Contoh Proses Produksi Terus Menerus di Bisnis Manufaktur

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Anda pernah mengalami tingginya biaya operasional per unit saat mencoba memenuhi permintaan pasar yang masif dan stabil? Kendala ini sering kali muncul karena terhentinya aliran output yang seharusnya berjalan nonstop untuk mengejar target volume yang besar. Penerapan sistem produksi terus-menerus adalah solusi untuk menjaga stabilitas suplai sekaligus menekan ongkos produksi tersebut.

Inefisiensi produksi umumnya terjadi akibat seringnya jeda waktu untuk setup ulang mesin atau pergantian shift yang tidak terintegrasi dengan baik. Anda dapat mengatasi hambatan ini dengan membangun alur kerja otomatis yang memproses bahan baku menjadi produk jadi tanpa henti selama 24 jam. Strategi ini secara langsung menghilangkan waktu tunggudan memaksimalkan utilitas aset pabrik Anda.

Artikel ini akan menjelaskan definisi produksi terus-menerus serta mekanisme teknisnya dalam lingkungan pabrik modern. Kami juga akan menyajikan berbagai contoh penerapannya di sektor manufaktur untuk memberikan gambaran yang lebih konkret bagi Anda.

starsKey Takeaways
  • Produksi terus menerus merupakan proses manufaktur dengan pola tetap yang berjalan nonstop 24/7 untuk menghasilkan produk berkualitas secara efisien dan berkelanjutan.
  • Ciri utama produksi kontinu meliputi skala produksi besar dengan biaya per unit rendah serta penggunaan otomatisasi tinggi untuk menjaga konsistensi kualitas produk.
  • Metode ini menawarkan keunggulan berupa biaya operasional per unit yang sangat rendah dan minimnya pemborosan berkat aliran kerja otomatis yang presisi.
  • Tantangan terbesar dari metode ini adalah fleksibilitas yang kaku terhadap perubahan variasi produk serta risiko penghentian total operasional jika terjadi kerusakan mesin di satu titik.
  • Software manufaktur ScaleOcean mengoptimalkan kontrol variabel produksi secara real-time untuk mencegah hambatan operasional dan menjamin konsistensi kualitas produk Anda.

Coba Demo Gratis

requestDemo

Apa itu Produksi Terus Menerus?

Produksi terus menerus (continuous production) adalah proses produksi yang memiliki pola atau urutan yang tetap dan berlangsung tanpa henti, mulai dari bahan baku sampai produk jadi. Berbeda dengan produksi terputus-putus (intermittent production) yang melibatkan produksi dalam batch atau kelompok, produksi terus menerus berfokus pada kelancaran proses yang tak terputus.

Metode tersebut menjalankan proses produksi tanpa henti 24/7 dan berkelanjutan untuk menghasilkan produk berkualitas dalam perusahaan manufaktur. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan efisiensi dan output produksi yang dihasilkan, sehingga biasanya perusahaan mengandalkan sistem otomasi dengan teknologi tinggi.

Terutama tipe produksi tersebut juga dipengaruhi faktor-faktor meliputi jumlah produk yang akan diproduksi, standar kualitas produk yang diinginkan, dan peralatan yang tersedia untuk menjalankan proses produksi. Maka dari itu, ciri-ciri produksi terus menerus memiliki fokus pada aliran kerja yang konstan dan tidak terputus.

10 Ciri-ciri Proses Produksi Terus Menerus

Ciri-ciri produksi terus menerus adalah menghasilkan barang atau jasa, meningkatkan nilai guna barang atau jasa, dan melibatkan proses pembuatan. Memahami ciri-ciri ini akan memperkaya pemahaman Anda tentang leksikon manajemen produksi dan bagaimana metode ini beroperasi.

Berikut penjelasan ciri ciri kegiatan produksi terus menerus di perusahaan manufaktur:

1. Skala Produksi Besar

Skala produksi yang besar menjadi ciri ciri proses produksi terus menerus yang selanjutnya. Biasanya akan diterapkan pada perusahaan yang membutuhkan produksi massal dengan permintaan pasar yang tinggi. Skala produksi yang besar membuat perusahaan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dalam waktu singkat, dengan biaya produksi per unit yang lebih rendah.

2. Biaya Produksi Per Unit yang Rendah

Proses produksi terus menerus memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya per unit. Dengan skala produksi besar dan otomatisasi tinggi, biaya tetap dapat dibagi dalam jumlah produksi yang lebih banyak. Ciri-ciri produksi terus menerus ini membantu menekan biaya dan meningkatkan efisiensi, sehingga perusahaan bisa menawarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif di pasaran.

3. Waktu Produksi Relatif Singkat

Proses produksi yang terus menerus mendukung pengurangan waktu produksi. Dengan aliran kerja yang konsisten dan otomatisasi yang mendalam, produksi dapat berjalan tanpa henti dan menghindari hambatan yang biasa terjadi dalam produksi batch. Transisi yang cepat antar tahap produksi memastikan barang diproduksi dalam waktu yang lebih efisien, meningkatkan throughput dan meminimalkan waktu tunggu.

4. Produksi Produk yang Seragam

Ciri ciri proses produksi terus menerus lainnya adalah hasil produksi yang seragam, untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan akan memiliki kualitas dan karakteristik yang sama. Keseragaman produk ini dicapai melalui penggunaan mesin dan teknologi otomatis yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas yang spesifik secara berulang dengan tingkat presisi yang tinggi. Shop floor planning software memastikan setiap tahapan produksi berjalan sesuai spesifikasi, menjaga presisi dan konsistensi hasil akhir.

5. Produk Mudah Didapatkan di Pasaran

Ciri-ciri produksi terus menerus juga menghasilkan produk dalam jumlah besar dan konsisten, memudahkan produk tersedia secara luas di pasar. Karena produksi tidak terhenti, distribusi produk juga lebih lancar. Dengan demikian, produk dapat dengan cepat memenuhi permintaan pasar yang tinggi dan terus tersedia bagi konsumen, memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam memenuhi ekspektasi pasar.

6. Pengendalian Kualitas yang Ketat

Ciri ciri proses produksi terus menerus lainnya adalah adanya pengendalian kualitas yang ketat, agar bisa memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Perusahaan manufaktur biasanya dilengkapi dengan alat dan teknologi quality control, seperti sensor otomatis dan sistem monitoring real-time, yang memungkinkan identifikasi dan penanganan masalah kualitas secara cepat dan efisien.

7. Operasi Non-Stop

Ciri ciri proses produksi terus menerus yang utama adalah memiliki operasional yang berjalan non-stop tanpa henti, dengan produksi berjalan setiap hari 24/7 tanpa jeda. Maka dari itu, biasanya perusahaan melakukan pergantian shift karyawan dan pemeliharaan mesin yang dilakukan secara bergantian sehingga tidak mengganggu aliran produksi.

8. Aliran Kerja yang Konsisten

Produksi secara terus menerus juga memiliki ciri pada aliran kerjanya yang konsisten dan tidak terputus, sehingga setiap tahap produksi dirancang untuk produksi yang terintegrasi dan selaras dengan tahapan lainnya. Dengan begitu, akan menciptakan aliran bahan baku hingga produk jadi yang terus menerus.

9. Penggunaan Otomatisasi Tinggi

Ciri ciri proses produksi terus menerus lainnya adalah penggunaan otomasi yang tinggi pada operasionalnya untuk menjaga kelancaran dan efisiensi produksi. Biasanya perusahaan manufaktur menerapkan software ERP manufaktur yang akan mengoptimalkan seluruh proses produksi Anda dengan mudah, memantau dan mengendalikan setiap tahap produksi secara real-time.

10. Minimalnya Stok Barang Setengah Jadi

Proses produksi yang dijalani secara terus menerus juga memiliki ciri yang dirancang untuk mengurangi stok barang setengah jadi seminimal mungkin. Ciri-ciri produksi terus menerus ini akan membuat bahan baku yang masuk langsung diproses menjadi produk jadi tanpa perlu disimpan dalam bentuk setengah jadi.

Contoh Penerapan Produksi Terus-Menerus di Berbagai Sub-sektor Manufaktur

Contoh Penerapan Produksi Terus-Menerus di Berbagai Sub-sektor Manufaktur
Proses produksi terus menerus digunakan di berbagai industri yang membutuhkan alur produksi yang stabil dan efisien. Berikut adalah beberapa industri yang menerapkan contoh proses produksi terus menerus:

1. Industri Gelas

Pada industri gelas, proses mencairkan dan membentuk gelas dilakukan secara terus menerus agar hasil produksi berjumlah besar dan konsisten. Penggunaan teknologi canggih memungkinkan suhu dan tekanan yang diperlukan dalam proses produksi dikelola secara otomatis, sehingga menghasilkan gelas dengan kualitas yang seragam dan dalam jumlah yang banyak.

2. Industri Kimia

Industri kimia menggunakan proses produksi terus menerus untuk memproduksi bahan kimiawi seperti pupuk, deterjen, dan bahan kimia lainnya. Proses berkesinambungan ini memungkinkan pencampuran bahan baku dalam jumlah besar dengan konsistensi yang tinggi, serta mengurangi pemborosan bahan dan waktu, sehingga lebih efisien dalam memenuhi permintaan pasar.

3. Industri Pangan

Dalam industri pangan, produksi makanan seperti minuman kemasan, makanan ringan, dan produk lainnya dilakukan dengan proses terus menerus. Proses ini membantu perusahaan untuk menghasilkan produk dalam jumlah besar, menjaga kualitas rasa dan tekstur produk, serta mempercepat distribusi ke pasar dan memenuhi standar keamanan dan kebersihan.

4. Industri Minyak dan Gas

Industri minyak dan gas memanfaatkan proses produksi terus menerus untuk menghasilkan minyak mentah, gas alam, dan produk turunan lainnya. Produksi yang berkelanjutan memungkinkan perusahaan untuk memproses bahan baku secara cepat dan efisien, menjaga kestabilan pasokan energi global, serta mengoptimalkan proses ekstraksi dan penyulingan produk.

5. Industri Semen

Industri semen juga menggunakan proses produksi terus menerus, di mana bahan baku dicampur dan diproses dalam urutan yang tetap untuk menghasilkan semen dalam jumlah besar dan dengan kualitas yang konsisten. Proses ini memungkinkan pengendalian suhu, kehalusan, dan komposisi bahan baku yang diperlukan untuk menghasilkan semen dengan daya tahan dan kekuatan yang optimal.

Untuk mengoptimalkan metode produksi ini, implementasi software MES terbaik yang menyediakan visibilitas end-to-end terhadap seluruh proses produksi secara real-time, membantu perencanaan dan pengendalian kapasitas produksi, serta fitur dispatching yang akan memastikan bahwa pekerjaan yang tepat dikirim ke sumber daya yang tepat pada waktu yang tepat.

Apapun kategori sub-sektor bisnis manufaktur Anda, software manufaktur ScaleOcean bisa memberikan Anda visibilitas real-time untuk mengontrol seluruh variabel vital seperti suhu dan tekanan mesin langsung dari satu dashboard. Dengan kendali penuh ini, Anda dapat menjamin keseragaman produk akhir sekaligus menekan angka pemborosan material seminimal mungkin.

Fitur dispatching cerdas memastikan setiap instruksi kerja terkirim ke stasiun yang tepat pada waktu yang paling optimal guna mencegah terjadinya penumpukan antrean. Silakan jadwalkan demo gratis untuk membuktikan bagaimana solusi ScaleOcean mengamankan kestabilan pasokan dan efisiensi total pabrik Anda.

Kelebihan Proses Produksi Terus Menerus

Kelebihan atau keunggulan proses produksi terus menerus

Setelah memahami ciri-cirinya, penting untuk mengetahui mengapa banyak perusahaan manufaktur skala besar memilih metode ini. Proses produksi terus menerus menawarkan sejumlah keunggulan kompetitif yang signifikan seperti:

1. Biaya per Unit Rendah

Ini adalah salah satu keuntungan utama. Dengan volume produksi yang sangat besar dan produk yang terstandarisasi, perusahaan dapat memaksimalkan skala ekonomi. Biaya tetap (seperti biaya mesin dan fasilitas) dapat disebar ke lebih banyak unit produk, sehingga biaya rata-rata per unit menjadi sangat rendah.

Konsep ini juga berkaitan erat dengan produksi marginal, di mana setiap tambahan unit yang diproduksi akan menambah output dengan biaya tambahan yang relatif kecil hingga mencapai titik optimal.

2. Pemborosan Dapat Diperkecil

Tingkat otomatisasi yang tinggi dan aliran kerja yang konsisten, seperti yang telah disebutkan dalam ciri-cirinya, secara langsung mengurangi potensi pemborosan. Penggunaan tenaga mesin yang presisi meminimalkan kesalahan manusia, mengurangi cacat produk, dan mengoptimalkan penggunaan bahan baku.

3. Biaya Tenaga Kerja Rendah

Ketergantungan pada otomatisasi mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja langsung dalam jumlah besar untuk tugas-tugas repetitif di lini produksi. Meskipun membutuhkan investasi awal yang besar untuk teknologi, biaya operasional terkait tenaga kerja per unit produk cenderung lebih rendah dibandingkan metode padat karya.

Manufaktur

Kekurangan Produksi Terus Menerus

Meskipun menawarkan kecepatan output yang luar biasa, metode ini memiliki kelemahan utama berupa kekakuan sistem terhadap perubahan variasi produk. Anda juga akan menghadapi tantangan berupa biaya investasi awal yang sangat besar serta risiko penghentian total operasional jika terjadi kerusakan di satu titik. Berikut adalah rincian kendala yang perlu Anda antisipasi sebelum menerapkan sistem ini:

1. Kurangnya Fleksibilitas Operasional

Sistem ini tergolong sangat kaku karena mesin dan alur kerja dirancang terspesialisasi untuk satu jenis produk standar saja. Anda akan kesulitan melakukan penyesuaian teknis jika ingin mengubah spesifikasi produk atau volume output secara mendadak di tengah jalan.

Keterbatasan ini membuat produksi kontinu kurang cocok bagi perusahaan yang memiliki strategi pergantian model produk yang cepat. Anda tidak bisa dengan mudah mengubah setelan mesin tanpa merombak atau mengganggu keseluruhan alur yang sedang berjalan.

2. Risiko Kemacetan Total

Kerusakan pada satu unit mesin atau komponen kecil bisa seketika menghentikan seluruh lini produksi secara massal. Sifat sistem yang saling terhubung secara serial membuat gangguan di satu titik berdampak fatal pada stasiun kerja lainnya.

Anda harus menanggung kerugian waktu produksi yang signifikan saat proses perbaikan mesin berlangsung. Hal ini berbeda dengan metode batch di mana stasiun kerja lain mungkin masih bisa beroperasi secara independen meskipun satu bagian terhenti.

3. Biaya Investasi Awal yang Tinggi

Penerapan metode ini membutuhkan modal yang sangat besar untuk pengadaan peralatan khusus dan instalasi infrastruktur pabrik yang kompleks. Anda harus siap menggelontorkan dana signifikan di awal sebelum operasional produksi terus menerus ini bisa dimulai.

Tingginya biaya tetap ini menuntut volume penjualan yang masif agar pengembalian modal (ROI) bisa segera tercapai. Perusahaan skala kecil atau menengah sering kali kesulitan memenuhi persyaratan finansial untuk membangun fasilitas dengan standar otomatisasi ini.

4. Ketergantungan pada Stabilitas Pasar

Model bisnis ini sangat bergantung pada permintaan pasar yang konstan dan dapat diprediksi secara akurat. Anda berisiko tinggi mengalami penumpukan stok barang yang tidak terjual jika selera konsumen tiba-tiba berubah atau permintaan menurun drastis.

Sistem ini sulit beradaptasi menghadapi fluktuasi tren pasar yang cepat karena memang dirancang untuk stabilitas jangka panjang. Asumsi pasar yang meleset bisa menyebabkan kerugian besar karena mesin tidak didesain untuk sering berhenti memproduksi barang.

5. Kebutuhan Perawatan Khusus

Peralatan canggih dalam sistem ini memerlukan teknisi dengan keahlian tinggi untuk melakukan perawatan rutin dan perbaikan. Anda tidak bisa sembarangan menggunakan tenaga kerja umum karena tingkat kompleksitas mesin khusus yang digunakan sangat tinggi.

Perusahaan wajib mengalokasikan anggaran lebih untuk pelatihan teknisi internal atau menyewa jasa ahli eksternal. Perawatan yang intensif ini sangat krusial untuk mencegah downtime tak terduga yang bisa melumpuhkan target output harian pabrik.

Cara Kelola Produksi Terus Menerus

Penggunaan metode produksi yang terus menerus, menjadikan perusahaan manufaktur harus memantau dan mengelolanya dengan maksimal mungkin agar terhindar dari masalah yang bisa menghambat produksi. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan di proses produksi secara terus menerus, yaitu:

1. Pemeliharaan Preventif dan Prediktif

Penting untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan mesin dan peralatan produksi, yang dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan mesin dan memperpanjang umur peralatan. Ini melibatkan inspeksi rutin, pelumasan, dan penggantian suku cadang sebelum terjadi kegagalan.

2. Pengelolaan Rantai Pasok yang Efisien

Rantai pasokan di proses produksi ini juga harus dipastikan dengan maksimal agar bahan baku yang diperlukan selalu tersedia dan produk akhir dapat dikirimkan tepat waktu. Penting untuk mengelola hubungan dengan supplier, penggunaan metode inventory yang canggih seperti Just in Time agar bisa mengurangi stok berlebih atau kekurangan stok.

3. Manajemen Risiko

Penting juga untuk menerapkan manajemen risiko yang efektif, sehingga Anda bisa mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mengganggu operasi, seperti gangguan rantai pasok, kerusakan peralatan, atau bencana alam, dan mengembangkan rencana mitigasi risiko adalah langkah penting. Terapkan rencana kontingensi dan prosedur darurat yang jelas untuk memastikan operasi dapat dilanjutkan dengan cepat setelah gangguan.

4. Manajemen Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia menjadi peran penting dalam produksi secara terus menerus yang perlu diperhatikan dengan baik. Anda bisa melakukan rotasi kerja yang terstruktur dengan baik dan jadwal kerja yang adil dapat membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan moral karyawan.

5. Penggunaan Software ERP Manufaktur

Gunakan juga software ERP manufaktur yang akan mengoptimasi setiap kegiatan produksi Anda dengan mudah dan canggih. Anda hanya perlu memantau dan menganalisis hasil yang diberikan sistem secara real-time. Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan produktivitas tetapi juga memungkinkan fleksibilitas dalam produksi untuk menyesuaikan dengan perubahan permintaan pasar dan kebutuhan pelanggan.

Kesimpulan

Produksi terus-menerus adalah strategi untuk menjalankan proses pembuatan barang secara nonstop selama 24 jam demi mencapai efisiensi dan volume output maksimal. Metode ini sangat ideal bagi perusahaan dengan permintaan pasar yang tinggi dan stabil karena mampu menekan biaya produksi per unit secara signifikan.

Meskipun menawarkan keuntungan skala ekonomi, penerapan sistem ini menuntut manajemen risiko yang matang dan pemeliharaan mesin yang intensif. Oleh karena itu, integrasi teknologi dan pengelolaan rantai pasok yang efisien menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas operasional pabrik.

Penggunaan solusi teknologi seperti software manufaktur ScaleOcean dapat membantu Anda memantau seluruh variabel kritis produksi secara real-time dari satu dashboard terpusat. Silakan jadwalkan demo gratis untuk melihat bagaimana platform ini dapat mengoptimalkan efisiensi dan konsistensi kualitas produksi di pabrik Anda.

FAQ:

1. Apa saja ciri-ciri proses produksi terus menerus?

Model ini dicirikan oleh produksi massal, variasi produk sangat kecil (standar), urutan proses tetap, penggunaan mesin khusus dan otomatis, tenaga kerja sedikit, serta biaya per unit rendah, namun sangat rentan terhenti jika ada kerusakan satu mesin, dan sulit menghadapi perubahan permintaan. Contohnya pada industri gula dan kertas.

2. Apa itu produksi secara terus menerus?

Proses produksi terus-menerus merupakan skema manufaktur dengan pola urutan pasti serta tidak berubah-ubah dalam pelaksanaan produksi oleh perusahaan. Alur kerja ini berjalan secara berkelanjutan mulai dari tahap pengolahan bahan baku hingga menjadi produk jadi yang siap didistribusikan kepada konsumen.

3. Apa kekurangan dari produksi terus menerus?

Kelemahan sistem ini yaitu terdapat kesukaran dalam menghadapi perubahan produk yang diminta oleh konsumen atau pelanggan. Selain itu, operasional berisiko macet total jika terjadi kendala pada salah satu lini proses, serta sulit beradaptasi terhadap perubahan tingkat permintaan pasar yang tidak menentu.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap