10 Tugas Quality Control Proyek dalam Industri Konstruksi

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Dalam perusahaan konstruksi, peran dan tugas quality control (QC) sangat krusial untuk memastikan setiap aspek proyek berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tugas utama dari tim QC proyek adalah melakukan pemeriksaan berkala terhadap semua materi dan metode kerja untuk menghindari penyimpangan dari spesifikasi teknis yang telah disepakati.

Tim tersebut juga bertanggung jawab untuk memastikan seluruh prosedur kerja dijalankan secara benar, dari awal hingga penyelesaian proyek. Proses quality control juga melibatkan pengujian dan evaluasi secara berkala untuk memastikan semua aspek proyek, termasuk keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi, terpenuhi.

Menurut penelitian oleh Springer pada 25 proyek konstruksi, biaya kegagalan kualitas (quality failure cost) yang mencakup biaya akibat cacat, rework, dan gangguan lainnya mencapai lebih dari 12% dari total biaya proyek jika quality control tidak diterapkan secara efektif. Biaya ini sering tersembunyi di luar biaya kualitas yang kasat mata.

Oleh karena itu, penerapan quality control yang efektif menjadi sangat krusial untuk menghindari pembengkakan biaya dan memastikan hasil proyek yang sesuai harapan. Pada artikel ini kita akan membahas satu per satu apa saja tugas quality control proyek untuk tingkatkan keberhasilan proyek Anda. Simak selengkapnya di sini!

starsKey Takeaways
  • Tugas quality control proyek meliputi menetapkan standar kualitas yang jelas membantu tim QC mengawasi bahan baku, metode kerja, dan hasil konstruksi.
  • Memantau progres proyek dan pengawasan lapangan membantu QC memastikan pekerjaan di lapangan sesuai dengan standar kualitas dan prosedur yang telah ditetapkan.
  • Kontrol peralatan dan keselamatan kerja penting untuk memastikan peralatan yang digunakan dalam proyek sesuai standar keselamatan, serta mengurangi risiko kecelakaan kerja.
  • Software ScaleOcean membantu tim QC dengan memantau kualitas, pengelolaan sumber daya, dan keselamatan kerja secara terintegrasi, memastikan kontrol dan mengurangi risiko kesalahan.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Memahami Spesifikasi Proyek 

QC memiliki tugas utama untuk menguasai spesifikasi teknis, gambar kerja, dan standar proyek yang menjadi acuan utama dalam setiap tahap pengerjaan. Pemahaman yang mendalam mengenai urusan teknis ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap aspek proyek sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.

Dengan menguasai spesifikasi dan standar proyek, QC dapat memastikan bahwa hasil kerja yang diterima memenuhi harapan dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pemahaman yang baik mengenai spesifikasi juga membantu QC untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal dan mengambil tindakan korektif yang tepat.

2. Menetapkan Standar Kualitas

Dalam proyek konstruksi, penetapan standar kualitas oleh tim Quality Control (QC) menjadi salah satu tugas vital untuk memastikan seluruh output memenuhi ekspektasi dan spesifikasi yang telah ditentukan. Standar ini meliputi berbagai aspek seperti bahan baku, metode kerja, dan spesifikasi teknis yang harus diikuti selama proses konstruksi.

Tim QC bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mendokumentasikan standar ini dengan jelas, yang sering kali didasarkan pada kode industri, regulasi keamanan, dan kebutuhan klien. Hal ini bertujuan untuk menciptakan framework objektif bagi pemeriksaan dan evaluasi kualitas.

Standar kualitas ini juga memfasilitasi komunikasi yang efektif antara berbagai stakeholder proyek, termasuk desainer, kontraktor, dan sub kontraktor, memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap kriteria kualitas yang harus dipenuhi. Dengan standar jelas dan terdokumentasi, proses pengawasan menjadi lebih sistematis dan ketidaksesuaian dapat dikelola dengan lebih efisien.

3. Pemeriksaan Bahan Baku

Tugas Quality Control Proyek yaitu Pemeriksaan Bahan Baku

Salah satu tugas penting dari quality control adalah memeriksa dan menguji sampel bahan baku yang digunakan dalam proyek. Bahan baku harus sesuai dengan spesifikasi yang telah direncanakan dalam desain proyek. Quality control bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bahan yang digunakan tidak hanya memenuhi kualitas standar, tetapi juga aman dan dapat diandalkan untuk keperluan konstruksi.

Pemeriksaan bahan baku melibatkan pengujian material di laboratorium serta inspeksi fisik untuk memastikan bahwa bahan tersebut bebas dari cacat dan sesuai dengan kebutuhan teknis. Dengan pemeriksaan yang teliti, proyek dapat terhindar dari potensi masalah yang bisa muncul akibat penggunaan bahan yang tidak sesuai spesifikasi.

4. Memantau Progres Proyek dan Pengawasan Lapangan

Quality control juga bertugas untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan dan memantau aktivitas para pekerja. Pemantauan ini bertujuan memastikan bahwa setiap pekerjaan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dalam perencanaan proyek.

Selain itu, pengawasan lapangan juga memastikan semua aspek proyek dijalankan sesuai prosedur yang benar, mulai dari metode konstruksi hingga pengelolaan sumber daya yang digunakan. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi dan efektivitas proses pembangunan.

Dengan pengawasan yang rutin dan disiplin, quality control bisa mendeteksi potensi masalah sejak awal. Langkah ini membantu memastikan pekerjaan di lapangan tidak menyimpang dari rencana. Proses pengawasan ini mencakup seluruh siklus proyek, bahkan hingga tahap akhir commissioning. Semua ini dilakukan demi menghindari kesalahan yang dapat merusak kualitas akhir proyek.

5. Pengujian Produk

Menguji setiap produk penting untuk memastikan bahwa hasil kerja memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pengujian ini dapat dilakukan pada produk setengah jadi atau produk akhir untuk memastikan bahwa semuanya sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam rencana proyek.

Proses pengujian produk membantu untuk mengidentifikasi potensi masalah atau kekurangan yang ada, baik dalam kualitas material maupun dalam proses konstruksi itu sendiri. Dengan melakukan pengujian secara menyeluruh, quality control dapat memastikan bahwa hanya produk yang memenuhi standar yang diterima dan dipasang dalam proyek.

Untuk mempermudah pengelolaan pengujian produk dan meningkatkan efisiensi proyek, ScaleOcean Construction Software menawarkan solusi yang terintegrasi. Dengan fitur manajemen proyek dan pemantauan kualitas yang canggih, ScaleOcean membantu memastikan bahwa setiap tahap proyek berjalan sesuai rencana.

Konstruksi

6. Evaluasi dan Identifikasi Penyimpangan

Quality control bertugas untuk menganalisis data kualitas yang terkumpul selama proyek berlangsung. Evaluasi ini melibatkan pemeriksaan hasil pengujian, inspeksi lapangan, serta dokumentasi terkait lainnya. Dengan menganalisis data secara rutin, quality control dapat mengidentifikasi indikasi penyimpangan atau masalah pada proyek yang perlu segera ditangani.

Identifikasi penyimpangan yang cepat memungkinkan tim untuk mengambil tindakan korektif sebelum masalah menjadi lebih besar dan mempengaruhi keseluruhan proyek. Proses evaluasi yang efektif juga berfungsi untuk meminimalkan risiko kegagalan dalam mencapai tujuan kualitas proyek yang telah ditetapkan.

7. Menyelaraskan Metode Kerja dan Efisiensi Waktu

Penyelarasan metode kerja melibatkan penyesuaian prosedur operasional untuk mengoptimalkan produktivitas serta mempertahankan standar kualitas tinggi. Tim QC bertugas memastikan seluruh proses kerja sesuai dengan rencana yang telah disusun dan memanfaatkan praktik terbaik industri, sehingga mengurangi pemborosan waktu dan sumber daya.

Untuk itu, diperlukan efisiensi waktu melalui penerapan time schedule proyek realistis, yang rutin ditinjau dan disesuaikan untuk memenuhi tenggat waktu proyek. Tim QC juga bertanggung jawab untuk mengkaji ulang dan menyempurnakan metode kerja dengan tujuan mengoptimalkan alur kerja, mengurangi pemborosan waktu dan sumber daya, serta menjamin kualitas hasil kerja akhir.

Secara aktif, tim tersebut akan memverifikasi semua komponen dan hasil kerja proyek telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Selain itu, spesifikasi teknik yang detailnya ditetapkan dalam dokumentasi proyek, akan dijadikan acuan oleh tim untuk memantau dan menilai metode kerja proyek di lapangan.

8. Mengkoordinasikan Tim Proyek

Tugas Quality Control Proyek yaitu Mengkoordinasikan Tim Proyek

Dalam perusahaan konstruksi, tim QC untuk bertindak sebagai penghubung antara berbagai pihak yang terlibat, termasuk insinyur, kontraktor, atau sub kontraktor. QC harus memastikan informasi mengenai standar kualitas, perubahan rencana, dan hasil dari pengujian, disampaikan secara jelas dan tepat waktu kepada semua anggota tim.

Salah satu cara yang efektif untuk memastikan kejelasan ini adalah melalui Request for Information (RFI), yang membantu mengatasi kebingungan atau ketidakjelasan dalam detail teknis.

Koordinasi oleh QC juga mencakup rapat reguler untuk mendiskusikan kemajuan, isu-isu kualitas, dan strategi penyelesaian masalah proyek. Tugas ini memungkinkan identifikasi dan penanganan isu kualitas pada tahap awal, meminimalisir keterlambatan dan biaya konstruksi yang tidak perlu.

9. Penertiban Proyek

QC memiliki tanggung jawab untuk memberikan teguran, baik secara lisan maupun tertulis, terkait hasil kerja yang tidak memenuhi standar yang telah disepakati. Teguran ini bertujuan untuk memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan persyaratan kualitas yang telah ditetapkan oleh pihak terkait.

Teguran ini dapat dilakukan sepanjang jalannya proyek atau setelah proyek selesai sepenuhnya. QC harus memantau kualitas pekerjaan secara berkelanjutan dan memastikan bahwa setiap masalah kualitas ditangani dengan cepat agar tidak memengaruhi kelancaran dan hasil akhir proyek.

10. Kontrol Peralatan dan Keselamatan Kerja

Terakhir, quality control proyek kontruksi juga memantau penggunaan peralatan dalam proyek untuk memastikan bahwa alat yang digunakan sesuai dengan standar keselamatan dan operasional yang berlaku. Pengawasan ini bertujuan untuk meminimalkan kecelakaan dan memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan aman.

Selain itu, quality control juga memastikan bahwa prosedur keselamatan kerja diikuti dengan ketat. Ini termasuk pemeriksaan rutin terhadap prosedur keselamatan dan pelatihan untuk pekerja, guna menghindari potensi kecelakaan di lokasi proyek yang dapat merugikan perusahaan dan pekerja.

11. Kesimpulan

Secara keseluruhan, tugas quality control proyek adalah komponen esensial yang menentukan keberhasilan dan kualitas akhir sebuah proyek. Melalui serangkaian aktivitas yang meliputi penetapan standar kualitas, pengembangan prosedur, penertiban proyek, QC memastikan semua aspek proyek berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh perusahaan konstruksi.

Penetapan standar kualitas yang jelas menjadi kunci sukses dalam proyek konstruksi. Tim QC bertugas untuk menyusun dan mendokumentasikan standar kualitas yang mencakup bahan baku, metode kerja, dan spesifikasi teknis. Hal ini penting untuk menciptakan keseragaman dan meningkatkan efisiensi antara semua pihak yang terlibat dalam proyek.

Dengan mengawasi bahan baku, memantau progres, serta melakukan pengujian produk secara menyeluruh, QC memastikan setiap tahapan proyek bebas dari kesalahan yang bisa mengganggu kelancaran pembangunan. Pengawasan yang disiplin dan berkelanjutan ini memungkinkan proyek diselesaikan sesuai jadwal dan standar yang ditetapkan.

Dengan demikian, quality control adalah investasi esensial yang berkontribusi langsung terhadap kesuksesan, keberlanjutan, dan reputasi jangka panjang perusahaan konstruksi.

Untuk mempermudah pengelolaan kualitas proyek Anda, Anda dapat mempertimbangkan opsi software manajemen proyek ScaleOcean yang dapat membantu tim QC memantau setiap tahapan dengan lebih efisien. Anda bisa mencoba demo software kami untuk merasakan manfaatnya secara langsung.

FAQ:

1. Apa tugas quality control proyek?

Tugas utama quality control proyek adalah memastikan bahwa pekerjaan di lapangan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Salah satunya adalah menguji kualitas material, seperti mutu beton, untuk memastikan bahwa semua komponen proyek sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan.

2. Apa saja proses kualitas proyek?

Proses kualitas proyek meliputi:
1. Perencanaan Mutu: Menetapkan tujuan kualitas yang jelas untuk proyek.
2. Penjaminan Mutu: Melakukan pengujian dan menggunakan metrik untuk memastikan bahwa proyek sesuai dengan standar yang ditentukan.
3. Pengendalian Mutu: Memantau dan mengendalikan kualitas selama pelaksanaan proyek.

3. Siapa yang bertanggung jawab atas kualitas dalam proyek?

Wakil manajemen (management representative) pada bagian kualitas adalah pihak yang bertanggung jawab atas manajemen kualitas dalam proyek. Mereka memastikan bahwa standar kualitas diterapkan di seluruh proyek yang ditangani oleh perusahaan.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap