Ketahui Contoh Alur Proses Produksi Makanan dan Flowchartnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Alur proses produksi makanan menjadi bagian penting untuk kelancaran operasional perusahaan manufaktur, khususnya dalam produksi makanan. Setiap tahapan dalam alur ini, mulai dari perencanaan hingga distribusi, memberikan dampak langsung terhadap kualitas produk, efisiensi operasional, dan keberlanjutan bisnis.

Jika alur proses tidak dijalankan dengan optimal, risiko pemborosan bahan baku, penurunan kualitas produk, dan gangguan pada rantai pasokan dapat mengancam keberlangsungan usaha. Tentunya dalam jangka panjang akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan.

Oleh karena itu, memahami dan mengelola alur proses produksi makanan secara efisien sangat penting untuk menjaga daya saing di pasar. Artikel ini akan mengulas secara mendalam berbagai tahapan dalam alur proses produksi makanan, serta memberikan tips berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk memastikan setiap langkah dijalankan dengan baik.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Mengapa Penting Kelola Pabrik Makanan?

Pabrik makanan di industri manufaktur membutuhkan pengelolaan yang ketat untuk menjaga kualitas produk dan stabilitas produksi. Karena produk pangan rentan kontaminasi, kebersihan, keamanan, dan kontrol proses harus berjalan konsisten di setiap tahapan.

Dengan dukungan software pabrik makanan, pengawasan produksi bisa lebih terukur dan cepat. Sistem ini membantu memantau batch, standar mutu, jadwal kerja, dan penggunaan bahan baku, sehingga tim dapat merespons masalah lebih dini dan menjaga kepatuhan proses tanpa menghambat output.

Pengelolaan yang rapi juga berdampak langsung pada efisiensi operasional. Saat strategi produksi diterapkan dengan jelas, perusahaan lebih mudah menekan waktu produksi, meminimalkan limbah pabrik, dan mengoptimalkan pemakaian sumber daya agar alur kerja tetap lancar.

Apalagi, mengutip dari artikel Tempo, Badan Koordinasi Penanaman Modal menyebutkan bahwa nilai investasi industri makanan tertinggi berada di sektor manufaktur, yakni mencapai Rp 293,2 triliun. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik bukan hanya soal kepatuhan standar, tetapi juga melindungi reputasi dan keberlanjutan bisnis.

2. Alur Proses Produksi Makanan

Alur Proses Produksi Makanan

Alur proses produksi makanan mencakup rangkaian tahap, mulai dari perencanaan, persiapan bahan baku (seperti pembersihan dan pemotongan), pengolahan (memasak, menggoreng, fermentasi, dll.), pendinginan, pengemasan untuk memastikan keamanan dan memperpanjang daya simpan, penyimpanan produk jadi, hingga distribusi kepada konsumen.

Setiap tahap diawasi dengan kontrol kualitas yang ketat dan memenuhi standar keamanan pangan untuk menghasilkan produk yang aman, segar, dan berkualitas. Berikut adalah tahapan utama dalam proses produksi makanan:

a. Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi di contoh proses produksi makanan dilakukan dengan melibatkan analisis permintaan dan perencanaan kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, dan peralatan. 

Dilakukan juga penentuan jadwal produksi, alokasi sumber daya, dan estimasi biaya untuk proses produksi makanan. Sebelumnya penting juga untuk melakukan penelitian proses produksi makanan untuk mengidentifikasi metode produksi yang lebih efisien, meningkatkan keamanan pangan, serta menciptakan produk baru yang sesuai dengan tren pasar.

b. Pengadaan Bahan Baku

Selanjutnya dilakukan juga pengadaan bahan baku, yang melibatkan pembelian dan penerimaan bahan baku produksi daru supplier yang telah dipilih. Tahapan ini harus dipastikan bahan baku yang diterima memenuhi standar kualitas dan keamanan yang telah ditetapkan.

Dalam penerapan ERP pada bisnis FMCG, modul pengadaan bahan baku dapat membantu mengelola pembelian secara otomatis dan terjadwal, memantau stok secara real-time, serta memastikan kesesuaian dengan anggaran produksi.

c. Penyimpanan Bahan Baku

Setelah bahan baku diterima, perusahaan harus menyimpannya di gudang manufaktur yang khusus menyimpan bahan baku, dan tidak tercampur dengan komponen lainnya. Simpan bahan baku di lingkungan yang sesuai, seperti suhu, kelembapan, dan pencahayaan yang tepat untuk menjaga kualitas dan kesegarannya. Anda bisa menerapkan metode FIFO untuk menghindari kadaluarsa bahan baku.

d. Persiapan Produksi

Sebelum lanjut ke proses produksi, penting untuk mempersiapkan terlebih dahulu seperti
pencucian dan pemotongan bahan baku, penimbangan, dan pengukuran sesuai resep. Persiapan produksi ini penting untuk memastikan bahwa semua bahan baku dalam kondisi optimal dan siap diolah.

e. Pengolahan

Tahapan perencanaan produk pangan yang inti, yaitu pengolahan di mana bahan baku diubah menjadi produk jadi melalui berbagai metode seperti pencampuran, pemanasan, pemanggangan, atau fermentasi. Biasanya tahap ini menggunakan mesin dan peralatan khusus yang sesuai dengan jenis produk yang dibuat dan dilakukan produksi makanan.

Setiap langkah dalam pengolahan, seperti waktu, suhu, dan teknik yang digunakan, harus diawasi secara ketat untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dengan bantuan software manufaktur terbaik, perusahaan dapat memantau setiap parameter dalam proses produksi secara real-time, memastikan bahwa semua langkah sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

f. Packing

Proses packing produk yang telah diolah harus dilakukan dengan perlindungan maksimal agar menghindari kontaminasi, kerusakan, dan memperpanjang umur simpan. Packing yang digunakan tergantung jenis produk dan kebutuhan pasar, serta nantinya akan diberi informasi penting melalui kode barang di setiap kemasannya.

g. Penyimpanan Produk Jadi

Setelah barang di packing, selanjutnya simpan produk sebelum didistribusikan ke pasar. Penyimpanan produk jadi harus dengan kondisi yang sesuai untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk seperti suhu dan kelembapan yang terkontrol.

h. Distribusi

Alur proses produksi yang terakhir adalah proses distribusi, di mana produk jadi akan dikirim ke pasar atau pelanggan. Anda harus melakukan pengaturan logistik, pemilihan metode transportasi yang tepat, dan pemantauan kondisi produk selama pengiriman untuk memastikan produk sampai dalam kondisi terbaik.

3. Flowchart Proses Produksi Makanan

Untuk memudahkan pemahaman bagaimana contoh proses produksi makanan di perusahaan manufaktur dan membuat strategi manajemen produksi yang maksimal, di sini kita akan memberikan gambaran visual yang jelas tentang langkah dan tahapannya melalui flowchart proses produksi makanan yang tepat.

Flowchart Alur Proses Produksi Makanan

Dengan gambaran alur melalui flowchart proses produksi makanan ini, Anda akan mudah untuk memahaminya, serta dapat mengidentifikasi titik kritis yang akan membantu meningkatkan kegiatan operasional manufaktur dalam memudahkan produksi. Dalam proses ini penting untuk mengendalikan kualitas di setiap tahapannya. Untuk itu, perusahaan harus menggunakan form quality control produksi untuk memudahkan pengendaliannya.

Agar proses ini berjalan lebih efisien dan terintegrasi, ScaleOcean Manufacturing ERP membantu Anda dalam memastikan standar mutu terpenuhi, mulai dari bahan baku hingga produk akhir, sekaligus memberikan visibilitas real-time terhadap performa produksi. Melalui demo gratis, Anda dapat melihat langsung bagaimana sistem ini membantu mengurangi kesalahan dan meningkatkan produktivitas secara menyeluruh.

Manufaktur

4. Faktor yang Mempengaruhi Alur Proses Produksi Makanan

Agar perusahaan dapat menciptakan alur proses produksi makanan yang lancar, ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan produk. Faktor-faktor ini tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga pada aspek keamanan dan kualitas yang harus dijaga sepanjang proses produksi.

Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam alur proses produksi makanan adalah sebagai berikut:

a. Keamanan Makanan

Keamanan makanan merupakan faktor utama alur proses produksi makanan yang harus diperhatikan untuk memastikan produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, penerapan standar kebersihan dan higiene yang ketat sangat penting untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kualitas produk.

b. Pengawasan Kualitas

Pengawasan kualitas secara berkala juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam alur produksi makanan. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, perusahaan dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, baik dalam rasa, tekstur, maupun tampilan.

c. Inovasi dan Keberlanjutan

Selain itu, inovasi dalam proses produksi dan keberlanjutan lingkungan juga sangat penting. Upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi limbah, dan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan tidak hanya mendukung kelangsungan perusahaan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan industri makanan.

Dengan memperhatikan setiap tahapan dan faktor penting yang berpengaruh dalam alur proses produksi makanan, produsen dapat menghasilkan produk yang berkualitas, aman, dan memiliki daya saing di pasar.

5. Cara Kelola Produksi Makanan yang Tepat

Alur proses produksi makanan yang panjang ini, membutuhkan strategi dan cara yang tepat untuk perusahaan manufaktur mengelolanya sebaik mungkin. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola contoh proses produksi makanan, yaitu:

a. Manajemen Rantai Pasokan

Anda harus mengelola rantai pasok pabrik makanan terlebih dahulu untuk memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi produk jadi. Penting untuk memilih supplier yang tepat, dan menerapkan sistem pelacakan untuk memonitor pergerakan bahan baku dan produk jadi, memastikan ketepatan waktu pengiriman, dan meminimalkan risiko gangguan pasokan.

b. Penerapan Sistem Manajemen Mutu

Sistem manajemen mutu untuk produksi makanan bisa Anda terapkan seperti ISO 22000 dan HACCP, untuk memastikan bahwa setiap tahap dalam proses produksi memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan. Kedua sistem tersebut juga mencakup prosedur produksi makanan yang terperinci untuk pengendalian proses, inspeksi, dan pengujian produk.

Penting juga untuk mengendalikan persediaan secara efektif agar membantu mengurangi biaya penyimpanan dan risiko kadaluarsa bahan baku serta produk jadi. Anda bisa menerapkan metode inventory seperti JIT atau sistem rotasi stok FIFO untuk memaksimalkan pengelolaan ini.

d. Pengelolaan Lingkungan Produksi

Selanjutnya Anda juga harus mengelola lingkungan produksi makanan agar terhindar dari kontaminasi, dan menjaga kualitas produk dengan maksimal. Perusahaan harus memastikan fasilitas yang digunakan untuk produksi makanan selalu bersih dan higienis dengan SOP yang ketat. Pengendalian suhu, kelembapan, dan ventilasi juga penting untuk menciptakan kondisi yang ideal bagi produksi makanan.

e. Pengelolaan Risiko

Pengendalian risiko di proses produksi makanan juga penting dilakukan, dengan melakukan identifikasi, analisis, dan mengurangi risiko agar tidak menghambat proses produksi. Adanya manajemen risiko yang optimal akan meminimalkan gangguan operasional, menjaga kontinuitas produksi, serta melindungi aset dan reputasi perusahaan.

6. Kesimpulan

Proses produksi makanan adalah rangkaian tahapan yang mengubah bahan mentah menjadi produk siap konsumsi. Langkahnya dapat berbeda menurut jenis makanan, namun umumnya mencakup persiapan bahan, pengolahan, pengemasan, dan distribusi.

Perlu juga ditekankan bahwa setiap tahap alur proses produksi makanan harus dijalankan dengan teliti dan menjaga higienitas untuk memastikan keamanan serta mutu produk makanan yang dihasilkan. Maka dari itu, terapkan SOP higienis, sanitasi peralatan, dan pemantauan suhu secara konsisten, didukung pelatihan rutin karyawan.

Jika Anda ingin mengetahui bagaimana sistem ERP manufaktur dapat membantu otomatisasi dan kontrol kualitas perusahaan Anda, Anda dapat mencoba demo gratis ScaleOcean dan rasakan manfaatnya langsung pada alur proses produksi makanan Anda.

FAQ:

1. Bagaimana alur proses produksi makanan?

Alur proses produksi makanan mencakup tahapan mulai dari penerimaan bahan mentah, penyimpanan, persiapan, pemasakan, pendinginan, pengemasan, pelabelan, hingga penyimpanan massal dan pengiriman produk jadi.

2. Bagaimana proses produksi untuk satu produk makanan?

Proses produksi untuk satu produk makanan biasanya dilakukan dalam sistem produksi batch, yang memungkinkan pengendalian kualitas dan konsistensi produk secara efektif.

3. Apa saja dasar-dasar produksi pangan?

Dasar-dasar produksi pangan meliputi bercocok tanam, pengelolaan tanaman, panen, serta metode seperti fermentasi, pemanggangan, perebusan, penumisan, pembakaran, pengirisan, pemotongan, pemariniran, penggorengan, pencampuran, dan penggilingan.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap