RTG crane, reach stacker, forklift container, dan straddle carrier adalah peralatan penting yang berguna dalam proses bongkar pasang kontainer. Dalam penerapannya, perusahaan dapat menghadapi masalah serius ketika tidak bisa memantau status dari setiap peralatan secara real-time. Hal ini mengakibatkan penggunaan aset menjadi kurang optimal.
Selain itu, kendala yang berkaitan dengan informasi mengenai aktivitas equipment membuat operator terminal, depos kontainer, dan perusahaan logistik tidak dapat mengelola penggunaan peralatan untuk menilai produktivitas peralatan. Hal ini akan mempengaruhi kelancaran operasi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan.
Untuk menangani masalah tersebut, perusahaan membutuhkan integrasi dalam mengelola kontainer melalui data aset, penilaian kinerja, dan penilaian penggunaan alat. Artikel ini akan berfokus pada pengertian, jenis, fungsi, manfaat, kendala, dan solusi container handling equipment untuk mengelola peralatan secara efektif.
- Container handling equipment adalah peralatan untuk memindahkan, mengangkat, dan menata kontainer dalam aktivitas logistik.
- Container handling equipment berfungsi untuk mempercepat bongkar muat, perpindahan kontainer, stacking, dan mendukung kelancaran supply chain.
- Container handling equipment terdiri dari spreader, sistem hidrolik, mesin, sumber tenaga, sistem kontrol, dan fitur keselamatan untuk mendukung operasional.
- ScaleOcean Atlas for Industry adalah solusi untuk mengelola container handling equipment dan logistik. Didukung ScaleMind AI, sistem membantu analisis performa equipment.
1. Apa Itu Container Handling Equipment?
Container handling equipment adalah peralatan yang membantu proses pemindahan, pengangkatan, dan penataan kontainer dalam aktivitas logistik. Menurut laporan UNCTAD, jumlah perdagangan maritim telah meningkat hingga 12,3 miliar ton pada tahun 2023. Data tersebut menunjukkan bahwa penting untuk mengembangkan infrastruktur dan mesin untuk kelancaran supply chain global.
Dalam operasional logistik, equipment ini berperan dalam mendukung kelancaran alur pergerakan kontainer sejak proses penerimaan, penyimpanan sementara, hingga pengiriman ke tahap berikutnya. Pengelolaan equipment perlu mempertimbangkan kapasitas kerja, frekuensi penggunaan, kondisi area operasional, dan kebutuhan handling agar aktivitas berjalan sesuai target.
Selain itu, pemilihan container handling equipment tidak hanya bergantung pada kapasitas angkat, tetapi juga menyesuaikan karakteristik operasional setiap lokasi. Terminal dengan volume kontainer tinggi, depo penyimpanan, dan fasilitas logistik memiliki kebutuhan equipment berbeda berdasarkan ruang kerja, pola pergerakan kontainer, serta jenis aktivitas handling yang dilakukan.
2. Fungsi Utama Container Handling Equipment dalam Logistik
Container handling equipment membantu perusahaan logistik mempercepat proses bongkar muat kontainer, memindahkan kontainer antar area operasional, mengoptimalkan penyimpanan dan stacking, hingga menjaga kelancaran pergerakan barang dalam supply chain. Berikut ini adalah penjelasan fungsi tersebut:
a. Mempercepat Proses Bongkar Muat Container
Dalam aktivitas bongkar muat, container handling equipment mempercepat perpindahan kontainer dari kapal, truk, atau area penyimpanan. Dengan kemampuan angkat dan pemindahan yang sesuai, equipment ini membantu operator mengurangi waktu tunggu, meningkatkan kapasitas handling, dan menjaga flow operasional terminal tetap efektif.
b. Memindahkan Container Antar Area Operasional
Selain proses bongkar muat, perpindahan container antar area membutuhkan equipment yang sesuai untuk memindahkan unit dari terminal, depo, gudang, hingga area pengiriman. Container handling equipment membantu proses hauling internal, pemindahan antar blok penyimpanan, dan pengaturan posisi kontainer sesuai kebutuhan operasional.
c. Mengoptimalkan Penyimpanan dan Stacking Container
Pada area penyimpanan, container handling equipment membantu perusahaan mengatur posisi dan susunan kontainer berdasarkan lokasi dan urutan kebutuhan operasional. Equipment ini menjalankan aktivitas stacking, mengambil kontainer dari area penyimpanan, dan menempatkannya kembali untuk proses pengiriman atau pemindahan berikutnya.
d. Meningkatkan Efisiensi Pergerakan Container dalam Supply Chain
Dalam rangkaian supply chain, container handling equipment membantu memindahkan kontainer antar titik operasional seperti pelabuhan, depo, fasilitas distribusi, hingga area pendukung seperti micro fulfillment centers yang membutuhkan koordinasi perpindahan barang lebih cepat.
e. Mengurangi Risiko Keterlambatan Operasional Logistik
Ketepatan waktu operasional berhubungan dengan bagaimana perusahaan menangani handling container. Container handling equipment membantu memastikan proses perpindahan unit berlangsung secara efisien dengan mengurangi antrian alat dan memastikan bahwa kontainer siap untuk berpindah pada waktu yang telah dijadwalkan.
Baca juga: Pengertian dan Keuntungan Contract Logistic untuk Bisnis
3. Area Operasional yang Menggunakan Container Handling Equipment
Container handling equipment berperan dalam berbagai area yang menangani aktivitas perpindahan dan penyimpanan kontainer. Penggunaannya mencakup pelabuhan dan terminal peti kemas, container yard serta ICD, warehouse dan distribution center, hingga area industri dengan aktivitas ekspor impor. Berikut ini adalah penjelasannya:
- Pelabuhan dan Terminal Peti Kemas: Mengelola operasi muat dan bongkar kontainer pada kapal dan pergerakan kontainer di lokasi yang berbeda.
- Container Yard dan Inland Container Depot (ICD): Memastikan penanganan, penyimpanan, penumpukan, dan pergerakan kontainer di area penyimpanan sesuai dengan kebutuhan dan jadwal.
- Warehouse dan Distribution Center: Mendukung dalam menerima dan mengelola kontainer sebelum barang masuk atau keluar dari gudang logistik dan pusat distribusi.
- Area Industri dengan Aktivitas Ekspor Impor: Membantu perusahaan dalam menangani kontainer untuk keperluan produksi, menyimpan bahan, dan mengekspor/mengimpor barang.
4. Komponen Utama Container Handling Equipment
Container handling equipment tersusun dari berbagai komponen yang mendukung proses pengangkatan, pemindahan, dan pengoperasian alat. Komponen tersebut mencakup spreader, sistem hidrolik, mesin dan sumber tenaga, sistem kontrol, hingga fitur keselamatan. Berikut ini adalah penjelasan dari komponen-komponen utamanya:
a. Spreader sebagai Komponen Utama Pengangkat Container
Spreader menjadi komponen utama pada bagian ujung alat seperti ship-to-shore crane, mobile harbor crane, dan rail mounted gantry crane. Komponen ini mengunci sudut kontainer melalui mekanisme twist lock. Selain itu, spreader membantu proses pengangkatan dan pemindahan kontainer agar tetap stabil selama handling.
b. Hydraulic System untuk Mendukung Aktivitas Lifting
Pada equipment seperti container handler, side loader, dan forklift heavy duty, sistem hidrolik berperan dalam menggerakkan mekanisme pengangkatan. Sistem ini menghasilkan tekanan untuk mengatur gerakan lengan, garpu, atau struktur angkat. Dengan begitu, operator dapat memindahkan kontainer sesuai kebutuhan.
c. Engine dan Power System pada Container Handling Equipment
Sebagai sumber tenaga utama, engine dan power system mendukung pergerakan berbagai equipment seperti straddle carrier, terminal tractor, dan empty container handler. Komponen ini menghasilkan energi untuk menjalankan sistem penggerak dan fungsi operasional lain. Dalam engine dan power system, kapasitas tenaga menentukan kemampuan alat menangani beban kontainer.
d. Control System untuk Pengoperasian Equipment
Melalui control system, operator dapat mengatur berbagai fungsi pada container handling equipment. Sistem ini biasanya terdapat pada kabin operator dan terhubung dengan perangkat elektronik alat seperti automated stacking crane, automated guided vehicle (AGV), dan rubber tyred gantry crane. Selain itu, komponen ini membantu mengendalikan gerakan, posisi, dan respons equipment saat melakukan handling.
e. Safety System untuk Menjamin Keamanan Handling
Dalam aktivitas pemindahan kontainer, safety system berfungsi menjaga keamanan operator, equipment, dan area kerja. Komponen ini mencakup sensor, alarm, kamera, serta fitur perlindungan lainnya pada berbagai alat seperti terminal tractor, mobile crane, dan container forklift. Dengan sistem tersebut, risiko kesalahan operasi dapat berkurang.
5. Bagaimana Cara Kerja Container Handling Equipment?
Container handling equipment menjalankan proses operasional melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan, mulai dari pengangkatan kontainer, pemindahan antar area, penyimpanan dan stacking, hingga proses pengambilan kembali untuk pengiriman. Selain itu, aktivitas handling juga membutuhkan monitoring untuk menjaga kelancaran operasional. Berikut ini adalah cara kerjanya:
a. Tahap Pengangkatan Container Menggunakan Equipment Handling
Langkah pertama bermula dengan mengambil kontainer dari kapal, truk, atau gudang dengan menggunakan sebuah alat yang bernama spreader. Artinya, operator harus meletakkan alat tersebut dengan cara yang tepat agar dapat menangkap sudut kontainer lalu mengoperasikannya sesuai dengan kapasitas alat.
b. Tahap Pemindahan Container di Area Operasional
Mesin akan memindahkan kontainer tersebut ke tempat tujuannya, seperti container yard, depot, dan pusat distribusi. Pada tahap ini, peran operator adalah mengendalikan pergerakan mesin dengan mengendalikan kecepatan dan arahnya.
c. Tahap Penyimpanan dan Stacking Container
Saat area penyimpanan tercapai, equipment akan meletakkan kontainer tersebut pada lokasi tujuan. Operator akan menghitung urutan pengambilan kontainer, area penyimpanan, dan pola penumpukan agar perusahaan dapat mengatur area penyimpanan dan memudahkan tindakan selanjutnya.
d. Tahap Retrieval Container untuk Pengiriman
Saat kontainer membutuhkan pengiriman, equipment mengambil unit dari lokasi penyimpanan berdasarkan informasi operasional yang tersedia. Operator menyesuaikan posisi alat untuk mengangkat kontainer, memindahkannya ke area pengiriman, dan memastikan unit siap menuju proses distribusi.
e. Tahap Monitoring Aktivitas Handling Container
Selain memindahkan barang secara fisik, perusahaan juga memantau kegiatan handling untuk mempelajari penggunaan equipment dan kondisi di bawah mesin beroperasi. Informasi mengenai transportasi, waktu kerja, dan mesin membantu perusahaan untuk menilai prosedur penanganan dan meningkatkan efektivitasnya.
6. Perbedaan Container Handling Equipment Berdasarkan Area Penggunaan
Container handling equipment memiliki fungsi berbeda sesuai area operasional. Penggunaannya menyesuaikan aktivitas bongkar muat di pelabuhan, pengelolaan kontainer di terminal dan container yard, penanganan container kosong di depot, hingga aktivitas loading dan unloading pada warehouse. Berikut ini adalah perbedaannya berdasarkan area penggunaan:
a. Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan
Peralatan container handling equipment di pelabuhan memudahkan pergerakan kontainer dari kapal ke daratan atau sebaliknya. Dalam hal ini, penggunaan crane dan terminal tractor mempermudah operator untuk memuat dan membongkar kontainer secara efisien dan juga menempatkan kontainer pada posisi yang tepat.
b. Pengelolaan Container di Terminal dan Container Yard
Pada terminal, dry port, dan container yard, equipment berperan dalam mengatur posisi serta perpindahan kontainer selama proses penyimpanan sementara. Aktivitas seperti stacking, pemindahan antar blok, dan penyiapan container untuk pengiriman membutuhkan equipment dengan kemampuan angkat dan manuver yang sesuai.
c. Pengelolaan Container Kosong di Depot
Meskipun depot container lebih memprioritaskan pengaturan kontainer kosong sebelum digunakan kembali dalam transportasi, container handling equipment membantu mengatur proses menerima, menempatkan, memeriksa, menumpuk, dan mengangkut kontainer kosong untuk menjaga gudang kontainer tetap teratur.
d. Aktivitas Loading dan Unloading di Warehouse
Dalam aktivitas warehouse dan container freight station, container handling equipment mendukung proses pengeluaran, pemasukan, dan pemindahan barang dari container. Equipment membantu memindahkan kontainer menuju area bongkar, menyesuaikan posisi dengan fasilitas gudang, dan mempercepat proses perpindahan barang sebelum distribusi.
7. Perbedaan Container Handling Equipment dan Cargo Handling Equipment
Container handling equipment dan cargo handling equipment memiliki peran yang berbeda, bergantung pada karakteristik peralatan. Perbedaan tersebut terlihat dari jenis muatan dan peralatan, lokasi tempat operasi, dan tujuan dalam proses logistik. Di bawah ini adalah perbedaan antara kedua peralatan tersebut:
a. Jenis Muatan yang Ditangani
Container handling equipment berfokus pada pemindahan unit kontainer berukuran standar, baik dalam kondisi penuh maupun kosong. Sementara itu, cargo handling equipment menangani berbagai jenis muatan seperti barang curah, palet, material lepas, dan produk dengan bentuk yang lebih beragam sesuai kebutuhan operasional.
b. Area Operasional dan Penggunaan Equipment
Dalam penggunaannya, container handling equipment banyak bekerja di pelabuhan, terminal, depo container, dan area industri dengan aktivitas perpindahan kontainer. Sebaliknya, cargo handling equipment dapat ditemukan di warehouse, fasilitas distribusi, pelabuhan umum, dan area yang menangani berbagai jenis barang.
c. Jenis Alat yang Digunakan
Container handling equipment adalah peralatan khusus seperti RTG crane, reach stacker, straddle carrier, dan container forklift untuk kontainer. Sedangkan cargo handling equipment terdiri dari forklift, conveyor, crane umum, dan alat angkut lain yang menyesuaikan dengan karakteristik dari kargo tersebut.
d. Tujuan dalam Proses Logistik
Peralatan dalam container handling equipment membantu dalam penanganan, penyimpanan, dan pengaturan kontainer dalam operasi logistik. Di sisi lain, peralatan cargo handling equipment membantu dalam pergerakan berbagai jenis kargo dari satu lokasi ke lokasi lain untuk penyimpanan dan proses manufakturnya.
8. Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Container Handling Equipment
Pemilihan container handling equipment perlu menyesuaikan kebutuhan operasional, beberapa faktor yang perlu menjadi perhatian mencakup volume dan frekuensi pergerakan kontainer, kapasitas angkat, kondisi area operasional, biaya pengelolaan equipment, hingga kesiapan infrastruktur digital. Berikut ini adalah penjelasannya:
a. Volume dan Frekuensi Pergerakan Container
Jumlah dan frekuensi penanganan kontainer akan mempengaruhi penggunaan jenis peralatan untuk memenuhi kebutuhan operasi yang efektif. Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki handling container yang tinggi membutuhkan peralatan yang dapat beroperasi secara efektif dalam menangani jumlah kontainer yang besar.
b. Kapasitas Angkat dan Jenis Container
Setiap kontainer memiliki ukuran dan berat berbeda sehingga perusahaan perlu menyesuaikan kapasitas angkat equipment. Pemilihan alat berdasarkan jenis kontainer membantu memastikan proses pengangkatan berjalan aman dan menghindari penggunaan equipment yang tidak sesuai equipment.
c. Kondisi Area Operasional
Karakteristik area kerja seperti ruang lahan, kondisi permukaan, jalur pergerakan, dan tata letak fasilitas akan mempengaruhi pemilihan peralatan. Artinya, perusahaan harus memilih peralatan yang mampu beroperasi dalam batasan ruang kerja sehingga membuat proses penanganan lebih efisien.
d. Biaya Operasional dan Maintenance Equipment
Selain harga pembelian, perusahaan perlu mempertimbangkan biaya bahan bakar, perawatan, suku cadang, dan kebutuhan teknisi. Alasannya adalah karena perhitungan biaya secara menyeluruh membantu perusahaan memilih equipment yang memberikan manfaat sesuai kebutuhan operasional.
e. Kesiapan Infrastruktur Digital
Perkembangan teknologi membuat perusahaan perlu mempertimbangkan kemampuan equipment dalam terhubung dengan sistem digital. Integrasi data, sensor, dan sistem monitoring membantu perusahaan mengelola aktivitas handling dan memperoleh informasi operasional secara lebih akurat.
Pemilihan container handling equipment yang tepat membutuhkan pemahaman terhadap kebutuhan operasional. Dengan ScaleOcean Atlas for Industry, perusahaan dapat mengelola data equipment, maintenance, inventory, dan aktivitas operasional dalam secara terintegrasi. Jadwalkan konsultasi gratis bersama ScaleOcean untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
9. Tantangan Pengelolaan Container Handling Equipment di Indonesia
Pengelolaan container handling equipment di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mencakup tingginya volume kontainer yang berisiko menyebabkan bottleneck, keterbatasan visibilitas aktivitas equipment, gangguan akibat downtime, hingga koordinasi antar terminal, transportasi, dan warehouse. Berikut ini penjelasannya:
a. Tingginya Volume Container dan Risiko Bottleneck
Peningkatan aktivitas perpindahan kontainer membuat perusahaan perlu mengelola kapasitas handling secara optimal. Ketika volume kontainer melebihi kemampuan operasional, proses pemindahan dapat melambat, antrean meningkat, dan aktivitas logistik mengalami hambatan yang memengaruhi jadwal distribusi.
b. Kurangnya Visibilitas Aktivitas Equipment
Akibat kurangnya informasi mengenai equipment adalah akan semakin sulit bagi perusahaan untuk mengetahui bagaimana penggunaan alat, lokasi operasional, dan kondisi setiap alat. Selain itu, kurangnya informasi juga membuat perusahaan menghabiskan waktu lebih banyak untuk menganalisis kinerja peralatan.
c. Downtime Equipment yang Menghambat Operasional
Downtime dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses pemindahan kontainer. Oleh karena, perusahaan perlu mengordinasikan jadwal, riwayat, dan gangguan yang pernah ada dalam proses maintenance agar peralatan dapat berfungsi tanpa hambatan.
d. Koordinasi antara Terminal, Transportasi, dan Warehouse
Proses untuk mengkoordinasikan aktivitas terminal, armada transportasi dan gudang menjadi sulit ketika informasi tidak tersampaikan secara tepat. Padahal, ada banyak pihak yang terlibat dalam aktivitas container handling karena jadwal operasional tiap pihak yang saling terhubung.
10. Cara Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Container Handling Equipment
Efisiensi penggunaan container handling equipment dapat meningkat melalui pengelolaan operasional yang lebih terencana. Perusahaan perlu mengoptimalkan jadwal penggunaan equipment, memantau performa alat untuk meningkatkan utilisasi, serta menerapkan preventive maintenance agar risiko gangguan dapat berkurang. Berikut ini adalah cara-caranya:
a. Mengoptimalkan Jadwal Operasional Equipment
Penjadwalan operasional membantu perusahaan untuk merencanakan penggunaan peralatan mereka berdasarkan kebutuhan operasionalnya. Melalui perencanaan yang efektif dari jadwal peralatan operasi tersebut, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap peralatan bekerja pada kapasitas penuhnya.
b. Meningkatkan Utilisasi Equipment melalui Monitoring Performa
Salah satu cara perusahaan untuk menilai kinerja peralatan mereka adalah dengan memantau tingkat kinerjanya. Dengan memantau kinerja peralatan, perusahaan dapat mengidentifikasi area mana saja yang perlu peningkatan dalam penggunaan peralatan.
c. Menerapkan Preventive Maintenance untuk Mengurangi Downtime
Penerapan preventive maintenance membantu perusahaan untuk selalu menjaga peralatan dalam kondisi baik. Dengan menjaga jadwal pemeliharaan yang baik, maka perusahaan dapat menghindari kerusakan, memperpanjang umur peralatan, dan memastikan bahwa penanganan kontainer berjalan lancar.
11. Bagaimana Teknologi Digital Membantu Optimalisasi Container Handling?
Teknologi digital membantu perusahaan meningkatkan pengelolaan container handling equipment melalui integrasi data operasional, sistem monitoring, dan analisis performa equipment. Dengan informasi yang lebih terhubung, perusahaan dapat mengetahui aktivitas alat, memantau penggunaan aset, serta mengevaluasi kondisi operasional berdasarkan data yang tersedia.
Selain itu, penerapan sensor IoT, asset management system, dan dashboard analitik membantu perusahaan memperoleh informasi terkait lokasi equipment, waktu kerja, performa mesin, hingga kebutuhan maintenance. Data tersebut memungkinkan perusahaan menyusun jadwal perawatan, mengurangi risiko downtime, dan meningkatkan efisiensi penggunaan equipment.
ScaleOcean Atlas for Industry adalah solusi ERP yang mengintegrasikan pengelolaan container handling equipment, maintenance, inventory, dan logistik dalam satu platform. Didukung ScaleMind AI sebagai AI Business Assistant, sistem ini membantu perusahaan memperoleh insight performa equipment untuk mendukung evaluasi dan keputusan operasional. Jadwalkan konsultasi gratis bersama ScaleOcean untuk mengetahui solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
12. Kesimpulan
Container handling equipment menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas logistik, mulai dari proses bongkar muat, perpindahan kontainer, penyimpanan, hingga pengiriman. Pemilihan equipment yang sesuai, pengelolaan operasional yang efektif, dan pemanfaatan teknologi digital membantu perusahaan menjaga produktivitas dan mengurangi hambatan dalam proses container handling.
ScaleOcean Atlas for Industry adalah solusi ERP yang membantu perusahaan mengoptimalkan pengelolaan container handling equipment melalui integrasi data aset, maintenance, inventory, dan operasional dalam satu platform. Didukung ScaleMind AI sebagai AI Business Assistant, perusahaan dapat memperoleh insight dari data operasional untuk membantu evaluasi performa equipment. Jadwalkan konsultasi gratis bersama ScaleOcean hari ini juga!
FAQ:
1. Apa itu PBM bongkar muat?
PBM bongkar muat adalah Perusahaan Bongkar Muat yang memiliki izin resmi untuk menjalankan aktivitas pemindahan barang dari kapal ke pelabuhan atau sebaliknya. Perusahaan ini bertanggung jawab mengelola proses bongkar dan muat agar kegiatan transportasi laut berjalan sesuai prosedur.
2. Apa itu lashing container?
Lashing container adalah proses mengikat dan mengamankan container atau muatan agar tetap stabil selama perjalanan. Aktivitas ini menjaga posisi barang tetap aman saat pengiriman melalui jalur laut, darat, maupun udara sehingga risiko pergeseran muatan dapat berkurang.
3. Apa saja 5 komponen logistik?
Lima komponen utama logistik adalah lokasi fasilitas, transportasi, persediaan, informasi, serta penyimpanan dan penanganan barang. Setiap komponen saling berkaitan untuk mendukung perpindahan barang, pengelolaan stok, dan kelancaran aktivitas rantai pasok.











