Kehilangan pendapatan utama bisnis kargo udara dapat disebabkan oleh banyaknya ruang kosong atau kapasitas yang tidak terpakai dalam pesawat. Turnaround time yang lambat karena memuat paket secara manual juga dapat memicu pembengkakan biaya. Kesalahan kalkulasi weight and balance dapat menyebabkan paket kecil rentan dicuri serta kerusakan pada kargo yang rapuh akibat tertindih paket yang lebih berat.
Unit load device (ULD) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. ULD adalah kontainer khusus yang mengonsolidasikan kargo menjadi unit aman dan cepat. Desain kontur ULD memaksimalkan efisiensi ruang dan kapasitas kargo pesawat. ULD memastikan keselamatan penerbangan karena perhitungan berat yang terstandar dan unit tersegel serta terlacak.
Memahami bagaimana pengunaan ULD yang tepat dapat membantu memaksimalkan revenue dan keamanan pelayanan bisnis kargo udara Anda. Artikel ini akan membahas apa itu unit load device, jenisnya, fungsi, aspek keamanan, dan strategi pengelolaan ULD.
- Unit load device adalah kontainer atau palet standar yang menyatukan kargo untuk memenuhi kebutuhan pengiriman udara yang beragam.
- Manfaat utama penggunaan ULD mencakup peningkatan efisiensi, pengurangan risiko kerusakan, dan fleksibilitas menangani berbagai jenis muatan.
- Regulasi standar keamanan internasional unit load device diatur dalam Technical Standard Order (TSO) C90 hingga IATA ULDR.
- Tantangan pengelolaan unit load device, dimulai dari biaya investasi tinggi, kepatuhan regulasi, pelacakan aset global, dan koordinasi logistik yang kompleks.
- Software logistik ScaleOcean dapat mengelola proses unit load device dengan mengotomatisasi pengiriman, pelacakan, dan pemeliharaan barang.
1. Apa itu Unit Load Device (ULD)?
Unit load device adalah kontainer yang digunakan untuk memuat barang-barang seperti bagasi, kargo, dan surat ke dalam kargo udara. Alat ini dirancang untuk menggabungkan banyak barang menjadi satu unit besar, sehingga memudahkan penanganan dan meningkatkan keamanan saat pengangkutan.
ULD dilengkapi dengan sistem penguncian yang memastikan unit tetap stabil di lantai kargo, menghindari pergeseran yang dapat mengganggu keseimbangan dan keselamatan pesawat. Material yang digunakan bervariasi, mulai dari aluminium kokoh hingga komposit ringan yang tetap kuat.
Selain itu, setiap ULD memiliki kode alfanumerik unik pada pelat datanya, yang menyimpan informasi penting seperti tipe, pemilik, dan nomor seri. Kode ini sangat berguna untuk pelacakan dan manajemen aset di seluruh jaringan logistik global.
Baca juga: Apa itu Kargo Udara, Jenis dan Dokumen Pentingnya
2. Apa Saja Jenis-jenis Unit Load Device?
Secara umum, unit load device dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu kontainer dan palet, serta beberapa varian khusus lainnya. Setiap jenis ULD memiliki kode identifikasi tiga huruf yang telah distandarisasi oleh IATA (international air transport association) untuk memudahkan pengenalan. Misalnya, kode yang diawali dengan huruf A biasanya menandakan kontainer bersertifikat, sedangkan P menandakan palet.
Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis unit load device:
a. Kontainer Kargo
Kontainer kargo udara atau igloo adalah jenis ULD yang paling umum digunakan karena bentuknya yang tertutup rapat. Desainnya yang kokoh memberikan perlindungan maksimal terhadap barang di dalamnya dari benturan, cuaca, dan risiko pencurian selama proses transit. Kontainer ini ada berbagai bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan kontur kompartemen kargo berbagai tipe pesawat, seperti Boeing 747 atau Airbus A380.
Salah satu contoh yang populer adalah kontainer LD3 (dengan kode IATA AKE), yang dirancang untuk kompartemen bawah (lower deck) pesawat berbadan lebar (wide-body). Struktur tertutupnya sangat ideal untuk mengangkut barang-barang kecil atau paket yang jika dimuat secara terpisah (loose) akan memakan banyak waktu dan tenaga.
b. Palet Kargo
Palet kargo adalah platform datar yang biasanya terbuat dari aluminium berkekuatan tinggi dan menjadi dasar untuk menumpuk barang. Berbeda dengan kontainer, palet menawarkan fleksibilitas yang lebih besar untuk mengangkut kargo dengan dimensi yang tidak beraturan atau berukuran besar (oversized).
Setelah barang ditumpuk di atas palet, seluruh muatan akan diamankan dengan jaring kargo (pallet net) yang kuat dan tali pengikat untuk memastikan stabilitas selama penerbangan. Ukuran palet juga telah distandarisasi, dengan contoh umum seperti palet PMC yang memiliki dimensi 96 x 125 inci. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya memaksimalkan volume muatan untuk barang yang tidak muat dalam kontainer standar.
Meskipun tidak menawarkan perlindungan tertutup seperti kontainer, fleksibilitasnya menjadikan palet sebagai pilihan utama untuk pengiriman mesin, suku cadang besar, dan berbagai jenis kargo non-standar lainnya. Konsep ini mirip dengan berbagai jenis container logistik yang digunakan di moda transportasi laut, di mana standardisasi menjadi kunci efisiensi.
c. ULD Khusus untuk Barang Sensitif
Industri farmasi, makanan segar, dan pengiriman hewan hidup memiliki persyaratan penanganan yang sangat ketat, sehingga membutuhkan ULD dengan fitur khusus. ULD berpendingin (refrigerated atau temperature-controlled), seperti kontainer RKN, adalah contoh utama.
ULD ini dilengkapi dengan unit pendingin aktif (sering kali menggunakan es kering atau baterai) untuk menjaga suhu yang stabil dan terkontrol selama perjalanan, memastikan integritas produk seperti vaksin, obat-obatan, atau makanan laut segar. Selain itu, ada juga ULD yang dirancang khusus untuk pengangkutan hewan hidup, seperti kandang kuda (horse stall).
ULD ini didesain dengan mempertimbangkan ventilasi yang baik, keamanan, dan kenyamanan hewan selama penerbangan. Penggunaan ULD khusus ini sangat penting untuk memenuhi regulasi internasional terkait pengiriman barang-barang sensitif dan memastikan kargo tiba di tujuan dalam kondisi optimal, meminimalkan risiko kerugian finansial dan reputasi bagi pengirim.
d. ULD Multiguna
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional, industri logistik terus berinovasi dengan mengembangkan ULD multiguna. Salah satu inovasi yang menonjol adalah ULD yang dapat dilipat (collapsible) atau dibongkar pasang. Jenis ULD ini memberikan keuntungan ekonomis yang signifikan, terutama dalam mengatasi masalah pengiriman kembali ULD kosongyang memakan biaya dan ruang kargo berharga.
Ketika ULD ini kosong, ia dapat dilipat menjadi ukuran yang jauh lebih kecil, memungkinkan beberapa unit kosong untuk ditumpuk dan dikirim kembali hanya dalam satu posisi ULD standar. Selain ULD lipat, ada juga desain modular yang memungkinkan konfigurasi internal diubah sesuai dengan kebutuhan kargo yang berbeda.
3. Apa Fungsi dan Peran ULD dalam Pengiriman Kargo Udara?
Unit load device (ULD) berfungsi sebagai katalisator efisiensi dalam rantai pasok kargo udara yang kompleks. Dengan mengonsolidasikan ratusan paket kecil menjadi satu unit besar, ULD secara drastis mengubah dinamika operasional di bandara dan selama penerbangan. Peran ini menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya volume perdagangan global dan tuntutan kecepatan pengiriman.
Berikut beberapa fungsi dan peran ULD dalam pengiriman kargo udara:
a. Mengoptimalkan Penggunaan Ruang Kargo
Salah satu fungsi dari ULD adalah untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang di dalam kompartemen kargo pesawat. Bentuk ULD, terutama kontainer, dirancang secara presisi untuk mengikuti lekukan (kontur) badan pesawat, sehingga meminimalkan ruang yang terbuang (wasted space). Hal ini memungkinkan maskapai untuk mengangkut lebih banyak kargo dalam setiap penerbangan dan meningkatkan pendapatan.
Optimalisasi ruang ini sangat kontras dengan metode pemuatan curah (bulk loading), di mana barang-barang ditumpuk satu per satu di dalam kompartemen. Metode tersebut memakan waktudan menyisakan banyak celah kosong yang tidak termanfaatkan. Dengan ULD, setiap sentimeter kubik ruang kargo dapat diutilisasi secara efektif, yang pada akhirnya meningkatkan payload dan profitabilitas maskapai penerbangan.
b. Menjaga Keamanan Barang
Keamanan kargo adalah prioritas utama dalam setiap pengiriman, dan ULD memainkan peran sentral dalam melindunginya. Struktur ULD yang kokoh, baik itu kontainer aluminium maupun palet yang diikat dengan jaring, memberikan lapisan pelindung fisik yang kuat terhadap guncangan, getaran, dan turbulensi selama penerbangan. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko kerusakan barang akibat benturan atau pergeseran muatan.
Selain perlindungan fisik, kontainer ULD yang tertutup dan tersegel juga berfungsi sebagai benteng keamanan terhadap pencurian dan akses yang tidak sah. Dengan mengurangi jumlah titik sentuh (touchpoints) manual pada setiap paket individu, ULD meminimalkan peluang kehilangan atau penanganan yang salah (mishandling).
c. Memudahkan Proses Administrasi dan Logistik
ULD menyederhanakan proses administrasi yang tadinya sangat kompleks. Alih-alih melacak ratusan paket individu dengan dokumen pengiriman yang terpisah, ULD memungkinkan seluruh muatannya dikelola sebagai satu unit tunggal dengan satu manifes. Setiap ULD memiliki kode identifikasi unik yang dapat dipindai dan dilacak di setiap titik transit, mulai dari gudang asal hingga bandara tujuan.
Penyederhanaan ini berdampak besar pada efisiensi proses bea cukai, dokumentasi, dan serah terima antar pihak. Waktu yang dihemat dari proses administrasi yang lebih ramping dapat mempercepat keseluruhan waktu transit pengiriman. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya integrasi aset fisik seperti ULD dengan sistem manajemen logistik yang canggih, yang menjadi spesialisasi berbagai jenis jasa pengiriman barang modern.
4. Apa Manfaat Penggunaan ULD dalam Pengiriman Kargo Udara?

Berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaan ULD dalam pengiriman kargo udara:
a. Peningkatan Kecepatan dan Efisiensi
Manfaat dari penggunaan ULD adalah peningkatan kecepatan operasional di darat. Kargo dapat disiapkan dan dimuat ke dalam ULD jauh sebelum pesawat tiba, sebuah proses yang dikenal sebagai pre-loading. Ketika pesawat mendarat, ULD yang sudah terisi penuh dapat dengan cepat dimuat menggunakan peralatan khusus seperti transporter dan main deck loader. Hal ini akan bermanfaat untuk mengurangi turnaround time pesawat.
Turnaround time yang lebih singkat berarti pesawat dapat kembali mengudara lebih cepat, yang sangat krusial bagi profitabilitas maskapai. Efisiensi ini juga berlaku pada saat pembongkaran, di mana ULD dapat dengan cepat diturunkan dan dipindahkan ke fasilitas kargo untuk proses selanjutnya. Kecepatan ini memastikan bahwa jadwal pengiriman dapat ditepati dan barang dapat segera didistribusikan ke penerima akhir.
b. Pengurangan Risiko Kerusakan
Dengan menyatukan banyak paket ke dalam satu unit yang kokoh, ULD mengurangi jumlah penanganan manual (manual handling) yang diperlukan. Setiap kali sebuah paket diangkat atau dipindahkan secara manual, ada risiko jatuh, tertindih, atau rusak. Dengan ULD, kargo di dalamnya terlindungi dari sebagian besar interaksi fisik ini, sehingga tingkat kerusakan dapat ditekan seminimal mungkin.
Stabilitas yang diberikan oleh ULD, yang terkunci rapat di dalam kompartemen kargo, juga mencegah pergeseran muatan selama penerbangan yang bisa menyebabkan kerusakan. Pengurangan risiko ini tidak hanya menghemat biaya yang terkait dengan penggantian barang dan klaim asuransi, tetapi juga menjaga reputasi perusahaan sebagai pengirim yang andal dan tepercaya di mata pelanggan.
c. Optimasi Biaya Pengiriman
Efisiensi yang diciptakan oleh ULD secara langsung berujung pada optimasi biaya. Berdasarkan riset oleh ScaleOcean, pemanfaatan ruang kargo yang maksimal memungkinkan maskapai mengangkut lebih banyak barang, sehingga menurunkan biaya per unit berat yang dibebankan kepada pelanggan, seperti yang dialami oleh beberapa klien kami yang berhasil mengoptimalkan biaya pengiriman melalui integrasi sistem ULD yang lebih efisien.
Selain itu, waktu penanganan di darat yang lebih singkat juga mengurangi biaya tenaga kerja dan biaya operasional bandara. Pengurangan risiko kerusakan juga berarti lebih sedikit biaya yang dikeluarkan untuk klaim asuransi dan barang pengganti. Bagi pengirim bervolume besar, berinvestasi pada ULD milik sendiri (shipper-owned ULDs) bahkan bisa memberikan keuntungan lebih lanjut berupa tarif pengiriman yang lebih kompetitif dari maskapai.
d. Fleksibilitas dan Adaptabilitas
Keragaman jenis ULD yang tersedia memberikan fleksibilitas bagi para profesional logistik. Apakah itu kargo umum, barang berpendingin, hewan hidup, atau mesin berukuran besar, selalu ada jenis ULD yang sesuai untuk menanganinya dengan aman dan efisien. Kemampuan ini memungkinkan perusahaan logistik untuk melayani berbagai segmen industri dengan kebutuhan pengiriman yang unik.
Selain itu, standardisasi ULD memungkinkan interoperabilitas antar berbagai jenis pesawat dan maskapai yang kompatibel. Sebuah ULD yang dimuat di satu benua dapat dengan mudah dipindahkan ke penerbangan lanjutan tanpa perlu membongkar isinya. Adaptabilitas ini memungkinkan perencanaan rute yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan.
5. Apa Saja Regulasi dan Standar ULD?
Unit load device (ULD) memainkan peran penting dalam keselamatan penerbangan, sehingga diatur oleh standar dan regulasi internasional yang ketat. Setiap ULD yang dimuat ke pesawat dianggap bagian dari struktur pesawat itu sendiri, menjadikannya subjek hukum yang tidak bisa diabaikan.
Otoritas penerbangan sipil global dan IATA telah menetapkan pedoman yang jelas untuk memastikan setiap ULD memenuhi syarat kelayakan terbang (airworthy). Ketidakpatuhan terhadap regulasi ini dapat menyebabkan kerusakan kargo dan meningkatkan risiko keselamatan yang sangat serius.
Berikut penjelasan dari regulasi dan standar yang dimiliki unit load device (ULD):
a. Standar Internasional (IATA & ICAO)
IATA (Asosiasi Transportasi Udara Internasional) dan ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) memegang peran penting dalam regulasi kargo udara global.IATA melalui ULD Regulations (ULDR) memberikan panduan teknis tentang spesifikasi pembuatan, prosedur penanganan, dan pemeliharaan perangkat.
Sementara itu, ICAO menetapkan standar keselamatan melalui Annex teknis yang wajib diikuti oleh negara anggota untuk menjaga keamanan operasional penerbangan internasional secara konsisten.
b. Sertifikasi Kelaikan Udara (TSO)
Setiap unit kargo harus memiliki sertifikasi Technical Standard Order (TSO) C90, untuk memastikan kelayakan strukturalnya selama penerbangan. TSO ini, yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan seperti FAA atau EASA, memastikan bahwa kontainer atau palet dapat menahan beban ekstrem, seperti turbulensi atau pendaratan darurat. Label TSO menunjukkan bahwa perangkat telah melalui uji ketahanan yang ketat dan disetujui untuk digunakan pada tipe pesawat tertentu.
c. Regulasi Nasional di Indonesia
Di Indonesia, pengelolaan kargo udara diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) dengan merujuk pada Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Regulasi ini diperkuat dengan Peraturan Menteri (PM) No. 53 Tahun 2017 yang mengatur keamanan rantai pasok dan operasional logistik di bandara. Pemerintah mewajibkan pemeriksaan kelaikan berkala terhadap fasilitas penunjang kargo untuk memastikan keselamatan nasional sesuai dengan praktik terbaik internasional.
d. Tanggung Jawab Operasional Berdasarkan ULDR
Keselamatan operasional kargo adalah tanggung jawab bersama antara maskapai, ground handler, dan pihak ekspedisi. Maskapai bertanggung jawab memastikan bahwa hanya unit yang layak terbang yang dimuat ke dalam pesawat.
Petugas lapangan harus rutin melakukan pemeriksaan visual untuk mendeteksi kerusakan, sementara pengirim harus memastikan distribusi beban barang sesuai dengan prinsip weight and balance agar pesawat tetap stabil saat terbang.
6. Apa Tantangan dalam Penggunaan ULD?
Meskipun manfaatnya sangat besar, pengelolaan armada unit load device dalam skala global bukanlah tanpa tantangan. Perusahaan logistik dan maskapai penerbangan menghadapi berbagai rintangan operasional, finansial, dan regulasi yang kompleks. Kegagalan dalam mengelola tantangan ini dapat menyebabkan inefisiensi, peningkatan biaya, dan bahkan risiko keselamatan.
Berikut adalah beberapa tantangan utama dalam penggunaan ULD yang sering dihadapi oleh industri.
a. Investasi Awal dan Biaya Pemeliharaan
Salah satu tantangan terbesar adalah biaya yang terkait dengan pengadaan dan pemeliharaan ULD. Harga satu unit ULD, terutama jenis khusus seperti kontainer berpendingin, bisa sangat mahal, sehingga membutuhkan investasi awal yang signifikan untuk membangun armada yang memadai. Biaya ini menjadi penghalang besar, terutama bagi pemain logistik skala kecil dan menengah.
Selain biaya pembelian, ada juga biaya pemeliharaan (maintenance) yang berkelanjutan. ULD mengalami keausan seiring waktu dan sering kali mengalami kerusakan akibat penanganan yang kurang tepat. Proses perbaikan, inspeksi rutin, dan sertifikasi ulang memerlukan biaya yang tidak sedikit, baik dari segi suku cadang maupun tenaga ahli, sehingga manajemen siklus hidup aset (asset lifecycle management) sangat krusial.
b. Standarisasi dan Kepatuhan
Meskipun IATA telah menetapkan standar melalui ULDR, memastikan kepatuhan secara konsisten di seluruh jaringan global adalah sebuah tantangan besar. Setiap personel, dari staf gudang hingga petugas darat di berbagai negara, harus dilatih dengan benar mengenai prosedur penanganan ULD yang aman. Perbedaan bahasa, budaya kerja, dan tingkat pelatihan dapat menyebabkan inkonsistensi dalam praktik operasional.
Menjaga agar seluruh armada ULD selalu dalam kondisi layak terbang sesuai dengan regulasi yang terus diperbarui juga merupakan tugas yang rumit. Proses audit internal dan eksternal diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada ULD yang tidak memenuhi standar yang digunakan. Risiko ketidakpatuhan tidak hanya berupa denda, tetapi juga penolakan kargo atau penundaan penerbangan yang merugikan.
c. Tantangan dalam Pengelolaan Data
Melacak ribuan ULD yang tersebar di ratusan bandara di seluruh dunia adalah tantangan logistik yang luar biasa. Tanpa sistem pelacakan yang andal, ULD bisa hilang, dicuri oleh pihak lain, atau menumpuk di lokasi yang salah. Manajemen inventaris ULD secara manual menggunakan spreadsheet atau sistem warisan (legacy system) sangat rentan terhadap kesalahan dan tidak efisien.
Kurangnya visibilitas real-time terhadap lokasi dan status setiap ULD menyulitkan perencanaan dan alokasi sumber daya. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan ULD di satu bandara sementara di bandara lain terjadi kelebihan stok. Untuk mengatasi ini, industri mulai beralih ke teknologi seperti RFID dan IoT, namun implementasinya membutuhkan investasi dan integrasi sistem yang kompleks.
d. Logistik dan Koordinasi
Tantangan yang erat kaitannya dengan pengelolaan data adalah masalah logistik dalam menyeimbangkan stok ULD. Mengirim kembali ULD kosong (repositioning) ke tempat yang membutuhkan adalah operasi yang mahal dan tidak efisien karena memakan ruang kargo yang seharusnya bisa menghasilkan pendapatan. Pengelolaan aset logistik ini mirip dengan tantangan yang dihadapi di sebuah container yard di pelabuhan.
Koordinasi antara maskapai, ground handler, freight forwarder, dan pengirim juga menjadi kunci, namun sering kali terhambat oleh sistem yang terfragmentasi dan kurangnya komunikasi. Ketika sebuah ULD tidak dikembalikan tepat waktu oleh pihak ketiga, hal itu dapat mengganggu seluruh jadwal operasional maskapai.
7. Bagaimana Strategi Mengatasi Tantangan Penggunaan ULD?
Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Unit Load Device (ULD), diperlukan pendekatan strategis yang proaktif, yang mengintegrasikan investasi pada aset berkualitas, standarisasi proses, adopsi teknologi, dan penguatan kolaborasi. Implementasi strategi yang tepat akan mengubah ULD dari sekadar biaya operasional menjadi aset strategis yang menciptakan nilai tambah.
Berikut adalah trategi-strategi yang dapat menjadi panduan untuk mengoptimalkan manajemen ULD dan mengubah tantangan menjadi peluang kompetitif:
a. Digitalisasi dan Implementasi Teknologi IoT
Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dengan perangkat Bluetooth Low Energy (BLE) kini menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah kehilangan aset yang merugikan industri. Dengan pemasangan tag sensor pada setiap unit, maskapai dapat memantau lokasi dan status ULD secara real-time, baik saat berada di area gudang maupun apron.
Selain itu, analisis data prediktif memungkinkan operator untuk memproyeksikan kebutuhan unit di berbagai lokasi secara lebih akurat, yang membantu mengurangi biaya operasional akibat pengiriman unit kosong yang tidak efisien.
Implementasi teknologi modern seperti software logistik ScaleOcean dapat membantu perusahaan mengatasi tantangan administrasi ULD tersebut. Dengan modul booking management dan tracking shipment, software ini mengelola pemesanan ruang kargo dalam satuan ULD dan dapat melacak status ULD real-time via nomor unik. Sementara itu, modul import/exportnya akan mengonsolidasikan semua air waybill di dalam ULD.
b. Outsourcing dan Model Bisnis Pooling
Pengelolaan ULD melalui pihak ketiga atau outsourcing kini semakin populer karena dapat mengubah biaya tetap menjadi biaya variabel yang lebih fleksibel. Perusahaan manajemen ULD menyediakan jaringan global yang memungkinkan maskapai untuk berbagi aset melalui sistem pooling di berbagai bandara internasional.
Strategi ini sangat efektif untuk mengurangi investasi dalam pengadaan unit baru dan menyederhanakan logistik, karena maskapai tidak perlu lagi mengangkut unit kosong kembali ke hub pusat jika ada ketersediaan stok bersama di lokasi tujuan.
c. Inovasi Material Ringan dan Canggih
Penggunaan material komposit canggih, seperti serat karbon dan termoplastik, memberikan solusi strategis untuk mengurangi konsumsi bahan bakar pesawat dengan mengurangi berat beban mati. Selain lebih ringan, material ini juga lebih tahan lama dibandingkan panel aluminium konvensional dalam menghadapi benturan fisik.
Desain kontainer modern kini difokuskan pada penguatan struktur dasar (base pallet) yang mampu meredam benturan forklift secara lebih efektif, yang membantu memperpanjang usia pakai aset dan mengurangi kebutuhan perbaikan besar.
d. Penguatan Budaya Keselamatan dan Pelatihan
Mengurangi kerusakan akibat kelalaian manusia memerlukan komitmen berkelanjutan dalam pelatihan staf lapangan yang mengacu pada standar IATA ULD Care. Peralihan dari inspeksi manual ke sistem digital dengan aplikasi seluler memungkinkan staf gudang untuk melakukan pemeriksaan kelaikan dengan lebih presisi, disertai dokumentasi foto.
Deteksi dini terhadap kerusakan kecil melalui sistem digital ini sangat penting untuk mencegah kegagalan struktural fatal saat penerbangan dan meningkatkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan operasional di seluruh lini logistik.
8. Kesimpulan
Unit load device (ULD) adalah kontainer yang berfungsi mengonsolidasikan kargo, bagasi, atau surat menjadi satu unit terkelola dalam kargo udara. ULD dapat mengoptimalkan ruang kargo hingga menyederhanakan administrasi penerbangan. Meskipun ada tantangan regulasi dan biaya, solusi strategisnya adalah standarisasi proses dan adopsi teknologi.
Software logistik ScaleOcean dapat membantu mengoptimalkan kompleksitas proses ULD dalam pengiriman kargo udara. Melalui modul booking management, pemesanan ruang kargo ULD menjadi akurat. Fitur tracking shipment memberikan visibilitas real-time ULD yang penting. Serta, modul import/exportnya mengonsolidasikan semua air waybill untuk kepabeanan.
Memahami pengelolaan unit load device dengan baik dapat membantu perusahaan Anda menghindari hambatan efisiensi operasional dan memberikan visibilitas penuh untuk kesuksesan bisnis kargo udara Anda. Jadwalkan demo gratis sekarang dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat bagaimana software ini dapat membantu bisnis Anda.
FAQ:
1. Apa itu unit load device (ULD)?
Sebuah alat yang digunakan untuk memuat barang ke dalam pesawat. Dengan ULD, beberapa kargo dapat dikemas bersama untuk pemuatan yang lebih cepat dan efisien. Pesawat dirancang untuk menahan ULD di tempatnya dengan sistem pemuatan dan pengekangan bawaan.
2. Apa yang harus dilakukan dengan ULD setelah dimuat?
Setelah memuat ULD, ULD tersebut harus ditimbang dan diberi label dengan benar, ditandai dengan logo maskapai, dan diposisikan untuk diangkut ke pesawat. Langkah-langkah ini penting untuk keselamatan dan efisiensi operasional.
3. Bagaimana jaring dan tali kargo digunakan untuk menahan palet ULD?
Hal ini umumnya bertujuan untuk memberikan stabilitas tambahan selama penerbangan dan operasi darat, sementara keselamatan penerbangan utama terletak pada jaring kargo. Dalam kasus seperti ini, tali pengikat akan selalu dipasang di bawah jaring kargo.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us
