
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang

Pengiriman paket merupakan salah satu aktivitas logistik paling penting di dunia karena memungkinkan barang untuk tiba di tangan warga dengan cepat dan aman. Di dalam proses pengiriman tersebut, terdapat dua metode yang cenderung digunakan oleh pengirim dan kurir, yaitu pick up dan drop off.
Secara singkat, pick up adalah aksi menjemput paket di alamat pengirim, sedangkan drop off adalah aksi pengantaran paket ke lokasi distribusi kurir. Masing-masing dari metode tersebut memiliki keunggulannya sendiri, sehingga digunakan sesuai dengan situasi kondisi pengirim.
Alangkah pentingnya pemahaman akan kedua istilah tersebut, terutama apabila Anda memiliki bisnis e–commerce. Artikel berikut akan memberikan gambaran lebih jelas tentang kedua cara pengiriman tersebut dan perbedaannya, sehingga Anda dapat menyusun sebuah proses pengiriman barang yang lebih optimal. Simak lebih mendalam!
Dalam konteks pengiriman barang, pick up adalah sebuah layanan logistik di mana sebuah penyedia jasa logistik datang ke alamat pengirim untuk mengambil paket dan kemudian mengirimkannya. Istilah berikut juga lebih sering dikenal sebagai “mengatur pengiriman”. oleh mitra-mitra ritel Shopee.
Dengan adanya penerapan metode pengiriman tersebut, seorang pengirim tidak perlu melakukan perjalanan ke pusat ekspedisi secara langsung. Hal tersebut dapat menjadi alternatif yang baik apabila pihak tersebut berada pada lokasi yang jauh atau sulit dijangkau, meskipun biaya yang diperlukan juga lebih tinggi.

Berbolak-balik dengan arti pick up, arti drop off adalah sebuah layanan pengiriman di mana pengirim harus mengantar paket ke kantor ekspedisi yang telah ditentukan oleh mitra logistik. Istilah berikut cenderung disebut sebagai “mengirimkan pesanan” atau “antar ke counter“.
Hal ini berarti pengirim harus mengantar sebuah paket pesanan ke lokasi distribusi terlebih dahulu untuk memungkinkan pengiriman barang ke tangan sang penerima. Metode berikut optimal apabila lokasi pengirim dekat dengan pusat atau cabang ekspedisi kurir, sehingga tidak perlu menunggu kurir untuk datang menjemput paket.
Sebelum melakukan pembahasan, perhatikan terlebih dahulu isi tabel berikut untuk mendapatkan visualisasi singkat tentang perbedaan pick up dan drop off:
| Perbedaan Pick Up dan Drop Off |
|---|
| 1. Lokasi: Pick up di lokasi pengirim, sedangkan drop off di lokasi kurir.
2. Waktu: Mengatur pengiriman cenderung lebih lama dibandingkan dengan mengirimkan pesanan. 3. Biaya dan Fasilitas: Pick up seringkali membutuhkan pembayaran tambahan, namun tidak disediakan oleh setiap kurir. |
Seperti yang telah dinyatakan berulang kali, lokasi pengangkutan barang atau paket dengan metode pick up adalah di alamat pengirim. Walaupun begitu, hal ini tidak berarti pengambilan barang dilakukan sesuai dengan lokasi nyata pelanggan, melainkan sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan. Bahkan, ada kemungkinan juga pihak yang mengatur jasa pick up bukan merupakan penjual atau pengirim, melainkan adalah pihak ketiga.
Sedangkan lokasi pengambilan drop off jauh lebih sederhana, yakni cabang ekspedisi sang kurir yang paling dekat dengan pengirim. Jika kapasitas pusat distribusi tersebut tidak penuh, maka pengirim hanya perlu meninggalkan barangnya di sana untuk dikonsolidasi menjadi satu pengiriman.
Waktu yang diperlukan kedua metode tersebut berbeda, yakni pick up memakan waktu yang lebih lama dikarenakan harus menunggu kendaraan kurir untuk tiba di lokasi pengirim. Sebaliknya, waktu yang diperlukan untuk mengirim barang ke kurir dan menyelesaikan pengiriman cenderung lebih singkat karena pelanggan dapat dengan segera mengirim barangnya ke lokasi mitra logistik.
Namun, perlu diketahui bahwa perbedaan berikut berbeda untuk kondisi masing-masing pengirim. Apabila pihak tersebut berada di pihak terpencil dan tidak ada cabang ekspedisi yang berdekatan, maka sebaiknya penjual melakukan pengiriman via pick up karena kurir tentu saja akan mengambil barang-barang lain di wilayah tersebut.
Pick up biasanya memerlukan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya untuk menutupi pengeluaran yang dikeluarkan oleh kurir seperti bensin untuk menyediakan jasa metode pengiriman tersebut. Akan tetapi, metode mengatur pengirim merupakan sebuah jasa yang hanya disediakan oleh kurir-kurir berskala nasional atau internasional, yakni membutuhkan sebuah jaringan pengiriman yang luas.
Drop off memiliki aksesibilitas lebih tinggi karena setiap kurir atau mitra logistik pasti menyediakan macam-macam jasa pengiriman barang via drop off. Dan karena pengirim merupakan pihak yang menempuh perjalanan ke lokasi kurir, maka biaya yang dikeluarkan juga relatif lebih rendah. Namun, seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, penerapan masing-masing metode tersebut harus dilakukan sesuai dengan situasi kondisi pengirim.

Seperti proses logistik pada umumnya, metode pick up dan drop off memiliki juga beberapa kendala yang mungkin muncul dan menghambat penyelesaian operasi pengiriman barang. Berikut adalah beberapa dari kendala tersebut:
Baca juga: Apa itu Estimasi Pengiriman, Faktor, serta Cara Ceknya
Untuk menjamin penyediaan jasa pengiriman yang paling optimal kepada pelanggan, mitra-mitra logistik perlu menerapkan beberapa strategi terlebih dahulu ke dalam operasi mereka. Berikut adalah beberapa tips tersebut:
Kurir pengiriman barang perlu melakukan pelatihan terlebih dahulu tentang prosedur pick up dan drop off. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan meminimalisir terjadinya permasalahan yang muncul dikarenakan ketidakmampuan pada suatu prosedur.
Masing-masing paket yang diambil atau dikirim ke lokasi distribusi perlu diperiksa terlebih dahulu kualitasnya. Apabila sebuah paket tidak dikemas dengan optimal, maka hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada barang pengiriman. Sebaiknya paket dikembalikan kepada pengirim jika tidak memenuhi sop packing barang, atau menyertakan S&K yang menyatakan perusahaan tidak bertanggung jawab atas kerusakan barang.
Setiap pesanan yang diterima oleh kurir logistik perlu diatur secara optimal agar dapat memenuhi sebanyak mungkin pesanan pengiriman sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Hal ini dapat dilakukan dengan manual, akan tetapi alangkah baiknya diotomatisasikan dengan penerapan software logistik, terutama untuk jumlah pesanan dan pelanggan yang besar.
Implementasi sistem ke dalam operasi perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam era digital ini. Dengan adanya penerapan sistem, mitra logistik dapat dengan lebih mudah memantau kondisi masing-masing pengiriman, serta menyusun sebuah jadwal pengiriman secara optimal.
Seperti yang baru saja dinyatakan, penerapan perangkat lunak merupakan sebuah hal yang sangat penting dilakukan pada zaman sekarang yang semakin bergantungan dengan teknologi. Akan tetapi, pemilihan sistem logistik tidak dapat dilakukan secara sembarang, melainkan harus dilakukan riset terlebih dahulu pada penyedia-penyedia paling handal di Indonesia.
Dari semua penyedia yang ada, software logistik ScaleOcean merupakan pilihan terbaik yang dapat diterapkan. Penyedia tersebut memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan telah menjadi sistem utama beberapa mitra-mitra logistik internasional dalam menjalankan proses perdagangan global.
Hal ini dikarenakan sistemnya menyediakan jumlah user yang tidak terbatas, sehingga segala informasi yang berkaitan penting seperti kondisi barang dan pengiriman dapat diakses oleh siapa saja di setiap cabang perusahaan. Tidak hanya itu, sistemnya telah dirancang sesuai dengan praktik industri dan bisnis terbaik di dunia, yakni menjamin performa paling tinggi pada segala operasi logistik.
Anda dapat melakukan demo gratis terlebih dahulu untuk memastikan ulang segala keunggulan-keunggulan di atas. Selain dari yang telah disebutkan, terdapat juga beberapa fitur utama sistem logistik-nya yang dapat membantu dalam proses pengiriman:
Baca juga: 19 Software atau Aplikasi Logistik Terbaik serta Manfaatnya
Demikian isi artikel berikut mengenai perbedaan pick up dan drop off. Kedua metode pengiriman tersebut merupakan komponen penting dalam menjalankan bisnis perdagangan lokal dan seharusnya diterapkan sesuai dengan kemampuan dan situasi kondisi masing-masing bisnis.
Dikarenakan banyak usaha bergantungan mitra logistik, kurir sebaiknya melakukan apa saja untuk menjamin proses pengiriman yang optimal bagi para pelanggan. Salah satu dari hal tersebut adalah penerapan software logistik yang wajib dilakukan apabila bisnis ingin bersaing dalam era digital ini.
Penyedia sistem logistik terbaik di Indonesia adalah ScaleOcean. Vendor tersebut sudah lama menjadi pilihan utama mitra-mitra logistik dunia dan sekarang telah tersedia di Tanah Air. Tidak hanya secara lokal, sistemnya juga dapat digunakan untuk menjalankan operasi logistik internasional, sehingga mampu berskala dengan kondisi bisnis apa saja. Lakukanlah demo gratis Anda sekarang dan tingkatkan kualitas pengiriman Anda!
Pick up adalah layanan kurir yang menjemput paket langsung di alamat pengirim, sementara drop off mengharuskan pengirim mengantar paket ke lokasi ekspedisi. Pick up biasanya lebih praktis namun memerlukan biaya tambahan, sedangkan drop off lebih hemat biaya tapi perlu usaha dari pengirim.
Metode pick up cocok digunakan saat pengirim berada di lokasi jauh atau sulit dijangkau, sehingga kurir yang datang menjemput paket lebih efisien. Drop off lebih ideal jika pengirim dekat dengan kantor ekspedisi dan ingin menghemat biaya pengiriman.
Kelebihan pick up adalah kemudahan dan waktu pengambilan yang fleksibel, namun biayanya biasanya lebih tinggi. Drop off menawarkan biaya lebih rendah dan aksesibilitas luas, tetapi pengirim harus menyiapkan waktu dan tenaga untuk mengantar paket ke lokasi kurir.