5 Tahapan Proyek Konstruksi: Perencanaan sampai Penutupan

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Siklus proyek konstruksi melibatkan berbagai tahapan penting, dari perencanaan hingga penyelesaian. Banyak perusahaan menghadapi kesulitan dalam mengelola setiap tahap proyek, terutama terkait dengan penundaan jadwal, anggaran yang membengkak, dan koordinasi antar tim yang tidak optimal.

Memahami siklus proyek konstruksi sangat penting agar perusahaan dapat menyelesaikan proyek dengan terstruktur dan efisien. Setiap tahap memerlukan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik antar pihak terkait untuk memastikan proyek berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Di artikel ini, kami akan membahas secara rinci informasi mengenai tahapan proyek konstruksi. Informasi ini dapat Anda gunakan sebagai pertimbangan untuk merancang strategi yang lebih baik, meminimalisir risiko, serta memastikan proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran.

starsKey Takeaways
  • Tahapan proyek konstruksi meliputi tahapan perencanaan, desain, pengadaan, pelaksanaan, dan penutupan dan evaluasi proyek.
  • Software Kontraktor ScaleOcean memberikan solusi cerdas untuk mengelola siklus proyek konstruksi secara efisien, dari perencanaan hingga penyelesaian.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Tahap Perencanaan Proyek

Pada tahap perencanaan, dilakukan studi kelayakan, pengembangan desain, dan penyusunan anggaran. Mengutip dari Stanley Consultants, rencana induk (master plan) juga disusun untuk memastikan proyek konstruksi berjalan sesuai dengan tujuan dan mengatasi segala potensi masalah di masa depan.

Beberapa tahapan dalam pra-proyek adalah:

  • Menentukan Ide dan Kebutuhan Konstruksi: Perusahaan perlu mengidentifikasi terlebih dahulu ide yang akan dijadikan sebagai landasan proyek, serta jaga segala bahan, alat, dan jasa yang diperlukan untuk memaksimalkan hasil akhir.
  • Analisa Kelayakan: Berdasarkan poin sebelumnya, bisnis harus memastikan apakah proyek tersebut secara faktual dapat diberjalankan sesuai dengan kondisi teknis dan finansial perusahaan, serta juga situasi sosio-politik negara.
  • Mendapatkan Perizinan Pembagunan: Perusahaan perlu mengurus segara perizinan yang diperlukan untuk memungkinkan pembangunan pada wilayah yang telah ditentukan. Izin ini dapat meliputi Sertifikat Badan Usaha (SBU) konstruksi dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

2. Tahap Desain dan Perancangan

Setelah tahap perencanaan konstruksi, langkah berikutnya dalam masa pemeliharaan pekerjaan konstruksi adalah tahap desain dan perancangan. Tahap ini sangat penting untuk menggambarkan secara rinci bagaimana proyek akan diwujudkan. Komponen utama yang perlu dilakukan dalam tahap konstruksi adalah:

  • Pra Desain: Tim desain menyusun gambaran awal proyek, mencakup ukuran, fungsi, dan kebutuhan bangunan. Evaluasi awal mengenai material dan biaya dilakukan untuk memastikan desain sesuai anggaran.
  • Pengembangan Desain: Desain lebih rinci dibuat, mencakup aspek struktural, mekanikal, dan elektrikal. Pada tahap ini, penataan ruang dan pemilihan material diperinci untuk memastikan kelayakan teknis.
  • Penentuan Desain Akhir: Desain yang telah disempurnakan diuji untuk memastikan kesesuaian dengan standar keselamatan, estetika, dan regulasi. Apabila desain tersebut dinyatakan layak, maka hal itu akan dijadikan sebagai landasan pengerjaan konstruksi.

3. Tahap Pengadaan Barang dan Jasa

Pengadaan meliputi proses untuk memperoleh barang, jasa, dan tenaga kerja yang diperlukan dalam proyek. Ini termasuk lelang dan seleksi pemasok untuk memastikan semua kebutuhan dapat dipenuhi sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Tahapan procurement dalam konstruksi biasanya dilakukan dalam bentuk:

  • Penyusunan Tender: Secara singkat, tender adalah sebuah pernyataan yang dikeluarkan perusahaan yang memberitahukan akan kebutuhan proyek. Segala informasi proyek konstruksi dan persyaratan akan disertakan ke dalam sebuah dokumen untuk membantu penyedia menyusun dokumen penawaran yang optimal.
  • Evaluasi Masing-masing Penawaran: Setelah periode penerimaan penawaran berakhir, perusahaan, biasanya dalam bentuk tender admin, akan mengevaluasi penawaran-penawaran tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan, serta juga harga dan kualitas yang ditawarkan masing-masing vendor.
  • Penandatanganan Surat Kontrak Kerja: Ketika penyedia telah ditentukan, bisnis harus mengabarkannya kepada pihak tersebut untuk diajak kerja sama. Sebuah surat kontrak kerja akan disusun dan kemudian ditanda-tangan kedua pihak sebagai bukti resmi kolaborasi tersebut.

Siklus proyek konstruksi mencakup berbagai fase penting, dan untuk memudahkan pengelolaan, aplikasi konstruksi ScaleOcean dapat membantu dalam memonitor progres proyek. Dengan menggunakan aplikasi ini, setiap fase dapat dipantau dengan lebih efisien dan akurat, meningkatkan produktivitas proyek secara keseluruhan.

Konstruksi

4. Tahap Pelaksanaan Proyek atau Pembangunan

Tahap ini adalah pelaksanaan konstruksi fisik yang melibatkan pembangunan area, fondasi, struktur, interior, dan eksterior bangunan. Pekerjaan dilakukan sesuai dengan desain dan rencana yang telah disetujui di tahap sebelumnya.

Untuk lebih rinci, berikut adalah tahapan pelaksanaan proyek:

  • Pembangunan: Perusahaan (dan penyedia jasa bila ada) mulai membangun di lokasi yang ditetapkan berdasarkan dengan desain yang telah disusun sebelumnya.
  • Koordinasi Tim: Semua pihak yang terlibat harus dikelola dan dikoordinasi secara optimal oleh perusahaan untuk memastikan terpenuhinya KPI konstruksi di lapangan kerja.
  • Pemantauan Secara Berkala: Progres pembangunan dipantau secara berkala untuk mencegah dan memastikan tidak terjadinya kendala selama operasi berjalan. Apabila terdapat masalah, contohnya bahan baku yang tidak mencukupi, maka perusahaan harus dengan segera melakukan proses pengadaan lagi.

5. Tahap Penutupan

Penutupan adalah fase akhir dari proyek atau pasca proyek, yang meliputi penyelesaian pekerjaan, serah terima kepada klien, dan penyelesaian dokumentasi akhir. Tujuan evaluasi pasca proyek adalah untuk menilai pencapaian dan memberikan umpan balik untuk proyek selanjutnya:

  • Penyelesaian Pekerjaan: Menyelesaikan semua pekerjaan fisik dan administratif yang tertunda, memastikan semua aspek proyek telah selesai sesuai rencana.
  • Serah Terima Proyek: Proyek diserahkan kepada klien, dengan semua dokumentasi dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) yang diperlukan untuk penggunaan resmi.
  • Penyelesaian Dokumentasi Akhir: Di tahap pra proyek juga perlu menyelesaikan dan mengarsipkan semua dokumen proyek, termasuk laporan, perizinan, dan sertifikat yang diperlukan.
  • Pembayaran Akhir: Melakukan pembayaran akhir kepada kontraktor dan vendor setelah semua pekerjaan selesai dan disetujui oleh klien.
  • Evaluasi Pascaproyek: Kontraktor menilai kinerja proyek, mengidentifikasi keberhasilan dan pembelajaran untuk perbaikan di proyek mendatang.

Kesimpulan

Siklus proyek konstruksi melibatkan beberapa tahapan utama, seperti inisiasi (identifikasi kebutuhan), perencanaan (studi kelayakan dan desain), pengadaan (pembelian material dan jasa), pelaksanaan (pembangunan fisik), pemantauan dan pengendalian (pengawasan selama pelaksanaan), serta penutupan (serah terima dan evaluasi).

Siklus ini berperan sebagai panduan untuk menyelesaikan proyek secara sistematis dan efisien dari awal hingga akhir. Memahami setiap tahapan dalam siklus proyek konstruksi memungkinkan perusahaan untuk mengelola sumber daya dengan lebih efektif, mengurangi risiko, dan memastikan setiap langkah dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Untuk memastikan setiap tahapan tersebut, ScaleOcean menawarkan solusi software konstruksi yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola proyek secara lebih efisien, mulai dari perencanaan hingga penyelesaian. Dapatkan demo gratis dan lihat bagaimana software kami dapat mempermudah pengelolaan proyek Anda.

FAQ:

1. Apa itu siklus proyek konstruksi?

Siklus hidup proyek konstruksi adalah rangkaian langkah yang tepat untuk menyelesaikan tugas dalam proyek konstruksi. Siklus ini berperan sebagai panduan untuk seluruh proses penyelesaian proyek, mulai dari konsep awal hingga rincian akhir.

2. Apa saja tahapan proyek konstruksi?

Tahapan siklus proyek konstruksi umumnya terdiri dari fase:
1. Perencanaan
2. Desain
3. Pengadaan
4. Pelaksanaan
5. Penutupan

3. Apa tahap paling awal dalam proyek pembangunan?

Tahap paling awal adalah perencanaan proyek. Pada fase ini, pemilik proyek menentukan tujuan pembangunan, melakukan analisis lokasi, serta menyusun estimasi biaya dalam Rupiah untuk memastikan proyek tersebut layak secara teknis maupun finansial.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap