Pada era digital ini, online presence merupakan sebuah hal penting bagi setiap perusahaan. Hal ini lebih penting lagi perusahaan retail karena memungkinkan dan mempermudah pembangunan hubungan antara penjual dengan pembeli.
Salah satu cara yang sering di implementasi perusahaan dagang adalah dengan menjual barang dagangannya di marketplace. Online marketplace adalah sebuah platform pihak ketiga yang menghubungkan penjual dengan pembeli.
Keuntungan dari online marketplace adalah mudahnya untuk mencapai jumlah pelanggan yang besar dengan mudah. Namun, hal ini bukan berarti platform tersebut sama dengan toko online. Simak lebih lanjut artikel berikut untuk mengetahui perbedaan marketplace dan online shop!
- Marketplace Online adalah platform yang dirancang untuk menghubungkan penjual dengan pembeli demi menjalankan proses jual-beli.
- Marketplace terdiri dari beberapa jenis yakni, marketplace umum, marketplace khusus, marketplace B2B.
- Perbedaan marketplace dan online shop adalah biaya yang harus diberikan kepada penyedia platform marketplace dan kemampuan bisnis untuk melakukan penjualan dengan mandiri.
- Software e–commerce ScaleOcean adalah sistem terbaik yang dapat diimplementasi bisnis ritel untuk mengoptimalkan operasi penjualannya secara online.
1. Apa itu Marketplace Online?
Marketplace online atau lokapasar adalah sebuah platform digital yang menghubungkan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi penjualan dan pembelian secara daring. Istilah berikut juga sering dikenal sebagai lokapasar dan merupakan salah satu contoh ritel modern.
Aplikasi untuk integrasi marketplace menjadi alat penting bagi bisnis agar dapat mengelola banyak toko di berbagai lokapasar secara efisien. Banyak perusahaan cenderung melakukan penjualan melalui pihak ketiga karena platform marketplace menjadi tempat berkumpulnya calon pelanggan.
Hal ini memudahkan mereka untuk menjangkau lebih banyak konsumen yang ingin membeli barang secara daring. Pihak ketiga ini mendapatkan penghasilan melalui biaya administrasi dan mengambil potongan keuntungan dari penjualan produk atau jasa.
2. Jenis-jenis Marketplace Online
Dalam dunia e-commerce, marketplace online telah menjadi salah satu platform yang paling diminati oleh bisnis untuk menjual produk dan jasa mereka. Lokapasar memberikan kemudahan bagi penjual dan pembeli untuk bertemu dalam satu platform tanpa memerlukan toko fisik.
Dengan berbagai jenis lokapasar, pelaku bisnis perlu memahami perbedaan dan karakteristiknya untuk memilih platform yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah pembahasan jenis-jenis marketplace online berdasarkan model bisnis, fokus produk, manajemen, dan contohnya di Indonesia.
a. Marketplace Berdasarkan Model Bisnis
Marketplace B2C adalah platform di mana bisnis menjual produk atau jasa mereka langsung kepada konsumen, seperti yang dapat kita temui di Tokopedia, Shopee, atau Lazada. Pada model ini, perusahaan bertindak sebagai penjual yang menawarkan berbagai macam produk kepada pembeli individu.
Marketplace B2B memfasilitasi transaksi jual beli antara bisnis, seperti produsen dengan distributor atau grosir dengan pengecer. Model ini dirancang untuk transaksi dalam jumlah besar dengan penawaran harga grosir dan negosiasi, yang lebih umum ditemukan di platform seperti Alibaba atau Indotrading.
Marketplace ini sering menawarkan layanan khusus, seperti pengadaan barang dan sistem pemesanan dalam jumlah besar. Marketplace C2C memungkinkan individu untuk bertukar barang atau jasa satu sama lain.
Platform ini menyediakan ruang bagi pengguna untuk menjual barang bekas atau baru, seperti yang dapat kita temukan di OLX dan eBay. Marketplace model ini memungkinkan konsumen berperan sebagai penjual dan pembeli dalam waktu yang bersamaan.
b. Marketplace Berdasarkan Fokus
Marketplace horizontal menawarkan berbagai produk dari berbagai kategori yang tidak saling berhubungan. Contoh marketplace horizontal adalah Tokopedia, Amazon, dan Lazada.
Mereka menyediakan ruang bagi banyak penjual untuk menawarkan produk-produk dari berbagai sektor, seperti pakaian, elektronik, makanan, dan banyak lagi. Lokapasar ini sangat besar dan melayani pasar yang luas. Berbeda dengan marketplace horizontal, marketplace vertikal fokus pada kategori produk tertentu.
Mereka hanya menyediakan produk dari satu industri atau sektor tertentu, seperti kosmetik atau elektronik. Contoh marketplace vertikal adalah Sociolla untuk produk kecantikan dan Zalora untuk fashion. Lokapasar ini lebih terfokus dan memiliki audiens yang lebih spesifik.
c. Marketplace Berdasarkan Manajemen
Pada fully-managed marketplace, pemilik platform melakukan kontrol penuh terhadap seluruh proses transaksi yang terjadi. Mereka memastikan kualitas produk, verifikasi penjual, dan menjaga kepuasan pelanggan melalui kebijakan yang ketat.
Pemilik marketplace bertanggung jawab atas hampir semua aspek pengalaman berbelanja, seperti yang terlihat di platform seperti Tokopedia dan Bukalapak. Sementara itu, lightly-managed marketplace memberikan kontrol yang lebih sedikit kepada platform.
Pemilik lokapasar hanya mengawasi beberapa proses penting, seperti verifikasi identitas dan kebijakan pengembalian barang. Penjual masih memiliki kebebasan dalam mengelola toko mereka, namun ada pengawasan untuk memastikan kualitas transaksi, seperti yang ditemukan pada platform Blibli.
Di sisi lain, pada unmanaged marketplace, pemilik platform tidak melakukan kontrol kualitas terhadap barang yang dijual oleh penjual. Sebagai gantinya, penjual sepenuhnya bertanggung jawab atas produk yang mereka jual.
Kualitas produk tersebut sering kali dinilai dan dipengaruhi oleh umpan balik serta rating dari pelanggan. Contoh dari jenis ini adalah OLX, di mana penjual memiliki kontrol penuh atas penjualan mereka tanpa campur tangan dari platform.
3. Manfaat Marketplace Online
Marketplace online telah menjadi pilihan utama bagi banyak bisnis dalam memperluas jangkauan pasar dan mengelola transaksi. Selain memberikan kemudahan, lokapasar juga menawarkan sejumlah manfaat yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Berikut ini adalah beberapa manfaat utama dari menggunakan marketplace online. Marketplace dapat membantu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta menyederhanakan pengelolaan transaksi yang lebih efisien.
a. Memperluas Jangkauan Pasar
Marketplace memberikan peluang besar bagi penjual untuk memperluas pasar mereka secara signifikan. Tanpa batasan geografis, bisnis dapat dengan mudah menjangkau pelanggan di berbagai wilayah, baik lokal maupun internasional.
Hal ini hanya dengan memanfaatkan platform marketplace yang sudah ada, tanpa perlu investasi besar dalam infrastruktur fisik. Hal ini memungkinkan bisnis kecil untuk bersaing dengan pemain besar tanpa perlu membangun infrastruktur fisik atau mengeluarkan biaya tinggi.
Selain itu, lokapasar juga menawarkan visibilitas yang lebih tinggi berkat jumlah pengunjung yang besar. Platform populer seperti Tokopedia dan Shopee memiliki jutaan pengguna aktif setiap bulan, memberikan penjual kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak eksposur dan menarik pelanggan baru yang mungkin tidak dapat dijangkau dengan cara tradisional.
b. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan
Fitur ulasan dan rating di lokapasar membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk dan penjual. Banyak pembeli lebih merasa aman bertransaksi di platform yang sudah memiliki sistem umpan balik dan kualitas kontrol yang baik.
Hal ini memberi mereka keyakinan bahwa produk yang mereka beli akan sesuai dengan harapan dan mereka akan dilindungi oleh kebijakan pengembalian barang yang jelas. Dengan adanya perlindungan tersebut, pelanggan merasa lebih aman dalam bertransaksi.
Selain itu, lokapasar umumnya memiliki sistem keamanan yang canggih untuk melindungi data pribadi dan transaksi pembeli. Dengan reputasi yang sudah terbentuk, pembeli cenderung merasa lebih nyaman berbelanja di marketplace yang sudah dikenal, karena mereka tahu bahwa transaksi mereka akan terlindungi dan aman.
c. Pengelolaan Transaksi yang Mudah
Marketplace menyediakan infrastruktur yang sangat memudahkan pengelolaan transaksi, termasuk sistem pembayaran yang aman, pengiriman yang efisien, dan pelacakan produk. Penjual tidak perlu khawatir tentang logistik atau proses pembayaran, karena semua itu sudah disiapkan oleh platform.
Ini memungkinkan mereka untuk fokus pada aspek lain dari bisnis, seperti pengembangan produk dan pemasaran. Di samping itu, marketplace juga dilengkapi dengan fitur pencarian dan rekomendasi yang canggih, yang memudahkan produk untuk ditemukan oleh pembeli yang relevan.
Penjual dapat memanfaatkan data analitik yang disediakan oleh platform untuk menganalisis tren pasar dan perilaku konsumen. Dengan informasi ini, mereka dapat merancang strategi penjualan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan serta preferensi pasar.
4. Contoh Marketplace Online di Indonesia
Indonesia memiliki berbagai lokapasar yang telah menjadi platform utama bagi penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara online. Dengan semakin berkembangnya pengguna internet, platform-platform ini telah menjadi tempat yang sangat populer untuk melakukan jual beli.
Berdasarkan data dari World Bank, sekitar 69% penduduk Indonesia memiliki akses internet pada tahun 2023. Meskipun persentasenya tampak rendah, jumlah populasi Indonesia yang mencapai sekitar 282 juta orang menjadikan angka ini sangat signifikan.
Menurut Worldmeters, dengan jumlah pengguna internet yang besar, tentu saja lokapasar di Indonesia semakin berkembang pesat. Berikut adalah beberapa contoh marketplace online yang sukses di Indonesia.
a. Tokopedia
Tokopedia adalah salah satu lokapasar terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai produk dari berbagai kategori. Sejak didirikan pada 2009, Tokopedia telah berhasil menjangkau lebih dari 100 juta pengguna aktif setiap bulannya.
Marketplace ini menawarkan berbagai produk, mulai dari elektronik, pakaian, hingga kebutuhan sehari-hari. Tokopedia juga memiliki fitur yang memungkinkan pembeli untuk membeli barang secara langsung dari penjual dengan harga yang kompetitif.
Keunggulannya adalah kemudahan akses dan keberagaman produk yang ditawarkan, menjadikannya pilihan utama bagi banyak konsumen Indonesia. Selain itu, Tokopedia juga memiliki beberapa fitur menarik, seperti Tokopedia Salam yang menyediakan barang halal dan terverifikasi.
Fitur ini menambah kepercayaan pembeli dalam bertransaksi. Selain itu, Tokopedia Academy berperan dalam meningkatkan literasi digital bagi penjual dan pembeli, menjadikannya lebih dari sekadar marketplace, tetapi juga platform pendidikan digital di Indonesia.
b. Shopee
Shopee, yang mulai beroperasi pada 2015, kini menjadi salah satu marketplace terpopuler di Indonesia dengan lebih dari 157 juta kunjungan bulanan pada 2023. Platform ini dikenal dengan fitur social commerce, gamifikasi, dan penawaran menarik seperti flash sale dan gratis ongkir.
Shopee menawarkan berbagai produk, dari kebutuhan sehari-hari hingga elektronik, memudahkan konsumen menemukan apa yang mereka butuhkan. Shopee Live juga memungkinkan penjual untuk siaran langsung dan berinteraksi dengan pembeli, menciptakan pengalaman belanja yang lebih interaktif.
c. Bukalapak
Bukalapak, yang berdiri sejak 2010, awalnya difokuskan untuk mendigitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Marketplace ini kini telah berkembang menjadi platform besar yang menyediakan berbagai pilihan produk lokal dan internasional.
Bukalapak juga mencatatkan diri sebagai salah satu unicorn di Indonesia pada 2017 dan terus berkembang dengan jumlah pengunjung yang besar. Pada Januari-Maret 2023, Bukalapak tercatat memiliki 18,1 juta kunjungan per bulan.
Keunggulan Bukalapak adalah fokus pada produk lokal dan kemudahan bagi para pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka. Bukalapak terus berinovasi dengan program dan fitur baru, termasuk sistem pembayaran yang memudahkan transaksi bagi pembeli dan penjual.
d. Lazada
Lazada, bagian dari grup Alibaba, telah menjadi pemain besar di Indonesia dengan berbagai produk dari fashion, kecantikan, hingga elektronik. Fitur LazMall memungkinkan pelanggan membeli produk dari brand ternama dengan jaminan kualitas dan keaslian.
Lazada sering mengadakan program belanja besar seperti Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS), yang telah menjadi daya tarik bagi banyak konsumen. Dengan sistem logistik yang terintegrasi, Lazada mampu menawarkan pengiriman yang cepat dan efisien, meningkatkan kenyamanan berbelanja bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Untuk mengelola marketplace online dengan lebih efisien, Scale 360 dari ScaleOcean menawarkan solusi yang mengintegrasikan semua aspek operasional bisnis Anda dalam satu platform. Software ini mempermudah pengelolaan penjualan di berbagai marketplace besar dengan fitur manajemen persediaan, transaksi otomatis, dan analitik real-time.
Dilengkapi dengan kemampuan untuk mengelola stok dan pesanan secara efisien, software ini membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi kesalahan manusia. Vendor ini menawarkan demo gratis dan juga konsultasi gratis agar Anda dapat melihat bagaimana sistem ini dapat mendukung perkembangan marketplace.
5. Kelebihan Marketplace Online
Marketplace online menawarkan berbagai keuntungan bagi penjual yang ingin memasarkan produk mereka secara lebih efisien. Selain mengurangi beban operasional dan biaya yang biasanya terkait dengan pengelolaan toko online, marketplace juga menawarkan infrastruktur yang sudah terintegrasi, seperti sistem pembayaran dan pengiriman.
Hal ini memungkinkan penjual untuk fokus pada pengembangan produk, sementara platform mengelola aspek teknis dan logistik, serta memberikan akses ke pasar yang lebih luas. Berikut ini akan dibahas beberapa kelebihan utama yang membuat marketplace menjadi pilihan tepat bagi banyak bisnis, baik yang sudah besar maupun yang baru berkembang.
a. Mengurangi Biaya Operasional
Dengan menggunakan marketplace, penjual tidak perlu membangun dan mengelola platform mereka sendiri. Marketplace sudah menyediakan infrastruktur yang lengkap, mulai dari website hingga sistem pembayaran, sehingga penjual dapat fokus pada produk dan pemasaran.
Hal ini tentu mengurangi biaya operasional yang dikeluarkan untuk pengelolaan toko online secara mandiri. Selain itu, penjual juga tidak perlu khawatir tentang pengelolaan sistem keamanan atau pembaruan teknologi. Semua ini ditangani oleh penyedia platform, sehingga penjual dapat menghemat banyak waktu dan sumber daya.
b. Menyediakan Infrastruktur yang Lengkap
Marketplace menyediakan berbagai sistem yang memudahkan transaksi, seperti sistem pembayaran yang aman, manajemen inventaris, dan dukungan pengiriman. Semua elemen ini sudah terintegrasi dalam platform, sehingga penjual tidak perlu menyiapkan atau mengelola sistem sendiri.
Marketplace juga sering menyediakan fitur tambahan, seperti layanan pelanggan dan pengembalian barang, yang semakin mempermudah proses berjualan. Berkat infrastruktur lengkap ini, penjual dapat berfokus pada pengembangan produk dan strategi pemasaran, sementara proses teknis dan logistik sudah ditangani oleh platform marketplace.
c. Akses Pasar yang Lebih Luas
Marketplace membuka akses ke pasar yang jauh lebih besar tanpa memerlukan biaya promosi tinggi. Dengan jutaan pengguna yang sudah ada, produk penjual dapat langsung diakses oleh calon pembeli yang relevan, meningkatkan peluang penjualan.
Hal ini memungkinkan penjual untuk memperluas jangkauan pasar tanpa perlu mengeluarkan investasi besar dalam pemasaran atau iklan. Marketplace juga memungkinkan penjual untuk menjangkau pasar internasional, memperluas jangkauan produk mereka dengan lebih mudah.
Keuntungan ini sangat berharga bagi bisnis kecil yang ingin bersaing di pasar yang lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang tinggi. Marketplace menyediakan platform yang sudah dikenal, sehingga pembeli lebih percaya untuk melakukan transaksi.
6. Kekurangan Marketplace
Meskipun marketplace online menawarkan berbagai keuntungan, ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh penjual. Persaingan yang ketat dan ketergantungan pada platform bisa menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis.
Berikut ini akan dibahas beberapa kekurangan utama yang dihadapi penjual ketika menggunakan marketplace sebagai saluran distribusi utama. Kekurangan-kekurangan ini dapat mempengaruhi keuntungan dan pengelolaan bisnis, yang perlu diperhatikan oleh penjual untuk meraih kesuksesan.
a. Kompetisi yang Tinggi
Salah satu kekurangan utama yang dihadapi penjual di marketplace adalah persaingan yang sangat ketat. Karena banyaknya penjual yang menawarkan produk serupa, harga dan kualitas produk menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan.
Penjual harus terus beradaptasi dengan permintaan pasar yang berubah-ubah agar tetap relevan. Seringkali, untuk mempertahankan daya saing, mereka harus menurunkan harga, yang pada akhirnya dapat mengurangi margin keuntungan mereka.
Persaingan yang ketat ini juga membuat bisnis kecil sulit untuk berkembang. Mereka sering kali kesulitan menonjol di antara banyaknya penjual lainnya, terutama jika mereka tidak memiliki identitas atau keunggulan yang jelas di pasar.
b. Ketergantungan pada Platform
Ketergantungan pada platform marketplace juga menjadi salah satu kelemahan besar. Penjual harus mengikuti aturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh penyedia marketplace, yang bisa berubah sewaktu-waktu. Hal ini memberi penjual sedikit ruang untuk berinovasi atau menyesuaikan cara mereka berjualan sesuai dengan strategi mereka sendiri.
Selain itu, penjual tidak memiliki kontrol penuh atas basis pelanggan mereka, karena semua data pelanggan dikelola oleh platform. Ini berarti mereka kehilangan kesempatan untuk melakukan cross-selling atau membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan mereka, yang biasa terjadi jika mereka memiliki toko online independen.
7. Perbedaan Marketplace dan Online Shop
Kedua istilah berikut sering ditemukan dalam dunia e–commerce. Namun, banyak yang beranggapan bahwa keduanya sama. Tanggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, akan tetapi, terdapat sebuah perbedaan krusial antara marketplace dan toko online.
Seperti yang telah diketahui, marketplace online adalah sebuah platform penghubung antara penjual dan pembeli. Sedangkan, online shop adalah sebuah platform yang disusun oleh penjual untuk melakukan transaksi dengan pembeli. Perbedaan toko online dan offline dapat diketahui lebih lanjut di artikel sebelumnya.
Maka dari itu, toko online dijalankan secara independen oleh penjual, baik melalui media sosial atau website, sehingga tidak memerlukan biaya administrasi atau potongan untuk pihak ketiga. Walaupun begitu, online shop hanya akan sukses diterapkan apabila branding sebuah bisnis telah kuat dan ikonik.
8. Strategi Sukses Mengelola Marketplace
Untuk meraih kesuksesan dalam marketplace, penjual perlu mengimplementasikan strategi yang efektif dalam mengelola toko mereka. Beberapa aspek penting, seperti optimasi profil dan produk, membangun reputasi yang baik, serta manajemen stok dan pengiriman yang efisien, sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah toko di lokapasar.
Aspek-aspek ini tidak hanya membantu menarik perhatian pelanggan, tetapi juga meningkatkan potensi penjualan secara signifikan. Berikut ini adalah berbagai strategi yang dapat membantu penjual mencapai keberhasilan di lokapasar dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
a. Optimasi Profil dan Produk
Keberhasilan di lokapasar dimulai dengan profil yang jelas dan menarik. Gunakan foto produk berkualitas tinggi, deskripsi yang informatif, dan kata kunci relevan untuk meningkatkan visibilitas dan peluang penjualan.
Dengan profil dan produk yang teroptimasi, penjual dapat memperkuat daya tarik toko mereka dan membuatnya lebih menonjol di mata pembeli. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan pembeli dan mempermudah calon pelanggan dalam menemukan produk yang mereka cari.
b. Manajemen Reputasi
Membangun reputasi yang baik di lokapasar sangat penting, karena ulasan pelanggan mempengaruhi keputusan pembelian. Merespons ulasan dengan cepat, memberikan layanan berkualitas, dan menyelesaikan masalah dengan memuaskan akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat reputasi toko.
Penting juga untuk tetap konsisten dalam kualitas layanan dan produk yang ditawarkan. Dengan reputasi yang baik, penjual dapat menarik lebih banyak pelanggan dan membangun loyalitas jangka panjang.
c. Manajemen Stok dan Pengiriman
Sistem manajemen stok yang efisien adalah hal penting dalam menjalankan toko di marketplace. Penjual harus dapat mengelola stok dengan baik untuk menghindari kehabisan barang atau overstock yang dapat merugikan bisnis.
Menggunakan sistem manajemen stok yang terintegrasi dengan lokapasar akan membantu penjual memantau persediaan barang secara real-time, memastikan bahwa produk selalu tersedia saat dibutuhkan. Selain itu, pengiriman yang tepat waktu juga sangat penting dalam menjaga kepuasan pelanggan.
Penjual harus memastikan bahwa pesanan dikirim tepat waktu dan sesuai dengan yang dijanjikan. Memilih mitra pengiriman yang dapat diandalkan dan memiliki sistem pelacakan yang baik akan membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mengurangi potensi keluhan.
9. Kesimpulan
Penjualan melalui marketplace online merupakan sebuah tahapan penting dalam menjalankan bisnis dagang secara daring. Dengan adanya penerapan hal tersebut, perusahaan akan menjangkau pelanggan-pelanggan yang sebelumnya tidak mengetahui tentang produk bisnis.
Namun, tidak seperti online shop, perusahaan harus membayar biaya kepada penyedia platform. Walaupun begitu, proses penjualan e–commerce melalui metode apapun tetap perlu dilakukan dengan semaksimal mungkin.
Software e–commerce ScaleOcean merupakan suatu alat yang sangat efektif untuk di implementasi ke dalam proses transaksi. Sistem berikut dapat membantu dalam mengelola stok, serta mengoptimalkan harga dan volume pembelian secara otomatis. Maka dari itu, lakukanlah demo gratis Anda sekarang dan kembangkan lebih maju bisnis ritel Anda!
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan marketplace?
Marketplace adalah platform online yang mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa, tanpa pemilik platform memiliki stok barang sendiri.
2. Apa saja contoh marketplace?
Beberapa contoh marketplace populer di Indonesia adalah Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli, yang menawarkan berbagai produk dari berbagai penjual.
3. Apa perbedaan antara marketplace dan online shop?
Marketplace melibatkan banyak penjual dalam satu platform, sementara online shop hanya melibatkan satu penjual yang menjual produk dari brand mereka sendiri di situs pribadi atau toko online.
4. Bagaimana cara agar marketplace dilihat banyak orang?
Untuk meningkatkan visibilitas marketplace, optimalkan profil dan produk, gunakan kata kunci yang relevan, manfaatkan promosi dan iklan, serta aktif dalam interaksi dengan pelanggan untuk membangun reputasi yang baik.





