Biaya Non Produksi: Definisi, Contoh, serta Cara Perhitungannya

Posted on
Share artikel ini

Dalam bisnis manufaktur, pembahasan mengenai biaya sering kali hanya fokus pada biaya produksi yang langsung terkait dengan pembuatan barang atau jasa. Namun, sebenarnya ada sejumlah biaya lain yang meskipun tidak langsung berkaitan dengan produksi, tetap memiliki dampak signifikan terhadap operasional dan keuangan perusahaan. Biaya ini dikenal dengan istilah biaya non produksi.

Pemahaman mendalam tentang contoh biaya non produksi dan cara mengoptimalkannya sangat penting untuk menjaga keuangan perusahaan agar tetap sehat dan memastikan operasional berjalan dengan lancar. Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut apa itu biaya bukan produksi, ciri-cirinya, serta beberapa contoh yang relevan dalam bisnis manufaktur.

starsKey Takeaways
  • Biaya non produksi adalah seluruh pengeluaran di luar proses produksi yang mendukung fungsi administrasi, pemasaran, penelitian, dan pengelolaan aset perusahaan.
  • Contoh biaya non produksi meliputi biaya administratif, penjualan, distribusi, serta penelitian dan pengembangan, yang esensial untuk operasional dan inovasi.
  • Software manufaktur Scaleocean membantu mengelola biaya non produksi secara terintegrasi, real-time, dan bebas input manual berulang.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Biaya Non Produksi?

Biaya non produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan manufaktur di luar aktivitas lini produksi. Biaya ini tidak mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, maupun overhead pabrik, tetapi berkaitan dengan fungsi pendukung seperti administrasi, pemasaran, penelitian, serta pengelolaan aset pabrik.

Perannya penting karena memastikan proses operasional di luar lantai produksi berjalan tertib dan terkontrol. Meski tidak mempengaruhi output secara langsung, biaya non produksi berdampak besar pada profitabilitas perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat membantu perusahaan menjaga margin laba dan meningkatkan daya saing produk di pasar.

2. Ciri-ciri Biaya Non Produksi

Ciri-ciri Biaya Non Produksi

Untuk memahami biaya ini dengan lebih baik, penting untuk mengenali karakteristik khusus yang membedakannya dari biaya lainnya. Berikut ini beberapa ciri-ciri dari biaya bukan produksi.

a. Tidak Berkaitan Langsung dengan Produksi

Ciri utamanya adalah biaya ini tidak langsung terkait dengan proses produksi. Artinya, biaya ini tidak berhubungan dengan aktivitas manufaktur, seperti pembelian bahan baku, proses produksi, atau upah pekerja. Sebagai contoh, biaya promosi produk, gaji manajer, dan biaya pelatihan karyawan adalah biaya yang tidak memiliki hubungan langsung dengan proses produksi barang atau jasa.

b. Tidak Variatif Berdasarkan Volume Produksi

Berbeda dengan biaya produksi jenis variabel yang berubah sesuai dengan volume produksi, biaya bukan produksi umumnya tidak fluktuatif akibat jumlah unit yang diproduksi. Misalnya, biaya sewa untuk kantor pusat perusahaan akan tetap sama, terlepas dari berapa banyak produk yang dihasilkan dalam suatu periode.

c. Berkaitan dengan Fungsi Pendukung

Ciri khas lain dari biaya non produksi adalah berkaitan dengan fungsi-fungsi pendukung bisnis manufaktur. Fungsi pendukung ini bisa berupa departemen administrasi, pemasaran, penelitian dan pengembangan, atau sumber daya manusia. Meskipun bukan bagian dari proses produksi inti, departemen ini tetap berperan penting dalam mendukung keberhasilan dan pertumbuhan bisnis.

Aplikasi keuangan manufaktur dapat membantu dalam mengelola biaya-biaya non produksi ini, memastikan pencatatan yang akurat dan memudahkan analisis keuangan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat.

d. Bersifat Tetap atau Periodik

Ciri berikutnya dari biaya non produksi adalah bersifat tetap atau periodik. Artinya, biaya ini dikeluarkan dengan jumlah yang tetap dalam jangka waktu tertentu, seperti bulanan atau tahunan, tanpa mempertimbangkan volume produksi. Meskipun ada beberapa biaya bukan produksi yang bisa bersifat variabel, sebagian besar cenderung memiliki pola tetap atau periodik.

Siklus akuntansi bisnis manufaktur membantu memantau biaya-biaya ini dengan lebih efisien, memastikan bahwa biaya tetap atau periodik tercatat dengan akurat dan tidak mengganggu aliran kas perusahaan.

3. Contoh Biaya Non Produksi

Dalam bisnis manufaktur, perusahaan seringkali mengalokasikan sejumlah anggaran untuk kegiatan pendukung agar operasional berjalan lancar. Berikut ini adalah beberapa contoh biaya non produksi yang umum ditemukan dalam operasional perusahaan.

a. Administrative Cost

Biaya administratif dalam perusahaan manufaktur mencakup pengeluaran untuk aktivitas manajerial dan administrasi di area pabrik, seperti gaji staf PPIC, finance plant, admin gudang bahan baku, serta operasional kantor pabrik yang tidak termasuk overhead produksi. Biaya ini memastikan proses perencanaan dan pencatatan produksi berjalan tertib.

Komponennya meliputi listrik area kantor pabrik, ruang quality control, komputer produksi, dan printer label gudang untuk pencatatan WIP dan barang jadi. Pengelolaan yang tepat membantu menekan human error sekaligus memperkuat manajemen risiko perusahaan.

b. Selling Cost

Selling cost dalam perusahaan manufaktur berkaitan langsung dengan aktivitas penjualan produk fisik yang telah diproduksi di pabrik. Biaya ini mencakup iklan produk massal, promosi batch produk baru, komisi sales B2B, serta gaji tim penjualan yang menangani distribusi barang jadi (finished goods). Seluruh komponen ini berperan penting dalam mendorong perputaran produk dari gudang ke pasar.

Selain promosi, selling cost juga meliputi biaya pameran produk, riset pasar, dan penguatan strategi branding. Melalui pengelolaan yang terarah, perusahaan dapat meningkatkan brand awareness sekaligus mempercepat penyerapan produk di pasar. Dampaknya, volume penjualan meningkat dan margin laba perusahaan manufaktur dapat lebih terjaga.

c. Distribution Cost

Distribution cost adalah biaya non produksi yang berkaitan dengan penyimpanan dan pengiriman barang jadi dari gudang produksi ke distributor, wholesaler, atau retailer. Komponen biaya ini mencakup sewa gudang finished goods, transportasi antarkota, serta biaya handling selama proses loading dan unloading. Seluruh aktivitas ini memastikan produk dapat berpindah dari pabrik ke pasar secara aman dan tepat waktu.

Selain itu, distribution cost juga mencakup manajemen gudang dan asuransi barang selama proses pengiriman. Pengelolaan yang efisien membantu perusahaan mengendalikan harga pokok penjualan perusahaan manufaktur agar tetap kompetitif, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan dan keterlambatan distribusi.

d. R&D Cost

R&D cost merupakan investasi manufaktur untuk mengembangkan desain produk, spesifikasi material, dan metode produksi massal. Biaya ini mencakup gaji tim R&D pabrik, bahan baku prototipe, trial produksi, serta proses pengujian awal sebelum produk masuk ke lini produksi.

Selain mendorong inovasi, R&D juga memastikan produk siap diproduksi secara efisien dan konsisten. Dengan perencanaan yang tepat, perusahaan dapat menekan risiko kegagalan produksi sekaligus menjaga daya saing produk di pasar manufaktur.

4. Contoh Anggaran Biaya Non Produksi

Contoh anggaran biaya non produksi memberikan gambaran perencanaan pengeluaran non produksi pada perusahaan manufaktur skala menengah. Berikut adalah contoh anggaran biaya non produksi bulanan yang dikelompokkan:

a. Biaya Pemasaran dan Penjualan

Biaya pemasaran dan penjualan mencakup pengeluaran yang berkaitan dengan aktivitas promosi, distribusi, dan penjualan produk. Item biaya dalam kategori ini meliputi:

  • Biaya iklan dan promosi (digital maupun offline)
  • Komisi dan insentif penjualan
  • Biaya transportasi distribusi
  • Sewa gudang dan biaya penyimpanan
  • Asuransi pengiriman barang

b. Biaya Administrasi dan Umum (GA)

Biaya administrasi dan umum merupakan biaya pendukung operasional dan manajerial perusahaan. Item biaya yang termasuk dalam kategori ini antara lain:

  • Gaji staf administrasi dan kantor
  • Perlengkapan kerja dan kebutuhan operasional kantor
  • Biaya utilitas (listrik, air, internet)
  • Gaji tim R&D dan biaya pengujian produk
  • Jasa profesional eksternal seperti konsultan hukum, audit, dan akuntansi

Berikut adalah contoh anggaran biaya non produksi bulanan berdasarkan kategori dan item biaya:

Kategori Biaya Item Biaya Rincian Pengeluaran Estimasi Bulanan (Rp)
Biaya Pemasaran dan Penjualan Iklan & Promosi Iklan digital, promosi produk 35.000.000
Biaya Pemasaran dan Penjualan Distribusi & Logistik Transportasi distribusi, sewa gudang, asuransi pengiriman 25.000.000
Biaya Administrasi dan Umum (GA) Administrasi Kantor Gaji staf kantor, perlengkapan kerja, utilitas 20.000.000
Biaya Administrasi dan Umum (GA) R&D dan Pengujian Gaji tim R&D, material uji coba, biaya pengujian produk 30.000.000
Biaya Administrasi dan Umum (GA) Jasa Profesional Konsultan hukum, jasa audit, akuntan eksternal 10.000.000
Total Biaya Non Produksi Bulanan 120.000.000

Mengelola biaya non produksi seperti iklan, sewa gudang, hingga gaji admin kini tak perlu lagi dilakukan secara manual dan terpisah dari proses produksi. Dengan software manufaktur ScaleOcean, seluruh aktivitas operasional dan perhitungan anggaran dapat terintegrasi otomatis dalam satu sistem.

Perusahaan bisa langsung melihat selisih anggaran dan realisasi secara real-time, dari sisi produksi hingga biaya pemasaran. Transaksi keuangan, distribusi, hingga gaji tim R&D langsung tercatat rapi tanpa perlu input berulang. Optimalkan efisiensi dan kurangi potensi kesalahan anggaran. Rasakan langsung manfaatnya lewat demo gratis software manufaktur ScaleOcean.

5. Kesimpulan

Biaya non produksi merupakan komponen penting dalam operasional perusahaan manufaktur meskipun tidak terkait langsung dengan lini produksi. Biaya ini mencakup aktivitas pendukung seperti administrasi, pemasaran, penelitian, dan pengelolaan aset. Pengelolaan yang tepat terhadap biaya non produksi membantu menjaga efisiensi dan meningkatkan profitabilitas bisnis.

Mengelola biaya non produksi kini lebih mudah dan akurat dengan software manufaktur ScaleOcean. Seluruh aktivitas operasional, anggaran, dan transaksi tercatat otomatis dalam satu sistem terintegrasi. Perusahaan dapat memantau selisih anggaran dan realisasi secara real-time, dari produksi hingga pemasaran. Optimalkan efisiensi dan minimalkan kesalahan anggaran dengan demo gratis ScaleOcean.

FAQ:

1. Apa itu biaya non-produktif?

Biaya non-produksi adalah pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan pembuatan barang atau jasa, tetapi penting untuk operasional bisnis, di luar biaya produksi langsung.

2. Apa saja yang termasuk dalam biaya non produksi?

Biaya non-produksi mencakup biaya pemasaran, administrasi, penelitian, dan distribusi, yang mendukung operasional perusahaan secara keseluruhan.

3. Apakah gaji termasuk biaya non produksi?

Gaji bisa termasuk biaya non-produksi atau produksi, tergantung peran karyawan produksi jika terlibat langsung, non-produksi jika di administrasi atau pemasaran.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap