Di era bisnis digital yang terus berkembang, e-commerce telah menjadi pilar utama dalam proses transaksi penjualan. Dengan e-commerce, pelanggan dapat dengan mudah menjelajahi berbagai produk, melakukan pembelian, dan melakukan pembayaran secara elektronik.
Tentunya, hal tersebut juga mendorong perubahan signifikan dan membuka peluang bagi bisnis untuk mencapai pasar yang lebih luas. Dengan demikian, e commerce adalah pondasi bisnis di era digital yang telah memfasilitasi inovasi pengalaman belanja yang efisien dan menyenangkan bagi pembeli modern.
Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai pengertian e-commerce, serta berbagai aspek penting yang perlu Anda ketahui. Selain itu, kami juga akan menjelaskan perbedaan antara e-commerce dan marketplace, agar Anda dapat memberikan pelayanan yang tepat kepada konsumen.
- E-commerce adalah transaksi jual beli barang atau jasa secara online yang memungkinkan bisnis menjangkau pasar global tanpa batasan geografis.
- Perbedaan e-commerce dengan marketplace terletak pada kepemilikan platform dan kendali penjual atas pengalaman pelanggan.
- Keuntungan dari e-commerce adalah biaya operasional rendah, jangkauan pasar global, dan kemudahan transaksi kapanpun.
- Software e-commerce ScaleOcean menyediakan solusi terintegrasi untuk mengelola transaksi, inventaris, dan pemasaran secara efisien.
1. Apa itu e-Commerce?
E-commerce atau perdagangan elektronik adalah transaksi jual beli barang atau jasa yang dilakukan secara online melalui internet. Transaksi ini melibatkan pertukaran elektronik antara perusahaan, konsumen, dan masyarakat, dengan menggunakan platform seperti situs web, aplikasi, atau marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.
E-commerce meliputi transaksi B2B, B2C, dan C2C, yang memberikan efisiensi, jangkauan luas, dan kemudahan operasional bagi penjual. Namun, seperti halnya transaksi bisnis lainnya, e-commerce tetap memiliki tantangan, seperti masalah keamanan data dan kepercayaan antara penjual dan pembeli.
Di dunia yang semakin terhubung, e-commerce telah menjadi bagian integral dari bisnis modern. Tidak hanya sekedar proses jual beli, e-commerce juga melibatkan pengelolaan inventaris, pengiriman, logistik, pembayaran elektronik, dan layanan pelanggan yang lebih efisien.
E-commerce menggunakan aplikasi integrasi marketplace online untuk menyatukan berbagai platform, memudahkan akses ke sistem logistik, dan mendukung pengiriman barang yang efisien. Teknologi terkini mempercepat pengelolaan transaksi dan logistik dengan sistem terintegrasi, memastikan kelancaran proses bisnis.
2. Perbedaan e-Commerce dan Marketplace
Di era digital saat ini, istilah e-commerce dan marketplace sering kali digunakan secara bergantian. Namun, meskipun keduanya berfungsi untuk memfasilitasi transaksi jual beli online, keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam konsep dan cara kerja.
Penting bagi para pebisnis untuk memahami perbedaan ini agar dapat memilih model yang tepat untuk mengoptimalkan strategi penjualan mereka. Segmen ini akan membahas perbedaan antara e-commerce dan marketplace dalam aspek konsep, kepemilikan platform, serta pengelolaan produk dan interaksi pembeli.
a. Konsep dan Tujuan
E-commerce adalah platform online yang dimiliki dan dikelola oleh satu entitas, baik itu perusahaan besar maupun individu. Tujuan utama dari e-commerce adalah untuk memberikan pengalaman berbelanja yang konsisten, dengan penekanan pada identitas merek dan pengelolaan produk secara langsung.
E-commerce memungkinkan penjual untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan memberikan pengalaman yang lebih personal melalui strategi penjualan yang terintegrasi. Sementara itu, marketplace adalah platform yang memungkinkan banyak penjual untuk menjual produk mereka dalam satu tempat.
Konsep utama marketplace adalah menyediakan berbagai pilihan produk dari berbagai penjual, yang memberi keuntungan bagi pembeli dalam hal variasi dan harga. Marketplace memfasilitasi transaksi, tetapi penjual tidak memiliki kendali penuh atas pengalaman pelanggan karena bertindak sebagai perantara.
b. Kepemilikan Platform
Dalam e-commerce, platform dimiliki dan dikelola oleh satu entitas atau perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas operasionalnya. Ini memberikan penjual kebebasan untuk mengelola harga, produk, serta pengalaman pengguna secara menyeluruh, sesuai dengan visi dan tujuan perusahaan.
Dengan ERP software e-commerce, penjual dapat mengontrol inventaris, melakukan pembaruan harga, serta mengoptimalkan proses operasional yang lebih efisien. Sebaliknya, di marketplace, platform dimiliki oleh perusahaan pihak ketiga yang mengatur bagaimana transaksi dilakukan antara penjual dan pembeli.
Penjual hanya memiliki akses terbatas untuk mengelola produk dan harga, sementara kontrol atas aspek lain seperti branding dan pengalaman pengguna sepenuhnya berada di tangan pemilik marketplace. Hal ini dapat membatasi fleksibilitas dalam strategi penjualan dan pengelolaan merek.
c. Pengelolaan Produk dan Pembeli
Dalam model e-commerce, penjual memiliki kendali penuh atas pengelolaan produk dan interaksi dengan pembeli. Dengan menggunakan ERP software e-commerce, penjual dapat mengelola produk secara efisien, mengatur harga dinamis, dan memantau inventaris serta transaksi secara real-time.
Ini memberikan kebebasan dalam mengatur strategi penjualan, penawaran khusus, serta pengalaman pelanggan yang lebih terarah. Di marketplace, pengelolaan produk dan interaksi dengan pembeli lebih terbatas. Penjual tidak dapat memodifikasi banyak aspek platform, seperti desain atau pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Marketplace meningkatkan visibilitas produk, tetapi penjual harus bersaing dengan banyak pihak, membuat strategi pemasaran dan pengelolaan produk lebih menantang. Pembeli juga lebih fokus pada produk yang ditawarkan, bukan merek, sehingga pengelolaan hubungan pelanggan menjadi lebih sulit.
3. Perkembangan e-Commerce di Indonesia
Industri e-commerce Indonesia berkembang pesat, masuk dalam 10 besar negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada 2018, e-commerce Indonesia tumbuh 78%, didorong oleh pembelian tiket, hotel, pakaian, sepatu, dan kosmetik, menjadikannya sektor yang semakin penting dalam bisnis.
Pascapandemi, sektor e-commerce Indonesia mengalami lonjakan tajam. Pada 2020, transaksi bisnis online meningkat 33%, dari 253 triliun rupiah menjadi 337 triliun rupiah. Laporan Google, Bain, dan Temasek menunjukkan peningkatan waktu akses platform e-commerce menjadi lebih dari 47 jam per minggu, didorong oleh penggunaan smartphone dan fintech.
Prospek e-commerce di Indonesia sangat cerah, dengan pertumbuhan yang dipicu oleh teknologi, kemudahan akses, serta dukungan dari sektor fintech dan digital banking. E-commerce kini menjadi bagian tak terpisahkan dari transformasi digital yang mempercepat pertumbuhan bisnis di seluruh Indonesia.
Baca juga: Manfaat Integrasi POS dan E-Commerce bagi Bisnis Anda
4. Keuntungan e-Commerce untuk Bisnis
E-commerce menawarkan berbagai keuntungan yang menjadikannya pilihan utama bagi bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan proses transaksi. Dibandingkan dengan bisnis konvensional, e-commerce menawarkan keuntungan dalam mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.
Selain itu, e-commerce memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar secara signifikan dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa keuntungan utama e-commerce dalam bisnis.
a. Biaya Operasional Rendah
Salah satu keuntungan terbesar dari e-commerce adalah biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan bisnis fisik. Dengan e-commerce, bisnis tidak perlu menyewa toko fisik atau mengelola inventaris secara langsung.
Proses otomatisasi dalam e-commerce, seperti penggunaan ERP software e-commerce untuk pengelolaan inventaris dan transaksi pembelian, memungkinkan penghematan biaya administrasi dan pengurangan beban operasional. Hal ini membantu bisnis untuk menawarkan produk dengan harga yang lebih kompetitif, serta meningkatkan profitabilitas.
b. Transaksi Tak Terbatas
E-commerce memungkinkan transaksi dilakukan kapan saja dan di mana saja, memberikan fleksibilitas tinggi bagi konsumen. Dengan adanya platform e-commerce yang dapat diakses 24/7, pembeli memiliki kebebasan untuk melakukan transaksi pembelian sesuai dengan jadwal mereka.
Fleksibilitas ini meningkatkan kenyamanan belanja bagi konsumen, karena mereka dapat berbelanja kapan saja tanpa batasan waktu. Selain itu, hal ini juga memperluas jangkauan pasar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan volume penjualan dan pendapatan bisnis.
c. Peningkatan Efisiensi Bisnis
E-commerce meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi berbagai proses, termasuk pengelolaan inventaris, pembayaran, dan pengiriman. Dengan memanfaatkan ERP software e-commerce, bisnis dapat mengurangi risiko kesalahan manusia dan mempercepat proses transaksi.
Hal ini memungkinkan penggunaan sumber daya internal yang lebih efektif dan efisien dalam mengelola operasional bisnis. Ini juga memungkinkan perusahaan untuk fokus pada strategi pemasaran dan pengembangan produk yang lebih efisien.
d. Aksesibilitas Global
Salah satu keuntungan utama e-commerce adalah kemampuannya untuk menjangkau pasar global tanpa batasan geografis. Dengan platform e-commerce, bisnis dapat menarik pelanggan dari seluruh dunia tanpa perlu membangun toko fisik di setiap lokasi.
Hal ini membuka peluang bagi bisnis untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan potensi penjualan internasional. Dengan dukungan strategi pemasaran yang dapat disesuaikan, bisnis dapat menargetkan audiens global dengan lebih efektif.
Menurut Forbes, pasar e‑commerce global diperkirakan tumbuh dari US$5,8 triliun pada 2023 menjadi US$6,3 triliun pada 2024, memperkuat kemampuan platform e‑commerce untuk menjangkau pasar global. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi bisnis untuk meningkatkan penjualan internasional dengan strategi pemasaran yang tepat.
e. Efektivitas Pemasaran
E-commerce menawarkan berbagai alat pemasaran digital yang dapat membantu bisnis menjangkau audiens yang lebih tepat dan relevan. Melalui iklan online, email marketing, dan media sosial, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas merek mereka.
Ini membantu mempengaruhi keputusan transaksi pembelian dan menarik lebih banyak pelanggan potensial. Dengan strategi pemasaran yang lebih terfokus, bisnis dapat meningkatkan konversi penjualan secara lebih efektif dan efisien.
f. Analisis Data
Platform e-commerce dilengkapi dengan alat analisis yang memungkinkan bisnis untuk memantau dan menganalisis perilaku pelanggan. Alat ini juga membantu dalam memantau tren penjualan dan kinerja produk secara real-time.
Dengan menggunakan data ini, bisnis dapat memahami kebutuhan pelanggan dengan lebih baik dan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan produk dan layanan. Analisis data yang tepat dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan merumuskan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
g. Peningkatan Pengalaman Pelanggan
E-commerce memungkinkan perusahaan untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih personal kepada pelanggan. Dengan fitur seperti rekomendasi produk yang dipersonalisasi dan sistem pembayaran yang mudah, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Hal ini juga membantu dalam membangun loyalitas pelanggan yang lebih kuat, mendorong hubungan jangka panjang. Peningkatan pengalaman pelanggan ini juga dapat menghasilkan ulasan positif dan meningkatkan loyalitas, yang berkontribusi pada pertumbuhan bisnis jangka panjang.
5. Tantangan e-Commerce
Meskipun e-commerce menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, baik dari sisi keamanan maupun pengalaman pembeli. Dua masalah utama yang sering muncul adalah risiko penipuan dan kebocoran data pribadi, serta keterbatasan bagi pembeli untuk melihat dan menyentuh barang sebelum membeli.
a. Keamanan
Salah satu tantangan utama dalam e-commerce adalah keamanan. Risiko penipuan dan kebocoran data pribadi menjadi perhatian utama baik bagi konsumen maupun penyedia platform. Untuk mengurangi risiko ini, platform e-commerce perlu menggunakan sistem keamanan yang kuat.
Salah satu contohnya adalah HTTPS (HyperText Transfer Protocol Secure), yang memastikan bahwa data yang dikirimkan antara pengguna dan situs web terlindungi dengan baik. Penggunaan sistem keamanan yang tepat tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga membangun kepercayaan yang lebih besar terhadap platform e-commerce tersebut.
b. Pembeli
Tantangan lainnya adalah pengalaman pembeli yang terbatas dalam melihat atau menyentuh barang sebelum melakukan pembelian. Berbeda dengan belanja di toko fisik, konsumen tidak bisa memeriksa kualitas fisik produk secara langsung.
Hal ini sering kali menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi barang, terutama untuk produk yang memiliki spesifikasi atau kualitas yang sulit diukur melalui gambar saja. Meskipun banyak platform menawarkan fitur-fitur seperti review pelanggan dan garansi, kekhawatiran ini tetap menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pebisnis, software e-commerce ScaleOcean hadir dengan solusi software yang menyeluruh. Dengan integrasi omnichannel, manajemen pesanan otomatis, dan pemantauan persediaan real-time, vendor ini mengoptimalkan operasional dan pengalaman pelanggan e-commerce.
Sistem ini juga dilengkapi dengan keamanan tingkat tinggi untuk melindungi data pribadi dan transaksi, serta mendukung berbagai metode pembayaran. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis untuk mengetahui bagaimana software ini dapat mengubah cara Anda menjalankan e-commerce!
6. Jenis-Jenis e-Commerce
E-commerce telah berkembang menjadi sektor penting dalam perekonomian digital global. Berbagai model bisnis dalam e-commerce menawarkan cara yang berbeda dalam melakukan transaksi.
Ini mencakup transaksi antara perusahaan dan konsumen, antar perusahaan, serta antar konsumen itu sendiri. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis e-commerce yang umum ditemui.
a. Business to Consumer (B2C)
Business to Consumer (B2C) adalah model e-commerce di mana perusahaan menjual langsung kepada konsumen akhir, seperti toko online yang menjual pakaian, elektronik, atau tiket. Model ini bergantung pada strategi pemasaran untuk menjangkau konsumen dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Dalam model B2C, penjual biasanya memiliki kendali penuh atas pengalaman pelanggan, mulai dari desain situs web hingga pengaturan harga dan promosi. Proses transaksi pembelian berlangsung langsung di platform perusahaan, dengan dukungan sistem pembayaran yang memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi kapan saja.
b. Business to Business (B2B)
Business to Business (B2B) melibatkan transaksi antara dua perusahaan, seperti pemasok yang menjual produk atau layanan kepada pabrik atau distributor. Model ini biasanya digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar atau produk yang diperlukan dalam proses produksi.
B2B sangat bergantung pada efisiensi operasional dan penggunaan ERP software e-commerce untuk memanage pengadaan, inventaris, dan transaksi. Metode ini sering kali menjalin hubungan jangka panjang dengan pemasok atau pelanggan, yang memfasilitasi transaksi berulang.
Transaksi dalam model ini lebih kompleks dibandingkan B2C, melibatkan negosiasi harga dan ketentuan pembayaran yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Model ini juga menguntungkan dalam hal stabilitas pasokan dan biaya yang lebih rendah dalam pembelian massal.
c. Consumer to Consumer (C2C)
Consumer to Consumer (C2C) adalah model e-commerce di mana transaksi terjadi antara konsumen, biasanya melalui platform marketplace online. Dalam model ini, konsumen dapat menjual barang bekas atau barang baru kepada konsumen lainnya, sering kali dengan harga yang lebih kompetitif.
Platform C2C memfasilitasi transaksi antara pembeli dan penjual dengan menyediakan ruang untuk iklan produk, pembayaran, dan pengiriman barang. Sistem strategi pemasaran di C2C lebih mengandalkan ulasan konsumen dan pembentukan loyalitas melalui kepercayaan yang dibangun antar pengguna platform.
d. Consumer to Business (C2B)
Consumer to Business (C2B) adalah model yang memungkinkan individu menjual produk atau layanan mereka kepada perusahaan. Sebagai contoh, seorang desainer grafis yang menawarkan jasa pembuatan logo kepada perusahaan retail atau seorang influencer yang menjual jasa promosi ke merek tertentu.
Model C2B sering melibatkan platform freelance, di mana individu dapat menawarkan keahlian mereka untuk diakses oleh perusahaan yang membutuhkan. Dalam hal ini, strategi pemasaran sangat bergantung pada kualitas layanan atau produk yang ditawarkan oleh konsumen kepada perusahaan.
e. Business to Administration (B2A)
Business to Administration (B2A) melibatkan transaksi antara perusahaan dan sektor publik atau pemerintah. Biasanya, transaksi ini berkaitan dengan penyediaan produk atau layanan untuk keperluan administrasi pemerintah, seperti pembuatan aplikasi atau penyediaan perangkat keras.
Contoh B2A dapat mencakup penyediaan layanan pengembangan perangkat lunak untuk sistem manajemen pemerintahan atau penyediaan infrastruktur teknologi untuk lembaga pemerintah. Ini melibatkan pengelolaan proses yang lebih formal dan ketat, dengan fokus pada efisiensi dan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah.
f. Consumer to Administration (C2A)
Consumer to Administration (C2A) adalah model e-commerce yang memungkinkan individu untuk melakukan transaksi dengan lembaga pemerintah. Transaksi ini biasanya berkaitan dengan pembayaran pajak atau pengajuan aplikasi pemerintah secara online.
C2A lebih jarang ditemui di Indonesia, namun semakin banyak pemerintah yang mengadopsi platform digital untuk memfasilitasi transaksi seperti pelaporan pajak atau pembayaran retribusi daerah secara online. Model ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berinteraksi dengan pemerintah secara lebih efisien dan transparan.
7. Contoh e-Commerce di Indonesia
Indonesia merupakan pasar digital yang berkembang pesat, dengan banyak platform e-commerce yang memenuhi kebutuhan konsumen dan bisnis. Berikut ini adalah contoh platform e-commerce yang populer di Indonesia.
a. Tokopedia
Tokopedia adalah salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia yang menerapkan model B2C dan C2C. Sejak didirikan pada 2009, Tokopedia telah berkembang menjadi pasar digital utama yang menghubungkan jutaan penjual dengan konsumen di seluruh Indonesia.
Tokopedia menawarkan berbagai produk, seperti elektronik, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari, memudahkan konsumen berbelanja secara online. Platform ini juga menyediakan kemudahan bagi penjual kecil dan menengah untuk memasarkan produk mereka dengan fitur-fitur yang mudah digunakan.
Selain itu, platform ini menawarkan berbagai metode pembayaran yang memudahkan proses transaksi bagi pembeli dan penjual. Tokopedia menjadi contoh utama bagaimana e-commerce dapat memberdayakan berbagai kalangan untuk berjualan secara online.
b. Bukalapak
Bukalapak, yang didirikan pada 2010, adalah platform e-commerce Indonesia yang memfokuskan diri pada pemberdayaan UMKM. Seperti Tokopedia, Bukalapak menggunakan model B2C dan C2C, memungkinkan individu dan bisnis untuk menjual produk mereka kepada konsumen.
Bukalapak mendukung UMKM untuk go online dan memperluas jangkauan pasar mereka melalui platform yang mudah diakses. Selain itu, Bukalapak juga menawarkan fitur-fitur seperti loyalitas pengguna dan metode pembayaran yang praktis untuk meningkatkan kenyamanan transaksi.
Platform ini juga aktif menyediakan layanan keuangan melalui fitur fintech, memperkuat integrasi sektor keuangan dengan e-commerce di Indonesia. Dengan berbagai pilihan produk, Bukalapak telah menjadi salah satu platform belanja online favorit di Indonesia.
c. Blibli
Blibli adalah platform e-commerce yang memfokuskan diri pada model B2C dan menawarkan pengalaman belanja premium bagi konsumen. Didirikan pada 2011, Blibli menawarkan berbagai produk dari merek ternama, termasuk elektronik, kebutuhan rumah tangga, dan tiket.
Platform ini juga menyediakan voucher untuk berbagai keperluan, memberikan kemudahan bagi konsumen. Blibli terkenal dengan layanan pelanggan yang baik dan kualitas produk yang terjamin.
Blibli bekerja sama dengan berbagai merek untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan produk yang autentik dan berkualitas. Selain itu, Blibli juga terus mengembangkan berbagai program strategi pemasaran untuk memperkuat posisinya di pasar Indonesia.
d. Shopee Indonesia
Shopee Indonesia adalah platform e-commerce yang sangat populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Diluncurkan pada 2015, Shopee menyediakan platform B2C dan C2C yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual beragam produk, mulai dari pakaian hingga elektronik.
Platform ini memudahkan transaksi antara pembeli dan penjual dengan fitur yang mudah digunakan. Fitur seperti gratis ongkir, flash sale, dan Shopee Live membuat pengalaman belanja di Shopee semakin menarik bagi konsumen.
Shopee juga memanfaatkan strategi pemasaran yang agresif dengan berbagai promosi dan kampanye yang menarik banyak pengguna, baik di Indonesia maupun di pasar internasional. Shopee telah menjadi salah satu aplikasi belanja online paling banyak diunduh di Indonesia.
e. Lazada Indonesia
Lazada Indonesia, yang merupakan bagian dari grup Alibaba, adalah platform e-commerce yang sukses di Indonesia sejak diluncurkan pada 2012. Laman ini menawarkan berbagai kategori produk, mulai dari fashion, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga.
Dengan fitur seperti LazMall yang menawarkan produk dari merek resmi, Lazada berusaha memberikan pengalaman belanja yang aman dan menyenangkan. Platform ini memastikan kualitas produk yang dijual dan menjaga kepercayaan konsumen.
Selain itu, Lazada terus memperkenalkan berbagai program promosi dan diskon untuk menarik konsumen. Sebagai salah satu pemain utama di industri e-commerce Indonesia, Lazada tetap berfokus pada loyalitas pelanggan dan terus memperluas jangkauan pasarnya.
8. Sistem Pembayaran e-Commerce di Indonesia
Perkembangan digitalisasi di Indonesia semakin mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai, termasuk dalam sektor e-commerce. Dengan dukungan dari kebijakan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) dari Bank Indonesia, sistem pembayaran digital semakin berkembang pesat.
BSPI 2025 bertujuan untuk mendorong inklusi keuangan dan memperkuat sistem pembayaran digital melalui berbagai inovasi, termasuk penggunaan open banking yang memudahkan transaksi online. Beberapa metode pembayaran yang kini banyak digunakan dalam e-commerce Indonesia antara lain.
a. Dompet Digital (E-Wallet)
Dompet digital atau e-wallet telah menjadi metode pembayaran yang sangat populer di Indonesia. Pengguna dapat menyimpan uang secara digital dan melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja, baik untuk pembayaran di e-commerce, merchant offline, atau bahkan untuk layanan transportasi.
Banyak platform e-commerce kini mengintegrasikan dompet digital seperti OVO, GoPay, dan DANA, memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan praktis. E-wallet juga sering kali menawarkan kemudahan seperti cashback, promo, dan transaksi tanpa kontak, yang semakin menarik perhatian konsumen.
Beberapa layanan juga memungkinkan pengguna untuk melakukan top-up secara otomatis, sehingga saldo selalu terisi tanpa perlu repot mengisi ulang. Hal ini menambah kenyamanan bagi pengguna yang ingin bertransaksi di platform e-commerce tanpa khawatir kehabisan saldo saat berbelanja.
b. QRIS
QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) adalah teknologi pembayaran yang memungkinkan transaksi dengan menggunakan kode QR. Dengan QRIS, konsumen dapat melakukan pembayaran secara cashless, baik untuk transaksi di toko online maupun merchant offline.
Keunggulan QRIS adalah keseragamannya, yang memungkinkan penggunaan satu kode QR untuk berbagai platform pembayaran. QRIS dibagi menjadi dua jenis, yaitu QRIS MPM Statis dan QRIS MPM Dinamis.
QRIS MPM Statis memungkinkan merchant untuk menunjukkan kode QR yang kemudian dipindai oleh pelanggan untuk melakukan pembayaran. Sementara itu, QRIS MPM Dinamis dikeluarkan oleh mesin merchant, sudah memuat nominal transaksi, dan hanya berlaku untuk satu kali pembayaran.
c. Virtual Account
Virtual Account adalah nomor rekening yang dibuat secara virtual dan digunakan untuk transaksi pembayaran di e-commerce. Setiap transaksi menggunakan virtual account akan diberikan nomor ID unik, yang berbeda-beda untuk setiap pembayaran.
Bank Indonesia mempermudah sistem ini dengan produk BRIVA, yang memungkinkan konsumen melakukan pembayaran menggunakan nomor rekening virtual untuk transaksi online. Fitur ini memberikan kemudahan dan keamanan bagi pengguna saat berbelanja di platform e-commerce.
Virtual Account memberikan kemudahan dalam sistem pembayaran karena nomor ID yang digunakan hanya berlaku sekali, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pembayaran. Produk ini banyak digunakan oleh platform e-commerce untuk memudahkan transaksi dan memberikan pengalaman yang lebih aman bagi konsumen.
d. Direct Debit
Direct Debit memungkinkan bank menarik dana langsung dari rekening konsumen untuk pembayaran transaksi di e-commerce. Nasabah yang menghubungkan kartu debit mereka dapat membayar otomatis tanpa perlu memasukkan informasi pembayaran setiap kali.
Direct Debit memberi kenyamanan bagi konsumen yang ingin menghindari proses memasukkan informasi pembayaran berulang kali. Sistem ini juga meningkatkan efisiensi transaksi, serta menjamin keamanan dengan penggunaan one time password (OTP) untuk setiap pembayaran yang dilakukan.
9. Kesimpulan
E-commerce telah menjadi pilar penting dalam dunia bisnis digital, menawarkan berbagai keuntungan seperti efisiensi, jangkauan global, dan kemudahan transaksi. Meski ada tantangan keamanan dan pengalaman pembeli, platform aman dan fitur inovatif dapat mengatasi hambatan ini, menjadikan e-commerce solusi ideal bagi bisnis.
Software e-commerce ScaleOcean menawarkan solusi lengkap untuk mengatasi tantangan operasional dalam e-commerce, dengan fitur-fitur unggulan yang meningkatkan efisiensi dan keamanan. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis, Anda dapat langsung merasakan manfaatnya untuk bisnis Anda.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan e-commerce?
E-commerce adalah transaksi jual beli barang atau jasa secara online, yang melibatkan pertukaran elektronik antara penjual dan pembeli melalui platform seperti situs web atau aplikasi.
2. Apa saja contoh e-commerce?
Contoh e-commerce termasuk platform seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, dan Lazada yang menyediakan layanan jual beli produk secara online.
3. Apa saja 7 jenis e-commerce?
Tujuh jenis e-commerce meliputi, Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B), Consumer to Consumer (C2C), Consumer to Business (C2B), Business to Administration (B2A), Consumer to Administration (C2A), dan Business to Employee (B2E).
4. Apa keuntungan e-commerce?
Keuntungan e-commerce antara lain biaya operasional rendah, jangkauan pasar global, transaksi tak terbatas waktu, efisiensi operasional, akses ke data konsumen, serta peningkatan pengalaman pelanggan melalui kemudahan belanja online.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us


