By Product (Produk Sampingan): Arti, Contoh, serta Cara Kelolanya

Posted on
Share artikel ini

Tidak sedikit pemilik pabrik di Indonesia yang mengeluhkan tingginya biaya pembuangan sisa produksi yang kerap menggerus margin keuntungan perusahaan. Bisnis Anda mungkin salah satunya dan dengan demikian, Anda pasti kehilangan potensi pendapatan tambahan karena tidak memanfaatkan oleh produk secara maksimal dari setiap lini produksi yang ada.

Kebutuhan akan manfaat produk utama biasanya cenderung melewatkan manajemen dari pemanfaatan produk sisa di tempat produksi. Namun, pemanfaatan produk sampingan yang sistematik menjadi pendekatan optimal untuk mengurangi pengeluaran pembuangan sekaligus menghasilkan kas tambahan untuk bisnis.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan tentang konsep serta beberapa contoh produk sampingan yang terdapat di berbagai industri. Selain itu, kami juga mencoba merangkum beberapa strategi untuk memanfaatkan produk tersebut.

starsKey Takeaways
  • By product adalah sesuatu yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari proses produksi dan merupakan barang dengan nilai penjualan yang lebih rendah, namun bisa menjadi barang berharga dalam penggunaannya.
  • Karakteristik utama produk sampingan meliputi kemunculannya secara tidak sengaja dalam jumlah terbatas serta bukan merupakan tujuan investasi utama dalam strategi operasional harian.
  • Manfaat by product yaitu sebagai sumber pendapatan tambahan, mengurangi limbah industri, dan bahkan mendukung keberlanjutan lingkungan.
  • Strategi pengelolaan produk sampingan mencakup proses daur ulang, konversi limbah menjadi energi terbarukan, hingga kolaborasi antar industri untuk menekan biaya operasional manufaktur secara efektif.
  • Software manufaktur ScaleOcean membantu perusahaan mengoptimalkan pengelolaan by product melalui pemantauan persediaan yang akurat.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu By Product?

By product atau produk sampingan adalah hasil tambahan yang muncul bersamaan dengan produk utama, tetapi memiliki nilai keseluruhan yang lebih kecil yang sering kali digunakan sebagai sisa dari siklus produksi.

Perlu dipahami, produk sampingan adalah aspek yang harus perusahaan kelola dengan baik, yang memerlukan pengenalan serta evaluasi selama proses produksi berlangsung. Dengan adanya sistem manajemen yang terarah, perusahaan dapat melangsungkan kegiatan operasional dan juga akan membantu proses bisnis dalam mematuhi regulasi yang ada terkait lingkungan.

Manajemen yang baik bisa membantu perusahaan manufaktur untuk bisa mengubah by product tersebut dari beban tambahan menjadi aset berharga yang bernilai jual. Karenanya, pemahaman mendalam tentang by product merupakan hal yang penting dan merupakan hal yang mendukung efisiensi dan kelangsungan lingkungan pada zaman modern ini.

Untuk mengoptimalkan aspek ini, pemahaman mengenai perlakuan biaya by-product sangat penting dalam manajemen produksi. Meskipun bukan fokus utama, nilai jual dari produk sampingan ini dapat digunakan sebagai pengurang COGM (Cost of Goods Manufactured) produk utama, sehingga memberikan gambaran profitabilitas yang lebih akurat bagi perusahaan manufaktur.

2. Karakteristik Utama Produk Sampingan atau By Product

Ciri-ciri produk sampingan meliputi beberapa hal, seperti diproduksi tidak disengaja sekaligus dengan produk utama, mempunyai jumlah dan nilai jual yang relatif kecil, serta bukanlah tujuan utama produksi. Dari ciri-ciri tersebut, dapat dilihat bahwa meski begitu, barang masih mempunyai nilai ekonomis tambahan bagi perusahaan. Dibawah ini penjelasan lebih lengkapnya:

a. Efek Samping Produksi

Produk sampingan tercipta secara tidak sengaja selama proses penghasilan produk utama oleh manajemen. Ini adalah produk yang muncul sebagai hasil teknis atau produk sampingan dari fase kerja produk utama dalam pabrik.

Tim operasional biasanya mencatat bahwa produk sampingan muncul secara spontan dan tanpa rencana apa pun untuk produk tersebut. Tim operasional melihat produk ini sebagai bagian dari siklus produksi yang tak terpisahkan dari produk utama.

b. Kuantitas dan Nilai Terbatas

Sebuah by product memiliki jumlah fisik yang cenderung jauh lebih sedikit jika Anda bandingkan dengan produk utama. Nilai ekonomis dari sisi lainnya juga kurang begitu besar sehingga tidak dapat mendominasi pendapatan perusahaan.

Perusahaan menyadari bahwa nilai penjualan dari produk tersebut kurang signifikan dibandingkan dengan target pasar utamanya. Penggunaan jumlah produk yang terbatas ini menjadi sebuah faktor sekunder dalam pengelolaannya.

c. Potensi Pengolahan Lanjut

Kebanyakan perusahaan perlu melalui tahapan produksi lagi jika ingin menjual produk tersebut. Tahapan produksi ini penting untuk meningkatkan fungsi dan nilai penjualan barang bagi para pelanggan yang berpotensi untuk membeli barang tersebut.

Tahapan produksi ini penting dalam mengubah material residu menjadi produk yang mempunyai kualitas yang bagus. Perusahaan melakukan tahapan ini dengan tujuan untuk mendapatkan profit dari hasil residu.

d. Bukan Tujuan Utama

Pembuatan hasil sampingan sama sekali bukan menjadi alasan atau tujuan utama mengapa perusahaan menjalankan kegiatan produksinya. Semua upaya investasi dan strategi operasional yang dilakukan perusahaan tetap akan fokus penuh kepada produk utamanya saja.

Manajemen tidak menggunakan sumber daya utamanya dalam usaha mencapai hasil kuantitas kecil itu saja. Keberadaan barang ini adalah hasil yang didapat karena mencapai target produksi utama.

e. Pemanfaatan Ekonomi

Perusahaan limbah ini memudahkan perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan bagi perusahaan atau membantu perusahaan menghemat biaya untuk pemusnahan limbah produksi ini. Hal ini bertujuan agar tidak ada sisa yang dibuang begitu saja dan ini membuat penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien. Melalui software MRP, perusahaan bisa merencanakan pemanfaatan bahan limbah tersebut dengan cara yang lebih efisien.

Pemanfaatan ini menciptakan nilai ekonomis tambahan yang mendorong keuangan perusahaan untuk selalu sehat. Langkah tersebut bisa dilihat sebagai salah satu usaha yang bijak dalam memaksimalkan segala sesuatu yang dihasilkan oleh mesin produksi.

3. Manfaat By Product

Manfaat By Product (Produk Sampingan)

Produk sampingan (by-product) sering kali dianggap sebagai hasil sekunder dalam proses produksi. Meskipun nilai atau kuantitasnya lebih kecil, pemanfaatan produk sampingan dapat memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Beberapa manfaat utama dari by product adalah sebagai berikut.

a. Sumber Pendapatan Tambahan

Produk sampingan dapat dijual meskipun dengan nilai yang lebih kecil dibandingkan produk utama. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk mendukung operasional lainnya. Dengan memanfaatkan produk sampingan secara maksimal, perusahaan dapat mengoptimalkan keuntungan.

b. Pengurangan Limbah

Dengan memanfaatkan salah satu jenis persediaan ini, perusahaan dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dalam proses produksi. Produk yang sebelumnya dianggap limbah kini dapat digunakan kembali, baik sebagai bahan baku untuk produk lain atau dalam bentuk lain yang bermanfaat. Ini berkontribusi pada pengelolaan limbah yang lebih efisien.

c. Pemanfaatan untuk Produk Lain

Tidak hanya itu, manfaat lain by product adalah diolah lebih lanjut menjadi bahan baku untuk produk lain. Misalnya, serbuk gergaji dari industri kayu dapat digunakan dalam pembuatan papan atau produk lainnya. Dengan cara ini, produk sampingan mendukung efisiensi produksi barang produksi manufaktur dan mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru.

d. Sumber Energi

Beberapa jenis limbah dapat diolah menjadi sumber energi alternatif. Misalnya, limbah biomassa dari kegiatan pertanian dan industri dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan panas, listrik, atau bahan bakar terbarukan.

Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa bioenergi padat modern menyumbang 3,5% atau sekitar 16 EJ dari konsumsi energi final global pada 2023. Pemanfaatan ini membantu perusahaan mengurangi limbah sekaligus menekan ketergantungan pada pasokan energi dari luar.

e. Mendukung Keberlanjutan

Pemanfaatan produk sampingan mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Dengan mengurangi pemborosan dan memaksimalkan penggunaan sumber daya, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip bisnis berkelanjutan yang semakin penting dalam dunia industri saat ini.

Sistem manufaktur ScaleOcean bisa membantu Anda mengidentifikasi serta mengelola by product secara sistematis agar tidak terbuang menjadi limbah produksi. Sistem ini melacak keberadaan produk sampingan agar bisa dijual kembali sebagai sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan. Melalui visibilitas data yang akurat, Anda dapat mengoptimalkan keuntungan dari setiap sisa proses manufaktur secara lebih efektif.

Teknologi ini mempermudah implementasi bisnis berkelanjutan dengan memaksimalkan penggunaan seluruh sumber daya yang tersedia di pabrik. Coba sesi demo gratis ScaleOcean untuk mengeksplorasi cara meningkatkan efisiensi produksi melalui manajemen produk sampingan yang cerdas.

4. Contoh Produk Sampingan

Contoh Produk Sampingan

Contoh produk sampingan antara lain molase dari produksi gula, dedak dan bekatul dari penggilingan padi, serbuk gergaji dari industri kayu, whey dari pembuatan keju, aspal dari penyulingan minyak bumi, gas tanur dari industri baja, dan ampas tebu dari produksi gula tebu.

Berikut adalah beberapa contoh produk sampingan (by product) di berbagai industri:

a. Ampas Kopi dari Industri Kopi Instan

Ampas kopi merupakan produk sampingan dalam jumlah masif dari pabrik pembuatan kopi instan atau ekstrak kopi. Alih-alih dibuang, perusahaan manufaktur kini mengolah ampas ini menjadi bahan bakar biomassa (pelet) untuk boiler pabrik atau mengekstraksinya kembali untuk mendapatkan minyak kopi yang memiliki nilai jual tinggi di industri kosmetik dan farmasi.

Strategi ini mengubah limbah organik menjadi sumber pendapatan baru sekaligus menekan biaya pembuangan. Ampas kopi bahkan bisa diolah menjadi bahan baku untuk pembuatan peralatan dan material konstruksi yang ramah lingkungan.

b. Glycerin dari Industri Biodiesel

Glycerin adalah contoh produk sampingan yang dihasilkan selama proses produksi biodiesel, yang memiliki kegunaan dalam industri, seperti di farmasi, kosmetik, dan makanan.

Contohnya dalam farmasi yang biasa digunakan sebagai pelarut, pengawet, dan pemanis, serta memainkan peran penting dalam pembuatan kapsul lunak dan obat-obat sirup. Dalam industri kosmetik juga glycerin dihargai karena kemampuannya menarik kelembapan, menjadikannya komponen utama dalam banyak lotion dan pelembab.

c. Serbuk Gergaji di Industri Kayu

Berikutnya contoh by product adalah serbuk gergaji yang dihasilkan dari berbagai proses pemotongan dan pengolahan kayu, tidak hanya merupakan limbah tetapi juga sumber daya yang berharga. Serbuk gergaji juga sering digunakan sebagai bahan bakar biomassa dalam pembangkit listrik yang berbasis energi terbarukan.

Dalam pembuatan pellet kayu, serbuk kayu juga bisa sebagai dasar bahan baku. Dalam industri konstruksi juga, berguna sebagai bahan isolasi atau komponen dalam pembuatan papan partikel dan MDF (Medium Density Fiberboard).

d. Slag dalam Industri Baja

Contoh produk sampingan yang lainnya yang itu slag, yang dihasilkan selama proses peleburan bijih besi untuk membuat baja. Slag telah banyak digunakan dalam produksi semen dan beton, di mana material ini menambah kekuatan dan daya tahan terhadap struktur bangunan.

Selain itu, dalam produksi semen dan beton juga banyak digunakan, untuk menambah kekuatan dan daya tahan terhadap struktur bangunan. Slag juga digunakan dalam pembuatan jalan, sebagai bahan dasar atau sebagai lapisan untuk perbaikan dan pembuatan jalan baru.

5. Perbedaan By Product dengan Join Product

Perbedaan antara produk bersama (joint product) dan produk sampingan terletak pada nilai jual, tujuan produksi, serta metode akuntansi yang perusahaan terapkan. Secara ringkas, produk bersama memiliki nilai ekonomi tinggi yang setara, sedangkan produk sampingan muncul secara insidental dengan nilai jual yang jauh lebih rendah.

a. Nilai Jual

Produk bersama memiliki nilai jual yang relatif sama dan tinggi bagi perusahaan. Semua hasil produksi dalam kategori ini memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan sehingga tidak ada yang dianggap lebih utama secara mutlak.

Sebaliknya, sebuah by product mempunyai nilai jual yang rendah dan berada jauh di bawah nilai produk utama. Perbedaan harga pasar yang mencolok ini menjadi indikator utama bagi tim akuntansi untuk mengategorikan hasil produksi tersebut.

b. Sifat dan Tujuan Produksi

Manajemen sengaja menghasilkan produk bersama karena setiap item memiliki nilai ekonomi yang penting bagi kelangsungan bisnis. Pihak pabrik merencanakan seluruh alur kerja sejak awal untuk mencapai target kuantitas item-item bernilai tinggi tersebut.

Namun, produk sampingan muncul secara insidental sebagai sisa atau buangan dari proses pengolahan produk utama. Kehadiran barang ini bukanlah alasan utama mengapa perusahaan menjalankan kegiatan manufakturnya di lantai produksi.

c. Perlakuan Biaya

Akuntansi membebankan sebagian biaya bersama atau joint cost kepada setiap jenis produk bersama yang dihasilkan secara proporsional. Perusahaan mengalokasikan pengeluaran tersebut berdasarkan metode perhitungan tertentu untuk menentukan harga pokok produksi masing-masing item.

Untuk by product, perusahaan sering kali langsung mengakuinya sebagai pendapatan tambahan saat barang tersebut berhasil terjual. Pengakuan pendapatan ini terkadang baru terjadi setelah barang melewati tahap pemrosesan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai gunanya.

d. Hubungan Antar Produk

Kesetimbangan antara komponen pada sistem penghasil produk gabungan menjadikan seluruh komponen produk memiliki status setara atau sering disebut dengan co-product. Tidak ada satu jenis komponen apapun yang mendominasi proses seluruh urutan proses produksi karena semua komponennya memiliki nilai yang tinggi.

Struktur interaksi pada produk sampingan diterapkan dengan produk utama yang diiringi oleh produk sampingan lainnya. Struktur ini memberikan gambaran mengenai prioritas perusahaan dalam mengelola aliran material dan distribusi barang jadi mereka.

Berikut adalah tabel ringkasan perbedaan by product dengan joint product berdasarkan penjelasan di atas:

Aspek By Product (Produk Sampingan) Joint Product (Produk Bersama)
Nilai Jual
  • Memiliki nilai jual yang rendah.
  • Nilainya berada jauh di bawah produk utama.
  • Memiliki nilai jual yang tinggi.
  • Nilai antar produk hampir setara satu sama lain.
Sifat Produksi
  • Bersifat insidental atau tidak sengaja.
  • Merupakan sisa dari proses produksi utama.
  • Diproduksi secara sengaja oleh perusahaan.
  • Menjadi tujuan utama dari proses manufaktur.
Perlakuan Biaya
  • Seringkali diakui sebagai pendapatan saat berhasil dijual.
  • Pengakuan pendapatan bisa dilakukan setelah pemrosesan lebih lanjut.
  • Dibebani sebagian dari biaya bersama atau joint cost.
  • Biaya dialokasikan ke semua produk yang dihasilkan.
Hubungan
  • Terdiri dari satu produk utama dan satu atau lebih produk sampingan.
  • Semua produk berada pada posisi setara sebagai co-products.

6. Bagaimana Cara Kelola By Product?

Setelah mengetahui apa saja contoh produk sampingan atau by product di berbagai industri proses bisnis manufaktur, Anda harus memahami bagaimana strategi yang tepat dalam mengelola produk produk tersebut secara efektif. Ini cara pengelolaan yang bisa Anda terapkan di by product adalah sebagai berikut:

a. Reuse dan Recycle

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk by product adalah proses reuse dan recycle, di mana produk sampingan yang dihasilkan dapat dikembalikan ke dalam siklus produksi sebagai bahan baku, atau akan digunakan dalam proses lainnya.

Pendekatan dan strategi ini tidak hanya akan mengurangi limbah produksi yang dihasilkan, tapi juga dapat menekan biaya bahan baku dan meningkatkan efisiensi operasional. Proses ini membutuhkan analisis menyeluruh terhadap kemungkinan aplikasi by product agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

b. Energi dari Limbah

Anda bisa mengkonversi produksi sampingan menjadi energi, terutama di industri yang menghasilkan by product berupa biomassa atau limbah organik. Contoh produk sampingannya seperti limbah pertanian dapat digunakan untuk pembuatan biogas melalui proses fermentasi, atau serbuk gergaji dari industri kayu dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik biomassa.

Anda dapat menggunakan cara ini agar dapat memanfaatkan produk sampingan dari proses bisnis manufaktur Anda dengan maksimal, serta mendukung produksi energi terbarukan dan mengurangi dependensi pada bahan bakar fosil.

c. Upcycling

Strategi berikutnya pengelolaan produk sampingan adalah mengubahnya menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi dari bahan asalnya. Proses ini melibatkan inovasi dan kreativitas, seperti mengubah slag baja menjadi komponen untuk produk bangunan yang tahan lama atau mengubah limbah plastik menjadi pakaian fungsional.

Proses upcycling dalam proses manufaktur ini akan membantu menciptakan produk baru yang menarik dan berguna, membuka pasar baru, dan meningkatkan citra merek perusahaan sebagai entitas yang peduli lingkungan.

d. Kolaborasi Industri

Selanjutnya Anda juga bisa melakukan kolaborasi antar industri untuk menciptakan ekosistem baru, di mana satu industri dapat menggunakan by product dari industri lain sebagai bahan baku. Sebagai contoh, pabrik baja yang menghasilkan by product limbah panas, dapat digunakan oleh pabrik kimia untuk proses pemanasan.

Strategi kolaborasi untuk produk sampingan adalah hal efektif yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi biaya operasional, juga menstimulasi inovasi lintas sektoral dan membantu memperkuat hubungan antar perusahaan dalam rantai pasok.

7. Kesimpulan

By product adalah produk sampingan yang dihasilkan secara tidak sengaja bersama produk utama namun bukan merupakan fokus utama produksi. Produk ini bisamenambah pendapatan perusahaan dan mendukung keberlanjutan operasional melalui pengurangan limbah di lantai produksi.

Karakteristik barang ini memiliki kuantitas terbatas dan nilai jual yang relatif rendah dibandingkan produk primer. Perusahaan juga melakukan kolaborasi antar industri agar sisa material dapat digunakan kembali sebagai bahan baku fungsional untuk menekan biaya operasional.

Software manufaktur ScaleOcean bisa membantu Anda mengidentifikasi serta melacak keberadaan produk sampingan secara sistematis. Sistem ini menyediakan visibilitas data akurat agar perusahaan dapat mengoptimalkan keuntungan dari setiap sisa proses manufaktur. Anda bisa mencoba sesi demo gratis ScaleOcean untuk mengeksplorasi cara meningkatkan efisiensi melalui manajemen produk sampingan yang cerdas.

FAQ:

1. Perbedaan joint product dan by product?

Joint product merupakan produk primer dan memiliki nilai jual tinggi, sementara by-product merupakan produk sekunder dan memiliki nilai jual yang rendah. Kedua produk tersebut berasal dari proses produksi yang sama, tetapi perusahaan membedakan kedua jenis produk tersebut berdasarkan nilai ekonomis serta tujuan pembuatan produk tersebut.

2. Apa yang dimaksud dengan by product?

By-product adalah produk yang tercipta bersama-sama dengan proses produksi produk primer. Namun, jumlah nilai atau produksinya biasanya lebih sedikit, namun tetap bisa dimanfaatkan atau dipasarkan kembali seperti kopi dan dedak.

3. Apa artinya menjadi produk sampingan?

Artinya, barang tersebut adalah Produk insidental yang berasal dari proses manufaktur atau reaksi kimia, dan bukan produk atau layanan utama yang dihasilkan. Meskipun bukan fokus utama, produk sampingan dapat memberikan keuntungan tambahan jika dipasarkan dengan baik atau harus dikelola agar tidak berdampak negatif pada lingkungan.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap