

Mengelola perdagangan internasional dapat menjadi hal rumit, terutama dengan berbagai aturan yang harus dipatuhi. Salah satu aspek yang sering membingungkan adalah penggunaan Incoterms, yang menentukan tanggung jawab antara pembeli dan penjual dalam pengiriman barang.
Incoterms adalah sebuah kumpulan istilah-istilah yang mengatur tentang tanggung jawab pihak eksportir dan importir. Masing-masing dari istilah tersebut berbeda dan memiliki keuntungannya tersendiri. Salah satu istilah yang cenderung termasuk unggul bagi pembeli adalah Ex Works atau EXW Price.
Ex Works (EXW) adalah sebuah peraturan ekspor-impor internasional yang menanggungkan sebagian besar biaya transportasi dan lainnya kepada penjual. Hal tersebut tentunya terdengar meresahkan bagi pedagang yang tidak berpengalaman, namun sebenarnya justru merupakan keuntungan utamanya. Simak lebih lanjut artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang istilah tersebut!
EXW (Ex Works) Price merupakan harga dasar dari suatu barang yang sudah terdiri dari harga produksi, packing, dan profit penjual namun tidak mencakup cost shipping ataupun pajak.
Penjual hanya bertugas untuk menyediakan barang, kemudian mengemasnya dan menyerahkannya di lokasi gudang miliknya sendiri. Sedangkan, pembeli akan mengelola seluruh biaya transportasi, biaya bongkar muat, proses dokumen bea cukai, hingga pembayaran asuransi.
Contoh penerapan harga EXW adalah ketika seorang importir membeli barang dari pabrik di China dengan harga EXW USD 1.000 per unit. Harga tersebut hanya mencakup biaya produksi barang di pabrik, dan pembeli harus menanggung biaya pengangkutan, asuransi, biaya bongkar muat, dan bea cukai ekspor dari China hingga barang sampai di Indonesia.
Baca juga: Alur Bongkar Muat Barang, Dokumen & Alat Pentingnya
Ex Works adalah kesepakatan dari eksportir dan importir dalam perdagangan internasional dimana sang pembeli menganggarkan semua beban biaya perjalanan yang ada. Ini berarti bahwa tanggung jawab eksportir atas produk yang dijual terbatas pada persediaan produk dan penentuan lokasi pengambilan produk tersebut, sementara tanggung jawab importir jauh lebih banyak.
Eksportir juga harus membantu importir dalam membuat semua dokumen ekspor yang diperlukan, tetapi biaya dokumen ini ditumpuk kepada penjual. Secara singkat, EXW dalam impor adalah aturan Incoterms yang mengoptimalkan tanggung jawab importir dan meredam tanggung jawab eksportir. Itu sebabnya, EXW sering kali digunakan oleh importir yang berpengalaman.
Mungkin ada beberapa yang bingung mengapa seorang pedagang akan memilih untuk menanggung tanggung jawab yang lebih besar meskipun ada istilah Incoterms lain yang kelihatan lebih “adil”. Namun, perlu diketahui bahwa EXW dapat menjadi pilihan paling ideal sesuai dengan situasi kondisi perdagangan internasional yang akan dilakukan.
Yang pertama, skala perusahaan penjual kecil. Apabila skala bisnis eksportir relatif kecil, maka seringkali pihak-pihak tersebut tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai proses logistik. Oleh karena itu, pembeli rela mengurus dan membiayai transportasi dari negara asal ke negara tujuan bagi pihak pihak penjual, terutama jika barang yang dijual berkualitas tinggi.
Hal tersebut sering ditemukan dalam industri manufaktur di China yang dapat menghasilkan produk berkualitas dengan harga yang relatif terjangkau. Selain dari fungsi tersebut, Ex Works memberikan pihak pembeli kontrol yang lebih tinggi pada proses ekspor-impor barang. Dengan adanya hal tersebut, perusahaan dapat lebih mengetahui tentang kondisi barang dan bahkan menurunkan biaya yang diperlukan.
Tahapan yang terlibat dalam Incoterms Ex Works tidak berbeda dengan operasi logistik perdagangan internasional pada umumnya, melainkan perbedaannya terletak pada tanggung jawab pihak yang terlibat. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, pembeli hanya perlu mempersiapkan dan mengemas barang yang akan dijual setelah menerima pesanan dan kemudian menyediakan tempat pengambilan barang tersebut.
Pengambilan biasanya akan dilakukan dengan truk yang akan membawa barang-barang ke lokasi ekspedisi, yakni pelabuhan atau bandara. Setelah segala barang sampai di lokasi yang telah ditentukan, maka barang-barang dagang akan memulai perjalanan menuju negara pihak importir. Dan ketika tiba di negara tujuan, hal-hal tersebut akan melakukan perjalanan ke gudang atau cabang perusahaan pembeli.
Segala transportasi yang disebutkan diatas menjadi tanggung jawab sang importir, yakni mereka harus membayar segala biaya transportasi yang terlibat. Kerusakan barang selama proses logistik juga menjadi tanggung jawabnya, sehingga perusahaan impor cenderung memilih untuk memegang asuransi.
Penerapan software freight forwarding ScaleOcean dapat mempermudah proses ini, termasuk membantu menghitung biaya EXW dan memantau setiap langkah dalam rantai pasokan. Dengan fitur-fitur yang terintegrasi, ScaleOcean meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan logistik internasional.
Setelah melalui pembahasan di atas, Anda tentunya memiliki gambaran jelas mengenai tanggung jawab kedua pihak yang terlibat, terutama dalam memahami bagaimana skema cif cost insurance and freight sebagai salah satu landasan utama dalam pembagian biaya dan risiko pengiriman internasional.
Berikut adalah penjelasan lebih mendalam tentang tanggung jawab pembeli dan penjual:
Dalam konteks EXW price, pihak pembeli memiliki tanggung jawab yang jauh lebih ekstensif dibandingkan dengan penjual. Hal ini berbanding terbalik dengancif cost insurance and freight adalah metode pengiriman ya ng justru membebankan sebagian besar biaya dan risiko pengangkutan kepada pihak penjual.
Berikut adalah tanggung jawab lengkapnya:
Penjual barang juga memperoleh keuntungan karena tidak perlu membiayai keseluruhan proses pengiriman, melainkan hanya menanggung biaya produksinya saja. Skema ini sejalan dengan prinsip fca free carrier, di mana tanggung jawab penjual berakhir setelah menyerahkan barang kepada pihak pengangkut yang telah disepakati.
Berikut adalah tanggung jawab penjual sesuai dengan EXW:
Bagi penjual dan pembeli, kelebihan dan kekurangan yang dirasakan dapat berbeda. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan Ex Works bagi penjual dan pembeli:
Kelebihan Ex Works bagi penjual:
Kekurangan Ex Works bagi penjual:
Kelebihan Ex Works bagi pembeli:
Kekurangan Ex Works bagi pembeli:
Secara keseluruhan, baik penjual maupun pembeli harus memahami setiap kelebihan dan kekurangan Ex Works Incoterms, sehingga dapat merumuskan strategi logistik yang lebih baik. Penjual dan pembeli dapat mengelola biaya, tanggung jawab, dan pengiriman secara efektif.
Dalam dunia perdagangan dan pengiriman internasional, khususnya Incoterms, ada istilah lain yaitu Free–on–Board atau FOB. Oleh karena itu, penjual dan pembeli harus memahami apa itu Ex Works dan FOB agar lebih mudah menentukan Incoterms yang paling tepat bagi bisnisnya.
FOB adalah sebuah peraturan ekspor-impor yang memberikan tanggung jawab yang lebih merata kepada kedua pihak. Berbeda dengan EXW, eksportir memiliki peran lebih aktif dalam proses logistik.
Penjual bertanggung jawab atas segala biaya transportasi dan keamanan barang dari suatu lokasi ke lokasi yang telah ditentukan dalam sebuah persetujuan, biasanya pusat ekspedisi seperti pelabuhan dan bandara. Pihak tersebut juga bertanggung jawab atas penyusunan dan pembayaran dokumen ekspor.
Hal tersebut menjadikan FOB sebagai sebuah peraturan yang lebih mengunggulkan pembeli dibandingkan dengan Ex Works. Setelah barang diangkut ke moda transportasi yang telah ditentukan, maka sisa tanggung jawab akan dijatuhkan kepada sang importir. Terdapat juga beberapa istilah Incoterm lain sesuai dengan edisi 2020, yaitu Carriage Paid To (CPT) dan Cost and Freight (CFR).
Baca juga: Bonded Warehouse Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya

Software freight forwarding dari ScaleOcean menyederhanakan perhitungan biaya logistik, terutama dalam proses pengiriman internasional dengan menggunakan Incoterms EX works price, di mana pembeli menanggung berbagai biaya logistik. Software ini dapat menghitung biaya dengan akurat, sekaligus mempermudah kerja sama dengan vendor transportasi untuk mengatur pemesanan moda transportasi dengan lancar.
Software ini menawarkan lebih dari 200 modul dan lebih dari 1.000 fitur, yang dapat dikustomisasi untuk memenuhi kebutuhan yang beragam selama proses transportasi. Selain itu, sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem lain di perusahaan, seperti software akuntansi, untuk membantu dalam perhitungan biaya yang lebih presisi.
Software ini membantu menyederhanakan operasional, mengelola biaya logistik dengan lebih akurat, dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan. Jadwalkan konsultasi dan ERP readiness assessment bersama tim ScaleOcean untuk menilai kesiapan sistem serta memastikan solusi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Beberapa fitur utama dari software freight forwarding ScaleOcean yang dapat membantu mempermudah proses logistik adalah sebagai berikut:
Ex Works Price adalah istilah perdagangan internasional yang menentukan batasan tanggung jawab penjual dan pembeli, penjual bertanggung jawab atas produksi dan pengemasan, namun pembeli bertanggung jawab atas seluruh alur pengiriman dan dokumentasi bea cukai. Perhitungan biaya harus tepat agar tidak terjadi konflik antara penjual dan pembeli di masa depan.
Oleh karena itu, sistem freight ScaleOcean hadir untuk menjadi solusi efisien dan efektif dalam mempermudah proses pengelolaan logistik internasionalnya. Anda dapat mengajukan sesi konsultasi bersama tim expert ScaleOceam sekarang dan jalankan perdagangan internasional bisnis Anda dengan optimal!
Exw atau Ex Works adalah aturan dalam Incoterms yang mengharuskan penjual hanya menyediakan barang di lokasi mereka (seperti pabrik atau gudang). Pembeli bertanggung jawab atas seluruh biaya dan risiko, mulai dari pengiriman, pemuatan, bea cukai ekspor, hingga pengantaran ke tujuan akhir.
Dalam EXW, seluruh bea ekspor dan impor menjadi tanggung jawab pembeli. Sedangkan, bea ekspor dalam FOB ditanggung oleh penjual dan bea impor ditanggung oleh pembeli.
Perbedaan utama antara FCA (Free Carrier) dan EXW (Ex Works) terletak pada tanggung jawab ekspor dan pengangkutan awal. Pada FCA, penjual mengurus izin ekspor dan menyerahkan barang ke pengangkut yang ditunjuk pembeli. Sedangkan pada EXW, pembeli bertanggung jawab penuh mulai dari pengambilan barang di lokasi penjual, termasuk pemuatan dan izin ekspor.
Dalam EXW, penjual tidak mengurus pembiayaan pengiriman dan asuransi. Namun, CIP (Carriage and Insurance Paid To) membebankan biaya transportasi dan asuransi kepada penjual.