Secara sederhana, MRP (Material Requirements Planning) adalah sistem spesialis yang berfokus pada perencanaan material dan kontrol proses produksi. Sementara itu, ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem terintegrasi yang jauh lebih luas.
Memilih sistem yang salah dapat menyebabkan investasi yang tidak efisien dan proses kerja yang terfragmentasi. Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan mendasar antara ERP dan MRP. Dengan begitu, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat sesuai dengan skala dan kebutuhan unik bisnis Anda.
- Software ERP adalah aplikasi terintegrasi yang memudahkan manajemen data antar departemen dan mengotomatiskan tugas-tugas berulang untuk meningkatkan efisiensi operasional.
- MRP berfokus pada perencanaan dan pengelolaan bahan baku serta produksi di industri manufaktur, dengan tujuan mengontrol inventaris dan merencanakan produksi secara akurat.
- Perbedaan ERP dan MRP terletak pada pengertian, sejarah, tingkat kompleksitas, manfaat, biaya implementasi, pengguna, modul dan fitur, dan kustomisasi.
- ScaleOcean ERP software adalah solusi ERP terbaik yang fleksibel dan mudah disesuaikan, cocok untuk berbagai jenis industri dan mendukung efisiensi operasional perusahaan.
1. Pengertian
Sistem ERP adalah platform yang menyatukan seluruh aspek bisnis, mulai dari keuangan, sumber daya manusia, hingga hubungan pelanggan dalam satu ekosistem data. Tujuannya adalah menciptakan aliran informasi yang transparan antar departemen.
Di sisi lain, sistem MRP adalah solusi yang berfokus sepenuhnya pada efisiensi di produksi dan gudang. Perangkat lunak ini dirancang khusus untuk menghitung bahan baku apa yang dibutuhkan, berapa jumlahnya, dan kapan harus dipesan agar jadwal produksi tidak terganggu oleh kekosongan stok.
2. Sejarah
Ironisnya, sistem ERP merupakan sebuah evolusi dari teknologi MRP. Sejarah sistem ERP dimulai pada tahun 1960-1970, dimana dulunya bernama MRP I dan II. Sesuai dengan namanya, sistem tersebut pertama dibuat untuk membantu meningkatkan efisiensi operasi bisnis manufaktur.
Namun, seiring berjalannya waktu, setiap kegiatan dalam perusahaan menjadi semakin terintegrasi, yakni dari segi akuntansi, logistik, dan lainnya lagi. Dikarenakan kompleksitas ini, teknologi MRP kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Gartner Group pada tahun 1990-an untuk melibatkan aspek lain bisnis, istilahnya kemudian dikenal sebagai ERP.
3. Tingkat Kompleksitas
Dari segi kompleksitas, sistem ERP dapat dinyatakan lebih kompleks dibandingkan dengan MRP. Hal ini tidak berarti penggunaan software perencanaan bahan tidak kompleks, melainkan sistem enterprise lebih kompleks dikarenakan cakupannya yang lebih luas, yang termasuk otomatisasi pengadaan bahan baku dan proses produksi.
4. Manfaat
Secara objektif, teknologi ERP membawa lebih banyak manfaat bila dibandingkan dengan sistem MRP. Akan tetapi, manfaat ini bersifat subjektif dan sangat bergantungan dengan tingkat kebutuhan perusahaan.
Contohnya, bila sebuah perusahaan hanya memerlukan solusi untuk meningkatkan efisiensi manufakturnya, maka penerapan MRP cenderung sudah mencukupi. Namun, apabila bisnis tersebut membutuhkan solusi akan proses lain seperti manajemen rantai pasokan dan keuangan, maka ERP lebih cocok.
Singkatnya, your mileage may vary. Berdasarkan artikel dari Telkomsel Enterprise, pemilihan antara MRP dan ERP sangat bergantung pada kebutuhan spesifik dan skala bisnis dari perusahaan.
5. Biaya Implementasi
Seperti perbedaan sebelumnya, ERP memerlukan biaya investasi lebih besar dikarenakan cakupannya yang lebih luas. Hal ini nyata baik jenis sistem yang dimaksud bersifat on–premise, hybrid, maupun cloud.
Biaya untuk mengadopsi perangkat lunak perencanaan material biasanya lebih terjangkau. Karena fiturnya yang spesifik dan tidak memerlukan integrasi antar departemen, proses pemasangannya menjadi lebih cepat dan biaya operasionalnya lebih rendah bagi bisnis berskala menengah.
6. Pengguna
ERP digunakan oleh hampir semua karyawan dalam suatu organisasi, dari staf administrasi hingga jajaran eksekutif puncak. Keleluasaan akses data ini memungkinkan setiap departemen, seperti tim marketing atau HR, untuk bekerja secara sinergis tanpa harus menunggu laporan manual dari divisi lain.
Sebaliknya, pengguna utama dari solusi perencanaan material adalah pihak produksi dan gudang. Tim perencana produksi, manajer gudang, dan bagian pembelian adalah pihak-pihak yang paling sering menggunakan fitur ini untuk memantau status ketersediaan bahan baku setiap harinya.
7. Modul dan Fitur
Modul dalam ERP bervariatif, mencakup manajemen pajak, penggajian otomatis, hingga pelacakan performa tim penjualan. Kelengkapan fitur ini menjadikannya solusi “satu untuk semua” yang bisa menangani hampir seluruh masalah administratif dalam sebuah bisnis.
Sedangkan fitur dalam MRP spesifik untuk memenuhi kebutuhan produksi, seperti pembuatan bill of materials (BOM) yang detail dan penjadwalan mesin. Fokus fiturnya adalah memastikan bahwa setiap unit produk dibuat dengan biaya yang paling efisien melalui penggunaan material yang optimal.
8. Tingkat Kustomisasi
ERP menawarkan fleksibilitas kustomisasi untuk menyesuaikan dengan prosedur kerja unik di setiap perusahaan. Hal ini memungkinkan setiap modul dimodifikasi sedemikian rupa agar tetap relevan dengan budaya kerja dan aturan bisnis yang sudah berjalan bertahun-tahun.
Untuk MRP, tingkat modifikasinya biasanya lebih terbatas pada teknis produksi. Karena didasarkan pada logika matematika dan algoritma persediaan, perangkat lunak ini lebih mengutamakan akurasi perhitungan dibandingkan perubahan alur kerja yang terlalu bebas.
Gunakan Solusi Terintegrasi ERP dan MRP dari ScaleOcean
Jika Anda mencari solusi MRP, namun terhalang oleh proses bisnis rumit yang memerlukan solusi terintergrasi maka ScaleOcean merupakan solusi yang tepat untuk Anda. ScaleOcean menawarkan solusi ERP dan MRP terintegrasi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis Anda.
Dengan menggabungkan berbagai fungsi bisnis dalam satu platform, ScaleOcean membantu perusahaan mengelola proses produksi, persediaan, keuangan, SDM, dan banyak lagi secara lebih terkoordinasi. Sistem ERP dan MRP memungkinkan integrasi data yang lebih lancar.
Dengan solusi ini, bisnis Anda dapat mengoptimalkan alur kerja, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas, menjadikan ScaleOcean pilihan tepat untuk perusahaan yang ingin mengelola operasional secara lebih efektif dan efisien.
Untuk membantu Anda memahami bagaimana ScaleOcean dapat mendukung bisnis Anda, kami menawarkan demo gratis yang memungkinkan Anda mencoba fitur-fitur yang tersedia. Berikut ini merupakan key features yang ditawarkan oleh software ScaleOcean:
- Smart MRP (Material Requirement Planning): Modul ini mengotomatiskan perhitungan bahan baku berdasarkan jadwal produksi dan waktu lead, memastikan pemesanan bahan baku dilakukan tepat waktu dan dalam jumlah yang akurat.
- BOM Management (Bill of Materials): Modul ini mempermudah pembuatan daftar bahan baku, komponen, dan sub-komponen yang diperlukan untuk produksi secara otomatis.
- Integrated SCM (Supply Chain Management): Modul ini mengelola proses manufaktur mulai dari penjadwalan hingga pemrosesan pesanan dari satu platform terpusat, mendukung kebutuhan ERP untuk manufaktur.
- Production Management: Mengelola proses produksi dari perencanaan bahan baku hingga output akhir, termasuk perencanaan produksi (MPS), manajemen sumber daya produksi, dan kontrol kualitas.
- Warehouse Management: Memantau tingkat inventaris dan mempercepat proses picking untuk efisiensi gudang, memastikan bahan baku dan produk jadi dikelola dengan baik dalam proses produksi dan distribusi.
Baca juga: 7 Tahapan Implementasi Sistem ERP pada Perusahaan
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil, meskipun ERP (Enterprise Resource Planning) dan MRP (Material Requirements Planning) berperan dalam perencanaan dan manajemen bisnis, keduanya memiliki fokus yang berbeda.
MRP lebih cocok untuk perusahaan manufaktur skala kecil hingga menengah yang fokus pada efisiensi produksi dan pengelolaan inventaris. Sementara itu, ERP dirancang untuk perusahaan yang membutuhkan integrasi lintas departemen, seperti keuangan, sumber daya manusia, dan manajemen rantai pasokan, dalam satu sistem terpadu.
Pemilihan sistem yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Tentu saja, ERP MRP Software memiliki harga yang berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut spesifikasi kedua sistem tersebut, Anda dapat mencobanya terlebih dahulu melalui demo gratis yang kami tawarkan.
FAQ:
1. Apa bedanya MRP dan ERP?
Perbedaan utama antara MRP dan ERP adalah ERP lebih tangguh. MRP berfokus terbatas pada manajemen inventaris dan perencanaan produksi. Sementara itu, ERP berfokus pada semua aktivitas operasional, sehingga dapat meningkatkan transparansi di seluruh perusahaan.
2. Apakah ERP lebih sederhana dari MRP?
Umumnya tidak. Justru sistem ERP lebih komprehensif dibandingkan MRP, dan seringkali dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu, ERP memiliki cakupan implementasi yang lebih luas. Solusi MRP cakupannya lebih terbatas, sehingga lebih terjangkau dan lebih mudah diterapkan.
3. Apa perbedaan antara sistem MRP dan ERP?
Perbedaan utama antara sistem MRP dan ERP terletak pada fokusnya. Meskipun keduanya membantu bisnis, MRP memiliki fokus murni pada manufaktur. Hal ini berbeda dengan ERP yang mencakup seluruh bisnis maupun rantai pasokan secara lebih luas dan terintegrasi.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us


