Menjaga kesesuaian data stok dengan jumlah fisik di gudang merupakan tantangan besar. Selisih atau penyusutan inventaris, sering menjadi faktor tersembunyi yang menggerus profit bisnis. Tanpa pengawasan ketat, kerugian kecil yang menumpuk dapat mengganggu stabilitas finansial dan akurasi laporan aset Anda.
Dengan identifikasi tepat, perusahaan dapat merancang strategi pencegahan efektif untuk melindungi aset. Artikel ini membahas definisi, rumus hitung, hingga solusi praktis meminimalisir risiko penyusutan inventaris di perusahaan Anda.
- Penyusutan inventaris adalah langkah awal untuk mengelola nilai aset kantor secara efektif dan sistematis dari waktu ke waktu.
- Beberapa penyebab penyusutan inventory meliputi pencurian, kerusakan dan kedaluwarsa, kesalahan administratif, dan tren sosio-ekonomi.
- Cara untuk mencegah hal ini berupa penerapan sistem manajemen inventaris, audit rutin, peningkatan keamanan gudang, pelatihan staf, dan minimalisir dampak penyusutan.
- Salah satu contoh penyedia sistem inventaris terbaik di Indonesia adalah ScaleOcean yang menawarkan fitur seperti unlimited user dan integrasi antar sistem.
1. Apa itu Penyusutan Inventaris?
Penyusutan inventaris adalah selisih berkurangnya jumlah barang fisik yang ada di gudang dengan yang tercatat sebelumnya, seringkali disebabkan oleh pencurian atau kerusakan. Disrepansi ini menimbulkan kerugian karena berdampak pada tingkat profitabilitas perusahaan.
Semakin tinggi persentase penyusutan, maka semakin tinggi tingkat kerugiannya. Namun, dikarenakan skala perdagangan internasional sekarang, fenomena berikut sayangnya tidak dapat dihindari, sehingga 2%-10% dianggap sebagai standar, menurut 50Folds atau Alexander Jarvis.
2. Apa Penyebab Terjadinya Penyusutan Inventaris?
Penyusutan inventaris biasanya dipicu oleh berbagai faktor yang memengaruhi kondisi serta jumlah stok di gudang. Memahami penyebabnya penting agar perusahaan dapat menentukan strategi pencegahan yang tepat. Mulai dari isu keamanan hingga kendala teknis, berikut adalah beberapa faktor utama penyebabnya:
a. Pencurian
Kehilangan stok seringkali disebabkan oleh tindakan pencurian, baik yang dilakukan oleh pihak eksternal maupun staf internal perusahaan. Hal ini biasanya terjadi akibat lemahnya pengawasan di area penyimpanan atau kurangnya protokol keamanan pada alur keluar-masuk barang.
b. Kerusakan dan Kedaluwarsa
Faktor fisik seperti kecelakaan di gudang, fasilitas yang cacat, atau bencana alam dapat menyebabkan barang tidak layak jual. Selain itu, produk dengan masa simpan terbatas akan mengalami penyusutan nilai jika tidak segera didistribusikan sebelum melewati tanggal kedaluwarsa.
c. Kesalahan Administratif
Kendala dalam pencatatan data, seperti kesalahan input jumlah barang saat penerimaan atau pengiriman, sering kali memicu selisih stok. Masalah administratif ini biasanya bersumber dari proses data entry manual yang tidak tervalidasi dengan baik.
d. Tren Sosio-Ekonomi
Perubahan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi dapat menyebabkan barang kehilangan daya tarik di pasar secara mendadak. Penurunan minat ini mengakibatkan stok menumpuk terlalu lama hingga nilainya menyusut karena dianggap sudah ketinggalan zaman atau tidak relevan lagi.
3. Rumus dan Cara Menghitung Penyusutan Inventaris
Menghitung persentase selisih stok secara berkala merupakan langkah krusial untuk mengidentifikasi tingkat kerugian di dalam gudang. Dengan menggunakan rumus yang tepat, perusahaan dapat mengevaluasi efektivitas operasional secara menyeluruh:
Penyusutan Inventaris = (Nilai Penyusutan – Total Nilai Inventaris) x 100%
Pencatatan stok secara manual sering kali memicu selisih data akibat kesalahan input yang tidak disengaja. Masalah ini jika dibiarkan tentu akan mempersulit pemantauan nilai aset sebenarnya perusahaan. Untuk mengatasinya, sistem inventaris ScaleOcean hadir membantu Anda memantau stok secara otomatis.
4. Contoh Perhitungan Penyusutan Inventaris
Misalkan sebuah toko memiliki catatan nilai inventaris sebesar Rp150.000.000 di buku besar. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan fisik di gudang, ditemukan bahwa nilai barang yang tersedia hanya Rp145.000.000. Selisih sebesar Rp5.000.000 tersebut merupakan nilai penyusutan inventaris yang terjadi selama periode berjalan.
Untuk menghitung persentasenya, nilai selisih dibagi dengan total nilai di buku besar kemudian dikalikan 100%. Dalam kasus ini, perhitungannya adalah (Rp5.000.000 / Rp150.000.000) x 100%, sehingga didapatkan angka penyusutan sebesar 3,33%.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan adanya kerugian yang harus segera diidentifikasi penyebabnya, baik karena kerusakan maupun kesalahan administrasi. Meskipun masih termasuk standar, hal ini berkemungkinan menjadi permasalahan lebih besar pada masa mendatang bila tidak ditanggapi dengan segera.
5. Cara Mencegah Penyusutan Inventaris
Setelah mempelajari beberapa penyebab sebelumnya, Anda dapat dengan mudah merancang rencana untuk meminimalisir risikonya di perusahaan Anda. Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan:
a. Implementasi Software Inventaris
Penggunaan software inventory management membantu pelacakan stok secara real–time dan otomatis di gudang. Langkah ini meminimalisir kesalahan manusia dalam pencatatan serta memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap keluar-masuknya barang.
b. Melakukan Audit Inventaris Rutin
Pemeriksaan fisik atau stock opname yang dilakukan secara berkala berfungsi untuk mencocokkan jumlah stok di lapangan dengan data di laporan. Audit rutin membantu mendeteksi adanya kesalahan pencatatan atau kerugian lebih awal sebelum memunculkan snowball effect.
c. Meningkatkan Keamanan Gudang
Memperketat pengawasan melalui pemasangan CCTV, pembatasan akses masuk, dan sistem pemeriksaan keamanan di area gudang merupakan tahap efektif dalam mencegah pencurian. Lingkungan penyimpanan yang aman akan menjaga kebenaran jumlah fisik aset perusahaan.
d. Melakukan Pelatihan Staf
Edukasi kepada karyawan mengenai prosedur penanganan barang yang benar dapat mengurangi risiko kerusakan akibat kecerobohan. Staf yang terlatih cenderung lebih teliti dalam administrasi dan lebih sadar akan pentingnya menjaga keamanan stok dan dampaknya bila tidak.
e. Meminimalisir Dampak Penyusutan
Langkah ini dilakukan dengan menetapkan batas toleransi selisih stok dan menyusun strategi penanganan produk yang mendekati masa kedaluwarsa. Dengan perencanaan yang matang, kerugian finansial akibat barang yang tidak terjual dapat ditekan.
6. Kesimpulan
Pemantauan penyusutan inventaris secara berkala merupakan kunci untuk menjaga profitabilitas bisnis. Dengan memahami penyebab selisih stok dan menerapkan metode perhitungan yang tepat, perusahaan dapat mengambil keputusan strategis yang lebih akurat guna melindungi aset berharga dari kerugian yang tidak terduga.
Untuk meminimalisir risiko kesalahan input, penggunaan sistem inventaris ScaleOcean dapat membantu Anda mengotomatisasi seluruh pencatatan dan pemantauan stok. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut spesifikasi ssitem kami, maka kami menyediakan jasa demo gratis untuk memberikan kesempatan uji coba terlebih dahulu.
FAQ:
1. Bagaimana cara mengatasi penyusutan inventaris?
Aset-aset yang diperhitungkan dalam akumulasi penyusutan biasanya berupa aset tetap berwujud yang memiliki masa manfaat dan akan mengalami penurunan nilai selama berjalannya waktu. Hal ini berupa bangunan, mesin, peralatan kantor, dan perhiasan atau furniture.
2. Mengapa penyusutan inventaris penting untuk dipantau?
Memantau penyusutan penting untuk menjaga keakuratan laporan keuangan dan margin laba perusahaan. Dengan mengetahui tingkat penyusutan, Anda dapat mengevaluasi efektivitas sistem keamanan gudang serta efisiensi manajemen operasional secara keseluruhan.
3. Apa itu penyusutan inventaris?
Penyusutan inventaris adalah selisih antara jumlah stok yang tercatat dalam pembukuan dengan jumlah fisik barang yang sebenarnya tersedia di gudang. Hal ini biasanya menunjukkan adanya kerugian akibat faktor-faktor seperti kerusakan, kesalahan administrasi, atau kehilangan.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us

