Apa itu Tender? Ini Pengertian, Fungsi, Syarat, dan Jenisnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Proses tender sering kali menjadi tantangan bagi perusahaan yang ingin memastikan bahwa pengadaan mereka berjalan lancar. Banyak bisnis mengalami kesulitan dalam memilih penyedia yang tepat karena kurangnya transparansi, harga yang tidak kompetitif, atau kualitas yang tidak sesuai harapan.

Kesalahan dalam memilih penyedia dapat memperlambat progres procurement dan meningkatkan biaya tak terduga. Untuk menghindari masalah tersebut, penting bagi perusahaan untuk memahami secara mendalam apa itu tender. Dengan mengetahui proses berikut, perusahaan dapat memilih pemasok yang menawarkan harga kompetitif dengan kualitas sesuai standar.

Dalam artikel ini, pembaca akan menemukan informasi mengenai arti tender, fungsi, syarat, dan jenis-jenisnya yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memperlancar proses pengadaan barang atau jasa, serta membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam memilih penyedia layanan.

starsKey Takeaways
  • Tender adalah tawaran resmi dari organisasi untuk mengundang pemasok mengajukan penawaran harga dan solusi dalam penyediaan barang, atau jasa.
  • Fungsi tender: Menemukan penawaran terbaik, memastikan keadilan dan transparansi, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan operasional perusahaan.
  • Proses tender melibatkan pengumuman kebutuhan, pendaftaran dokumen, penjelasan tender, pengajuan penawaran, evaluasi, pengumuman pemenang, dan penandatanganan kontrak.
  • Software Purchasing ScaleOcean mengotomatisasi proses tender dan pengadaan, mempercepat alur kerja, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan penawaran.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Tender?

Tender adalah proses seleksi resmi dan terbuka untuk memilih penyedia barang, jasa, atau pekerjaan konstruksi dengan mengundang penawaran dari berbagai pihak (vendor) yang memenuhi syarat. Tender sering kali diatur oleh regulasi ketat untuk memastikan transparansi dan keadilan, terutama dalam proyek-proyek pemerintah.

Tujuan tender adalah untuk memperoleh penawaran yang paling kompetitif dalam hal harga, kesesuaian, dan kualitas, dan sering diterapkan oleh sektor swasta maupun pemerintah. Selama proses ini berlangsung, evaluasi dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa penawaran yang diterima memenuhi persyaratan teknis dan anggaran.

Setelah semua tender offer diterima, pihak penyelenggara akan menilai setiap proposal berdasarkan kriteria yang relevan. Proses ini tidak hanya melibatkan penawaran harga, tetapi juga kualitas, kemampuan teknis, dan keandalan dari penyedia barang atau jasa tersebut.

2. Apa Tujuan dan Fungsi Tender?

Fungsi utama tender adalah mendapatkan penawaran terbaik dari segi harga, kualitas, dan kesesuaian, dengan regulasi yang ketat untuk memastikan transparansi, keadilan, dan efisiensi, terutama dalam pengadaan pemerintah.

Untuk memahami fungsi dan tujuan tender proyek secara lebih mendalam, penting merujuk pada Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Berdasarkan peraturan tersebut, berikut adalah tujuan utama dari proses tender dalam suatu proyek:

  • Mendorong Peran Pelaku Usaha Nasional: Tender membantu mendorong peran pelaku usaha berskala nasional untuk berkompetisi, memungkinkan mereka mendapatkan proyek yang sesuai dengan kapabilitas mereka.
  • Mendukung Pengembangan Bisnis Mikro dan Kecil: Tender memberikan peluang kepada usaha mikro dan kecil untuk terlibat dalam pengadaan barang/jasa, mendukung pengembangan usaha dengan memberi akses kepada proyek besar.
  • Menunjang Pemakaian Produk Lokal: Tender mendukung pemakaian produk lokal atau dalam negeri, memastikan bahwa pengadaan barang/jasa memberikan manfaat ekonomi domestik dan memperkuat industri lokal.
  • Membangkitkan Kerja Sama dalam Industri Kreatif: Proses tender dapat menciptakan peluang kerja sama dalam industri kreatif, mendorong inovasi dan kolaborasi antara penyedia barang/jasa dan klien.
  • Menghasilkan Pengadaan dengan Uang Negara: Tender bertujuan untuk menghasilkan barang/jasa yang dibiayai dengan uang negara, memastikan bahwa anggaran publik digunakan secara transparan dan efisien.
  • Membangun Pengadaan Berkelanjutan: Proses tender mendukung pengadaan yang berkelanjutan dengan memilih produk atau jasa yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan jangka panjang.
  • Akselerasi Pemerataan Ekonomi: Melalui tender, diharapkan dapat mempercepat pemerataan ekonomi dan memperluas usaha dengan memberi peluang kepada berbagai skala usaha untuk terlibat dalam pengadaan proyek.

3. Tahapan dalam Proses Tender

Tahapan dalam Proses Tender

Proses tender dari awal sampai akhir melibatkan beberapa tahapan, yaitu penyusunan dokumen oleh pemilik, sosialisasi dokumen kepada vendor, pengajuan penawaran, evaluasi penawaran berdasarkan kualitas dan harga, klarifikasi atau negosiasi, pengumuman pemenang, dan implementasi kontrak oleh vendor terpilih.

Berikut adalah tahapan proses tender:

a. Persiapan Dokumen Tender

Pertama, pemberi kerja wajib menyusun dokumen tender yang mencakup informasi terkait kebutuhan, spesifikasi, persyaratan, dan kriteria penilaian yang akan diterapkan dalam proses tender. Dokumen tersebut harus disiapkan secara jelas, lengkap, dan tepat agar tidak menimbulkan kebingungannya atau keberatan dari penyedia.

b. Pengumuman Tender

Selanjutnya, tender harus diumumkan melalui media yang sesuai dengan ketentuan hukum, mencantumkan informasi penting seperti nama pemberi kerja, ruang lingkup pekerjaan, waktu pengambilan dokumen, batas waktu penyerahan penawaran, dan waktu pembukaan.

Selain itu, pengumuman juga mencakup detail barang/jasa, spesifikasi, serta persyaratan bagi calon peserta.

c. Pendaftaran dan Pengunduhan Dokumen

Setelah pengumuman, vendor yang tertarik dapat mendaftar dan mengunduh dokumen. Dokumen ini berisi informasi lebih rinci mengenai spesifikasi teknis, syarat, dan ketentuan lainnya yang perlu dipahami sebelum mengajukan penawaran.

d. Penjelasan Tender (Aanwijzing)

Tahap berikutnya adalah penjelasan tender, di mana penyelenggara mengadakan sesi tanya jawab dengan peserta. Ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai spesifikasi dan persyaratan, serta memberikan kesempatan untuk klarifikasi.

Setelah sesi penjelasan, atau dikenal sebagai aanwijzing, peserta dapat mengajukan pertanyaan untuk memahami lebih lanjut tentang persyaratan. Proses ini penting untuk memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai pesanan yang diajukan.

e. Penerimaan Penawaran

Setelah pengumuman diterbitkan, perusahaan akan menerima dokumen tender dari penyedia yang sudah masuk daftar pendek (shortlist) maupun dari publik. Semua dokumen yang masuk harus mengikuti format yang telah ditentukan agar dapat divalidasi dengan tepat.

Secara umum, peserta akan mengunggah dokumen penawaran yang mencakup tiga aspek utama:

  • Administrasi: Bukti legalitas seperti NIB, SIUP, dan NPWP.
  • Teknis: Penjelasan metode kerja, jadwal proyek, serta kesiapan tenaga ahli dan peralatan
  • Harga: Rincian anggaran biaya yang diajukan.

f. Evaluasi Penawaran

Setelah semua penawaran diterima, panitia akan mengevaluasi setiap proposal berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan. Kriteria tersebut biasanya meliputi harga, kualitas, pengalaman, serta kelayakan teknis dari masing-masing penawaran.

g. Pengumuman Pemenang

Setelah evaluasi selesai, penyelenggara akan mengumumkan vendor yang paling memenuhi syarat untuk menang. Pengumuman ini menjadi langkah penting dalam proses pengadaan.

h. Penandatanganan Kontrak

Tahap terakhir adalah penandatanganan kontrak antara pemberi tender dan vendor yang terpilih. Kontrak ini menandakan dimulainya proses pengadaan, dengan semua syarat dan ketentuan yang telah disepakati.

Setelah penandatanganan kontrak, proses dapat lebih mudah dikelola dengan menggunakan aplikasi eprocurement. Aplikasi ini mendukung kelancaran pelaksanaan dengan otomatisasi pengelolaan kontrak dan pemantauan sesuai dengan syarat yang telah disepakati.

i. Pelaksanaan Kontrak

Sesuai dengan isi dan persetujuan kontrak, pihak pemenang dapat dengan segera memenuhi kewajibannya. Selama berlangsungnya proses ini, bisnis harus secara rutin memonitor kinerja sang penyedia untuk memastikan kepatuhannya terhadap isi kontrak, baik dari segi kualitas atau tenggat waktu.

j. Penyelesaian Proyek

Penyedia jasa wajib menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak yang telah disepakati. Mereka juga bertanggung jawab untuk melakukan uji coba, pengujian, dan menyerahkan pekerjaan kepada pemberi kerja.

Apabila ditemukan kekurangan atau cacat, penyedia jasa harus melakukan perbaikan. Pembayaran kepada penyedia jasa akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.

4. Syarat dan Ketentuan dalam Tender

Dalam menjalankan proses berikut, tentu baik vendor atau pemasok dan perusahaan perlu memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan. Hal ini diperlukan agar procurement management secara menyeluruh dapat berjalan lancar. Beberapa syarat dan ketentuan tersebut yaitu:

a. Memenuhi Persyaratan Legalitas Perusahaan

Tender proyek mengharuskan perusahaan untuk menunjukkan bukti legalitas, seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Hal ini memastikan bahwa perusahaan memenuhi standar legal yang ditetapkan dalam proses pengadaan.

b. Melakukan Riset Kemampuan Perusahaan

Perusahaan atau vendor perlu melakukan riset terkait informasi penyelenggara dan proyek yang ditenderkan. Riset ini membantu memastikan bahwa vendor memiliki kemampuan yang memadai untuk menangani proyek sesuai dengan klasifikasi dan skala yang dibutuhkan oleh penyelenggara.

c. Memenuhi Ketentuan Penawaran yang Diberikan

Syarat penting dalam tender adalah memastikan bahwa penawaran yang diajukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan penyelenggara. Vendor harus memastikan penawaran harga dan layanan sesuai dengan persyaratan, sehingga proyek dapat dilaksanakan sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan.

d. Menyesuaikan Penawaran dengan Kesepakatan

Penyelenggara tender akan memberikan harga atau layanan sesuai dengan regulasi yang ada. Vendor harus menyesuaikan penawaran mereka agar sesuai dengan anggaran yang disepakati tanpa mengorbankan kualitas atau melanggar ketentuan hukum yang berlaku dalam proses tender.

e. Ketelitian dalam Penyusunan Dokumen

Kesalahan dalam dokumen tender offer dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, peserta tender harus memastikan bahwa setiap dokumen yang diajukan jelas dan sesuai dengan deskripsi yang diminta. Ketelitian dalam menyiapkan dokumen sangat penting untuk menghindari kesalahan yang dapat merugikan pihak-pihak terkait.

f. Mencari Informasi Pengadaan

Mencari informasi terkait pengadaan sangat penting, terutama melalui portal e-procurement atau instansi terkait. Informasi yang akurat dan lengkap membantu peserta dalam menyusun tender offer yang tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, meningkatkan peluang untuk memenangkan tender.

g. Kesesuaian Barang atau Jasa dengan Dokumen Tender

Kesesuaian barang atau jasa yang ditawarkan dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen tender sangat penting. Memastikan kesesuaian ini membantu peserta tender memenuhi harapan penyelenggara dan memperbesar peluang mereka untuk memenangkan tender yang sedang berlangsung.

Dalam konteks ini, peran admin tender sangat penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi. Admin tender bertanggung jawab memverifikasi kepatuhan terhadap dokumen, memantau kesesuaian administratif, serta menjamin setiap langkah tender dilakukan transparan dan sesuai dengan standar hukum yang berlaku.

5. Apa Saja Dokumen yang Diperlukan dalam Penawaran Tender?

Dokumen yang Diperlukan dalam Penawaran Tender

Dokumen penawaran tender biasanya mencakup surat penawaran, rincian teknis, dan harga yang diajukan, serta dokumen pendukung lainnya seperti data perusahaan, surat pernyataan integritas, dan dokumen legalitas. Semua komponen ini disusun sesuai dengan petunjuk yang tercantum dalam dokumen tender yang dikeluarkan oleh pemilik proyek.

Berikut adalah komponen umum dalam dokumen penawaran tender:

a. Surat Penawaran

Surat penawaran adalah dokumen resmi yang menyatakan niat perusahaan untuk mengikuti tender dan komitmen untuk melaksanakan pekerjaan sesuai persyaratan yang ditetapkan. Contoh dokumen penawaran tender ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengikuti tender yang diumumkan.

b. Penawaran Teknis dan Rencana Kerja

Penawaran teknis berisi rincian mengenai metodologi, jadwal, personel, peralatan, serta spesifikasi teknis yang akan digunakan untuk melaksanakan proyek. Bagian ini memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan akan memenuhi kebutuhan proyek secara praktis dan efisien.

Sedangkan, rencana kerja adalah gambaran lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan akan menyelesaikan proyek tersebut. Rencana ini mencakup langkah-langkah operasional, alur kerja, serta penjadwalan yang memastikan proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu dan standar kualitas yang ditetapkan dalam tender.

c. Penawaran Harga

Penawaran harga merinci biaya yang diperlukan untuk melaksanakan proyek, termasuk jumlah total dan pajak pertambahan nilai (PPN). Penawaran ini memberikan transparansi terkait dengan alokasi anggaran dan memastikan kesesuaian dengan anggaran yang ditetapkan oleh pemilik proyek.

d. Dokumen Kualifikasi dan Sertifikasi

Dokumen kualifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa perusahaan calon peserta tender memenuhi persyaratan hukum dan administratif yang ditetapkan. Keberadaan dokumen ini membantu panitia tender menilai kelayakan perusahaan sebelum melanjutkan ke tahap evaluasi teknis dan finansial.

Dilansir dari urusizin.co.id, dokumen kualifikasi dalam tender offer meliputi berbagai dokumen legal dan administratif, seperti NIB, SIUP, akta pendirian, serta laporan keuangan yang diaudit. Kelengkapan dokumen ini memastikan perusahaan sah mengikuti proses tender dan meminimalkan risiko penolakan karena masalah legal atau administratif.

e. Surat Pernyataan dan Jaminan Bank

Surat pernyataan berisi komitmen dari pimpinan perusahaan mengenai kesanggupan dan integritas dalam mengikuti tender. Surat ini juga mencakup pernyataan tidak akan mengajukan keberatan atau sanksi, serta memastikan perusahaan akan memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, jaminan bank berfungsi sebagai jaminan bahwa perusahaan akan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. Jaminan ini memberikan kepastian kepada pihak yang berwenang bahwa proyek akan diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam perjanjian tender.

Di kutip dari Four BT, dalam industri konstruksi, tingkat keberhasilan tender rata-rata adalah sekitar 25%. Namun dapat meningkat secara signifikan melalui perencanaan biaya yang lebih baik dan strategi penawaran yang lebih efisien. Dengan strategi penawaran yang terstruktur, peluang memenangkan kontrak menjadi lebih besar dan lebih menguntungkan.

6. Jenis-Jenis Tender

Tender dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan metode yang digunakan, seperti terbuka, terbatas, negosiasi, dan cepat. Setiap jenis tersebut memiliki karakteristik dan proses yang berbeda, disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan pengadaan.

Untuk selengkapnya, berikut beberapa jenis yang digunakan dalam bisnis:

a. Open Tender (Tender Terbuka)

Open tender adalah sistem lelang proyek pengadaan yang mengundang semua vendor yang memenuhi syarat untuk menawarkan barang, jasa, atau pekerjaan infrastruktur. Proses ini terbuka dan transparan, memberi kesempatan persaingan lebih tinggi serta memungkinkan vendor, termasuk yang lebih kecil, untuk ikut serta.

b. Restricted Tender (Tender Tertutup)

Berbeda dengan open, restricted tender membatasi partisipasi hanya untuk vendor yang diundang. Undangan ini diberikan berdasarkan kriteria tertentu, seperti rekam jejak atau kualifikasi teknis. Keuntungannya adalah kontrol yang lebih besar terhadap vendor yang terlibat, meski dapat mengurangi tingkat persaingan.

c. Negotiated Tender (Tender Negosiasi)

Pada negotiated tender, organisasi memilih penyedia tertentu dan melakukan negosiasi langsung mengenai harga dan ketentuan kontrak. Sistem lelang proyek ini biasanya digunakan untuk situasi mendesak atau ketika perusahaan telah memiliki hubungan panjang dengan penyedia, memungkinkan proses yang lebih fleksibel dan efisien.

d. Two-Stage Tender

Twostage tender melibatkan dua tahap, dimulai dengan pra-kualifikasi penyedia, diikuti dengan pengajuan penawaran. Hal ini cocok untuk kegiatan kompleks, memungkinkan kolaborasi lebih awal antara organisasi dan vendor. Keuntungannya twostage tender adalah peningkatan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan.

e. Selective Tender (Tender Selektif)

Tender selektif adalah proses pengadaan di mana hanya perusahaan dengan kualifikasi tertentu yang dipilih untuk mengikuti proses tender. Sistem lelang proyek ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyedia barang atau jasa yang berpartisipasi memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan proyek.

f. Tender Undangan (Invitational Tender)

Pada invitational/invited tender, hanya vendor yang diundang langsung oleh pemilik proyek yang dapat mengajukan penawaran. Biasanya, penawaran tender proyek ini digunakan untuk proyek dengan spesifikasi khusus, memungkinkan pemilik proyek untuk bekerja dengan kontraktor yang sudah memiliki hubungan dan rekam jejak yang baik.

g. International Open Tender

International open tender adalah metode pelelangan terbuka untuk vendor internasional. Penawaran tender proyek ini sering digunakan pada proyek besar atau yang didanai oleh organisasi internasional, memberikan akses kepada pemilik proyek untuk memperoleh penawaran yang lebih kompetitif dari berbagai negara.

h. E-Tendering

E-tendering menggunakan platform digital untuk mengelola proses pelelangan. Dengan metode ini, pengumuman, pengajuan, dan evaluasi penawaran dilakukan secara elektronik, meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya administrasi, dan memperluas partisipasi kontraktor dari berbagai lokasi.

Berbagai jenis tender memiliki karakteristik yang berbeda, dan untuk mempermudah pengelolaan, aplikasi tender adalah solusi yang ideal. Aplikasi ini mendukung seluruh proses, mulai dari pengumuman hingga evaluasi, dengan memanfaatkan teknologi untuk mempercepat dan menyederhanakan alur kerja pengadaan, memastikan efisiensi dan transparansi.

ERP

7. Kesalahan Umum dalam Proses Tender

Kesalahan Umum dalam Proses Tender

Dalam proses tender, baik penyelenggara maupun peserta dapat membuat kesalahan yang menghambat kelancaran dan hasil yang optimal. Beberapa kesalahan ini perlu dihindari agar proses tender berjalan efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Berikut ini adalah kesalahan yang sering terjadi baik dari penyelenggara maupun peserta.

a. Kesalahan Penyelenggara Tender

Penyelenggara tender yang kurang cermat dapat menyebabkan kesalahan yang merugikan peserta dan menghambat proses tender. Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Dokumen Tidak Sesuai Regulasi: Dokumen tender yang mengacu pada peraturan yang sudah usang atau tidak diperbarui dapat membingungkan peserta dan mengarah pada ketidaksesuaian dalam proses seleksi.
  • Spesifikasi yang Tidak Jelas: Spesifikasi teknis yang ambigu atau tidak proporsional membuat peserta kesulitan memahami persyaratan yang harus dipenuhi, yang dapat menyebabkan penawaran yang tidak sesuai.
  • Ketentuan Kontrak Tidak Melindungi: Kontrak yang disusun tanpa memperhatikan kepentingan negara atau ketentuan yang jelas dapat merugikan kedua belah pihak dan mempengaruhi kelancaran proyek.
  • Tindak Pidana Korupsi, Kolusi, atau Nepotisme (KKN): Tuduhan atau adanya dugaan KKN dalam proses tender dapat merusak integritasnya, merugikan peserta yang memenuhi persyaratan, dan menciptakan ketidakadilan.

b. Kesalahan Peserta Tender

Kesalahan yang dilakukan peserta tender juga dapat berdampak signifikan pada hasil yang diterima. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:

  • Tidak Memahami Dokumen Tender: Peserta yang tidak membaca dan menganalisis dokumen tender dengan mendalam, seperti KAK dan spesifikasi, berisiko mengajukan penawaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau persyaratan.
  • Kesalahan Administratif: Kesalahan administratif, seperti tidak menandatangani dokumen penting atau mengirimkan dokumen yang tidak lengkap (NIB, NPWP, SPT), dapat langsung mendiskualifikasi penawaran peserta.
  • Penawaran Harga Tidak Kompetitif: Menawarkan harga yang terlalu tinggi atau rendah tanpa rincian yang jelas dapat mengurangi daya saing peserta. Harga yang tidak sesuai dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) juga dapat merugikan peserta.
  • Dokumen yang Tidak Konsisten: Ketidakcocokan informasi antara dokumen yang diserahkan dapat menimbulkan keraguan terhadap integritas dan kemampuan peserta untuk menjalankan proyek sesuai dengan ketentuan yang ada.
  • Tidak Memenuhi Syarat Teknis atau Sertifikasi: Peserta yang tidak menyertakan sertifikasi wajib, seperti ISO atau TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), berisiko disingkirkan dari proses seleksi tender.
  • Kurang Pengalaman: Peserta yang tidak memiliki pengalaman yang relevan dengan proyek besar atau kompleks dapat dianggap tidak memenuhi syarat, yang mempengaruhi kelayakan penawaran mereka.
  • Mengabaikan Batas Waktu: Pengajuan yang terlambat dapat menyebabkan diskwalifikasi, bahkan jika seluruh dokumen sudah lengkap dan sesuai dengan persyaratan.

Untuk menghindari tantangan diatas, penting untuk mengkonsultasikan penawaran Anda dengan profesional. Hal ini berguna untuk membantu menyusun penawaran yang lebih tepat dan meningkatkan peluang Anda dalam memenuhi ekspektasi, yang pada akhirnya akan membantu Anda dalam memenangkan tender.

8. Kesimpulan

Tender adalah proses seleksi resmi untuk memilih penyedia barang, jasa, atau pekerjaan konstruksi, dengan cara mengundang dan menawarkan kepada berbagai pihak. Penyelenggara tender bisa berasal dari sektor publik seperti kementerian, lembaga pemerintah, atau pemerintah, serta sektor swasta seperti perusahaan besar dan BUMN.

Di Indonesia, proses tender, khususnya untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah, diatur dengan ketat oleh Peraturan Presiden (Perpres) No. 12 Tahun 2021. Regulasi ini mencakup berbagai jenis tender seperti tender terbuka, tender cepat, penunjukan langsung, serta e-purchasing.

Tujuan tender adalah untuk mendapatkan penawaran terbaik berdasarkan harga, kualitas, dan kesesuaian proyek. Sementara, syarat mengikutinya meliputi legalitas, kesesuaian penawaran, dan ketelitian dokumen. Kesalahan umum pada proses ini termasuk kesalahan administratif, kurangnya pemahaman dokumen, dan penawaran yang tidak kompetitif.

Untuk mempermudah pengelolaan tender dan lelang proyek, ScaleOcean menawarkan software purchasing yang terintegrasi. Solusi ini memungkinkan efisiensi dalam perencanaan, pengawasan, dan pelaporan, membantu Anda mengoptimalkan setiap tahap pengadaan secara lebih terorganisir dan akurat.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan tender?

Tender merupakan penawaran resmi dan terorganisir untuk melaksanakan pekerjaan, menyuplai barang, atau menyediakan jasa dengan harga dan syarat tertentu, yang diajukan oleh berbagai penyedia atau kontraktor.

2. Menang tender artinya apa?

Ketika Anda memenangkan sebuah tender, maka hal itu berarti Anda berhak menjalankan kewajiban yang disertakan sebelumnya. Pihak penyelenggara percaya bahwa barang atau jasa yang Anda sediakan sesuai dengan kebutuhannya beserta juga memiliki harga yang kompetitif.

3. Apa saja proses tender?

Tahapan dan proses tender:
1. Merancang kebutuhan dan menyusun dokumen tender.
2. Sosialisasi serta pemberian akses dokumen tender.
3. Penyusunan dan pengajuan penawaran.
4. Evaluasi proposal secara menyeluruh.
5. Klarifikasi dan negosiasi.
6. Pengumuman pemenang dan penandatanganan kontrak.
7. Implementasi dan pengawasan proyek.

4. Apa perbedaan tender dan lelang?

Perbedaan tender dan lelang terletak pada tujuannya. Lelang cenderung berfokus pada penjualan barang dengan harga tertinggi, sedangkan tender hanya merupakan sebuah kegiatan untuk mengadakan pengadaan barang atau jasa berdasarkan kriteria tertentu.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap