Nama perusahaan PT Toyota bukan merupakan hal yang asing lagi, Anda pasti sering melihat merek kendaraannya di area parkir mana saja. Perusahaan yang berasal dari Jepang ini, yakni Toyota Motor Corporation, telah menjangkau seluruh penjuru dunia, termasuk juga Tanah Air Indonesia. Semakin besarnya jangkauan perusahaan, pasti semakin kompleks juga operasinya, sehingga diterapkan ERP PT Toyota.
Dikarenakan geografi Indonesia yang luas, serta maritim, operasi-operasi tersebut yang sudah termasuk kompleks menjadi semakin kompleks lagi. Maka tidak heran jika TAM memilih untuk menerapkan sistem ERP ke dalam operasi-operasinya. Sistem ERP PT Toyota diterapkan adalah SAP, sebuah mitra perangkat lunak ERP yang sudah lama dikenali oleh bisnis-bisnis dunia.
Artikel berikut akan membahas tentang beberapa hal yang kemungkinan besar menjadi faktor utama penerapan ERP pada perusahaan Toyota, serta kendala-kendala yang berpotensi muncul bila sistem tersebut tidak diterapkan. Kasus bisnis ternama tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran dalam memilih sistem terbaik untuk bisnis Anda!
- PT Toyota atau Toyota Astra Motor menerapkan sistem ERP SAP untuk meningkatkan kinerja operasional bisnis yang kompleks dan berskala dengan permintaan yang terus meningkat.
- Kendala yang mungkin muncul jika erp tidak diterapkan PT Toyota adalah keterlambatan pemenuhan pesanan, kesalahan data operasional, daya saing menurun.
- Faktor keberhasilan implementasi ERP TAM: Keterlibatan pihak berwenang, perencanaan implementasi matang, kustomisasi sesuai kebutuhan, pelatihan tenaga kerja.
- SAP merupakan sebuah sistem yang sulit diimplementasi oleh bisnis berskala kecil hingga menengah, sehingga ScaleOcean menjadi pilihan terbaik yang tidak kalah canggih.
1. Mengapa PT Toyota Menerapkan Software ERP?
Penerapan ERP PT Toyota sebenarnya merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Untuk memahami mengapa begitu, perlu dipelajari terlebih dahulu sejarah singkat berdirinya Toyota Astra Motor di Indonesia.
Anak perusahaan PT Toyota Astra Motor didirikan pada tahun 1971 sebagai bentuk kerja sama antara perusahaan konglomerat lokal PT Astra Internasional Tbk dan Toyota Motor Corporation, masing-masing dengan kepemilikan yang setara. TMC bukan merupakan satu-satunya perusahaan otomotif yang bekerja sama dengan Astra, yakni terdapat juga anak perusahaan lain seperti PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dan PT Astra Honda Motor (AHM).
Tujuan dari terjalinnya hubungan kerja sama tersebut sangat jelas, yakni TMC ingin menggunakan jaringan Astra yang telah menjangkau sebagian besar Nusantara untuk melakukan proses distribusi secara langsung. Meskipun begitu, peran TAM pada tahun berdirinya hanya terbatas pada impor dan hanya mulai melakukan distribusi di tahun 1972.
Pada akhir tahun 1989, 31 Desember, TAM melakukan merger dengan tiga perusahaan lain, yakni PT Multi Astra, PT Toyota MobilIndo, PT Toyota Engine Indonesia. Merger ini dilakukan untuk menyatukan segala prosedur yang terlibat dalam penjualan mobil di Tanah Air, yakni menggabungkan proses pemasaran dan distribusi dengan produksi mobil dan komponennya.
Semenjak 2003, TAM distruktur menjadi dua perusahaan, yakni:
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) yang bertugas atas produksi dan ekspor kendaraan dan komponen kendaraan Toyota.
- PT Toyota Astra Motor (TAM) yang bertanggung jawab dalam pemasaran, penjualan, distribusi dan impor produk-produk Toyota.
Dapat dinyatakan dari sejarahnya bahwa jumlah pekerjaan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Tidak hanya itu, dikarenakan angka menengah Indonesia yang terus meningkat, maka angka penjualan mobil berpotensi meningkat juga. Meskipun angka penjualan mobil pada belakangan tahun ini sedang mengalami penurunan, industri otomotif tetap merupakan salah satu industri terbesar di Indonesia.
Untuk membantu mengelola jumlah pesanan yang banyak, serta memastikan terpenuhinya masing-masing permintaan, maka TAM memilih untuk menerapkan sistem ERP SAP (Standard Application Product in Data Processing). Hal ini merupakan sebuah tindakan yang strategis tidak hanya untuk meningkatkan kinerja operasionalnya di Tanah Air, tetapi juga melakukan integrasi dengan kantor utama yang juga menggunakan SAP.
Dengan akses mudah pada segala informasi dalam perusahaan, mulai dari angka permintaan hingga ketersediaan stok di berbagai cabang, maka proses pemenuhan kebutuhan pasar yang cenderung menerapkan metode just-in-time dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu.
Keberhasilan TAM dalam mengintegrasikan sistem ini membuktikan bahwa otomasi operasional industri adalah kunci utama untuk menjaga ritme kerja yang tetap sinkron, meski volume pesanan terus berfluktuasi.
2. Kendala Utama PT Toyota Sebelum Menggunakan ERP
Penerapan sistem ERP tidak hanya penting dilakukan di industri otomotif saja, melainkan di industri apa saja pada era digitalisasi ini yang semakin bergantungan dengan Big Data. Tanpa adanya ERP, PT Toyota tidak akan mampu bersaing dalam pasar global yang sangat kompetitif, sehingga posisinya sebagai perusahaan otomotif paling besar di dunia terancam. Berikut adalah beberapa kendala yang mungkin terjadi bila software ERP tidak diterapkan:
a. Keterlambatan Operasional
Operasi bisnis melibatkan banyak departemen, sehingga koordinasi antar divisi sangatlah krusial. Tanpa koordinasi yang efisien, seluruh alur kerja berpotensi mengalami penundaan, sehingga waktu yang diperlukan untuk melayani pelanggan akan meningkat.
b. Kesalahan Data Operasional
Sebuah perusahaan yang tidak menerapkan software cenderung masih melakukan proses pencatatannya secara manual. Hal ini berarti terdapat kemungkinan terjadinya human error pada data-data operasional yang dapat berdampak besar pada keseluruhan operasi. Contohnya, apabila informasi mengenai angka ketersediaan bahan baku di gudang salah, maka ekspektasi angka kendaraan yang dirakit akan salah juga.
c. Daya Saing Menurun
PT Toyota tentunya akan mengalami penurunan kinerja dibandingkan dengan para kompetitornya yang menerapkan sistem ERP untuk bisnis otomotif. Kurangnya daya saing ini berarti Toyota akan menjadi kurang relevan dan tidak mengikuti perkembangan massa, sehingga secara perlahan tapi pasti bangkrut atau beralih ke operasi lain dengan skala yang jauh lebih kecil.
Baca juga: 24 Software ERP Terbaik Indonesia untuk Tahun 2026 (Update)
3. Manfaat Penerapan ERP pada PT Toyota
Sebaliknya pula, implementasi sistem ERP tentu saja akan membawa dampak positif bagi PT Toyota apabila dilakukan secara optimal. Manfaat-manfaatnya dapat berupa sebagai berikut:
a. Meningkatkan Efisiensi Terintegrasi
Akses data secara real-time memastikan alur operasional dapat terus berjalan sesuai dengan permintaan terbaru tanpa hambatan birokrasi manual. Hal ini penting bagi perusahaan manufaktur seperti TAM yang memerlukan akses data secara real time agar assembly line dapat terus berjalan sesuai dengan data terbaru.
b. Konsolidasi Data
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dengan menerapkan sistem ke dalam bisnis, TAM memastikan kemudahan proses integrasi dengan cabang-cabang lainnya serta juga kantor utama yang menggunakan sistem ERP juga.
Dan dikarenakan adanya integrasi tersebut, maka segala data yang berhubungan dengan proses perakitan otomatis dapat diakses, penting terutama apabila terdapat perintah dari kantor pusat.
c. Pengelolaan Inventaris yang Presisi
Pengelolaan ketersediaan barang di tempat penyimpanan sangatlah kritis untuk menjamin keberlangsungan operasional produksi dikarenakan sifat manufaktur kendaraan yang hanya melakukan pengadaan bahan baku ketika adanya suatu pesanan.
Perusahaan yang menggunakan ERP memastikan bahwa segala stok barang yang diperlukan tersedia tepat waktu, mencegah terjadinya overstocking atau understocking yang dapat meningkatkan biaya operasional.
d. Kepatuhan Regulasi
Sebagai perusahaan global, Toyota Motor Corporation pastinya ingin memastikan segala proses produksi dan distribusi berlangsung sesuai dengan regulasi masing-masing negara. Akan tetapi regulasi kendaraan seperti pajak bahan mewah atau pajak emisi selalu mengalami perubahan, sehingga membutuhkan bantuan sistem untuk mengatur operasi yang patuh terhadap regulasi-regulasi yang berlaku.
e. Skalabilitas dan Adaptabilitas
Angka permintaan yang beredar di pasar tidak selalu konsisten, yakni dapat mengalami perubahan sesuai dengan kondisi sosio-politik negara atau dunia. Perangkat lunak dapat menjadwalkan proses produksi setiap periode berdasarkan dengan kinerja penjualan historis perusahaan. Contohnya, penjualan kendaraan cenderung mengalami penurunan pada bulan April dikarenakan adanya liburan Hari Raya Idul Fitri.
4. Bagaimana Proses Implementasi ERP PT Toyota?
Seperti halnya proses penerapan sistem pada bisnis skala apa saja, perlu dilakukan terlebih dahulu identifikasi kebutuhan yang ingin dipenuhi dengan ERP yang akan diimplementasi. Pada kasus PT Toyota, kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah untuk meningkatkan kinerja penjualan dan produksi kendaraan di Indonesia, serta beradaptasi pada angka permintaan yang terus meningkat dikarenakan adanya pertumbuhan pesat kelas menengah.
Setelah hal tersebut telah diidentifikasi, maka tahapan selanjutnya adalah untuk melakukan riset pada fitur dan modul yang ditawarkan oleh masing-masing penyedia. Akan tetapi, dikarenakan TAM merupakan anak dari TMC, maka pilihan sistem yang paling optimal bagi mereka adalah SAP untuk memaksimalkan hasil integrasi, meskipun harganya yang relatif sulit terjangkau.
Tentu saja, keberhasilan penerapan sistem tidak dapat dinyatakan sukses hanya dari implementasinya, melainkan harus diuji terlebih dahulu untuk mendapatkan evaluasi yang lebih jelas. Maka dari itu, tahapan selanjutnya yang dilakukan Toyota untuk ERP adalah melakukan pelatihan pada tenaga kerja, terutama ketika sistem baru diimplementasi, untuk menjamin adanya keahlian dalam menggunakan software SAP.
5. Faktor Keberhasilan Implementasi ERP PT Toyota
Untuk memaksimalkan tingkat sukses penerapan sistem ke dalam Toyota Astra Motor, terdapat beberapa faktor pendorong yang krusial dipenuhi terlebih dahulu. Yakni, faktor-faktornya adalah:
a. Keterlibatan Pihak Berwenang
Yang dimaksud dari pihak berwenang adalah atasan atau pemilik perusahaan. Dikarenakan TAM merupakan hasil kolaborasi antara kedua perusahaan dengan kepemilikan yang seimbang, maka harus adanya persetujuan terlebih dahulu antara kedua pihak tersebut untuk menerapkan sebuah software ERP, serta menentukan penyedia yang akan diterapkan.
b. Perencanaan Implementasi yang Matang
Sebuah sistem tentunya tidak dapat diterapkan secara sembarangan. Perusahaan perlu menyusun sebuah rencana terlebih dahulu yang berisi informasi relevan implementasi sistem. Informasi yang dimaksud berupa estimasi biaya yang diperlukan untuk menerapkan sistem secara menyeluruh, termasuk juga hidden costs, serta menyusun tahapan yang akan dilakukan setelah sistem diimplementasi seperti pelatihan berkala.
c. Kustomisasi Sesuai Kebutuhan
Toyota ERP dirancang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga optimal untuk integrasi dengan sistem yang sudah digunakan di kantor pusat. Salah satu keunggulan paling menonjol dari sistem ini adalah kemampuannya untuk dikustomisasi secara bebas oleh bisnis sebelum dan selama digunakannya sistem.
d. Pelatihan Tenaga Kerja
Penerapan ERP ke dalam perusahaan apapun tidak berguna jika tenaga kerja tidak mahir menggunakan software tersebut. Maka dari itu, bisnis perlu melakukan pelatihan pada tenaga kerja yang ada, serta juga menyusun prosedur onboarding agar karyawan-karyawati baru dapat dengan segera membangun kemahiran semenjak mereka memulai jabatannya.
6. Efisiensikan Proses Perusahaan Otomotif dengan Software Manufaktur ScaleOcean
Meskipun sistem SAP merupakan standar bagi perusahaan multinasional seperti Toyota, skala investasinya sering kali berada di luar jangkauan bisnis lokal. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang sama, bisnis memerlukan sistem yang lebih lincah dan terjangkau namun memiliki fanda mental fungsionalitas yang setara.
Sistem ERP ScaleOcean adalah solusi yang telah diuji dengan praktik industri terbaik, memastikan setiap departemen (mulai dari distribusi, pergudangan, hingga manajemen proyek) berjalan secara otomatis.
Dengan keunggulan lain seperti unlimited user dan biayanya yang rasional dan flat, hal ini memungkinkan penggunaan sistem oleh siapapun di cabang perusahaan mana saja tanpa memerlukan biaya tambahan. Berbeda dengan penyedia sistem ERP lainnya, sistem ERP ScaleOcean dapat diintegrasi dengan cabang perusahaan melalui satu platform.
ScaleOcean juga menawarkan layanan konsultasi dengan tim konsultan ERP mereka serta sesi demo gratis, yang memungkinkan Anda melihat langsung cara kerja dan tampilan sistem mereka.
Untuk mencapai tingkat efisiensi sekelas Toyota, bisnis memerlukan sistem yang lincah. Sistem ERP ScaleOcean menyediakan fitur unggulan yang mendukung skalabilitas operasional berbagai sektor:
- Manajemen Struktur Produk & Aset: Memudahkan pelacakan setiap elemen layanan atau komponen produk di setiap fase operasional.
- Otomatisasi Alur Kerja (Workflow): Menghilangkan proses manual dalam koordinasi antar departemen, memastikan setiap tugas selesai tepat waktu.
- Monitoring Operasional Real-Time: Memberikan visibilitas penuh terhadap status pekerjaan di berbagai cabang melalui satu dasbor terpusat.
- Pelacakan Stok Cerdas (Barcode/RFID): Meningkatkan akurasi data inventaris di banyak gudang atau lokasi sekaligus.
- Sistem Manajemen Kualitas: Memastikan standar layanan dan produk perusahaan tetap terjaga di setiap titik distribusi.
- Analisis Biaya & Profitabilitas: Membantu manajemen menghitung margin keuntungan per proyek atau per cabang secara mendalam dan akurat.
7. Kesimpulan
PT Toyota Astra Motor (TAM) telah memperlihatkan bagaimana implementasi sistem ERP menjadi strategi penting dalam mengatasi kerumitan distribusi dan manajemen cabang di Indonesia. Dengan bantuan sistem ERP, perusahaan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan rantai pasok, serta memastikan ketersediaan barang pada waktu yang tepat
Walaupun sistem yang diterapkannya efektif, sistem ERP PT Toyota cenderung hanya dapat diterapkan oleh bisnis-bisnis berskala nasional atau multinasional. Apabila Anda membutuhkan sistem ERP ScaleOcean, Anda dapat melakukan demo gratisnya di sini untuk mempelajari tentang software ERP yang optimal bagi bisnis.
FAQ:
1. Mengapa PT Toyota menerapkan sistem ERP?
PT Toyota menggunakan ERP untuk mengatur kerumitan operasionalnya di Indonesia, meningkatkan kolaborasi dalam assembly dan distribusi, memastikan bahwa bahan baku selalu ada, serta menyelaraskan proses dengan pusat secara real time. Assembly adalah proses perakitan sebuah barang.
2. Apa saja kendala yang dihadapi PT Toyota sebelum menggunakan sistem ERP?
Hambatan utama terdiri dari keterlambatan dalam produksi disebabkan oleh kurangnya kerja sama, kesalahan informasi operasional akibat proses yang dilakukan secara manual, serta penurunan daya saing di pasar internasional yang semakin ketat.
3. Bagaimana proses implementasi ERP di PT Toyota dan faktor keberhasilannya?
Prosedur pelaksanaan mencakup identifikasi kebutuhan, pemilihan sistem SAP, penyesuaian, pengalihan data, pelatihan staf, dan evaluasi berlanjut. Hal yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan adalah dukungan dari pihak manajemen, perencanaan yang baik, pelatihan, dan komunikasi yang efisien.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us



