Akumulasi Penyusutan: Cara Menghitung serta Contohnya

Posted on
Share artikel ini

Setiap aset tetap perusahaan akan mengalami penurunan nilai fungsi seiring masa pakainya. Dalam akuntansi, kondisi ini dicatat sebagai akumulasi penyusutan untuk menggambarkan total beban penyusutan atau depresiasi yang telah dialokasikan sejak aset mulai digunakan.

Memahami konsep ini penting untuk melampirkan nilai bersih aset yang akurat di laporan keuangan dan mengoptimalkan perencanaan pajak. Artikel berikut akan membahas metode perhitungan serta perbedaan antara beban dan akumulasi untuk mendukung efisiensi manajemen aset bisnis Anda.

starsKey Takeaways
  • Akumulasi penyusutan adalah total biaya penyusutan akan aset tetap perusahaan sejak barang-barang digunakan hingga periode akuntansi pada suatu saat.
  • Beberapa cara menghitung akumulasi meliputi metode garis lurus dan metode beban menurun.
  • Perbedaan beban dan akumulasi penyusutan terletak pada nilai yang tercatat pada setiap periode akuntansi, serta juga letaknya di dalam laporan keuangan.
  • Penerapan asset management system seperti ScaleOcean cenderung digunakan oleh bisnis-bisnis dikarenakan banyaknya jumlah aset yang perlu diperhitungkan nilai penyusutannya.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Akumulasi Penyusutan?

Akumulasi penyusutan adalah jumlah beban penyusutan yang diberlakukan terhadap sebuah aset tetap sejak barang tertentu mulai digunakan hingga periode pencatatan saat ini. Nilai akumulasi akan meningkat seiring berjalannya waktu dan diklasifikasikan dalam akun kontra aset di laporan keuangan.

Sebagai contoh, penyusutan aset tetap seperti mesin akan dicatat dalam akun ini untuk menggambarkan penurunan nilai fungsinya akibat pemakaian rutin. Akumulasi tersebut nantinya dikurangkan dari harga perolehan awal untuk menentukan nilai buku terkini mesin di dalam neraca perusahaan.

2. Cara Menghitung Akumulasi Penyusutan

Nilai akuntansi akumulasi penyusutan akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Sebagaimana diatur dalam UU No. 7 Tahun 2021 (Harmonisasi Peraturan Perpajakan), metode akumulasi penyusutan dapat dibagi menjadi dua, yakni metode garis lurus dan saldo menurun. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut masing-masingnya:

a. Metode Garis Lurus

Metode ini mengalokasikan biaya penyusutan secara merata setiap tahun selama masa manfaat aset. Perhitungannya dilakukan dengan membagi harga perolehan aset yang dikurangi nilai residu dengan estimasi masa manfaatnya. Rumusnya adalah:

Akumulasi Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) / Masa Manfaat

b. Metode Saldo Menurun

Metode saldo atau beban menurun menetapkan beban penyusutan yang lebih besar pada tahun-tahun awal penggunaan aset. Nilai penyusutan dihitung dengan mengalikan persentase tertentu terhadap nilai buku aset yang terus menurun setiap tahunnya. Rumusnya adalah:

Akumulasi Penyusutan = Harga Perolehan x Persentase Penyusutan

3. Apa Perbedaan Beban Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan?

Akumulasi dan beban penyusutan sering dianggap serupa, namun terdapat beberapa hal yang membedakan keduanya. Sesuai dengan namanya, akumulasi merupakan total penyusutan yang telah terjadi semenjak adanya aset tertentu di tangan perusahaan.

Sedangkan, beban penyusutan atau depresiasi merupakan penurunan nilai yang diberlaku pada satu periode akuntansi, yakni dapat berupa bulanan atau tahunan. Contohnya, bila proses pelaporan dilakukan secara per tahun dan beban pada tahun tersebut (via metode garis lurus) adalah Rp 20 juta, maka akumulasi juga akan bernilai Rp 20 juta.

Namun, nilai kedua hal tersebut akan berbeda pada tahun kedua. Beban penyusutan pada tahun tersebut akan tetap bernilai Rp 20 juta, tetapi nilai akumulasi akan bernilai Rp 40 juta karena mencerminkan total penurunan nilai yang telah terjadi pada aset tertentu selama masa penggunaanya.

Selain itu, letaknya di dalam laporan keuangan juga berbeda. Beban penyusutan biasanya terletak di dalam laporan laba rugi dalam bagian biaya operasional atau HPP. Sedangkan, akumulasi penyusutan terletak di dalam neraca, lebih tepatnya di bawah aset tetap dalam akun kontra aset yang mengurangi nilai buku aset tetap.

Meskipun kompleks, proses perhitungan akumulasi dan beban tetap dapat dilakukan bila aset yang dimiliki masih dapat diperhitungkan. Namun, hal ini cenderung bukan kasusnya dikarenakan banyak jumlah aset yang diperlukan untuk menjalankan operasi pada masa sekarang, sehingga perusahaan cenderung beralih ke sistem manajemen aset seperti ScaleOcean.

ERP

4. Contoh Perhitungan Akumulasi Penyusutan

Misalkan perusahaan membeli mesin seharga Rp100.000.000 dengan nilai residu Rp20.000.000 dan masa manfaat 5 tahun. Melalui metode garis lurus, beban penyusutan tahunan dihitung dengan mengurangi harga perolehan dengan nilai residu, lalu dibagi masa manfaat, sehingga ditemukan angka sebesar Rp16.000.000 per tahun.

Setiap tahunnya, nilai akumulasi akan bertambah secara konsisten dengan jumlah yang sama hingga akhir masa manfaat. Pada tahun kedua, nilainya menjadi Rp32.000.000, dan pada akhir tahun kelima, akumulasi nilai akan mencapai Rp80.000.000, menyisakan nilai buku sebesar nilai residu awal.

Jika menggunakan metode saldo menurun dengan tarif 40% untuk aset yang sama, perhitungan dimulai dengan mengalikan tarif terhadap nilai buku awal tahun. Pada tahun pertama, beban penyusutan adalah Rp40.000.000, yang langsung dicatat sebagai akumulasi penyusutan tahun pertama.

Pada tahun kedua, tarif 40% dikenakan pada sisa nilai, yakni Rp60.000.000, sehingga beban penyusutannya menurun menjadi Rp24.000.000. Total penyusutan pada tahun kedua pun menjadi Rp64.000.000, menunjukkan bahwa metode ini membebankan nilai lebih besar di awal periode penggunaan aset.

5. Kesimpulan

Setelah memahami tentang akumulasi penyusutan, Anda seharusnya dapat dengan lebih mudah menghitung beban penyusutan dari periode ke periode di laporan keuangan. Namun, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, hal ini termasuk mustahil dilakukan bila jumlah aset dimiliki bisnis berada di kisaran ratusan hingga ribuan jumlah.

Dikarenakan hal itu, Anda dapat mempertimbangkan penerapan sistem manajemen aset seperti ScaleOcean yang disertai dengan layanan demo gratis. Sistem kami dapat diintegrasikan dengan bagian logistik, inventaris, dan akuntansi perusahaan Anda, sehingga dapat mengotomatisasikan proses perhitungan dan pelacakan.

FAQ:

1. Apa saja yang termasuk amukulasi penyusutan?

Aset-aset yang diperhitungkan dalam akumulasi penyusutan biasanya berupa aset tetap berwujud yang memiliki masa manfaat dan akan mengalami penurunan nilai selama berjalannya waktu. Hal ini berupa bangunan, mesin, peralatan kantor, dan perhiasan atau furniture.

2. Apa yang dimaksud dengan akumulasi penyusutan?

Akumulasi penyusutan adalah total beban penyusutan yang dialokasikan kepada sebuah aset tetap dari saat hal tersebut mulai digunakan hingga periode akuntansi terkini. Nilai akumulasi akan meningkat seiring berjalannya waktu.

3. Akumulasi penyusutan letaknya di mana?

Akumulasi penyusutan biasanya terletak di laporan neraca dalam akun kontra aset yang terletak di bawah aset tetap untuk mengurang nilai historisnya demi mendapatkan nilai bersih aset-aset tertentu.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap