Apa itu Usaha Ekstraktif: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Usaha ekstraktif merupakan motor penggerak ekonomi yang berfokus pada pengambilan sumber daya alam secara langsung untuk diolah menjadi bahan baku. Sebagai titik awal dalam rantai pasokan global, sektor ini mencakup aktivitas strategis seperti pertambangan, perikanan, hingga perkebunan yang menjadi penyedia kebutuhan pokok masyarakat.

Industri ini memiliki karakteristik khusus, mulai dari kebutuhan investasi besar hingga operasional jangka panjang yang memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan negara. Memahami cara kerja dan tantangan dalam bisnis ekstraktif sangat penting untuk memastikan pemanfaatan kekayaan bumi dapat berjalan secara efisien dan berkelanjutan.

starsKey Takeaways
  • Usaha ekstraktif adalah kegiatan bisnis yang berhubungan dengan pengolahan sumber daya alam.
  • Ciri-ciri bisnis ekstraktif berupa keuntungan berbasis SDA, operasi berjangka panjang, dan kontribusi signifikan terhadap ekonomi negara.
  • Contoh usaha ekstraktif meliput perikanan, pertambangan, pertanian dan perkebunan, peternakan, pembuatan garam.
  • Penerapan sistem ERP seperti ScaleOcean merupakan suatu hal yang umum dalam bisnis-bisnis industri ekstraktif dikarenakan banyaknya cakupan operasional.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Usaha Esktraktif?

Usaha ekstraktif adalah kegiatan bisnis yang berfokus pada pengambilan dan pemanfaatan sumber daya alam yang kemudian dikelola menjadi bahan baku atau barang jadi. Jenis usaha berikut sangat bergantungan pada kekayaan wilayah operasinya, beserta juga memerlukan investasi relatif besar.

Di sebagian besar dunia, bisnis estraktif termasuk komponen penting dalam memastikan keberlangsungan masyarakat. Hal ini dikarenakan jenis usaha berikut cenderung menghasilkan kebutuhan pokok warga, serta juga bertindak sebagai titik pertama dalam rantai pasokan.

2. Apa Ciri-ciri Usaha Ekstraktif?

Usaha ekstraktif berdasarkan dan bergatung pada sumber daya alam.

Karakteristik utama model bisnis ini terlihat dari keuntungan dan bahan yang berasal dari alam, skala operasi berjangka panjang, serta kontribusi signifikan bagi ekonomi negara. Berikut adalah rincian dari ciri-ciri tersebut:

  • Keuntungan Berasal dari Alam: Laba didapatkan melalui penjualan sumber daya yang diambil langsung dari lingkungan tanpa proses manufaktur.
  • Bahan berasal dari Alam: Segala barang jualnya merupakan hasil pertumbuhan dan penggalian kekayaan bumi, baik yang dapat diperbarui atau tidak.
  • Operasi Berjangka Panjang: Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi biasanya berlangsung untuk bertahun-tahun karena skala pengerjaan yang luas.
  • Kontribusi Signifikan Ekonomi: Usaha ekstraktif cenderung merupakan salah satu tulang punggung negara.

3. Fungsi Usaha Ekstraktif

Peran usaha ekstraktif penting dalam memanfaatkan sumber daya alam, membuka lapangan kerja, menyediakan alterantif kebutuhan, hingga meningkatkan keuntungan bagi pelaku usaha. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing fungsi tersebut:

a. Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Perusahaan ekstraktif melakukan eksplorasi dan pengambilan kekayaan bumi secara langsung untuk diolah lebih lanjut. Aktivitas ini bertujuan memastikan sumber daya alam dapat digunakan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan bahan berbagai sektor industri dan masyarakat.

b. Membuka Lapangan Kerja

Skala operasional yang luas dalam perusahaan esktraktif membutuhkan banyak jumlah personel dari beragam latar belakang keahlian. Kehadiran jenis bisnis berikut memberikan peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar, meskipun sektor ini semakin lama menjadi semakin capital intensive.

c. Memberikan Alternatif dari Kebutuhan

Sektor ekstraktif menyediakan berbagai pilihan bahan baku mentah (Faktor produksi asli) yang menjadi fondasi utama bagi kemajuan industri. Ketersediaan komoditas tersebut memungkinkan terciptanya beragam produk akhir kebutuhan hidup sehari-hari.

d. Meningkatkan Keuntungan

Pengelolaan sumber daya yang efektif mampu membawa penghasilan dan laba bagi pelaku usaha. Selain bagi perusahaan, aktivitas ini memberikan kontribusi finansial bagi negara melalui setoran pajak serta royalti dari hasil bumi.

Untuk memaksimalkan fungsi-fungsi tersebut, perusahaan harus memastikan bahwa operasinya berjalan dengan tanpa kendala. Hal itu dapat tercapai dengan penerapan sistem ERP seperti ScaleOcean, yang dapat membantu mengelola segala aspek dalam proyek, dari manufaktur hingga akuntansi.

ERP

4. Contoh Usaha Ekstraktif

Contoh badan usaha ekstraktif mencakup berbagai sektor mulai dari perikanan, pertambangan, pertanian, peternakan, hingga pembuatan garam. Berikut adalah rincian dari masing-masing bidang usaha tersebut:

a. Usaha Perikanan

Perusahaan dalam jenis usaha ini memanfaatkan sumber daya laut maupun perairan darat melalui penangkapan ikan secara langsung. Hasil yang diperoleh menjadi komoditas pangan utama yang didistribusikan ke pasar lokal hingga internasional untuk menggerakkan ekonomi sektor kelautan.

b. Usaha Pertambangan

Sektor ini mengeksplorasi mineral dan energi dari dalam bumi, seperti batu bara, emas, hingga nikel. Di Indonesia, sektor pertambangan memberikan dampak ekonomi signifikan dengan kontribusi mencapai 12% dari PDB tahun 2024 menurut artikel Jakarta Globe, yang mencerminkan besarnya nilai transaksi dalam Rupiah di industri ini.

c. Usaha Pertanian dan Perkebunan

Kegiatan berikut fokus pada pengolahan lahan untuk menghasilkan tanaman pangan atau komoditas industri seperti kelapa sawit. Hasil bumi yang didapat menjadi bahan baku utama bagi banyak pabrik sekaligus menjaga pasokan makanan bagi masyarakat.

d. Usaha Peternakan

Usaha peternakan, sesuai dengan namanya, merupakan sebuah usaha yang memelihara dan mengelola hewan ternak untuk mendapatkan beberapa produk dari mereka. Hal ini beragam, dapat berupa produk protein seperti daging, atau juga bahan baku seperti bulu dari domba dan susu dari sapi.

e. Usaha Pembuatan Garam

Para petani garam memanfaatkan penguapan air laut untuk menghasilkan garam yang digunakan dalam konsumsi rumah tangga maupun industri. Usaha ini sangat bergantungan pada letak geografis dan cuaca untuk menjamin kualitas hasil panennya.

5. Bagaimana Tantangan dan Masa Depan Usaha Ekstraktif?

Terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan dalam memastikan keberlangsungan masa depan usaha ekstraktif.

Keberlangsungan sektor ini sangat bergantung pada penanganan dampak lingkungan, mitigasi kesenjangan sosial, serta keberhasilan transisi ke teknologi baru. Berikut adalah rincian tantangan tersebut:

  • Dampak Negatif terhadap Lingkungan: Risiko kerusakan ekosistem dan polusi yang memerlukan langkah reklamasi serta pengelolaan limbah secara ketat.
  • Potensi Kesenjangan Sosial: Kemungkinan munculnya ketimpangan ekonomi bagi masyarakat lokal jika distribusi keuntungan tidak dikelola secara adil.
  • Kebutuhan Transisi ke Teknologi Baru: Keharusan mengadopsi inovasi ramah lingkungan guna meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung keberlanjutan.

6. Kesimpulan

Usaha ekstraktif merupakan pilar ekonomi penting sebagai penyedia bahan baku utama bagi industri global. Keberlangsungannya sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola potensi alam secara efisien sekaligus menjawab tantangan lingkungan dan sosial guna menjaga stabilitas keuntungan.

Dikarenakan skala operasional yang luas dan berlintas industri, usaha-usaha dalam sektor berikut cenderung memilih untuk menerapkan sebuah sistem ERP. Salah satu contoh penyedia ternama sistem tersebut adalah ScaleOcean yang memberikan kesempatan uji coba sistemnya melalui tawaran demo gratis.

FAQ:

1. Apa saja contoh usaha ekstraktif?

1. Usaha Perikanan
2. Usaha Pertambangan
3. Usaha Pertanian dan Perkebunan
4. Usaha Peternakan
5. Usaha Pembuatan Garam

2. Apa yang dimaksud dengan usaha ekstraktif?

Usaha ekstraktif adalah segala kegiatan bisnis yang bergerak di dalam bidang pengelolaan sumber daya alam. Bisnis-bisnis dalam industri berikut cenderung memiliki jangka operasional panjang, dari pengambilan bahan baku hingga pengolahan dan pengelolaan di pabrik.

3. Apakah pertambangan termasuk usaha ekstraktif?

Iya, pertambangan merupakan salah satu contoh usaha ekstraktif. Bahkan, industri berikut cenderung membawa dampak signifikan ke ekonomi beberapa negara, termasuk juga Indonesia.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap