kesimpulan
Administrasi keuangan adalah elemen kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis. Dengan pengelolaan yang terstruktur, perusahaan dapat mengontrol arus kas dan meminimalkan risiko. Laporan keuangan yang akurat memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik, yang mendukung pertumbuhan jangka panjang organisasi.
Software akuntansi ScaleOcean hadir untuk membantu bisnis mengelola keuangan secara lebih cepat dan akurat. Dengan fitur otomatisasi dan visibilitas real-time, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, yang langsung berdampak pada kinerja dan ROI. Cobalah demo gratis ScaleOcean dan lihat bagaimana software ini dapat mengubah administrasi keuangan Anda secara signifikan.
FAQ:
1. Apa tugas utama staf administrasi keuangan?
Tugas utamanya adalah mengelola arus kas, mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, mengelola pembayaran tagihan, dan mengarsipkan bukti transaksi untuk memastikan transparansi keuangan perusahaan.
2. Apa perbedaan administrasi keuangan dengan akuntansi?
Administrasi lebih fokus pada pengelolaan kas dan pengeluaran rutin, sementara akuntansi berfokus pada pengolahan data keuangan untuk menghasilkan laporan dan analisis.
3. Mengapa administrasi keuangan penting?
Administrasi keuangan membantu perusahaan memantau laba atau rugi, mencegah kebocoran dana, menghindari pengeluaran berlebih, dan menyediakan data yang dibutuhkan untuk ekspansi atau investasi.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us



