Seiring berkembangnya perdagangan internasional, maka semakin kompleks juga proses operasional logistik internasional. Untuk membantu dalam proses verifikasi pengiriman dan penyerahan barang, terdapat sebuah dokumen yang sering digunakan, yakni Bill of Lading (BoL). Selain dari itu, terdapat juga dokumen yang dapat meningkatkan kinerja proses penyerahan barang ke consignee atau penerima yaitu telex release.
Telex release adalah sebuah dokumen digital yang diberikan sebagai bukti penyerahan barang kepada pihak penerima ketika telah tiba di lokasi penyerahan. Hal ini memiliki keserupaan dengan express release, tetapi tidak sepenuhnya sama. Simak lebih lanjut artikel berikut untuk mempelajari tentang dokumen tersebut dan perbedaannya dengan dokumen-dokumen lain dalam logistik internasional!
- Telex release adalah metode penerimaan barang tanpa memerlukan Bill of Lading.
- Fungsi telex release: Mempercepat proses pengambilan barang, mengurangi biaya pengiriman, meningkatkan kepercayaan semua pihak.
- Software logistik ScaleOcean adalah sistem terbaik yang dapat diimplementasi oleh perusahaan untuk mengoptimalkan penyusun dokumen logistik.
1. Apa itu Telex Release?
Telex release adalah sebuah cara untuk menyerahkan barang-barang pengiriman kepada consignee tanpa memerlukan Bill of Lading asli. Hal ini biasa dilakukan dengan penyertaan dokumen digital yang menyatakan bahwa segala barang pengiriman dapat dilepaskan kepada importir.
Dengan melakukan penyerahan dokumen ekspor impor tersebut, proses pembongkaran muatan barang kepada pihak penerima dapat berlangsung dengan lebih cepat. Penggunaan dokumen telex cenderung dilakukan bila ada terjadinya keterlambatan pengiriman barang untuk memungkinkan consignee untuk menerima barangnya sesuai dengan jadwal.
Baca juga: Pahami Apa itu Manajemen Logistik, Tujuan dan Contohnya
2. Fungsi Telex Release

Telex release digunakan apabila adanya kepercayaan tinggi antara pengirim dengan mitra logistik. Hal ini diterapkan setelah pengirim melengkapi shipping instruction untuk carrier, sehingga memberikan kelebihan dalam efisiensi waktu dan biaya bagi setiap pihak yang terlibat. Berikut ini fungsi dari prosedur telex release:
a. Mempercepat Proses Pengambilan Barang
Importir dapat mengambil barang lebih cepat karena tidak perlu menunggu dokumen house bill of lading fisik dikirim. Tanpa dokumen fisik, sang penerima tidak perlu menunggu lama sehingga proses pembongkaran di pelabuhan tujuan menjadi jauh lebih responsif.
b. Mengurangi Biaya Pengiriman
Karena tidak memerlukan dokumen fisik, maka biaya yang biasanya diperlukan untuk melakukan pengiriman dokumen B/L dapat dihanguskan. Hal ini tidak hanya membantu kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga membantu proses administrasi dan pengelolaan akuntansi bisnis.
c. Meningkatkan Kepercayaan Semua Pihak
Ketika sang pihak eksportir meminta penyertaan dokumen telex release kepada penyedia jasa pelayanan, hal tersebut menjadi pertanda adanya rasa kepercayaan antar kedua pihak. Tidak hanya itu, dengan adanya proses pengiriman dan pembongkaran yang sesuai waktu yang ditetapkan dan lebih cepat, kepercayaan importir pada mitra logistik dan pengirim juga meningkat, sehingga berpotensi meningkatkan kinerja operasional suatu siklus logistik.
3. Cara Kerja Telex Release
Tahapan-tahapan awal penyertaan dokumen tersebut tidak berbeda dengan proses pengiriman internasional pada umumnya, yakni penyusunan dan pengemasan barang-barang yang telah dikirim oleh eksportir ke pelabuhan. Ketika hal tersebut telah dilakukan, maka bill of lading fisik kepada mitra logistik.
Apabila pengirim memberikan perintah untuk menyertakan telex release kepada mitra, maka segala isi B/L akan disusun dalam bentuk digital kepada penerima untuk menyatakan bahwa barang-barang dapat diterima dengan segera. Dan ketika barangnya telah sampai di lokasi yang telah ditentukan, importir hanya perlu memberitahukan adanya telex release untuk menerima barang secara langsung tanpa memerlukan adanya B/L fisik.
Untuk mendapatkan gambarannya, bagian selanjutnya akan membahas tahapan proses telex release:
- Penerbitan Bill of Lading: Perusahaan pelayaran menerbitkan dokumen bill of lading fisik kepada eksportir atau freight forwarder sebagai bukti pengiriman barang.
- Penyerahan B/L Asli: Eksportir menyerahkan kembali B/L asli kepada perusahaan pelayaran di negara asal sebagai tanda bahwa dokumen fisik tidak perlu dikirim ke importir.
- Pengiriman Otorisasi Telex Release: Agen pelayaran di pelabuhan asal mengirimkan instruksi telex release secara elektronik kepada agen di pelabuhan tujuan.
- Pengambilan Barang: Setelah barang tiba, importir cukup menunjukkan informasi telex release dan menyelesaikan biaya yang diperlukan untuk mengambil kargo.
Menurut analisa kami dari Investopedia, Bill of Lading adalah dokumen yang digunakan dalam proses logistik sebagai alat verifikasi pemindahan barang dari pihak pengirim ke mitra logistik, serta bukti yang digunakan oleh penerima di pelabuhan tujuan untuk melakukan proses bongkar muat barang. Berdasarkan definisi tersebut, dapat dinyatakan bahwa penggunaan B/L fisik bersifat sangat formal.
4. Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Telex Release
Dokumen tersebut cenderung digunakan pada situasi di mana munculnya sebuah kendala pada pihak pengirim, sehingga menyebabkan gangguan pada proses pengiriman secara keseluruhan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak eksportir akan meminta telex release untuk mempercepat proses penerimaan sesuai tenggat waktu.
Terkadang, pihak carrier juga mensyaratkan letter of indemnity (LOI) sebagai jaminan keamanan tambahan sebelum barang dilepaskan secara resmi di pelabuhan tujuan. Dalam beberapa contoh telex release, dokumen ini juga digunakan ketika tingkat kepercayaan antara semua pihak yang terlibat sudah tinggi, mirip seperti penggunaan express release.
Hal ini dikarenakan dokumen telex dapat memunculkan risiko keamanan karena tidak lebih aman dibandingkan dengan bill of lading fisik. Selain itu, apabila dokumen tersebut telah disertakan, tetapi pengiriman masih terlambat, maka ada kemungkinan munculnya biaya tambahan.


5. Perbedaan Telex dan Bill of Lading

Bill of Lading adalah sebuah dokumen yang digunakan dalam proses logistik sebagai alat verifikasi pemindahan barang dari pihak pengirim ke mitra logistik untuk dikirim, serta juga sebagai bukti yang digunakan oleh penerima di pelabuhan tujuan untuk melakukan proses bongkar muat barang kiriman. Berdasarkan penjelasan-penjelasan sebelumnya, dapat dinyatakan bahwa penggunaan B/L fisik sangat formal.
Penggunaan B/L fisik, atau lebih tepatnya telex release vs Original Bill of Lading (OBL) pada keseluruhan siklus logistik cenderung digunakan saat baru mulainya kerja sama antara pengirim dan mitra logistik, sehingga menginginkan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Ketika hubungan telah terjalin berulang kali, maka kemungkinan terjadinya permintaan telex release kepada penyedia jasa logistik akan meningkatkan karena adanya kepercayaan.
6. Perbedaan Telex Release dan Express Release
Apabila dianggap bahwa Bill of Lading merupakan satu tahapan di bawah telex release, maka dapat dianggap juga bahwa express release merupakan tahapan selanjutnya. Express release vs telex release berbeda dengan dokumen telex yang meliputi pembuatan dan penyerahan OBL kepada mitra logistik, express release tidak membutuhkannya sama sekali.
Metode pengiriman tersebut hanya bergantungan dengan informasi barang dan identitas pihak pengirim dan penerima, sehingga menghilangkan waktu yang diperlukan untuk menyusun dokumen-dokumen. Hal ini cenderung hanya dilakukan apabila semua pihak yang terlibat memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dan telah bekerja sama untuk waktu yang relatif lama.
Baca juga: Pahami Arti Logistik dan Strategi Pengelolaan Bisnisnya
7. Otomatisasi Proses Telex Release dengan Software Freight ScaleOcean
Software logistik ScaleOcean adalah sistem logistik terbaik yang dapat diterapkan oleh bisnis-bisnis jasa pengiriman, baik lokal maupun internasional. Aplikasinya dapat melakukan pemantauan barang di gudang, serta menyusun segala dokumen yang diperlukan seperti Bill of Lading dan Waybill.
ScaleOcean juga menawarkan banyak jumlah fitur dan modul pada setiap sistemnya, sehingga dapat memenuhi segala kebutuhan perusahaan. Software freight forwarding-nya disusun dari praktik bisnis dan industri terbaik di dunia yang memaksimalkan kinerja operasional bisnis dari segi apapun.
Anda dapat melakukan uji coba terlebih dahulu melalui demo gratis untuk mengetahui kecocokan sistemnya dengan bisnis Anda. Berikut adalah beberapa fitur utama software logistiknya:
- Pelacakan Pengiriman: Memungkinkan pemantauan pengiriman real-time dengan nomor pelacakan unik untuk setiap paket dan pembaruan status perjalanan.
- Pilihan Metode Pengiriman LCL, FCL, FTL, dan LTL: Menawarkan pilihan pengiriman sesuai kapasitas kargo, membantu memilih metode yang optimal dan hemat biaya.
- Pengelolaan Impor dan Ekspor: Memudahkan manajemen pengiriman internasional dengan dokumen, perizinan, dan pemenuhan regulasi negara terkait.
- Pengurusan Bea Cukai: Menyediakan dokumentasi kepabeanan otomatis dan menghitung pajak serta biaya bea masuk secara akurat.
- Perhitungan Margin Keuntungan: Membantu menghitung margin keuntungan otomatis dengan membandingkan pendapatan dan biaya vendor.
Baca juga: 10 Freight Forwarding Software Terbaik di Indonesia Tahun 2025
8. Kesimpulan
Telex release merupakan suatu metode pengiriman yang penting dipertimbangkan oleh bisnis-bisnis di dunia. Dengan adanya hal tersebut, proses pembongkaran akan menjadi lebih mudah dan cepat. Untuk menjamin penyusunan dokumen yang lebih teratur, perusahaan cenderung menerapkan software freight forwarding.
Software logistik ScaleOcean adalah sistem logistik yang dapat diimplementasi oleh perusahaan. Dengan testimoni dari mitra-mitra logistik internasional, kesuksesan implementasi sistemnya menjadi suatu hal yang terjamin. Maka dari itu, lakukanlah demo gratis Anda sekarang dan optimalkan proses pengiriman dan bongkar muat bisnis logistik Anda!
FAQ:
1. Perbedaan telex release dan sea waybill?
Telex release adalah instruksi elektronik untuk melepas kargo setelah Original B/L diserahkan di pelabuhan asal. Sementara itu, sea waybill adalah dokumen pengiriman non-negotiable yang tidak memerlukan penyerahan B/L asli untuk mengambil barang.
2. Apa perbedaan antara bill of lading dan telex release?/summary>
Bill of lading asli berfungsi sebagai dokumen kepemilikan barang, sedangkan telex release hanya menjadi instruksi pelepasan kargo tanpa B/L fisik.
3. Apa arti telex release dalam pengiriman barang?
Telex release adalah pesan elektronik untuk melepas kargo setelah Original Bill of Lading diserahkan di pelabuhan asal.










