Sebagai respons terhadap risiko di industri, muncul pendekatan engineering control. Hal ini berperan penting dalam mengurangi kecelakaan dan paparan bahaya di lingkungan kerja. Hal berikut menjadi bagian integral dari sistem keselamatan kerja modern, memastikan aktivitas perusahaan berjalan dengan aman.
Untuk itulah, engineering control hadir sebagai salah satu pendekatan utama dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman. Sebelum membahas lebih jauh mengenai manfaatnya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa maksud sebenarnya serta bagaimana perannya dalam sistem keselamatan kerja modern.
- Engineering control merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko bahaya dalam perindustrian.
- Upaya berikut berguna untuk memberikan keamanan dan keselamatan kepada pekerja dan mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja.
- Engineering control merupakan bagian dari hirarki pengendalian risiko, yang berfokus pada isolasi bahaya dari pekerja melalui perancangan teknis.
- Dalam memastikan keselamatan lingkungan kerja, perusahaan biasanya beralih ke sistem ERP ScaleOcean yang memungkinkan pemantauan secara terpusat.
1. Apa itu Engineering Control?
Engineering control adalah metode pengendalian risiko dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang bertujuan mengurangi atau menghilangkan paparan bahaya melalui perancangan teknis, seperti modifikasi peralatan, fasilitas, atau proses kerja. Penerapan metode ini merupakan bentuk tanggung jawab manajemen perusahaan dalam menciptakan standar operasional yang mengutamakan keselamatan jiwa pekerja.
Hal berikut adalah bagian dari hierarki pengendalian risiko, yang dimulai dengan eliminasi bahaya, diikuti oleh substitusi dengan alternatif yang lebih aman, kemudian engineering control. Jika risiko masih ada, langkah berikutnya adalah pengendalian jarak, seperti pengaturan jadwal dan pelatihan, diakhiri dengan penggunaan alat pelindung diri.
Dibandingkan dengan pengendalian jarak dan APD, engineering control lebih diutamakan karena memberikan perlindungan yang lebih konsisten dan tidak terlalu bergantung pada kedisiplinan individu. Dengan kata lain, engineering control memungkinkan terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman.
2. Manfaat Engineering Control
Dengan menerapkan engineering control secara langsung ke dalam sistem kerja, perusahaan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Di bawah ini adalah beberapa manfaat utama dari penerapan engineering control dalam konteks keselamatan dan kesehatan kerja (K3):
a. Memberikan Perlindungan yang Konsisten dan Berkelanjutan
Engineering control dirancang sebagai solusi teknis jangka panjang yang bekerja secara otomatis tanpa intervensi harian, menjadikannya andal dan hemat biaya. Berbeda dengan APD yang bisa rusak, sistem seperti ventilasi otomatis terus mengalirkan udara bersih dan menghilangkan kontaminan selama berfungsi.
Peran HSE officer sangat penting dalam memastikan penerapan engineering control ini berjalan dengan efektif dan mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
b. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja
Dengan mengurangi atau menghilangkan bahaya dari sumbernya, engineering control menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan kondusif. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas, karena pekerja tidak perlu lagi menghindari risiko secara sadar.
c. Mengurangi Potensi Kerugian
Penerapan engineering control yang efektif dapat mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan menurunkan frekuensi dan keparahan insiden. Hal ini membantu perusahaan mengurangi biaya tak terduga, seperti perawatan medis, kehilangan jam kerja, dan klaim asuransi.
d. Mendukung Kepatuhan terhadap Regulasi K3
Banyak regulasi nasional dan internasional mengharuskan perusahaan mengutamakan engineering control sebelum metode pengendalian lainnya. Penerapan yang tepat menunjukkan kepatuhan terhadap standar K3, meminimalkan risiko sanksi hukum, dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja.
3. Keterbatasan Engineering Control
Meskipun efektif mengurangi risiko kecelakaan, engineering control tidak dapat sepenuhnya mengatasi semua masalah. Meskipun perangkat keselamatan ada, pekerja tetap harus berhati-hati. Risiko kecelakaan, termasuk cedera atau kematian, tetap ada.
Menurut Occupational Health and Safety Blog, ada beberapa keterbatasan yang perlu dipahami sebelum melaksanakan engineering control. Yakni, yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Memerlukan Perawatan Rutin
Salah satu keterbatasan engineering control adalah memerlukan pengawasan dan perawatan rutin untuk menjaga efektivitasnya. Jika tidak dirawat dengan baik, sistem dapat mengalami kerusakan atau malfungsi yang mengurangi efektivitasnya. Hal ini dapat menyebabkan bahaya muncul kembali tanpa disadari.
b. Memunculkan Masalah Baru
Keterbatasan kedua yang dimiliki hal berikut berpotensi untuk memunculkan kelemahan yang baru. Contoh kelemahan baru yang akan muncul dengan diimplementasikannya engineering control adalah meningginya rasa kepercayaan diri pekerja.
c. Biaya Investasi yang Tinggi
Selain risiko terhadap SDM, engineering control juga memiliki keterbatasan ekonomi. Implementasinya memerlukan biaya tinggi, terutama untuk perancangan, pemasangan, dan perawatan mesin produksi yang rutin. Bagi perusahaan kecil atau proyek terbatas, hal ini bisa menjadi tantangan.
d. Memerlukan Pendataan yang Mendetail
Setelah melakukan proses maintenance, penanggung jawab lingkungan kerja harus mengetahui siapa yang melakukan proses tersebut dan kapan fase maintenance perlu dilakukan lagi. Hal ini penting untuk memastikan akuntabilitas dan kesinambungan perawatan, terutama dalam lingkungan kerja.
Dokumentasi yang akurat tidak hanya mencakup detail aktivitas yang telah dilakukan, tetapi juga identitas teknisi, tanggal pelaksanaan, komponen yang diperiksa atau diganti, serta rekomendasi atau jadwal maintenance selanjutnya. Seluruh data dokumentasi ini idealnya terintegrasi ke dalam sistem manajemen bisnis agar koordinasi antardepartemen berjalan selaras.
Dengan begitu, manajemen dapat melacak histori perawatan dengan mudah, menganalisis tren kerusakan, dan mengantisipasi risiko kegagalan sistem sebelum terjadi. Maka dari itu, sebuah laporan perawatan atau maintenance merupakan hal yang wajib dimiliki.
4. Pendekatan Teknis Engineering Control
Untuk memahami engineering control, kita perlu melihat posisinya dalam hierarki pengendalian risiko. Engineering control berada di tengah, bertindak sebagai pertahanan teknis sebelum masuk ke kontrol administratif dan APD.
Lalu, penting juga untuk mengetahui metode spesifik yang masuk dalam kategori engineering control. Berbeda dengan metode administratif yang bergantung pada prosedur, pendekatan teknis ini berfokus pada modifikasi fisik untuk mengisolasi bahaya, antara lain:
a. Isolasi
Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan penghalang fisik antara pekerja dan sumber bahaya. Isolasi memastikan bahwa meskipun bahaya ada di lingkungan kerja, risiko paparan langsung dapat diminimalkan.
Misalnya, dalam lingkungan kantor atau pabrik yang memiliki mesin bising, pengelola dapat memasang dinding kedap suara atau kotak pelindung di sekitar mesin tersebut. Dengan begitu, energi suara yang dihasilkan tidak menyebar ke seluruh ruangan dan tidak mengganggu pendengaran pekerja di sekitarnya.
b. Ventilasi
Ventilasi adalah metode engineering control yang berfokus pada pengendalian kualitas udara dan suhu di lingkungan kerja. Hal ini dilakukan dengan mengalirkan udara segar atau menyedot udara yang terkontaminasi keluar dari ruangan.
Contoh penerapannya adalah pemasangan sistem Local Exhaust Ventilation (LEV) atau kipas penyedot gas di area yang terpapar bahan kimia atau debu. Metode ini sangat efektif karena membersihkan lingkungan kerja secara otomatis tanpa mengharuskan pekerja menggunakan masker pernapasan yang berat sepanjang hari.
c. Otomatisasi
Penerapan otomasi industri merupakan level tertinggi dalam engineering control modern yang bertujuan menghilangkan interaksi fisik antara manusia dan proses yang berbahaya. Otomatisasi adalah level tertinggi dalam engineering control modern yang bertujuan menghilangkan interaksi fisik antara manusia dan proses yang berbahaya. Dengan mengganti tugas manual menjadi sistem mekanis, risiko human error dan cedera dapat ditekan secara signifikan.
Dalam operasional bisnis, ini bisa berupa penggunaan mesin pengemas otomatis atau lengan robotik untuk memindahkan barang berat. Selain lebih aman, langkah ini juga mendukung konsistensi hasil produksi dan efisiensi waktu yang jauh lebih baik bagi perusahaan.
d. Pengendalian Jarak Jauh
Jika suatu pekerjaan tidak bisa sepenuhnya diotomatisasi, pendekatan berikutnya adalah pengendalian jarak jauh. Metode ini memungkinkan pekerja untuk mengoperasikan peralatan atau memantau proses kerja dari lokasi yang jauh dan aman melalui bantuan teknologi.
Sebagai contoh, operator alat berat di area tambang atau konstruksi kini dapat mengendalikan mesin melalui layar monitor di ruang kontrol yang ber-AC dan terlindungi. Hal ini memastikan produktivitas tetap berjalan tanpa menempatkan individu tepat di titik bahaya.
e. Pengamanan Fisik
Metode pengamanan fisik melibatkan pemasangan perangkat tambahan pada peralatan untuk mencegah akses anggota tubuh ke bagian mesin yang bergerak atau berbahaya. Ini adalah bentuk perlindungan teknis yang paling umum ditemui di berbagai industri.
Contoh sederhananya adalah pemasangan cover pelindung pada mata gergaji atau sensor otomatis yang akan menghentikan mesin seketika saat mendeteksi adanya objek asing yang masuk ke area berbahaya. Dengan adanya sistem ini, keselamatan kerja tetap terjaga meskipun pekerja sedang dalam kondisi kurang fokus.
5. Contoh Penerapan Engineering Control
Setelah memahami berbagai metode di atas, penting bagi pelaku bisnis untuk melihat implementasinya di lapangan. Contoh-contoh berikut menunjukkan bagaimana engineering control mengurangi risiko dari sumbernya, meningkatkan keselamatan dan efektivitas kerja tanpa mengorbankan produktivitas:
a. Monitoring Performa Mesin secara Real-Time
Melalui sistem digital, perusahaan bisa memantau kondisi mesin. Jika mesin terdeteksi tidak efisien atau mengalami anomali (berdasarkan data OEE), sistem dapat memberikan peringatan dini sebelum kerusakan teknis tersebut membahayakan pekerja.
b. Mengganti Perlengkapan yang Bermasalah
Tidak semua peralatan dapat terus digunakan dalam jangka panjang, apalagi jika performanya mulai menurun atau menimbulkan risiko baru bagi pekerja. Dalam konteks ini, penggantian perlengkapan yang bermasalah merupakan salah satu bentuk tindakan preventif untuk mencegah kecelakaan kerja maupun kerusakan pada proses produksi.
Misalkan, ada gergaji yang gagangnya sudah retak, maka pekerja bisa saja diberikan alat pelindung tangan. Cara yang lebih efektif adalah dengan memakai gergaji yang baru, karena secara jangka panjang pelindung tangan tersebut juga akan robek akibat gesekan dari gergaji tersebut.
c. Membuat Sistem Otomatis
Salah satu bentuk penerapan engineering control yang semakin umum di dunia usaha modern adalah otomatisasi sistem kerja. Dengan menciptakan sistem otomatis, perusahaan dapat mengurangi keterlibatan langsung pekerja dalam aktivitas berisiko tinggi, sekaligus meningkatkan konsistensi dan efisiensi operasional.
Contoh dalam industri otomotif, pabrik kendaraan bermotor dominannya berisikan tangan-tangan mesin dalam area kerjanya, seperti Automated Guided Vehicles (AGV). Masing-masing dari teknologi tersebut terintegrasi dengan sistem ERP ScaleOcean yang menyediakan data-data dari segi produksi, inventaris, dan distribusi secara terpusat.
6. Studi Kasus Engineering Control
Untuk menggambarkan penerapan engineering control, mari kita lihat contoh kasus dari pabrik manufaktur komponen elektronik. Pekerja bagian soldering manual sering mengeluhkan iritasi pernapasan, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman di hidung serta mata.
Setelah penyelidikan, ditemukan bahwa paparan asap dan debu timah (lead fumes) adalah penyebab utama gangguan kesehatan tersebut. Dari situasi tersebut, dapat diperkirakan pabrik tidak memiliki ventilasi yang cukup untuk mengeluarkan asap dan debu dari proses soldering.
Akibatnya, asap dan debu terjebak di ruang kerja, dan pekerja terpapar residu proses tersebut. Meskipun menggunakan APD seperti masker khusus, intensitas polusi yang dihasilkan membuat APD tidak cukup untuk melindungi sistem pernapasan pekerja.
Salah satu pilihan yang bisa dilaksanakan untuk menjamin keselamatan pekerja adalah dengan menambahkan sistem ventilasi lokal. Hasilnya, setiap kali proses menyolder sedang berjalan asapnya akan langsung dibuang melalui kipas tersebut dan tidak terjebak dalam ruang kerja.
Baca juga: Custom ERP Software: Definisi, Keuntungan, dan Contohnya
7. Kesimpulan
Engineering control adalah metode penting untuk keselamatan kerja yang fokus pada solusi teknis seperti isolasi, ventilasi, dan otomatisasi. Hal ini terbukti efektif meningkatkan keselamatan tanpa bergantung sepenuhnya pada kepatuhan individu (seperti penggunaan APD).
Namun, engineering control memiliki keterbatasan, seperti biaya tinggi dan kebutuhan perawatan. Oleh karena itu, harus didukung dengan strategi keselamatan menyeluruh dan penggunaan sistem terintegrasi agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Selain itu, semakin banyak juga pabrik dan gudang di dunia beralih ke model otomatisasi di lapangan kerja sebagai solusi yang lebih efisien dan aman. Sempat dinyatakan juga bahwa model tersebut cenderung diintegrasikan dengan sistem ERP seperti ScaleOcean dikarenakan adanya kebutuhan luas terhadap data operasional. Kami menyediakan jasa demo gratis bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut maksud pernyataan tersebut.
FAQ:
1. Apa itu engineering control?
Engineering control adalah metode pengendalian risiko yang digunakan dalam dunia industri.
2. Apa saja manfaat engineering control?
Engineering control bermanfaat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif, hasilnya pihak perusahaan dapat mengurangi biaya tambahan seperti perawatan medis, kehilangan jam kerja, hingga klaim asuransi tenaga kerja
3. Apa saja pendekatan engineering control?
Ada lima teknik pendekatan engineering control, dimulai dari eliminasi, substitusi, isolasi, kontrol jarak dan, APD.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us



