Struktur organisasi perusahaan logistik adalah pondasi utama yang menentukan efisiensi operasional perusahaan dalam menyampaikan layanan logistik. Namun, banyak perusahaan logistik masih kesulitan dalam mendesain struktur yang optimal, sehingga pengelolaan proses pengiriman barang menjadi lambat dan tidak efektif.
Sebagian besar perusahaan logistik belum menyusun struktur organisasi dengan tepat, menyebabkan terjadinya tumpang tindih tugas antar departemen. Hal ini mengarah pada miskomunikasi, keterlambatan pengiriman barang, dan keputusan operasional yang tidak tepat waktu.
Artikel ini akan membahas bagaimana struktur organisasi perusahaan logistik yang terencana dengan baik dapat membantu memperbaiki koordinasi antar divisi dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan memanfaatkan struktur yang tepat, perusahaan dapat mengatasi tantangan dan meningkatkan layanan secara keseluruhan.
- Struktur organisasi perusahaan logistik adalah susunan tim logistik yang meliputi manajemen inti, operasional, SDM, IT, keuangan, pemasaran, gudang, layanan pelanggan, dan pengadaan.
- Tujuan struktur organisasi perusahaan logistik antara lain mempercepat efisiensi operasional, meningkatkan kolaborasi, menjamin ketersediaan barang, mendorong pertumbuhan perusahaan, meningkatkan kepatuhan regulasi, dan mendukung keputusan strategis.
- Struktur organisasi perusahaan logistik mencakup manajemen operasional, gudang, keuangan, IT, SDM, pemasaran, layanan pelanggan, hingga pengadaan barang.
- Software Logistik ScaleOcean adalah software logistik end-to-end yang membantu perusahaan mengelola seluruh proses pengiriman, gudang, dan rantai pasok secara terintegrasi.
1. Apa itu Struktur Organisasi Perusahaan Logistik
Struktur organisasi perusahaan logistik adalah sebuah bagan menggambarkan pembagian tugas dan hierarki dalam perusahaan, yang dapat berbentuk struktur fungsional, divisional, matriks, atau tim kerja sesuai kebutuhan operasional. Dalam konteks ini, logistik adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian barang dari lokasi asal ke lokasi tujuan.
Bagan ini terdiri dari divisi-divisi departemen, hierarki kepemimpinan, dan saluran komunikasi dan kerja sama di antara tim. Struktur organisasi dalam perusahaan logistik harus direncanakan untuk menjamin layanan logistik berupa pengiriman barang yang lancar mulai dari pembelian hingga pengiriman ke pelanggan akhir.
Bagan organisasi yang dirancang dengan baik membantu mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Struktur ini memfasilitasi kolaborasi antar fungsi, mulai dari operasi, distribusi, hingga manajemen gudang dan layanan pelanggan, sehingga koordinasi lebih rapi dan tujuan bisnis lebih mudah dicapai.
Berdasarkan artikel dari ResearchLeap, struktur organisasi perusahaan logistik telah mengalami perubahan besar sebagai akibat dari tuntutan pasar dan globalisasi. Tren utama termasuk penggabungan fungsi logistik ke dalam struktur organisasi inti perusahaan untuk mencapai manajemen yang lebih efisien dan fleksibel.
Baca juga: Apa itu Green Logistic, Tujuan, Manfaat, dan Penerapannya
2. Tujuan Struktur Organisasi Perusahaan Logistik
Struktur organisasi perusahaan logistik bertujuan untuk mempercepat efisiensi operasional, meningkatkan kolaborasi dan inovasi antar divisi, menjamin ketersediaan barang, mendorong pertumbuhan perusahaan, meningkatkan kepatuhan regulasi, dan mendukung keputusan strategis. Berikut adalah tujuan struktur organisasi perusahaan logistik:
1. Mempercepat Efisiensi Operasional
Struktur yang sistematis menunjukkan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas. Oleh sebab itu, pekerjaan dapat selesai lebih cepat dan akurat karena setiap individu dan tim sudah memiliki tugasnya masing-masing.
2. Meningkatkan Kolaborasi dan Inovasi Antar Divisi
Adanya struktur tersebut dapat mendorong alur komunikasi dan informasi yang jelas dan lancar. Dengan demikian, setiap departemen mulai dari procurement, transportasi, dan warehouse dapat bekerja sama secara efektif.
3. Menjamin Ketersediaan Barang
Dalam perusahaan, kehadiran tim khusus inventory mendukung pengelolaan persediaan barang yang lebih optimal. Hal ini penting karena dapat menghindari terjadinya kelebihan maupun kekurangan stok barang.
4. Mendorong Pertumbuhan Perusahaan
Ketika perusahaan sudah memiliki struktur organisasi yang tepat sejak awal, maka proses ekspansi perusahaan akan lebih mudah. Setiap departemen dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan perusahaan di masa depan.
5. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi
Setiap divisi tentu memiliki tugas spesifiknya masing-masing, sehingga hal ini mendukung pelaksanaan SOP atau prosedur yang sesuai standar. Masing-masing divisi dapat memenuhi prosedur keselamatan, bea cukai, dan peraturan logistik internasional.
6. Mendukung Keputusan Strategis
Struktur organisasi gudang logistik membantu proses pengambilan keputusan dengan data yang terstruktur. Dengan begitu, saat perusahaan menentukan jalur pengiriman, biaya logistik, dan aspek logistik lainnya dengan lebih tepat dan berbasis data.
Pencapaian tujuan-tujuan strategis tersebut dapat dimaksimalkan dengan Software Logistik ScaleOcean yang dapat mengotomatisasi proses pemesanan, pengiriman, perhitungan biaya logistik, hingga kepatuhan terhadap kepabeanan. Selain itu, sistem juga mampu untuk pelacakan pengiriman, manajemen dokumen bea cukai, dan mengelola berbagai jenis pengiriman (darat, laut, dan udara).
Tidak hanya itu, software ini memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai vendor transportasi, sehingga perusahaan logistik lebih mudah untuk menghubungkan pesanan dengan jenis transportasi yang berbeda-beda. Anda dapat merasakan langsung manfaatnya dan melihat cara kerja sistem ini melalui sesi konsultasi dan demo gratis bersama tim ahli ScaleOcean.
3. Struktur Organisasi Perusahaan Logistik
Struktur organisasi perusahaan logistik berfungsi untuk membagikan tanggung jawab serta memaparkan bagaimana kegiatan di dalam perusahaan tersebut disusun, dikelola, dan dijalankan.
Bagan organisasi pada setiap perusahaan logistik dapat memiliki beberapa perbedaan. Beberapa perusahaan logistik di Indonesia mungkin memiliki struktur organisasi di mana fungsi seperti transportasi, pergudangan, dan rantai pasokan memiliki departemen sendiri-sendiri.
Sedangkan perusahaan lain mungkin mengadopsi struktur matriks di mana ada kolaborasi antara fungsi-fungsi tersebut. Hal ini sangat tergantung pada kebutuhan dan tujuan bisnis masing-masing perusahaan. Berikut struktur organisasi perusahaan logistik secara general.
Berikut adalah penjelasan secara umum mengenai jabatan serta tanggung jawabnya dalam struktur organisasi perusahaan logistik:
a. Top Manajemen
Manajemen puncak bertanggung jawab untuk membuat keputusan strategis yang memengaruhi seluruh kegiatan dan rencana perusahaan. Ini termasuk penetapan tujuan bisnis jangka panjang, penetapan strategi rantai pasok, dan pengambilan keputusan terkait ekspansi atau diversifikasi jenis usaha.
Pimpinan eksekutif juga membentuk dan mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan logistik. Ini melibatkan merumuskan tujuan yang jelas dan arah strategis yang akan diikuti oleh organisasi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Posisi manajemen puncak meliputi posisi seperti CEO (Chief Executive Officer) dan COO (Chief Operating Officer).
Berdasarkan data riset McKinsey tentang pengaruh pimpinan terhadap performa perusahaan, diketahui bahwa 45% performa finansial dan operasional dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan CEO perusahaan. Oleh sebab itu, kehadiran CEO menjadi penting untuk memastikan kelacaran dan efektivitas operasional bisnis.
b. Manajemen Operasional
Manajemen operasional berperan dalam menetapkan rencana operasional yang jelas untuk memastikan pengadaan, penyimpanan, dan distribusi barang berjalan dengan lancar dalam kegiatan sehari-hari. Dalam konteks ini, pemahaman yang baik mengenai istilah dalam logistik sangat penting untuk menyusun strategi yang efisien.
Lalu, mereka juga berperan dalam mengelola sumber daya, termasuk tenaga kerja, transportasi, dan infrastruktur, untuk mengantisipasi permintaan dan mengoptimalkan ketersediaan sumber daya. Manajemen operasional dalam perusahaan logistik berfokus pada optimalisasi seluruh rantai pasok.
c. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengelola aspek-aspek pengelolaan sumber daya manusia seperti perekrutan, pelatihan, dan kesejahteraan karyawan. Departemen sumber daya harus memahami tugas dari setiap posisi yang tersedia, termasuk posisi manajemen, operator gudang, petugas logistik, dan lainnya.
Departemen ini juga menilai kinerja karyawan dan memberikan umpan balik serta pengembangan kepada karyawan untuk meningkatkan kinerja dan pencapaian tujuan perusahaan.
d. Manajemen IT dan Teknologi
Manajemen IT bertanggung jawab untuk mengelola sistem informasi yang mendukung seluruh operasional logistik serta implementasi dan pemeliharaan teknologi.
Hal ini mencakup basis data, perangkat lunak manajemen pergudangan, sistem pelacakan inventaris, dan aplikasi logistik lainnya yang membantu mengoptimalkan proses bisnis. Mereka juga memantau perkembangan teknologi yang akan diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi dalam aktivitas operasional logistik.
e. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan bertanggung jawab untuk merencanakan kebutuhan keuangan jangka pendek dan jangka panjang, termasuk anggaran, pelaporan keuangan, dan audit agar ketersediaan dana untuk menjalankan aktivitas logistik dapat terjamin.
Departemen ini juga mengawasi kesehatan keuangan bisnis, mengelola aliran kas perusahaan, memantau pemasukan dan pengeluaran harian, serta memastikan bahwa perusahaan memiliki likuiditas yang memadai untuk menjalankan kegiatan logistiknya tanpa mengalami kendala finansial.
f. Manajemen Penjualan dan Pemasaran
Manajemen penjualan dan pemasaran bertanggung jawab untuk menemukan prospek bisnis baru, menganalisis peluang yang ada di pasar, dan menyusun strategi untuk mendapatkan konsumen baru.
Mereka bertugas untuk melakukan riset pasar dan melakukan analisis tren industri untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen, termasuk mengidentifikasi solusi logistik yang paling sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan dan meningkatkan efisiensi konsep logistik pada bisnis.
g. Manajemen Pengelolaan Gudang
Manajemen pengelolaan gudang dalam perusahaan logistik memiliki peran yang fokus pada kegiatan penyimpanan, pengelolaan, distribusi barang, dan pengawasan semua kegiatan yang terkait dengan pergudangan.
Salah satu kegiatan pergudangan dalam bisnis logistik yang dikelola bagian ini adalah melakukan pemeriksaan barang dari pemasok dan untuk memastikan kualitas dan kuantitasnya. Lalu, mereka membuat catatan penerimaan dan mengelola proses pengeluaran barang sesuai dengan permintaan konsumen.
h. Manajemen Layanan Pelanggan
Manajemen layanan pelanggan atau customer service memiliki tanggung jawab dalam menangani masalah dan pertanyaan yang terkait dengan jasa logistik. Mereka memberikan informasi yang akurat tentang status pengiriman yang mencakup estimasi waktu kedatangan, nomor pelacakan, dan rincian logistik lainnya.
Departemen ini juga bertugas sebagai perantara antara perusahaan logistik dan pelanggan, memastikan bahwa pelanggan merasa didukung dan puas dengan layanan yang mereka terima.
i. Manajemen Pengadaan
Manajemen procurement atau pengadaan memiliki peran penting dalam mengelola proses pengadaan atau akuisisi barang dan jasa yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjalankan kegiatan logistik. Dalam hal ini, tugas logistik proyek seringkali melibatkan pengadaan barang atau layanan khusus yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap proyek.
Kegiatan pengadaan yang dilakukan bagian ini meliputi identifikasi kebutuhan barang dan jasa yang diperlukan untuk operasi logistik, menetapkan spesifikasi teknis dan kriteria pengadaan, mencari dan mengevaluasi penyedia atau pemasok yang potensial.
Tips untuk membuat struktur organisasi perusahaan logistik yang efektif menurut Trainual, fokuslah pada pemetaan fungsi utama, lalu mendefinisikan tugas dan jabatan secara jelas, dan menentukan hubungan pelaporan yang transparan. Terakhir, Anda dapat memastikan struktur tetap fleksibel agar mudah menyesuaikan perubahan yang terjadi dalam bisnis.
4. Macam-Macam Struktur Organisasi Perusahaan Logistik
Macam-macam jenis struktur organisasi perusahaan logistik antara lain struktur logistik terpusat, struktur logistik desentralisasi, dan struktur logistik hybrid. Berikut adalah macam-macam struktur organisasi perusahaan logistik yang dapat dipertimbangkan:
1. Struktur Logistik Terpusat
Jenis ini berfokus pada pemusatan seluruh kontrol aktivitas logistik seperti procurement, pergudangan, dan distribusi ke dalam satu kantor pusat. Penerapan struktur ini memungkinkan kontrol yang lebih mudah dan mengurangi biaya operasional, namun kurang fleksibel apabila terjadi hambatan di pusat.
2. Struktur Logistik Desentralisasi
Apabila bagian logistik di perusahaan menggunakan model struktur logistik desentralisasi, maka setiap cabang dapat mengontrol gudang dan pengiriman secara mandiri. Dampaknya, proses pengiriman menjadi lebih cepat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal.
3. Struktur Logistik Hybrid
Model hybrid menggabungkan kedua struktur sebelumnya, yaitu kontrol pusat dan pelaksanaan cabang. Implementasinya dilakukan melalui penetapan kebijakan oleh kantor pusat, kemudian cabang perusahaan akan melaksanakan kebijakan operasional tersebut.
5. Kesimpulan
Struktur organisasi perusahaan logistik adalah suatu bagan sistematis yang menunjukkan posisi individu dan tim dalam perusahaan dan menggambarkan pembagian tugas. Bentuk struktur ini dapat berupa struktur fungsional, divisional, dan matriks yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan logistik itu sendiri.
Kini, solusi digital seperti Software Logistik ScaleOcean merupakan solusi efektif untuk memudahkan pembuatan dan pengelolaan struktur perusahaan logistik agar lebih rapi, efisien, transparan, efektif, dan sesuai regulasi. Ingin mengoptimalkan struktur logistik dan alur kerja perusahaan Anda? Jadwalkan demo gratis bersama tim expert ScaleOcean.
FAQ:
1. Bagaimana struktur organisasi perusahaan logistik?
Umumnya, struktur organisasi perusahaan logistik meliputi manajer logistik, manajer material, manajer pembelian, manajer gudang, manajer distribusi, pengawas bea cukai, hingga pengawas pengiriman.
2. Divisi logistik mencakup apa saja?
Divisi logistik memiliki tugas untuk membuat perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan aliran barang atau jasa dari supplier ke lokasi akhir konsumen.
3. Apa saja 7 fungsi logistik?
7 fungsi logistik mencakup manajemen pesanan, manajemen pengemasan, pengelolaan material, pengendalian persediaan, manajemen gudang, manajemen transportasi, dan pengelolaan layanan pelanggan.











